Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOCIAL PRACTICES OF BOURDIEU THEORY IN JAVA OPERA FILM Teguh Tri Wahyudi; Taufiq Kurniawan; Muhammad Zaini; Inawati inawati
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is written based on a case study of the Javanese Opera film. A film was produced at the end of 2006 as a requiem form of disasters that occurred in Indonesian territory. The data source is based on a cut of the film scene which is approached with the social practice model according to Bourdieu's theory. The result is a picture of a woman's loyalty as a wife who is loyal to her husband. Women are strong figures, although in practice they must accept their nature. This social practice based on Javanese culture is evident in the film media, which functions as a conveyor of information and as a means of cultural transformation.Keywords: Social practice, Bordieu, film, Javanese opera, women.
PENDAMPINGAN PUSTAKAWAN SEKOLAH LAB UM DALAM IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS OPENSOURCE Taufiq Kurniawan; Inawati Inawati; Amalia Nurma Dewi; Adi Prasetyawan
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v5i12021p64-73

Abstract

Implementasi teknologi informasi sangat diperlukan oleh pustakawan, karena dalam kegiatan layanan berbasis TIK di perpustakaan, selalu ada persoalan yang dihadapi. Adanya perbedaan/kesenjangan antara harapan pustakawan dengan keadaan sebenarnya yang terjadi di perpustakaan akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perpustakaan sekolah. Oleh karena itu, masalah-masalah yang terjadi di perpustakaan harus dicari alternatif pemecahannya agar kegiatan layanan dapat berjalan secara efektif dan efesien. Dengan demikian, hakekat implementasi teknologi informasi yang dilakukan pustakawan adalah untuk meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan sehingga kebutuhan informasi dari pemustaka atau siswa untuk menunjang pembelajaran meningkat sesuai dengan yang diharapkan.Keywords: sistem otomasi, perpustakaan sekolah, opensource
Perilaku Penelusuran Informasi Mahasiswa D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang dengan Pendekatan Teori Ellis Model nur aysiyah; Inawati Inawati
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v4i22020p229-237

Abstract

Kajian ini mendeskripsikan perilaku penelusuran informasi mahasiswa D3 Perpustakaan Universitas Negeri Malang angkatan 2017 dalam menulis tugas akhir. Penelusuran dilakukan dengan merumuskan permasalahan, mengetikkan kata kunci pada kolom pencarian, memilih, memantau perkembangan, kemudian menyajikan informasi. Kendala penelusuran adalah kesulitan menemukan informasi yang sesuai, terbatasnya akses koleksi repository Perpustakaan UM dan jurnal elektronik. Untuk mengatasi kendala, mahasiswa memaksimalkan penggunaan kata kunci, fasilitas penelusuran, mengakses koleksi repository di dalam jaringan Perpustakaan UM serta mengakses open access e-journal.Kata Kunci: Perilaku Penelusuran Informasi, literasi informasi, Ellis Model
PENGARUH PENERAPAN SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA Inawati Inawati
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.473 KB) | DOI: 10.17977/um008v3i12019p040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem otomasi perpustakaan terhadap kepuasan pemustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan analisis data kuantitatif. Responden dalam penelitian ini  mahasiswa yang tercatat sebagai  anggota perpustakaan sebanyak 100 orang. Data dikumpul dengan menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem otomasi berpengaruh kuat terhadap kepuasan pemustaka. Adapun besar pengaruh sistem otomasi perpustakaan terhadap kepuasan pemustaka sebesar 46,9% yang dapat dilihat dari nilai RSquere sebesar 0,469 dengan taraf signifikansi α = 0,000.Kata Kunci: Sistem Otomasi Perpustakaan, Kepuasan Pemustaka, Perpustakaan
PENINGKATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Taufiq Kurniawan; Imam Suyitno; Ary Fawzi; inawati inawati
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v4i22020p238-245

Abstract

Proses pengelolaan perpustakaan sekolah dengan menggunakan bantuan teknologi informasi seperti pengelolaan dengan menggunakan komputer dan software untuk perpustakaan disebut dengan otomasi perpustakaan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, OPAC (Online Public Access Catalog), sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Otomasi perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi dikalangan dunia perpustakaan, program otomasi perpustakaan telah menjadi mode perkembangan perpustakaan khususnya di Indonesia. Konsep dan implementasinya sudah dilakukan sejak lama, yaitu sejak perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan sejak tersedianya sofware untuk sistem otomasi perpustkaan. Software perpustakaan yang cukup terkenal dan banyak digunakan di setiap perpustakaan adalah Senayan Library Management Systems (SLiMS). SLiMS adalah Open Source Software berbasis web untuk memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan. SLiMS menjadi pilihan alternatif, karena penerapannya cukup mudah dan software yang ditawarkan gratis tanpa membutuhkan biaya yang besar untuk mendownload softwarenya. Perpustakaan dituntut untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang ada salah satunya yaitu dengan menerapkan sistem otomasi perpustakaan berbasisi SLiMS. Artikel ini kan membahas mengenai peran teknologi informasi dalam sistem otomasi perpustakaan berbasis SLiMS. Solusi kegiatan pendampingan ini adalah agar Pustakawan dan tenaga perpustakaan SMA di wilayah Kecamatan kedungkandang Malang mampu memahami TIK secara benar dan dapat menerapkannya untuk kepentingan layanan yang menunjang proses pembelajaran di sekolah. Secara rinci, tujuan kegiatan melalui aktivitas pendampingan ini adalah memberdayakan TIK untuk meningkatkan kemampuan Pustakawan dan tenaga perpustakaan di Kecamatan Kedungkandang Malang dalam (1) mengidentifikasi masalah layanan untuk perencanaan TIK, (2) mengembangkan proposal TIK, (3) menerapkan TIK, dan (4) menyusun laporan TIK. Dalam upaya memberdayakan kinerja layanan di perpustakaan, proses pendampingan tersebut dilakukan dengan (1) analisis kebutuhan, (2) penyampaian informasi dan pembekalan, (3) pelatihan, (4) lokakarya, (5) implementasi praktis, (6) penilaian hasil implementasi, dan (7) tindak Lanjut.
Peran Perpustakaan Sekolah dalam Menciptakan Budaya Literasi Siswa pada Jenjang Pendidikan Menengah Inawati Inawati
Literatify: Trends in Library Developments Vol 3 No 1 (2022): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v3i1.24645

Abstract

Rendahnya tingkat literasi masyarakat di Indonesia khususnya pada siswa masih menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Berbicara tentang literasi di sekolah maka tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab guru dan tenaga kependidikan, pemerintah, keluarga dan masyarakat sekitar, serta kemauan dan kesadaran siswa. Membudayakan literasi pada siswa merupakan gerakan literasi yang aktivitasnya banyak dilakukan di sekolah dengan melibatkan siswa, pendidikan dan tenaga kependidikan, serta orang tua dengan menampilkan praktik baik tentang literasi dan menjadikannya sebagai kebiasaan serta budaya di lingkungan sekolah.
Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi Setiawan .; Moch Syahri; Dwi Novita Ernaningsih; Inawati; Amalia Nurma Dewi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): April 2021, Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i2.5260

Abstract

Complex issues in school libraries are very diverse, from human resources, budget funds, book procurement, the technology system used is something that deserves attention, because the purpose of the school library is as a learning center, and information, as a learning resource center means that the school must try and clean up to present the latest collections, informative and according to the needs of the school. The school library has a very important role in the success of education. Therefore, school library facilities need attention. One of the facilities that help librarian activities is information technology-based library management. With library management, all library activities can run according to good library standards. Also, students can more easily and freely take advantage of the library collections in it. Information technology-based library management is activities that aim to assist library managers, the school, in creating libraries that comply with the standards set by the National Library. The activities carried out include (a) Providing information about how to manage library services, especially the Tsanawiyah library in Probolinggo Regency. (b) Providing knowledge on the procedures for managing the library at the Information Technology-based Tsanawiyah Library 2. (c) Instilling skills in Tsanawiyah library managers while studying. MTsN 2 Malang is under the auspices of the Ministry of Religion, course it must also have a good library, well managed, and course there is a role for the teaching staff in the library department to make the library the heart of information and the heart of education.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN RAMBU-RAMBU PERPUSTAKAAN DENGAN TEMU KEMBALI INFORMASI Inawati Inawati; Gita Sulika Sari
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v6i12022p1-10

Abstract

This study aims to determine how big the relationship between the signs in the library and the speed of information retrieval at the Malang State University Library. This type of quantitative research with correlation analysis method. The population of all students of the 2019 State University of Malang with a sample of 100 students who use library services. The results of the study indicate that there is a moderate relationship between existing signs and information retrieval at the Malang State University Library as seen from the correlation coefficient value of 0.583 with a significance level of 0.000 which means that the application of signs in the Malang State University Library has a relationship with the speed in the retrieval of information that is used as a guide in searching for information.
DEVELOPMENT CONSTRUCTIVE DESIGN THROUGH COLLABORATION LEARNING STRATEGIES CAN TO IMPROVE QUALITY ON THE COLLEGE OF SERIES PUBLISHING MANAGEMENT Sokhibul Ansor; Inawati Inawati
Edulib Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v10i2.24756

Abstract

The emergence of a new paradigm is expected to contribute to overcoming the problem of learning, namely students will increase the knowledge, skills, and attitudes of people who learn. For students to experience changes in learning, a teacher, lecturer, and instructor are seen as needing to develop a constructivist-based learning design. The aim of developing constructivist learning designs through collaborative learning is to produce learning designs in the course management series publications. With this learning design, it is expected. (1) Students actively construct or build their knowledge; (2) Students are free in learning and doing collaborative activities in learning, (3) Provides opportunities for students to use diverse learning resources, (4) Students are encouraged to solve problems in learning. The learning strategy used in the management course for serial publications is collaborative learning. The research method used in the development to produce this design product is the R2D2 model. The results show that the collaborative learning strategy was tested on the subject matter of making a catalog of serial publications which shows that 5 respondent groups declared to be very feasible do not need to be revised in making software programs for serial publications of catalogs; 5 groups of respondents declared eligible do not need to be revised
PERAN PUSTAKAWAN DALAM IMPLEMENTASI LAYANAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL Adi Prasetyawan; Inawati Inawati; Setiawan Setiawan
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v6i22022p248-258

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu lembaga teknis yang bersama-sama dengan unit lain menyelenggarakan tri dharma pendidikan tinggi, terutama dengan mengumpulkan, memilih, mengolah, memelihara, dan menyediakan sumber-sumber informasi tanpa membedakan jenis kelamin, kondisi fisik, ras, suku, agama, status sosial, atau situasi ekonomi. Konsep inklusi sosial sangat cocok diterapkan di perpustakaan. Paradigma perpustakaan akademik saat ini merupakan tempat pembelajaran untuk mengembangkan potensinya dengan cara-cara yang mengarah pada peningkatan kualitas akademik. Konsep inklusi sosial jelas ada hubungannya dengan perpustakaan universitas, karena keduanya mengacu pada hal yang sama. Inklusi sosial mengacu pada upaya untuk membuka komunitas, terutama yang mungkin rentan atau terpinggirkan, satu sama lain, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Untuk melatih sumber daya manusia khususnya pustakawan dan staf perpustakaan. Penelitian ini memastikan keabsahan data dilakukan triangulasi sumber data dengan mencari data lain yang melengkapi data sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa peran pustakawan Perpustakaan Kampus Universitas Negeri Malang berbasis inklusi sosial adalah secara konsisten memberikan layanan sehingga pengguna dapat memanfaatkan sumber daya, sarana dan prasarana koleksi dengan sebaik-baiknya, walaupun masih dirasa belum maksimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pengembangan peran pustakawan akademik berbasis inklusi sosial adalah (1) adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat, (2) hak atas layanan perpustakaan, dan (3) aksesibilitas informasi perpustakaan masyarakat. . Dari sini dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi erat kaitannya dengan konsep inklusi sosial dan konsep tersebut dapat diterapkan. Tentunya bisa melihatnya di perpustakaan perguruan tinggi, yang dirancang untuk melindungi semua kelas strata pendidikan tanpa diskriminasi.