cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Giga
ISSN : 14108682     EISSN : 26219239     DOI : -
Core Subject : Education,
GIGA Scientific Journals is a scientific publication from research and literature study which are conducted by undergraduate, graduate, doctoral student, researchers and lecturers to be published widely and can be utilized as widely as possible for the advancement of science and technology at domestic and aroud the world.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Evaluasi Teknik Filtering Contrast Enhancement dan Edge Sharpening untuk Pengolahan Citra Ultrasonografi Prostat Ni Larasati Kartika Sari; Ryscha Dwi Iriani; Erna Yunika; Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Edisi 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i1.1076

Abstract

One of the modality to detect prostate’s abnormalities is ultrasonography (USG). Indonesia still relies on 2D USG images despite its weaknesses. In this research, image processing called Computer-Aided Diagnostic (CAD) was performed on 2D USG prostate images. This research is a basic CAD research to improve the quality of 2D USG images with various combination of image procesing methods. Evaluation of the processed images are performed by not only SNR method, but also evaluation from clinicians. Twenty prostate images were used with normal and abnormal diagnosis. Image processing methods used are median filter, wiener filter, gaussian filter, CLAHE (Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization) contrast enhancement and image sharpening. Those methods were combined so there are three combinations to be evaluated. Among 3 combinations, gaussian filter combination has the highest SNR in normal and abnormal images. But, qualitative evaluation performed by clinicians shows that median filter combination has the best visualization of prostate capsule and prostate size. Evaluation from comparing pixel value and prostate size between normal and abnornal images shows that median filter combination has the biggest differences, 13.11, makes it the best combinaton to show different visualization of normal and abnormal prostate.
Optimasi Proses Cutting Material Akrilik pada CNC Laser G-Weike LC6090 dengan Metode Simplex Centroid Design dan Optimasi Plot Multirespon Dewa Kusuma Wijaya; Tian Marcelina; Rudi Tjahyono; Herwin Suprijono
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Edisi 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i1.1120

Abstract

Operasional mesin CNC laser G-Weike LC6090 untuk proses cutting menggunakan seting parameter yang sesuai agar dapat memotong material secara optimal. CNC laser tersebut diketahui seting parameter pada mesin dilakukan secara perkiraan atau asumsi dikarenakan tidak adanya acuan tabulasi level parameter seting pada mesin tersebut yang menyebabkan proses cutting pada CNC laser tersebut kurang optimal. Kesalahan seting mesin dapat mengakibatkan ketidaksesuaian hasil proses, sehingga proses seting diulang kembali secara trial error. Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian sebelumnya terkait optimasi proses engraving. Penelitian ini berfokus terhadap optimasi level seting parameter mesin CNC laser G-Weike LC6090 untuk proses cutting. Material yang digunakan adalah akrilik berketebalan 3mm, 5mm, dan 10mm. Parameter seting yang digunakan adalah kecepatan potong (speed) dan kekuatan laser (power). Metode optimasi menggunakan kombinasi Simplex Centroid Design dan optimasi plot multirespon. Parameter respon yang digunakan adalah waktu aktual proses, dimensi panjang dan lebar dari hasil potong. Hasil penelitian ini menunjukkan level seting proses cutting yang optimal untuk akrilik berketebalan 3mm sebesar 1.93037mm/s untuk speed dan 56.6963% untuk power. Akrilik berketebalan 5mm diperoleh level seting optimal sebesar 2.6mm/s untuk speed dan 55% untuk power. Akrilik berketebalan 10mm diperoleh level seting optimal sebesar 1.1535mm/s untuk speed dan 59.539% untuk power.Kata Kunci: CNC laser, cutting, optimasi, Simplex Centroid Design, plot multirespon
Rancang Bangun Antena Mikrostrip Pattch Rectangular Array 4x1 pada Frekuensi 1800 MHz-2300 MHz Ruliyanta Ruliyanta; Endang Retno Nugroho
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Edisi 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i1.1144

Abstract

4G network is a technology that is currently being developed, known as LTE or 4G. An antenna microstrip for 4G technology is used in this paper. The antenna designed to resonate at a frequency of 1800 MHz-2300 MHz. The antenna design will use FR-4 for its substrate which functions as a dielectric for the antenna. The design is done using the help of CST Studio Suite 2014 software and NI AWR Design Environment v.12 to get the desired antenna characteristics through simulation. From our research we obtained the antenna characteristics such as return loss, VSWR (Voltage Standing Wave Ratio), gain, and bandwidth. In this research, a 4×1 patch rectangular microstrip array antenna has been designed and built that works at a frequency of 2.05 GHz for 4G technology. The antenna design uses the FR-4 for its substrate which functions as a dielectric for the antenna. The design is carried out with the help of CST Studio Suite software to obtain the desired antenna characteristics through simulation. From the research results obtained antenna characteristics such as return loss of -25.225 dB. VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) of 1.15, the gain of 3.1 dBi, and bandwidth of 500 MHz with a 4×1 rectangular array antenna design.
Perlakuan Panas Lapisan Hasil Multilapis Hardfacing Dengan Elektroda AWS A5.13 EFe2/A5.1 E7018 Susetyo, Ferry Budhi; Basori, Basori; Lubi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24 No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i2.1238

Abstract

Hardfacing adalah salah satu teknik dalam pengelasan yang berfungsi untuk meningkatkan nilai kekerasan permukaan suatu material. Selain itu untuk meningkatkan kekerasan permukaan dapat juga dilakukan dengan melakukan perlakuan panas pada material. Umumnya hardfacing dilakukan pada material baja karbon rendah, karena baja karbon rendah tidak bisa ditingkatkan kekerasannya dengan perlakuan panas. Untuk itu akan dilakukan kombinasi dari proses hardfacing secara multilapis dan dilanjutkan dengan perlakuan panas dengan tujuan untuk mendapatkan kekerasan lapisan yang optimum. Metodologi dalam penelitian ini adalah akan dilakukan pengelasan hardfacing secara multipis dimana lapis pertama dengan elektroda AWS A5.13 EFe2, lapis kedua dengan elektroda AWS A5.1 E7018 dan lapis ketiga dengan elektroda AWS A5.13 EFe2. Setelah selesai proses hardfacing, kemudian dilakukan perlakuan panas serta pendinginan cepat dengan dua media yang berbeda yaitu oli dan minyak sayur. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan foto struktur mikro, struktur yang terbentuk adalah perlite, ferrite dan martensite dan kekerasan yang dihasilkan untuk sampel tanpa perlakuan panas, sampel dengan pendinginan oli dan sampel dengan pendinginan minyak sayur masing-masing adalah 468,1, 490,4 dan 532,4 VHN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampel dengan pendinginan minyak sayur memiliki kekerasan tertinggi karena lebih banyak martensite yang terbentuk. Sedangkan sampel tanpa perlakuan panas menghasilkan kekerasan terendah karena struktur yang terbentuk ferrite dan pearlite.
Pengukuran Sebaran Paparan Hambur dan Efektifitas Perisai Radiasi di Laboratorium TRO Jakarta II Anita, Febria; Indrianti, Rosita
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24 No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i2.1136

Abstract

Telah dilakukan pengukuran paparan radiasi hambur di sekitar ruangan radiografi umum sinar-X di laboratorium TRO Poltekes Jakarta II. Pengukuran dilakukan pada empat ruangan dengan pesawat sinar-X yang berbeda-beda. Data pengukuran dimasukan ke software surfer untuk pemetaan sehingga membentuk kontur wilayah radiasi hambur di lokasi tempat pengukuran. Hasil pemetaan memperlihatkan wilayah hamburan yang paling besar berada di depan tabung pesawat sinar-X pada jarak 1meter dengan kisaran nilai 2.976mR/jam – 2.467mR/jam dan hamburan paling kecil pada jarak 6-meter dengan kisaran nilai 0.083mR/jam – 0.037mR/jam. Paparan radiasi hambur berkurang dengan bertambahnya jarak dari sumber radiasi. Dari pengukuran di dalam dan di luar ruangan  pesawat sinar-X  dapat dihitung  persentase efektifitas perisai  radiasinya.  Ruangan 1 dengan pesawat sinar-X Shimadzu berkisar (80.50 - 100)%, ruangan 2 dengan pesawat sinar-X merk Radiologia berkisar (95.13 - 100)%, ruangan 3 dengan pesawat sinar-X Allengers adalah 100%, ruangan 4 dengan pesawat sinar-X merk Indoray adalah 100%. Berdasarkan Perka BAPETEN  No.4 Tahun 2013 data tersebut menunjukan bahwa untuk nilai hamburan  radiasi di ruangan pesawat sinar-X di laboratorium masih dalam batas aman sehingga masih aman untuk digunakan.
Desain Penyerap Getaran Pada Muatan Roket RX 450 Galbi, Mohammad; Zayadi, Ahmad; Djatmiko, Agus Budi
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24 No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i2.1014

Abstract

Keberhasilan peluncuran sebuah roket ditentukan banyak faktor diantaranya adalah struktur, aerodinamika, statik stabilitas, propulsi dan dan tak kalah pentingnya adalah tentang sistem getaran yang terjadi pada muatan roket. Roket yang sedang terbang mengalami gaya pengganggu, antara lain akibat gaya dorong roket, gaya aerodinamis, gaya luar yang bekerja pada roket. Gaya-gaya tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan dan getaran pada roket. Akibat getaran yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan atau tidak bekerjanya peralatan eletronik pada roket. Untuk itu dirancang awal suatu alat penyerap getaran pada muatan roket. Peralatan terdiri dari pegas dan massa penyerap getaran yang disusun sedemikian rupa sehingga efek redaman terhadap getaran terjadi. Tujuan dari perancangan sistem peredam getaran ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peralatan elektronik pada muatan roket menerima getaran secara maksimal. Alat penyerap getaran menggunakan kekakuan pegas k1 = 120000N/m, kekakuan pegas k2 = 7200N/m, dan kecepatan sudut w11 = w22 = 31.623 rad/detik. Hasil perancangan dengan rasio massa  = 0.06, massa muatan roket m1 = 50kg, massa penyerap getran m2 = 3kg, dan gaya harmonik paksa sebesar 10g yaitu F0 = 4950N. Terlihat pada saat resonansi w/w11 = 1.0 didapat amplitudo non dimensional massa mutan roket X1k1/F0 = 0, sesuai dengan yang diinginkan. Kemudian setelah keadaan w/w11 = 1.13 besar dari X1k1/F0 menurun mendekati nol atau dapat dikatakan bahwa massa muatan roket RX 450 teredam dengan baik.
Identifikasi Karakteristik Mesoscale Convective Complex (MCC) di Selat Makassar Saragih, Rino Wijatmiko
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24 No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i2.1395

Abstract

Awan Konvektif berupa tutupan awan yang cukup besar dan memenuhi karakteristik Mesoscale Convective Complex (MCC) telah terjadi di wilayah Selat Makassar. Tutupan awan konvektif  skala meso ini memiliki ciri durasi yang cukup panjang, bentuk semi melingkar dan memiliki pola tutupan awan yang besar. MCC ini juga mengakibatkan adanya peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang pada wilayah yang dilalui. Pengolahan MCC ini menggunakan data citra satelit Himawari-8 kanal inframerah dengan algoritma yang telah dibangun dan berdasarkan karakteristik MCC yang ada di Indonesia. Karakteristik berupa luasan, durasi dan nilai eksentrisitas dari MCC ditampilkan dalam hasil olahan penulisan ini. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan posisi dari MCC, pergerakan dari MCC dan juga akibat yang ditimbulkan dari kluster awan MCC. Tercatat durasi MCC yang terjadi di Selat Makassar selama 8 jam dan memiliki lokasi terjadinya di lautan. Hasil akhir dari analisis ini menghasilkan koordinat lintang dan bujur, serta luasan piksel awan dan juga nilai eksentrisitas. Verifikasi dilakukan dengan mengambil data gambar citra satelit BMKG untuk mengkonformasi keberadaan awan MCC.
Disain dan Pembuatan Pembangkit Listrik Mandiri Pada Sandal Penyandang Tunanetra Salsabila, Fathiyah Fairuz; Subekti, Agung; Sudrajat, Ajat; Santoso, Hari Hadi; Repi, Viktor Vekky Ronald
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24 No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i2.1461

Abstract

Indra penglihatan adalah indra yang sangat dibutuhkan manusia, manusia mengandalkan indra ini untuk menerima informasi.Tetapi, tidak semua manusia terlahir dengan kondisi yang normal ada beberapa yang terlahir dengan kondisi tidak normal seperti halnya dengan penyandang tunanetra yang kehilangan penglihatannya sejak lahir atau blindness. Beberapa penelitian telah dilakukan sebelumnya dengan perkembangan teknologi yang ada, banyak peneliti yang membuat serta merancang alat tunanetra menggunakan sensor. Namun hingga saat ini alat navigasi tunanetra yang ada masih menggunakan sumber energi listrik habis pakai dari baterai. Maka dari itu, pada penelitian ini dirancang alat navigasi untuk penyandang tunanetra menggunakan sumber energi listrik yang berasal dari piezoelektrik. Rancang bangun alat, menggunakan 4 keping piezoelektrik yang dihubungkan secara seri pada sandal navigasi ini. Diberikan tekanan langkah kaki untuk menghasilkan energi. Perancangan alat dimulai dengan pembuatan kontruksi bagian pemanen energi yang didalamnya diletakan piezoelectric generator. Bagian penyalur energi yang didalamnya terdapat komponen boost converter, modul charging, dan baterai. Bagian terakhir yaitu sistem navigasi didalamnya terdiri dari sensor ultrasonik HC-SR04 yang tehubung dengan ic ne555 dan aktuator berupa cell motor vibrator. Berdasarkan Hasil Penelitian sistem pemanen energi yang dibuat berhasil digunakan untuk menghidupkan daya perangkat elektronik seperti IC NE555, Sensor Ultrasonik HC-SR04, dan Vibrator. Pemanen energi dapat menghasilkan tegangan keluaran rata-rata sebesar 9.57V dan arus pengisian rata-rata sebesar 12.7mA, sehingga daya yang dihasilkan sebesar 0.122 Watt dan sistem navigasi pada sandal ini berhasil untuk menggunakan IC NE555 yang berfungsi sebagai pembangkit frekuensi dari sensor ultrasonik HC-SR04 tanpa menggunakan pemrograman apapun dengan tingkat keberhasilan sebesar 96%.
Aplikasi Image Enhancement untuk Peningkatan Kualitas Citra Ultrasonografi Ginjal Ni Larasati Kartika Sari; Inti Ermina Br Barus; Budi Santoso; Dewi Muliyati; Purwantiningsih Purwantiningsih; Idris Kusuma
Jurnal Ilmiah Giga Vol 25, No 1 (2022): Volume 25 Edisi 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v25i1.1627

Abstract

Abstract. Combination of four filters namely gaussian filter, median filter, wiener filter, average filter were tested using two contrast enhancement techniques, intensity adjustment and histogram equalization, were tested to improve the quality of kidney ultrasound images. The research was conducted using 40 images, consist of 9 normal images, 17 hydronerfosis images, and 14 kidney stones images. The measured image quality were PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) and MSE (Mean Square Error). The higher the PSNR and the lower the MSE, the better the image quality. Visual evaluation through questionnaires to clinicians has also been carried out to assess the visualization of the kidney and its abnormalities. The results of PSNR and MSE calculations showed that every image processings methods combinations produce different results in each image categories. However, whether in normal, hydronefrosis, or kindey stone categories, the combination of filters with image adjustment method gave the highest PSNR and lowest MSE. Meanwhile, the results of the visual evaluation from the clinicians showed that the best image enhancement technique in improving the visualization of abnormalities in kidney ultrasound images (Hydronephrosis and kidney stones) was the combination of a wiener filter with intensity adjustment, in accordance with the results of the PSNR measurement.Abstrak.  Telah diuji kombinasi empat metode filter yaitu gaussian filter, median filter, wiener filter dan average filter dengan peningkatan kontras, intensity adjustment dan histogram equalization untuk meningkatkan kualitas citra ultrasonografi ginjal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 40 citra, dengan rincian 9 citra normal, 17 citra Hydronerfosis, dan 14 citra batu ginjal. Kualitas citra yang diukur adalah PSNR dan MSE. Evaluasi visual melalui kuesioner terhadap klinisi juga telah dilakukan. Untuk citra normal, nilai PSNR tertinggi, yaitu 14.21 dan MSE  terendah, yaitu 2.62 diperoleh pada kombinasi median filter dengan intensity adjustment. Untuk citra hydronefrosis, PSNR tertinggi diperoleh pada kombinasi wiener filter dengan intensity adjustment, yaitu 4.42 dan nilai MSE terendah diperoleh pada kombinasi average filter dengan intensity adjustment, yaitu 3.37. Pada citra batu ginjal, nilai PSNR tertinggi diperoleh pada kombinasi wiener filter dengan intensity adjustment, yaitu 15.48, serta nilai MSE terendah merupakan kombinasi gaussian filter dengan intensity adjustment, yaitu 3.23. Sementara itu, hasil evaluasi visual dari dokter klinisi menunjukkan bahwa teknik image enhancement yang paling baik dalam meningkatkan visualisasi abnormalitas pada citra USG ginjal hydronefrosis dan batu ginjal adalah merupakan kombinasi wiener filter dengan  intensity adjustment, sesuai dengan hasil pengukuran PSNR.
Pemodelan 2.5 Dimensi (2.5D) untuk Deposit Pasir menggunakan Data DC Resistivity 2D pada Daerah Kecamatab Caringin Bogor Tiara Aulianingtyas; Puji Hartoyo; Agus Kuswanto
Jurnal Ilmiah Giga Vol 25, No 1 (2022): Volume 25 Edisi 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v25i1.1561

Abstract

Abstract. DC Resistivity 2D has been carried out to find sandstones deposits in Caringin District, Bogor. Wenner array with a total of 1 outcrop and 5 measuring lines with 10m spacing between electrodes was used to measure the length of each 470m length lines. The 2D data obtained from the measurements are then interpolated into a 3D cross-section and it can be seen that the potential for excavated sand is 10 to 20m below the surface with a thickness of 30-40 meters. A total of 1.005,711 cubic meters of sandatones are found in the field based on Volume Isosurface processing in the Demo version of ROCKWORKS20 software. Abstrak. DC Resistivity 2D telah dilakukan untuk mencari deposit pasir hitam di Kecamatan caringin Bogor. Konfigurasi Wenner dengan tital 1 lintasan singkapan dan 5 lintasan pengukuran serta digunakan spasi antar elektroda 10 m untuk mengukur panjang lintasan masing-masing 470 m. Data 2D yang didapat dari pengukuran kemudian diinterpolasi ke dalam bentuk penampang 3D dan terlihat potensi pasir yang dapat digali berada 10 hingga 20 m di bawah permukaan dengan ketebalan 30- 40 meter. Total sejumlah kisaran 1.005.711,0 meter kubik pasir hitam terdapat di lapangan berdasarkan pengolahan Volume Isosurface di software ROCKWORKS20 versi Demo.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 2 (2025): Volume 28 Edisi 2 Tahun 2025 Vol. 28 No. 1 (2025): Volume 28 Edisi 1 Tahun 2025 Vol. 27 No. 2 (2024): Volume 27 Edisi 2 Tahun 2024 Vol. 27 No. 1 (2024): Volume 27 Edisi 1 Tahun 2024 Vol. 26 No. 2 (2023): Volume 26 Edisi 2 Tahun 2023 Vol 26, No 1 (2023): Volume 26 Edisi 1 Tahun 2023 Vol. 26 No. 1 (2023): Volume 26 Edisi 1 Tahun 2023 Vol 25, No 2 (2022): Volume 25 Edisi 2 Tahun 2022 Vol 25, No 1 (2022): Volume 25 Edisi 1 Tahun 2022 Vol 24 No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021 Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Edisi 1 Tahun 2021 Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Edisi 2 Tahun 2020 Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Edisi 1 Tahun 2020 Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Edisi 2 Tahun 2019 Vol 22, No 1 (2019): Volume 22 Edisi 1 Tahun 2019 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Edisi 2 Tahun 2018 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Edisi 2 Tahun 2018 Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Edisi 1 Tahun 2018 Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Edisi 2 Tahun 2017 Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Edisi 1 Tahun 2017 Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Edisi 2 Tahun 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19, Edisi 1, Juni 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Edisi 1 Tahun 2016 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18, Edisi 2, Desember 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18, Edisi 2, JUni 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Edisi 2 Tahun 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Edisi 1 Tahun 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18, Edisi 1, Juni 2015 Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Edisi 2 Tahun 2014 Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Edisi 1 Tahun 2014 Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Edisi 2 Tahun 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Edisi 1, JUni 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Edisi 1 Tahun 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16, Edisi 1, Juni 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Edisi 1 Tahun 2013 More Issue