cover
Contact Name
Sigit Mujiharjo
Contact Email
smujiharjo@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
smujiharjo@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroindustri
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20885369     EISSN : 26139952     DOI : -
Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial Technologist (APTA). It is dedicated for students, lecturers, and researches to scientifically publish their ideas, results of research, review of literatures of agricultural industry (agroindustry). It is published twice a year; due on May and November; in the form of hardcopy (printed) and softcopy (file on the OJS web).
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
PENGGUNAAN TEPUNG KIMPUL DAN EKSTRAK PEWARNA BUNGA TELANG PADA MI BASAH Dyah Puspita Kusuma; Tri Rahayuningsih; Fungki Sri Rejeki; Endang Retno Wedowati
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.99-111

Abstract

Mi berbahan baku tepung kimpul merupakan salah satu upaya mengurangi impor tepung terigu. Penambahan pewarna alami bunga telang bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi berupa antosianin yang mengandung antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perbandingan komposisi tepung terigu dan kimpul serta konsentrasi bunga telang. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor: proporsi tepung terigu:kimpul (55 persen: 45 persen, 65 persen: 35 persen, dan 75 persen: 25 persen). Konsentrasi ekstrak bunga telang adalah 3 persen, 6 persen, dan 9 persen. Aspek yang dievaluasi adalah uji fisik meliputi elongasi, rendemen; uji kimia yaitu kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, dan aktivitas antioksidan, juga uji sensoris. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dengan taraf kepercayaan 95%. Metode nilai harapan digunakan untuk memilih formulasi terbaik. Selanjutnya, perlakuan terbaik akan dianalisis dari segi kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T3B2 memberikan kombinasi terbaik. Karakter yang dimiliki adalah mi dengan nilai 94,50% rendemen, 8,17% kadar protein,  serta 25,33 mg/100 g aktivitas antioksidan. Berdasarkan analisis finansial produk mi basah layak dikembangkan. Nilai BEP BEP 10.161 unit, NPV  Rp215.875.947,87, IRR 10%, serta payback period 4 tahun 6 bulan. Tepung kimpul 25% dengan pewarna alami bunga telang bisa sebagai alternatif bahan baku mi basah bergizi dan layak finansial.
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI KEMATANGAN BUAH KOPI ARABIKA MENGGUNAKAN SENSOR TCS3200 BERBASIS ARDUINO Alti Rahma; Murna Muzaifa; Faidha Rahmi; Mahathir Rahmany
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.112-124

Abstract

Ketepatan pemanenan buah kopi sangat menentukan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Namun, metode manual yang masih banyak digunakan petani sering menghasilkan ketidakkonsistenan dan memerlukan waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat deteksi kematangan buah kopi Arabika berbasis Arduino menggunakan sensor warna TCS3200 dan algoritma k-Nearest Neighbor (k-NN). Sensor TCS3200 digunakan untuk membaca nilai RGB buah kopi, yang kemudian diklasifikasikan menjadi tiga tingkat kematangan, yaitu mentah, setengah matang, dan matang. Penelitian ini menggunakan 300 sampel sebagai data latih dan 150 sampel sebagai data uji, dengan evaluasi kinerja menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai k optimal adalah k = 20, yang memberikan keseimbangan antara bias dan varians serta menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan nilai k lainnya. Model yang dihasilkan mencapai akurasi 81,33%, presisi rata-rata 81,42%, recall 81,33%, dan F1-score 81,36%. Penelitian berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pertanian presisi melalui integrasi sensor warna dan pengolahan data berbasis Python untuk mendeteksi kematangan buah kopi secara akurat dan efisien.
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS TERINTEGRASI PADA AGROINDUSTRI SARI NANAS MENGGUNAKAN OMAX, TLS, DAN TREE DIAGRAM Yuli Wibowo; Nita Kuswardhani; Rina Anggraini
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.56-71

Abstract

Pengukuran produktivitas merupakan elemen krusial bagi keberlanjutan industri pengolahan pangan, termasuk agroindustri sari nanas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas dan mengidentifikasi area perbaikan pada agroindustry sari nanas dengan   mengintegrasikan metode Objective Matrix (OMAX), Traffic Light System (TLS), dan Tree Diagram. Metode OMAX digunakan untuk mengukur capaian kinerja pada berbagai kriteria, TLS untuk visualisasi status kinerja, dan Tree Diagram untuk merumuskan rekomendasi perbaikan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian kinerja produktivitas agroindustri sari nanas adalah sebesar 3,658. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa kinerja operasional masih relatif rendah pada seluruh kriteria yang diukur, meliputi penggunaan bahan baku, kinerja mesin, efektivitas jam kerja, dan konsumsi energi listrik. Evaluasi melalui TLS mengungkapkan bahwa sebagian besar indikator (55,56%) berada pada zona merah (kritis), sementara hanya 6,25% indikator yang mencapai target atau zona hijau. Hal ini menegaskan adanya kesenjangan yang signifikan antara target perusahaan dengan realitas di lapangan. Berdasarkan analisis Tree Diagram, rekomendasi perbaikan difokuskan pada empat aspek utama: optimalisasi penanganan bahan baku guna meningkatkan rendemen, pelembagaan pemeliharaan preventif mesin secara rutin untuk menekan downtime, minimalisasi pemborosan energi pada sektor non-produksi, serta penerapan skema sif kerja yang lebih fleksibel untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja. Integrasi ketiga metode ini terbukti menghasilkan analisis produktivitas yang komprehensif, berkesinambungan, dan dapat direplikasi pada berbagai sektor industri lainnya untuk meningkatkan akurasi pengukuran kinerja.