cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2014)" : 11 Documents clear
PROSES EKSTRAKSI MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET BERBANTU GELOMBANG MIKRO Achmad Wildan; Indah Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.954

Abstract

Karet  (Hevea  brasiliensis  Muell.  Arg)  merupakan  salah  satu  hasil  pertanian yang  banyak menunjang  perekonomian  Negara.  Selain  menghasilkan  lateks, perkebunan  karet  juga menghasilkan biji karet. Biji karet mempunyai kandungan minyak yang sangat tinggi.  Minyak biji karet mengandung asam asam lemak yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi seperti stearat,  oleat,  linoleat  dan  linolenat.  Pada  metode  mekanik  atau  pengepresan,  diperoleh rendemen  minyak  biji  karet  sekitar  20  hingga  30%.  Padahal  kandungan  minyak  dalam  biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dapat   dilakukan  dengan  metode  ekstraksi  berbantu  gelombang  mikro.  Tujuan  penelitian  ini adalah  penggunaan  beberapa  variabel  proses  untuk  mendapatkan  jumlah  rendeman  minyak limbah  padat  biji  karet  yang  optimum  dengan  beberapa  pelarut  menggunakan  metode ekstraksi berbantu gelombang mikro   serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji  karet  tersebut.  Penelitian ini  menggunakan  pelarut  n-heksana,  etil  asetat  dan  etanol. Variabel  yang  digunakan  adalah  jumlah  sirkulasi   serta  perbandingan  bahan  dan  pelarut. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh 38, 98 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali dan perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia  untuk  minyak dengan  kondisi  optimum  tersebut  diperoleh  antara  lain  viskositas   56,4261  cp,  bobot  jenis 0,9298, indeks bias  1,468  , bilangan iod  148,5670    mg/g, bilangan penyabunan  178,0487  mg KOH/g, bilangan asam 38,6246 mg/g.Keyword : ekstraksi, biji karet, gelombang mikro, limbah padat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PRODUKSI KERUPUK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA RANDUSANGA KULON KABUPATEN BREBES Indah Riwayati; Rita Dwi Ratnani; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.955

Abstract

Brebes  merupakan  kabupaten  yang  cukup  luas  di  Provinsi  Jawa Tengah. Sebagian  besar wilayahnya adalah dataran rendah. Kabupaten Brebes telah mampu memproduksi rumput laut jenis  Gracillaria  sp.  tambak  dengan  sentra  budidaya  di  Desa  Randusanga  Wetan  dan Randusanga Kulon Kecamatan Brebes dengan jumlah produksi 150 ton kering per bulan dari luas  lahan  tambak  ±  200  Ha  dari  ±  2.000  Ha  lahan  yang  berpotensi ditanami  rumput laut. Masyarakat  membutuhkan  suatu  diversifikasi  produk olahan  rumput  laut  yang mempunyai daya tahan lama tanpa bahan pengawet tambahan serta mudah diproduksi pada skala rumah tangga. Produk tersebut diantaranya adalah kerupuk  rumput laut. Target luaran yang  nantinya  dapat  memberikan  manfaat  bagi  mitra  merupakan  suatu metode  untuk memproduksi kerupuk rumput laut sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk. Disamping itu  dari  desain  proses  akan  diperoleh  alat  perajang  kerupuk.  Kegiatan  program  dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama adalah melakukan percobaan tentang teknologi yang akan diterapkan,  tahap  kedua  mendesain  peralatan  produksi,  tahap  ketiga  memberikan pelatihan  dan  pendampingan  produksi  serta  pengemasan  dan  tahap  keempat  memberikan pelatihan cara mendaftarkan produk ke dinas kesehatan.Kata kunci: kerupuk, rumput laut, brebes
PENGARUH PENAMBAHAN Cu PADA PADUAN Al-7Si TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO HASIL CORAN KEPALA SILINDER MOTOR 2 TAK DENGAN METODE PENGECORAN LOST FOAM CASTING Suherman Suherman
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.956

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk  mengetahui pengaruh penambahkan  Cu sebesar 3%  pada paduan  Al-7Si  terhadap sifat  fisis  dan  mekanis  pada  hasil  coran  kepala  silinder  (head cylinder) sepeda motor 2 Tak  yang  dicor dengan metode lost foam casting (LFC).  Aluminium paduan  Al-7Si  sebelum  dan sesudah  penambahan  Cu  dilebur  menggunakan  dapur  krusibel pada  temperatur  750 oC  dan  selanjutnya  dituangkan  kedalam  pola  styrofoam  yang  sudah dipersiapkan sebelumnya. Untuk mengamati sifat fisis dan mekanis hasil penambahan Cu pada aluminium Al-7Si, hasil coran dipotong pada beberapa bagian  seperti pada bagian  sirip  dan alas/bawah  kepala silinder.  Benda  cor  sebelum  dan  sesudah  penambahan  Cu diuji  nilai kekerasannya menggunakan mesin uji kekerasan metode Rockwell, sedangkan struktur mikro diamati menggunakan  mikroskop optik.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Cu sebesar 3% pada paduan Al-7Si menurunkan nilai kekerasan benda cor baik pada bagian sirip maupun pada bagian alas dari hasil coran head cylinder. Katakunci : aluminium Al-Si, head cylinder, lost foam casting
REKAYASA PROSES PRODUKSI ASAM LAKTAT DARI LIMBAH AMPAS PATI AREN SEBAGAI BAHAN BAKU POLI ASAM LAKTAT Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana; Sri Hartini
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.957

Abstract

Proses  pembuatan  asam  laktat    dari  limbah  ampas  pati  aren diawali  dengan  perlakuan pendahuluan hingga diperoleh serbuk ampas pati aren.  Proses  selanjutnya adalah  hidrolisis selama 54  jam  dengan  penambahan  mikrobia  selulotik  dari  ekstrak rayap  sebanyak  40%. Hasil  hidrolisis  adalah  glukosa  dengan kadar  gula  reduksi  sebesar  31,99%.  Fermentasi glukosa  menjadi  asam  laktat  dilakukan  pada  suhu  30oC  dengan  penambahan  Lactobacillus casei sebanyak 10%, 20%, 30% dan waktu inkubasi 10 jam, 12 jam, 14 jam, 16 jam, 18 jam, 20  jam. Berdasarkan  uji  statistik  analisis  varian  disimpulkan  bahwa ada  beda  sangat  nyata antar  perlakuan  kombinasi  jumlah Lactobacillus  casei  dan  waktu  fermentasi.  Kadar  asam laktat tertinggi  diperoleh  pada  penambahan  Lactobacillus  casei sebanyak  30%  dan  waktu fermentasi 20 jam, yaitu sebesar 0,91 g/L.Kata kunci : asam laktat; rayap; lactobacillus casei;  limbah ampas pati aren
ANALISIS KEAUSAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Darmanto Darmanto; Muhamad Thufik Ridwan; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.958

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu dari Tribotester yang nantinya digunakan sebagai alat uji suatu  material  untuk  mengetahui  prediksi  keausan  dan  gesekan.  Pin-on-disc  terdiri  dari  pin yang berupa bola yang terbuat dari material tertentu dan disc yang juga dapat divariasikan jenis  materialnya.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  variasi  kondisi pelumasan pada keausan material aluminium. Pin diuji dengan menggunakan pelumas SAE 40,  SAE  140  dan  tanpa  pelumasan.  Faktor  keausan  terbesar  dalam  penelitian  yang  telah dilakukan, terjadi pada pengujian dengan menggunakan pelumas SAE 40 sebesar 0,536.10 -8m3/N.m  diikuti pengujian dengan menggunakan pelumas SAE 140 sebesar 0,0507.10-8m3/N.m dan pengujian tanpa pelumas sebesar 10,477.10-8m3/N.m .Kata kunci: Pin-On-Disc, variasi pelumasan, keausan aluminium.
ANALISIS MOMEN LENTUR MATERIAL BAJA KONSTRUKSI DENGAN VARIASI MOMEN INERSIA DAN BEBAN TEKAN Darmanto Darmanto; M.Nursalim Nursalim; Imam Syafaat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.959

Abstract

Pengujian  bahan  merupakan  salah  satu  proses  penting didalam  pemilihan  sebuah  material. Hal  ini  dilakukan  untuk mengetahui  seberapa  jauh  kekuatan  dan  ketangguhan  material tersebut dalam menerima beban dari tekanan atau gaya dalam sebuah konstruksi. Defleksi dan modulus elastisitas merupakan komponen didalam pengujian momen bending dengan variasi momen  inersia  dan  tekanan.  Baja  konstruksi  digunakan  sebagai  specimen  dengan  variasi profil  yang berbeda-beda.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  besaran  defleksi  dan mengukur nilai modulus elastisitas. Pengujian momen lentur dilakukan dengan variasi tekanan 5 kg/cm2, 7 kg/cm2, dan 10 kg/cm2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan media bahan uji diameter 5/8 inchi, kotak ½ inchi dan kotak 5/8 inchi. Pengujian dilakukan masing-masing 3 kali pada tiap jenis bahan uji pada tiap variasi beban.  Hasil penelitian   menunjukkan modulus elastisitas  baja  konstruksi  yang  terjadi  pada  kisaran  229,5681Gpa  sampai  dengan 247,2482GPa,  hal  ini  mendekati  nilai  empiris  dasar  pada  literatur  yaitu  antara  200  GPa sampai dengan 220 GPa dengan mengabaikan faktor gesekan.Kata kunci: modulus elastisitas, baja konstruksi, defleksi, beban tekan, momen inersia
PEMBUATAN ALUMINIUM SULFAT DARI CLAY Wahyu Nurcahyo; Indro Sumantri; Laeli Kurnisari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.960

Abstract

Aluminium sulfat adalah senyawa dengan rumus molekul Al 2 ( SO4  )3. Zat ini dapat dihasilkan dari  reaksi  antara  asam  sulfat dengan  aluminium  atau  mineralnya.  Kegunaan  aluminium sulfat antara lain penjernih air, pengatur pada industri kertas, pengatur warna pada industri kain  dan  bahan  penolong  pada  alat  pemadam,  dan  bahan  baku  pembuatan  bahan  kimia lainnya.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat aluminium sulfat dari bahan baku clay atau tanah liat dengan cara mereaksikan  clay dan  asam sulfat  dengan variabel excess asam, suhu dan  ukuran  feed.  Selain  itu juga  akan  dibandingkan  hasil  perolehan  alum  berdasarkan  asal clay.  Pada  penelitian  ini digunakan  clay  dari  Soka  dan  Jatiwangi.  Kedua  bahan  tersebut direaksikan dengan asam dengan variabel yang telah ditentukan selama satu jam.  Hasil yang telah  diperoleh  dibersihkan  dan  dikeringkan  hingga  terbentuk  kristal  anhidrat.  Setelah  itu efisiensi dihitung berdasarkan kandungan logam aluminium dari produk. Dari hasil percobaan diperoleh  bahwa  genting  dapat  digunakan  sebagai  bahan  baku  alternatif  dalam  pembuatan aluminium sulfat.  Hasil yang didapatkan  bahwa genteng soka kadar aluminiumnya lebih besar dari genteng jatiwangi dan kondisi ideal proses tersebut adalah pada suhu 70°C ukuran 100 mesh dan excess asam sebesar 20%’.Kata kunci : alum, clay, asam sulfat
EKSTRAKSI DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL Indro Sumantri; Galih Prihasetya Hermawan; Hendrawan Laksono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.961

Abstract

Sirsak  (Annonamuricata  L)  merupakan  tanaman  buah  yang berasal  dari  Karibia,  Amerika Tengah  dan  Amerika  Selatan.  Di dalam  daun  sirsak  terdapat  senyawa  acetogenin  yaitu senyawa  polyketides  dengan  struktur 30 –  32 rantai karbon  tidak  bercabang yang terikat  pada gugus  5-methyl-2-furanone. Rantai  furanone  dalam  gugus  hydrofuranone  pada C23 memiliki aktivitas  sitotoksik.  Salah satu  kendala dalam pemanfaatan ekstrak  daun  sirsak  adalah kurang efisiennya  pelarut yang digunakan  selama  ini.  Penelitian  ini  bertujuan agar dapat diketahui variabel yang berpengaruh  dan  menentukan  kondisi operasi paling baik  pada proses maserasi zat  sitotoksik  dari daun  sirsak.    Penelitian  ini  dirancang  dengan  metode factorial desain  2 level dan 4 variabel  bebas  yaitu  kadar air  10  dan 90%, waktu  maserasi 1 dan 2 hari, berat sampel  4  dan  7  gram,  jenis  pelarut  fraksinasi  etanol  dan  n-heksan.  Variabel  terikat  yang digunakan  yaitu  volume  solven  ekstraksi  200  ml, temperature  ekstraksi  28oC  (temperature ruangan), dan  jenis pelarut  etanol. Empat  variable  bebas  tersebut  memberikan  pengaruh yang positif/meningkatkan  kadar  fenol  dan  variabel  yang  paling  berpengaruh  adalah  kadar  air, berat  sampel,  dan  waktu  ekstraksi.  Kondisi  paling  baik  pada  proses  ekstraksi  zat  sitotoksik adalah pada berat 7 gram, dengan pengeringan, dan waktu ekstraksi 2 hari.Kata kunci : sirsak, acetogenins, ekstraksi, maserasi, sitotoksik
EKSTRAKSI HIDROTOPI DENGAN MAGNETIC STIRER UNTUK MENDAPATKAN SENYAWA ANDROGHAPHOLIDE DARI TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) Zakka Athoo’ Illah; Rita Dwi Ratnani; Suwardiyono Suwardiyono; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.962

Abstract

Andrographis  paniculata  termasuk  salah  satu  tanaman  obat unggulan  Indonesia. Keunggulanya  sebagai  tanaman  obat  sudah  diteliti  secara  botani,  budidaya,  efek farmakologis, kandungan kimia, uji praklinis dan uji klinis. Andrographis paniculata memiliki aktivitas  anti  virus  dan  bersifat  immunomodulator.  Senyawa  aktif  Andrographolide  dari Andrographis  Paniculata   dapat  diambil  dengan  metode  ekstraksi  yang  bertujuan   untuk menentukan  harga  konsentrasi  minimun  hidrotop,  menentukan  konstanta  setchenow  serta pengaruh variabel  suhu dan konsentrasi hidrotop.  Penelitian menggunakan metode ekstraksi hidrotopi dilakukan dengan menambahkan larutan hidrotop (Natrium  Benzoat) kedalam 20gr serbuk sambiloto pada konsentrasi 1 hingga 2 mol. Kemudian diaduk dengan stirer selama 2 jam  dan diendapkan  selama  1  jam.  Penyaringan  dengan  bantuan  vacum  dan  terakhir menggunakan sentrifuse untuk mendapatkan ekstrak andrographolide. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven. Parameter yang perlu diperhatikan adalah suhu dan konsentrasi larutan.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  perolehan  berat  substrat  andrographolide terbanyak  pada  konsentrasi  1,5  mol  dengan  variable  suhu  30 oC  yakni sebesar  0,99  gram dibanding variable suhu 35 oC yang hanya mendapatkan substrat maksimal 0,328 gram.  Dari penelitian  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  konsentrasi  minimum  hidrotop  (1,4  mol/30 oC)  maka Konstanta Setchenow  yang diperoleh 2.026.Kata kunci:    Andrographolide  Paniculata,  Ekstraksi  Hidrotropi,  Immonomodulator, Konstanta Setchenow.
EKSTRAKSI ANDROGRAPHOLID SAMBILOTO MENGGUNAKAN LARUTAN HIDROTROP NATRIUM ASETAT DAN ETHANOL DENGAN PROSES GELOMBANG MIKRO Chandra Pribadi; Indah Hartati; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.963

Abstract

Metode  ekstraksi  baru  menggunakan  ekstraksi  gelombang mikro  dengan  larutan  hidrotropi digunakan  untuk  ekstraksi Andrografolide  dari  Andrographis  Paniculata  yang  juga  dikenal sebagai “King of Bitter”. Metode ini diharapkan mampu menjadi alternatif ekstraksi zat aktif. Konsentrasi  hidrotrop  minimum perlu  dikaji  untuk  melihat  pada  konsentrasi  berapa  larutan hidrotrop  mulai  dapat  melarutkan  Andrografolid  dengan  air.  Konstanta  setchenow  adalah konstanta yang menunjukkan keefektifan larutan hidrotrop dan perlu dikaji untuk melihat pada konsentrasi  berapa  larutan  hidrotrop  bekerja  optimum.  Variabel  tetap  pada  penelitian  ini adalah:  serbuk  sambiloto  20  gram,  waktu  ekstraksi  15  menit  dan  volume  larutan  1:10. Sedangkan  variabel  berubah  adalah  konsentrasi  larutan  0M-4M,  daya  microwave  10%  dan 30%.  Hasil  terbesar  dari ekstraksi  ini  didapatkan  pada  larutan  hidrotrop  inatrium  asetat dengan menggunakan daya 30% menghasilkan andrografolid sebesar 7,5%Kata Kunci: Sambiloto, Andrograpolide, Hidrotrop, MAE

Page 1 of 2 | Total Record : 11