cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
SIKAP DALAM MENGHADAPI KEMATIAN MENURUT AJARAN BUDDHA THERAVADA Nur Fitriyana; Puji Riani
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3598

Abstract

Death is something that is sure to happen to every creature. Everyone has a different reaction to facing death. Some may be afraid, others may become anxious, the rest accept it with a strong heart. In Buddhism, a person's attitude in the face of death is also taught, and also how to act against people who are facing death. Theravada Buddhism teaches how to prepare for death for yourself and how to calm people who are facing death by reciting the names of the Buddha
TASAWUF DAN RESOLUSI MORAL: STUDI TERHADAP IMPLIKASI AJARAN TASAWUF DALAM MENGATASI DEGRADASI MORAL Muhammad Amin
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3599

Abstract

Moral degradation is a complicated problem to solve. This applies to all nations in the world. Because, moral damage to society in a country can result in the destruction of a nation. For this reason, the urgency to study strategies needs to be done in overcoming this. The conclusion of this paper is: that the teachings in Sufism can be one of the resolutions in overcoming moral degradation. The teaching is implemented in several stages, namely takhalli, tahalli, and tajalli.
REFORMASI PROTESTAN DAN PERANG AGAMA PERANCIS Nugroho Nugroho
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3600

Abstract

Protestant Reformation emerged in the 16th century in Europe caused economic factors, politics, nationalism, individualism, renaissance, as well as the practice of indulgences. This study is library research and analyzed with descriptive analytic. Protestant Reformation led to divisions and wars in Christianity that is so terrible that resulted in the sacrifice of life. Resolutions taken the result of the reform protestanya The Peace of Westphalia.
TASAWUF DI SUMATERA SELATAN DARI ABAD KE-18 HINGGA ABAD KE-21 Idrus Al-Kaf
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3601

Abstract

Sufism in Indonesia is not only Sunni, but also philosophical. This is evident in the mystical teachings of Sufism that developed throughout the archipelago, including in the Southern of Sumatera region. Islam with a Sunni Sufism style is very strong since the beginning of its arrival in South Sumatra. This can be traced to political and cultural contacts between Palembang and Java - where Wali Songo lived. While the main characteristic of South Sumatra's mysticism is its attachment to the tarekat - in this case, especially the Sammaniyah order. Even in the 20th century, when the flow of Islamic puritanism oriented to the mere outward aspects of religion increasingly thickened, the Sammaniyah order which had become part of the customs of the Palembang people could still be maintained.
METAFISIKA SUHRAWARDI: GRADASI ESSENSI DAN KESADARAN DIRI Zulhelmi Zulhelmi
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3602

Abstract

Ontological (metaphysical) and epistemological isyraqiyah (illuminative) thinking is born as an alternative to previous weaknesses of philosophy. Suhrawardi compromised various schools of thought, especially discrusive reasoning with intellectual intuition, had given a new direction to the development of Islamic philosophy. The incorporation of knowledge and technology is not a goal of life, but a means for people to be aware of their responsibilities as caliphs on the surface of the earth. The concept of the reality of the light of the nature of its existence varies, the intensity of its appearance leads to essentialism.
KEHIDUPAN KONTEMPORER DALAM WACANA EKSISTENSIALISME MARTIN HEIDEGGER Ahmad Rifai Abun; Jamhari Jamhari; Muhammad Hidayaturrohim
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3603

Abstract

Contemporary life is coloured with various conveniences. But the convenience is not obtained for free, but must be accompanied by various kinds of problems. Contemporary humans move in a worrying direction and require philosophical reorientation. Through a descriptive analysis approach, this paper explains how to find the format of solutions to contemporary problems through philosophical reorientation with Martin Heidegger's existentialism discourse.
TAFSIR HAJI: PROBLEM DAN REALITAS, TANTANGAN PELAKSANAAN HAJI BAGI JAMAAH INDONESIA Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5071

Abstract

Artikel ini fokus pada makna haji dalam al-Qur’an yang diiringi dengan pemahaman dan pengamalan jamaah haji dalam pelaksanan ibadah haji. Pemahaman dan pengalaman jamaah haji dapat dilihat dalam pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan dari tahun ke tahun menunjukkan antusias yang sangat tinggi untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini dapat dilihat semakin banyak angka waiting list calon jamaah haji Indonesia. Beragamnya tingkat pendidikan jamaah calon haji Indonesia, kemampuan bahasa dan budaya, merupakan reliatas jamaah calon haji Indonesia. Tantangan yang dihadapi pemerintah selaku pelaksana layanan ibadah haji adalah bagaimana memberikan layanan maksimal bagi jamaah calon haji Indonesia. Bentuk layanan terhadap jamaah calon haji Indonesia adalah layanan transportasi, akomodasi dan konsumsi. Artikel ini menunjukan bahwa jamaah haji Indonesia memahami melaksanakan haji merupakan perintah wajib bagi umat Islam dan merupakan rukun kelima dari rukun Islam. Tujuan melaksanakan haji bukanlah untuk mendapatkan gelar haji atau posisi terhormat di masyarakat, namun semata-mata mencari ridha Allah dan mendapat haji mabrur. Pengalaman spiritual jamaah haji sangat dirasakan jamaah tatkala memasuki Masjidil Haram dan tempat-tempat ziarah lainnya selama melakukan ritual-ritual haji. Pemerintah selaku pelaksana haji berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji. Pelaksanaan haji berjalan dengan baik dan lancar. Jamaah haji merasa puas dengan layanan haji yaitu layanan akomodasi, konsumsi dan transportasi. Kata kunci: Tafsir haji, realitas, problem, tantangan, jamaah haji.
WIHDAT AL-ADYÂN (KESATUAN AGAMA-AGAMA) DALAM SYAIR SUFISTIK SYAIKH UMAR IBN AL-FARÎDH Idrus al-Kaf
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5072

Abstract

Wihdat al-Adyân (kesatuan agama-agama) adalah salah satu tema besar yang muncul di dalam aliran tasawuf falsafi. Ajaran ini biasanya berkembang dari ajaran tentang al-hubb al-Ilâhi dan wihdat al-wujûd. Oleh karena itu, para sufi penganut faham wujûdiyah pasti juga akan mengajarkan tentang wihdat al-adyân ini. Termasuk Syaikh Umar ibn al-Farîdh, sufi asal Mesir yang hidup pada abad ke VII H. Artkel ini, ditujukan untuk mengkaji secara lebih mendalam pemikiran sufistik ibn al-Fâridh tentang wihdat al-adyân di dalam Dîwân ibn al-Fâridh. Bertolak dari doktrin cinta ilahi dan wujudiyah ini, ibn al-Fâridh sampai pada ajaran tentang Wihdat al-adyân (kesatuan agama-agama), bahwa walaupun agama-agama itu secara lahiriah berbeda, namun pada hakikat dan substansinya adalah satu. Walaupun mereka mempunyai cara beribadah yang bereda-beda, semuanya menyerukan penyembahan kepada Tuhan. Menurut ibn al-Fâridh, agama-agama yang tiga, yaitu Yahudi, Kristen dan Islam, diatur dalam satu jalan yang sama, yaitu jalan wahyu ilahi. Keywords: Syaikh Umar ibn al-Farîdh, Dîwan, WIhdat al-Adyân, al-Hub al-Ilahi
AYAT-AYAT POLITIK DALAM WACANA TAFSIR KIAYI-SANTRI STUDI DI KOTA PALEMBANG John Supriyanto; Muhammad Noupal
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5073

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana wacana tafsir kiayi-santri yang ada di kota Palembang tentang ayat-ayat politik yang ada di dalam al-Quran. Pemahaman kiayi-santri tersebut penting diungkap mengingat kedudukan mereka yang cukup istimewa di masyarakat. Dari kiayi-santri, biasanya informasi seputar putusan-putusan hukum agama, tidak terkecuali pandangan politik mereka turut mempengaruhi dinamika sosial dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutic dan analisis wacana untuk melihat bagaimana wacana tafsir kiayi-santri tentang ayat-ayat politik. Dengan sampel para kiayi-santri yang diambil secara random dari berbagai pondok pesantren di kota Palembang didapati kesimpulan bahwa wacana tafsir mereka tentang ayat-ayat politik selalu bersifat kontekstual dan normatif. Hal ini disebabkan karena kiayi-santri selalu melihat realitas politik di sekitarnya dan nilai-nilai ideal yang ada dalam al-Quran. Kata kunci : ayat-ayat politik, wacana tafsir, kiayi-santri, kontekstualisasi
ISLAM DAN HAM DALAM BINGKAI TOLERANSI BERAGAMA DAN BERBANGSA Nugroho Nugroho; Aristophan Firdaus
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5074

Abstract

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 1948 bertujuan untuk melindungi hak-hak dasar rakyat, tetapi negara-negara Islam merasa tidak puas. Kemudian, negara-negara Islam mengadakan konferensi tentang Hak Asasi Manusia Islam dan menghasilkan tindakan yang dikenal sebagai Deklarasi Kairo. Deklarasi Kairo merumuskan konsep-konsep Hak Asasi Manusia Islam yang memiliki karakteristik berbeda dari PBB. Maka dari itu makalah ini berusaha mencari persamaan serta perbedaan hak asasi manusia dalam UDHR dan Islam. Makalah ini berpendapat bahwa Islam dan UHDR telah membangun hak asasi manusia universal. UDHR menawarkan kesetaraan sebagai basis nilai sementara Islam menawarkan keadilan sebagai basis nilai. Kata kunci: hak asasi manusia, UDHR, Islam, kesetaraan, keadilan

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue