cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpm17@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25793853     EISSN : 24077100     DOI : https://doi.org/10.30996/jpm17.v5i01
JPM17 : Jurnal Pengabdian Masyarakat is a peer-reviewed and open acess journal accomodating researchers, academicians, scholars and students around the world to share theoretical, empirical knowledgeand innovative concepts adopted from high quality direct implementation projects in wide area of disiplines and represent the areas of Economics, Civics, Law sciences, social & humaniora sciences, psychological sciences, physical sciences, earth sciences, chemical sciences, language studies, literary studies, cultural studies, area studies, library and information sciences, management, marketing and engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Pendampingan dan Peningkatan UKM Berbahan Kardus bernilai Unik di Surabaya Jawa Timur Agus Budianto; Suparjo Suparjo; Suhartini Suhartini
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1623

Abstract

Peningkatan ekspor hasil UKM merupakan salah satu tujuan dari kegiatan pengabdianmasyarakat, terutama skim Iptek bagi Produk Export (IBPE) Institut Teknologi adhi TamaSurabaya (ITATS). Tim IBPE ITATS bekerjasama dengan “DusDukDuk” sebagai pengrajinkertas kardus. Pengrajin ini berlokasi di Jalan Semolowaru Indah II Surabaya. DusDukDukmemanfaatkan kertas kardus menjadi barang yang mempunyai nilai tambah. Hal ini menjadikanproduk DusDukDuk bisa terjual di pasar Internasional. Produk yang dihasilkan adalah berupakursi, furnitur, elemen interior, mainan, souvenir, merchandise, dan dekorasi. Permasalahanpada UKM ini adalah sistem pemasaran yang kurang optimal, pemasaran hanya menggunakanbrosur dan mengikuti pameran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan kualitas produkUKM ini sehingga meningkatkan peluang ekspor. Kegiatan dilakukan dengan metodependampingan dalam memperbaiki beberapa aspek. Pendampingan berhasil membuat websitepemasaran yang berkualitas dan berbahasa internasional. Hasil kegiatan juga berhasilmeningkatkan UKM DusDukDuk untuk melakukan perbaikan dengan memiliki strukturorganisasi fungsional dan marketing online berbasis ekspor. Peningkatan jumlah produk terjualdari kegiatan ini dalam enam bulan menujukkan peningkatan penjualan hingga 30 %dibandingkan tahun sebelumnya.Kata kunci: Produk ekspor, kertas semen, kardus, pendampingan, IbPE
Pendampingan UKM Produk Nasi Krawu dengan Perbaikan Proses Produksi dan Kemasan Produk untuk Meningkatkan Penjualan esthi kusdarini; Sapto Heru Yuwanto
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1476

Abstract

Nasi krawu adalah makanan khas Gresik yang banyak penggemarnya. Salah satu UKM yang memproduksi nasi krawu membutuhkan bantuan TIM PKM ITATS dalam meningkatkan penjualan. Atas dasar hal tersebut TIM PKM ITATS melakukan pendampingan bekerja sama dengan “Nasi Krawu Mang Haji”. Kegiatan kerjasama ini berupaya untuk meningkatkan penjualan UKM tersebut.  “Nasi Krawu Mang Haji”  berlokasi di Keputih, Sukolilo, Surabaya. UKM mengalami perkembangan yang pesat, namun tidak diimbangi oleh peningkatan kapasitas produksi.  Permasalahan utama pada UKM ini adalah kapasitas produksi yang kurang maksimal dan tidak bisa ditingkatkan, sehingga terkadang terpaksa menolak pesanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi “Nasi Krawu Mang Haji” sehingga dapat memenuhi pesanan serta tidak terjadi lagi penolakan pesanan, memperbaiki pembukuan keuangan, dan menyempurnakan kemasan produk. Pendampingan ini meliputi aspek produksi, manajemen, dan pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah wawancara, penyempurnaan proses produksi, workshop, diskusi, dan bantuan teknis. Kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas produksi “Nasi Krawu Mang Haji” sampai 30% sehingga diharapkan tidak terjadi lagi penolakan pesanan. Kegiatan ini juga berhasil melatih UKM sehingga mampu membuat pembukuan keuangan sederhana untuk memudahkan perhitungan cash flow keuangan. Hasil kegiatan yang lain adalah desain kemasan produk yang lebih menarik dan komunikatif sehingga “Nasi Krawu Mang Haji” dikenal lebih luas oleh masyarakat.  .Kata kunci: Mang Haji, nasi krawu, pemasaran, penjualan, produksi 
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produksi Sepatu dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna I Made Suparta; Tri Ratnawati; Suparno Suparno
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1617

Abstract

There are 50 (twenty) households in Desa Kemasan that produce shoes such as Mr.Lukman Hakim in Kemasan Village and Mr. Putut Hardiyanto in Junwangi Village, where theyare gathered in the "Home of Shoe Industry" group. Business Partners are very hopeful toincrease their production and can make this household business become the main business.Some of the problems faced are business management that is still simple, marketing is stillin the form of orders and deposited around, the production process is done manually, andpackaging is less attractive. Based on these conditions, we offer a solution that is by providingappropriate technology in the form of shoe presses, plong machine and skilled small businessmanagement, marketing management and simple financial management.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kawasan Wisata Trawas Mojokerto Melalui Pengolahan Produk Turunan Pisang dan Ketela Muhammad Firdaus; Ahmad Habib; Sugiono Sugiono
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1705

Abstract

Desa Penanggungan adalah sebuah desa di Kecamatan Trawas  Kabupaten  Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya mencapai 474 Ha dengan ketinggian rata- rata 700 mdpl. Kecamatan Trawas merupakan salah satu lokasi wisata alam yang terkenal di Jawa Timur. Pada umumnya mata pencaharian warga adalah sebagai petani kebun, pegawai negeri/swasta, serta pelaku UKM. Hasil kebun berupa pisang dan ketela yang melimpah sepanjang tahun, mendorong sebagian warga menjadi pelaku UKM keripik pisang dan ketela pohon. Saat ini UKM mitra yakni UKM Lestari Jaya dan UKM Rizal Jaya, sangat membutuhkan peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran. Selama ini proses produksi keripik pisang/ketela pohon di UKM mitra  masih dilakukan secara tradisional. Proses produksi yang meliputi pengupasan kulit ketela, pemotongan/perajangan, penggorengan hingga pengemasan masih dilakukan secara manual menggunakan alat-alat dapur yang sederhana. Kondisi semacam ini menimbulkan banyak kesulitan. Pada proses pengupasan kulit ketela, permasalahan yang timbul adalah faktor kecepatan dan keamanan. Pada proses pemotongan ketela/pisang, permasalahannya disamping bagaimana cara memotong secara cepat dan aman, juga  bagaimana  hasil potongan mempunyai ketebalan dan bentuk yang seragam. Ketebalan pemotongan menjadi penting karena akan mempengaruhi kerenyahan. Sedangkan bentuk potongan(bulat/pipih, utuh/sobek) akan berpengaruh pada tampilan keripik tersebut. Dengan berbagai keterbatasan tersebut, mengakibatkan UKM Mitra hanya mampu menghasilkan pemotongan 24 tandan pisang serta 30-40 kg ketela perhari. Hal inilah yang menyebabkan pemenuhan permintaan menjadi terbatas. Saat ini, UKM mitra hanya dapat memenuhi pesanan 4-5 toko oleh-oleh di kecamatan trawas saja. Padahal jumlah toko oleh- oleh di kecamatan trawas dan sekitarnya mencapai puluhan. Belum lagi potensi pasar yang bisa diraih melalui pemasaran secara online. Setelah melalui analisis kondisi dan diskusi dengan UKM mitra, disepakati bahwa permasalahan-permasalahan yang terjadi akan diatasi dengan cara sebagai berikut; untuk pengupasan kulit ketela, akan dibuatkan alat pengupas kulit ketela. Untuk pemotongan pisang/ketela, akan dibuatkan mesin pemotong atau perajang. Mesin ini harus mampu memotong dengan ketebalan yang seragam, serta dengan bentuk potongan yang berbeda-beda. Adapun untuk pemasaran online, UKM mitra akan dibuatkan website pemasaran produk beserta pelatihan pemanfaatan aplikasi-aplikasi pemasaran produk berbasis smartphone.  Kata Kunci: peningkatan kualitas produksi, peningkatan kapasitas produksi, pemasaran online, UKM, keripik pisang dan ketela
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA TUNGGULO KECAMATAN LIMBOTO BARAT MELALUI BUDIDAYA IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) Sri Yuningsih Noor; Nurul Auliyah; Meriyanti Ngabito
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1990

Abstract

Pemberdayaan pemuda Desa Tunggulo merupakan kegiatan peningkatan produktivitaspemuda setempat denga tujuan peningkatan kualitas sumberdaya pemuda di Desa Tunggulo danpeningkatan kualitas perekonomian keluarga. Pemberdayaan pemuda melalui budidaya IkanGabus didasarkan pada kemudahan pemeliharaan secara ekonomi memiliki nilai ekonomis yangtinggi. Permasalahan yang umumnya dihadapi oleh para pembudidaya ikan air tawar khususnyaikan gabus adalah penguasaan teknik, teknologi budidaya dan manajemen pengelolaan usahabudidaya yang masih sangat minim sehingga berdampak terhadap tingkat mortalitas ikanbudidaya yang cukup tinggi. Keadaan ini disebabkan rendahnya kualitas SDM dalammenerapkan introduksi teknologi budidaya dan sistem manajemen usaha budidaya. Disampingitu tingginya biaya produksi juga mempengaruhi siklus produksi dari budidaya ikan gabus. Padaprogram Kemitraan Masyarakat ini dilakukan pendekatan dengan melakukan pelatihan,sosialisasi serta pendampingan terhadap Mitra. Kegiatan tersebut dimulai dari persiapanterhadap wadah budidaya berupa perbaikan kolam budidaya, pemilihan benih yang baik denganpadat tebar yang sesuai luasan kolam yang dilanjutkan pemberian pakan sesuai organismebudidaya. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dengan judul PemberdayaanPemuda Desa Tunggulo Melalui Budidaya Ikan Gabus telah berjalan dengan baik dan kegiatanmonitoring masih sementara berjalan.Kata Kunci: Ikan Gabus, Kolam Budidaya, Manajemen Budidaya, Teknologi Budidaya
PEMBERDAYAAN INDUSTRI KOPRA PUTIH DI NUSA TENGGARA TIMUR YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING TINGGI Adrianus Amheka; Sulche I. Nafi; Herianus J. D Lalel
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1995

Abstract

Beberapa kendala industri kopra di Provinsi NTT tidak berkembang baik oleh karenamenurunnya produktivitas dengan menerapkan sistim konvensional selain kurangnya kapasitasmasyarakat dalam memahami kondisi optimal produk guna menjaga kualitas dan daya saingproduk. Untuk menjaga peningkatan dan keberlanjutan produk tersebut sekaligus menjawabpermasalahan masyarakat usaha kopra perlu adanya dukungan majamen yang kuat selain upayamenumbuh kembangkan semangat inovasi dan keunikan produk berdaya saing tinggi. Obyekpengabdian dilakukan pada Industri kopra ”Bangun Mandiri” yang berlokasi di Kota Kupang,Provinsi NTT guna berdampak pada intensitas produk serta kapasitas pekerja yang jauh lebihefisien. Adapun tujuan program untuk memperluasan pemasaran antar pulau gunameningkatkan kualitas dan daya saing produk sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat.Solusi penyediaan mesin dan peralatan pendukung serta rehabilitasi rumah produksi danmanajemen menjadi fokus aktivitas program. Adapun hasil yang dicapai sesuai tujuan dan targetdalam bentuk realisasi pemecahan masalah antara lain peningkatan kualitas dan kuantitasproduk kopra putih; peningkatan investasi fasilitas pendukung pemasaran; peningkatan omzetpenjualan mencapai 30% pertahun serta stimulasi jiwa inovasi mitra industri yang mengashilkandiversifikasi produk olahan kopra yang unik, berdaya saing tinggi yang berdampak padaperluasan wilayah pemasaran antar pulau secara professional.Kata Kunci: Industri Kopra, Mesin Pengering, Produktivitas
PKM INOVASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN TARO TELA DAN RENGGINANG PADA KELOMPOK TRANSMIGRAN Heriansyah Heriansyah; Ria Risti K. D; Helman Fachri; Selviana Selviana; Linda Suwarni
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1991

Abstract

Kelompok Pos UKK Cempaka dan UKM Harum Sari adalah mitra dalam programProgram Kemitraan Masyarakat (PKM) yang terdiri dari kelompok wanita yang bergerak dalamindustri Rumah Tangga skala kecil yang mengolah hasil alam menjadi taro tela dan rengginang.Masalah yang dihadapi adalah teknologi produksi taro tela dan rengginang masih sederhana,dan sistem pengeringan yang hanya mengandalkan sinar matahari menjadi permasalahan yangbesar ketika musim hujan tiba, produk dikemas sederhana, tanpa merk dagang, komposisibahan, kandungan gizi, dan izin (PIRT) dan pemasaran yang masih terbatas. Tujuan kegiatan iniadalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta produktivitas produk Taro Teladan Rengginang. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan mitra secara aktif dalampelaksanaan penerapan inovasi teknologi pengolahan potensi hasil alam. Adapun teknologi yangakan diintroduksikan kepada kelompok mitra adalah pelatihan pengolahan produk perikananberbagai macam bentuk olahan, pembuatan mesin pemotong percontohan, mesin pemeras danpemarut singkong, mesin pemarut singkong, alat pengemas produk (siller), dan alat pengeringpercontohan serta packing produk dengan merk dagang, komposisi bahan, komposisi gizi, danPIRT. Hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah pelatihan kewirausahaan, packing produk,dan introduksi teknologi mesin pemeras ubi, mesin pengering multifungsi dan pemotong tarotela. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan efektif dalam menyelesaikan permasalahanmitra dan dapat meningkatkan produksi yang dihasilkan.Kata Kunci: Inovasi Teknologi, Program Kemitraan Masyarakat, Taro Tela, Rengginang
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KREATIF DALAM MEWUJUDKAN UMKM PRODUKTIF MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) (KELURAHAN KERTAJAYA, KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA) Sri Purwanti; Nurlina Nurlina; Bambang Gunawan
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1996

Abstract

Industri Tauge atau kecambah dalam skala rumah tangga di Jawa Timur khususnyaSurabaya di kampung Juwingan Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Surabaya telahdilakukan sejak lama dan hingga kini pelaku industri tauge tersebut sebagian besar meneruskanusaha yang dirintis orang tuanya serta industri ini tetap ada seiring dengan kebutuhan menukuliner yang khas Surabaya yang makin dikenal, seperti lontong balap, nasi rawon dan anekamenu lainnya yang menyertakan tauge. Disamping itu tuntutan pola makan yang sehat danbertambahnya menu kuliner yang menyertakan tauge berarti konsumsi tauge juga membantumemenuhi kecukupan protein nabati. Kandungan gizi yang terdapat di tauge adalah vitamin A,B Kompleks, C, E, serta mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, kalium, serat, folat, asamamino dan protein. Konsumsi tauge memiliki sifat alkali atau basa yang membuatnya efektifuntuk membantu meredam kenaikan asam lambung dalam pencernaan. Kandungan seratnyayang tinggi sangat penting membantu melancarkan fungsi pencernaan. Dalam pelaksanaanPKM ini dilakukan terhadap Mitra I, yaitu Bapak Moh. Anas dan Mitra II, yaitu Bapak ImamWahyudi, keduanya usaha pembuat tauge di kampung Juwingan Kelurahan KertajayaKecamatan Gubeng Kota Surabaya, yang produksi taugenya dijual ke Pasar Keputran sertamelayani penjualan ke agen. Prioritas permasalahan mitra I dan II secara umum dan setelahdiskusi panjang serta adanya survey lapangan adalah 1) aspek Teknologi Tepat Guna, 2) aspekmanajemen produksi dan pemasaran (kuantitas dan kualitas produksi, informasi pemasaran sertamedia pemasaran) 3). Keluhan mitra dalam beban kerja penyiraman rutin pada malam haridalam proses produksi tauge.Tujuan pengabdian ini 1) mengembangkan usaha mikro skalarumah tangga mitra yang mandiri secara ekonomi, 2) memberikan pemahaman yang baik akanbahan baku, proses produksi serta pasca produksi 3) memberikan pemahaman yang baik akankonsep pemasaran. Metode pendekatan yang ditawarkan adalah: 1) membantu peningkatanketrampilan pengembangan usaha dari sisi teknologi tepat guna; 2) membantu peningkatankemampuan manajemen usaha secara ekonomis dan efisien serta peluang pemasaran tauge; 3).membantu peningkatan kemampuan proses produksi yang memenuhi standard produktifitas dankenyamanan usaha. Hasil kegiatan PKM adalah 1) inovasi ipteks berupa pengelolaan usahayang lebih produktif dan menguntungkan; 2) pendampingan dalam peningkatan pemahamanteknologi tepat guna berupa dukungan bantuan peralatan penyiraman otomatis gunameningkatkan kualitas produk tauge dan 3) implementasi blogspot internet untuk memperluasinformasi pemasaran dan jaringan bisnis.Kata Kunci : Pembuat Tauge, Pendampingan Dan Advokasi
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM RANGKA MEMPERKOKOH NKRI: MELAWAN PAHAM RADIKALISME DAN ARUS ISU TERORISME DI REMAS ROBIATUL ADHAWIYAH DAN REMAS AL-FALAH DESA PONTEH KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Mohammad Fahrur Rozi; Fajar Surahman
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1992

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantumeningkatkan pemahaman ketua ta’mir, pengurus dan remaja masjid (Remas) tentanginternalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam memperkokoh NKRI melawan pahamradikalisme dan arus isu terorisme. Target atau sasaran kegiatan Program Kemitraan Masyarakat(PKM) ini adalah meningkatan daya saing baik dalam kualitas maupun kuantitas, serta menginternalisasikannilai-nilai pendidikan agama Islam, melalui: pertama, peningkatan daya saing.Kedua, Proses internalisasi nilai-nilai PAI. Ketiga, perbaikan internalisasi nilai-nilai PAI.Keempat, wawasan tentang Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, bukan agama terorisme.Kelima, konsep ahlsunnah wal jama’ah sebagai akidah dan amaliah sehari-hari. Keenam,pemahaman terhadap radikalisme dan ajarannya serta isu terorisme. Ketujuh, evaluasi. Adapunmetode pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan ini dikemas dengan model pelatihan danbimbingan serta ceramah agama. Peserta pendidikan dan pelatihan dikelompokkan berdasarkanmasjid masing-masing. Masing-masing peserta kelompok akan diberikan panduan pelaksanaankegiatan dan materi. Evaluasi dilakukan setelah kegiatan setiap pertemuan dan kemudiandianalisa di akhir kegiatan sehingga diperoleh kesimpulan. Adapun kriteria keberhasilankegiatan ini dapat ditinjau dari kehadiran peserta, penguasaan materi serta evaluasi internalisasinilai-nilai pendidikan agama Islam dalam memperkokoh NKRI melawan paham radikalismedan isu terorisme di remaja masjid Robiatul Adhawiyah dan remaja masjid Al-Falah DesaPonteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur.Kata Kunci: Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, Radikalisme, Terorisme.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT PADA USAHA “KREASI KERTAS SEMEN” DAN “TAS KARUNIA” DI KELURAHAN SEMOLOWARU DAN KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR KECAMATAN SUKOLILO, KOTA SURABAYA Sri Andayani; Endang Indartuti; Ayun Maduwinarti
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1997

Abstract

Di Kota Surabaya khususnya di Kecamatan Sukolilo terdapat Usaha Mikro yangmemanfaatkan limbah kertas semen menjadi Tas dan dompet, dan Kap lampu,sangat bagus danmempunyai nilai jual. Dan UMK pembuat Tas Kain. Pelakuu Usaha Mikro tersebut adalah ESMCollection dan Tas Karunia. Permasalahan Mitra : 1.Kurangnya Kualitas dan Kuantitas produkKarena peralatan mesin jahit yang digunakan sudah usang, terutama jahitan pinggiran tas,2.Hasil produksinya sering kusut, karena tidak mempunyai tempat untuk menaruh/memajanghasil produksi, selama ini hasilnya diletakkan di kamar tidur ditumpuk di karung sehinggaproduknya tidak tersimpan dengan baik, 3.Masih sangat rendah pengetahuan tentangManajemen Usaha,dan Pemasaran 4.Jangkauan pemasarannya terbatas karena tidak memilikimedia promosi, Brosur dan Banner. Solusi yang ditawarkan dan disepakati bersama:a)Pengadaan 2 buah Mesin Jahit Tas untuk 2 UKM , b). Pengadaan Etalase/lemari kaca tempatmemajang hasil Produksi sebanyak 2 buah unt 2 UKM. c). Pelatihan teknis menggunakan mesinbaru.dan Pelatihan peningkatan Kualitas hasil produksi.d). Pelatihan dan PendampinganPengelolaan Usaha, dan Pembukuan Sederhana, dan Strategi Pemasaran e).Pengadaan MediaPromosi, Brosur & Banner. Target dan Luaran:1. Publikasi di Jurnal ISSN/prosiding,2.peningkatan daya saing(kualitas dan Kuantitas ) melalui a.Pengadaan Mesin Jahit merk Jukidan dapat menjahit bahan tebal/pinggiran tas b.Pengadaan Etalase untuk meletakkan danmemajang hasil produksi 3.Peningkatan IPTEK dan Mekanisasi (Pelatihan dan Pendampinganpeningkatan kemampuan manajemen ,( pengelolaan usaha) 4.Pengadaan media promosi berupaBrosur, dan Baner. Metode Pelaksanaan :1.Pengadaan teknologi tepat guna 2.PelatihanKetrampilan pemakaian alat serta Pelatihan Pembukuan Sederhana&Pendampingan 3.Pembuatan Media Pemasaran: Brosur, Banner. 4.Metode pelatihan dan pendampinganLearning By Doing, dan Metode Partisipatif. Hasil kegiatan: Dengan di introdusir, mesinperalatan hasil produksinya meningkat Pada akhir bulan Mei UKM karunia mendapat pesananTas sebanyak 200 Lembar tas Sementara UKM Kertas semen hasil Produksinya meningkat 3 Xlipat, dengan di fasilitasi Etalase kaca, tempat Hasil Produksi mempermudah para Konsumenuntuk melihat dan memilih tas yang mau dibelinya.Pada Bulan Mei mendapat kunjungan DWdari Palembang. Kualitas Hasil produksi Tas kertas semen, dan Tas Karunia semakin bagus,dengan difasilitasi Brosur dan Banner UKM kertas semen yang sering mengikuti Pameransemakin dikenal masyarakat. Dengan pendampingan Usaha dan Strategi pemasaran, maka usahakedua UKM semakin meningkat.Kata Kunci : Kreasi Kertas Semen, Metode Partisipatip

Page 9 of 16 | Total Record : 157