cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
NILAI KETUHANAN SEBAGAI LANDASAN PERBAIKAN KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Muhammaddin Muhammaddin
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v18i2.2369

Abstract

One of the most fundamental identities of a religion is the divine doctrine or doctrine that recognizes the existence of God. It can even be said is not a religion if there is no main characteristic that is the recognition and confidence of God. Reason alone will honestly acknowledge the power that governs nature and includes human life and reason will refuse if any opinion that says the existence of regularity that occurs in this nature occurs by itself. Because in reality there are natural events that occur is believed not to happen by chance but to the belief may God reprove, angry or indeed happened akiabat causal law from human activities that treat nature unnaturally, to the recognition of God who controls nature and life this. One would think anything of his religion about the process of the creation of man by the meeting of a man and a woman's ovum could be born a man whose system is amazing and an impossible thing to happen by itself if no one created (God) and certainly strengthened from the source of religion especially Islam for example very detailed human procession was created by Allah swt. with its very complete stages described in the holy book of the Qur'an and explained by the Messenger of Allah. as his apostle. All religions teach goodness, both individually, society, life of nation and state. These virtues are called morality and this doctrine is very urgent because goodness based on divine values ​​will be a moral fors ie there is no back door to escape responsibility, if he does immoral or immoral, including wrongdoing, he remains contrary to religious values ​​as well as with state law based on Pancasila and the 1945 Constitution. The divine values ​​teach that people are still guilty of punishment and with sinful sanctions even though their crimes are escaped and escape from the bondage of law convicted by the court for being not discovered by law enforcement apparatus
SPRITUALITAS YESUS : MENGASIHI SESAMA SEPERTI MENGASIHI DIRI SENDIRI Nur Fitriyana
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v18i2.2370

Abstract

The spirituality of Jesus in the first dimension, which is to love God with all your heart, soul and strength. This first dimension is perfected with a second dimension, loving one's neighbor as self-love. Implementation of this second dimension, that is, Jesus is consistent to say something related to the poor, the sick, the sinners, and the lost sheep of Israel
PENGARUH PEMIKIRAN ULAMA SUMATERA SELATAN ABAD XX TERHADAP DINAMIKA DAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Nurseri Hasnah Nasution
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2378

Abstract

In the twentieth century, South Sumatra was characterized by the postmodernist religious phenomenon and the problems diverse religious articulation. To respond to these phenomena and problems, some South Sumatra Islamic scholars such as K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry formulated theocentric theological thought. Their theological thought and pattern influenced the progress of civilization in South Sumatra. Subject matter of theocentric theological thought K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry consists of: the position of reason, the function of revelation, the concept of faith, human actions, anthropomorphism, beatific vision, the attributes of God, the deeds of God, the power of God, the justice and the word of God. Thought and style of Islamic Theology such as K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry is relevant for the condition of postmodern society, people experiencing psychosocial stressors, Malay society, sociological and theological societies, and trichotomization of South XX-XXI century society. This study deconstructs the collective perceptions and memories introduced by Harun Nasution. He conjures that traditional theology is the cause of stagnation.
GAGASAN REKONSTRUKSI TRADISI MUSABAQAH TILAWATIL QURAN (MTQ) DALAM PERSPEKTIF RAHMATAN LIL ‘ALAMIN Alfi Julizun Azwar
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2379

Abstract

Nilai-nilai universal yang terkandung dalam Alquran adalah pembawa rahmat untuk semesta alam, termasuk juga dalam pelaksanaan perlombaan berbasis Quran yang tiap tahun diadakan di Indonesia dan termanifestasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran atau yang biasa disebut MTQ. Oleh karena itu, idealnya kegiatan MTQ banyak melibatkan seluruh umat. Pada awal pelaksanaannya, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) berjalan dengan semangat kekeluargaan, kejujuran dan demi mensyiarkan dakwah Islam itu sendiri. Kenyataannya saat ini semarak MTQ di Indonesia diduga kuat telah tergeser seiring dengan problem empiris yang ikut menghiasi ajang tahunan tersebut, seperti manipulasi data peserta, kecurangan antar offisial, hingga adanya indikasi penilaian yang tidak transparan dan objektif pada Dewan Hakim yang diduga ingin memenangkan tuan rumah penyelenggara. Ditambah nuansa perlombaan yang dinilai stagnan dan monoton, maka perlu memikirkan ulang (rethinking) tentang konsep penyelenggaraan MTQ yang ada. Maka dalam penelitian ini ada dua hal yang hendak di kaji. Pertama, bagaimana fenomena kulturas dalam tradisi MTQ? Kedua, bagaimana rekonstruksi tradisi MTQ dalam perspektif rahmatan lil ‘alamin? Adapun metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah bersifat analisis deskriptif, yaitu suatu metode penelitian melalui pendekatan kualitatif yang dihasilkan dari suatu data yang dikumpulkan melalui survei di lapangan. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pada itu, penelitian ini berusaha menjawab dan memetakan berbagai problem dan kulturas MTQ yang ada seperti pedoman pelaksanaan, transparansi penilaian dewan juri, validitas kepesertaan MTQ, hingga kecurangan-kecurangan yang kerap terjadi dan menjadi hal permisif. Sehingga model penyelenggaraan MTQ yang akan datang adalah sebuah kegiatan yang representatif melingkupi nilai rahmatan lil’alamin itu sendiri dan sesuai dengan substansinya, bukan hanya ajang seremoni belaka, tetapi juga memiliki nuansa religius yang tipikal, dinamis, serta memiliki semacam kurikulum tertentu yang telah baku. Pada tataran pelaksanaannya inilah rekontruksi MTQ dapat dilakukan pengembangan dalam bidang seni, sains dan teknologi, budaya dan humaniora, teologi dan Epoleksoshankam yang kesemua bidang tersebut dapat memberi nuansa dan tampilan yang segar dalam ajang tahunan ini, baik dari sistem penyelenggaraan, upacara seremoni, hingga substansi materi MTQ sesuai dengan visi Islam rahmatan lil alamin yang dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
EKSISTENSI ISLAM KULTURAL DI TENGAH GEMPURAN GERAKAN ISLAM TRANSNASIONAL Ahmad Syarif Hidayatullah
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2380

Abstract

In the midst of the swift flow of transnational Islamic movements in spreading the ideas and ideologies of puritanism to all levels of Indonesian society that not only to the urban community but also has penetrated into the corners of the village at least it has led to resistance from the Muslim community of Indonesia, especially the Muslim community strongly upholding traditional values ​​in their religious systems. Such resistance is seen in some cases that occur on the island of Bangka which is related to the culture of maulidan, grave, tahlilan, and the reading of talqin which has become a tradition of Muslim communities of Bangka island. However, responding and responding to this, Kampung teachers using and promoting the method of education and teaching 'pengajian kampung' at least enough to stem the flow of movement of ideology of puritanism that began to penetrate into the island community of Bangka. So then the existence of Islamic cultural that characteristic of Malay can still be maintained.
POLA KAJIAN HADIS AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN Almunadi Almunadi
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2381

Abstract

Studi hadis di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Indonesia memiliki pola, ragam dan karakteristik sesuai dengan kekhasan masing-masing. Berbagai jenis dan bentuk mata kuliah yang tawarkan dalam studi hadis menandakan adanya dinamika yang berkesinambungan. Sejak tahun 1995 hingga 2016, jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang di dalamnya prodi Ilmu Hadis berlindung, telah mengasilkan alumni sebanyak 276 Alumni. Idealnya karya-karya tersebut didiseminasikan kepada khalayak agar memberikan dampak yang positif bagi kehidupan keagamaan. Realitanya tidak demikian, hingga hari ini belum ada yang melakukan penelusuran secara serius melalui penelitian. Penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui pola dan tipikal kajian hadis akademik yang berkembang pada mahasiswa Tafsir Hadis, terutama prodi Ilmu Hadis di UIN Raden Fatah Palembang serta memberikan kontribusi yang memadai dalam pengembangan kajian hadis di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah library research, karena objek kajiannya literatur dengan menelusuri data-data berupa skripsi mahasiswa Tafsir Hadis sejak tahun 1996 sampai 2016 untuk kemudian dideskripsikan secara kritis. Landasan teori yang digunakan adalah content analisys, oleh Harold D. Lasswell yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis kemudian diberi interpretasi. Sedangkan sifat penelitian ini adalah kualitatif, mengingat fokus penelitian ini adalah pola kajian hadis akademik dan kecenderungannya.
MAHASISWI HIJABERS Muhamad Arpah Nurhayat
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2382

Abstract

The rule of wearing veil is set by Allah in Al - Qur’an which aims to protect and keep off women from impaired lust and men’s bad stare. In its implementation, most Muslim women have different styles in wearing it. The difference caused by their difference of understanding and point of views as to veil. As if to support the difference, every Ulama has different perception about women’s aurat limitation. The difference veil implementation is happened as well on IQT’s female students of Ushuluddin and Islamic Thought Faculty. This difference occurs because some factors like family, campus environment, boarding house, and their own understanding toward meaning and veil’s goal.
STUDI LIVING HADIS TENTANG HAK DAN TANGGUNG JAWAB TUNGGU TUBANG PADA TRADISI MASYARAKAT SEMENDE Uswatun Hasanah
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2383

Abstract

Pada hak dan tanggung jawab sebagai Tunggu Tubang selintas pandang seolah bertentangan dengan tradisi (sunnah) Rasulullah saw secara umum. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis bahwa seorang laki-laki (suami) adalah sebagai pemimpin dalam keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya, namun dalam hak dan tanggung jawab Tunggu Tubang seolah wanita yang memiliki tanggung jawab tersebut. Penelitian ini mencoba menyoroti kesesuaian antara dua tradisi yaitu tradisi (sunnah) Rasulullah saw dan tradisi masyarakat Semende dalam hak dan tanggung jawab Tunggu Tubang.
LEGENDA PULAU KEMARO : STUDI PANDANGAN PENGUNJUNG DAN HUBUNGANNYA DENGAN AYAT-AYAT KEIMANAN John Supriyanto
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2384

Abstract

This paper is directed to find out how the views of the visitors who come to the island of Kemaro and connect it with the verses of faith that exist in the Qur'an. As is known, Kemaro Island store legends and love stories between Prince Tan Bun An and Princess Siti Fatimah. In the legend, the island of Kemaro is believed to have been formed due to the death of princes and princesses who drowned in the Musi River as a result of saving their wealth. The view of the visitors who come to this island which will then be connected with the verses of faith-as it is in the Quran-for the Quran actually speaks of a legend. In principle, the verses of faith that exist in the Qur'an does invite humankind to always mentauhidkan God in all aspects; good for world life or religion. In substance, the verses of faith invite men to always believe in God; not associating with Him; and always worship and surrender only to Him. Therefore, the motives and intentions of the visitors who come to the island of Kemaro is intended for a vacation; not worship. The opposite happened with the Chinese community and Confucian believers who came to worship and pray for the souls of their ancestors or gods that they believed.
TUDUHAN NEPOTISME TERHADAP UTSMAN BIN AFFAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKHALIFAHAN ALI BIN ABI THALIB Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v19i1.2385

Abstract

One of the important issues in the leadership of Uthman ibn Affan's caliphate is the nepotism issue. This is due to the vile slander waged by the hypocrites that led to the rebellion and the murder of Uthman ibn Affan tragically. The case had an impact on the caliphate of Ali bin Abi Talib with the emergence of rebellion in Jamal War, the Shiffin War, and the Khawarij who undermined the leadership of the Caliph Ali. The purpose of this study is to determine the validity of the allegations of nepotism addressed to the Caliph Uthman ibn Affan, for remembering that the caliph is the first ten people who converted to Islam and secured into heaven. Historical data proves that the nepotism committed by Uthman ibn Affan did not violate Islamic norms as alleged to him. In addition, the face of nepotism in Indonesia needs to receive great attention, given that nepotism is a disease rooted in the environment of officials to the general public. It is suggested to the government that efforts to eradicate nepotism can be done by introducing a national integrity system and building a clean and healthy political will.

Page 10 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue