cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020)" : 15 Documents clear
PENGARUH VARIASI SUSUNAN SERAT ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) DENGAN RESIN POLYESTER SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT ALTERNATIF ROMPI ANTI PELURU Bahar Qulub Iqbal Hanifi; H. Purwanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3769

Abstract

Serat eceng gondok merupakan salah satu material natural fiber alternatif dalam pembuatan komposit. Batang dari tanaman eceng gondok jika diproses dapat menghasilkan serat. Rompi anti peluru yang digunakan oleh militer, kepolisian, maupun sipil pada umumnya terbuat dari bahan serat aromatik polymides atau aramid. Serat-serat tersebut sampai saat ini diperoleh dengan cara impor dengan harga yang sangat mahal. Rompi anti peluru berbahan komposit serat telah banyak dikembangkan dari bahan lokal. Tulisan ini mengkaji sifat fisis dan mekanis serta kemampuan balistik komposit polimer polyester variasi susunan serat eceng gondok (eichhornia crassipes) sebagai bahan alternatif alami rompi anti peluru. Panel komposit dibuat dengan susunan serat searah vertical dan susunan serat berlapis (vertical/horizontal) dengan perbandingan vraksi volume serat dan matrik 30% dan 70% dengan ketebalam 10 mm. Hasil pengamatan pada serat eceng gondok menunjukan struktur mikro cenderung berbentuk silinder sehingga mempunyai penampang berbentuk lingkaran dan serat berwarna kuning kecoklatan. Nilai uji tarik rata-rata serat eceng gondok adalah 7,696 Kg/mm2. Kekuatan tarik komposit dengan susunan serat berlapis (vertical/horizontal) lebih tinggi dengan yield stress 9,522 MPa dan max stress 10,408 MPa dibandingkan dengan susunan serat searah vertical yaitu yield stress 4,535 MPa dan max stress 10,111 MPa. Hasil pengujian balistik menunjukan komposit dengan susunan berlapis juga lebih mampu menyerap energi impak dari proyektil. Kata kunci: polyester, serat eceng gondok, susunan serat, rompi anti peluru.
INVESTIGASI NUMERIK KEKUATAN STRUKTUR CHECK VALVE ½” 9K Psi MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT SOFTWARE Budi Setiyana; A Johan Kurniawan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3760

Abstract

Check Valve adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur cairan hanya mengalir ke satu arah saja dan mencegah aliran ke arah sebaliknya (backflow). Check valve tidak menggunakan tuas untuk mengatur aliran (membuka dan menutup), tapi menggunakan pegas dan tekanan dari aliran itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow), check valve sering digunakan sebagai pengaman dalam sistem perpipaan baik untuk fluida cair maupun gas. Karena fungsinya yang sangat penting, komponen check valve sering menjadi bagian kritis dalam sistem perpipaan. Berkaitan dengan bentuk strukturnya yang sulit dianalisis secara teoritik, analisis kekuatan check valve harus dilakukan secara numerik dengan software Metoda Elemen Hingga. Tulisan ini menganalisis kekuatan komponen check valve diameter 0.5 inchi dengan tekanan internal 9000 psi dengan menggunakan software aplikasi berbasis Metoda Elemen Hingga berupa ANSYS. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur chek valve cukup cukup kuat baik dari sisi deformasi, tegangan maupun faktor keamanannya. Kata kunci: ANSYS, backflo, Check Valve.
ANALISIS PENGARUH KONSUMSI BBM KENDARAAN PENUMPANG 1200 CC TERHADAP LALU LINTAS KOTA SEMARANG Muhamad Surifil Anam; Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3774

Abstract

Bahan bakar yang ada di Indonesia terdiri dari berbagai jenis, jenis-jenis bahan bakar tersebut disesuaikan dengan kebutuhan teknologi yang diterapkan di kendaraan. Sampai saat ini jenis bahan bakar motor bensin ada 4 jenis, yaitu : premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo, berbagai jenis bahan bakar tersebut memiliki karakteristik tersendiri,. Performa dari motor kendaraan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah jenis bahan bakar yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tiap bahan bakar yang berbeda yaitu Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo pada kendaraan penumpang terhadap lalu lintas di kota Semarang. Pengujian masing-masing jenis bahan bakar di kendaraan penumpang 1200 CC dengan bantuan sistem komputer OBD II ELM 327Mini yang akan menghasilkan data konsumsi bahan bakar pada kendaraan melalui aplikasi pada smartphone. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahan bakar Pertamax mencapai jarak tempuh terjauh yaitu sebesar 20,49Km/L pada kecepatan 50Km/h, untuk bahan bakar Pertamax Turbo mampu mencapai jarak 18,79 pada kecepatan 30Km/h posisi gigi 4, sedangkan bahan bakar Pertalite hanya mampu menempuh jarak maksimal sebesar 16,74 Km/L pada kecepatan 36 Km/h. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo
ANALISA PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN CNC MILLING MCV- 1100 TERHADAP SIFAT MEKANIK LOGAM ALUMINIUM AA 5052 - H112 Sendie Yuliarto Margen; Slamet Riyadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3765

Abstract

CNC milling (Computer Numerically Controlled Milling) adalah merupakan salah satu proses permesinan non konvensional yang pergerakan meja mesin (sumbu X dan Y ) serta spindel (sumbu Z atau rumah cutter) dikendalikan oleh suatu program program berisi langkah-langkah perintah yang harus dijalankan oleh mesin CNC (huruf per huruf atau angka per angka) yang disebut dengan program NC (Numerecally Control). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari variasi putaran mesin agar diketahui putaran yang baik selama proses permesinan milling sehingga mendapatkan setting yang sesuai pada putaran mesin sehingga menghasilkan kualitas yang baik pada kekasaran permukaan dan kekerasan permukaan. Bahan yang digunakan adalah Aluminium AA 5052 - H112, alat yang digunakan adalah mesin Milling MCV- 1100 menggunakan pahat face mild, kemudian Aluminium di proses dengan milling dengan variasi putaran mesin 700 rpm, 900 rpm, 1100 rpm, 1300 rpm dengan kecepatan potong tetap 50 mm/menit, setelah proses selesai kemudian melakukan uji kekasaran permukaan dan kekerasan. Untuk nilai kekasaran pada putaran mesin 700 rpm=1,38 µm, 900 rpm= 1,25 µm, 1100 rpm=1,24 µm dan 1300 rpm=1,31 µm. Sedangkan nilai kekerasan untuk putaran mesin 700 rpm = 48,37 kg/mm², 900 rpm =48,62 kg/mm², 1100 rpm = 48,68 kg/mm². dan 1300 rpm = 48,11 kg/mm². Kata kunci: Kekasaran, kekerasan, proses milling, variasi putaran mesin.
STUDI EKSPERIMENTAL KEAUSAN KUNINGAN MENGGUNAKAN PIN-ON-DISC TIPE POINT CONTACT Imam Syafa’at; Adi Nurman; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3770

Abstract

Keausan adalah hilangnya materi yang timbul sebagai akibat interaksi mekanik dua permukaan yang saling bergesekan dan dibebani, maka akan terjadi keausan, atau perpindahan materi. Kontak yang terjadi antara dua benda dapat berupa titik (point), garis (line), ataupun elips. Analisis keausan dapat dicari menggunakan beberapa metode diantaranya dengan hasil perhitungan secara analitik dan hasil penelitian secara eksperimental. Tribometer pin-on-disc adalah alat uji untuk mengetahui kedalaman dan volume keausan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keausan bola kuningan yang digesekkan dengan disc. Material untuk pin terbuat dari kuningan dan disc terbuat dari baja. Pembebanan yang digunakan adalah 6, 8, dan 10 N. Variasi waktu yang digunakan adalah 2,4,8, dan 16 menit. Hasil dari penelitian ini pada pembebanan 10 N pada jarak sliding 180,48 m hasil keausannya adalah 3,047E-05 m. Volume keausan pada jarak 180,48 m dengan pembebanan 10 N hasil volume keausannya adalah 2,165E-11 m3. Semakin bertambah pembebanan dan jarak sliding maka nilai keausan semakin bertambah. Kata kunci: Keausan, pin-on-disc, point contact
ANALISIS LAJU KOROSI PADA METERIAL BAJA ASTM A36 AKIBAT PENGARUH SUDUT BENDING DAN ALIRAN MEDIA KOROSI H2SO4 10% M.F. Farkhani; H. Purwanto; M. Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam sulfat (H2SO4) 10 % terhadap laju korosi pada plat baja karbon rendah mild steel ASTM A36 yang banyak digunakan salah satunya untuk konstruksi pintu air. Dalam penelitian ini plat akan mendapat perlakuan bending dan dicelup menggunakan metode celup diam dan celup putar dengan variasi bending yang digunakan adalah 600, 900, 1200, dan 1800 dengan lama waktu pencelupan 30, 60, dan 90 menit. Ukuran spesimen yang akan diuji dengan panjang 100 mm, lebar 50 mm, dan tebal 3 mm sebanyak 8 spesimen. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa laju korosi pada baja ASTM A36 menggunakan metode celup diam laju korosi terbesarnya pada sudut 1800 dengan waktu pencelupan 30 menit yaitu sebesar156,46 mm/tahun. Sedangkan untuk metode celup putar laju korosi terbesarnya terdapat pada sudut 900 dengan waktu 30 menit nilainya sebesar 40,56 mm/tahun. Laju korosi terbesar terhadap ke 2 metode tersebut terdapat pada pencelupan menit 30 ini dikarenakan pada menit 30 kadar keasaman pada larutan H2SO4 masih tinggi dan belum terkontaminasi oleh lingkungan. Aliran media pengkorosi larutan H2SO4 10% dengan menggunakan metode celup putar pengaruhnya kecil terhadap laju korosi dan pada penelitian ini sudut bending pada plat baja ASTM A36 tidak terlalu berpengaruh besar terhadap laju korosi ini dikarenakan gaya tekan yang diterima spesimen kecil. Kata kunci: Baja karbon rendah ASTM A36, korosi, bending, asam sulfat H2SO4, variasi metode celup
PENGARUH WAKTU ELECTROPLATING TERHADAP LAJU KOROSI DAN KEKUATAN TARIK PADA PELAPISAN BAJA KARBON RENDAH DENGAN HARDCHROME Aziz Khoiril Anwar; S. M. Bondan Respati; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3766

Abstract

Baja ST 40 merupakan salah satu jenis baja karbon rendah, dengan kandungan karbon (C) kurang dari 0,3% C. Secara umum baja karbon rendah mempunyai beberapa kelebihan yaitu mempunyai sifat tangguh, ulet serta harganya relatif murah. Namun, baja karbon rendah juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya laju korosi yang tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi pada baja adalah electroplating hardchrome. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu electroplating terhadap laju korosi dan kekuatan tarik pada pelapisan baja karbon rendah dengan hardchrome. Proses electroplating hardchrome menggunakan variasi waktu proses 5 menit, 10 meni, 15 menit dan 20 menit dengan kerapatan arus 25 A/dm2 dan tegangan 6,5 volt. Pengujian laju korosi menggunakan metode kehilangan berat dengan media korosi larutan NaCl konsentrasi 3% dan pengujian tarik menggunakan alat uji tarik dengan standar ASTM D 638 tipe II untuk mengetahui nilai kekuatan tariknya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lapisan yang terbentuk pada proses electroplating hardchrome sangat dipengaruhi waktu proses pencelupan. Ketebalan lapisan mengalami kenaikan dengan meningkatnya waktu pencelupan electroplating hardchrome, dimana ketebalan lapisan tertinggi pada waktu 20 menit yaitu 233,3 µm. Nilai laju korosi mengalami penurunan dengan meningkatnya waktu pencelupan electroplating hardchrome, dimana laju korosi terendah pada waktu 20 menit yaitu 0,19 mm/th. Nilai kekuatan tarik mengalami penurunan karena material menjadi getas saat proses pencelupan, tetapi semakin lama proses waktu pencelupan electroplating hardchrome yang dilakukan maka kekuatan tarik akan semakin tinggi karena mengalami pertambahan ketebalan setiap variasi waktu, dimana kekuatan tarik tanpa adanya pelapisan yaitu 784,574 Mpa sedangkan kekuatan tarik tertinggi dengan adanya pelapisan pada waktu pencelupan selama 20 menit electroplating hardchrome yaitu 709,089 Mpa. Kata kunci: electroplating hardchrome, waktu, laju korosi, kekuatan tarik
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN BENDING KOMPOSIT SERAT KARBON-RESIN DENGAN VARIASI WAKTU CURING DAN SUHU PENAHANAN 80ᴼC Eka Dwi Ratna Sari; S.M. Bondan Respati; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3771

Abstract

Berkembangnya teknologi industri dibidang otomotif dengan keterbatasan bahan baku material logam yang terkandung di alam mendorong material komposit banyak digunakan dan diaplikasikan dalam produk. Salah satunya adalah dengan memberi perlakuan curing. Curing merupakan proses perlakuan panas terhadap komposit untuk merubah resin memiliki daya ikat tinggi dengan serat ketika komposit telah padat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai kekuatan tarik dan nilai kekuatan bending dari komposit serat karbon dengan resin lycal sebagai polimer yang diberi perlakuan curing pada waktu 1 jam, 1,5 jam, 2jam, 2,5 jam, dan 3 jam dalam penahanan suhu 80ºC. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah serat carbon 3K 240GSM resin yang digunakan adalah resin lycal GLR 1011. Komposit dibuat dengan menggunakan metode vacuum, diatas cetakan kaca berukuran 100 cm x 50 cm. Cara pengambilan data adalah dengan melakukan ujian tarik dan bending pada komposit yang sudah di beri perlakuan curing dalam waktu 1 jam, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam dan 3 jam dengan penahanan suhu 80ᵒC. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai kekuatan tarik tertinggi pada komposit curing 80ᵒC dengan waktu curing 1,5 jam didapatkan hasil tegangan tarik sebesar 629.799 Mpa yield stress 479.44 Mpa. Sedangkan nilai terendah yaitu pada komposit yang diberi perlakuan suhu curing 80oC dengan waktu curing 2 jam didapatkan hasil tegangan tarik sebesar 420.816 Mpa yield stress 462.212 Mpa. Nilai tegangan bending terbesar pada komposit curing 80ᵒC 1 jam yaitu 840.915 Mpa dan sedangkan nilai tegangan bending terendah di 3 jam sebesar 1008.670 Mpa. Kata kunci: Komposit, Karbon, Resin, Uji Tarik, Uji Bending
PENGARUH LAJU ALIRAN, SUHU DAN ADITIF ASAM TARTRAT (C4H6O6) TERHADAP MORFOLOGI DAN FASA KRISTAL PADA KERAK KALSIUM KARBONAT (CACO3) W. A. Putranto; Khaeroman .; Susanto Susanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3762

Abstract

Pada industri kimia, desalinasi dan minyak banyak sekali terjadi pembentukan kerak kalsium karbonat di dalam pipa yang berakibat pada penyempitan diameter dalam pipa dan pengurangan kinerja perpindahan panas. Makalah ini memaparkan proses kristalisasi CaCO3 di dalam pipa dengan aliran laminer. Percobaan ini dilakukan dengan mencampurkan dua larutan ekuimolar CaCl2 dan Na2CO3 dengan konsentrasi Ca2+ 3.000 ppm. Parameter yang diteliti adalah laju alir larutan 50 ml/menit), suhu (27 oC, 35 oC, 50 oC) dan penambahan aditif asam tartarat (0,00; 1,00; 10,00 ppm) sebagai penghambat proses pengerakan. Proses pembentukan kerak CaCO3 dipantau dengan mengukur perubahan konduktivitas larutan yang bertujuan untuk mengetahui waktu induksi sebagai pertanda awal terbentuknya kerak CaCO3. Waktu induksi yang diperoleh adalah bervariasi dari 20 menit hingga 38 menit. Laju aliran dengan suhu yang tinggi menghasilkan banyak endapan kerak CaCO3. Parameter suhu dapat meningkatkan kristalisasi CaCO3. Kerak yang diperoleh dari percobaan dikeringkan dan ditimbang untuk diperoleh massa kerak kemudian dikarakterisasi. SEM/EDS untuk mengetahui morfologi dan unsur kimianya. XRD untuk mengetahui fasa kristal yang terbentuk beserta prosentasenya. Semakin tinggi konsentrasi asam tartarat pada larutan menyebabkan massa kerak yang terbentuk semakin sedikit menurun hingga 80%. Ini berarti asam tartarat bisa menjadi aditif yang efektif untuk mengahambat kristalisasi CaCO3. Analisis SEM/EDS menunjukkan bahwa morfologi kerak ada yang berbentuk kubus (calcit), bola (vaterite dan jarum (aragonite). Analisis XRD menunjukkan fasa kerak adalah vaterite, aragonite dan calcite. Kerak mineral aragonit terbentuk karena pengaruh asam tartarat dan suhu. Hal Ini menunjukkan asam tartarat dapat menunda transformasi kerak kalsium karbonat menjadi fase stabil calsit. Kata kunci: Asam Tartrat, CaCO3, Kristalisasi, Suhu
ANALISIS PENGARUH VISCOSITAS PELUMAS TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR 150 CC Tabah Priangkoso; Angga Adhi Saputro; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3767

Abstract

Perlindungan komponen mesin sepeda motor dari keausan adalah dengan menggunakan pelumas. Selain melindungi komponen mesin dari keausan, pelumas juga berfungsi sebagai fluida pemindah panas dari silinder dan sebagai perapat antra cincin piston dan silinder. Faktor utama yang mempengaruhi kinerja mesin dalam penggunaan pelumas adalah kekentalan. Kekentalan pelumas yang berbeda menimbulkan efek yang berbeda dalam peningkatan suhu operasi dan konsumsi bahan bakar sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekentalan pelumas terhadap suhu operasi dan konsumsi bahan bakar sepeda motor. Penelitian dilakukan dengan mengukur temperatur dan konsumsi bahan bakar dimana sepeda motor melakukan perjalanan dari Genuk Terboyo Kota Semarang ke Terminal Bawen Kabupaten Semarang sejauh 84,6 km.Hasil analisis menunjukkan bahwa makin tinggi kekentalan pelumas, suhu operasi sepeda motor makin rendah, tetapi konsumsi bahan bakar sepeda motor makin tinggi. Kata kunci : bahan bakar, jenis pelumas/oli, viskositas

Page 1 of 2 | Total Record : 15