cover
Contact Name
Sigit Mujiharjo
Contact Email
smujiharjo@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
smujiharjo@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroindustri
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20885369     EISSN : 26139952     DOI : -
Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial Technologist (APTA). It is dedicated for students, lecturers, and researches to scientifically publish their ideas, results of research, review of literatures of agricultural industry (agroindustry). It is published twice a year; due on May and November; in the form of hardcopy (printed) and softcopy (file on the OJS web).
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
ANALISIS VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIKA DAN KIMIA TEPUNG BATANG PEPAYA (Carica papaya L.): ANALISIS VARIASI SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIKA DAN KIMIA TEPUNG BATANG PEPAYA (Carica papaya L.) Ifmalinda; Nasution, Rizka Putri Indramora; Fahmy, Khandra
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.200-213

Abstract

Pepaya merupakan tanaman yang digunakan sebagai sumber pangan. Tanaman pepaya yang sudah mencapai umur di atas 4 tahun akan mengalami penurunan dalam memproduksi buah dan harus ditebang untuk tanaman baru. Bahan baku industri dari batang pepaya memiliki potensi untuk dikembangkan dan dapat diolah menjdi tepung. Tepung batang pepaya dengan mutu yang baik dapat dijadikan campuran dalam pembuatan makanan ringan seperti kue dan dapat juga sebagai pengganti dari tepung terigu. Batang papaya harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dijadikan tepung. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan air yang berada dalam bahan sehingga bisa diproses   lebih lanjut dan umur simpan bahan bisa diperpanjang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan suhu pengeringan terbaik terhadap mutu tepung batang pepaya dengan menggunakan alat pengering tipe rak sumber panas berasal dari gas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu suhu pengeringan 50ºC, 60ºC, dan 70ºC. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan perlakuan terbaik pada suhu pengeringan 70ºC dengan laju pengeringan 0,13877 kg/jam, dan fineness modulus (FM) 2,500.
PERUBAHAN MORFOLOGI DAN FISIKOKIMIA TEPUNG UWI (Dioscorea alata) AKIBAT FERMENTASI ALAMI DAN PENGERINGAN Indrastuti, Erning; Harijono, Harijono; Susilo, Bambang
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.155-166

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengevaluasi perubahan morfologi dan fisikokimia tepung uwi selama perendaman dan pengeringan secara simultan. Irisan umbi uwi direndam selama 0, 24, dan 48 jam yang menyebabkan fermentasi alami, irisan umbi basah dikeringkan pada pengering kabinet selama 18 jam pada suhu pengeringan 40, 50, dan 60 °C.  Irisan umbi uwi kering dihaluskan sampai 100 mesh dan dilanjutkan dengan analisis morfologi granula, kadar pati, kadar amilosa, kadar protein, kadar serat kasar, pH, titratable acidity, warna tepung uwi dan analisis gugus fungsi menggunakan ATR-FTIR.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat lubang pada permukaan granula pati hasil fermentasi 48 jam. Keberadaan lubang pada permukaan granula menyebabkan leaching amilosa yang menyebabkan perubahan pada karakteristik fisikokimia pati. Interaksi lama perendaman dan suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar pati dan warna. Semakin lama fermentasi alami dan semakin tinggi suhu pengeringan akan menurunkan kadar pati, nilai kecerahan L*, kemerahan a* dan kebiruan b*.  Lama fermentasi alami menurunkan amilosa, protein larut air, serat kasar, dan pH, meningkatkan titratable acidity, namun tidak dipengaruhi oleh suhu pengeringan. Struktur molekul pati uwi hampir tidak berubah setelah fermentasi alami dan pengeringan, ditunjukkan tidak adanya gugus fungsi baru pada spektra FTIR. Karakteristik tepung uwi yang terbaik dari perlakuan fermentasi alami selama 24 jam dan pengeringan 60 °C dengan kadar pati 72,02%, rendemen, 24,595, kadar amilosa 31,07%, kadar protein larut 2,74%, kadar serat kasar 1,56%, pH 5,88, titratable acidity 0,68, kelarutan 13,28%, L* 67,9, a* 3,6, b* -2.
NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER-RED PALM OIL (NLC-RPO) MENGHAMBAT FOTO-OKSIDASI VITAMIN C DALAM JUS JERUK SELAMA PENYIMPANAN Efendi, Zulman; Raharjo, Sri; Supriyadi, Supriyadi; Santoso, Umar
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.127-140

Abstract

Jus jeruk dikenal mengandung vitamin C tinggi diperlukan oleh manusia tetapi vitamin C mudah mengalami fotooksidasi selama penyimpanan dan dapat menurunkan daya terima konsumen. Tujuan penelitian adalah menginvestigasi jus jeruk yang mengandung nanostructured lipid carrier (NLC-RPO) terhadap penghambatan fotooksidasi vitamin C perubahan pH, viskositas, turbiditas, warna, dan sifat sensoris. Penelitian dilakukan pada jus jeruk tanpa dan dengan penambahan 3 % NLC-RPO, sampel ditempatkan dalam refrigerator kondisi gelap (4 °C), gelap dan terang dengan paparan cahaya suhu ruang (28 °C, 874,59+399,39 lux selama 8 jam/hari) selama 0, 2, 4, 6, 7, 8, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju fotooksidasi vitamin C jus jeruk dengan 3 % NLC-RPO secara signifikan lebih rendah dibandingkan jus jeruk tanpa perlakuan (p<0,05). Penghambatan fotooksidasi vitamin C terlihat jelas pada jus jeruk dengan 3 % NLC-RPO (0,2152 mg/100 g.hari) dibandingkan tanpa perlakuan (0,6945 mg/100 g.hari) saat kondisi penyimpanan terang pada suhu ruang (28 °C). Laju viskositas dan perbedaan warna (∆E) jus jeruk dengan 3 % NLC-RPO signifikan lebih rendah dibandingkan tanpa perlakuan (p<0,05), sedangkan laju turbiditas,  degradasi pH, L*, a*, dan b* tidak berbeda nyata (p>0,05). Panelis dapat membedakan secara nyata (p<0,05) antara jus jeruk tanpa dan dengan 3 % NLC-RPO pada 0 hari, begitu pula antara jus jeruk tanpa perlakuan pada 0 hari dan jus jeruk dengan 3% NLC-RPO 30 hari pada 30.  Intensitas warna orange, aroma tidak enak, dan kekeruhan jus jeruk tidak berbeda nyata (p>0,05).
OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI BERBANTU ULTRASONIK PADA PEMBUATAN OLEORESIN KULIT MANGGA KUWENI MENGGUNAKAN METODE RESPON PERMUKAAN Widyasanti, Asri; Rachma, Danisa Fathiya; Putri, Selly Harnesa
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.13-26

Abstract

Kulit mangga Kuweni merupakan salah satu limbah dari pengolahan buah mangga, kulit mangga biasanya dibuang dan jarang dimanfaatkan lebih lanjut meski beberapa studi terdahulu mengungkapkan dalam kulit masih mengandung serat pangan, pectin, tannin, polifenol, dan senyawa bioaktif lainnya. Kulit mangga Kuweni berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk turunan. Aroma khas mangga Kuweni di dalam permukaan kulit, dapat diiekstraksi menjadi oleoresin. Oleoresin merupakan zat yang terdiri dari campuran komponen minyak atsiri dan resin. Upaya untuk memisahkan kandungan oleoresin dari kulit mangga Kuweni dapat dilakukan dengan ekstraksi. Penerapan gelombang ultrasonik memiliki kelebihan dibanding ekstraksi sederhana karena teknologi ini dapat mengintensifkan proses, menghasilkan hasil ekstraksi yang lebih tinggi dan mampu mengisolasi senyawa bioaktif dengan selektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi proses terkait jumlah pelarut dan lama ekstraksi menggunakan ultrasound assisted extraction (UAE) dengan pelarut n-heksana dan etanol 96%, untuk memperoleh rendemen oleoresin kulit mangga Kuweni yang optimum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian experimen laboratorium yang dianalisis dengan menggunakan metode optimasi respon permukaan dengan tipe Central Composite Design (CCD) pada aplikasi Design Expert 11. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimum pada proses UAE menggunakan pelarut n-heksana berada pada kombinasi jumlah pelarut sebanyak 340,703 ml dan lama waktu ekstraksi 36,52 menit dengan nilai rendemen sebesar 21,31%. Hubungan antara dua variabel diatas terhadap rendemen sebagai respon ekstraksi membentuk model persamaan matematika yang kuadratik. Sedangkan perlakuan optimum pada proses UAE menggunakan pelarut etanol 96% memiliki kombinasi perlakuan jumlah pelarut 400ml dan lama waktu ekstraksi 40 menit dengan hasil rendemen sebesar 36,47%, serta hubungan respon ekstraksi membentuk persamaan matematika yang linear.
PENDEKATAN METODE PERAMALAN UNTUK OPTIMALISASI PERMINTAAN BOLU KEMOJO PADA UMKM ALIN CAKE AND BAKERY Juarsa, Rahmadini Payla; Aqila, Nazliana; Maulina, Wulan Puti; Putra, Aidil Jaya; Cibro, Royando; Jumiati, Melvy
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.1-12

Abstract

Alin Cake and Bakery adalah sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengkhususkan diri dalam memproduksi makanan ringan, salah satunya adalah bolu kemojo. Setiap bulannya, usaha ini mengalami fluktuasi dalam penjualan bolu kemojo. Namun, saat ini mereka masih mengandalkan intuisi dari pemiliknya untuk menentukan jumlah produk yang akan dijual. Akibatnya, terkadang terjadi kekurangan atau kelebihan produk pada beberapa bulan tertentu. Agar bisa mencapai keuntungan maksimum, UMKM Alin Cake and Bakery perlu mencari metode peramalan permintaan yang lebih akurat. Dalam penelitian ini, tujuannya adalah mengevaluasi berbagai model peramalan yang dapat diterapkan dengan tepat pada UMKM Alin Cake and Bakery. Beberapa metode peramalan yang digunakan adalah moving average (4 periode), exponential smoothing (α = 0,1), dan metode Holt (α = 0,2, β = 0,4). Setelah menganalisis data penjualan bolu kemojo dari Januari hingga Desember tahun 2021 dan 2022, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik yang dapat digunakan untuk meramalkan permintaan bolu kemojo pada Januari 2023 adalah metode Holt. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa metode Holt memiliki nilai galat MAPE terkecil, yaitu sebesar 18,26%, dibandingkan dengan kedua model lainnya. Oleh karena itu, peramalan permintaan dengan menggunakan metode Holt menghasilkan angka 1.552 bolu kemojo yang sebaiknya diproduksi pada Januari 2023. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan UMKM Alin Cake and Bakery dapat mengoptimalkan produksi dan meminimalkan potensi kerugian akibat ketidaksesuaian antara permintaan dan produksi bolu kemojo.
FORMULASI HARD CANDY TINGGI ANTIOKSIDAN DENGAN PENAMBAHAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl) Supriyanto, Supriyanto; Mojiono, Mojiono; Ma’rifah, Siti
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.40-52

Abstract

Cabe jamu mengandung antioksidan yang tinggi sehingga mampu menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Namun, konsumsi langsung produk herbal seringkali kurang menarik bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan antioksidan permen keras melalui penambahan ekstrak cabe jamu dan untuk mengkarakterisasi sifat fisik, kimia, dan sensorik dari produk yang dihasilkan. Permen keras diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ekstrak cabe jamu (0 g, 10 g, dan 16 g) dan rasio sukrosa-ke-glukosa yang berbeda (60:50 g dan 70:40 g), menghasilkan enam formulasi. Desain faktorial acak (CRD) sepenuhnya digunakan. Permen yang dihasilkan dianalisis untuk pH, warna (RGB), waktu pembubaran, aktivitas antioksidan, dan atribut sensorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 4 yang terdiri dari 10 g ekstrak cabe jamu dan rasio sukrosa-ke-glukosa 70:40 adalah yang paling disukai oleh panelis. Formulasi ini menunjukkan aktivitas antioksidan 49,44%, kandungan gula pereduksi 9,03%, nilai pH 4,46, waktu pelarutan 23 menit, dan nilai warna RGB 67,59. Penambahan ekstrak cabe jamu berhasil meningkatkan sifat fungsional permen keras, dengan formulasi 4 menunjukkan karakteristik keseluruhan terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan dan penerimaan sensorik.
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK UNIT PENGGILINGAN PADI MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (STUDI KASUS) Purnomo, Bambang Herry; Suryaningrat, Ida Bagus; Agustin, Agnes; Ni’maturrakhmat , Viko Nurluthfiyadi
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.124-136

Abstract

Unit penggilingan padi masih menghadapi berbagai kendala dalam mengelola aktivitas rantai pasoknya mulai dari  pembelian bahan baku, pengolahan di pabrik, hingga pengiriman produk. Kendala dan masalah tersebut harus segera ditangani agar kinerjanya meningkat yang berdampak pada peningkatan daya saing, profitabilitas, dan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi struktur rantai pasok, menganalisis status kinerja rantai pasok dan memberikan rekomendasi perbaikan kinerjanya pada salah satu unit penggilingan padi skala kecil di Kabupaten Banyuwangi. Analisis kinerja dilakukan menggunakan matrik SCOR (Supply Chain Operation Reference) versi 11. Atribut kinerja yang digunakan meliputi reliability, responsiveness, agility, cost, dan management asset dimana masing-masing memiliki indikator kinerja. Penilaian kinerja dilakukan dengan membandingkan data aktual dengan data historis perusahaan, dimana mengacu pada kejadian nyata yang mencerminkan kondisi kinerja dari yang terburuk hingga yang terbaik untuk setiap indikator. Nilai kinerja rantai pasok terdiri atas tiga kategori yaitu  superior-advantage-parity (terbaik-baik-rendah). Indikator yang memiliki status kinerja superior adalah indikator total biaya pelayanan (72,64%) dan siklus cash-to-cash (1 hari). Sedangkan indikator dengan status kinerja advantage adalah indikator pemenuhan pesanan sempurna (80%), siklus pemenuhan pesanan (5 hari), dan fleksibilitas pemenuhan pesanan (5 hari). Indikator dengan status kinerja superior perlu dipertahankan, sedangkan indikator kinerja dengan status advantage perlu ditingkatkan dengan rekomendasi perbaikan yang disarankan.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) BERAS PADA PABRIK BERAS SUKORENO MAKMUR Suryaningrat, Ida Bagus; Rusdianto, Andrew Setiawan; Amilia, Winda; Choiron, Miftahul; Andriani, Windy Nur
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.68-82

Abstract

Rantai pasokan mencakup keseluruhan operasi perusahaan yang bertujuan memenuhi permintaan konsumen, ditandai dengan aliran dan transformasi barang dari bahan baku ke konsumen akhir, sekaligus memfasilitasi aliran informasi dan sumber daya keuangan. Penilaian kinerja rantai pasokan berfungsi untuk memantau dan mengatur rantai pasokan, serta untuk menggambarkan area untuk peningkatan untuk membangun keunggulan kompetitif. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan struktur dan dinamika rantai pasokan, mengevaluasi kinerjanya, dan mengusulkan rekomendasi untuk perbaikan terkait indikator nilai rendah, dengan tujuan meningkatkan kinerja rantai pasokan di Pabrik Padi Sucoreno. Evaluasi kinerja rantai pasokan dilakukan dengan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP). Penilaian kinerja dilakukan melalui identifikasi dan validasi Indikator Kinerja Utama (KPI) oleh para ahli, yang kemudian dinormalisasi, ditimbang, dan digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasokan. Akibatnya, rantai pasokan beras Pabrik Beras Sukoreno Makmur menghasilkan 29 KPI, dengan peringkat kinerja rantai pasokan secara keseluruhan 79,88 (menunjukkan kinerja yang baik/good), di samping identifikasi 4 KPI dengan nilai terendah yang memerlukan prioritas untuk perbaikan yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan bahan baku, pemeliharaan mesin, proses produksi, dan pelatihan karyawan.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TRADISIONAL DADIAH DI PROVINSI SUMATERA BARAT Dewi, Kurnia Harlina; Yenrina, Rina; Hathiqa, Nurul
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.112-123

Abstract

Dadiah merupakan salah satu makanan tradisional Sumatera Barat yang nyaris puna dan tidak dikenal oleh generasi muda. Setelah dilakukan penelitian tentang pemetaan, nilai tambah dan preferensi konsumen terhadap dadiah, maka upaya agar produk berbasiskan kearifan local dapat bertahan, dilakunak pengembangan produk. Untuk itu Penelitian ini bertujuan mendapatkan posisi dan strategi pengambangan agroindustri dadiah di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan sample ditentukan secara sengaja (purposive sampling) sebanyak 35 orang, yaitu pengusaha dadiah, pakar peneliti, lembaga pendukung, dan panelis preferensi konsumen. Posisi strategis agroindustri dadiah di Provinsi Sumatera Barat berada pada sel V yakni growth konsentrasi melalui integrasi horizontal. Posisi ini menunjukkan bahwa produk dadiah yang menjadi produk unggulan agroindustri yang dikembangkan produk atau jasa. Strategi pengembangan produk dadiah di Provinsi Sumatera Barat dengan cara promosi, mengembangkan olahan dadiah yang memiliki umur simpan yang lama, penetapan harga yang murah dari pesaing, pengurusan perizinan untuk dapat memperluas pasar.
EVALUASI BUSA POLIURETAN FLEKSIBEL BIODEGRADABLE BERBASIS POLIOL MINYAK KELAPA SAWIT: KEMAMPUAN BIODEGRADASI DALAM AIR LAUT Neswati, Neswati; Dewi, Kurnia Harlina; Selvia, Anggun Ayu; Larasati, Tri
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.53-67

Abstract

Bahan baku utama busa poliuretan fleksibel (PUF) adalah poliol yang berasal dari turunan minyak bumi. Poliol tersebut membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sintesis PUF dari poliol minyak kelapa sawit dapat meningkatkan kemampuan biodegradasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan biodegradasi PUF berbasis poliol minyak kelapa sawit dalam air laut. Minyak kelapa sawit diubah menjadi poliol melalui reaksi epoksidasi dan hidroksilasi. Poliol minyak kelapa sawit disubstitusi dengan PEG-400 dan poliol komersial untuk meningkatkan karakteristik PUF. Sistem poliol (poliol minyak kelapa sawit 60%:PEG-400 40%; poliol minyak kelapa sawit 50%:PEG-400 50%;  poliol minyak kelapa sawit 60%:poliol komersial 40%;  poliol minyak kelapa sawit 50%:poliol komersial 50%) direaksikan dengan toluen diisosianat (TDI) untuk membentuk PUF.  Perlakuan pada penelitian ini adalah PUF dengan komposisi poliol yang berbeda (PUF1, PUF2, PUF3, PUF4, dan Kontrol). PUF dilakukan biodegradasi di dalam air laut selama 30 hari. Penurunan berat sampel busa diukur setiap lima hari. Pengamatan FTIR, XRD, TGA, dan SEM dilakukan setelah sampel terurai selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUF1 memiliki kemampuan biodegradasi tertinggi dalam air laut, dengan susut berat sebesar 44%. FTIR menunjukkan bahwa ikatan ester pada PUF1 telah terurai dan menghilangnya puncak serapan gugus isosianat (-NCO) akibat proses biodegradasi. XRD mengidentifikasi adanya kristal PEG-400 yang membutuhkan waktu untuk terurai. Namun PEG-400 lebih mudah terurai dibandingkan poliol komersial. SEM menunjukkan bahwa permukaan PUF1 menjadi kasar dan kerangka sel busa menjadi rusak.