cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
CONTENTS ANALYSIS OF KOMINFO’S PROGRAM ON REGIONAL NEWSPAPERS Syamsia Amali
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.858 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1242

Abstract

AbstrakMedia massa memiliki peran yang sangat penting. Media massa dalam penelitian ini di batasi hanya pada media cetak yaitu Surat Kabar. Rencana strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah pedoman untuk arah pembangunan dibidang Komunikasi dan Informatika, dimana menjadi bagian pemerintahan sehingga mendukung kepada Fokus program pembangunan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan program Kominfo yang disajikan oleh empat surat kabar daerah. Metode dalam penelitian ini adalah  kuantitatif. Teknik pengambilan data surat kabar yaitu setiap hari kerja, unit analisis adalah pemberitaan yang berkaitan dengan program Kominfo,Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan first level agenda setting. Dan pengolahan data menggunakan  aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan pemberitaan program Kominfo yang disajikan empat surat kabar daerah yang paling dominan yaitu surat kabar harian Maluku Utara Post.Kata kunci: surat kabar daerah, berita, program Kominfo                                                                  AbstractThe mass media has a very important role. Mass media in this study is limited to only printed media ie Newspapers. The strategic plan of the Ministry of Communication and Informatics is a guideline for the direction of development in the field of Communication and Informatics, which becomes part of the government that supports the focus of government development programs. This study aims to determine the tendency of news coverage Kominfo program presented by four regional newspapers. The method in this research is quantitative. Technique of data retrieval of newspaper that is every working day, unit of analysis is preaching related to program of Kominfo, Technique of data analysis using quantitative descriptive content analysis. The theory used is the one-level setting agenda in which the media tends to first confront the reality it gets. While data processing using SPSS application. The result of the research shows the tendency of reporting of Kominfo program which presented the four most dominant regional newspapers namely the daily newspaper of North Maluku Post.Keywords: local newspaper, news, program Kominfo
FACTOR ANALYSIS THAT EFFECT UNIVERSITY STUDENT PERCEPTION IN UNTIRTA ABOUT EXISTENCE OF REGION REGULATION IN SERANG CITY Hadi Suprapto Arifin; Ikhsan Fuady; Engkus Kuswarno
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.735 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.936

Abstract

This research's purposes are for; (a). To know the influence of internal factors at university student perception about the existence of syari'ah region regulation in serang city (b). To know the influence of exteenal factors at university student perception about the existence of syari'ah region regulation in serang city. This research is designed with positivistic paradigm with survey rapproachement, this research population is all of active university student in Sultan Agung Tirtayasa University. The data anlysis in this research uses doubled linear regretion analysis. The analysis result is known generally as individual internal factors and individual external factors have a real effect to university student perception about the existence of syari'ah region regulation. Internal factors that effect the university student perception about the existence of region regulation are cosmopolitan variable, assessment to syari'ah region regulation, and region regulation exeistence expectation. Internal variable has positive effect and significant to perception. Exeternal factors that effect university student perception about the existence of region regulation are syari'ah region regulation characteristic variable and environment characteristic. This external variable has an positive effect and significant to perception. Keywords : perception, policy, syari'ah region regulation.  Penelitian ini bertujuan untuk; (a).  Untuk mengetahui pengaruh faktor faktor internal terhadap persepsi mahasiswa tentang keberadaan perda syariah di Kota Serang (b). Untuk mengetahui pengaruh faktor faktor eksternal terhadap persepsi mahasiswa tentang keberadaan perda syariah di Kota Serang.  Penelitian ini di desain dengan paradigma positivistik dengan pendekatan survey, populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa aktif di Universitas Sultan agung Tirtayasa. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis diketahui secara umum faktor faktor internal dan ekternal individu memiliki pengaruh yang nyata terhadap persepsi mahsiswa akan keberdaaan perda syariah. faktor Internal yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keberadaan perda antara lain variabel  kosmopolitan,  penilaian  terhadap perda syariah, serta harapan/ekspektasi keberadaan perda. Variabel internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi. Faktor eksternal  yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keberdaan perda antara lain variabel  karakteristik Perda syariah dan  karakteristik Lingkungan. Variabel eksternal  ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi.  Kata kunci: persepsi, kebijakan, perda syariah   
HATESPEECH in ONLINE MEDIA: JAKARTA ON ELECTION 2017 Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.061 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1134

Abstract

AbstrakPenggunaan media online yang semakin tinggi di Indonesia meningkatnya aktivitas hatespeech (ujaran kebencian) online. Beberapa konflik antar agama terjadi semakin keruh karena informasi di media online cenderung provokatif. Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017, merupakan peristiwa yang banyak mendapat perhatian dan membentuk para mendukung fanatik masing-masing pasangan calon. Aktifitas hatespeech yang ditujukan kepada pasangan lain dan pendukungnya tidak dapat dihindari. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang hatespeech di media online tentang calon gubernur-wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Penelitian ini  menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menyimpulkan ada sembilan portal berita online Nasional dalam Line Today  yang memberitakan tentang Pilkada Gubernur DKI Jakarta pada masa kampanye. Tema, marjinalisasi dan prasangka yang mengarah pada ujaran kebencian tidak ditemukan dalam berita-berita. Sedangkan hatespeech dalam isi komentar berita menunjukkan bahwa semua pasangan calon  dikomentari oleh netizen. Namun tema komentar yang paling dominan mengarah pada kebencian terhadap agama dan SARA yang ditujukan kepada Ahok. Meski demikian komentar yang pro Ahok di ruang komentar jauh lebih tinggi. Komentar netizen juga banyak berisikan ujaran kebencian terhadap masing-masing pasangan calon dengan kata-kata yang tidak pantas, menghina, dan melecehkan.      Kata kunci: Hatecpeech, ujaran kebencian, media online, Pilkada Gubernur DKI Jakarta.   AbstractUse online media what the college in Indonesia increased activities hatespeech online. Several inter-religious conflicts happen increasingly murky because information in online   media tends to be provocative. Jakarta governor election in 2017, an event the many got attention and formed the fanatical support of their respective candidate pairs. The hatespeech activities aimed shown to pair lie and supporters can not be avoided. The research purpose is to review the get overview about hatespeech in online media about the candidad governor and governor deputy in Jakarta election 2017. The study using content analysis method with qualitative approach.Results concluded nine online   news national about Jakarta governor election in campaign period in Line Today. Theme, marginalization and prejudice that lead in utterances of hate can not be found in news. While the content of the comments hatespeech of news shows that all candidate pairs by netizen commented. But the dominant theme paled comment yang leads on hatred directed against religious and racial intolerance shown to Ahok. Still comment the pro Ahok high much more. Many netizens also comments containing hateful speech against each candidate pair with words inappropriate, insulting, harassing and painful.Keywords: Hatecpeech, online   media, Jakarta Governor Election.
EFFECT OF THE DEVELOPMENT OF COMMUNICATION INFORMATION TECHNOLOGY ON LOCAL CULTURAL EXISTENCE Robby Darwis Nasution
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.789 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.981

Abstract

The development of technology and information brings the impact of the entry of Western culture and create changes in patterns of behavior of people who tend to westernization. Globalization which is followed by the rapid development of information and communication technology is also a major trigger of Western cultural acculturation to Indigenous cultures. Cyberspace has entered the era of Second Media Age where the number of growth of internet users in the world is increasing sharply as well as in Indonesia. In Indonesia the number of smartphone users reached 41.3 million users which means the number of internet users is also high. The effect of the development of information and communication access is the occurrence of cultural globalization which has eliminated boundaries and legitimacy through an ideology of progress. The loss of legitimacy of this boundary will ultimately be a major threat to the local culture against the onslaught of Western culture, so the most likely option is to become a Global Homogeneity or even grow local cultural Maturity. Resistance to values that are not in accordance with our local culture will be directly rejected or filtered by our local culture. The key to the success of this filtering is how strongly our local culture, norms or customs are and how strong they are as our ideologies in everyday life. If our culture, norms or customs do not stick strongly as the ideologies we hold on a daily basis it is very likely the loss of our local culture and transform into Global Homogeneity, and if our culture is firmly established as an ideology we hold on a daily basis then westernisation will not Can damage our local culture so that what happens is our local cultural maturity. Keywords: globalization, technology development, local culture, westernization  Perkembangan teknologi dan informasi membawa dampak masuknya budaya Barat dan menciptaka perubahan pola perilaku masyarakat yang condong ke westernisasi. Globalisasi yang diikuti dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat juga menjadi pemicu utama akulturasi budaya Barat terhadap budaya Pribumi. Cyberspace telah memasuki masa Second Media Age dimana jumlah pertumbuhan pengguna internet di dunia semakin meningkat tajam begitu juga di Indonesia. Di Indonesia jumlah pengguna smartphone mencapai 41,3 juta pengguna yang ini berarti jumlah pengguna internet juga tinggi. Efek yang ditimbulkan dari perkembangan akses informasi dan komunikasi adalah terjadinya globalisasi budaya dimana telah menghilangkan batas serta legitimasi melalui sebuah ideologi kemajuan. Hilangnya legitimasi batas ini pada akhirnya akan menjadi ancaman utama bagi budaya lokal terhadap gempuran budaya Barat, sehingga pilihan yang mungin terjadi adalah menjadi Homogenitas Global atau malah tumbuh Kedewasaan budaya lokal. Resistensi terhadap nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya lokal kita maka secara langsung akan ditolak atau dilakukan filtering oleh budaya lokal kita. Kunci utama dari keberhasilan dari filterisasi ini adalah seberapa kuat budaya, norma ataupun adat lokal yang kita miliki dan seberapa kuat budaya tersebut menancap sebagai ideologi kita di kehidupan sehari-hari. Jika budaya, norma atau adat kita tidak menancap kuat sebagai ideologi yang kita pegang teguh setiap hari maka sangat mungkin hilangnya budaya lokal kita dan berubah menjadi Homogenitas Global, dan begitupun jika budaya kita menancap kuat sebagai ideologi yang kita pegang teguh setiap hari maka westernisasi tidak akan bisa merusak budaya lokal kita sehingga yang terjadi adalah kedewasaan budaya lokal kita. Kata Kunci : globalisasi, perkembangan teknologi, budaya lokal, westernisasi   
ANALYSIS OF VIRTUAL PRIVATE NETWORK USING OPENVPN AND POINT TO POINT TUNNELING PROTOCOL - ANALISA VIRTUAL PRIVATE NETWORK MENGGUNAKAN OPENVPN DAN POINT TO POINT TUNNELING PROTOCOL Prihatin Oktivasari & Andri Budhi Utomo
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.20.2.658

Abstract

Data processing can be done more effectively by a server to be able to collect all the data and a Virtual Private Network (VPN) server that can be used by all users. VPNs can provide quick and easy access to the information system anytime and anywhere via the Internet with VPN method Point to Point Tunneling Protocol (PPTP) and OpenVPN. Speed and security of a VPN can prevent data leakage. Implementation began with the installation of the Operating System for the VPN server and VPN Server installation on two Virtual Machine, Operating System used is Ubuntu Server 14:04. Tests conducted on the VPN Server includes the performa test, namely packetloss, roundtripandwinSCP transfer and the security test,namely dial of serviceandsniffing. The test results showed no significant difference in terms of the reliability of both the VPN server, but if more attention is superior to PPTP OpenVPN as well as from the results of safety testing.Keywords: data, PPTP, OpenVPN, VPN server, VPNPengolahan data dapat dilakukan lebih efektif dengan sebuah server untuk dapat menghimpun seluruh data tersebut dan sebuah Virtual Private Network (VPN) server yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh user. VPN dapat memberikan akses mudah dan cepat ke dalam sistem informasi kapan saja dan dimana saja melalui Internet dengan metode VPN Point to Point Tunneling Protocol (PPTP) dan OpenVPN. Kecepatan dan keamanan dari VPN dapat mencegah adanya kebocoran data. Implementasi dimulai dengan melakukan instalasi Operating System untuk VPN server dan instalasi VPN Server pada dua Virtual Machine, Operating System yang digunakan adalah Ubuntu Server 14.04. Pengujian yang dilakukan pada VPN Server meliputi pengujian peformayaitu packetloss, roundtrip dan winSCP transfer, dan pengujiankeamanan yaitu dial of service dan sniffing. Hasil pengujian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dari sisi kehandalan dari kedua VPN Server tersebut, namun jika lebih diperhatikan OpenVPN lebih unggul dari PPTP begitu juga dari hasil pengujian keamanan.Katakunci:  data, PPTP, Open VPN, VPN server, VPN.
CLUSTER ANALYSIS FOR LEARNING STYLE OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENT USING K-MEANS AND FUZZY C-MEANS (FCM) Shinta Palupi; Reza Andrea; Siti Qomariah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.564 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1243

Abstract

LIBRARIAN COMMUNICATION STRATEGY IN THE IMPLEMENTATION OF INFORMATION LITERACY (CASE STUDY IN UNIVERSITY WITH USING AND EXPLOITING E-RESOURCES) Veri Setiawan
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.576 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.948

Abstract

Librarian communication strategy in the implementation of information literacy on students and lecturers is very important in using e-resources. In the era of information as now the internet is perceived as a solution to existing problems. For fast and accurate information that is scattered on the internet. Students and lecturers as information seekers need a search strategy using a suitable search strategy for additional information needed, ie through information literacy. The problem that develops now is the knowledge in literacy by students and lecturers to search for e-resources. Such information literacy products as a basis in searching e-resources through search engines on the internet or portals provided by universities. Access to the very cheap e-resources collection in subscribing to online databases will not be in vain with its optimal use of this collection as a reference resource in college. The purpose of this study is to determine the strategies implemented by librarians in mengiplementasikan literasi information on universities in the use of e-resources that have been subscribed by universities. The results obtained in the implementation of information literacy utilization of e-resources in universities is the academic community of students and lecturers now more understand and understand in using and memnafaatkan e-resources optimally. Keywords: communication strategies, information literacy, e-resources. Strategi komunikasi pustakawan dalam implementasi literasi informasi terhadap mahasiswa dan dosen sangat penting dalam menggunakan e-resources. Di era informasi seperti sekarang internet dianggap sebagai solusi permasalahan yang ada. Untuk mendapatkan informasi yang cepat dan tepat/benar yang berserakan di internet. Mahasiswa dan dosen sebagai pencari informasi memerlukan skill penelusuran dengan menggunakan strategi pencarian yang sesuai untuk mengevaluasi informasi sehingga diperoleh kebenaran informasi yang dibutuhkan, yaitu melalui literasi informasi.  Masalah yang dihadapi sekarang adalah kurangnya pengetahuan dalam literasi oleh mahasiswa dan dosen untuk penelusuran e-resources. Keterampilan literasi informasi tersebut sebagai dasar dalam penelusuran e-resources melalui mesin pencari di internet atau portal yang disediakan oleh perguruan tinggi. Akses terhadap koleksi e-resources adalah Investasi yang mahal dalam melanggan database online tidak akan sia-sia dengan optimal nya kebermanfaatan koleksi tersebut sebagai sumber referensi di perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh pustakawan dalam mengiplementasikan literasi informasi pada perguruan tingg dalam menggunakan e-resources yang sudah dilanggan oleh perguruan tinggi. Hasil yang diperoleh dalam implementasi literasi informasi pemanfaatan e-resources di perguruan tinggi adalah civitas akademika mahasiswa dan dosen sekarang lebih mengerti dan memahami dalam menggunakan dan memnafaatkan e-resources secara optimal. Kata kunci: strategi komunikasi, literasi informasi, e-resources.   
THE TRADITIONAL MESSAGES ON RORAEHA MPUU OF MIGRANT MUNA COMMUNITY IN BITUNG CITY NORTH SULAWESI Hadirman; Rukmina Gonibala; dan Ardianto
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.647 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.997

Abstract

HadirmanInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) ManadoJln. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I ManadoHadirmanhadi@yahoo.co.id Rukmina GonibalaInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) ManadoJln. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I Manadorukminagonibala@iain-manado.ac.id ArdiantoInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) ManadoJln. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I Manadoardianto@iain-manado.ac.id AbstrakPraktik komunikasi berdimesi kebudayaan hadir sebagai simbol identitas dan penanda kolektivitas suatu komunitas dan etnik. Komunitas Muna di Kota Bitung sebagai komunitas perantau, bermigrasi untuk hidup dan menetap tidak serta-merta meninggalkan tradisi dan kebudayaan asal mereka di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Berbagai tradisi daerah asal sebagian masih dipraktikkan di daerah rantau secara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk penyampaian pesan tradisional pada perayaan roraeaha mpu pada komunitas Muna perantauan di Kota Bitung yang masih dilestarikan. Metode yang digunakan dalam penelian ini berupa metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan tradisional disampaikan melalui bahasa verbal dan non verbal. Penyampaian pesan secara verbal tercermin pada tuturan tradisi kabasano haroa ‘pembacaan kenduri/selamatan’ dan (2) pointaraha lima ‘berjabat tangan’ baik berbahasa Muna maupun berbahasa campur kode (Muna-Melayu Manado). Sementara itu, penyampaian pesan non verbal tercermin kabasano haroa ‘pembacaan kenduri/selamatan’ dan (2) pointaraha lima ‘berjabat tangan’ berupa pesan simbolik,  pesan transedental, pesan proksemik, pesan artifisial, pesan gerak badan, maupun pesan ekspresi wajah.Kata kunci: pesan tradisional, roraeaha mpu, komunitas Muna perantauan Abstract Cultural based communication practic is present as a identity and marker symbol of collectivity a community and etnic. Muna community in Bitung City as a migrant community, migrated for live and stay no more left tradition and cultural from Muna City, Southeast Sulawesi Province. Various local tradition from Muna was a part practiced in oversea city traditionally. The purpose of research is to know form of delivering traditional messages on roraeha mpu at migrant Muna community in Bitung City those still preserved. The used method in research is descriptive-qualitative. Theresult of research showed that traditional messages was delivered through verb and verb language. Message delivering verbally reflectived on speech of tradition kabasano haroa ‘reading of kenduri/selamatan’ and (2) pointraha lima ‘handshake’ in the form of a symbolic messages, transedental message, proksemic message, artificial message, exercise message or face expression message. Keywords: traditional message, roraeha mpu, migrant Muna community 
SOCIETY INFORMATION NEEDS IN BORDER AND UNDERDEVELOPED AREAS IN NORTH SULAWESI AND GORONTALO - KEBUTUHAN INFORMASI MASYARAKAT DI DAERAH PERBATASAN DAN TERTINGGAL DI PROVINSI SULAWESI UTARA DAN GORONTALO Christopel Herman Kanter
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.20.2.698

Abstract

AbstractUUD 1945 put the significance of the information in section 28F, that the state is present in the fulfillment of the rights of citizens to obtain and use information. It was stated in the Target RPJMN 2015-2019, namely "Realization of public disclosure and increased public access to public information to encourage public participation in the preparation and supervision of public policy." This research objective is to obtain a description of information needs, information channel, motivation as well as the satisfaction of the use of public media in the border areas and underdeveloped areas.This study uses survey method using a questionnaire as interview instrument. The analysis technique used is descriptive. Target population is people in the Border Area and Disadvantaged Areas in the province of North Sulawesi and Gorontalo. The respondents each province is set to 120 people with a sampling error of 10%. Sample location is determined by using random sampling area proportionally.From the research found, people tend to need more health information (64.39%). Information channel used is dominated by television (76.3%) and government agencies (61%). This is the impact of the high barriers to both access and infrastructure. Motives of using television tend to be higher for entertainment (79.3%) than to meets the needs of information (63.7%), while the motive of the use of the Internet to meet the needs of the information is quite high (79,4%). Satisfaction use of television for the fulfillment of information needs quite high, with a percentage of 76.4%, while the Internet reached 77.4%.Keywords: Information Needs, Motivated use of mediaUUD 1945 menempatkan makna penting informasi dalam pasal 28F, bahwa negara hadir dalam pemenuhan hak warga untuk memperoleh dan memanfaatkan informasi. Hal tersebut dituangkan dalam Sasaran RPJMN 2015-2019, yaitu “Terwujudnya keterbukaan informasi publik dan meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi publik dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan pengawasan kebijakan publik.” Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang kebutuhan informasi, saluran informasi, motivasi serta kepuasan penggunaan media masyarakat di daerah perbatasan dan daerah tertinggal.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei menggunakan instrumen wawancara berpedoman pada kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif. Target populasi adalah masyarakat di Daerah Perbatasan dan Daerah Tertinggal di provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Jumlah responden setiap kabupaten ditetapkan sebayak 120 orang dengan sampling error 10%. Sampel lokasi ditentukan dengan teknik random sampling secara proporsional.Dari hasil penelitian ditemukan, masyarakat cenderung lebih membutuhkan informasi kesehatan (64,39%). Saluran informasi yang digunakan didominasi oleh televisi (76,3%) dan Lembaga Pemerintah (61%). Hal ini merupakan dampak dari tingginya hambatan baik akses serta infrastruktur. Motif penggunaan televisi cenderung tinggi untuk mendapatkan hiburan (79,3%) dibandingkan memenuhi kebutuhan informasi (63,7%). Motif penggunaan internet untuk pemenuhan kebutuhan informasi cukup tinggi (79,4%). Kepuasan penggunaan televisi untuk pemenuhan kebutuhan informasi cukup tinggi yaitu 76,4%, sementara internet mencapai 77,4%.Kata Kunci: Kebutuhan Informasi, motivasi penggunaan media
THE OBJECTIVITY OF ONLINE NEWSMEDIA (THE CONTENT ANALYSIS OF THE JAKARTA GOVERNOR ELECTION NEWS ON DETIKNEWS DURING THE FIRST CAMPAIGN PERIODS) Vience Mutiara Rumata
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.363 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1088

Abstract

AbstrakTahun 2017, pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diadakan serentak di Indonesia yaitu pemilihan pemimpin daerah di tujuh provinsi, 18 kota dan 76 kabupaten. Namun, pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menjadi satu-satunya Pilkada yang paling menyita perhatian publik. Isu SARA (Suku, Agama, dan Ras) menjadi sentral opini publik yang terbangun di tengah ketatnya persaingan tiga pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur. Media massa turut mempengaruhi opini publik, termasuk media dalam jaringan (daring). Penelitian ini bertujuan menganalisa obyektivitas berita pada media daring, khususnya Detiknews. Penelitian ini merupakan analisis isi kuantitatif dengan data primer berupa kompilasi berita dengan kata kunci “Pilkada DKI Jakarta” pada Detiksearch selama 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Kerangka obyektivitas Westerståhl (1983) dengan menggunakan dua variabel: faktualitas dan impartialitas. Analisis data statistik dilakukan secara deskriptif. Secara faktualitas, penyajian fakta baik sosiologi maupun psikologis cukup berimbang. Kelengkapan berita (unsur 5W+1H) pun tinggi. Sementara secara impartialitas, keberimbangan Detiknews dalam menampilkan dua sisi (cover both sides) cukup rendah. Meski demikian, Detiknews masih menjaga tingkat netralitas dalam pemberitaannya.Kata Kunci: Objektivitas, Media Daring, Detiknews, Analisis Isi Kuantitatif  AbstractIn 2017, The regional election takes place simultaneously in Indonesia in which the gubernatorial elections in 17 provinces, the mayoral elections in 18 cities and the regent elections in 76 districts. Nevertheless, the Jakarta Governor election was highly under public spotlight. The race and religious were the central issues of public opinion amid intense competition among three candidates of Governor and Vice Governor. Media forms the public opinion that includes the online media. This research aims to analyse the news objectivity in online media, particularly on Detiknews. This research is quantitative content analysis whereby the primary data derived from Detik search engine during 26th October 2016 to 11th February 2017. This research uses Westerståhl (1983) objectivity framework in which consists of two variables: factuality and impartiality. The analysis data uses statistic-descriptive approach. In factuality, the presentation of both sociology and psychology facts are relatively balance. The completeness of the news (5W+1H) is highly achieved. Meanwhile in impartiality, the balance of cover both sides is relatively low. However, Detiknews keeps the neutrality of the news in some sort of level. Keywords: Objectivity, Online Media, Detiknews, Quantitative Content Analysis 

Page 6 of 12 | Total Record : 115