cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2021): April" : 13 Documents clear
Daya tindak perlokusi pengguna instagram dalam unggahan bertema Covid-19 Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Dewa Ayu Devi Maharani Santika; Yusuf Muflikh Raharjo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15543

Abstract

Tindak perlokusi merupakan respons dari mitra tutur akibat adanya suatu tindakan. Artinya hasil tindakan seseorang memungkinkan adanya daya pengaruh terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan menemukan makna tindak perlokusi followers terhadap hasil unggahan bertema Covid-19 milik akun Kemenkes_ri. Sumber data penelitian bukan berasal dari dialog natural peserta tutur yang bersifat semuka, melainkan pertemuan maya melalui teknologi digital di media sosial yaitu, instagram. Data primer yang digunakan adalah respons para followers terhadap hasil unggahan dari Kemenkes-ri. Penelitian ini menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik pengumpulan data yaitu, mendokumentasi, membaca, dan mencatat setiap komentar hasil unggahan pemilik akun @kemenkes_ri bertemakan Covid 19 selama 6 bulan. Pendekatan padan pragmatik untuk menganalisis data yang telah diklasifikasikan guna mengelompokkan data berupa teks yang mengandung daya perlokusi. Metode analisis data adalah metode padan pragmatik didukung oleh konteks situasi. Hasil penelitian menemukan dua jenis respons baik positif maupun negatif dengan makna tindak perlokusi sangat bervariasi. Respons positif bentuk (1) apresiasi, (2) dukungan serta (3) harapan terhadap kebijakan dan kegiatan pemerintah, sedangkan respons negatif mengandung (1) kekecewaan, (2) kemarahan, (3) kekesalan, (4) pertanyaan rasa kurang percaya terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Berbagai respons terlihat mewakili aspirasi rakyat kepada pemerintah untuk lebih sigap dalam menangani kasus Covid-19 di Indonesia.
Case grammar in film “the Professor and the Madman” based on Charles J. Fillmore’s Perspective Abdul Basid; Argha Zidan Arzaqi; Ali Makhfud Afiyanto
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15870

Abstract

The sentences spoken by the actors in the dialogue contained in the film “the Professor and the Madman” consist of a variety of structures that form a grammatical construction, so that the sentences can be understood and the dialogue can run well and smoothly. In the context of Charles J. Fillmore’s case grammar, the various structures that form a grammatical construction in a sentence are called modality and proposition. In a line with that background, the purposes of the research are: (1) to reveal the modality in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore; (2) to describe the proposition in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore. This research is qualitative, descriptive and literary research. The data source in this research is film “the Professor and the Madman” directed by P.B. Shemran. The data collection techniques in this research use watching, reading-listening and taking note. The data analysis techniques consist of three stages, namely: (1) choosing and classifying data based on modality and its forms; and proposition and its forms; (2) illustrating and writing down case grammar elements and their forms on the table, explaining them sequentially and interpreting them based on Charles J. Fillmore’s perspective; and (3) conducting the induction of interpretation summary to obtain substantive and formative conclusions. The results are: (1) modality has types, including tense: past, present and future; mode: desiderative, imperative, indicative, and interrogative; negation: no and not; adverb: frequency, manner, degree, quantity, and explanatory; (2) there are several types of proposition. They are agentive case (A): first personal pronoun, second pronoun, and third pronoun; experiential case (E): verb (basic) and verb (modal); instrumental case (I): noun and sense; objective case (O): human and thing; source case (S): noun phrase and noun; goal case (G): human and place; locative case (L): area, part of house, and office; time case (T): part of the day, year, and century; collateral case (C): with + noun; and benefactive case: for + noun. Based on the results of this research, it can be concluded that if a sentence is viewed from the case grammar theory, then it must have an inner structure consisting of modality and or proposition. Modality and proposition consist of types and each of types has the various forms.
Tipe modifikasi fonem kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia pada surat kabar online berbahasa Indonesia Gigit Mujianto; Sudjalil Sudjalil
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.16206

Abstract

Sering digunakannya kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia dalam surat kabar berbahasa Indonesia, akan berdampak pada pemekaran kosakata bahasa Indonesia. Terkait dengan pemerkayaan kosakata bahasa Indonesia, penelitian mengenai tipe modifikasi fonem kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia pada surat kabar berbahasa Indonesia jawa pos.com perlu dilakukan terutama untuk menemukan perubahan struktur fonem pada kata serapan asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe modifikasi fonem kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia pada surat kabar online berbahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan adalah model analisis morfologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar Jawa Pos online edisi Maret 2020 pada rubrik sport, informasi, bisnis, ekonomi, politik, dan fashion. Data dalam penelitian ini adalah berupa kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat dalam surat kabar Jawa Pos online edisi Maret 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles dan Hubberman. Dari hasil penelitian ditemukan 8 tipe modifikasi fonem pada kata serapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia yang telah ditemukan dalam penelitian, yakni (1) tipe tanpa penyesuaian ejaan (TTPE), (2) tipe penyesuaian ejaan (TPE), (3) tipe penyesuaian gugus fonem (TPGF), (4) tipe penyesuaian sufiks asing (TPSA), (5) tipe jejeran konsonan atau vokal kembar (TJKVK), (6) tipe gabung I (penggabungan TPE dan TPGF), (7) tipe gabung II (penggabungan TPE dan TPSA), dan (8) tipe gabung III (penggabungan TPGF dan TJKVK). Perkembangan kosakata serapan perlu dilakukan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan jenis kata, ungkapan, istilah yang mampu mewadahi dan mengungkapkan aspek-aspek kehidupan, kejiwaan masyarakatnya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dwifungsi tuturan oposisi dalam masyarakat bersosiokultur Jawa Fauzan Fauzan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.16407

Abstract

Kemunculan tindak tutur oposisi dalam wacana rembuk desa tidak terhindarkan, bahkan dalam tataran tertentu menghasilkan dwifungsi tuturan oposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan oposisi dan daya pragmatik tuturan oposisi dalam rembuk desa. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah ethno-pragmatics study yang dilaksanakan di sebuah kelurahan di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang warga pada tingkat RW dan 50 perwakilan warga dalam rapat Rencana Pengembangan Desa, rembuk desa ini dilaksanakan selama 120 menit, dan peneliti menjadi partisipan observer sebagai unsur akademisi dengan institusi berlokasi pada kelurahan tersebut. Data yang diperoleh selama observasi didokumentasikan dalam bentuk audiovisual yang ditranskripsikan dan dicatat dalam bentuk fieldnote untuk dianalisis sesuai dengan metode padan dan agih. Untuk melengkapi data, interview dilakukan secara mendalam. Temuan dari penelitian ini adalah adanya dwifungsi tuturan oposisi yang meliputi (1) tindak tutur oposisi menolak sekaligus mengeluh, (2) tindak tutur oposisi menolak sekaligus membentak, (3) tindak tutur oposisi menuntut sekaligus membentak, dan (4) tindak tutur oposisi menuntut sekaligus menyindir. Sementara itu, daya pragmatik yang muncul sebagai akibat munculnya dwifungsi tuturan oposisi meliputi (1) melaksanakan, (2) menyetujui (3) membujuk, (4) menggerutu, (5) menyanggah dan (6) berkonfrontasi. Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa ada pergeseran nilai dalam sosiokultural Jawa. Akan tetapi, pergeseran tersebut masih memperhatikan empan papan dan tidak berlaku sepenuhnya. Pemahaman terhadap pergeseran pola komunikasi masyarakat Jawa beserta pola tindak tutur oposisi ini dapat berimplikasi terhadap upaya meminimalisasi terjadinya konflik dalam tuturan.
Pendidikan karakter dalam film animasi Riko The Series produksi garis sepuluh Rizqy Dwi Rahmayanti; Yarno Yarno; R. Panji Hermoyo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15139

Abstract

Penguatan karakter sangat penting bagi anak-anak karena ini merupakan peletakan pondasi karakter yang mampu membawa anak tumbuh dengan baik di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis, dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam film animasi Riko The Series produksi Garis Sepuluh. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik analisis konten atau isi (content analysis). Sumber data dalam penelitian ini berupa film animasi Riko The Series Produksi Garis Sepuluh yang ditayangkan di platform Youtube. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dan adegan tokoh. Data dikumpulkan dengan teknik simak catat. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman dengan tiga tahap. Pertama, reduksi data yang meliputi langkah menyeleksi, meringkas, dan mengklasifikasi data. Kedua, penyajian data sesuai dengan klasifikasi fokus penelitian. Ketiga, pembuatan simpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Riko memiliki karakter unggul atau baik (good character). Karakter tersebut meliputi (1) religius, (2) rasa ingin tahu tinggi, (3) kerja keras, (4) kreatif, (5) mandiri, (6) menghargai prestasi, dan (7) tanggung jawab. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakter-karakter unggul tersebut bisa digunakan untuk penguatan pendidikan karakter bagi anak di masa pandemi Covid-19. Diperlukan proses panjang, pengetahuan, contoh, praktik, dan pembiasaan dalam proses penguatan karakter.
Developing weblog design in Indonesian creative writing material Siti Ansoriyah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15391

Abstract

The sentences spoken by the actors in the dialogue contained in the film “the Professor and the Madman” consist of a variety of structures that form a grammatical construction, so that the sentences can be understood and the dialogue can run well and smoothly. In the context of Charles J. Fillmore’s case grammar, the various structures that form a grammatical construction in a sentence are called modality and proposition. In a line with that background, the purposes of the research are: (1) to reveal the modality in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore; (2) to describe the proposition in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore. This research is qualitative, descriptive and literary research. The data source in this research is film “the Professor and the Madman” directed by P.B. Shemran. The data collection techniques in this research use watching, reading-listening and taking note. The data analysis techniques consist of three stages, namely: (1) choosing and classifying data based on modality and its forms; and proposition and its forms; (2) illustrating and writing down case grammar elements and their forms on the table, explaining them sequentially and interpreting them based on Charles J. Fillmore’s perspective; and (3) conducting the induction of interpretation summary to obtain substantive and formative conclusions. The results are: (1) modality has types, including tense: past, present and future; mode: desiderative, imperative, indicative, and interrogative; negation: no and not; adverb: frequency, manner, degree, quantity, and explanatory; (2) there are several types of proposition. They are agentive case (A): first personal pronoun, second pronoun, and third pronoun; experiential case (E): verb (basic) and verb (modal); instrumental case (I): noun and sense; objective case (O): human and thing; source case (S): noun phrase and noun; goal case (G): human and place; locative case (L): area, part of house, and office; time case (T): part of the day, year, and century; collateral case (C): with + noun; and benefactive case: for + noun. Based on the results of this research, it can be concluded that if a sentence is viewed from the case grammar theory, then it must have an inner structure consisting of modality and or proposition. Modality and proposition consist of types and each of types has the various forms.
Leksikon kegulmaan pada masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai: Kajian ekolinguistik Wiradi Putra; Dwi Widayati; Dardanila Dardanila; Sharina Amanda
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15432

Abstract

Masyarakat Jawa Fajar Agung merupakan pekerja perkebunan yang sangat akrab dengan leksikon-leksikon kegulmaan. Keakraban ini dapat terlihat dari penggunaan leksikon yang masih bertahan sampai saat ini. Hal ini merupakan salah satu cara dalam pencegahan punahnya istilah Jawa dalam bentuk leksikon kegulmaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman masyarakat Jawa terhadap leksikon kegulmaan di Perkebunan Fajar Agung, serta menjelaskan faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman masyarakat Jawa terhadap leksikon kegulmaan di Perkebunan Fajar Agung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung berupa perhitungan hasil respondensi secara kuantitatif. Data leksikon kegulmaan diperoleh melalui angket. Angket berisi data daftar leksikon kegulmaan yang sebelumnya diperoleh melalui wawancara kepada informan kunci. Adapun hasil penelitian ini, yaitu Leksikon kegulmaan pada masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung berjumlah 75 buah. Berdasarkan pada pembahasan pertama tingkat pemahaman T (tahu) kelompok usia I (25-45 Tahun) yaitu 83,53% dan kelompok usia II (46-60 Tahun) yaitu 83,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung masih mengenal dan menggunakan leksikon-leksikon kegulmaan dalam bahasa Jawa. Berdasarkan pembahasan kedua, terdapat dua faktor kebertahanan yang memengaruhi tingkat pemahaman leksikon kegulmaan pada MJFA, yaitu yaitu faktor yang berkaitan dengan linguistik dan non-linguistik. Faktor linguistik yang memengaruhi kebertahanan leksikon kegulmaan pada MJFA, yaitu berhubungan dengan tendensi MJFA terhadap bahasa Jawa. Kemudian faktor non-linguistik, yaitu perilaku konservatif MJFA terhadap gulma, adaptasi fisiologi gulma terhadap herbisida, konsistensi penggunaan peralatan tradisional pengendalian dan pemberantasan gulma, kesejahteraan MJFA, pendidikan MJFA.
Mitos kecantikan dan fenomena hijrah dalam novel Metropop Belok Kiri Langsing karya Achi TM Tania Intan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15614

Abstract

Ideologi patriarki mengintimidasi perempuan dengan jalan yang terorganisir melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk cara mendefinisikan konsep ‘cantik’. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk mitos kecantikan, cara kerja, dan dampaknya pada perempuan, serta fenomena hijrah, sebagai tema sekunder, yang ditampilkan di dalam novel metropop Belok Kiri Langsing (2020) karya Achi TM. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data selanjutnya dikategorisasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos kecantikan diciptakan oleh patriarki untuk mengontrol tubuh perempuan. Mitos kecantikan dapat menguat dalam masyarakat, selain karena selalu disosialisasikan, juga karena ambivalensi karakter perempuan yang tidak puas dengan tubuhnya. Mitos kecantikan pun membawa dampak pada imaji ideal perempuan, pelecehan tubuh, dan kompetisi intraseksual, yang membuatnya terus menerus terdiskriminasi dan terobsesi pada tubuh. Sementara itu, fenomena hijrah secara tidak langsung melahirkan mitos kecantikan baru berupa standar ‘perempuan islami’. Dari penelitian ini, terungkap adanya persepsi masyarakat patriarkis yang tidak utuh tentang idealisasi perempuan dan tubuhnya. Kecantikan fisik berupa tubuh langsing yang disosialisasikan sebagai sesuatu yang ideal tidak seharusnya mengikat dan menyudutkan perempuan.
Konflik sosial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel Devi Laila Maghfiroh; Moh. Zawawi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15634

Abstract

Konflik sosial merupakan bentuk dasar interaksi yang terjadi secara alamiyah. Konflik sosial adalah entitas dan realitas dalam kehidupan bermasyarakat. George Simmel mengkonsepkan gagasan konflik sosial sebagai tindakan permusuhan timbal balik, yang dipicu oleh benturan sifat-sifat manusia konfliktis dan sifat alamiah manusia feeling of hostility. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan penyebab konflik sosial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel; (2) mendeskripsikan penyelesaian konflik sosial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data mengacu pada model Miles Huberman, yaitu melalui tahapan reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik soial dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto berdasarkan perspektif George Simmel terdiri dari: (1) tiga bentuk konflik sosial yaitu: a. konflik kepentingan dengan satu wujud konflik sosial, yaitu adu mulut; b. konflik antar pribadi dengan empat wujud konflik sosial: adu mulut, sindiran, pengeroyokan, dan ketegangan; c. konflik dalam hubungan intim dengan dua wujud konflik sosial: adu mulut dan ketegangan; (2) empat penyelesaian konflik yaitu koersi, mediasi, toleransi, dan konversi.
Benefits and challenges of doing task-based language teaching in Indonesia: Teachers’ perception Aninda Nidhomil Hima; Teguh Hadi Saputro; Rafika Rabba Farah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15805

Abstract

Task-based language teaching (TBLT) has received significant attention from both researchers and practitioners of second language learning. This approach has been reported to be effective in various contexts. Studies on the teachers’ perception on TBLT have also been conducted. The results inform the perceived benefits and challenges of using TBLT in teaching context. However, very few studies have investigated the teachers’ perception in Indonesian context. To investigate the perception, a qualitative research design was employed. Three female English teachers of a vocational school in Malang, East Java, Indonesia were the participants of the study. Before the study was conducted, these three participants were asked to attend a training or coaching on TBLT. At the end of the training or coaching, they had to design a TBLT lesson plan which later were used in their real teaching to their students. After the whole training or coaching was finished, their perceptions about the perceived benefits and challenges about TBLT were investigated through focus-group-discussion (FGD) and individual interviews. The data were analyzed qualitatively and resulted in findings that fell into two categories, namely benefits and challenges. The benefits were this method (1) was considered to be the ‘right’ approach, (2) actively engaged the learners in their learning, (3) was relevant to the current curriculum, (4) increased the learners’ motivation and (5) provided “scaffolding” method for leaners’ use of the language and accomplish the tasks. Meanwhile, its challenges were (1) its time-consuming preparation, (2) complicated and confusing features of a task, (3) complicated implementation of the scaffolding process, (4) doubts or questions about “get-it-right-at-the-end approach” and (5) irrelevance of this method to the exam preparation.

Page 1 of 2 | Total Record : 13