cover
Contact Name
Siti Anisyah
Contact Email
sitianisyah_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6281279171099
Journal Mail Official
wardah_dakwah@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No. 01 KM. 3.5, Kel. Pahlawan, Kec. Kemuning, Palembang 30126, Sount Sumatra, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Wardah
ISSN : 14123711     EISSN : 25033050     DOI : https://doi.org/10.19109/wardah
Wardah is a focus journal on issues surrounding dakwah and Islamic communication, Method of Dakwah The History of Dakwah Communication Dakwah The epistemology of Dakwah Management of Dakwah
Articles 230 Documents
Peran Keluarga Orang Tua Kepada Anak Balita Dalam Membentuk Karakter (Studi Pada Orang Tua Pemula) Habib Al Muzny
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.262 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i1.5821

Abstract

Abstract: The article with the title 'The Role of Parents' Families To Toddlers in Forming Character (Study of Beginner Parents),' aims to 1) Analyze the patterns of communication that parents make to their children, 2) Analyze the use of verbal and nonverbal communication by parents to toddlers. 3) looking for communication models carried out by parents to toddlers. The method used in this study is a qualitative descriptive approach to in-depth interviews with toddler parents. Conclusion Parent to child communication patterns are influenced by protective patterns with pluralistic patterns as well as the combination of protective patterns with consensual patterns. Parental verbal communication to children in parenting uses words that are easily understood by children, gentle, firm. nonverbal communication of parents to children hugging children when invited to other family homes, invited to go to a place of recreation. Model of family communication from parents between father and mother there are differences in the family communication model of family communication conducted by fathers using protective and laizzer-fair patterns, while the family communication model conducted by mothers uses modification or combination. Keywords: Family role; interpersonal communication. Abstrak: Artikel dengan judul ‘Peran Keluarga Orang Tua Kepada Anak Balita Dalam Membentuk Karakter (Studi Pada Orang Tua Pemula),’ ini bertujuan untuk 1) Menganalisis Pola komunikasi yang dilakukan orang tua kepada anak, 2) Menganalisis penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal yang dilakukan orang tua kepada anaka balita. 3) mencari model komunikasi yang dilakukan oleh orang tua kepada balita. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam kepada orang tua balita. Kesimpulan Pola komunikasi orangtua kepada anak a dipengaruhi oleh pola protektif dengan pola pluralistik juga gabungan pola protektif dengan pola konsensual, Komunikasi verbal orangtua kepada anak pada pola pengasuhan menggunakan kata yang mudah difahami anak, lemah lembut, tegas. komunikasi nonverbal orangtua kepada anak memeluk anak saat diajak kerumah keluarga lain, diajak jalan ketempat rekreasi. Model komunikasi keluarga dari orangtua antara ayah dan ibu terdapat perbedaan dalam model komunikasi keluarga komunikasi keluarga yang dilakukan oleh ayah lebih mengunakan pola protektif dan laizzer-fair, sedangkan model komunikasi keluarga yang dilakukan oleh ibu lebih mengunakan modifikasi atau gabungan. Kata kunci: Peran keluarga; komunikasi interpersonal.
Analisis Konsep Integrasi Ilmu Dalam Islam Ainor Syuhadah binti Khalid; Intan Delsa Putri
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.241 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i1.5822

Abstract

Abstract: Article with the title ‘Analysis of the Concept of Integration of Science in Islam’, it discusses describing and analyzing concepts between sciences in Islam. Science we will describe later, is a system of meaning of reality and truth, based on revelation supported by reason and intuition. The method used in this study uses the method or literature study (library research). Literature study can be interpreted as an activity relating to the method of collecting library data, reading and recording and processing research materials. With nadzar and fikr processes, ratios will be able to articulate, make propositions, express opinions, argue, make analogies, make decisions, and draw conclusions. In the Islamic worldview, science is closely related to faith, ‘aql, qalb, and taqwa. Not only is knowledge systematically gathered, but knowledge is also an understanding. Where to calculate the haq Of course you will not argue with the haq. However, over time, hegemony and colonialism caused Muslims to replace and apply the concept of Western knowledge that is blindly. This attitude certainly causes confusion. So, trying to develop and develop the concept of science in the Qur'an can be made the basis for formulating the basis of knowledge in Islam. Keywords: Integration of knowledge, worldview, and scientific methods. Abstrak: Artikel dengan judul ‘Analisis Konsep Integrasi Ilmu dalam Islam’, ini bertujuan memaparkan dan menganalisis konsep intergrasi ilmu dalam Islam. Ilmu sebagaimana akan kita uraikan nanti, merupakan system pemaknaan akan realitas dan kebenaran, bersumber pada wahyu yang didukung oleh rasio dan intuisi. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Dengan proses nadzar dan fikr, rasio akan dapat berartikulasi, menyusun proposisi, menyatakan pendapat, berargumentasi, membuat analogi, membuat keputusan, serta menarik kesimpulan. Dalam worldview Islam, ilmu berkaitan erat dengan iman, ‘aql, qalb, dan taqwa. Tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang terhimpun secara sistematis, tetapi ilmu juga merupakan suatu metodologi. Dimana metodologi yang haq tentu tidak akan bertentangan dengan yang haq. Namun seiring berjalannya waktu, hegemoni dan kolonialisme menyebabkan umat Islam cenderung meniru dan mengadopsi konsep ilmu pengetahuan Barat secara membabi buta. Sikap ini tentu saja menyebabkan kebingungan (confusition) yang berlanjut pada hilangnya identitas. Maka, upaya menggali dan mengembangkan konsep ilmu dalam al-Qur‘an dapat dijadikan landasan bagi upaya merumuskan kerangka integrasi ilmu pengetahuan dalam Islam. Kata kunci: Integrasi ilmu, worldview, metode keilmuan.
Nilai -Nilai Pendidikan dan Dakwah Muhammad al-Fatih Sebagai Penakluk Konstantinopel Muhammad Ridwan; Nurhasanah Bakhtiar
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.144 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i1.5824

Abstract

Abstract: Abstract: Paper entitled ‘Educational Values ​​and Da'wah of Muhammmad Al-Fatih as Conqueror of Constantinople’, this aims to analyze various histories about the role of Muhammad Al-Fatih in the conquest of Constantinople. By using a library research approach (library research) sourced both from books, journals and the internet, the method used in this research is a historical analysis method that can be interpreted as a research method and writing history with systematic methods, procedures or techniques in accordance with the principles the principles and rules of history. The historical method is divided into four groups of activities, namely heuristics, namely the activity of collecting historical sources, criticism (verification), namely examining the sources that are true, both form and content, interpretation, which is to establish the meaning and interrelation of verified facts. , and then is historiography, namely the presentation of the results of the synthesis obtained in the form of a historical story. The findings of this article in the form of educational values ​​and preaching from the character of Muhammad Al-Fatih are important for us examples of which are very love for Islamic law, the practice of the Qur'an and sunnah, the spirit of jihad is strong, mentally strong, not discouraged, sincere, always praying, close to Allah SWT. Keywords: Character education; Muhammmad Al-Fatih. Abstrak: Makalah dengan judul ‘Nilai–Nilai Pendidikan dan Dakwah Muhammmad Al-Fatih Sebagai Penakluk Konstantinopel’, ini bertujuan untuk menganalisis berbagai sejarah seputar peranan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber baik dari buku, jurnal maupun internet, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis sejarah yang dapat diartikan sebagai metode penelitian dan penulisan sejarah dengan cara, prosedur atau teknik yang sistematik sesuai dengan asas-asas dan aturan ilmu sejarah. Metode sejarah terbagi atas empat kelompok kegiatan yaitu heuristik yaitu kegiatan menghimpun sumber-sumber sejarah, kritik (verifikasi) yaitu meneliti sumber-sumber itu sejati, baik bentuk maupun isinya, interpretasi yaitu untuk menetapkan makna dan saling-hubungan dari fakta-fakta yang telah diverifikasi, dan kemudian adalah historiografi yaitu penyajian hasil sintesis yang diperoleh dalam bentuk suatu kisah sejarah Hasil temuan dari artikel ini berupa nilai pendidikan dan dakwah dari ketokohan Muhammad Al-Fatih yang penting kita contoh diantaranya sangat cinta kepada syariat Islam, amalan Al-qur’an dan sunnah, semangat jihad yang kuat, kuat mental, tidak putus asa, ikhlas, selalu berdo’a, dekat dengan Allah SWT. Kata kunci: Pendidikan karakter; Muhammmad Al-Fatih.
Konsep Dakwah Nir-Radikalisme Perspektif Syaikh Ali Mahfudz Muhamad Agus Mushodiq
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.846 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i1.5825

Abstract

Abtract: This paper aims to explore the concept of non-radicalism da’wah initiated by Ali Mahfudz. Although Ali Mahfudz did not explicitly say in his magnum opus, that the concept of da’wah refers to the method of non-radicalism da’wah, the author sees many indications that support the concept. In conducting research, the authors use qualitative-library research with content analysis methods. In analyzing the data, the writer uses the indicator of non-radicalism da’wah formulated by Yusuf al-Qaradawi. The results obtained in this paper are (1) the concept of non-radicalism da’wah embodied through three major conceptions, namely mauidzah (tadzkir and qissah), isryad, and khitabah in which there are explanatory explanations about the importance of gentleness, wisdom, grace, be patient, and always follow the way of the Prophet's da’wah in the Koran which includes wisdom, mauidzah hasanah, and debate in the best way, (2) a preacher must balance between the use of revelation and reason, (3) in matters that are khilafiyah, Ali Mahfudz just explained it, without forcing the reader to be fanatical about one understanding, such as the law for someone who does not get da'wah based on the Muktazilah, Asy'ariyah, and al-Maturidiyah understandings, (4) permitting the use of israiliyyat as da’wah material, the use of takwil in interpreting the verse mutasyabihat, and the suggestion to refer the theologians (mutakallimin) in da’wah, (5) dynamism in his da’wah was allegedly caused by the transformation of religious experience from the Syafi'i school to the Hanafi school of thought. Keywords: Da’wah; Ali Mahfudz; Non-Radicalism ; Mu’idzah; Irsyad; Khitabah. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengeskplore konsep dakwah nir-radikalisme yang digagas oleh Ali Mahfudz. Meskipun secara eksplisit Ali Mahfudz tidak mengatakan di dalam magnum opusnya, bahwa konsep dakwahnya merujuk pada metode dakwah nir-radikalisme, penulis melihat banyak sekali indikasi yang mendukung konsep tersebut. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif pustaka dengan metode analisis konten. Dalam menganalisa data, penulis menggunakan indikator dakwah nir-radikalisme yang dirumuskan oleh Yusuf al-Qardhawi. Adapun hasil yang didapatkan dalam tulisan ini adalah (1). Konsep dakwah nir-radikalisme terejawantahkan melalui tiga konsepsi besar, yakni mauidzah (tadzkir dan qissah), isryad, dan khitabah yang di dalamnya terdapat repitisi penjelasan tentang pentingnya lemah lembut, bijaksana, lapang dada, sabar, dan selalu mengikuti cara dakwah rasul di dalam Alquran yang meliputi hikmah, mauidzah hasanah, dan perdebatan dengan cara yang paling baik, (2). Seorang pendakwah harus menyeimbangkan antara penggunaan wahyu dan akal, (3). Dalam hal yang bersifat khilafiyah, Ali Mahfudz hanya sekedar memaparkan saja, tanpa memaksa pembaca untuk fanatik terhadap satu paham, seperti hukum bagi seseorang yang tidak mendapatkan dakwah yang didasarkan pada paham Muktazilah, Asy’ariyah, dan al-Maturidiyah, (4). Diperbolehkannya penggunaan israiliyyat sebagai materi dakwah, penggunaan takwil dalam memaknai ayat mutasyabihat, dan anjuran untuk merujuk para pakar teologi (mutakallimin) dalam berdakwah, (5). Kedinamisan beliau dalam berdakwah disinyalir disebabkan transformasi pengalaman keagamaan dari madzhab Syafi’i menuju madzhab Hanafi. Kata kunci: Dakwah Ali Mahfudz; nir-radikalisme; mu’idzah; irsyad; khitabah.
Ayat-Ayat Waris Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i dan Penyimpangannya di Indonesia Windo Putra Wijaya
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.994 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i1.5826

Abstract

Abstract: Study with the title "Verses of ‘Waris’ in the Review of Maudhu'i's Tafsirand Deviations in Indonesia", aims to analyze the understanding and meaning ofwaris verses. A review of maudhu'i's interpretation highlights how the applicationof misconceptions, especially perversions that occur in Indonesia. Using a librarystudy approach (library reaserch), this study uses and compares the thoughts ofmufassir and then collides with the deviation of their implementation in Indonesia.The findings of this study are that the practice and application of inheritance isnot entirely based on what is requested by the Shari'a. Not a few deviations thatoccur in the community. These deviations sometimes not only apply to people whoare unfamiliar with the law of inheritance, but can also apply even among thosewho should know and understand the problem of the distribution of inheritance inIslamic law.Keywords: The verses of waris, tafsir Maudhu’i Abstrak: Kajian dengan judul “Ayat-Ayat Waris Dalam Tinjauan TafsirMaudhu’i dan Penyimpangannya di Indonesia” ini, bertujuan untuk menganalisispemahaman dan makna dati ayat-ayat waris. Tinjauan tafsir maudhu’i menyorotibagaimana aplikasi dari pemahaman yang salah khususnya penyimpangan yangbanyak terjadi di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka(library reaserch), kajian ini menggunakan dan membandingkan pemikiran paramufassir dan kemudian membenturkan dengan penyimpangan pelaksanaannya diIndonesia. Temuan dari kajian ini adalah pengamalan dan penerapan pembagianwaris belum sepenuhnya berdasarkan apa yang dipinta oleh syariat. Tak sedikitpenyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Penyimpangantersebut kadangkala tidak hanya berlaku pada masyarakat yang awam terhadapsyariat waris, tapi juga dapat berlaku bahkan dikalangan yang semestinya tahu danpaham masalah pembagian waris dalam syariat Islam.Kata kunci: Ayat-ayat waris, tafsir maudhu’i
Analisis Makna Kematian: Sebuah Perspektif Konseptual Menurut Imam Ghazali Zhila Jannati; Muhammad Randicha Hamandia
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.585 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i1.5827

Abstract

Abstract: In fact, every living thing will surely die. Death is something that needs to be understood as something that will definitely happen so that humans can live life well so they can face death with full readiness. This study aims to understand the meaning of death according to Imam Ghazali. This research is a type of research study literature or library (library research). The data collection technique is to use documentation. The results show that (a) death is a condition when the spirit begins to separate from the body, (b) the virtue of remembering death is that it can increase human fear of Allah. so that they can continue to prepare themselves to welcome death, (c) death's sakaratul is divided into 3 phases of disaster namely the terrible pain when life is taken away, witnessing death angels that can create fear and fear in the heart for a year, and immoral practitioners who will witness the hell where they returned and they too felt very scared, and (d) the condition of humans in the grave that is alone in a dark place, filled with worms, and the conditions that humans get are in accordance with the deeds of deeds in the world. Keywords: Death analisys, Imam al-Ghazali Abstrak: Sejatinya, setiap yang hidup pasti akan mati. Kematian adalah sesuatu hal yang perlu dipahami sebagai sesuatu yang pasti akan terjadi agar manusia dapat menjalani kehidupan dengan baik sehingga dapat menghadapi kematian dengan penuh kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kematian menurut Imam Ghazali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literature atau kepustakaan (library research). Adapun teknik pengumpulan data yakni dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kematian merupakan suatu keadaan saat ruh mulai berpisah dari jasad, (b) keutamaan meningat kematian yakni dapat bertambahnya rasa takut manusia kepada Allah swt. sehingga dapat terus mempersiapkan diri untuk menyambut kematian, (c) sakaratul maut terbagi menjadi 3 fase bencana yakni rasa sakit yang begitu dahsyat ketika nyawa dicabut, menyaksikan malaikat maut yang dapat menciptakan rasa gentar dan takut dalam hati selama setahun, serta para pelaku maksiat yang akan menyaksikan neraka tempat mereka kembali dan merekapun sangat merasa ketakutan, serta (d) keadaan manusia dialam kubur yakni sendirian di tempat yang gelap, dipenuhi cacing, serta keadaan yang didapatkan manusia adalah sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Kata kunci: Analisis kematian, Imam al-Ghazali
Konsep Dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Dalam Islam Ainor Syahirah Binti Khalid; Indri Rahmadina; Dalinur M Nur
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.954 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7270

Abstract

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk memaparkan tentang konsep dan klasifikasi Ilmu dalam Islam. Ilmu dalam Islam memiliki dimensi yang universal, empirik dan metafisik yang berbeda dengan ilmu yang lahir dari pandangan hidup Barat yang hanya terbatas pada area empirik. Konsep ilmu dalam Islam menjadi bagian integral dari worldview atau pandangan hidup Islam, sehingga dirinya mempunyai ciri khas tersendiri yang menjadikannya berbeda dengan konsep-konsep dalam peradaban lain. Ilmu menurut pandangan hidup Islam tidak hanya melingkupi substansi pengetahuan, namun juga menjadi elemen penting dalam peradaban. Berkenaan dengan urgennya kedudukan ilmu, beberapa tokoh seperti Ibnu Khaldun, Imam al-Ghazali, ataupun Syed Muhammad Naquib al-Attas memberikan beberapa ciri dari klasifikasi ilmu untuk mendudukkan mana yang lebih memiliki prioritas, yang ke depannya terkait dengan bagaimana objek ilmu dalam Islam ditentukan. Dari penuturan tokoh-tokoh ini, dapat diketahui bahwa ilmu di dalam Islam tidak hanya meliputi ilmu-ilmu akidah dan syariah saja, namun juga ada sederet ilmu-ilmu lain seperti ilmu fisika, biologi, dan lain sebagainya yang perlu pula dikaji. Cara perolehan masing-masing cabang ilmu ini memiliki pendekatan dan metodenya, baik dari berupa indra internal dan eksternal, khabar shaadiq, dan intelek. Seorang Muslim selayaknya berpegang teguh kepada tradisi keilmuan Islam dan tidak silau dengan tradisi keilmuan Barat walaupun terlihat lebih menarik. Kata kunci: Klasifikasi Ilmu, Filsafat Islam Abstract: This study aims to describe the concept and classification of science in Islam. Science in Islam has universal, empirical and metaphysical dimensions that are different from science that is born from a Western view of life which is only limited to the empirical area. It will be in the case that the concept of science in Islam is one of integral part of Islamic worldview; so that it has its own characteristics differed from another concept of science in other civilizations. Science according to Islamic worldview is not only cover substance of knowledge, but becomes important element in civilization as well. Related to the important of position of science, number of scholar such as Ibnu Khaldun, Imam al-Ghazali, or Syed Muhammad Naquib al-Attas gave several features of science to know which one has higher priority, to be associated with how the concept of science in Islam decided later. From the discussion offered by the scholars, it will be understood that science in Islam not only encompasses theology and law, but also there is a row of other sciences such as physics, biology, and so forth need to be studied. The acquisition method of each branch of sciences have their own approach, both of internal and external sense, khabar sadiq, and the third is intellect. A Muslim should solidly hold the Islamic tradition and not too impressed with the tradition of Western scholarly even it looks more attractive. Keywords: Classification of Science, Islamic Philosophy
Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks Adi Hefyansyah; Aliasan Aliasan
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.284 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7272

Abstract

Abstrak: Kajian dengan judul ‘Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks’ bertujuan menganalisis makna I’jaz ‘ilmi dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatana analisis teks yang merupakan cabang dari semiotika teks, yang secara khusus mengkaji teks sebagai sebuah 'produk penggunaan bahasa' berupa kumpulan atau kombinasi tanda-tanda. Tmua dari kajian ini adalah i‘jâz Qur’âni sungguh sangat banyak, dan diantara yang menakjubkan adalah bahwa Rasulullah saw sebelum turunnya al-Qur’ân tidak mengetahui sedikitpun tentang kitab-kitab para pendahulunya, kisah-kisahnya, berita dan sejarah mereka. Meskipun demikian Rasulullah saw menceritakan kejadian-kejadian yang nyata dan sejarah mulai dari terciptanya Nabi Adam as hingga diutusnya Rasulullah Saw. Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu semacam ini tidak bisa didapatkan oleh seseorang melainkan dengan cara belajar. Dan kitapun mengetahui bahwa Rasulullah saw tidak pernah berinteraksi dengan sejarawan atau belajar kepada mereka, dan beliaupun sama sekali tidak pernah membaca kitab-kitab sejarah. Kata kunci: I’jaz ‘ilmi; i’jaz al-Qur’an Abstract: The article entitled 'Meaning of I'jaz Ilmi Al-Qur'an: Study of Text Analysis Approach' aims to analyze the meaning of I'jaz 'ilmi in the al-Qur'an. The method used in this study uses the library research method. Literature study can be interpreted as a series of activities relating to methods of collecting library data, reading and taking notes and processing research materials. The approach used is the text analysis approach which is a branch of text semiotics, which specifically examines the text as a 'product of language use' in the form of a collection or combination of signs. The mastermind of this study is that the i'jâz Qur'âni are very many, and among the amazing things is that the Messenger of Allah before the fall of the Qur'an did not know anything about the books of his predecessors, their stories, news and their history. Even so, Rasulullah SAW told real and historical events from the creation of Prophet Adam (as) to the sending of Rasulullah SAW. As we all know that this kind of knowledge cannot be obtained by someone but by learning. And we also know that Rasulullah saw never interacted with historians or studied with them, and he never read historical books at all. Keyworld: I’jaz ‘ilmi; i’jaz al-Qur’an
Gerakan Menuju Kampung Bebas Limbah Plastik: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Majelis Taklim Di RT 06 Kelurahan Sukajaya Manah Rasmanah; Zhila Jannati
Wardah Vol 21 No 1 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.793 KB)

Abstract

Abstrak: Pendampingan masyarakat berbasil lembaga keagamaan ini berangkat dari permasalahan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan berupa udara yang berbau busuk, selokan tersumbat dan lingkungan yang kotor. Permasalahan sampah ini telah lama terjadi namun belum ada upaya yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah untuk mengatasinya. Minimnya pemahaman masyarakat tentang penanganan sampah dan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi penyebab utama permasalahan lingkungan terjadi. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah khususnya plastic dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) melalui komunitas keagamaan (majelis taklim). Pendekatan yang digunakan adalah Participation Action Research (PAR). Pendekatan yang berbasis situasi dan kondisi yang dialami masyarakat dan melibatkan partisipasi penuh dari masyarakat mulai dari mengidentifikasi masalah merencanakan, melaksanakan hingga evaluasi kegiatan dan tindak lanjut. Melalui proses pendampingan terhadapa majelis taklim al-Karim RT 06 Kelurahan Sukajaya menghasilkan beberapa hal yaitu ; komunitas dampingan memahami dampak sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan, memahami dan trampil dalam menangani sampah plastik dengan konsep 3R. selain itu, komunitas dampingan memiliki kemandirian dalam mengidentifikasi masalah sampah di lingkungannya, mampu merencanakan dan melakukan penanganan sampah plastik dengan benar dan baik, serta terbentuknya vocal point yang dapat menggerakan partisipasi masyarakat lainnya dalam penanganan sampah plastik. Kata kunci: Limbah Plastik, Pemberdayaan Majelis Taklim Abstract: Community assistance based on religious institutions departs from the problem of garbage that causes environmental pollution in the form of foul smelling air, clogged sewers and a dirty environment. This waste problem has been occurring for a long time, but no efforts have been made by the community or government to solve it. The lack of public understanding of waste management and awareness of disposing of garbage in its proper place is the main cause of environmental problems. This assistance aims to increase public understanding and awareness in handling waste, especially plastic with the 3R concept (Reuse, Reduce, Recycle) through religious communities (majelis taklim). The approach used is Participation Action Research (PAR). An approach that is based on the situation and conditions experienced by the community and involves the full participation of the community from identifying problems to planning, implementing to evaluation of activities and follow-up. Through the process of mentoring the taklim al-Karim group RT 06 Sukajaya Village, it resulted in several things, namely; the assisted community understands the impact of plastic waste on health and the environment, understands and is skilled in handling plastic waste with the 3R concept. In addition, the assisted community has independence in identifying waste problems in their environment, is able to plan and handle plastic waste properly and properly, as well as the formation of vocal points that can mobilize other community participation in handling plastic waste. Keywords: Plastic Waste, Empowerment of Taklim Assembly
Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i Abdur Razzaq; Lukman Hakim
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.366 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7274

Abstract

Abstrak: Artikel dengan judul ‘Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’I’ ini berupaya menelusuri sejarah serta asumsi-asumsi metodologis yang membangun kedua meta-narasi (wacana kesetaraan dan keserasian gender). Pada bagian selanjutnya akan dihadirkan sejumlah ayat kontroversial terkait isu keadilan gender, berikut garis-garis besar penafsiran dari kedua kubu wacana, disertai analisis penulis mengacu pada teori worlview yang diperkenalkan oleh Hamid Fahmi Zarkasyi. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya wacana keadilan gender menjadi tarik menarik di antara dua kubu besar dalam Islam: kubu kesetaraan dan kubu keserasian. Kubu keserasian hanya menginginkan pola penafsiran yang dianggap tidak bias gender, betapapun mereka abai terhadap sisi-sisi teologis, sementara kubu keserasian percaya bahwa mereka harus mempertahankan ashalah (otentisitas) sebab agama ini dipercaya sebagai haqq yang berasal dari Dzat yang Maha Haqq. Tidak sama sekali terbayangkan oleh kelompok terakhir untuk melestarikan penindasan terhadap perempuan, seperti selama ini dituduhkan. Lantas wacana tafsir manakah yang betul-betul mencerminkan nilai-nilai al-Quran? Kedua belah pihak akan mendaku diri sebagai yang paling sesuai. Satu hal jelas, yang semestinya dilawan barangkali bukan penafsiran itu, sebab setiap orang berhak untuk berpolemik secara ilmiah. Yang perlu dimusuhi sebetulnya adalah pikiran-pikiran jahat, entah itu penindasan maupun eksploitasi perempuan, yang sama-sama beroperasi di sebalik kedua narasi. Kata Kunci: Gender, Tafsir Maudhu’i Abstract: This article with the title Gender in Maudhu'I Tafsir Review seeks to trace the history and methodological assumptions that build both meta-narratives (discourse of gender equality and harmony). In the next section, a number of controversial verses related to the issue of gender justice will be presented, along with outline interpretations of the two camps of discourse, accompanied by the author's analysis referring to the Worlview theory introduced by Hamid Fahmi Zarkasyi. The method used in this study uses a library research method or approach. Literature study can be interpreted as a series of activities relating to methods of collecting library data, reading and taking notes and processing research materials. The findings of this study indicate that the discourse of gender justice has become a tug of war between two major camps in Islam: the camp of equality and the camp of harmony. The harmony camp only wants a pattern of interpretation that is considered gender-unbiased, no matter how much they ignore theological aspects, while the harmony camp believes that they must maintain ashalah (authenticity) because this religion is believed to be haqq that comes from the Supreme Haqq. The last group never imagined to perpetuate oppression of women, as it has been alleged. So which interpretive discourse truly reflects the values ​​of the Koran? Both parties will claim to be the most compatible. One thing is clear, perhaps not that interpretation should be challenged, because everyone has the right to polemicize scientifically. What really needs to be hostile to is evil thoughts, be it oppression or exploitation of women, which both operate behind the two narratives. Keywords: Gender, Tafsir Maudhu’i