cover
Contact Name
Sigit Mujiharjo
Contact Email
smujiharjo@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
smujiharjo@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroindustri
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20885369     EISSN : 26139952     DOI : -
Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial Technologist (APTA). It is dedicated for students, lecturers, and researches to scientifically publish their ideas, results of research, review of literatures of agricultural industry (agroindustry). It is published twice a year; due on May and November; in the form of hardcopy (printed) and softcopy (file on the OJS web).
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
ANTIOXIDANT POTENTIAL OF ARABICA COFFEE PROCESSED BY HONEY METHOD Arum, Ayu Puspita; Patricia, Susan Barbara; Savitri, Dyah Ayu; Setiyono, Setiyono
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.27-39

Abstract

This study investigated the impact of different coffee processing methods, the natural method, and fermentation with yellow, red, and black honey methods on the bioactive compounds of Arabica coffee using a Randomized Complete Block Design in five replicate experiments. The antioxidant activity, phenolic, flavonoid, caffeine, total soluble solid content, and pH value were determined. The results showed that the honey processing method could improve bioactive compounds more than the natural method, with higher levels of antioxidants, phenolic, flavonoid, and total soluble solid contents but lower caffeine content and pH value. Arabica coffee-treated yellow honey exhibited the highest Increase in antioxidant activity. These findings suggest that coffee-treated yellow honey could be a functional food.
KARAKTERISTIK SAMPO BERBASIS EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata) Lestari, Ema; Hairiyah, Nina; Agustin, Nisa
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.83-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak kulit pisang kepok (Musa acuminata) sebagai bahan aktif dalam formulasi sampo serta menentukan formula terbaik berdasarkan karakteristik fisikokimia dan preferensi konsumen. Empat formula sampo yaitu (F0–F3) dengan variasi konsentrasi ekstrak (0%–6%) diuji secara fisik (homogenitas, viskositas, pH, kadar air, dan tinggi busa) dan sensori melalui uji hedonik oleh 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi standar mutu sampo berdasarkan SNI 06-2642-1992. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak berpengaruh signifikan terhadap parameter warna, aroma, dan tekstur (p < 0,05), dengan formulasi F1 paling disukai secara organoleptik. Selanjutnya, dilakukan analisis menggunakan metode Bayes untuk menentukan formulasi optimal berdasarkan pembobotan seluruh parameter. Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi F3 (penambahan 6% ekstrak kulit pisang kepok) merupakan formula terbaik secara keseluruhan, karena memberikan performa tertinggi pada sebagian besar parameter kualitas. Temuan ini mendukung pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan aktif alternatif dalam produk kosmetik ramah lingkungan.
ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PEMBUATAN INOKULUM FUNGI SEBAGAI PENDEGRADASI LIMBAH PADAT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Supriyanti, Arni; Sumardi; Yusnaini, Sri; Agustrina, Rochmah; Handayani, Kusuma; Musa; Pramana, Yanuar Sigit
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.97-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat fungi yang mampu dalam mendegradasi bagas tebu. Mengetahui pengaruh substrat jagung dan onggok terhadap pertumbuhan isolat fungi. Mengetahui bobot dan ratio C/N bagas tebu yang diberi inokulum fungi yang diambil dari media jagung dan onggok. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Lampung. Bulan November 2023 s.d April 2024.  Penelitian dilakukan secara faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Faktor pertama jenis substrat; jagung dan onggok.  Faktor kedua adalah isolat yang digunakan yaitu isolate Trichoderma sp komersial isolat fungi diduga Trichoderma sp., isolat diduga fungi Coprinus sp., isolat diduga fungi Neurospora sp., dengan pengulangan 3 kali.  Parameter yang diamati adalah jumlah inokulum, bobot degradasi bagas tebu dan rasio C/N.  Data heterogen dan tidak normal, dilakukan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf 5%. Uji Kruskal-Wallis tidak menunjukkan adanya beda nyata akibat perlakuan.  Hasil yang diperoleh adalah isolat yang mampu mendegradasi bagas tebu, yaitu diperolehnya sembilan isolat, tujuh diantaranya termasuk genus Trichoderma, satu genus Coprinus dan satu genus Neurospora. ubstrat jagung dan onggok dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembuatan inokulum fungi, dimana keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap respon jumlah inokulum.  Penurunan bobot serta rasio C/N selama 28 hari dengan pemberian inokulum fungi tidak menunjukkan hasil yang baik.
VARIASI KONSENTRASI SENG KLORIDA (ZnCl2) SEBAGAI AKTIVATOR ARANG AKTIF BERBAHAN BAKU KULIT BUAH SALAK PADANGSIDIMPUAN Johan, Vonny Setiaries; Dewi, Yossie Kharisma; Patimah, Juli
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.162-172

Abstract

Kulit buah salak dapat menjadi bahan dasar pembuatan arang aktif karena mengandung senyawa selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang berpotensi tinggi sebagai sumber karbon. Pemanfaatan limbah kulit buah salak sebagai bahan baku arang aktif juga merupakan upaya dalam mengurangi limbah agroindustri sekaligus meningkatkan nilai tambahnya. Pembuatan arang aktif dari kulit buah salak dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu proses karbonisasi dan aktivasi. Aktivasi kimia menggunakan bahan kimia ZnCl2 sebagai aktivator diketahui dapat menghasilkan mutu arang aktif yang lebih baik dibandingkan aktivasi fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi aktivator seng klorida (ZnCl2) terbaik dalam pembuatan arang aktif kulit buah salak asal Padangsidimpuan. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan konsentrasi ZnCl2 (5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) dan tiga ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi aktivator berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, kadar karbon terikat, dan daya serap iodium. Aktivasi dengan ZnCl2 30% memberikan hasil terbaik dengan rendemen 62,29% dan serapan iodium 960,25 mg/g, serta kadar air, abu, zat volatil, dan karbon terikat masing-masing 7,15%, 8,32%, 3,96%, dan 80,56%.
MINIMIZING OXIDATION AND MICROBIAL CONTENT IN BEEF SAUSAGES THROUGH THE INCLUSION OF SENDUDUK (Melastoma malabathricum L) LEAF POWDER Suharyanto, Suharyanto; Warnoto, Warnoto; Prabowo, Primananda; Hadis, Aris Akhludin; Hajrawati, Hajrawati
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.150-161

Abstract

Sausages are a popular food item in Indonesia, often sold by vendors along the roadside or in wheelbarrows. However, this selling method carries a risk of contamination, which can lead to spoilage. While synthetic preservatives can help, they may also pose health risks to consumers. The addition of natural ingredients, such as senduduk (Melastoma malabathricum L.) leaf powder (SLP), into sausage production, can be an alternative solution. This study aimed to evaluate the effects of SLP on the oxidation, microbial content, and physical properties of beef sausages.  This study used a Completely Randomized Design with varying concentrations of SLP (0%, 0.5%, 1%, and 1.5% w/w) across four replications. The Thiobarbituric Acid (TBA) number, Total Plate Count (TPC), pH, cooking yield, water holding capacity (WHC), tenderness, and folding test were determined. The results demonstrated that adding SLP effectively reduced both the TBA number and the total plate count in the sausages at all tested concentrations. It also lowered the pH on the first day of storage and decreased the water holding capacity (WHC) when added at a concentration of 1.5%. Additionally, it influenced the results of the folding test. However, no significant differences were observed in the cooking yield and tenderness of the sausages. In conclusion, the addition of SLP into sausage production can effectively reduce oxidation and microbial content in beef sausages.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BERAS ANALOG UBI UNGU KAWI DENGAN PENAMBAHAN IKAN WADER (Rasbora argyrotaenia) Permata, Citra Diah; Rohajatien, Ummi; Mariana, Rina Rifqie; Wibowotomo, Budi
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.137-149

Abstract

Diversifikasi pangan lokal diperlukan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras, salah satunya dengan menggunakan ubi jalar sebagai bahan baku beras analog. Ubi jalar ungu Gunung Kawi komoditas yang kurang dikenal secara luas namun kaya karbohidrat dan serat, tetapi rendah protein. Penambahan tepung ikan wader diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein beras analog. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan tepung ikan wader terhadap organoleptik hedonik rasa, tekstur, warna dan aroma, serta menganalisis sifat fisik warna, waktu tanak, dan daya patah serta kandungan komponen karbohidrat, protein, lemak, air, serat kasar. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 10% tepung ikan wader menghasilkan kesukaan tertinggi untuk warna dengan skor 3,9 (agak suka), rasa dengan skor 3,78 (agak suka), dan aroma dengan skor 3,75 (agak suka), sedangkan penambahan 15% menghasilkan kesukaan tertinggi untuk tekstur dengan skor 4,05 (suka). Penelitian menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan beras analog ubi kawi penambahan tepung ikan wader dengan persentase yang berbeda terhadap sifat fisik (warna, waktu tanak dan daya patah) dan sifat kimia (kadar air, karbohidrat, protein, lemak serta serat kasar) produk. Kesimpulan dari penelitian ini penambahan tepung ikan wader berpengaruh secara signifikan terhadap organoleptik, sifat fisik, dan sifat kimia beras analog ubi jalar ungu Gunung Kawi.
MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN AGROTECHNOPRENEURSHIP ABON LELE DI KABUPATEN JEMBER Wibowo, Yuli; Prihani, Suwita Tri; Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.173-186

Abstract

Salah satu agrotechnopreneurship berbasis perikanan yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Jember adalah industri abon ikan lele. Pengembangan agrotechnopreneurship menghadapi beberapa risiko akibat adanya ketidakpastian pada kegiatan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola risiko dalam pengembangan agrotechnopreneurship abon lele, dengan tujuan memberikan panduan praktis bagi para pemangku kepentingan agrotechnopreneurship di Kabupaten Jember dalam mendirikan dan mengembangkan usahanya. Metode manajemen risiko yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko, diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk menganalisis akar penyebab risiko, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 potensi risiko yang di antaranya terkait dengan pengembangan agrotechnopreneurship abon lele di Kabupaten Jember. Berdasarkan analisis kekritisan, teridentifikasi empat risiko utama dalam proses pengembangan agrotechnopreneurship abon lele, antara lain rendahnya kemampuan permodalan untuk pengembangan produk, proses produksi tidak kontinu, kegiatan promosi yang kurang intensif, dan kurangnya inovasi produk. Faktor manusia, metode, sarana, dan lingkungan diperhitungkan dalam mengevaluasi akar penyebab risiko. Hasil dari mitigasi risiko menunjukkan beberapa strategi prioritas yang dapat diterapkan yaitu perlunya peran pemerintah dalam memfasilitasi (akses dan kebijakan) peminjaman modal, menerapkan manajemen rantai pasok untuk mengelola distribusi bahan baku dan produk, berpartisipasi dalam acara atau pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah, serta mengembangkan variasi rasa dan kemasan produk abon lele.
PERANCANGAN KEMASAN TRANSPORTASI BUAH MELON (Cucumis melo L.) Daryanti, Reishi Ari; Khuriyati, Nafis; Falah, Mohammad Affan Fajar
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.240-253

Abstract

Transportasi buah melon merupakan mata rantai penting dalam kegiatan pascapanen karena umumnya buah melon hanya dibudidayakan di beberapa sentra produksi sedangkan konsumen tersebar di daerah yang cukup jauh dari lokasi penanaman. Penelitian bertujuan untuk merancang kemasan tranportasi buah melon dan penataan buah dalam kemasan partisi yang tepat untuk meminimalkan potensi kerusakan buah. Penelitian ini meliputi pembuatan desain kemasan dan dan uji jatuh untuk menguji kekuatan kemasan. Pengujian dilakukan dengan menghitung kekuatan kemasan, simulasi 3 (tiga) kali pengangkutan berulang, menghitung susut bobot, dan melakukan uji jatuh. Selama simulasi pengangkutan, suhu berkisar antara 25,70°C hingga 34,10°C, kelembapan relatif berkisar antara 66.80% hingga 84%, dan nilai maksimum getaran sebesar 8,2 m/s2. Karton gelombang flute BC digunakan sebagai bahan kemasan dengan kapasitas 20 kg dan disusun dengan lima tipe meliputi simple cubic (SC) tanpa partisi, SC partisi karton, SC partisi jerami, SC partisi kertas, dan jumble tanpa partisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan kemasan yang dirancang dengan dimensi ukuran 50 x 33 x 35 cm adalah 351,49 kgf, dan dapat ditumpuk hingga 5 kemasan. Kerusakan paling sedikit terjadi pada SC partisi jerami dan kerusakan paling banyak terjadi pada SC tanpa partisi. Susut bobot terbesar terjadi pada SC partisi kertas 0,89%.
PEMILIHAN TATA LETAK OPTIMAL GUDANG PENYIMPANAN BENIH PADI PADA GUDANG PT. X DI SUBANG, JAWA BARAT Ciptaningtyas, Drupadi; Nurima, Pradilla Alfa; Thoriq, Ahmad
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.187-200

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi benih padi, dengan salah satu fasilitas penyimpanannya adalah gudang OECF-B. Saat ini, sistem penyimpanan di gudang tersebut menggunakan metode random storage, yaitu penempatan pallet benih pada area penyimpanan yang tersedia secara fleksibel tanpa pola atau aturan tertentu. Meskipun sistem ini memberikan keleluasaan dalam penempatan, penerapannya cenderung menyebabkan pemanfaatan ruang yang kurang optimal serta menurunkan efisiensi operasional gudang. Permasalahan tersebut diatasi dengan melakukan perancangan ulang tata letak gudang yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyimpanan. Penelitian ini difokuskan pada optimalisasi tata letak gudang OECF-B dengan membandingkan tiga metode penyimpanan, yaitu random storage, class-based storage, dan shared storage. Evaluasi dilakukan berdasarkan beberapa parameter utama, meliputi tingkat utilitas ruang, kapasitas penyimpanan, serta jarak tempuh material handling. Melalui analisis komparatif, setiap metode dinilai untuk memperoleh konfigurasi tata letak yang paling efisien dalam aspek pemanfaatan ruang dan operasional gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode class-based storage memberikan kinerja tata letak paling efisien dibandingkan dua metode lainnya. Metode ini menghasilkan tingkat utilitas sebesar 133%, kapasitas penyimpanan 580 palet, dan jarak tempuh material handling sebesar 29.525,686 meter. Sehingga, penerapan class-based storage dinilai mampu meningkatkan efisiensi ruang, mengurangi jarak perpindahan material, serta mendukung peningkatan produktivitas dan efektivitas sistem penyimpanan benih padi di gudang OECF-B.
APLIKASI MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) PADA EKSTRAKSI PHILODENDRON RED SEBAGAI SUMBER PEWARNA ALAMI Wiyono, Andi Eko; Amilia, Winda; Rahayu, Supratiana
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.225-239

Abstract

Philodendron Red adalah tanaman hias dengan daun berwarna merah kecoklatan sehingga berpotensi sebagai sumber pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap karakteristik ekstrak Philodendron red  dengan perbedaan waktu (menit) dan daya (watt) serta mengetahui perlakuan terbaik metode Microwave Assisted Extraction (MAE) pada perbedaan waktu (menit) dan daya (watt) untuk menghasilkan pewarna alami. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu waktu (3 menit, 5 menit, dan 7 menit) dan daya (225 watt dan 315 watt). Analisis data menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan interaksi lama waktu (menit) dan daya (watt) berpengaruh nyata terhadap rendemen, pH, total antosianin, total klorofil, nilai warna (a,b,chroma, dan hue) tetapi tidak berpengaruh nyata pada nilai lightness dan total karotenoid. Perlakuan A3B2 (7 menit; 315 watt)  sebagai perlakuan terbaik dengan karakteristik rendemen sebesar 73,98%, nilai L* sebesar 68,24, nilai a* 5,29, nilai b* sebesar 5,31, nilai chroma sebesar 7,74, total antosianin sebesar 33,90 mg/L, dan total klorofil sebesar 2,04 mg/L. Ekstrak Philodendron red berpotensi menjadi pewarna alami terutama warna merah, tetapi kandungan pigmen cukup rendah dibandingkan pewarna lainnya.