cover
Contact Name
Samuel M. Simanjuntak
Contact Email
smsimanjuntak@unai.edu
Phone
+6281296081331
Journal Mail Official
smsimanjuntak@unai.edu
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Skolastik Keperawatan (e-Journal)
ISSN : 24430935     EISSN : 24431699     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Scope Medical-Surgical Nursing Critical Care Nursing Psychiatric Nursing Nursing Management Community Nursing Nursing Education Pediatric & Obstetric Nursing Transcultural Nursing Gerontic Nursing
Articles 171 Documents
Pengetahuan Remaja Tentang Menstruasi Terhadap Tingkat Kecemasan Menghadapi Menarche Manoppo J Ivanna; Aditia Junita Suwardi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2858

Abstract

Latar belakang: Masa remaja ditandai dengan adanya pubertas dimana organ-organ reproduksi mulai matang berfungsi dan perkembangbiakan dapat terjadi salah satu tanda pubertas pada remaja putri yaitu munculnya menarche. Menarche adalah menstruasi yang pertama kali dapat terjadi pada usia 9-16 tahun. Remaja yang akan menghadapi menarche memiliki perubahan secara psikis, salah satunya kecemasan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan dengan kecemasan menghadapi menarche pada remaja. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Metode: Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling sebanyak 96 responden. Hasil: menunjukkan mayoritas remaja putri memiliki pengetahuan kurang sebanyak 59 (61,5%) responden. Kemudian untuk kecemasan menghadapi menarche sebagian besar kecemasan tingkat panik 48 (50%) responden. Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan dengan arah negatif nilai p = 0.000 ≤ 0.05 dengan nilai koefisien korelasi r = -0.662 yang artinya semakin tinggi pengetahuan remaja mengenai menstruasi maka semakin rendah kecemasan yang akan dialami remaja dalam menghadapi menarche demikian juga sebaliknya.  Diskusi: Penelitian ini menunjukan adanya hubungan anatar pengetahuan dengan  kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Semakin tinggi pengetahuan remaja mengenai menstruasi maka semakin rendah kecemasan yang akan dialami remaja dalam menghadapi menarche demikian juga sebaliknya.  Diharapkan agar tenaga medis dapat melakukan promosi kesehatan mengenai menarche, dalam membantu meningkatkan koping dalam menghadapinya.
Efektivitas Smart Parenting Style untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Remaja dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi Endang Triyanto
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2891

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Remaja merupakan kelompok usia yang rawan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Resiko tersebut dapat dicegah dengan peningkatan perilaku asertif melalui smart parenting style yang terdiri dari telling, selling, participating dan delegating. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tipe smart parenting style yang paling efektif dalam meningkatkan perilaku asertif remaja. Metode. Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pendekatan one group with pre and post test design. Penelitian dimulai Maret-Mei 2022 di SMK X Purwokerto. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 30 remaja setiap kelompok pada perlakuan tipe telling, selling, participating dan delegating. Data perilaku asertif sebelum dan setelah perlakuan dianalisis menggunakan uji t dependent. Hasil. Hasil analisis smart parenting style tipe participating, delegating, telling, selling terhadap perilaku asertif remaja secara berurutan memiliki nilai p-value 0,097; 0,187; 0,000; dan 0,000. Tipe telling mampu meningkatkan rerata perilaku asertif sebesar 15,6, sedangkan tipe selling jauh lebih tinggi yaitu mencapai 26,1. Kesimpulan. Tipe paling efektif untuk meningkatkan perilaku asertif remaja adalah selling. ABSTRACT Introduction. Adolescents are an age group that is prone to reproductive health problems. This risk can be prevented by increasing assertive behavior through a smart parenting style consisting of telling, selling, participating, and delegating. This study aimed to determine the type of smart parenting style that was most effective in increasing adolescent assertive behavior. Method. The research design used a quasi-experimental approach with a one-group approach with pre and post-test design. The research started from March to May 2022 at SMK X Purwokerto. Samples were taken by purposive sampling as many as 30 teenagers in each group in the treatment of telling, selling, participating, and delegating types. Assertive behavior data before and after treatment were analyzed using the dependent t-test. Results. The results of the smart parenting style analysis of participating, delegating, telling, and selling types on adolescent assertive behavior sequentially have a p-value of 0.097; 0.187; 0.000; and 0.000. The telling type increased the average assertive behavior by 15.6, while the selling type was much higher, reaching 26.1. Conclusion. The most effective type to increase adolescent assertive behavior is selling.
Hubungan Caring Leadership Dengan Perilaku Caring Perawat Rawat Inap Di Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto Kharisma Dewi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.2923

Abstract

Pendahuluan: Caring menjadi kunci utama praktik keperawatan. Perilaku caring dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi dalam faktor organisasi terdapat kepemimpinan yang dapat mempengaruhi perilaku caring.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan caring leadership dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto. Metode:.penelitian kuantitatif dengan pendekatan. cross.sectional. Responden penelitian ini sebanyak 148 yang di bagi menjadi dua, 74 responden perawat dan 74 responden pasien. Instrument penelitian. Menggunakan kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI) dan kuesioner caring leadership yaitu Caring Factor.Survey-Caring of Manager (CFS-CM). Hasil: Caring leadership mayoritas pada kategori tinggi (90,5%). Sedangkan perilaku caring dalam kategori tinggi (85,1%). Hasil analisis menggunakan spearman rank didapatkan hasil p value sebesar 0,029 (<0,05). Diskusi: Terdapat hubungan yang bermakna antara caring leadership dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto.
Karakteristik Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Corona Virus Jenis Sinovac Pada Perawat Widiyono
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.2947

Abstract

Latar Belakang: Perawat memiliki peranan penting dalam merawat pasien yang terkena virus corona. Salah satu upaya dalam mencegah penularan adalah melalui pemberian vaksinasi. Reaksi yang muncul setelah pemberian vaksinasi merupakan hal yang wajar. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi umumnya bersifat sementara. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi vaksin covid-19 jenis moderna pada perawat di RS Santo Vincentius, Singkawang, Kalimantan Barat. Metode: Penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pelaksanaan penelitian secara online melalui aplikasi google-form oleh responden perawat di wilayah kerja masing-masing. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 perawat. Hasil: Penelitian didapatkan 80 % perawat yang mendapatkan vaksin jenis Sinovac mengalami KIPI. Gejala yang muncul didominasi pegal pada lengan kiri bekas suntikan sebanyak 80% dan demam sebanyak 70 %. Diskusi: Karakteristik munculnya KIPI pada perawat yang mendapatkan vaksinasi Corona virus jenis Sinovac pada penelitian ini didasarkan pada usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, jumlah insiden KIPI, jenis gejala KIPI, dan lama gejala KIPI yang muncul. Perawat sudah memiliki pengetahuan dalam mengatasi KIPI yang muncul.
Strategi Keberhasilan Berhenti Merokok : Systematic Review Nurhannifah Rizky Tampubolon
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.2959

Abstract

Latar belakang: Pengalaman berhenti merokok dari berbagai latar belakang individu bisa menjadi masukan untuk menyusun strategi keberhasilan berhenti merokok. Tujuan literature review ini adalah untuk memberikan informasi yang komprehensif terkait bagaimana dukungan yang dibutuhkan dan hambatan yang dihadapi untuk bisa berhasil berhenti merokok. Metode literature review ini dilakukan mengikuti panduan PRISMA. Database untuk mencari literatur studi ini adalah Pubmed dengan kombinasi kata kunci: adult AND smoking cessation AND barrier/stress/withdrawal syndrome AND motivation/family support. Hasil: Studi ini menemukan 8 literatur yang membentuk 5 garis besar sebagai hasil review yaitu: motivasi dan efikasi diri berhenti merokok, dukungan keluarga, teman dan lingkungan, miskonsepsi tentang rokok, akses terhadap rokok, dan program berhenti merokok. Miskonsepsi terhadap rokok, seperti memandang wajar orang yang merokok merupakan stigma di masyarakat yang menjadi penghambat keberhasilan upaya berhenti merokok. Jika masyarakat memiliki konsep yang benar dan stigma negatif terhadap rokok akan membuat perokok merasa bersalah dengan sendirinya saat merokok. Simpulan: Program berhenti merokok memerlukan integrasi antara dokter/pihak medis dengan pemberi layanan berhenti merokok. Edukasi masih menjadi poin penting dalam program berhenti merokok dan upaya untuk menurunkan jumlah perokok secara menyeluruh. Inovasi yang melibatkan gaya belajar visual, auditori dan sharing pengalaman dari role model menjadi masukan untuk peningkatan efektifitas program edukasi.
Efektivitas Bermain Origami Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah Katrina Feby Lestari
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.2970

Abstract

Latar Belakang: Bermain origami adalah salah satu cara yang dapat membantu menstimulasi perkembangan motorik halus. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 orang anak, ada 2 orang yang belum bisa menggoyangkan ibu jari, 2 orang yang belum bisa meniru garis vertikal, 2 orang belum bisa menggambar orang, 2 orang belum bisa membuat menara dari kubus, dan 2 orang belum bisa mencontoh gambar lingkaran maupun kotak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bermain origami terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di PAUD Tunas Harapan Desa Gio Timur Kecamatan Moutong. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil: Berdasarkan uji statistik Wilcoxon didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam perkembangan motorik otot halus anak antara saat sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0,005. Diskusi: Terdapat pengaruh bermain origami terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di PAUD Tunas Harapan Desa Gio Timur Kecamatan Moutong.
Pengetahuan Tentang Covid-19 Mahasiswa D3 Keperawatan STIKes Santo Borromeus Dan Departamentu Enfermagen Geral, Fakuldade Siensia Saúde, Universidade Dili Di Awal Masa Pandemi Ferdinan Sihombing; Dionisia Soares
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.3012

Abstract

Latarbelakang: Pengetahuan yang baik merupakan langkah pertama dalam penanganan Covid-19 di lembaga pendidikan. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki pengetahuan publik terhadap COVID-19 pada dua kelompok masyarakat di Indonesia dan di Timor Leste, yang pada penelitian ini yaitu pada kelompok mahasiswa keperawatan pada jenjang diploma tiga. Metode: Peneliti menggunakan Whatsapp dan Whatsapp group untuk memberikan imbauan agar mahasiswa mengakses tautan kuesioner google form. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling concenience yaitu sedapatnya atau sebanyak mahasiswa yang telah melakukan pengisian kuesioner selama 7 hari masa pengisian kuesioner. Informed consent diberikan sambil menyebarkan tautan kuesioner, hanya mahasiswa yang bersedia saja yang akan mengisi kuesioner secara daring, serta dimungkinkan responden yang telah mengakses untuk mengundurkan diri setiap saat atau membatalkan untuk mengisi. Protokol penelitian telah mendapatkan persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan STIKes Santo Borromeus. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis statistik uji-t independent samples dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics 23. Hasil: diketahui bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan tentang Covid-19 di kalangan mahasiswa D3 Keperawatan di STIKes Santo Borromeus dan di Universidade Dili Timor Leste dengan p value = 0,174 lebih besar dari α (0,05). Diskusi: Tidak ada perbedaan pengetahuan tentang Covid-19 di antara kedua kelompok mahasiswa D3 Keperawatan.
Ergonomi Tubuh, Posisi Kerja, dan Keluhan Nyeri Pekerja Pabrik di Myanmar Thinzar Li; Samuel M. Simanjuntak
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.3036

Abstract

  ABSTRAK Latar Belakang: Pengetahuan tentang ergonomi tubuh sangat penting bagi pekerja untuk menyesuaikan posis dalam lingkungan kerja, mengurangi risiko cedera, penyakit serta meningkatkan kualitas kehidupan pekerja.Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi faktor-faktor ergonomis, dan postur yang berhubungan, serta menyelidiki hubungan antara jenis nyeri dan karakteristik posisi kerja. Metode: Ada 80 pekerja dari berbagai tempat kerja di Supermarket City Mart, Yangon, Myanmar yang dipilih secara acak sebagai partisipan penelitian ini. Data atribut yang berhubungan dengan subjek seperti perbedaan jenis pekerjaan, postur kerja, jenis nyeri dikaji menggunakan kuesioner. Postur tubuh pekerja diamati langsung sambil diberikan edukasi kesehatan melalui aplikasi zoom meeting. Data dianalisis dengan software SPSS menggunakan metode statistik deskriptif dan korelasional. Hasil: Data menunjukkan bahwa pekerja yang paling banyak mengeluh nyeri adalah penjaga toko (27,5%), penjual (26,3%) dan petugas administrasi (27,5%). Adapun tugas pekerjaan terbanyak adalah yang bekerja sebagai pengelola barang penjualan (30,0%) dan paling banyak mengeluh nyeri adalah pekerja yang memiliki pengalaman kerja > 1 tahun (47,5%). Pekerja yang harus bekerja tanpa komputer memiliki persentase terbanyak (55,0%), jenis nyeri yang paling banyak terjadi adalah nyeri pada kaki (27,5%). Diskusi: Kurang pemahaman tentang ergonomi tubuh para pekerja mengakibatkan keluhan nyeri yang disebabkan kurangnya gerakan seimbang pada postur tubuh selama jam-jam kerja. Kesadaran dan pemahaman pekerja tentang prinsip ergonomi postur tubuh akan sangat membantu mereka untuk menjaga kesehatannya melalui aktivitas dan perilaku hidup.
Ketaatan Penerapan Pola Makan dan Olahraga terhadap Gula Darah Puasa Maureen Jennifer Sundana; Samuel M. Simanjuntak
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v9i1.3096

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), diabetes melitus merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Asia Tenggara. Di Indonesia 2,0% penduduk menderita diabetes melitus pada tahun 2018. Pola hidup tidak sehat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan kejadian diabetes melitus. Karena itu, diperlukan kemampuan pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Pengelolaan diabetes melitus yang terbukti efektif selain terapi farmakologis adalah edukasi, terapi nutrisi, dan aktifitas fisik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ketaatan penerapan pola makan dan olahraga terhadap gula darah puasa. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus yang dibina PERSADIA Rumah Sakit Dustira yang berjumlah 60 orang. Adapun jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 25 orang yang direkrut secara accidental. Data diambil menggunakan kuesioner dan glukometer lalu dianalisa menggunakan aplikasi SPSS. Analisis statistik yang digunakan untuk analisis korelasi yaitu Pearson’s r. Hasil: Cukup bukti yang mendukung hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dalam sehari dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,034, frekuensi asupan makanan manis dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,046, frekuensi konsumsi makanan olahan dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,017, dan frekuensi makan di luar rumah dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,012. Diskusi: Pola makan yang tidak memperhatikan jenis, jumlah, dan jadwal konsumsi dan makanan manis akan meningkatkan kadar gula darah. Dibutuhkan program pendidikan dan bimbingan kesehatan kepada pasien untuk mengelola makanan sehingga dapat mengontrol kadar gula darah.
Terapi Akupuntur Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi: Systematic Review Agnes Putri
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 9 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v9i2.3126

Abstract

Latar belakang: Akupunktur adalah teknik pengobatan Tiongkok tradisional yang memasukkan jarum tipis ke dalam kulit pada titik-titik tertentu untuk mendapatkan respons terhadap kualitas hidup. Tujuan: systematic review ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup terhadap pemberian terapi akupuntur pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode systematic review ini menggunakan desain literature riview yaitu penelitian yang mengkaji artikel-artikel ilmiah dengan mengintegrasikan dan menarik kesimpulan tentang terapi akupuntur terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari hasil peneltian yang telah dilakukan peneliti terdahulu. Sumber data berupa artikel atau jurnal yang relevan dengan topik ini. Pencarian artikel penelitian dilakukan menggunakan database Proquest, Sciencedirect, PubMed Science. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci pencarian "chemotherapy" AND "acupuncture” AND "quality of life" Kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti dalam pencarian artikel yaitu artikel dalam rentang waktu terbit dari tahun 2018-2023. Diskusi akupuntur merupakan suatu terapi komplementer yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan terperinci sehingga dapat dijadikan sebuah evidence based patrice dengan tempat dan lokasi penelitian yang berbeda dari peneliti sebelumnya.