cover
Contact Name
Sigit Mujiharjo
Contact Email
smujiharjo@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
smujiharjo@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroindustri
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20885369     EISSN : 26139952     DOI : -
Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial Technologist (APTA). It is dedicated for students, lecturers, and researches to scientifically publish their ideas, results of research, review of literatures of agricultural industry (agroindustry). It is published twice a year; due on May and November; in the form of hardcopy (printed) and softcopy (file on the OJS web).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
ANALISIS SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP TINGKAT RISIKO KECELAKAAN PEKERJA MENGGUNAKAN METODE HIRARC DI UD NYOTO PERMADI Suryaningrat, Ida Bagus; Sawindra, Vania Melyssa; Mahardika, Nidya Shara
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.213-224

Abstract

UD Nyoto Permadi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan, penyaluran, serta penerimaan tembakau. Proses pengolahaan pada perusahaan ini masih dilakukan secara manual yang membutuhkan tenaga manusia. Terdapat kecelakaan kerja yang berasal dari adanya bahaya di tempat kerja. Tindakan pengendalian yang dilakukan perusahaan hanya bersifat kuratif sehingga tidak mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Metode HIRARC digunakan untuk mengenali faktor potensi bahaya yang terjadi sehingga dapat dilakukan pengendalian terhadap risiko dan bahaya yang akan terjadi. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC melalui 3 tahapan dengan sampel 30 orang pada 6 area kerja pengolahan kemudian dilakukan penilaian risiko untuk mengetahui nilai risiko yang tinggi. Hasil dari metode HIRARC menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis bahaya yang ada pada area kerja pengolahan tembakau. Pengendalian risiko dilakukan berdasarkan faktor bahaya yang memiliki nilai risiko tinggi hingga ekstrim.Pada area pembelian, terdapat 3 faktor risiko yang memiliki nilai tinggi dan 1 nilai riisko ekstrim. Pada area kerja penjemuran, terdapat 4 faktor risiko yang memiliki nilai tinggi. Pada proses fermentasi, terdapat 2 faktor risiko yang memiliki nilai tinggi. Pada area pengguntingan, terdapat 3 faktor risiko yang memiliki nilai tinggi. Pada area sortasi, terdapat 2 faktor risiko dengan nilai tinggi. Pada proses pengemasan, terdapat 3 faktor risiko dengan nilai tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 11 potensi bahaya pada 6 area kerja di UD Nyoto Permadi. Jenis pengendalian risiko yang dapat dilakukan pada UD Nyoto Permadi adalah subtitusi, pengendalian teknis, administratif, dan alat pelindung diri.
PENENTUAN PERLAKUAN BAHAN DAN PARAMETER PROSES STROBERI KERING BEKU DENGAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI Annas Miftahul Fallah; Refika Melina Putri; Wagiman; Mohammad Affan Fajar Falah
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.10-25

Abstract

Stroberi merupakan komoditas buah non-klimaterik yang memiliki masa simpan yang singkat dan kerentanan tinggi terhadap kerusakan pascapanen, namun sangat diminati karena karakteristik sensorik yang unik serta kandungan senyawa bioaktif seperti vitamin C, antosianin, flavonoid, dan asam fenolat. Teknologi pengeringan beku (freeze-drying) merupakan salah satu metode terbaik untuk mempertahankan kualitas buah, namun parameter proses yang tidak tepat dapat menyebabkan degradasi nutrisi dan perubahan struktur fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kombinasi perlakuan bahan dan parameter proses dalam produksi stroberi kering beku dengan karakteristik mutu fisik, kimia, dan mikrobiologi yang terbaik. Penelitian dilakukan menggunakan stroberi varietas Mencir dengan tingkat kematangan 100%. Optimasi dilakukan dengan menerapkan metode Taguchi untuk mengevaluasi tiga variabel kontrol, yaitu durasi waktu pembekuan di freezer, konsentrasi larutan dehidrasi osmotik (OD), dan waktu pembelahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter proses berpengaruh signifikan terhadap mutu akhir produk. Berdasarkan analisis metode Taguchi, kombinasi perlakuan bahan dan parameter proses yang terbaik untuk proses produksi stroberi kering beku adalah waktu pembekuan di freezer selama empat (4) hari, konsentrasi larutan OD sebesar 50°Brix, dan waktu pembelahan stroberi yang dilakukan sebelum OD. Sinergi antara perlakuan awal dan parameter pengeringan ini terbukti efektif dalam meminimalkan kerusakan seluler dan menjaga integritas senyawa fungsional pada produk akhir.
ANALISIS TINGGINYA OIL LOSSES PADA STASIUN PRESS DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. A Muhammad Indra Darmawan; Adzani Ghani Ilmannafian; Mariatul Kiptiah; Khatimatul Husna
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.1-9

Abstract

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. A merupakan salah satu pabrik yang memproduksi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK). Salah satu strategi untuk memaksimalkan rendemen adalah dengan menerapkan sistem manajemen yang fokus pada pengurangan kehilangan minyak (oil losses) selama proses produksi. PKS PT. A mempunyai standar oil losses pada fiber di stasiun Press yaitu 0,45%, dimana sesuai dengan data yang dihimpun pada bulan Januari sampai bulan November 2023 diketahui adanya oil losses yang dibawah standar perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan tingginya oil losses pada stasiun press di pabrik kelapa sawit PT. A berdasarkan titik kritis, dimana hasil akhir penelitian berupa ususlan perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Fishbone dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) melalui kuesioner pendahuluan untuk mendapatkan gambaran awal dan kuesioner utama untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab permasalahan. Pemilihan responden didasarkan pada tingkat pengetahuan mengenai faktor penyebab tingginya oil losses dan tingkat pengalaman dalam bekerja di stasiun Press di PT. A. Hasil dari penelitian ini pada Fishbone diagram Faktor penyebab tingginya oil losses pada stasiun press di fiber yaitu manusia, lingkungan, material/bahan baku, mesin, metode. Berdasarkan hasil dari pengumpulan data dan perhitungan RPN dapat disimpulkan bahwa terindentifikasi 4 komponen kritis yaitu, Pisau Digester tumpul dengan total RPN sebesar 142.20, Stainer Chute Press tidak dibersihkann 82.89, Long Arm menipis 75.85, dan Double Scrub Press aus 71.00.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI DAN EVALUASI EKONOMI PADA PROSES PRODUKSI KOPI BUBUK DI INDUSTRI PENGOLAHAN SKALA MENENGAH Renny Eka Putri; Mutiara Puspa Devi; Putri Wulandari Zainal
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.26-38

Abstract

Biji kopi merupakan bahan baku utama dalam produksi kopi bubuk, yang dalam proses pengolahannya memerlukan energi manusia, bahan bakar, dan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi energi dan aspek ekonomi dalam proses produksi kopi bubuk di PT XYZ. Analisis konsumsi energi dilakukan berdasarkan tahapan proses dan jenis sumber energi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi energi sebesar 5.916,22 kJ/kg, Potensi konservasi energi dapat dilakukan dengan efisiensi penggunaan listrik, yakni hanya mengoperasikan peralatan saat proses berlangsung. Dari sisi ekonomi, biaya produksi tercatat sebesar Rp114.180.445, dengan total penerimaan Rp196.970.000, menghasilkan keuntungan harian sebesar Rp82.789.555. Nilai rasio pendapatan terhadap biaya (R/C ratio) sebesar 1,7 menunjukkan bahwa usaha tersebut layak secara ekonomi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku agroindustri dalam meningkatkan efisiensi energi dan menekan biaya produksi.
CHARACTERIZATION OF LIPID FROM BLACK SOLDIER FLY LARVA GROWN ON OKARA Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid; Muhammad Arwani; Novianti Adi Rohmanna; Panji Deorato; Arie Febrianto; Rosevia Galuh Faradila; Anggraeni Dwi Khusumawati
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.72-86

Abstract

Okara is by-product of tofu production with a rich nutritional, mainly protein, lipid, and carbohydrate. Okara has the potential as diet food of black soldier fly larvae (BSFL). In addition to waste management, BSFL produce high-lipids biomass that could be used as biodiesel materials. This research used a lipid extraction process with a microwave-assisted extraction method. Through rearing BSFL on Okara, 100 BSFL were harvested at the 14 days old. It was found the BSF-derived oil biomass had 35.40% lipid content and 40.44% protein content. The response surface methodology investigated the effect of sample-to-solvent ratio (1:3.1 - 1:8.83 w/v %) and extraction time (11.7-68.3 min) for minimum FFA, Acid value, and maximum yield. The optimum lipid yield was conducted to the esterification and trans-esterification process with 0.05 % H2SO4 in 98 % methanol at 60˚C for 1 hour. The optimal combination of the analysis results obtained a sample-to-solvent ratio of 1:4 w/v and an extraction time of 60 minutes. The properties of BSF-derived oil biomass had 3.026% FFA, 6.004% Acid value, and 29.397% lipid yield. FAME from biodiesel derived from BSFl biomass was predominantly constitued about C12:0 at around 44.47%, followed by C18:2 at around 14.25%, and C16:0 at around 11.32%.
STRATEGI ADAPTASI USAHA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA UMKM IKAN KERING DI PROVINSI BENGKULU Koldi Sudiansyah; Ketut Sukiyono; Apri Andani
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.125-139

Abstract

UMKM ikan kering di Provinsi Bengkulu memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal dan penyerapan tenaga kerja, namun masih menghadapi keterbatasan daya saing akibat penggunaan teknologi agroindustri tradisional dan kemampuan adaptasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi adaptasi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara karakteristik demografis, skala usaha, dan keunggulan kompetitif terhadap kinerja UMKM ikan kering. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 157 UMKM ikan kering. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi adaptasi tergolong sedang (indeks 81,4), keunggulan kompetitif sedang (indeks 34), dan kinerja baik (indeks 20). Secara langsung, karakteristik demografis tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja UMKM, namun berpengaruh signifikan terhadap strategi adaptasi. Skala usaha dan keunggulan kompetitif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui strategi adaptasi. Temuan ini menegaskan bahwa strategi adaptasi berperan sebagai mekanisme kunci dalam meningkatkan kinerja UMKM agroindustri tradisional, terutama melalui efisiensi produksi, inovasi produk, dan penyesuaian pemasaran. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menegaskan peran mediasi strategi adaptasi dalam konteks UMKM ikan kering berbasis sumber daya lokal, serta memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan strategi peningkatan daya saing UMKM perikanan.
EFFECTIVENESS OF THE KORIN VERTICAL PACKAGING MACHINE USING OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS AT PERUMDA PERKEBUNAN KAHYANGAN JEMBER Danu Indra Wardhana; Andika Putra Setiawan; Fina Syafia
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.87-98

Abstract

Perumda Perkebunan Kahyangan Jember is one of the Robusta coffee agroindustries in Jember Regency that produces roasted coffee and ground coffee. The effectiveness of the packaging machine plays a crucial role in maintaining production continuity while ensuring product quality. However, the Korin Vertical Packaging machine frequently experiences downtime, which reduces production performance. This study aims to evaluate the operational effectiveness of the packaging machine using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method, identify the main sources of inefficiency through Six Big Losses analysis, and propose improvement strategies based on Fishbone analysis and Total Productive Maintenance (TPM) principles. The results indicate that the average OEE value of the Korin Vertical Packaging machine is 29%, which is significantly lower than the world-class OEE standard of 85%, indicating suboptimal machine performance. The low OEE value is primarily influenced by idling and minor stoppages (31%), equipment failure losses (31%), and setup and adjustment losses (26%), which substantially affect the machine's performance rate. The novelty of this study lies in the integrated application of OEE, Six Big Losses, Fishbone analysis, and TPM within the context of a regional government-owned coffee agroindustry, providing a comprehensive diagnosis of packaging machine inefficiencies. The findings suggest that the implementation of planned maintenance, planned downtime, autonomous maintenance, and operator competency improvement is essential to reduce dominant losses and improve machine performance. These results provide practical insights for agroindustry managers in improving equipment effectiveness, production efficiency, and operational sustainability in coffee processing industries.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI NANAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Rakha Satya Idsan; Odi Andanu
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.39-55

Abstract

Jumlah produksi buah nanas di Provinsi Kalimantan Tengah yang tinggi memiliki peluang untuk dikembang menjadi bahan baku usaha pembangunan industri produk-produk berbasis buah nanas. Permasalahan yang dihadapi oleh petani nanas di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau yakni belum berkembangnya secara baik home industry nanas, ruang lingkup pemasaran buah nanas yang masih terbatas sehingga buah nanas hanya dikenal dilingkup lokal. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka sangat penting untuk mengidentifikasi strategi pengembangan agroindustri nanas agar produksi nanas bisa dimanfaatkan secara luas, meningkatkan nilai tambah dan mensejahterahkan petani nanas. Metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling sedangkan analisa data menggunakan metode SWOT dan AHP. Hasil penelitian faktor yaitu sistem manajemen yang dilakukan masih secara tradisional, ketersediaan lahan yang luas, jenis nanas sudah dikenal masyarakat luas, bahan baku mudah didapat, memiliki kemudahan dalam mengatur waktu panen nanas, kesesuai lahan dan agroklimat tanaman, akses informasi harga, pemasaran nanas kurang optimal, belum banyak produk olahan yang berbasis bahan nanas, keuntungan usaha tani nanas masih rendah, akses pemodalan yang sulit, dan ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang. Faktor eksternal yaitu proses produksi mudah dilakukan, adanya dukungan pemerintah terhadap usaha olahan nanas, meningkatnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi olahan nanas, meningkatnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi olahan nanas, buah nanas memiliki potensi yang sangat baik untuk dijadikan produk olahan, meningkatkan nilai tambah dari buah nanas, adanya persaingan produk sejenis atau tiruan dari luar daerah, belum ada kecakapan dalam bidang teknologi pengolahan, dan belum memiliki pangsa pasar yang luas. Alternatif strategi yakni diversifikasi produk dan pengembangan pasar (0,347), penguatan infrastruktur dan teknologi (0,231), peningkatan kapasitas petani dan koperasi (0,202), kolaborasi dengan pemerintah dan swasta (0,127) dan pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan (0,093).
PENGGUNAAN TEPUNG KIMPUL DAN EKSTRAK PEWARNA BUNGA TELANG PADA MI BASAH Dyah Puspita Kusuma; Tri Rahayuningsih; Fungki Sri Rejeki; Endang Retno Wedowati
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.99-111

Abstract

Mi berbahan baku tepung kimpul merupakan salah satu upaya mengurangi impor tepung terigu. Penambahan pewarna alami bunga telang bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi berupa antosianin yang mengandung antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perbandingan komposisi tepung terigu dan kimpul serta konsentrasi bunga telang. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor: proporsi tepung terigu:kimpul (55 persen: 45 persen, 65 persen: 35 persen, dan 75 persen: 25 persen). Konsentrasi ekstrak bunga telang adalah 3 persen, 6 persen, dan 9 persen. Aspek yang dievaluasi adalah uji fisik meliputi elongasi, rendemen; uji kimia yaitu kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, dan aktivitas antioksidan, juga uji sensoris. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dengan taraf kepercayaan 95%. Metode nilai harapan digunakan untuk memilih formulasi terbaik. Selanjutnya, perlakuan terbaik akan dianalisis dari segi kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T3B2 memberikan kombinasi terbaik. Karakter yang dimiliki adalah mi dengan nilai 94,50% rendemen, 8,17% kadar protein,  serta 25,33 mg/100 g aktivitas antioksidan. Berdasarkan analisis finansial produk mi basah layak dikembangkan. Nilai BEP BEP 10.161 unit, NPV  Rp215.875.947,87, IRR 10%, serta payback period 4 tahun 6 bulan. Tepung kimpul 25% dengan pewarna alami bunga telang bisa sebagai alternatif bahan baku mi basah bergizi dan layak finansial.
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI KEMATANGAN BUAH KOPI ARABIKA MENGGUNAKAN SENSOR TCS3200 BERBASIS ARDUINO Alti Rahma; Murna Muzaifa; Faidha Rahmi; Mahathir Rahmany
Jurnal Agroindustri Vol. 16 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.16.1.112-124

Abstract

Ketepatan pemanenan buah kopi sangat menentukan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Namun, metode manual yang masih banyak digunakan petani sering menghasilkan ketidakkonsistenan dan memerlukan waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat deteksi kematangan buah kopi Arabika berbasis Arduino menggunakan sensor warna TCS3200 dan algoritma k-Nearest Neighbor (k-NN). Sensor TCS3200 digunakan untuk membaca nilai RGB buah kopi, yang kemudian diklasifikasikan menjadi tiga tingkat kematangan, yaitu mentah, setengah matang, dan matang. Penelitian ini menggunakan 300 sampel sebagai data latih dan 150 sampel sebagai data uji, dengan evaluasi kinerja menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai k optimal adalah k = 20, yang memberikan keseimbangan antara bias dan varians serta menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan nilai k lainnya. Model yang dihasilkan mencapai akurasi 81,33%, presisi rata-rata 81,42%, recall 81,33%, dan F1-score 81,36%. Penelitian berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pertanian presisi melalui integrasi sensor warna dan pengolahan data berbasis Python untuk mendeteksi kematangan buah kopi secara akurat dan efisien.