cover
Contact Name
Gema
Contact Email
gemarullyana@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledulib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edulib
ISSN : 20896549     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Edulib, practitioners in the field of LIS focuses on the main problems in the development of the information science, documentation science, library science, archieve, librarianship, and ICT in Library. It covers the theoretical and general aspects of Institutional management of information, information and libraries, libraries and communities in the 3.0 Era, libraries in all areas of education (formal, informal, informal), entrepreneurship information services, social librarianship, child and youth librarianship, curriculum and learning libraries, information literacy in all aspects of life, information society, and digital archives.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020)" : 9 Documents clear
ANALISIS ISI ULASAN WARGANET TENTANG PERPUSTAKAAN MELALUI LOCAL GUIDES GOOGLE MAPS Moh Safii; Erwin Novianto
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24758

Abstract

Manajemen perpustakaan di era digital hendaknya secara kontinu melakukan perubahan yang terarah dan memiliki tujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan layanan perpustakaan sekaligus menjangkau pengguna perpustakaan yang aktif dan potensial. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ulasan warganet pada Local Guide Google Maps Perpustakaan Grhatama Pustaka BPAD DIY dan Perpustakaan Kota Jogja, yang dihitung sampai bulan Maret 2019. Jumlah ulasan pada Perpustakaan Grhatama Pustaka BPAD DIY sebanyak 386 ulasan, sedangkan Perpustakaan Kota Jogja sebanyak 346 ulasan. Data diolah dengan menggunakan analisis sintaksis yaitu menentukan jenis ulasan, sifat ulasan, menjumlahkan ulasan sesuai kriterianya, mempresentasikan seluruh ulasan, dan membandingkan antar ulasan. Dari data yang ditemukan bahwa warganet lebih banyak berkomentar terkait fasilitas pada Perpustakaan Grhatama sedangkan pada Perpustakaan Kota Jogja lebih banyak berkomentar pada layanan. Karakteritstik pemustaka perpustakaan umum akan lebih menyoroti pada fasilitas dan layanan. Sehingga dua ini seharusnya menjadi prioritas program kerja.
DEVELOPMENT CONSTRUCTIVE DESIGN THROUGH COLLABORATION LEARNING STRATEGIES CAN TO IMPROVE QUALITY ON THE COLLEGE OF SERIES PUBLISHING MANAGEMENT Sokhibul Ansor; Inawati Inawati
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24756

Abstract

The emergence of a new paradigm is expected to contribute to overcoming the problem of learning, namely students will increase the knowledge, skills, and attitudes of people who learn. For students to experience changes in learning, a teacher, lecturer, and instructor are seen as needing to develop a constructivist-based learning design. The aim of developing constructivist learning designs through collaborative learning is to produce learning designs in the course management series publications. With this learning design, it is expected. (1) Students actively construct or build their knowledge; (2) Students are free in learning and doing collaborative activities in learning, (3) Provides opportunities for students to use diverse learning resources, (4) Students are encouraged to solve problems in learning. The learning strategy used in the management course for serial publications is collaborative learning. The research method used in the development to produce this design product is the R2D2 model. The results show that the collaborative learning strategy was tested on the subject matter of making a catalog of serial publications which shows that 5 respondent groups declared to be very feasible do not need to be revised in making software programs for serial publications of catalogs; 5 groups of respondents declared eligible do not need to be revised
LAYANAN REFERENSI VIRTUAL DI PERPUSTAKAAN MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP Sufyan Mulana Hastoto; Putut Suharso; Erwan Setyo Budi
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.26822

Abstract

Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan saat ini telah banyak dilakukan dalam memberikan layanan secara virtual. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luar dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan penerapan terhadap layanan referensi melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kajian empiris terhadap fenomena eksistensi perpustakaan di Indonesia saat ini. Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi melalui pengamatan secara langsung pada objek kajian lembaga perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatApp pada layanan referensi di perpustakaan memiliki beberapa kelebihan yaitu tampilan user interface yang sederhana, tidak memakan penyimpanan (RAM) yang terlalu banyak, terdapat fitur panggilan suara dan panggilan video, menggunakan jaringan internet, terdapat fitur backup pesan, dan gratis. Salah satu perpustakaan yang telah memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam melakukan layanan referensi virtual adalah perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan yang terdapat pada layanan tersebut adalah kegiatan snap and send yang berupa pengiriman gambar kepada pustakawan ketika mengalami kendala dan kegiatan pencarian referensi bagi pemustaka yang kesulitan menemukan sumber referensi yang dibutuhkan. Pemanfaatan WhatsApp sebagai media layanan referensi virtual di perpustakaan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi dari sebuah perpustakaan yang merupakan pusaat penyedia informasi yang memiliki kredibilitas tinggi.Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan saat ini telah banyak dilakukan dalam memberikan layanan secara virtual. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luar dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan penerapan terhadap layanan referensi melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kajian empiris terhadap fenomena eksistensi perpustakaan di Indonesia saat ini. Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi melalui pengamatan secara langsung pada objek kajian lembaga perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatApp pada layanan referensi di perpustakaan memiliki beberapa kelebihan yaitu tampilan user interface yang sederhana, tidak memakan penyimpanan (RAM) yang terlalu banyak, terdapat fitur panggilan suara dan panggilan video, menggunakan jaringan internet, terdapat fitur backup pesan, dan gratis. Salah satu perpustakaan yang telah memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam melakukan layanan referensi virtual adalah perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan yang terdapat pada layanan tersebut adalah kegiatan snap and send yang berupa pengiriman gambar kepada pustakawan ketika mengalami kendala dan kegiatan pencarian referensi bagi pemustaka yang kesulitan menemukan sumber referensi yang dibutuhkan. Pemanfaatan WhatsApp sebagai media layanan referensi virtual di perpustakaan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi dari sebuah perpustakaan yang merupakan pusaat penyedia informasi yang memiliki kredibilitas tinggi. Kata Kunci :Layanan Referensi, Media Sosial, WhatsApp
REPRESENTASI PERPUSTAKAAN PADA FILM DOCTOR STRANGE Nesia Nusantari; Laksmi Laksmi
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.27210

Abstract

Film merupakan salah satu media yang di dalamnya terdapat representasi. Representasi dalam film terdiri dari berbagai hal. Salah satu hal yang dapat direpresentasikan adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat yang menyimpan dan mengelola berbagai ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya, mulai dari menemukan jawaban atas pertanyaan mereka, mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan minat bakat mereka, hingga menciptakan banyak makna bersama. Penelitian ini akan berfokus pada representasi perpustakaan pada film Doctor Strange. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika dengan analisis sintagmatik dan paradigmatik. Dalam film Doctor Strange, perpustakaan direpresentasikan sebagai tempat suci yang menyimpan berbagai ilmu pengetahuan. Perpustakaan dalam film juga merupakan sumber informasi bagi para penghuni Kamar-Taj untuk meningkatkan pengetahuan mengenai ilmu sihir mereka. Ilmu pengetahuan dalam film disimbolkan sebagai kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Perpustakaan juga direpresentasikan sebagai tempat pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam memperebutkan ilmu pengetahuan.
STRATEGI PROMOSI PERPUSTAKAAN PUSTAKALANA DALAM MENARIK MINAT KUNJUNG PEMUSTAKA Hanan Ahmad; Neneng Komariah; Rully Khairul Anwar
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.19063

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi promosi perpustakaan Pustakalana dalam menarik minat kunjung pemustaka. Fokus penelitian adalah bagaimana perencanaan promosi, pelaksanaan promosi, dan pengendalian promosi di perpustakaan Pustakalana. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data adalah wawanacara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber yang dilakukan dengan mewawancarai narasumber ahli dalam bidang promosi perpustakaan. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa perpustakaan Pustaka-lana dalam perencanaan promosi melakukan analisis target pemustaka, analisis SWOT perpustakaan, dan menentukan tujuan promosi perpustakaan. Dari ketiga hal tersebut perpustakaan menentukan media promosi yang akan digunakan dan pesan yang ingin disampaikan. Pada pelaksanannya, promosi perpustakaan Pustakalana menggunakan media promosi brosur, penjualan perorangan, pemberian potongan harga, penggunaan media sosial (instagram, facebook, dan blog), kegiatan FHBA (Festival Hari Buku Anak), informasi dari mulut ke mulut, dan penjualan langsung (whatsapp dan email). Perpustakaan Pustakalana melakukan monitoring dan penilaian terhadap media promosi yang digunakan, dan hasilnya media promosi yang paling efektif adalah instagram. Kendala yang dihadapi perpustakaan Pustakalana dalam melakukan promosi adalah kekurangan sumber daya manusia, sehingga pelaksanaan beberapa kegiatan terhambat.
STRATEGI PEMBINAAN PERPUSTAKAAN DEWATA DESA WAGE KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO Nurul Hidayatul Laili; Moh Safii; Imam Agus Basuki
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tahap perencanaan pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, (2) mendeskripsikan tahap pengorganisasian pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, (3) mendeskripsikan tahap pelaksanaan pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, dan (4) mendeskripsikan tahap pengawasan pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pada pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan telaah dokumen. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, (1) Tahap perencanaan Perpustakaan Dewata terdiri dari (a) laporan kegiatan tahunan, (b) keterkaitan visi dan misi, (c) keterlibatan pihak Perpustakaan Dewata, dan (d) perencanaan pembinaan perpustakaan  berbasis kegiatan, (2) Tahap pengorganisasian terdapat (a) struktur organisasi Perpustakaan Dewata (b) pembagian wewenang dan tanggung jawab, serta (c) pengalokasian sumber daya manusia, (3) Tahap pelaksanaan terdiri dari (a) kepemimpinan dan (b) tata kerja yang harus dijalankan, sehingga pelaksanaan pembinaan dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan, dan (4) Tahap pengawasan tediri dari (a) pengawasan internal dari Kepala Perpustakaan Dewata dan (b) pengawasan eksternal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI POLITIK Rayhan Musa Novian; Hilal Ramdhani
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24323

Abstract

Penggunaan media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan primer setiap mahasiswa, termasuk mahasiswa di Indonesia dan Malaysia. Aktivitas penggunaan media sosial dilakukan untuk mendapatkan hiburan, eksistensi, bahkan informasi seputar politik. Penelitian ini fokus pada penggunaan media sosial dalam mengembangkan literasi politik di kalangan mahasiswa di Indonesia dan Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan metode survei, sampel dalam penelitian sejumlah 100 mahasiswa, analisis data dilakukan dengan studi komparatif untuk mengetahui perbedaan dan persamaan di antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Tujuan penelitian ini berupaya untuk mengungkap bagaimana penggunaan media sosial terhadap literasi politik mahasiswa di Indonesia dan Malaysia. Mahasiswa Malaysia dan Indonesia sebagai cara untuk memahami realitas perbedaan literasi politik diantara dua negara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan antara mahasiswa di Indonesia dan Malaysia bahwa media sosial dapat mengembangkan literasi politik dengan kategori kesadaran dalam kegiatan politik lokal, nasional dan internasional, hak dan kewajiban sebagai warga negara, memahami istilah baru dalam politik dan percaya serta yakin dalam menentukan pilihan pada pemilihan umum.
ANALISIS TREN KEILMUAN BIDANG KEARSIPAN BERDASARKAN SUBJEK DAN MINAT PENELITIAN PENULIS DI DATABASE SINTA DAN GOOGLE SCHOLAR Wahid Nashihuddin; Latifa Etikanadya
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24180

Abstract

Kearsipan adalah ilmu yang mempelajari tentang arsip berdasarkan sistem yang berlaku. Ilmu kearsipan perlu dikembangkan sesuai zamannya dan perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui tren keilmuannya. Salah satu cara untuk mengetahui tren keilmuan adalah menelusuri subjek keilmuan/kepakaran dan minat penelitian penulis bidang kearsipan yang terindeks di database SINTA dan Google Scholar. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) profil penulis bidang kearsipan berdasarkan publikasi penulis, h-index, profesi, dan instansi; (2) tren keilmuan penulis bidang kearsipan berdasarkan subjek keilmuan dan minat penelitian di database SINTA dan Google Scholar. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data penelitian bersumber dari penelusuran informasi dengan kata kunci “arsip”, “archive”, “record” di database SINTA. Penyajian data kualitatif dalam bentuk, tabel, grafik/gambar, peta co-word, dan pernyataan peneliti. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 91 penulis bidang kearsipan, sebagian besar berasal dari  perguruan tinggi dan berprofesi sebagai dosen; (2) tren keilmuan bidang kearsipan di Indonesia sudah berkembang, sudah mengarah pada pengelolaan arsip digital. Para penulis menyebut arsip digital sebagai rekord (record), dan pembahasannya sudah spesifik ke arah manajemen rekord bidang kedokteran dan kesahatan, arsip elektronik, manajemen informasi dan perpustakaan, dsb.
RELATIONSHIP BETWEEN UTILIZATION OF COLLECTION DEVELOPMENT PROCESSES AND BUILDING LIBRARY COLLECTION Abdulrahman Yusuf; Sanda Grema
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.27304

Abstract

This study determined the relationship between utilization of Collection Development Process and Building Library Collections in Federal University Libraries in North-Eastern Nigeria. The study was guided by Six objectives which were to determine the extent of utilization of collection development process and the relationship between utilization of community analysis, collection development policies, selection criteria, acquisition procedure, weeding as well as resource evaluation procedures and building library collection in libraries under study. To achieve these objectives six research questions developed and six null hypotheses were formulated and tested. It was hypothesized that, there is no significant relationship between the utilization of community analysis, selection policy, selection criteria, acquisition procedure, weeding procedure and resource evaluation procedure and Building Library collection in the libraries under study. The study was a correlational study and used correlational research design. The population for the study was made up of fifteen staff of the selected federal university libraries in the North-East Zone, Nigeria, working in the Collection Development Divisions. All the population were used for the study. The research instrument for this study was a self-designed questionnaire that was complemented with a checklist. A 4-point likert type scale questionnaire was used for data collection. Data was analyzed using descriptive statistics of frequency counts, percentage scores, and Pearson product Moment Correlation coefficient (PPMC) was used to test the hypotheses at 0.05 level of significance. The hypotheses tested revealed that, there was a significant relationship between utilization of community analysis, acquisition procedure and Building library collection in libraries under study. On the basis of the findings, conclusion drawn, recommendations were made for the improvement of utilization of collection development process in building library collections. The study recommends that the university libraries under study should increase partnership with the faculty to explore especially in the determination of materials to acquire; faculty members should be in a position to make valid judgment (selection) on relevance of tests to be included in the collection, hence their increased involvement in material selection will add to the richness of the library collection; a formalized comprehensive collection development policy should be developed and operated in the libraries studied, and the document should be reviewed periodically for up-to-datedness; weeding should be a periodic exercise in the libraries studied, so as to rid the shelves of irrelevant or unusable materials and increase access to usable ones; the libraries studied should create a Collection Department with a mandate to coordinate all collection development activities; of selection, acquisition, stock evaluation and weeding; collection development librarians should be trained and retrained in the process of building library collection in order to have an effective and efficient library collections.

Page 1 of 1 | Total Record : 9