cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
KARAKTERISASI KETAHANAN LELAH ULIR METRIS AKIBAT PEMBEBANAN PUNTIR LENTUR PADA MATERIAL BAJA KARBON RENDAH H. Yudiono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.134

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pemberian takik ulir metris dalam berbagai variasi kedalaman terhadap kekuatan lelah pada baja karbon rendah. Desain penelitian menggunakan metode Pre Experimental Designs bertipe Static Group Comparison. Dengan desain ini maka ada dua kelompok penelitian yaitu kelompok eksperimen (spesimen dengan kedalaman ulir metris 0.33, 0.67 dan 1 mm) dan kelompok kontro (spesimen tanpa ulir). Spesimen uji tarik menggunakan standar JIS Z2201 No. 14A dan spesimen uji fatik mengacu standar JIS Z2274 No. 1, sedangkan pembuatan ulir metris mengacu standar JIS B0205. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja karbon rendah dengan kadar karbon (C) sebesar 0,11%wt dan kadar besi (Fe) sebesar 99,19%wt. Struktur mikronya terdiri atas ferrite dan pearlite. Hasil pengujian tarik menunjukkan adanya penurunan kekuatan sebagai akibat bertambahnya kedalaman ulir metris, juga penurunan kekuatan tarik dibanding spesimen tanpa ulir matri. Hasil pengujian fatik juga menunjukkan kecenderungan serupa. Kurva S-N yang menunjukkan persamaan S = 69,835N-0,0603 untuk raw materials,S = 135,36N-0,1385 untuk spesimen bertakik ulir metris dengan kedalaman 0,33 mm, S = 124,45N-0,1416 untuk spesimen bertakik ulir metris dengan kedalaman 0,67 mm dan S = 188,33N-0,1897 untuk spesimen bertakik ulir metris dengan kedalaman 1 mm. Pengujian pada level tegangan 32,26 kg/mm2 mengalami penurunan siklus 87,63% untuk ulir dengan kedalaman 0,335 mm, 97,28% untuk ulir dengan kedalaman 0,67 mm, dan 97,82 % untuk ulir dengan kedalaman 1 mm dibandingkan dengan siklus material tanpa ulir. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin dalam ulir metris maka semakin besar penurunan siklus lelahnya, Hal-hal yang dapat disarankan adalah perlunya penelitian lanjutan berkait dengan jenis ulir yang lain, radius akar ulir metris, serta upaya-upaya meningkatkan batas lelah dari jenis ulir tersebut.Kata kunci: Ulir Metris, Kekuatan Lelah, Baja Karbon Rendah.
PENGARUH VOLUME STARTER DARI AKLIMATASI KULTUR CAMPURAN BAKTERI TERHADAP MASSA TOTAL MIKROBA SEBAGAI AGEN PEMBENTUKAN SOYSAUCE . Hargono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.135

Abstract

Pada proses pembuatan tahu akan dihasilkan ampas tahu dan whey tahu yang berasal dari sisa air penggumpalan susu kedelai. Sisa air pembuatan tahu biasanya dibuang langsung ke lingkungan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran karena terjadinya penguraian bahan- bahan organik yang terkandung di dalamnya oleh mikroorganisme. Jika ditinjau dari komposisi kimianya, whey tahu selain mengandung protein juga mengandung lesitin dan oligosakarida sehingga whey tahu mempunyai prospek untuk dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan mencari volume larutan starter optimal yang diperoleh melalui aklimatasi kultur campuran bakteri untuk digunakan dalam fermentasi whey tahu. Proses aklimatasi diawali dengan pembuatan starter dimana media tumbuh air kelapa dan whey tahu dicampur dengan kecambah kacang hijau, kacang tolo, kacang kedelai sebagai faktor tumbuh dan pupuk ZA, KCl phospat sebagai nutrien, kemudian bakteri dimasukkan ke dalam media tersebut. Larutan starter diinkubasi selama 24 jam dengan mengukur pH dan % transmitansi setiap 3 jam. Starter yang optimal digunakan untuk fermentasi whey tahu dalam berbagai variasi volume dengan volume larutan induk 500 mL. Dari hasil percobaan diketahui bahwa kultur campuran bakteri dapat beradaptasi pada kondisi mesofilik dengan starter optimal diperoleh pada nutrien ZA 2,2% w; KCl 0,6% ; Phospat1,6% w dan volume starter optimal dalam fermentasi whey tahu diperoleh pada 8% v starter. Kata kunci : whey tahu, fermentasi, starter, aklimatasi, optimalisasi
ANALISIS SISTEM KONTROL ACTIVE MAGNETIC BEARING PADA ROTOR A. Walujodjati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.136

Abstract

Active Magnetic Bearing seperti halnya Bearing biasa mempunyai tugas dasar yaitu menumpu rotor, tetapi metode operasi dan konstruksinya berbeda. AMB adalah sistem tanpa kontak (contactless) dan tidak membutuhkan pelumasan sehingga digunakan pada aplikasi–aplikasi tertentu yang bearing biasa tidak dapat digunakan seperti pada lingkungan kerja yang vakum dan bersih. AMB juga digunakan pada spindle mesin yang berpresisi tinggi, perakitan semi konduktor (getaran rendah dan kontaminasi) dan turbomachinery untuk putaran yang sangat tinggi. Saat ini sedang dalam taraf penelitian penggunaan AMB pada Left Ventricular Assist Device (LVAD) untuk jantung buatan. AMB juga digunakan pada Momentum Wheels dan Flywheel Energy Storage untuk aplikasi ruang angkasa. Active Magnetic Bearing terdiri dari rotor sensor posisi atau peralatan lain untuk mendeteksi posisi rotor, controller, power amplifier dan elektro magnet untuk melevitasi dan menumpu rotor dengan gaya magnetic. Analisis Kontrol sistem Active Magnetic Bearing bisa menggunakan kontrol Proporsional Derivative (PD) atau Kontrol Proporsional Inetgral Derivative (PID) sehingga sistem Active Magnetic Bearing menajdi stabil. Kata Kunci : Active Magnetic Bearing, PD Kontroller, PID Kontroller, Sistem Kontrol.
PENGARUH TEMPERATUR, WAKTU PENAHANAN DAN FRAKSI VOLUME SINTERING KOMPOSIT SERBUK SILI- KA – PVC TERHADAP AKURASI DI- MENSI S. Riyadi; A. E. Tontowi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.137

Abstract

Pengembangan alat deposisi dengan komposit serbuk Silika-PVC dengan proses sintering untuk cast molding merupakan teknologi yang tepat un- tuk memberikan solusi alternatif terhadap teknologi lain yang terbatas akibat harga mesin atau proses yang masih relatif tinggi dalam pengap- likasiannya diantaranya SLS. Dengan proses sintering komposit serbuk Silika-PVC dengan variabel fraksi volume diharapkan menghasilkan sua- tu produk dengan kekuatan tarik yang optimum untuk apikasi selanjut- nya. Faktor densitas, porositas, mikrostruktur dan lain-lain merupakan faktor yang sangat penting dalam proses sintering serbuk. Penelitian ini bertujuan untuk optimalisasi pengaruh fraksi volume PVC proses sinter- ing komposit serbuk Silika-PVC terhadap kekuatan tarik. Material utama yang digunakan adalah serbuk Silika dan PVC sebagai pengikat dengan fraksi volume Silika-PVC 90-10, 80-20, 70-30, 60-40 dan 50-50 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik optimum diperoleh sebesar 2,99 MPa, pada waktu sintering 3 jam, temperatur sintering 120 0 C dan fraksi volume PVC 50%. Kata kunci: fraksi volume, sintering, komposit serbuk silika-pvc, akurasi dimensi, kekuatan tarik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI DARI LIMBAH PENYULINGAN DAUN NILAM I. Hartati; L. Kurniasari; I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.138

Abstract

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penghasil minyak nilam yang cukup besar di Jawa Tengah. Lokasi petani penyuling minyak nilam di Kabupaten Pemalang terpusat di Kecamatan Belik dan Watukumpul dengan jumlah petani penyuling sekitar 67 orang. Pada proses penyulingan minyak nilam akan dihasilkan limbah berupa ampas daun dan ranting sisa penyulingan. Namun sampai saat ini limbah hanya dibuang begitu saja, sehingga dalam jumlah banyak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan limbah daun nilam adalah diolah menjadi insektisida nabati. Oleh karenanya dibutuhkan suatu kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan insektisida nabati di kalangan pentani penyuling minyak nilam sebagai salah satu upaya meminimalkan dampak limbah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan formulasi insektisida nabati di laboratorium proses kimia Unwahas, dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilapangan serta proses evaluasi. Sasaran yang dituju khususnya adalah para petani penyuling minyak nilam, pemuda dan warga sekitar. Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Belik. Hal ini tidak terlepas dari keinginan warga untuk dapat mengolah limbah daun nilam yang selama ini memang menjadi permasalahan utama di kalangan penyuling. Diharapkan dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini dapat membuka wawasan petani dalam mengolah limbahnya menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis.Kata Kunci : limbah, daun nilam, insektisida nabati
PENGARUH KECEPATAN FAN TERHADAP TEMPERATUR PERPINDAHAN PANAS ALIRAN UDARA DALAM PIPA DENGAN FLUKS PANAS PERMUKAAN KONSTAN A. Walujodjati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.139

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kecepatan fan terhadap temperature konveksi perpindahan panas aliran udara dalam pipa dengan variabel Fluks panas permukaan konstan. Pengujian ini menggunakan pipa aluminium yang dililit oleh kawat filamen 2 mm dengan jarak yang sama dan diisolator penuh di sepanjang pipa tersebut untuk memperoleh energi panas yang sama dan permukaan pipa saat dimana kondisi pengembangan penuh termal telah tercapai dalam koefisien konveksi yang semakin berkurang sampai nilai tersebut konstan. Alat perpindahan panas konveksi paksa adalah suatu alat yang digunakan untuk pengujian besar koefisien aliran dalam pipa. Komponen pada alat uji ini terdiri dari panel meter yang menyuplai arus pada rangkaian pipa dengan suatu batasan termal yang diinginkan dan mengetahui nilai temperatur dari beberapa variasi kecepatan fan DC. Dari pengolahan data dalam beberapa kali pengujian diperoleh nilai suatu temperatur permukaan, temperatur ruang dalam pipa di setiap variasi tegangan dengan kecepatan masing-masing fluidanya.Kata kunci : temperatur permukaan pipa, temperatur udara dalam pipa, koefisien konveksi udara
KAJIAN MODEL MATEMATIS KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE UNTUK PRODUKSI GAULTHERIN DARI GANDAPURA M. E. Yulianto; F. Arifan; I. Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.140

Abstract

Gandapura merupakan spesies tanaman yang mengandung total salisilat dengan konsentrasi sangat tinggi. Sebagian besar salisilat yang terdapat pada tanaman gandapura berada dalam bentuk aktif yang disebut gaultherin, merupakan konjugasi metil salisilat dengan disakarida. Ketika jaringan tumbuhan tersebut rusak atau terkoyak, gaultherin akan terhidrolisa secara enzimatis oleh enzim gaultherase menjadi metil salisilat dan terlepas. Gaultherin memiliki sifat-sifat yang menjadikannya sebagai kandidat terbaik natural aspirin, anti kanker, anti inflamatory dan cardiopulmonary. Aktivitas gaultherase diyakini dapat terhambat dengan penambahan senyawa polar. Oleh karenanya, perlu menela’ah produksi gaultherin dari tanaman gandapura melalui teknologi bioekstraksi inaktivasi enzim gaultherase dengan pelarut polar. Pelarut polar ini akan berfungsi ganda, yaitu inaktivasi enzim sekaligus mengekstrak gaultherin. Bioekstraksi ini memiliki keunggulan, karena dapat meringkas tiga tahapan proses sekaligus, yaitu proses inaktivasi enzim gaultherase, proses ekstraksi, dan proses dehidrasi osmosis. Namun demikian, keberhasilan proses ini masih bergantung pada laju perpindahan gaultherin ke fasa etanol. Oleh karenanya, perlu menela’ah penyusunan model empirik perpindahan massa solut ke fasa pelarut proses inaktivasi enzim gaultherin. Kata Kunci: perpindahan massa, inaktivasi, gaultherase, gaultherin, gandapura.
REKAYASA PEMBUATAN FURNACE DENGAN KAPASITAS 2400 WATT S. M. B. Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.141

Abstract

Furnace adalah jenis dapur pemanas yang sering digunakan dalam bidang teknik. Furnace digunakan untuk memanaskan bahan (spesimen) disesuaikan dengan kebutuhan. Tingkat pemanasan tergantung dari jenis bahan atau material. Furnace ini nantinya dapat digunakan untuk memanaskan bahan (spesimen) sampai dengan suhu 850°C. Dan disini yang menjadi sasaran analisis ialah laju perpindahan kalor yang hilang merambat melalui dinding bata tahan api dan pelat baja. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai laju perpindahan kalor dari R konveksi 1: 0,1964 ºC/W, R konduksi 1: 0,1720ºC/W, R konduksi 2: 0,000238ºC/W, R konveksi 2: 0,1571ºC/W dan R total = 0,525738 °C/W. Dari hasil perhitungan laju perpindahan kalor terjadi perubahan nilai sebagai bukti adanya laju perpindahan kalor.Kata kunci : Laju perpindahan kalor
PENGARUH JARAK DARI TEPI CETAKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA CORAN ALUMINIUM H. Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh jarak dari tepi bawah ke atas hasil coran terhadap kekuatan tarik dan kekerasan bahan pada pengecoran tuang dengan cetakan logam Al–6,4%Si– 1,93%Fe. Dalam pengujian dibuat spesimen uji tarik dengan standart JIS Z-220 No 7 Test Piece, dan dengan variasi jarak dari dasar coran, 10 mm,30 mm,50 mm, dan 70 mm pada cetakan dengan dimensi cetakan tinggi 80 mm, lebar 100 mm, dan panjang 400 mm. Hasil pengujian terhadap kekuatan tarik menunjukkan bahwa semakin dekat jarak dari tepi coran maka kekuatan tarik semakin tinggi hal ini disebabkan karena pengaruh pendinginan cepat pada permukaan cetakan. Dan pada pengujian kekerasan menunjukkan bahwa semakin kecil jarak dari tepi coran tingkat kekerasan semakin tinggi. Semakin tinggi nilai tegangan tarik, maka semakin tinggi pula angka kekerasannya. Pada pengecoran tuang terjadi ketidakmerataan sifat mekanis pada tiap lapisan atau bagian, hal ini disebabkan oleh kecepatan pendinginan yang berbeda antara logam cair dengan cetakan, udara dan bagian tengah yang tidak bersentuhan dengan lingkungan. Kata Kunci : Jarak tepi coran, Kekuatan Tarik, Nilai Kekerasan Brinell BHN)
MODEL OTOMASI BERBASIS WEB UNTUK PENGENDALIAN PROSES PENYALURAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BERSUBSIDI . Carwoto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i1.143

Abstract

Mekanisme penyaluran bahan bakar minyak (BBM) secara transparan, mampu telusur, serta memiliki resiko yang kecil dari kemungkinan penyelewengan atau penyalahgunaan sangat diperlukan bagi sistem penyaluran BBM bersubsid seperti di Indonesia saat ini. Salah satu alternatif solusi mekanisme penyaluran tersebut adalah dengan menerapkan teknik otomasi pengendalian proses distribusi dengan menggunakan platform teknologi informatika dan komputer (TIK). Tulisan ini memaparkan suatu rancangan model sistem otomasi berbasis web untuk pengendalian proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan tingkat harga yang berbeda-beda serta penyaluran secara selektif kepada pengguna. Untuk pengendalian pada tingkat pelanggan, digunakan perangkat kartu cerdas (smart card). Berdasarkan studi yang telah dilakukan, secara tekni model sistem yang diajukan pada tulisan ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan model penyaluran bahan bakar minyak secara konvensional yang selama ini diterapkan di Indonesia. Kata kunci:, model otomasi, web, penyaluran bahan bakar minyak

Page 5 of 48 | Total Record : 477