cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
DISSEMINATION OF INFORMATION TECHNOLOGY TO FISHERMEN SOCIETY IN THE DISTRICTS OF TAKALAR AND BARRU Rachmawaty Djaffar
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.982 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.955

Abstract

Dissemination is an activity aimed at target groups or individuals in order for them to obtain information.This study aims to determine dissemination of information technology fishermen community in the District of Takalar and Barru through a convergence model to achieve understanding between actors involved in communication. Type of research used in-depth interviews (Depth interview) using informants as many as 20 people from the District Takalar and Barru District. The results showed that, Dissemination of Information Technology fishermen community in Barru regency and Takalar regency less well done, because the level of knowledge and public motivation to know the technology is still lacking. Dissemination information system is not evenly distributed among fishermen, between villages / districts / districts, so that technological innovation has not been effective. Convergence communication model should be applied to fishermen in Barru District and Takalar District which not only engage in dialogue and mutual agreement on Information Technology dissemination between Government - fishermen and Extension Officer but also participatory vertical and horizontal with attention to need and interest in fisherman level. Keywords: fishermen community, information dissemination, information system. Diseminasi adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diseminasi Teknologi informasi masyarakat nelayan di Kabupaten Takalar dan Barru melalui model konvergensi untuk mencapai pemahaman antar pelaku yang terlibat komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan wawancara mendalam (Depth interview) menggunakan informan sebanyak 20 orang dari Kabupaten Takalar dan Kabupaten Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa , Diseminasi Teknologi Informasi masyarakat nelayan di Kabupaten Barru dan Kabupaten Takalar kurang terlaksana dengan baik, karena tingkat pengetahuan dan motivasi masyarakat untuk mengetahui teknologi masih kurang. Sistem informasi diseminasi belum merata antar nelayan, antar desa/kecamatan/kabupaten, sehingga inovasi teknologi belum efektif.  Model komunikasi Konvergensi perlu  diterapkan pada nelayan di Kabupaten Barru dan Kabupaten Takalar yang tidak hanya sekedar melakukan dialog dan terjadinya kesepakatan bersama terhadap Informasi Diseminasi teknologi antara Pemerintah - nelayan dan Penyuluh, melainkan juga bersifat partisipatif vertikal dan horizontal dengan memperhatikan kebutuhan  dan kepentingan di tingkat nelayan. Kata kunci: masyarakat nelayan, diseminasi informasi, sistem informasi   
PPID READINESS OF DEPARTMENT OF COMMUNICATION AND INFORMATICS IN PUBLIC INFORMATION SERVICE (Case in Bitung, North Sulawesi Province) - KESIAPAN PPID DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DALAM PELAYANAN INFORMASI PUBLIK (Kasus di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara) Syamsiah Amali
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.20.2.685

Abstract

Law No. 14 of 2008 on Public Information, requires that the government must be transparent and accountable. This requirement becomes important to be implemented in all public institutions by forming the PPID. Department of Communication and InformaticsBitung town just formed PPID 2014. This study aims to identify the readiness of PPID in Department of Communication and Informatics in the public information services in the Bitung city. The approach of this research is qualitative descriptive research methods. The results of this study include finding, readiness of PPID Department of Communication & Informatics in public information services in the Bitungcity is still limited and inadequate, both of the facilities, infrastructures and human resources. The Barriers / constraints are in terms of budget, facilities, infrastructureand limited human resources. However, efforts continue to be made by Department of Communication and Infomatics to improve the Public Information service.Keywords: public institution, public information, accountability.  Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, mensyaratkan agar pemerintahan bersifat transparan dan akuntabilitas. Persyaratan ini menjadi penting untuk diimplementasikan di semua Badan Publik dengan membentuk PPID.  Diskominfo kota Bitung baru membentuk PPID tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan PPID Dinas Komunkasi Informatika dalam pelayanan informasi publik di kota Bitung.Pendekatan penelitian ini secara kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data wawancara mendalam (indepth interview) dengan 8 informan di lingkungan Dinas Kominfo Kota Bitung dan Biro Humas Kota Bitung. Lokasi penelitian di Unit Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Bitung.   Hasil penelitian ini antara lain menemukan , kesiapan PPID Diskominfo dalam pelayanan informasi publik di kota Bitung masih terbatas dan belum memadai, baik dari sarana, prasana serta SDM.Hambatan/kendala dalam segi  anggaran, sarana, prasarana dan SDM yang maih terbatas. Namun upaya-upaya terus dilakukan oleh Diskominfo untuk meningkatkan pelayanan Informasi Publik. Kata kunci: badan publik, informasi publik, akuntabilitas. Kata kunci: badan publik, informasi publik, akuntabilitas. 
DISCOURSE NETWORKING ANALYSIS AS ALTERNATIVE RESEARCH METHOD IN COMMUNICATION SCIENCE STUDIES Bayu Indra Pratama; Adinda Ardwi Illahi Ulfa
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.696 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1129

Abstract

AbstrakFokus tulisan ini ditujukan untuk menjelaskan discourse networking analysis sebagai salah satu metode penelitian yang bersifat terbuka dan dapat diterapkan dalam penelitian di bidang lain selain ilmu politik. Sejauh ini, penerapan discourse networking analysis lebih banyak digunakan dan terbatas pada kajian mengenai ilmu politik. Discourse networking analysis memungkinkan untuk diterapkan dalam bidang keilmuan lain karena memiliki dasar sama dengan social neworking analysis, misalnya dalam ilmu komunikasi. Discourse networking analysis merupakan perkembangan metodologis dari social networking analysis yang menggabung dua unsur metode yaitu analisis isi kualitatif serta analis jaringan sosial.  Sedangkan social networking analysis menjadi metode yang bersifat multidisiplin dan telah banyak digunakan dalam bidang kajian lain selain ilmu komunikasi. Untuk itu, discourse networking analysis dapat menjadi salah satu tawaran dalam kajian ilmu komunikasi.Kata kunci :  discourse networking analysis, social network analysis, metode penelitian AbstractThe main aim of this writing was focused on the Discourse Networking Analysis explanation as one of the transparent analysis method and applicable for another research domain beyond political studies. As far as it applied, the Discourse Networking Analysis was frequently applicated and limited on political discourse. The Discourse Networking Analysis was enable to be applied for another study branch because it basically similar with Social Networking Analysis, for example, it could be applied on Communication studies. The Discourse Networking Analysis was methodological development of Social Networking Analysis which combined double method elements, that is Qualitative Content Analysis and Social Network Analysis. Whereas, Social Networking Analysis has become multi-discipline methods and much more applied for another study branches beyond communication Studies. As a result, the Discourse Networking Analysis was among optional offers which Communication Studies could be presented.Keywords: discourse networking anaysis, social networking analysis, methods research
THE OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF THE BIG DATA IMPLEMENTATION IN SOCIAL SCIENCE RESEARCH: A LITERATURE REVIEW - PELUANG DAN TANTANGAN BIG DATA DALAM PENELITIAN ILMU SOSIAL: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Vience Mutiara Rumata
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.20.2.617

Abstract

In the era of digital information, data can be accessed, recorded, trajected, and analysed conveniencely. Big Data is not solely a trend amongst the exculsive group, instead, it marks the paradigm swift particularly to undersand the social processes. Data, which generated on social media, is an avalanche of Big Data era. For the academics, Big Data challenges the social researchers by the changing of unit of analysis from human to algortihms. This article discusses the opportunities and pitfalls of Big Data in social science research. This is a literature review that derived mainly from journals published in prominent scientific publications such as Taylor & Francis, Elsevier, and Sage. The main purpose is to yield a basic knowledge and fill the gap for non-computer scientists, regarding the implementation of Big Data in the research. The result that Big Data has opportunities to deliver the multidiscipline field of study (computer, social and statistic); overcome the limitation of convesional methods of data gathering (both quantitative and qualitative); and offers an analytical framework for sociology field of study. Big Data imposes challenges such as common understanding of Big Data, methodology and theory issues, and research ethic debates.  Key words: Big Data, Social, Research, Opportunities, Challenges  Memasuki era digital, segala data (informasi) mudah diakses, disimpan, ditelusuri, bahkan dianalisa. Big Data bukan sekadar tren yang dipopulerkan oleh kalangan eksklusif, melainkan sebuah penanda perubahan paradigma untuk memahami proses-proses sosial. Data yang dihasilkan di media sosial merupakan sebagian kecil dari  “longsoran bola salju” di era Big Data.  Bagi kalangan akademisi, Big Data telah memberikan tantangan bagi peneliti sosial dengan adanya perubahan unit analisis dari manusia menjadi algoritma. Artikel ini membahas peluang dan tantangan Big Data bagi peneliti sosial dari sisi literatur yang berasal dari publikasi luar negeri seperti Taylor & Francis, Elsevier, Sage publication. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mendasar sekaligus mengisi kesenjangan pengetahuan terkait implementasi Big Data dalam penelitian bagi ilmuwan non ilmu komputer. Hasil kajian ini menemukan bahwa ada tiga peluang Big Data: munculnya terobosan multidisiplin ilmu “computational social science”; menjawab keterbasan metode pengumpulan data konvensional baik kuantitatif maupun kualitatif; serta menawarkan kerangka analisis bagi ilmuwan sosiologi. Disamping peluang, ada tiga tantangan Big Data: pemahaman mendasar terkait data, isu metodologi dan teori serta isu etika penelitian. Kata kunci: Big Data, Sosial, Penelitian, Peluang, Tantangan
COST AND BENEFIT ANALYSIS OF E-COMMERCE INVESTMENT IN SMALL MEDIUM ENTERPRISE Didit Praditya
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Desember 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.956 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.2.1377

Abstract

Pemanfaatan TIK melalui strategi e-commerce dapat meningkatkan daya saing UKM (Usaha Kecil Menengah). Namun diperlukan gambaran biaya dan manfaat bagaimana penerapan investasi e-commerce pada UKM. Penelitian melakukan analisis/evaluasi biaya dan manfaat terhadap aktivitas e-commerce yang dilakukan oleh UKM, terhadap 10 UKM di Provinsi Jawa Barat secara purposif. Kerangka kerja (framework) yang digunakan berdasarkan kerangka kerja Nicol & Coen (2003). Berdasarkan hasil penelitian, biaya-biaya (costs) yang dibutuhkan oleh UKM dalam menjalankan e-commerce pada penelitian ini berkisar antara 5 - 80 juta, dengan biaya rata-rata e-commerce sebesar 30 juta, dan rata-rata biaya modal (capital cost) sebesar 14 juta dan biaya operasional dan biaya tidak langsung (operational and indirect cost) sebesar 19 juta. Menurut UKM, e-commerce dapat memberi/meningkatkan manfaat (benefits) dari sisi: iklan dan promosi, pemasaran, komunikasi dan informasi, transaksi, supply chain, transportasi dan pengiriman, dan dalam hal pengembangan produk dan layanan.
ACADEMIC INBREEDING OF COMMUNICATION SCIENCE PROGRAM STUDY IN INDONESIA Bayu Indra Pratama; Kholidil Amin
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Desember 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.51 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.2.1620

Abstract

Academic Inbreeding is a practice of educational institution which hires their graduates in their institutions. Research about Academic Inbreeding has been done in many countries. Academic Inbreeding research in Indonesia has not been done yet so far. The present research purposed to show the existence of Academic Inbreeding in Indonesia. Field of Communication which selected in this research because the number of doctoral program and master of communication science still limited. This problem brings up an assumption that the institutions which have doctoral program tend to have academic inbreeding. The result of his research found that academic inbreeding affected by geographical factors, historical factors, and university status.
KOMPARASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK PEMILIHAN STAF LABORATORIUM KOMPUTER STMIK WIDYA CIPTA DHARMA SAMARINDA Salmon -; Bartolomius Harpad
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Juli 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.885 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.1.1322

Abstract

The main tasks of the computer laboratory staff are: practical administration services, preparation ofpracticum, recruitment and guidance of computer lab assistants, monitoring and supervising theimplementation of practicum and practice test. Selection of laboratory staff at this time made only directappointment by the leadership so the performance of staff is not good because the selected staff not inaccordance with the expertise it has. From these problems will be raised research Comparative Method ofSimple Additive Weighting (SAW) and Analytical Hierarcy Process (AHP) For Selection of ComputerLaboratory Staff In STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda. The comparative results resulting from theSimple Additive Weighting (SAW) method and the Analytical Hierartical Process (AHP) method recommendthe appropriate Analytical Hierartical Process (AHP) method in the Selection of laboratory staff, where theAnalytical Hierarchical Process (AHP) method is considered appropriate to represent natural thinking tendto group system elements to different levels of each level containing similar elements so it is better to use forthe selection of laboratory staff that involves many criteria with different hierarchy levels. In addition, the32AHP method also provides measurement scales and methods to get priority for all hierarchy criteria, sinceeach criterion has unequal priorities.Keyword :Comparative, Simple Additive Weighting (SAW), Analytical Hierarchy Process (AHP),ComputerLaboratory Staff Selection.
USE OF DIGITAL MEDIA AND POLITICAL PARTICIPATION MILENIAL GENERATION Christiany Juditha; Josep J. Darmawan
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Desember 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.568 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.2.1628

Abstract

Fenomena generasi milenial merupakan topik yang banyak dibahas karena dianggap unik. Generasi ini tidak bisa lepas dari teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Namun sering juga dianggap sebagai generasi yang paling tidak peduli dengan persoalan politik, diantaranya menjadi warga negara yang tidak ikut menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu. Padahal generasi milenial memiliki potensi karena jumlahnya besar serta sebagai penerus pemimpin bangsa sehingga partisipasi politik mereka sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media digital dan partisipasi politik generasi melilenial. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan kuesioner disebar secara online. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa seratus persen responden merupakan generasi milenial (18-37 tahun) adalah pengguna internet. Telepon selular adalah media yang paling banyak digunakan saat terhubung internet dengan durasi 5-10 jam/hari untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Media sosial dan grup obrolan online adalah media digital yang juga paling dominan digunakan. Sementara untuk konten digital yang paling sering diakses adalah film, pesan teks dan video digital. Generasi milenial menganggap bahwa topik politik sebagai topik yang biasa saja. Meski demikian, responden mengakui tetap mengikuti berita-berita politik yang banyak diakses dari media online dan televisi. Partisipasi politik dari generasi milenial juga cenderung rendah. Terutama untuk menjadi anggota atau pendukung aktif partai politik, ikut melakukan unjuk rasa nyata mendukung/menolak kebijakan pemerintah, serta menghubungi pemerintah/politisi/pejabat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Meski demikian mayoritas dari mereka tetap akan memberikan suara dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia tahun 2019.
OPTIMALISASI MICROBLOGGING TWITTER SEBAGAI ALAT KEHUMASAN DALAM PERUSAHAAN Kirana Dwitia Putri; Irwansyah -
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Juli 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.976 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.1.1436

Abstract

Every companies that run the business, they always focus on distributing products and services to all of their consumers in public. Companies, must be able to create strategies to broaden distribution action and awareness about the company itself. Customers, residing in the public have the right to understand a product or service that is, and without any doubt they have to be always able to obtain information about the company. In today's era, ideally it is no longer difficult to get any information with the help of internet. Similarly, the ideal company has been optimizing the use of the Internet as a performance tool. The author of this research, put forward the concept that can bridge the company with consumers through the relationship with using microblogging available on social media that is Twitter. Public Relations practitioners, can communicate further to conduct a communication campaign on the increasingly segmented consumer, thanks to Twitter and the delivery of information is now not limited space and time.Keywords : Microblogging, Twitter, Social Media, Public Relations, Communication
ANALYSIS OF ADAPTIVE STRUCTURATION: IMPLICATION OF USING INFORMATION TECHNOLOGY IN PUBLIC INFORMATION SERVICES OF GOVERNMENT INSTITUTION Tiara Kharisma; Firman Kurniawan Sujono
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Desember 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.396 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.2.1515

Abstract

Penelitian ini membahas proses strukturasi adaptif yang terjadi ketika suatu organisasi pemerintahan melakukan transformasi pelayanan informasi publik dari cara manual menjadi berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi adaptif dari DeSanctis dan Poole (1994) dan dikembangkan Schwieger dkk (2004) sebagai guidance penelitian. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif dan strategi penelitian studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan studi dokumen. Informan diwawancarai dipilih berdasarkan strategi purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika agen berinteraksi dengan struktur pelayanan informasi publik yang telah berubah menjadi berbasis teknologi informasi, tindakan agen di organisasi pemerintahan menunjukkan interplay antara struktur pelayanan informasi publik berbasis teknologi informasi, struktur sosial lain (tugas, lingkungan internal dan eksternal) serta sistem internal organisasi pemerintahan yang berlaku. Dalam interaksinya para agen menggunakan komunikasi formal (horizontal, vertikal dan diagonal) serta informal. Hasil interaksi tersebut teridentifikasi munculnya struktur sosial baru yang menjadi pemahaman bersama di antara agen, mengatur tindakan agen ketika melakukan pelayanan serta terlegitimasi dalam pemahaman agen, sehingga pelayanan informasi publik berbasis teknologi informasi dapat terus berjalan

Page 7 of 12 | Total Record : 115