cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
INOVASI METODE KERJA PADA KONSTRUKSI TIANG BOR BETON DI TANAH LUNAK PADA PENGGANTIAN JEMBATAN SEI ALALAK Almi Mardhani; Sijadul Jamal
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5055.107-124

Abstract

Abstract The Sei Alalak Bridge is a bridge that connects Banjarmasin City with Marabahan Regency. To reduce traffic problems on the bridge, it is necessary to replace the old bridge with a new one. The new bridge was planned to have 4 traffic lanes with a total length of 850 m. This study discusses the implementation technique of concrete bore pile construction as a deep foundation for the Sei Alalak Bridge. This paper describes specifically in detail the working method applied, using a rotary drilling system plus several innovations including a strict implementation control system, a stable working platform, the use of polymer modified bentonite and temporary casing for bore piles, and self-compacting concrete mixes. This study shows that the innovative work method applied to this project is able to optimize construction costs compared to other work methods. Keywords: bridge; bridge foundation; concrete bore pile; work method innovation. Abstrak Jembatan Sei Alalak adalah jembatan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Marabahan. Untuk mengurangi permasalahan lalu lintas di jembatan, dilakukan penggantian jembatan lama dengan jembatan yang baru. Jembatan baru direncanakan mempunyai 4 lajur lalu lintas dengan panjang total 850 m. Pada studi ini dibahas teknik pelaksanaan konstruksi tiang bor beton sebagai pondasi dalam untuk Jembatan Sei Alalak. Secara khusus pada makalah ini diuraikan dengan rinci metode kerja yang diterapkan, dengan menggunakan sistem rotary drilling ditambah beberapa inovasi yang meliputi sistem kontrol pelaksanaan yang ketat, landasan kerja yang stabil, penggunaan polymer modified bentonite dan selubung sementara tiang bor, serta campuran beton memadat sendiri. Studi ini menunjukkan bahwa inovasi metode kerja yang diterapkan pada proyek ini mampu mengoptimalisasi biaya konstruksi dibandingkan dengan metode kerja yang lain. Kata-kata kunci: jembatan; pondasi jembatan; tiang bor beton; inovasi metode kerja.
CAPAIAN KEMANTAPAN JALAN NASIONAL DI BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL NUSA TENGGARA TIMUR Bertho Orbain Sowolino; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5056.125-132

Abstract

Abstract Road preservation aims to ensure that road support for development activities is guaranteed and roads are in a good condition. Good road conditions will affect the quality of the trip, driving comfort, and travel speed that can be achieved. In this study, the achievement of good road condition is assessed based on the existing budget allocation at the East Nusa Tenggara National Road Implementation Center. The proportion of roads in a good condition at the East Nusa Tenggara National Road Implementation Center has consistently increased from 2016 to 2020, increasing by 6.63% over a period of 4 years. The good condition of the road is influenced by the availability of budgets with varying amounts, depending on the preservation activities that are programmed to achieve the expected road condition. Keywords: national road; road preservation; good road condition; budget allocation. Abstrak Preservasi jalan bertujuan untuk memastikan bahwa dukungan jalan terhadap kegiatan pembangunan tetap terjamin dan jalan dalam kondisi mantap. Kondisi jalan yang mantap tersebut akan berpengaruh pada kualitas perjalanan, kenyamanan berkendara, dan kecepatan tempuh yang dapat dicapai. Pada studi ini dikaji capaian kemantapan jalan berdasarkan alokasi anggaran yang ada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur. Proporsi jalan dengan kondisi mantap di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur terlihat konsisten meningkat dari tahun 2016 hingga tahun 2020, yaitu meningkat sebesar 6,63% dalam kurun waktu 4 tahun. Kondisi kemantapan jalan ini dipengaruhi oleh ketersediaan anggaran dengan besaran yang bervariasi, bergantung pada kegiatan preservasi yang diprogramkan untuk mencapai kondisi mantap yang diharapkan. Kata-kata kunci: jalan nasional; preservasi jalan; jalan mantap; alokasi anggaran.
MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI APLIKASI JALAN KITA OLEH PENILIK JALAN PADA KEGIATAN PELAPORAN KERUSAKAN JALAN NASIONAL DI BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII Alfian Najib Anshori; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5057.133-142

Abstract

Abstract The 'Jalan Kita' application is a software that is operated on smartphones based on android and IOS operating systems, which is used by road inspectors in reporting national road damage activities. The National Road Implementation Center VIII Surabaya has used this application, with the largest number of road damage reports. This study aims to determine the factors that influence the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application, using the Technology Acceptance Model approach. The data analyzed in this study is the respondent's perception data, which was obtained through a survey using a questionnaire by a number of road inspectors at the VIII National Road Implementation Center. The data were analyzed using the Partial Least Square Structural Equation Modeling method to obtain the relationship between the factors that influence the contribution to the level of acceptance of the Jalan Kita application technology. This study reveals that technological factors and organizational support are 2 factors with major contributions, namely 47.6% and 46.2%, to the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application. Keywords: road inspector; national roads; road damage; road damage reporting. Abstrak Aplikasi ‘Jalan Kita’ merupakan suatu perangkat lunak yang dioperasikan pada smartphone berbasis sistem operasi android dan IOS, yang digunakan oleh para penilik jalan dalam kegiatan pelaporan kerusakan jalan nasional. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya telah menggunakan aplikasi ini, dengan jumlah pelaporan kerusakan jalan terbesar. Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi keinginan penilik jalan untuk menggunakan aplikasi Jalan Kita, dengan pendekatan Model Penerimaan Teknologi. Data yang dianalisis pada studi ini adalah data persepsi responden, yang diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner sejumlah penilik jalan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modelling untuk mendapatkan hu-bungan antara faktor-faktor yang berpengaruh dengan kontribusinya terhadap tingkat penerimaan teknologi aplikasi Jalan Kita. Studi ini mengungkapkan bahwa faktor teknologi dan dukungan organisasi merupakan 2 faktor dengan kontribusi besar, yaitu 47,6% dan 46,2%, terhadap keinginan penilik jalan dalam menggunakan aplikasi Jalan Kita. Kata-kata kunci: penilik jalan; jalan nasional; kerusakan jalan; pelaporan kerusakan jalan.
PENGARUH INDEKS INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP INDIKATOR EKONOMI DI INDONESIA Prayoga Luthfil Hadi; Tilaka Wasanta; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5058.143-152

Abstract

Abstract Roads and bridges are the main infrastructure in supporting the realization of increased economic development. The relationship between the performance of road infrastructure provision and the improvement of economic performance is a very important aspect to understand. The magnitude of this relationship can be used as the basis for making decisions on road infrastructure development. The road infrastructure index is a parameter that can be used to measure road infrastructure services to the economy. The road infrastructure index used in this study is a comparison of road length with area and population. This infrastructure index is then analyzed in relation to economic indicators, such as Gross Regional Domestic Product and poverty index. This study shows that an increase in the area index helps improve socioeconomic indicators, such as an increase in GRDP and a decrease in the poverty index. Meanwhile, the increase in the value of the population index has a negative relationship with the growth of socioeconomic indicators, which means that the larger the population index, the worse the socioeconomic indicators. An increase in the population infrastructure index causes a decrease in the GRDP indicator and an increase in the poverty index, which means that longer roads are needed to serve the population. Keywords: road; infrastructure performance; road infrastructure index; economic indicators. Abstrak Jalan dan jembatan merupakan suatu infrastruktur utama dalam mendukung terwujudnya peningkatan pembangunan ekonomi. Hubungan antara kinerja penyediaan infrastruktur jalan dengan peningkatan kinerja ekonomi merupakan aspek yang sangat penting untuk dimengerti. Besaran hubungan ini dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur jalan. Indeks infrastruktur jalan merupakan parameter yang dapat digunakan untuk mengukur layanan infrastruktur jalan terhadap ekonomi. Indeks infrastruktur jalan yang digunakan pada studi ini adalah perbandingan panjang jalan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Indeks infrastruktur ini kemudian dianalisis keterkaitannya dengan indikator ekonomi, seperti Produk Domestik Regional Bruto dan indeks kemiskinan. Studi ini menunjukkan bahwa kenaikan indeks luas wilayah membantu perbaikan indikator sosioekonomi, seperti kenaikan PDRB dan penurunan indeks kemiskinan. Sedangkan kenaikan nilai indeks penduduk memiliki hubungan negatif dengan pertumbuhan indikator sosioekonomi, yang berarti semakin besar indeks penduduk, indikator sosioekonomi memburuk. Kenaikan indeks infrastruktur penduduk menyebabkan penurunan pada indikator PDRB dan kenaikan pada indeks kemiskinan, yang berarti diperlukan jalan yang lebih panjang untuk melayani penduduk. Kata-kata kunci: jalan; kinerja infrastruktur; indeks infrastruktur jalan; indikator ekonomi.
PREDIKSI PRESENT SERVICEABILITY INDEX UNTUK ANALISIS SISA UMUR LAYAN PERKERASAN LENTUR Hesti Ratnasari; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5059.153-162

Abstract

Abstract Present Serviceability Index is a measure of pavement performance and can be used as an indicator of timing and maintenance requirements. This study aims to determine and predict the Present Serviceability Index value during the pavement design life. The amount of the structural response due to loading was analyzed using an empirical mechanistic method with the help of KENPAVE software. The results of the structural response are used to calculate the magnitude of cracking and rutting damages, which are then used to predict the value of the International Roughness Index. The predicted International Roughness Index values were then statistically tested with the results of field measurements for the last 4 years. Furthermore, the Present Serviceability Index value was analyzed based on the prediction results of the International Roughness Index values. This study shows that the pavement has reached terminal serviceability in year 5.2 and requires strengthening. The prediction results of the Present Serviceability Index value with the implementation of overlays as thick as 10 cm in the 5.2nd year show that the terminal serviceability is achieved in the 9.5th year, thus increasing the service life of the road by 4.3 years. Keywords: pavement performance; cracking; routines; Present Serviceability Index; serviceability terminals. Abstrak Present Serviceability Index merupakan suatu ukuran kinerja perkerasan jalan dan dapat digunakan sebagai indikator penentuan waktu dan kebutuhan pemeliharaan. Studi ini bertujuan menentukan dan memprediksi nilai Present Serviceability Index selama umur rencana. Besarnya respons struktur akibat pembebanan dianalisis menggunakan metode mekanistik empiris dengan bantuan software KENPAVE. Hasil respons struktur digunakan untuk menghitung besarnya kerusakan-kerusakan cracking dan rutting, yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi nilai International Roughness Index. Nilai International Roughness Index hasil prediksi kemudian diuji statistika dengan hasil pengukuran lapangan selama 4 tahun terakhir. Selanjutnya, nilai Present Serviceability Index dianalisis berdasarkan hasil prediksi nilai International Roughness Index. Studi ini menunjukkan bahwa perkerasan telah mencapai terminal serviceability pada tahun ke-5,2 dan memerlukan penguatan. Hasil prediksi nilai Present Serviceability Index dengan penanganan overlay setebal 10 cm pada tahun ke-5,2 menunjukkan bahwa terminal serviceability tercapai pada tahun ke-9,5, sehingga menambah umur layan jalan sebesar 4,3 tahun. Kata-kata kunci: kinerja perkerasan jalan; cracking; rutting; Present Serviceability Index; terminal service-ability.
IMPLIKASI BATAS KELAYAKAN FINANSIAL TERHADAP TARIF TOL DAN DUKUNGAN PEMERINTAH PADA PROYEK PRAKARSA BADAN USAHA JALAN TOL TUBAN–BABAT–LAMONGAN–GRESIK Dedy Gunawan; Dina Amalia
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5557.1-10

Abstract

Abstract One of the criteria for an unsolicited toll road project is that the project must be financially feasible. According to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 23 of 2021, regarding Procedures for Determining Toll Road Concession on Unsolicited Project, the financial feasibility criteria is at least equal to the Weighted Average Cost of Capital plus 2%. The purpose of this study is to analyze the implications of applying the financial feasibility criteria to toll rates and government support. This study shows that the implementation of a Weighted Average Cost of Capital plus 2% as a financial feasibility criterion, increases the initial toll tariff, requires higher government support, in the form of land acquisition costs and/or construction cost support, and reduces investment opportunities for a business entity. Keywords: toll road; unsolicited project; financial feasibility; toll tariff; government support Abstrak Salah satu kriteria proyek jalan tol atas prakarsa badan usaha adalah bahwa proyek tersebut harus layak secara finansial. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 23 Tahun 2021, tentang Tata Cara Penetapan Pengusahaan Jalan Tol atas Prakarsa Badan Usaha, kriteria kelayakan finansial adalah sebesar paling rendah sama dengan Weighted Average Cost of Capital ditambah dengan 2%. Tujuan sudi ini adalah menganalisis implikasi penerapan kriteria kelayakan finansial tersebut terhadap tarif tol dan dukungan pemerintah. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan kriteria keyakan sebesar Weighted Average Cost of Capital ditambah dengan 2% sebagai kriteria kelayakan finansial, meningkatkan tarif tol awal, membutuhkan dukungan pemerintah, berupa biaya pengadaan tanah dan/atau dukungan biaya konstruksi, yang lebih besar, serta mengurangi peluang investasi suatu badan usaha. Kata-kata kunci: jalan tol; proyek prakarsa badan usaha; kelayakan finansial; tarif tol; dukungan pemerintah
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT Achmad Faisal; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5558.11-26

Abstract

Abstract The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buildings, road equipment, utilization of parts of road space, traffic engineering management, and achievement of travel satisfaction. Evaluation of road service performance is carried out by assessing the operational conditions of traffic flow, which includes the level of road service and road capacity. However, the evaluation of road service performance must also be accompanied by an analysis of road service performance in the form of an assessment of road user satisfaction. This study aims to identify the performance of road services, in terms of the level of importance and level of application of road infrastructure components, according to the perceptions of road users. The methods used for analysis are Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index. This study shows that in West Kalimantan Province, based on road users' perceptions of provincial roads within the city, there are 41 sub-indicators that must be taken seriously, while for provincial roads outside the city, there are 49 sub-indicators that must be taken seriously. The results of the assessment of the road user satisfaction index on the performance of provincial roads within the city are 0.75 and for provincial roads outside the city are 0.73. Keywords: provincial road; road services; road service performance; road user perception; road user satisfaction Abstrak Kualitas pelayanan jalan mencakup kinerja komponen-komponen infrastruktur jalan, yang meliputi struktur perkerasan jalan, geometrik jalan, bangunan pelengkap jalan, perlengkapan jalan, pemanfaatan bagian-bagian ruang jalan, manajemen rekayasa lalu lintas, dan capaian kepuasan perjalanan. Evaluasi kinerja pelayanan jalan dilaksanakan dengan melakukan penilaian kondisi operasional arus lalu lintas, yang meliputi tingkat pelayanan jalan dan kapasitas jalan. Tetapi evaluasi kinerja pelayanan jalan tersebut harus juga dilengkapi dengan analisis kinerja pelayanan jalan dalam bentuk penilaian kepuasan pengguna jalan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pelayanan jalan, ditinjau dari aspek tingkat kepentingan dan tingkat penerapan komponen-komponen infrastruktur jalan, menurut persepsi pengguna jalan. Metode yang digunakan untuk analisis adalah Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Studi ini menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan persepsi pengguna jalan terhadap jalan provinsi dalam kota, terdapat 41 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius, sedangkan untuk jalan provinsi luar kota, terdapat 49 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius. Hasil penilaian indeks kepuasan pengguna jalan terhadap kinerja pelayanan jalan provinsi dalam kota adalah sebesar 0,75 dan untuk jalan provinsi luar kota adalah sebesar 0,73. Kata-kata kunci: jalan provinsi; pelayanan jalan; kinerja pelayanan jalan; persepsi pengguna jalan; kepuasan pengguna jalan
TINGKAT KEPENTINGAN DAN KUALITAS FASILITAS PEJALAN KAKI DAN KORELASINYA TERHADAP WALKABILITY PADA KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DI JAKARTA Agah Muhammad Mulyadi; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5559.27-38

Abstract

Abstract The development of the Transit Oriented Development area is carried out to reduce the use of private vehicles and encourage people to walk and use public transportation. The location of this study is the Dukuh Atas area, which is a pilot project for the development of Transit Oriented Development in Jakarta. The purpose of this study is to identify the importance and quality of pedestrian facilities and to determine the correlation of 4 aspects that affect walkability. This study shows that there is a significant correlation between the quality of walkability and the 4 aspects studied, namely the aspect of accessibility, the aspect of supporting facilities, the aspect of security and safety, and the aspect of comfort. There are 4 parameters that are considered important and have high performance, namely pedestrian conflicts, sidewalk availability, crosswalk safety, and facilities for people with disabilities. Keywords: transit oriented development; pedestrian; walkability; private vehicles; public transportation Abstrak Pengembangan kawasan Transit Oriented Development dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta mendorong orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. Lokasi studi ini adalah Kawasan Dukuh Atas, yang merupakan proyek percontohan pengembangan Transit Oriented Development Jakarta. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kualitas fasilitas pejalan kaki dan menentukan korelasi 4 aspek yang memengaruhi walkability. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kualitas walkability dengan keempat aspek yang dikaji, yaitu aspek aksesibilitas, aspek fasilitas pendukung, aspek keamanan dan keselamatan, dan aspek kenyamanan. Terdapat 4 parameter yang dianggap penting dan memiliki kinerja tinggi, yaitu konflik pejalan kaki, ketersediaan trotoar, keselamatan penyeberangan, dan fasilitas penyandang disabilitas. Kata-kata kunci: transit oriented development; pejalan kaki; walkability; kendaraan pribadi; kendaraan umum
KONTROL GEOMETRI MELALUI PENYETELAN KABEL PADA JEMBATAN BERUJI KABEL Anton Husen Purboyo; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5560.39-58

Abstract

Abstract Geometry control is an important activity in the implementation of the stagging construction of bridges, including the construction of a cable-tested bridge. Compliance with the minimum requirements of bridge design criteria must be considered at every stage. This is intended to ensure that construction failures do not occur during the construction period until the operational stage. In this study, an analytical method is proposed that can be used to determine the magnitude of the initial pretension on the stayed cable, which can give results that reflect the effectiveness of the cable support force, as a function of the sine of the angle between the stayed cable and the bridge deck. The method is based on the approach of multiple span beams. The multi span beam approach is then used in the backward analysis scheme at an early phase to obtain the displacement, internal forces, and stresses targets of the bridge structural elements at each stage of construction. The application of the multi span beam approach offers convenience in the calculation process, which does not require an iteration process and does not depend on the features of the software used, making it easier the designer of cable stayed bridges to optimize the model of cable stayed bridges by cable tuning in each stayed cable. Keywords: geometry control; bridge; cable stayed bridge; multi span beam Abstrak Kontrol geometri merupakan suatu kegiatan yang penting pada pelaksanaan konstruksi bertahap suatu jembatan, termasuk pada pembangunan jembatan beruji kabel. Pemenuhan terhadap persyaratan minimum perancangan jembatan harus diperhatikan pada setiap tahapannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin tidak terjadinya kegagalan konstruksi selama masa konstruksi hingga pada tahap operasionalnya. Pada studi ini diusulkan metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan besarnya pemberian gaya tarikan awal pada ruji kabel, yang dapat memberi hasil yang mencerminkan efektivitas gaya tumpu kabel, sebagai fungsi sinus sudut antara ruji kabel dan dek jembatan. Metode tersebut didasarkan pada pendekatan mengenai balok bentang jamak. Pendekatan balok bentang jamak tersebut selanjutnya digunakan pada skema analisis ke belakang pada tahap awal untuk mendapatkan target perpindahan, gaya dalam, dan tegangan elemen struktur jembatan di setiap tahap konstruksi. Aplikasi pendekatan balok bentang jamak menawarkan kemudahan dalam proses perhitungannya, yang mana tidak diperlukan adanya proses iterasi dan tidak bergantung pada fitur perangkat-perangkat lunak yang dipakai, sehingga memudahkan perancang jembatan beruji kabel untuk dapat lebih leluasa melakukan optimasi terhadap model struktur jembatan beruji kabel melalui penyetelan masing-masing ruji kabel. Kata-kata kunci: kontrol geometri; jembatan; jembatan beruji kabel; balok bentang jamak
KARAKTERISTIK DAN BESARAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PENGEMBANGAN TOKO SEMERU DI MAKASSAR Qadriathi Dg Bau; Sulaiman Abdullah
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5561.59-70

Abstract

Abstract The problem of parking in Makassar City is something that needs attention, because some commercial areas provide parking spaces that are not suitable for the capacity of visitors. As a result, visitors use the road as a parking lot, which will cause transportation problems, such as traffic jams. Toko Semeru is a modern shop that is required to provide adequate parking space. The purpose of this study is to analyze the parking characteristics at the Toko Semeru and determine the capacity and demand for parking spaces due to the development of the Toko Semeru. This study uses primary data, by conducting a parking space inventory survey, a parking patrol survey, and a cordon parking survey, by counting vehicles parked in the study area and simultaneously counting vehicles entering and leaving the store. While the secondary data used is in the form of a site plan for the development of the Toko Semeru. This study shows that the highest parking volume during 7 hours of observa-tion was 652 vehicles, the highest average parking duration for cars was 16 minutes/vehicle and for motorcycles was 52 minutes/vehicle, the highest accumulation of motorcycles was 85 vehicles and the largest number of cars was 17 vehicles, and the parking index value for cars or motorcycles is between 17% to 98%. The parking space that needs to be prepared by the owner of the Toko Semeru is 126 Parking Space Units. This study shows that the parking space planned to be provided by the shop owner is not sufficient, with short of 7 parking spaces for motorcycles and short of 1 parking space for cars. Keywords: parking; parking characteristics; parking needs; parking volume; parking space Abstrak Permasalahan parkir di Kota Makassar merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian, karena beberapa daerah komersial menyiapkan lahan parkir yang tidak sesuai dengan kapasitas pengunjung. Akibatnya, pengunjung menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir, yang akan menimbulkan permasalahan trans-portasi, seperti terjadinya kemacetan lalu lintas. Toko Semeru merupakan suatu toko modern yang wajib menyediakan ruang parkir yang memadai. Tujuan studi ini adalah melakukan analisis karakteristik parkir di Toko Semeru serta menentukan kapasitas dan kebutuhan ruang parkir akibat pengembangan Toko Semeru. Studi ini menggunakan data primer, dengan melakukan survei inventarisasi ruang parkir, survei patrol parkir, dan survei parkir kordon, dengan menghitung kendaraan yang parkir di daerah kajian dan serentak menghitung kendaraan yang keluar masuk toko. Sedangkan data sekunder yang digunakan berupa site plan pengembangan Toko Semeru. Studi ini menunjukkan bahwa volume parkir tertinggi selama 7 jam pengamatan adalah 652 kendaraan, rata-rata lamanya parkir tertinggi untuk mobil sebesar 16 menit/kendaraan dan untuk sepeda motor sebesar 52 menit/kendaraan, akumulasi tertinggi sepeda motor adalah 85 kendaraan dan jumlah mobil terbesar adalah 17 unit kendaraan, dan nilai indeks parkir untuk mobil atau sepeda motor berada di antara 17% hingga 98%. Ruang parkir yang perlu disiapkan oleh pemilik Toko Semeru adalah 126 Satuan Ruang Parkir. Studi ini menunjukkan bahwa ruang parkir yang direncanakan untuk disediakan oleh pemilik toko belum mencukupi, dengan ruang parkir untuk sepeda motor kurang 7 Satuan Ruang Parkir dan ruang parkir untuk mobil kurang 1 Satuan Ruang Parkir. Kata-kata kunci: parkir; karakteristik parkir; kebutuhan parkir; volume parkir; ruang parkir