cover
Contact Name
Samuel M. Simanjuntak
Contact Email
smsimanjuntak@unai.edu
Phone
+6281296081331
Journal Mail Official
smsimanjuntak@unai.edu
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Skolastik Keperawatan (e-Journal)
ISSN : 24430935     EISSN : 24431699     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Scope Medical-Surgical Nursing Critical Care Nursing Psychiatric Nursing Nursing Management Community Nursing Nursing Education Pediatric & Obstetric Nursing Transcultural Nursing Gerontic Nursing
Articles 171 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN Sabat Anju Ranto Sihombing
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2638

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan pendidikan kesehatan.Bantuan hidup dasar / Basic Life Support merupakan bantuan dasar untuk menyelamatkan hidup setelah henti jantung dan henti napas atau usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat korban mengalami keadaan yang mengancam nyawa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental dengan rancangan One grup Pretest Posttest only Design pretest dan posttest untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan atau intervensi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat yang bekerja diatas 5 tahun di Rumah Sakit Advent Medan yang berjumlah 144 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proporsional dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 60 sampel penelitian. Analisis data menggunakan rumus paired t test dengan derajat kemaknaan p < 0.05 Hasil t hitung menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan bantuan hidup dasar berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan perawat di Rumah Sakit Advent Medan (p<0.05), hal ini menunjukkan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan perawat di Rumah Sakit Advent Medan. Pengembangan pengetahuan perawat yang bertugas di Rumah Sakit Advent Medan dapat mengetahui bantuan hidup dasar dan dan dapat mengikuti seminar-seminar atau pelatihan yang berkaitan dengan bantuan hidup dasar secara berkala setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan kepada perawat.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Metty Wuisang; Angelia Friska Tendean; Brian Jamco
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2641

Abstract

Latarbelakang: Mahasiswa tingkat akhir perlu memiliki kemampuan yaitu percaya pada dirinya sendiri dalam menentukan hal yang ingin dicapainya di masa depan yang dikenal dengan self-efficacy. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self-efficacy dengan orientasi masa depan pada mahasiswa Fakultas Keperawatan di Universitas Klabat. Metode penelitian: metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengembilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah 121 responden. Hasil penelitian: hasil menunjukkan bahwa gambaran mahasiswa memiliki Self-efficacy tinggi yaitu 53,7% dan 46,3% lainnya memiliki Self-efficacy yang rendah sedangkan gambaran orientasi masa depan terdapat 95,9% mahasiwa memiliki orientasi masa depan yang baik, dan 4,1% lainnya memiliki orientasi masa depan yang buruk. Hubungan Self-efficacy dengan orientasi masa depan pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas Klabat didapat nilai p value 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasinya r = 0,564 yang artinya ada hubungan yang signifikan dan keeratan hubungan sedang dengan arah positif. Rekomendasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan Self-efficacy agar berhasil dalam mencapai tujuan yang diinginkan di masa depan. Serta rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sehubungan dengan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Self-efficacy maupun orientasi masa depan dengan menambahkan jumlah sampel serta kondisi dalam pengambilan data secara langsung
PENGALAMAN PERAWATAN DIRI PARA PERAWAT YANG MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT SWASTA INDONESIA Nova Langingi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2699

Abstract

Latar Belakang. Selama masa pandemi COVID-19, profesi keperawatan tetap menunjukan belas kasihan dan empati terhadap pasien COVID 19 dan menempatkan kepentingan pasien lebih dari diri mereka sehingga sering mengabaikan perawatan diri dalam prioritas. Metode. Landasan filosofis dan desain penelitian fenomenologi deskriptif menurut Husserl digunakan peneliti, dengan 5 partisipan yang diperoleh dengan teknik snow ball serta interpretasi metodologis tujuh langkah Collaizi digunakan. Hasil. Terdapat dua tema yang didapat dalam penelitian yaitu perawatan diri alami dengan beristirahat, higienis, diet berbasis nabati, terpajan sinar matahari, dan aktivitas fisik sebagai sub-tema. Kemudian, perawatan diri artifisial dengan sub-temanya adalah mengkonsumsi vitamin dan menggunakan alat pelindung diri lengkap. Rekomendasi. Direkomendasikan bagi perawat yang merawat pasien COVID 19 untuk menggunakan gabungan perawatan diri alami dan juga artifisial. Direkomendasikan juga bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian case control untuk melihat faktor-faktor yang menyebabkan perawat terinfeksi COVID 19.
PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI HALANGAN DAN PERILAKU KESEHATAN DALAM MENCEGAH MAN MADE DISEASES PADA ORANG DEWASA Nova Langingi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2700

Abstract

Latar Belakang: Terlepas dari kemajuan teknologi medis, berbagai strategipreventif dan kuratif, dan program untuk memerangi penyakit, namun “man-made diseases” terus meningkat dan menjadi tren global. Metode: Tujuandari Studi korelasi ini adalah untuk menguji hubungan antara persepsimanfaat, persepsi halangan dan perilaku kesehatan di kalangan orangdewasa. Melibatkan partisipan yang dipilih secara purposif dan 144 orangsetuju untuk mengisi kuesioner. Tiga set kuesioner yang valid dan reliabeldigunakan. Statistik deskriptif dan analisis Pearson Correlation digunakan.Hasil: Hasil yang didapat adalah bahwa kebanyakan partisipanmengonsumsi pola makan nabati pada tingkat sedang (68.1%) namunkebanyakan (51.4%) jarang melakukannya. 58.3% merasakan manfaat“sedang” dalam hal konsumsi pola makan nabati ini dan 59.7% merasakanhalangan “sedang” dalam mengadopsi pola makan nabati. Persepsi manfaat secara statistik berkorelasi positif lemah (r=.332; p<.01) dengan konsumsi pola makan nabati dan persepsi halangan secara statistik berkorelasi negatif sedang (r=-517; p<.01) dengan konsumsi pola makan nabati. Kemudian,perilaku aktivitas fisik partisipan adalah “rendah” (46.5%) sampai “sedang”(47.2%). Partisipan tidak ada yang rutin berolahraga, kebanyakan (66.7%)jarang berolahraga. Walau begitu, 81.9% partisipan sangat merasakanmanfaat berolahraga, serta 80.6% partisipan merasakan halangan “sedang” dalam melakukan aktivitas fisik. Persepsi manfaat memiliki korelasi positif yang lemah secara statistik (r=.379; p<.01) dengan perilaku aktivitas fisik, sedangkan persepsi halangan secara statistik berkorelasi negatif lemah (r=-.291; p<.01) dengan perilaku aktivitas fisik. Diskusi: Partisipan harus meningkatkan konsumsi makanan nabati dan aktivitas fisik serta mengidentifikasi halangan dalam melakukannya. Untuk penelitianselanjutnya, disarankan untuk mengidentifikasi faktor-faktor halangan dalam mengkonsumsi makanan nabati dan melakukan aktivitas fisik. Bagi petugas kesehatan agar lebih gencar dalam mengkampanyekan konsumsi pola hidup nabati dan melakukan aktivitas fisik.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Keperawatan STIKes Surya Global Yogyakarta: Tingkat Kecemasan dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Siti Khoirunnisa, Fitri Dian Kurniati
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2799

Abstract

Latar belakang: Kesulitan menyesuaikan diri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya kecemasan pada mahasiswa. Kondisi kecemasan tersebut menjadikan mahasiswa memiliki perasaan yang tidak pasti, tidak berdaya dan tidak nyaman. Proses penyesuaian diri yang dialami mahasiswa melibatkan respon-respon mental dan tingkah laku yang dimana individu berusaha menanggulangi tuntutan dalam diri maupun lingkungannya. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan penyesuaian diri pada mahasiswa keperawatan Stikes Surya Global Yogyakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 55 keperawatan mahasiswa semester 2 tahun ajaran 2021. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner Hamilton anxiety rating scale (HARS) dan kuesioner Psychological adjusment scale (PAS) yang telah baku. Analisa data menggunakan uji korelasi Kendall-tau dengan taraf signifikan 5%. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam kategori kecemasan berat sebesar 34 responden (61,8%) dan mayoritas penyesuaian diri mahasiswa keperawatan dalam kategori penyesuaian diri kurang baik sebesar 32 responden (58,2%) dengan nilai siginifikasi sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan penyesuaian diri pada mahasiswa keperawatan di Stikes Surya Global Yogyakarta.
Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Penyakitnya Terhadap Kepatuhan Obat Ellen Padaunan; Frendy Fernando Pitoy; Gloria Hillary Wongka
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2847

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan yang abnormal pada tekanan sistolik dan diastolik. Melalui pengobatan antihipertensi, tekanan darah dapat terkontrol dan mengurangi resiko komplikasi, tetapi masih banyak penderita yang kurang patuh dalam menjalankan pengobatan sehingga angka mortalitas terus meningkat. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderitia hipertensi di Kelurahan Rurukan. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang yang menderita hipertensi. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner pengetahuan tentang hipertensi dan kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa dari 63 orang responden sebagian besar yaitu sebanyak 53 orang (84.1%) memiliki pengetahuan baik mengenai hipertensi. Sedangkan mengenai kepatuhan minum obat, sebagian besar yaitu sebanyak 31 orang (49.2%) memiliki tingkat kepatuhan sedang. Lebih lanjut hasil menunjukan bahwa setelah dilakukan analisa data dengan menggunakan spearman’s correlation, ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Kelurahan Rurukan dengan nilai p= 0,107. Kesimpulan: Direkomendasikan pada penderita hipertensi untuk lebih mematuhi aturan dalam mengkonsumsi obat agar dapat mengontrol penyakitnya dengan baik. 
Shift Kerja Dan Kecelakaan Kerja Pada Karyawan Reagen Mandias; Lea Andy Shintya; Monica Valery Paral
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2851

Abstract

Latar belakang: Setiap pekerjaan tidak terlepas dari resiko mengalami kecelakaan kerja, baik kecelakaan kerja ringan, sedang maupun berat. Kecelakaan kerja disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya shift kerja yang menyebabkan para pekerja kelelahan dan tidak memperhatikan keselamatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja dengan kecelakaan kerja pada karyawan PT Vale Indonesia Tbk. Metode: Penelitian ini adalah penelitian korelasional analitik dengan pendekatan retrospektif, dengan menggunakan uji statistik chi-square. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 30 sampel. Proses pengumpulan data menggunakan data sekunder. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa didapati 23 karyawan (76,7%) bekerja pada shift pagi, empat karyawan (13,3%) bekerja pada shift siang dan tiga karyawan (10,0%) bekerja pada shift malam. Terkait dengan kecelakaan kerja terdapat 11 karyawan (36,7%) mengalami kecelakaan kerja ringan, 15 karyawan (50,0%) mengalami kecelakaan kerja sedang dan empat karyawan (13,3%) mengalami kecelakaan berat. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara shift kerja dengan kecelakaan kerja pada karyawan dengan p value= 0,040 dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,501 Kesimpulan: Penelitian ini mengindikasikan perlunya untuk tetap mempertahankan penerapan aturan keselamatan, meningkatkan kualitas penanganan kecelakaan kerja, mengedukasi karyawan tentang pentingnya menerapkan aturan keselamatan kerja, melakukan pengawasan terhadap penerapan aturan keselamatan kerja.Diskusi: Bagi perusahaan, direkomendasikan untuk melakukan penelitian yang dapat menggunakan variabel perilaku pekerja, lingkungan atau peralatan kerja serta mengambil sampel penelitian yang dalam hubungannya dengan kecelakaan kerja
Perilaku Pemakaian Pembalut Terhadap Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Arlien Jeannete Manoppo
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2852

Abstract

Latar belakang: Perilaku dan kebiasaan remaja putri ketika sedang menstruasi yang sering lupa untuk mengganti pembalut di bawah enam jam dapat menimbulkan kejadian pruritus vulvae, yaitu sensasi gatal di area vulva. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara lama pemakaian pembalut dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 115 yang ditentukan menggunakan Teknik Consecutive Sampling. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden, 73 orang (63,5%) masuk dalam kategori tidak baik dalam pemakaian pembalut, 74 orang (64,3%) mempunyai keluhan pruritus vulvae dengan kategori sedang, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lama pemakaian pembalut dan kejadian pruritus vulvae (p=0,000; p<0,05). Kesimpulan: lamanya pemakaian pembalut mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri. Dengan demikian, lama pemakaian pembalut dapat dijadikan rekomendasi dalam pencegahan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri.
Tatalaksana Manajemen Jalan Napas Berdasarkan Early Warning Score (EWS) Di Ruang Perawatan Kritis Elisa Anderson; Intan Allicya Friska Langi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2853

Abstract

Latar belakang: pasien kritis berpotensi mengalami penurunan kondisi klinis atau perburukan sehingga perlu dirawat di ruang perawatan kritis. Early Warning Score (EWS) adalah suatu instrumen yang digunakan untuk memantau perburukan pasien kritis, sedangkan manajemen jalan napas adalah salah satu tindakan yang sering dilakukan pada pasien kritis. Tujuan: untuk mengetahui korelasi antara manajemen jalan napas dan EWS di ruang perawatan kritis. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study dan melibatkan 87 pasien sebagai responden melalui teknik convinience sampling. Hasil: sebagian besar 58 (66,7%) pasien di ruang perawatan kritis menggunakan posisi semifowler, paling banyak 13 (14,9%) pasien memiliki skor EWS = 2, dan ada hubungan yang bermakna antara manajemen jalan napas dan EWS (p=0,007) dengan keeratan hubungan 0,288. Diskusi: perubahan posisi atau penggunaan alat bantu buka jalan nafas perlu dilakukan pada pasien di ruang kritis berdasarkan nilai EWS dari pasien tersebut. Penelitian ini perlu dikembangkan dengan metode eksperimen melalui analisis multivariat.
Intensitas Penggunaan Smartphone Dan Kualitas Tidur Remaja Grace Fresania Kaparang; Juwita Rachel
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i1.2856

Abstract

Latar belakang: Berkurangnya waktu tidur dari remaja dapat disebabkan karena penggunaan berlebihan dari smartphone. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penggunaan smartphone dan kualitas tidur remaja. Metode: Penelitian ini merupakan studi korelasi, dengan analisa data menggunakan uji Spearman correlation. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas tidur dan penggunaan smartphone yang valid dan reliable pada partisipan yang bersedia mengisi kuesioner online. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas (88,6%) dari partisipan menggunakan smartphone dalam kategori intensitas rendah, sedangkan untuk kualitas tidur 65,7% partisipan memiliki kualitas tidur dalam kategori tinggi. Hasil korelasi Spearman menunjukkan angka signifikan p=.041 (<.05) dan nilai r=-.347. Diskusi: Penelitian  ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan smartphone dan kualitas tidur remaja dengan keeratan lemah dan arah negative. Semakin rendah intensitas penggunaan smartphone maka semakin tinggi kualitas tidur.