cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020)" : 15 Documents clear
STUDI EKPERIMENTAL DAN SIMULASI PENGARUH SUDUT DOUBLE SEGMENTAL BAFFLE DAN LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA PADA HEAT EXCHANGER TYPE SHELL AND TUBE TERHADAP PERPINDAHAN PANAS Muhammad Syafi’i; Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3354

Abstract

Shell and tube heat exchanger (STHX) merupakan jenis penukar kalor yang banyak digunakan di industri. Namun, peningkatan performa penukar kalor ini perlu dilakukan dengan cermat karena alirannya yang kompleks di dalam shell. Shell-and-Tube Heat Exchanger berfungsi untuk menukar energi dalam bentuk panas antara fluida yang berbeda Temperature yang dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Fluida yang bertukar energi dapat berupa energi yang fasenya sama (cair ke cair atau gas ke gas) atau dua fluida yang berbeda fasenya. Penelitian ini mengkaji peningkatan performa dalam bentuk koefisien perpindahan panas total dan efektivitas dengan melakukan variasi sudut baffle menggunakan pendekatan eksperimen. Penukar kalor diuji pada laju aliran massa 0,5; 1; 1,5; dan 2 kg/s dengan variasi sudut baffle 0°, 10°, dan 20°. Pada pengujian eksperimen maupun simulasi semakin kecil sudut baffle maka semakin besar nilai efektivitasnya dan semakin besar laju aliran massa maka semakin besar pula nilai koefisien perpindahan panas totalnya. Pada pengujian simulasi nilai efektivitas dengan sudut baffle 0° memiliki nilai maksimal 1,82% dengan nilai koefisien perpindahan panas total 1607 W/m².K, 10° memiliki nilai 1,79% dengan nilai koefisien perpindahan panas total 1581 W/m².K, dan 20° memiliki nilai 1,70% dengan nilai koefisien perpindahan panas total 1460 W/m².K, nilai efektivitas pada pengujian eksperimen dengan sudut baffle 0° memiliki nilai maksimal 1,38% dengan nilai koefisien perpindahan panas total 741,54 W/m².K, 10° memiliki nilai 1,29% dengan nilai koefisien perpindahan panas total 740,56 W/m².K, dan 20° memiliki nilai 1,14% dengan nilai koefisien perpindahan panas total 739,21 W/m².K. Kata Kunci: Computational Fluid Dynamics, double segmental baffle, STHX, sudut baffle
ANALISA KEKUATAN KOMPOSIT SANDWICH KARBON FIBER DENGAN CORE STYROFOAM SEBAGAI MATERIAL PADA MODEL PESAWAT TANPA AWAK (UJI TARIK & UJI BENDING) Dadang Setiyawan; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3345

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia kedirgantaraan semakin maju. Ketergantungan pada bahan buatan yang semakin tinggi menuntut terciptanya inovasi untuk mengembangkan material yang ringan namun tetap kuat tanpa meninggalkan aspek-aspek keselamatan. Perkembangan teknologi komposit makin serius di kembangkan. Salah satunya teknologi komposit dengan material serat inti busa (fiber foam core). Dalam penelitian ini variasi yang digunakan adalah lapisan bagian atas 1 sampai 3 lapisan. Pembuatan material menggunakan metode hand lay-up, spesimen menggunakan standar ASTM D 638 dan ASTM C 393. Pengujian tarik dan bending dengan pengulangan 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan Bending tertinggi di dapat pada 3 lapisan atas komposit karbon fiber core styrofoam sebesar 605,38 kg/cm2 dan untuk pengujian Bending 702,7 kg/cm2. Kata kunci: Komposit Karbon, Uji Bending, Uji Tarik
ANALISIS AERODINAMIKA PADA BODI MOBIL HEMAT ENERGI LINTANG SAMUDRA MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Bagus Wahyu Prastyo; Imam Syafa’at; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3366

Abstract

Aerodinamika kendaraan merupakan bentuk pergerakan aliran udara yang memberi pengaruh atau menyebabkan gaya kepada benda saat bergerak dengan kecepatan tertentu. Ada beberapa cara untuk mengetahui bentuk aerodinamika kendaraan. Pertama yaitu melakukan eksperimen dengan memasukkan kendaraan pada terowongan angin. Cara kedua yaitu menggunakan software CFD (Computational fluid dynamic). Dengan metode CFD peneliti dapat membuat berbagai bentuk desain tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aerodinamika serta nilai Drag coefficient (CD) dan Lift coefficient (CL) pada bodi mobil Lintang Samudra. Simulasi dilakukan pada 4 kecepatan aliran udara yaitu 40, 50,60 dan 70 km/h. Simulasi menggunakan model turbulensi k-ɛ dengan intensitas 5%, model tersebut dipilih karena memiliki tingkat error terkecil terhadap validasi dari jurnal simulasi Bammidi dan Murty (2014) sebesar 0,13 %. Didapatkan hasil bodi Lintang Samudra 1 memiliki nilai CD = 0,07598 - 0,07025 dan CL=(-0,00800) – (-0,00837) Pada bodi Lintang Samudra 2 memiliki nilai CD = 0,072451 - 0,067020 dan CL = 0,001395 – 0,000949. Terdapat perbedaan bentuk aliran fluida pada bodi Lintang Samudra 1dan bodi Lintang Samudra 2. Jadi bodi kedua lebih aerodinamis dari bodi pertama. Kata kunci: aerodinamika, bodi, CFD, drag, lift.
VARIASI JENIS PAHAT TERHADAP TINGKAT KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 41 PADA PROSES BUBUT CNC HJ-28 Sendie Yuliarto Margen; Slamet Riyadi; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3350

Abstract

CNC mempunyai ketelitian yang tinggi, ketepatan dimensi, waktu produksi yang lebih efektif, dan produktivitas tinggi. Hasil pengerjaan mesin CNC bergantung pada parameter permesinan, seperti cutting speed, feedrate, depth of cut, material benda, pendinginan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari variasi pahat agar diketahui pahat yang baik selama proses permesinan CNC bubut sehingga mendapatkan setting yang sesuai sehingga menghasilkan kualitas yang baik pada kekasaran permukaan dan kekerasan permukaan. Bahan yang digunakan adalah Baja ST. 41, alat yang digunakan adalah mesin bubut CNC HJ-28 dengan variasi jenis pahat Insert, HSS Bohler, karbida, kemudian Baja ST 41 diproses dengan mesin bubut CNC dengan kecepatan putar spindel (spindle speed) tetap 500 rpm dan gerak pemakanan pahat tetap 50 mm/menit dengan kedalaman 2 mm, kemudian melakukan uji kekasaran permukaan dan kekerasan. Nilai kekasaran pada pahat insert =1,33 µm, pahat HSS Bohler = 1,14 µm, dan pahat karbida = 1,84 µm, pengujian kekasaran pemukaan hasil yang paling halus yaitu pahat HSS Bohler = 1,14 µm sedangkan yang paling kasar yaitu pahat karbida = 1,84 µm. Nilai kekerasan untuk pahat insert = 144 kg/mm², pahat HSS Bohler = 140,33 kg/mm², dan pahat karbida = 140,33 kg/mm². Pengujian kekerasan hasil yang paling keras yaitu pahat insert = 144 kg/mm². Kata kunci: Variasi jenis pahat, tingkat kekasaran, kekerasan, proses bubut CNC.
VISUALISASI PENGARUH SUDUT SERANG DAN KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP STALL AIRFOIL NACA 2415 DAN NACA 4424 Muhamad Royan Al Faris; Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3362

Abstract

Airfoil itu sendiri adalah suatu bentuk geometri yang apabila ditempatkan di suatu aliran fluida akan memproduksi gaya angkat (lift) lebih dari gaya hambatan (drag). Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasi aliran udara melewati airfoil dan pengaruh sudut serang terhadap aliran udara. Jenis airfoil yang di gunakan adalah NACA 2415 dan NACA 4424 dengan sudut serang 0°,5°,10°,15°, 20°,25°, 30°,35°, dan 40° dan dengan kecepatan aliran udara 1.0 m/s, 1.5 m/s, dan 2.0 m/s. Hasil visualisasi memperlihatkan semakin besar sudut serang airfoil maka vortex yang terjadi semakin besar dan wake yang terjadi lebih panjang ke belakang menjauhi airfoil dan di ikuti dengan peningkatan drag yang semakin besar semakin besar kecepatan aliran udara yang melewati airfoil maka separasi akan mulai terlihat pada sudut serang yang paling kecil. semakin besar ukuran airfoil dengan seri yang sama maka semakin besar kecepatan aliran udara yang dibutuhkan Kata Kunci: airfoil, sudut serang, stall.
ANALISIS KEAUSAN CYLINDER BAJA ST 70 MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC BERPELUMAS SAE 140 DAN VARIASI PEMBEBANAN Oktavian Yudha T.S; Darmanto Darmanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3346

Abstract

Keausan merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan dalam proses perancangan permesinan karena menyebabkan terjadinya perubahan dimensi komponen yang selanjutnya berdampak pada performa komponen. Analisis terhadap keausan dapat dicari menggunakan beberapa metode diantaranya dengan hasil perhitungan secara analitik dan hasil penelitian secara eksperimental. Tribometer pin-on-disc adalah alat untuk mengetahui volume keausan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume keausan dari pin dengan menggunakan variasi pembebanan yakni 19,62 N, 29,43 N dan 39,24 N dengan menggunakan material uji baja karbon rendah ST 70. Volume keausan ketiga percobaan tersebut sama yaitu sebesar 0,0076 mm3, tetapi jarak tempuh yang dibutuhkan berbeda. Sedangkan faktor keausan tertinggi terletak pada pembebanan 39,24 N yaitu sebesar 4,89 × 10-09. sedangkan nilai faktor keausan dari masing-masing pembebanan 19,62 N dan 29,43 N adalah 4,51 × 10-09, dan 4,71 × 10-09. Kata kunci: Keausan pin, Pin-on-disc , Variasi pembebanan
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TOOL MILLING PADA FRICTION STIR WELDING (FSW) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK MATERIAL ALUMUNIUM Irwan Hardiansyah Kosasi; Helmy Purwanto; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3351

Abstract

Pengelasan merupakan teknik penyambungan logam permanen dengan cara melelehkan logam sehingga sifat fisik dan mekanik logam mengalami perubahan. Salah satu metode pengelasan yang dapat mengurangi pembentukan cacat las, deformasi, dan mengurangi terbentuknya asap pengelasan adalah pengelasan friction stir welding (FSW). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan putaran pada proses pengelasan friction stir welding (FSW) terhadap struktur mikro, kekerasan, kekuatan tarik. Material 99,06 Al 0,2 Si 0,1Cu 0,06 Ni 0,18 Zn. divariasi kecepatan tool 600 rpm, 900 rpm, 1500 rpm dan menggunakan feed rate 15mm/menit. Hasil dari pengamatan mikro terlihat perbedaan antara daerah logam induk, HAZ dan daerah pengelasan (Nugget).Pada daerah logam induk partikel ukurannya lebar sedangkan pada HAZ ukurannya kecil dan terlihat agak kasar karena dipengaruhi efek panas dari gesekan tool saat pengelasan dan partikel daerah pengelasan (Nugget) terlihat halus. Hasil nilai kekerasan tertinggi terdapat pada bagian logam induk dengan putaran tool 1500 rpm sebesar 28 HRB sedangkan nilai kekerasan terendah terdapat pada bagian pengelasan (Nugget) sebesar 9 HRB dengan putaran tool 900 dan 1500 rpm. Pada proses pengujian tarik nilai tertinggi terdapat pada raw material sebesar 227,02 Mpa sedangkan nilai pengujian tarik terendah terjadi pada putaran 1500 rpm dengan nilai sebesar 128,05 MPa. Kata kunci: alumunium, feed rate, friction stir welding, putaran tool
ANALISIS FILTER KERAMIK BERPORI BERBASIS ZEOLIT ALAM DAN ARANG SEKAM PADI DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN PARTIKEL AIR SUMUR GALIAN Alam Nasroh Mahfuzin; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3363

Abstract

Di Indonesia membran dari keramik berpori akhir-akhir ini mulai meningkat penggunaannya, karena membran dari keramik mempunyai kandungan kimia yang bagus, tahan terhadap panas dan kekuatan yang stabil. Bahan dan proses yang mahal membuat membran keramik mempunyai harga yang mahal. Sedangkan arang sekam padi sering dijumpai, mempunyai kemampuan daya serap (absorpsi) yang baik. Penelitian ini bertujuan mencampurkan bahan zeolit alam dan arang sekam padi untuk dibuat membran keramik berpori dengan harga murah. Campuran dari zeolit alam dan arang sekam padi ini dapat dipakai sebagai membran karena sifatnya yang unik secara fisika, kimia dan bersifat adsorben terhadap cairan. Zeolit alam dan arang sekam padi dicoba untuk dibuat membran keramik berpori. Pembakaran keramik berpori dilakukan pada suhu 900°C. Pada penelitian ini keramik berpori berbentuk silinder dan dapat diteliti porositas, mampu alir dan nilai TDS. Metode Archimedes digunakan untuk pengukuran densitas dan porositas. Uji laju aliran air dan Uji nilai TDS (Total Dissolved Solid). Dari pengujian yang dilakukan dapat diketahui, semakin banyak arang sekam padi sehingga nilai porositasnya semakin besar. laju aliran air semakin cepat dan nilai TDS air semakin kecil. Pada proses sintering arang sekam padi terbakar sehingga timbul rongga atau pori-pori di dalam material keramik. Hasil pengujian ICP menujukan penurunan yang signifikan terhadap unsur logam dimandikan air sebelum dilakukan penyaringan. Kata kunci: arang sekam padi, sifat fisik,. zeolit murni
ANALISIS PENGARUH VISKOSITAS PELUMAS MULTI GRADE TERHADAP KARAKTER PELUMAS M. Salafudin; Darmanto Darmanto; Tabah Priangkoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3347

Abstract

Kontak mekanik antara elemen mesin merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari. Metode untuk meminimalkan keausan akibat kontak adalah dengan cara memberikan pelumas pada sistem tersebut. Ketahanan viskositas pelumas terhadap temperature sangat dipengaruhi oleh jenis bahan dasar pelumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan dasar pelumas terhadap umur viskositas. Pada penelitian ini menggunakan jenis pelumas pada suhu kamar cenderung mengalami penurunan yang cukup signifikan sedang pada suhu kerja cenderung stabil, hal ini karena pada temperature kamar viskositas pelumas lebih tinggi sehingga penurunan viskositas yang drastis akan terjadi. Pada suhu kerja viskositas pelumas sudah turun, sehingga kalau terjadi penurunan viskositas tidak terlalu signifikan. Pelumas semi sintetik mempunyai kestabilan viskositas yang lebih baik dibanding pelumas mineral dan semi premium mineral , hal ini karena pelumas semi sintetik secara umum mempunyai sifat kimia yang lebih baik , struktur kimia nyai seragam dibandingkan pelumas mineral dan premium mineral. Kata kunci: gesekan, pelumas, temperature, viscousity
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA SAMBUNGAN LAS GESEK DUA JENIS MATERIAL ALUMUNIUM DAN TEMBAGA DENGAN VARIASI PUTARAN Andika Dwi Putra; Helmy Purwanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3352

Abstract

Teknologi pengelasan saat ini menjadi salah satu hal yang diutamakan dalam proses produksi industri. Salah satu metode pengelasan yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut adalah pengelasan gesek (friction welding). Tipe friction welding yang sering digunakan dalam industri manufaktur untuk menyambungkan benda bulat adalah continuous drive friction welding (CDFW). Proses pengelasan solid state dimana penggabungan diperoleh dari panas akibat gesekan dan tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variasi putaran dalam tekanan konstan 3 Mpa dengan material alumunium dan tembaga terhadap sifat fisik dan mekanik.. Pengelasan dilakukan dengan variasi putaran 900 rpm, 1400 rpm dan 2000 rpm. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa pada variasi putaran 900 rpm memperlihatkan struktur mikro lebih rapat dan butiran halus merata. Pada putaran 900 rpm memperlihatkan uji tarik tertinggi sebesar 83,689 Mpa dan kekerasan tertinggi pada sambungan las yaitu sebesar 87,3 HRB. Kata kunci : las gesek, struktur mikro, uji tarik, uji kekerasan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15