cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Pengaruh Variasi Tekanan Primary Flow dan Diameter Exit Nozzle Terhadap Secondary Flow Pada Kinerja Ejector Fresh Water Generator Wahyu Ari Putranto; Khaeroman .; Abdul Hamid
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6035

Abstract

Ejektor adalah salah satu komponen penting pada Fresh water generator (FWG) yang berfungsi untuk membuat ruangan evaporator menjadi vakum dengan aliran air laut yang melewati ejektor tersebut. FWG adalah  alat di kapal yang digunakan untuk merubah air laut menjadi air tawar. Prinsip kerja ejektor adalah seperti pompa statis yang bekerja berdasarkan prinsip kevakuman. Semakin cepat vakum evaporator maka semakin cepat proses pembuatan air tawar dari air laut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi primary flow 300, 400 kPa (3, 4 bar) dan diameter exit nozzle 5, 6, 7 mm pada ejektor terhadap tekanan di secondary flow yaitu  pada sisi isapan udara (vakum). Penelitian dilakukan dengan simulasi numerik software komersial CFD untuk memprediksi fenomena tekanan aliran fluida yang melewati exit nozel dan secondary flow pada ejektor. Hasil simulasi menunjukkan ejektor dengan primary flow 3 bar dan diameter exit nozzle 7 mm menghasilkan tekanan di exit nosel sebesar  1,99 bar dan berdampak pada tekanan di secondary flow sebesar 0,51 bar. Sedangkan ejektor dengan primary flow 4 bar dan diameter exit nozzle 7 mm menghasilkan tekanan di exit nosel sebesar  2,57 bar berdampak pada secondary flow menghasilkan  tekanan  yang optimum sebesar 0,81 bar sehingga evaporator cepat vakum. Semakin cepat ruang evaporator vakum maka semakin cepat pula dimulainya proses pembuatan air laut menjadi air tawar pada alat FWG
Rancang Bangun Impeller Pelontar Pakan Ikan Sistem Rotary dengan Pemanfaatan Teknologi 3D Printing Lutfi Andri Saputro; Ah. Sulhan Fauzi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.5900

Abstract

Indonesia merupakan  negara yang mempunyai beraneka ragam kekayaan hayati. Salah satu sektor yang banyak berkembang adalah proses budidaya ikan konsumsi. Dimasa ini proses budidaya ikan masih dilakukan dengan cara tradisional, dan proses budidaya dengan cara tradisional memiliki beberapa kekurangan. Seiring perkembangan jaman terdapat 2 metode pemberian pakan yaitu pemberian pakan tradisional dan modern, dan kebanyakan sekarang pembudidaya ikan menerapkan metode  pemberian pakan menggunakan cara modern dengan menerapkan alat pelontar pakan ikan otomatis.  Alat pelontar pakan ikan otomatis dipasaran  terdapat beragam jenis pelontar pakan ikan yang digunakan.  Semua jenis pelontar pakan ikan tidak bisa diaplikasikan ke semua kolam ikan, kebanyakan yang digunakan adalah pelontar jenis blower. Akan tetapi, pelontar jenis blower memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah daya sebar pakan ikan.  Karena, alat akan diaplikasikan untuk kolam lele dan di kolam yang cukup luas, maka penulis melakukan perancangan pelontar pakan ikan dengan menggunakan impeller  pelontar pakan sistem rotary dengan 4 lubang pada setiap sisinya dan lubang tersebut  di inovasikan dengan sudut tertentu. Hasil yang didapatkan dari perancangan ini adalah impeller  pelontar pakan ikan jenis rotary yang digerakkan menggunakan motor DC 12000 rpm, didapatkan hasil jarak maksimal  lontaran pakan ikan mencapai 13 m serta kecepatan pengeluaran pakan ikan yaitu sebesar 7,536 m/s.
Baterai Aluminium Udara dengan Bahan Dasar Zeolit Alam yang Dipanaskan Sebagai Elektroda Bondan Respati; Agung Nugroho; Muhammad Taufiq; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.5992

Abstract

Baterai alumunium-udara menggunakan campuran zeolit alam, grafit ,karbon hitam dan guar gum sebagai katoda  telah di buat serta karasteristik pengosongan baterai telah di selidiki. Zeolit alam disiapkan  tanpa pembakaran dan dengan pemanasan pada 300 , 500, 700. Karakteristik diameter serbuk zeolit alam diukur untuk mengetahui perbedaan pemanasan. Hasil pemenasan zeolit alam dicampurkan dengan bahan lainnya. Campuran zeolit alam, grafit, karbon hitam dan guar gum ilarutkan menggunakan larutan NaCl. Larutan itu dilapiskan  pada permukaan katoda udara nikel mesh dimensi 6 x 5 cm untuk memperoleh lapisan yang melekat pada nikel mesh. Anoda digunakan plat alumunium dengan tebal 1,25mm. Tujuan dari penelitian ini ke arah membuat baterai alumninium-udara yang menghasilkan tegangan listrik. Rangkaian baterai aluminium-udara 4 sel secara seri diuji untuk menyalakan  lampu LED. Tegangan, arus diukur agar karakteristik dari baterai diketahui.    
Analisis Front Crash Impact Desain Rangka Mobil Listrik Jenis Spaceframe Untuk Kendaraan Kompetisi Muh Nurkoyim Kustanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.5907

Abstract

Sasis berfungsi sebagai tulang punggung kendaraan yang menerima beban dari komponen kendaraan maupun reaksi kendaraan dilintasan. Performa sasis pada kondisi kritis kendaraan direncanakan untuk mencapai performa dan keamanan yang baik. Pemodelan finite element methode (FEA) mengacu kondisi kritis kendaraan saat tabrakan dari arah depan atau front crash impact. Pemodelan sasis kendaraan dilakukan untuk mengetahui reaksi desain sasis tim mobil listrik saat ini kemudian digunakan sebagai analisa sasis spaceframe yakni desain sasis 1 dengan posisi CG yang rendah dan desain sasis 2 dengan posisi bagian bawah sasis kendaraan yang datar. Hasil pemodelan FEA digunakan sebagai analisa dan perbandingan performa sasis berdasarkan pada nilai reaksi tegangan, deformasi, safety factor dan reduksi massa. Berdasar desain setiap sasis menunjukan karakteristik desain sasis 1 memiliki nilai terbaik. Desain sasis 1 menghasilkan reduksi massa 20 Kg, deformasi total 3,99 mm dan front crash impact menghasilkan safety factor sebesar 1,469 dengan kondisi tabrakan dari arah depan pada kecepatan 70 Km/h dan waktu tabrakan 0,2s. 
Perancangan Alat Praktikum Uji Kerugian Tekanan Aliran Air dalam Pipa Tabah Priangkoso; Dwi Ermadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6103

Abstract

Uji kerugian tekanan pada sistem perpipaan merupakan salah satu mata praktikum Fenomena Dasar Mesin dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang terjadinya kerugian tekanan di sepanjang sistem perpipaan yang diakibatkan oleh gaya gesek air pada permukaan dinding dalam pipa. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat praktikum uji kerugian tekanan aliran fluida dalam pipa. Fluida yang digunakan adalah air dan pipa yang digunakan berbahan PVC. Sistem perpipaan terdiri dari pipa lurus sepanjang 0,8 m, fitting lurus, dan fitting siku dengan diameter 1”. Pengukuran kerugian head setiap komponen dalam sistem perpiaan dilakukan dengan menghitung selisih tekanan masuk dan keluar dalam bentuk kerugian head menggunakan manometer, sedangkan pengukuran debit aliran menggunakan rotameter dari 10 hingga 36 L/menit. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teoritis. Hasil pengukuran kerugian head pipa lurus pada alat uji menujukkan rata-rata mempunyai kesamaan sebesar 98,1%, pada fitting lurus sebesar 86,5%, pada fitting elbow 86,7% dibanding perhitugan teoritis. Dengan demikian alat praktikum uji kerugian tekanan aliran air dalam pipa dapat digunakan untuk praktikum.
Komposit Serat E-Glass Matrik Polyepoxy dengan Metode Vacuum Bag Sebagai Alternatif Skateboard Sugeng Slamet; Ahmad Amin; Rochmad Winarso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6409

Abstract

Bagian utama pada permainan olah raga skateboard adalah papan tumpuan yang menerima beban dinamis. Bahan utama papan tumpuan ini terbuat dari kayu jenis maple yang banyak tumbuh di kawasan subtropis dan merupakan produk import. Kayu maple mempunyai keunggulan densitas dan kekuatan mekanis yang tinggi. Kualitas kayu ini bergantung pada usia tanam bisa mencapai 60 tahun, kesesuaian tanah dan musim.  Faktor tersebut menjadikan tanaman kayu maple menjadi masalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku papan skateboard. Paduan logam ringan dan komposit menjadi material alternatif yang dapat dikembangkan melalui rekayasa paduan dalam komposit.  Rekayasa material komposit ini menggunakan penguat serat E-glass wowen roving dengan matrik polyepoksi. Manufaktur komposit menggunakan gabungan antara hand lay up dikombinasikan dengan vacuum bag. Pengujian dilakukan terhadap spesimen meliputi densitas, kekuatan tarik DIN 50-125 dan kekuatan bending ASTM E 290-14 dibandingkan dengan beberapa uji mekanis peneliti lainnya. Produk akhir komposit berupa sandwich composite, dimana bahan komposit selanjutnya berfungsi sebagai filler diantara papan kayu tipis yang diberikan tekanan. Pengujian terhadap komposit tersebut menunjukkan densitas 1,48 gr/cm3, kekuatan tarik 363,67 MPa dan kekuatan bending 59,47 MPa. Terhadap papan kayu maple, maka kekuatan tarik dan kekuatan bending lebih tinggi, sementara densitas masih perlu ditingkatkan.  
Implementasi Optimasi Topologi Sebagai Infill Modifier pada Hasil Cetak 3D Printer Berbahas Polylactic Acid dengan Menggunakan Metode Taguchi Gilar Pandu Annanto; Ahmad Hamami Azhar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6033

Abstract

Dewasa ini  metode fused deposition modeling menjadi semakin populer dan banyak digunakan. Metode FDM dikenal memiliki kemampuan untuk memproduksi komponen dari berbagai material polymerer seperti PLA, ABS, dan PETG. Hasil cetak FDM dapat memiliki kekuatan yang berbeda – beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti  material dan parameter cetak. Penelitian ini berfokus untuk meneliti kekuatan dari hasil cetak FDM yang dicetak dengan menggunakan metode penggabungan dengan hasil optimasi topologi. Area yang merupakan hasil optimasi topologi akan diberikan kerapatan senilai 60%, 75% & 90% , sedangkan diluar area tersebut akan diberikan kerapatan senial 10%, 25%, & 40%. Adapun jenis infill yang digunakan adalah cubic, grid, & 3D honeycomb. Untuk mengetahui kombinasi yang paling optimal, digunakan metode taguchi yang akan membatasi jumlah kombinasi spesimen yang dicetak serta mengalisis faktor yang paling berpengaruh untuk mendapatkan nilai kekuatan tertinggi. Dari hasil pengujian diketahui bahwa untuk mendapatkan nilai kekuatan yang optimal, parameter yang dapat digunakan adalah inner infill berjenis 3d honeycomb dengan kerapatan 90% dikombinasikan dengan outer infill berjenis 3d honeycomb dengan kerapatan 25%. . 
Analisis Keausan AISI 52100 Tanpa Pelumasan Menggunakan Tribotester Pin-On- Disc Kusman .; Darmanto .
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6446

Abstract

Peranan penting terhadap komponen permesinan adalah umur pemakaian, karena merupakan salah satu fenomena keausan. Dalam ilmu perancangan teknik perlu sekali untuk mempertimbangkan keausan karena ada kaitannya dengan hilangnya material. Untuk mengurangi keausan dari komponen permesinan harus dilakukan perancangan teknik yang baik. Didalam permesinan ada salah satu fenomena yang terjadi yaitu fenomena kontak antar komponen. Gesekan pada tiap-tiap komponen mengakibatkan keausan. Alat uji untuk mengetahui nilai keausan adalah tribometer pin-on-disc. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui volume keausan yang terjadi pada pin besi cor A (79, 5 HRB) dan pin besi cor B (86,5 HRB) tanpa pelumas.. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa Volume keausan tertinggi terjadi pada pin besi cor A dengan beban 20 N dengan jarak 600 m volume keausannya 0,31252 , dan volume keausan terkecil pada pin besi cor B dengan beban 10 N dengan jarak 100 m volume keausannya 0,00384 . Rata-rata koefisien keausan terbesar terjadi pada pin besi cor A dengan beban 20 N yaitu 1,18467×10ˉ8 (mm³/N.mm) kemudian pin besi cor B dengan beban 10 N koefisien keausan terkecil yaitu 1,60135×10ˉ8 (mm³/N.mm). Tinggi keausan tertinggi terjadi pada pin A beban 20 N yaitu 0,1454 mm pada jarak 600 m,dan yang tinggi terkecil pada pin b beban 10 N yaitu 0,0160 mm pada jarak 100 m.Jadi kekerasan material dan beban berpengaruh terhadap hasil pengujian.
Analisis Pengaruh Quench Temper Pada Pisau Penepung (Later Gear) dengan Metode Pemanas Induksi dan Menggunakan Pendingin Oli Gunadi Wijoyo; Muhammad Fahri Kusaeni
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6444

Abstract

Pisau penepung (later gear) merupakan salah satu komponen mesin diskmill atau sering juga disebut mesin pengecil ukuran, later gear merupakan sebuah komponen yang berfungsi sebagai pisau penggiling didalam mesin tersebut, pesau penepung ini menepung arang batok kelapa untuk itu pisau mudah aus dan untuk meminimalkan terjadinya keausan di lakukan proses metode pemanasan induksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa pengujian impak, pengujian kekerasan Vickers, Rockwell dan pengujian struktur mikro pada Baja AISI 1020, dan di lakukan proses austenisasi sampai suhu 900˚C di celup oli,di tempet pada suhu 200˚C, 400˚C. Pengujian ketangguhan impak terendah didapatkan pada raw material sebesar 0,011 J/mm². Dan hasil pengujian ketangguhan impak tertinggi di dapatkan pada austenisasi 900˚C temper 400˚C sebesar 0,014 J/mm. Pengujian Vickers nilai kekerasan terendah didapatkan pada raw material sebesar 0,011 J/mm². Dan hasil pengujian ketangguhan impak tertinggi di dapatkan pada austenisasi 900˚C temper 400˚C sebesar 0,014 J/mm. Dan austenisasi 900˚C temper 200˚C memiliki ketangguhan yang sama 0,014 J/mm. Pengujian Rockwell austenisasi 9000C terjadi kenaikan mendapatkan hasil 453 VHN. austenisasi pada suhu 9000C temper 2000C menjadi menurut mendapatkan hasil 415 VHN dan austenisasi dengan suhu 9000C temper 4000C mendapatkan hasil 337 VHN dengan di lakukannya temper bias menurunkan kekerasan. Hasil pengamatan foto mikro terdapat fasa ferriet, pearlite dan matesit pada proses quecnh dan temper hal ini membuktikan bahwa dengan proses tersebut dapat meningkatkan ketahanan aus dan dan menbuat material menjadi keras akan tetapi material yang sudah di lakukan proses quench dengan suhu austenit akan memiliki kekerasan dan kegetasan yang tinggi.
Pengaruh Variasi Waktu Electroplating Terhadap Warna Emas Antik (Antique Gold) Pada Medali Dengan Material Zinc Alloy Sendie Yuliarto Margen
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.5991

Abstract

Eletroplating warna emas antik (antique gold) melewati empat tahap utama yakni pembersihan, brush (aktifasi penyepuhan warna keemasan),  Pencelupan warna klasik, dan clear (pelapisan pengkilat dan anti gores). Untuk menentukan warna emas antik pada proses elektroplating, biasanya setiap orang atau perusahaan mempunyai hasil yang berbeda beda pada setiap warna emas antik yang dibuat, ini mengakibatkan kesulitan menemukan keseragaman warna emas antik pada proses elektroplating khususnya pada pembuatan dan pewarnaan medali. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi hasil elektroplating dengan warna emas antik pada medali dengan material zinc alloy. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan peralatan proses elektroplating dengan melakukan pengujian warna emas antik (antique gold) terhadap benda uji yaitu medali dengan material zinc alloy yang berdiameter 50 mm dan tebal 4 mm, dengan memvariasikan waktu proses elektroplating. Hasil penelitian menggunakan peralatan proses elektroplating dengan hasil akhir bahwa semakin lama proses aktivasi elektroplating, maka warna yang dihasilkan semakin gelap.

Page 1 of 2 | Total Record : 15