cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 477 Documents
PENGEMBANGAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTOR (MAE) PADA PRODUKSI MINYAK JAHE DENGAN KADAR ZINGIBERENE TINGGI H. Purwanto; I. Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.114

Abstract

Minyak jahe diketahui memiliki berbagai fungsi dan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi industri minyak jahe di Indonesia adalah bahwa minyak jahe dari Indonesia tidak dapat memenuhi persyaratan karakteristik mutu yang ditentukan pada standar internasional yakni putar optik yang bernilai negatif akibat dari rendahnya kadar zingiberene minyak jahe. Kecilnya komposisi zingiberene pada minyak jahe Indonesia dikarenakan pada proses destilasi konvensional, zingiberene mengalami degradasi thermal. Alternatif proses produksi minyak jahe yang ditawarkan adalah proses produksi minyak jahe menggunakan teknologi Microwave Assisted Extraction (MAE). Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum proses ekstraksi minyak jahe menggunakan teknologi MAE. Penelitian dilakukan melalui tahapan yang meliputi perancangan dan pabrikasi ekstraktor berbasis gelombang mikro, studi produktivitas, penentuan variabel berpengaruh dan optimasi parameter proses. Variabel pada penelitian ini meliputi daya, rasio pelarut bahan baku dan waktu ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang sesuai bagi ekstraksi minyak jahe adalah etanol. Variabel berpengaruh pada proses ekstraksi minyak jahe menggunakan proses MAE adalah daya dan rasio pelarut-bahan baku. Hasil terbaik diperoleh pada ekstraksi menggunakan etanol pada daya 100W dan rasio pelarut-bahan baku 8:1 selama 1 jam. Minyak jahe hasil ekstraksi menggunakan proses MAE memiliki kadar zingiberene yang lebih besar dari kadar zingiberene yang dihasilkan dari proses ekstraksi dengan pemanasan konvesional. Namun demikian kadar zingiberene masih lebih rendah dari minyak jahe komersial. Nilai putar optik minyak jahe hasil ekstraksi menggunakan proses MAE masih bernilai positif. Kata kunci : ekstraksi, MAE, minyak jahe, zingiberene
PEMANFAATAN MIKROORGANISME DAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI BAHAN BAKU BIOSORBEN LOGAM BERAT L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.115

Abstract

Logam berat merupakan zat yang beracun serta umumnya bersifat karsinogenik. Beberapa proses pengambilan logam berat yang telah ada masih memiliki banyak kendala, diantaranya adalah produksi lumpur limbah beracun yang tinggi, memerlukan biaya tinggi serta kurang efektif bila diaplikasikan pada konsentrasi limbah yang rendah. Salah satu alternatif pengolahan limbah yang mengandung logam berat adalah dengan proses adsorpsi menggunakan bahan-bahan biologis sebagai adsorben. Prosesnya kemudian disebut sebagai biosorption dan adsorbennya dikenal sebagai biosorben. Beberapa keuntungan pemakaian biosorben adalah bahan baku yang melimpah, murah, proses pengolahan limbah yang efisien, minimalisasi lumpur yang terbentuk, serta tidak adanya nutrisi tambahan dan proses regenerasi. Ada tiga mekanisme yang mungkin terjadi ketika mikroorganisme mengambil logam-logam yang ada di larutan. Ketiga mekanisme itu adalah (i) akumulasi/pengendapan ekstraselular; (ii) penjerapan atau pembentukan kompleks pada permukaan sel serta (iii) akumulasi intraseluler. Mikroorganisme yang banyak digunakan sebagai biosorben diantaranya adalah kelompok bakteri, jamur, yeast dan alga. Sedangkan biosorben dari limbah pertanian diantaranya adalah kulit buah jeruk, kulit dan batang buah asam, serbuk kayu, sekam padi, tongkol jagung, cangkang telur dan kulit kentang. Kata kunci : adsorpsi, biosorben, logam berat
TEGANGAN MAKSIMUM DAN FAKTOR KEAMANAN PADA POROS ENGKOL DAIHATSU ZEBRA ESPASS BERDASARKAN METODE NUMERIK Achmad Zainuri; . Sujita; Alam Lawe Popo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.116

Abstract

The purpose of this study was to determine the maximum stress and safety factor on the crankshaft Daihatsu Zebra Espass based on numerical methods. Material is selected as the crankshaft material is AISI 1053 steel. This numerical method uses CATIA software program to determine the maximum stress based on Von Mises failure theory. Research procedure begins by measuring the dimensions of the crankshaft Daihatsu Zebra Espass, then draw and analyze. Results of analysis in the form of images that show the stress distribution that occurs in the elements of the crankshaft. From the analysis results can be concluded that the highest maximum stress occurred in the area of the crankshaft fillet into 4 at the position 360o angle of 86.5 MPa with the lowest safety factor of 4.22. Keywords: crank shaft, CATIA, maximum stress, safety factor.
HIDROLISA ENZIMATIK PATI TAPIOKA DENGAN KOMBINASI PEMANAS MICROWAVE-WATER BATH PADA PEMBUATAN DEKSTRIN. Herry Santosa
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.117

Abstract

Usaha untuk mengkonversi pati tapioka menjadi dekstrin cukup prospektif. Banyaknya industri pengguna dekstrin, meningkatnya volume impor dekstrin, dipenuhinya ketersedian bahan baku tapioka dan tingginya nilai ekonomi dekstrin, merupakan pertimbangan awal untuk melakukan penelitian ini. Hidrolisa enzimatik dengan α amylase (termamyl) sebagai biokatalis dikenakan terhadap pati tapioka untuk membuat dekstrin. Penelitian dilakukan melalui 4 tahapan (1) Tahap persiapan yang meliputi karakterisasi pati tapioka dan karakterisasi microwave, (2) Tahap gelatinisasi, (3) Tahap likuifaksi, dan (4) Tahap uji hasil. Gelatinisasi dilakukan dalam microwave pada power P10 – desfrose D2 dan tahap likuifaksi dilakukan dalam waterbath pada suhu 93-95°C. Percobaan dilakukan pada kondisi terkendali (1) pH 6- 6,5, (2) kadar Ca2+ 40 ppm, (3) Dosis enzim 0,5-0,6 kg tiap ton pati kering, sedangkan konsentrasi pati dan waktu likuifaksi divariasi. Disetiap akhir percobaan dilakukan uji hasil terhadap dextrose equivqlent (DE) dan viskositas. Dari hasil percobaan diperoleh data bahwa (1) Pati tapioka merk Gunung Agung memenuhi spesifikasi sebagai bahan baku pembuatan desktrin, (2) Waktu gelatinisasi tergantung pada konsentrasi pati, (3) Dekstrin dengan DE dibawah 20 dihasilkan dari hidrolisa ini, (4) Pada kondisi terkendali, DE produk dekstrin dari hasil hidrolisa konsentrasi pati rendah (pada waktu yang sama) lebih tinggi dibanding DE konsentrasi pati tinggi, (5) DE larutan dekstrin menjadi semakin tinggi dengan bertambahnya waktu, (6) Tingginya nilai DE dapat diketahui dari turunnya viskositas produk hasil hidrolisa Kata kunci: hidrolisa enzimatik, pati tapioka, dekstrin, microwave.
OPTIMASI CAIRAN PENYARI PADA PEMBUATAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifous Roxb) SECARA MASERASI TERHADAP KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL. . Agustiningsih; Achmad Wildan; . Mindaningsih
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.118

Abstract

Pandan wangi (Pandanus amaryllifous Roxb) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai tonikum, penambah nafsu makan, penenang, penyedap, pewangi dan pemberi warna hijau pada masakan. Mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, polifenol, fenil propanoid, dan zat warna (Dalimartha, 2000:103). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik dan flavonoid total dari hasil ekstraksi cairan penyari yang berbeda serta mengetahui cairan penyari yang paling optimal menarik senyawa fenolik dan flavonoid. Penyarian dilakukan dengan cara maserasi air; etanol 96%; dan air : etanol 96% (0,5 : 0,5). Uji pendahuluan kandungan kimianya menggunakan reaksi warna dan KLT. Hasil KLT senyawa flavonoid dari ketiga penyari adalah sama yaitu Rf = 0,60. Optimasi cairan penyari menggunakan metode simplex lattice design diperoleh dengan uji t. Hasil kadar fenolik total ekstrak daun pandan wangi penyari air = 24,0004 mg/g ekstrak; etanol 96% = 478,7629 mg/g ekstrak; air : etanol 96% (0,5 : 0,5) = 308,9702 mg/g ekstrak. Kadar flavonoid total ekstrak daun pandan wangi penyari air = 4,6102 mg/g ekstrak; etanol 96% = 99,4086 mg/g ekstrak; air : etanol 96% (0,5 : 0,5) = 33,6216 mg/g ekstrak. Hasil optimasi menunjukkan cairan penyari yang paling maksimal menarik senyawa fenolik dan flavonoid adalah etanol 96% dengan kadar fenolik total 478,7629 mg/g dan kadar flavonoid total 99,4086 mg/g. Uji t menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kadar fenolik dan flavonoid total antara teori dengan percobaan. Kata kunci : Daun pandan wangi, cairan penyari, kadar fenolik total, kadar flavonoid total, optimasi.
KAJIAN AWAL PEMBUATAN SURFAKTAN DARI TEMPURUNG KELAPA Aprilina Purbasari; . Hargono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i1.119

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah dari buah kelapa yang berpotensi untukdijadikan surfaktan karena kandungan lignin sekitar31,9%.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan perebus dan perbandingan reaktan untuk memperoleh hasil surfaktan yang maksimal. Lignin yaitu suatu phenolic polimer yang menyebabkan kekuatan dan rigidity pada dinding sel tanaman berkayu. Surfaktan adalah zat seperti deterjen yang ditambahkan pada cairan untuk meningkatkan sifat penyebaran atau pembasahan dengan menurunkan tegangan muka. Tempurung kelapa kering dihaluskan dan dikumpulkan serbuknya sebagai bahan baku. Serbuk tempurung kelapa direaksikan dengan larutan natrium bisulfit dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%, dan variasi perbandingan tempurung kelapa dan natrium bisulfit sebesar 1:5, 2:5 dan 3:5 di dalam suatu reaktor menggunakan labu leher tiga dengan operasi suhu 115 0 C, waktu reaksi 20 menit, pH 4 serta kecepatan pengadukan 80 rpm. Hasilnya disaring sehingga dihasilkan residu dan filtrat. Filtrat yang mengandung surfaktan dianalisis dengan metode spektrofotometri UV- Visible. Berdasarkan penelitian didapatkan surfaktan maksimal pada penggunaan natrium bisulfit dengan konsentrasi 30% dan perbandingan reaktan 3:5. Kata Kunci: surfaktan, tempurung kelapa
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN PADA PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L TERHADAP KEAUSAN UHMWPE UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN . Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.120

Abstract

Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel (SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Stainless steel memiliki ketahanan korosi dan bio-compatibility yang baik dan harganya relatif lebih murah dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion nitrogen pada permukaan SS 316L terhadap keausan UHMWPE. Penelitian ini menggunakan UHMWPE, SS 316L dan sebagai pelumas digunakan BS dengan konsentrasi 30 g/l dicampur dengan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. SS 316L diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit Variabel tetap yang digunakan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N, jarak tempuh 90 km, menggunakan mesin undirectional pin on plate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keausan UHMWPE oleh SS 316L dengan implantasi ion nitrogen terjadi penurunan 100% (6,59491 x 10-8 mm3/Nm). Sedangkan keausan UHMWPE oleh SS 316L tanpa implantasi sebesar 1,31898 x 10-7 mm3/Nm.Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, implantasi ion, faktor keausan
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN PADA PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L TERHADAP KEAUSAN UHMWPE UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN Darmanto, .
MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel (SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Stainless steel memiliki ketahanan korosi dan bio-compatibility yang baik dan harganya relatif lebih murah dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion nitrogen pada permukaan SS 316L terhadap keausan UHMWPE. Penelitian ini menggunakan UHMWPE, SS 316L dan sebagai pelumas digunakan BS dengan konsentrasi 30 g/l dicampur dengan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. SS 316L diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit Variabel tetap yang digunakan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N, jarak tempuh 90 km, menggunakan mesin undirectional pin on plate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keausan UHMWPE oleh SS 316L dengan implantasi ion nitrogen terjadi penurunan 100% (6,59491 x 10-8 mm3/Nm). Sedangkan keausan UHMWPE oleh SS 316L tanpa implantasi sebesar 1,31898 x 10-7 mm3/Nm.Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, implantasi ion, faktor keausan
KAJIAN PRODUKSI KOLAGEN DARI LIMBAH SISIK IKAN SECARA EKSTRAKSI ENZIMATIS I. Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i1.122

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki potensi besar dibidang perikanan. Salah satu permasalahan yang timbul adalah belum tersedianya unit pengolahan limbah perikanan, khususnya untuk pengolahan kulit dan sisik ikan. Kulit dan sisik ikan merupakan salah satu sumber utama kolagen. Kolagen sendiri merupakan protein penghubung jaringan yang banyak digunakan sebagai aditif pada makanan, pharmacy dan kosmetik. Selama ini kebutuhan kolagen lebih banyak dipenuhi dari unggas. Seiring banyaknya penyakit yang ditemukan pada unggas, maka sumber kolagen dari kulit dan sisik ikan merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan. Pembuatan kolagen dari sisik ikan dapat dilakukan melalui ekstraksi baik secara konvensional maupun secara enzimatis. Cara ekstraksi enzimatis ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan ekstraksi konvensional, diantaranya adalah tidak menggunakan solvent organik, sehingga dampaknya terhadap lingkungan minimal, kolagen yang dihasilkan aman untuk konsumsi manusia karena tidak mengandung bahan kimia, kualitas produk yang dihasilkan lebih tinggi serta yield yang lebih tinggi. Untuk proses ekstraksi enzimatis ini enzim yang digunakan adalah enzym protease yang berfungsi memecah protein. Kata kunci : ekstraksi, enzym, kolagen, sisik ikan
ANALISA SIFAT MEKANIS BAJA ST 40 AKIBAT PERLAKUAN PANAS H Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh proses hardening dengan perlakuan panas pada temperatur 800 0C pada variasi holding time 1 jam, 2 jam, dan 3 jam terhadap sifat mekanis bahan Baja St 40. Hasil pengujian tarik menunjukkan adanya peningkatan harga tegangan tarik, kekuatan tarik maksimum, ketangguhan, dan kekerasan BHN serta adanya penurunan terhadap nilai regangan dan keuletan pada material baja St 40 seiring dengan penambahan holding time. Peningkatan harga tegangan, kekuatan tarik maksimum, ketangguhan, dan BHN dipengaruh oleh proses hardening dengan heat treatment yang mennimbulkan struktur baja menjadi keras (martensit). Sedangkan penurunan terhadap nilai regangan dan keuletan karena sifat mekanis bahan yang menjadi keras sehingga sifat mekanis bahan menjadi getas atau mudah retak.Kata Kunci : Sifat Mekanis, Hardening, Heat Treatment, Holding Time, Brinell Hardness Number

Page 3 of 48 | Total Record : 477