cover
Contact Name
Sigit Mujiharjo
Contact Email
smujiharjo@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
smujiharjo@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroindustri
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20885369     EISSN : 26139952     DOI : -
Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial Technologist (APTA). It is dedicated for students, lecturers, and researches to scientifically publish their ideas, results of research, review of literatures of agricultural industry (agroindustry). It is published twice a year; due on May and November; in the form of hardcopy (printed) and softcopy (file on the OJS web).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 2 (2022): november 2022" : 6 Documents clear
KEBERLANJUTAN PABRIK KELAPA SAWIT DALAM MENUNJANG ASPEK SDM, DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS PT. DDP LUBUK BENTO MUKOMUKO) Auliya Rahma Dhita; Damres Uker; Wuri Marsigit
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.114-128

Abstract

Masyarakat sekitar PT. Darian Dharma Pratama bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut, mengelola kebun sawit sendiri, serta berdagang dengan membuka warung. Pekerjaan masyarakat sekitar sebelum PT. Darian Dharma Pratama berdiri yaitu berkebun dan bertani. Perkembangan pabrik kelapa sawit memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat berada sekitar lokasi PT. DDP Lubuk Bento Mukomuko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan pabrik kelapa sawit berdasarkan aspek sumber daya manusia perusahaan, dampak sosial dan ekonomi masyarakat sekitar lokasi. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi menggabungkan pengumpulan data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan random sampling serta pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan probability sampling dengan simple random sampling yaitu pengambilan secara acak dari populasi. Data yang dikumpulkan berasal dari wawancara terhadap informan dan dokumen resmi perusahaan. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pencarian fakta dan interpretasi yang tepat, dengan mempelajari data-data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumen perusahaan, mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di perusahaan, hubungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Hasil penelitian ini PT. Darian Dharma Pratama Lubuk Bento pada aspek SDM perusahaan yaitu menerapkan sistem SOP berupa perusahaan memberikan pelatihan dan pengembangan pada karyawan. Sedangkan hasil dari dampak sosial perusahaan yaitu memberikan bantuan dalam bentuk CSR kepada masyarakat dan dampak ekonomi masyarakat yaitu perusahaan memberikan peluang pekerjaan untuk dapat adanya perubahan taraf kehidupan masyarakat. Maka dari itu PT. Darian Dharma Pratama dapat dikatakan keberlanjutan dari segi aspek SDM, dampak sosial dan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar lokasi pabrik.
ANALISIS TITIK IMPAS USAHA PEMBUATAN IKAN KERING DI KOTA BENGKULU Melysa Nabilasari; Nola Windirah; Bambang Sumantri
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.129-135

Abstract

Usaha pembuatan ikan kering adalah usaha rumah tangga pengolahan ikan segar yang banyak dijumpai di wilayah pesisir Kota Bengkulu, termasuk di Kelurahan Sumber Jaya. Usaha ini sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya oleh penduduk sekitar. Dalam survei awal penelitian, diketahui bahwa para pembuat ikan kering di lokasi tersebut hanya berproduksi saja tanpa adanya perencanaan yang dilakukan. Penjualan dan pengeluaran biaya dibiarkan mengalir seadanya tanpa ada perhitungan dan pencatatan yang layak. Untuk mengatasi perencanaan strategi usaha tersebut, dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan nilai titik impas atau break even point (BEP). Titik impas adalah titik di mana total biaya dan penerimaan sama, artinya usaha tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya titik impas usaha pembuatan ikan kering di Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan dengan jumlah sampel 47 pembuat ikan kering. Proses pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pembuatan ikan kering di Kota Bengkulu sudah melampaui titik impasnya dan layak untuk diusahakan atau dijalankan. Adapun nilai titik impas produksi usaha pembuatan ikan kering yaitu 2,45 kg setara ikan kering beledang tawar belah per proses produksi, titik impas penerimaan yaitu Rp 104.022,08, dan titik impas harga Rp 30.508,96 per kg.
PENGARUH KITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP MUTU FISIK DAN KIMIA JERUK RIMAU GERGA LEBONG SELAMA PENYIMPANAN Gusmon Sidik; Wuri Marsigit; Syafnil
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.72-85

Abstract

Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis Sp.) atau biasa disebut RGL merupakan komoditas unggulan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu yang selama penyimpanannya termasuk buah yang mudah busuk, kulit menjadi berbintik, kotor, dan warna buah yang tidak menarik sehingga dapat menurunkan mutu jeruk RGL. Oleh karena itu perlu adanya penanganan pasca panen untuk mencegah terjadinya penurunan mutu buah jeruk RGL. Kitosan merupakan polisakarida kationik alami yang diperoleh dari deasetilasi kitin yang banyak terdapat di alam, salah satunya dari kulit udang. Kitosan yang bersumber dari kulit udang dapat menjadi bahan pelapis dan menekan proses respirasi buah, yaitu berupa edible coating. Edible coating merupakan lapisan tipis yang menempel langsung pada makanan, yang bertujuan menghambat respirasi buah selama penyimpanan sehingga mutu buah dapat dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik kitosan kulit udang sebagai edible coating dalam mempertahankan mutu jeruk RGL dengan mengamati mutu fisik dan mutu kimia jeruk RGL selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yaitu konsentrasi kitosan kulit udang (0%; 1%; 2%; 3%;) (w/v) dengan dilakukan 3 kali pengulangan sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Pengamatan jeruk RGL dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, 15, dan 20 penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kitosan kulit udang sebagai edible coating memberikan pengaruh terhadap mutu fisik dan mutu kimia jeruk RGL selama penyimpanan. Semakin tinggi konsentrasi kitosan maka dapat menghambat berkurangnya susut bobot, mempertahankan warna, menghambat kelunakan, kadar air, nilai pH, total asam, vitamin C, dan Total Padatan Terlarut (TPT). Konsentrasi terbaik kitosan kulit udang sebagai edible coating didapat pada kitosan dengan konsentrasi 2%, hingga hari ke-20 didapat susut bobot 16.33%, warna kuning kecoklatan, tekstur 15.51%, kadar air 60.66%, nilai pH 4.25, total asam 0.58%, vitamin C 27.28 Mg/100g, dan TPT 11.13%.
PENGARUH RASIO BAHAN-PELARUT DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA EKSTRAK CAIR DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) Asri Widyasanti; Agnes Klarasitadewi; Sarifah Nurjanah
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.86-95

Abstract

Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan salah satu pemanis alami yang memiliki kandungan kalori yang rendah dan dapat digunakan sebagai pengganti gula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio bahan dengan pelarut dan lama waktu ekstraksi terhadap sifat fisikokimia ekstrak cair daun stevia menggunakan Microwave-Assisted Extraction (MAE). Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif dengan variasi lama ekstraksi 4, 5, dan 6 menit. Rasio bahan terhadap pelarut yang digunakan ada 3, yaitu 1:30; 1:35; dan 1:40 (g/ml). Karakteristik ekstrak daun stevia yang diamati meliputi rendemen, total padatan terlarut, bobot jenis dan warna. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstraksi daun stevia pada rasio bahan:pelarut 1:30 (g/ml) dan lama ekstraksi 6 menit menghasilkan nilai total padatan terlarut terbaik yaitu 2°Brix dan bobot jenis tertinggi yaitu 1,0068, sedangkan ekstraksi daun stevia dengan rasio bahan:pelarut 1:40 (g/ml) dan lama ekstraksi 4 menit menghasilkan nilai rendemen terbaik yaitu 87,95%.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS INDUSTRI YANG ADAPTIF PADA KONDISI PANDEMI COVID-19 (USAHA PELANGI FOOD KOTA BENGKULU) Alifah Nurah Fatonah; Meizul Zuki; Damres Uker
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.96-113

Abstract

Banyak perusahaan kecil khususnya bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian (Agroindustri) juga membutuhkan pengaturan tata letak fasilitas yang baik. Pelangi Food merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) makanan tradisional Bengkulu yang menyediakan berbagai jenis makanan khas Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keadaan layout awal sebelum masa pandemi Covid-19 di Pelangi Food, mendapatkan dan menerapkan rancangan ulang tata letak fasilitas pada masa pandemi Covid-19 menggunakan metode 5S sesuai tatanan Covid-19 di usaha kuliner Pelangi Food dan memberikan informasi mengenai keunggulan rancangan ulang tata letak fasilitas industri yang baru menggunakan metode 5S sesuai tatanan Covid-19. Metode yang digunakan untuk memperbaiki tata letak fasilitas yang ada dalam bentuk perancangan ulang pada penelitian ini yaitu Metode 5S dan tatanan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; a) Tata letak fasilitas industri awal berada dalam kondisi kurang baik dan belum bisa memenuhi tingkat kebutuhan karyawan dan konsumen, b) Tata letak fasilitas usulan yang lebih baik dan memenuhi tingkat kebutuhan karyawan dan konsumen; perubahan pemanfaatan ruang penyimpanan yang baik dan tertata rapi serta tidak terjadi penumpukkan barang/produk, pengelompokkan alat produksi yang baik dan penataan ruangan yang rapi dan teratur, lingkungan kerja menjadi rapi, bersih, aman dan nyaman sehingga karyawan lebih bersemangat dalam bekerja dan konsumen menjadi lebih nyaman dalam berbelanja, c) Inovasi mampu memperbaiki lingkungan kerja yang semula berada dalam kondisi kurang baik dan belum memenuhi harapan karyawan/ konsumen menjadi lebih baik dan bisa memenuhi harapan karyawan dan konsumen.
Cover & Table of Content Tuti Tutuarima
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.i-iv

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6