cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Air
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk Sp-36 dan Tepung Cangkang Kepiting terhadap Ketersediaan Fosfor pada Latosol dan Pertumbuhan Jagung Manis Daryanti, Melliana Ari; Saidi, Didi; Julianto, Eko Amiadji
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13219

Abstract

Permasalahan utama Latosol adalah adanya fiksasi fosfat yang tinggi karena Latosol banyak mengandung kadar Al dan Fe yang mengakibatkan fosfor tidak tersedia untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk SP-36 dan tepung cangkang kepiting terhadap ketersediaan fosfor pada Latosol dan pertumbuhan jagung manis. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama takaran SP-36 sebesar 0 kg/ha (P0), 50 kg/ha (P1), dan 100 kg/ha (P2). Faktor kedua takaran tepung cangkang kepiting sebesar 0 ton/ha (K0), 1,6 ton/ha (K1), dan 3,2 ton/ha (K2). Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji DMRT taraf 5% jika ada beda nyata antara kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk SP-36 pada Latosol meningkatkan pH H2O, P-Tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, menurunkan Retensi P, Al-P dan Fe-P. Pemberian tepung cangkang kepiting pada Latosol meningkatkan pH H2O, P-Tersedia, Ca-P, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot kering akar, menurunkan Retensi P, Al-dd, dan Al-P. Pengaruh pemberian kombinasi pupuk SP-36 dan tepung cangkang kepiting pada Latosol memberikan peningkatan terhadap pH H2O sebesar 22,70%, P-Tersedia sebesar 138,79%, dan tinggi tanaman jagung manis sebesar 17,84%, serta menurunkan Retensi P sebesar 31,33%. Kombinasi perlakuan P1K2 yaitu pupuk SP-36 sebanyak 50 kg/ha (P1) dan tepung cangkang kepiting sebanyak 3,2 ton/ha (K2) merupakan dosis optimal untuk meningkatkan P-Tersedia pada Latosol dan pertumbuhan tanaman jagung manis. 
Analisis Kualitas Tanah Pada Lahan Sawah Dengan Irigasi Air Tercemar Limbah Industri di Kelurahan Tirtomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Prasetia, Arda Wahyu; Saidi, Didi; Peniwiratri, Lelanti
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i1.13212

Abstract

Pengairan sawah di Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman disuplai saluran irigasi Selokan Mataram. Pencemaran saluran irigasi selokan mataram dapat saja terjadi, karena adanya usaha rumah tangga serta pabrik industri disekitar saluran irigasi. Tanah sawah dikatakan tercemar bila mengalami penurunan kualitas tanah. Upaya peningkatan kualitas tanah dapat dilakukan pengelolaan lahan serta pemberian nutrisi pada tanah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas dari irigasi air tercemar limbah industri dan mengetahui indeks kualitas tanah pada lahan sawah dengan irigasi air tercemar limbah industri di Kelurahan Tirtomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling serta pengklasifikasian kelas kualitas tanah menggunakan IKT (Indeks Kualitas Tanah) yang dihitung menggunakan metode Minimum Data Set dari Mausbach dan Seybold (1998) dilanjutkan penentuan kriteria kualitas tanah. Pengambilan sampel tanah terdapat empat lokasi antara lain sawah (SK) jarak 90 m dari pintu irigasi, sawah (SA) jarak 83,6 m, sawah (SB) jarak 139,6 m, dan sawah (SC) jarak 207 m dari pintu air irigasi serta setiap lokasi diulang tiga kali. Pengambilan sampel air terdapat dua lokasi yaitu (TA1) titik sumber pencemaran dan (TA2) titik pintu saluran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air irigasi memenuhi baku mutu air irigasi. Kualitas tanah ditentukan dengan Indeks Kualitas Tanah yang dihitung berdasarkan kriteria Mausbach dan Seybold (1998). Hasil indeks kualitas tanah sawah lokasi K sebesar 0,699 dengan kriteria baik, sawah lokasi A sebesar 0,537 dengan kriteria sedang, sawah lokasi B sebesar 0,593 dengan kriteria sedang, dan sawah lokasi C sebesar 0,624 dengan kriteria baik.
Pengaruh Pemberian Bakteri Pelarut Fosfat dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Ketersediaan P Tanah Andosol Kopeng Semarang Jawa Tengah Girsang, Yehezkiel; Widodo, R Agus
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13220

Abstract

Tanah andosol memiliki ketersediaan hara P yang sangat rendah karena fosfor terjerap oleh unsur Al dan Fe dalam mineral alofan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dan kotoran sapi terhadap ketersediaan fosfat (P) Andosol. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah bakteri pelarut fosfat dengan populasi 109 CFU/ml : 0 (O0), 10 (A1) dan 20 (O2)ml/kantong poli sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang sapi: 0 (P0), 5 P(1), dan 10 (P2) ton/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 petak pot percobaan. Parameter analisis pendahuluan terdiri dari pH NaF, H2O, C-Organik, Asam Humat, Kemampuan Pengikat Fosfat Tanah (KPPT), P-tersedia Bray, Birham, dan P-total. Analisis pupuk kandang terdiri dari pH H2O, N-total, C- organik, dan P-tersedia. Parameter setelah perlakuan terdiri dari pH H2O, C- Organik, Asam Humat, Kemampuan Pengikat Fosfat Tanah (KPPT), P tersedia Bray, dan P tersedia Birham. Analisis data menggunakan Anova dan untuk menguji perbedaan antar perlakuan digunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri pelarut fosfat berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH H2O, Asam humat, P- Tersedia dalam bray dan birham sedangkan penambahan kotoran sapi secara signifikan meningkatkan pH H2O dan C-organik tetapi tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan KPPT P-tersedia Bray dan Birham. Kombinasi perlakuan dengan bakteri pelarut fosfat dan kotoran sapi tidak berpengaruh nyata terhadap P tersedia tanah, sedangkan dosis bakteri pelarut fosfat terbaik dalam meningkatkan ketersediaan P tersedia Andosol adalah dosis 20 ml/polybag (O2).
Kajian Pertumbuhan Tanaman dan Produktivitas Biomassa Daun Pohon Kayu Putih Pada Jenis Tanah Yang Berbeda di BDH Playen Balai KPH Yogyakarta Suci Ramadhani, Ratnaning Wulan; Afany, Miseri Roeslan; Mulyanto, Djoko
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i1.13213

Abstract

Tanaman kayu putih (Melalauca leucadendron Linn.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia. Dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas biomassanya, tanaman kayu putih harus tumbuh pada jenis tanah yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui produktivitas biomassa pada tanah Mediteran dan tanah Grumusol serta menentukan hubungan antara parameter kimia (C-organik, pH, N- total, P- tersedia, K- tersedia) dengan produktivitas biomassa daun dan Mengetahui Hubungan antara sejumlah sifat-sifat Kimia Tanah (C- organik, pH, N- total, P- tersedia, K- tersedia) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Biomassa pada Tanah Grumusol dan Mediteran. Metode yang digunakan adalah metode survey. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive, berdasarkan grid dan skala peta. Parameter penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu beberapa sifat kimia tanah meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan parameter agronomi yang digunakan adalah berat basah daun kayu putih dan lingkar batang. Untuk mengetahui hubungan antara parameter terhadap berat basah daun maupun lingkar batang digunakan analisis regresi dan korelasi. Analisis regresi tunggal beberapa parameter kimia (C- organik, pH, N- total, P- tersedia, K- tersedia) dengan pertumbuhan (lingkar batang) dan produktivitas biomassa daun menunjukan nilai rendah atau tidak memiliki hubungan. Analisis regresi ganda anatara lingkar batang dan produksi biomassa dengan beberapa parameter sifat kimia (C- organik, pH, N- total, P- tersedia, K- tersedia) menunjukan ada hubungan kuatditunjukkan dengan nilai r cukup tinggi dan niali R2 juga tinggi. Untuk tanah mediteran lima parameter kimia berpengaruh sebesar 6,28% dan tanah grumusol sebesar 2.51% terhadap berat basah. Sedangkan pada lingkar batang tanah mediteran berpengaruh sebesar 48,6% dan tanah grumusol sebesar 44,6%. 
Aplikasi Limbah Organik Padat Untuk Meningkatkan P dan K pada Tanah Latosol Prihatiningtyas, Rahmawati; Herlambang, Susila
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah padat kayu putih dan pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan P dan K tanah Latosol. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama takaran limbah padat industri minyak kayu putih 0 ton/ ha (L0), 3 ton/ha (L1), 6 ton/ha (L2), 9 ton/ha (L3). Faktor kedua berupa takaran pupuk kandang ayam 0 ton/ha (P0), 10 ton/ha (P1), 20 ton/ha (P2), dan 30 ton/ha (P3) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 pot percobaan. Parameter analisis tanah C-organik, KPK, P-tersedia, K-tersedia. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dengan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah biomassa industri minyak kayu putih dan pupuk kandang ayam menunjukan bahwa berpengaruh nyata terhadap kenaikan P-tersedia dan K-tersedia dengan kombinasi terbaik limbah biomassa industri minyak kayu putih dosis 6 ton/ha dan pupuk kandang ayam dosis 30 ton/ha
Evaluasi Status Kesuburan Tanah Sawah di Kalurahan Sidorejo Kapanewon Godean Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Pasya, M. Rivaldi; Kundarto, M.; Widodo, R. Agus
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i1.13216

Abstract

Kalurahan Sidorejo mengalami penurunan luas lahan sawah sejak 2011 sebesar 268,5 Ha menjadi 234,5 Ha pada tahun 2021 menyebabkan penggunaan penggunaan lahan sawah menjadi intensif. Penggunaan lahan yang dilakukan secara terus menerus tanpa adanya pergiliran tanaman akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran status kesuburan pada lahan sawah serta mengetahui faktor pembatas kesuburan tanah di Kalurahan Sidorejo. Penelitian dilaksanakan di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Sleman, DIY. Metode penelitian menggunakan metode survei dan uji tanah. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode grid atau metode petak ukur pada peta penggunaan lahan sawah, diperoleh 20 titik sampel. Penentuan status kesuburan tanah berdasarkan petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah tahun 1995. Hasil analisis sifat kimia tanah diperoleh nilai KPK berkisar antara 6,10 - 30,41 me/100g, nilai KB 12,93% - 75,79%, kandungan P2O5  25,60% - 147,11% mg/100g, kandungan K2O 17,25 – 91,66 mg/100g, nilai C-Organik 2,45% - 5,20 %, nilai N-Total 0,1% – 0,32%, dan  nilai pH berkisar antara 5,00 – 6,40. Hasil penelitian diperoleh status kesuburan tanah di Kalurahan Sidorejo didominasi status kesuburan sedang. Status kesuburan rendah terdapat pada 4 titik pengamatan, kesuburan sedang pada 15 titik pengamatan, dan kesuburan tinggi terdapat pada 1 titik pengamatan. Faktor yang menjadi pembatas kesuburan tanah yaitu Kapasitas Pertukaran Kation dan Kejenuhan Basa.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (Limbah Udang Dan Kotoran Ayam) Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap N, P, K, Permeabilitas Dan Kemantapan Agregat di Entisol Serta Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Dewanti, Lili; Julianto, Eko Amiadji; Ratih, Yanisworo Wijaya
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13217

Abstract

Di pesisir pantai Cilacap banyak masyarakat mendirikan kegiatan industri tambak udang dan peternakan ayam broiler yang menghasilkan limbah. Upaya mengurangi limbah adalah memanfaatkannya menjadi pupuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari limbah udang-kotoran ayam dan pupuk kandang ayam broiler terhadap unsur N, P, K, Permeabilitas dan Kemantapan Agregat Tanah Entisol serta pertumbuhan tanaman sawi. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Konservasi dan Reklamasi Lahan UPN “Veteran” Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah dosis POC limbah udang dan ayam broiler yang terdiri atas P0= 0%, P1= 7,5%, P2= 15% dan P3= 22,5%. Faktor kedua berupa dosis pupuk kandang ayam broiler yang terdiri dari K0= Tanpa pupuk kandang, K1= 7,5 ton/ha, K2= 15 ton/ha. Parameter tanah yang diamati adalah N-tersedia, P-tersedia, K- tersedia, N-total, C- organik, kemantapan agregat dan permeabilitas, sedangkan parameter pertumbuhan sawi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian POC limbah udang-kotoran ayam berpengaruh nyata meningkatkan pH H2O, N-total, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman sawi serta dapat menurunkan laju permeabilitas Entisol. Pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata menurunkan laju permeabilitas. Kombinasi pemberian POC limbah udang-kotoran ayam dan pupuk kandang terjadi interaksi dan berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar C-organik, N-tersedia, P-tersedia dan K-tersedia. Dosis terbaik pada kombinasi POC limbah udang- kotoran ayam dan pupuk kandang yaitu pada P3K2.  
Sortasi Logam Berat Kromium Heksavalen pada Perairan dan Tanah di Lingkungan Industri Penyamakan Kulit Banyakan Kapanewon Piyungan Bantul Kurniawan, Agung; Mulyanto, Djoko
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i1.13209

Abstract

Penelitian dilakukan di sekitar Kawasan Industri Penyamakan Kulit Banyakan, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Latar belakang penelitian ini disebabkan adanya industri penyamakan kulit yang berdekatan dengan aliran irigasi dan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran kromium, mengetahui pengaruh jarak buangan limbah terhadap kadar kromium heksavalen serta mengetahui sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kadar kromium heksavalen. Metode yang digunakan yaitu survey dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan yang dilewati oleh aliran limbah. Sampel diambil pada air irigasi, air sungai, air sumur, tanah irigasi, tanah sawah dan tanaman padi dengan rentang jarak 100 meter antar titik sampel. Parameter penelitian yang digunakan yaitu kromium heksavalen, kromium total, pH H2O, bahan organik, daya hantar listrik, dan persen lempung. Hasil penelitian menunjukkan rentang kromium heksavalen antara 0,0019 – 0,0032 ppm pada perairan dan antara 0,04 - 0,07 ppm pada tanah. Tidak ada hubungan antara jarak dengan kadar kromium heksavalen. Di tanah, DHL berbanding lurus dengan kromium heksavalen dan pH berbanding terbalik dengan kromium heksavalen.  
Dinamika Unsur Hara Makro dan Mikro pada Proses Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Sayur dan Buah Pasar Tradisional dengan Teknik Ember Tumpuk Kirana, Dinda Setya; Wahyuni, Riska Widia; Munawar, Ali; Partoyo, Partoyo; Virgawati, Sari
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13218

Abstract

Limbah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan di pasar tradisional belum dikelola dengan baik, bahkan cenderung menjadi bahan pencemar bagi lingkungan di sekitarnya. Limbah tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan hara makro yaitu  N, P, dan K dan hara mikro Fe, Mn, dan Cu pada lindian dan sisa padatan kompos dari proses pengomposan dengan Teknik Ember Tumpuk, mengetahui kualitas hasil pupuk organik cair dan padat (POC dan POP) hasil pembuatan pupuk organik dengan Teknik Ember Tumpuk dan mengetahui waktu panen POC yang terbaik untuk mendapatkan kandungan N, P, K, Fe, Mn, dan Cu tertinggi pada pembuatan (POC) dengan Teknik Ember Tumpuk dari limbah organik sayur dan buah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung di lapangan dan pembuatan pupuk organik cair serta metode kuantitatif dengan analisis laboratorium. Parameter yang diamati meliputi pH, kadar C-organik, N-total, P2O5, K2O, Fe, Mn dan Cu pada lindian dan padatan kompos. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian dibandingkan dengan data di Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konsentrasi tertinggi Pada Unsur Hara Mikro N-total, P2O5, dan K2O POC yaitu pada minggu ke-10 sebesar 0,204%. Konsentrasi tertinggi Hara Mikro Fe, Mn, dan Cu yaitu pada minggu ke-10 sebesar 10,26 ppm, 0,46 ppm dan 3,31 ppm. Seluruh pemanenan POC yang dihasilkan belum dapat memenuhi Standar mutu POC. Padatan kompos yang dihasilkan untuk unsur Hara Makro sudah memenuhi syarat mutu POP yaitu sebesar 5,351%. Sedangkan untuk unsur Hara Mikro masih belum memenuhi syarat mutu POP.
The Impact of Traditional Petroleum Mining Waste on Surface Water Quality in Bojonegoro District: Dampak Limbah Penambangan Minyak Bumi Tradisional Terhadap Kualitas Air Permukaan di Kabupaten Bojonegoro Widya Nurrahma, Enike; Munawar, Ali
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 21 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v21i2.14878

Abstract

Traditional petroleum mining is mining that produces liquid and solid waste which can cause environmental pollution. This research aims to determine the impact of traditional petroleum mining waste on surface water quality and calculate the level of surface water pollution. Research was carried out in November, using survey methods and purposive methods to determine the location and collection points for waste water and surface air. Petroleum wastewater and surface water samples have been taken using the grab sampling method. The wastewater samples consisted of 6 samples in the form of 3 samples (B1, B2, B3) from oil wells that were operationally active 24 hours / day. 3 samples (C1, C2, C3) from operational passive oil wells 3 times for 4 hours/day. Surface water samples were taken at 6 points, namely A0 as control, 0km (A1), 0.5km (A2), 1km (A3), 1.5km (A4), 2km (A5). The parameters that have been tested include temperature, TDS, TSS, pH, BOD, COD, DO, fatty oil, ammonia, H2S and phenol. The quality of waste and surface water has been determined based on Minister of Environment Regulation No. 19 of 2010 and Government Regulation Number 22 of 2021. The level of water pollution has been determined using the Pollution Index (IP) method. The results of the research that has been carried out show that TDS, COD, fatty oil, NH3 from active well waste (B) and COD, fatty oil from passive well waste (C) exceed quality standards. Surface water quality has TDS, BOD, COD, fatty oils, NH3, and phenols exceeding class III water quality standards. The level of surface water pollution includes Light Pollution to Moderate Pollution. The farther the sample point is from outlet waste, pollution levels have decreased.

Page 8 of 12 | Total Record : 115