cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2014): ISTEK" : 15 Documents clear
APLIKASI MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN MEMBACA, MENULIS, BERHITUNG (CALISTUNG) Adam Faroqi; Barikly Maula
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The future of information technology will involve a lots of using advance information technology and high speeds of communication technology within global network. With the basic of multimedia technology and supporting by advance high speeds computer system, the service information system may be published into more interest and real form within multimedia information form, also easy to manage and use for personal computer. Method of Development of peripheral of application multimedia use the Luther (Sutopo, 2003) method that is process used to assist the software developer in forming model from software which must be made. In this application making, using force in the form of aid of application of processor media draw the, animation, and also authoring consisted of by the Adobe photoshop, Adobe Director, Adobe Flash, and processor application voice the Sony Vegas. Interactive learner multimedia which helped by computer can help students to learn and understand how to read, write, and calculate. One of those interactive multimedia has been made to helps children in learning read, write, and calculate. Those multimedia program made by compound some animation, picture, film, and games which connected to material for reading, writing, and calculating. The virtual picture is used for children to understand and learn from the material by comparing with a real things in our life. This interactive learner multimedia was packed in compact disc form, which can operated with computer. Those interactive multimedia program built for children in PAUD grade especially in TK Kencana Sukabumi. With existing of this application hoped can give plus point for child and also for the other media in learner.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA LEDAKAN KASUS MALARIA DI KECAMATAN CINEAM, KABUPATEN TASIKMALAYA PADA TAHUN 1998 Ramadhani Eka Putra; Satrio Aribowo B. Wicaksono
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1998, kecamatan Cineam di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria dengan jumlah kasus mencapai 800 kasus sehingga Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) kecamatan Cineam berada pada stratifikasi High Case Incidence (HCI). Kondisi berbeda terjadi pada tahun 2009 dan 2010 dimana jumlah kasus yang terjadi adalah 15 dan 6 kasus, secara berurutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang menyebabkan KLB malaria tahun 1998. Metoda pengambilan data dengan (1) pencuplikan nyamuk Anopheles menggunakan CO2 Trap di 5 dari 10 desa pada kecamatan Cineam untuk mengetahui populasi nisbi dari nyamuk vektor malaria dan (2) wawancara dengan petugas pemberantasan penyakit menular (P2M) yang bertugas pada PUSKESMAS kecamatan Cineam saat KLB pada tahun 1998. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, dari 320 individu nyamuk Anopheles yang ditangkap, terdapat empat jenis nyamuk Anopheles dengan tingkat dominansi, Anopheles vagus (33,13%), Anopheles aconitus (28,75%), Anopheles barbirostris (23,75%), dan Anopheles kochi (14,38%) dimana hanya An. aconitus dan An. barbirostris yang merupakan vektor malaria. Keberadaan nyamuk Anopheles ini didukung oleh faktor klimat serta keadaan lingkungan setempat yang menyediakan feeding place, resting place, dan breeding site bagi nyamuk Anopheles. Walaupun demikian, keberadaan populasi nyamuk Anopheles bukan merupakan faktor utama penyebab KLB malaria, melainkan rendahnya pemahaman masyarakat pada penyakit ini. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya tingkat prevalensi malaria yang sangat rendah (Low Case Incidence) yaitu pada tahun 2009 dan 2010 (sebesar 0,44‰ dan 0,18‰ secara berurutan) setelah dilakukan penanggulangan penyebaran malaria dalam bentuk penyuluhan pada warga sejak KLB pada tahun 1998.
PENINGKATAN NUTRISI LIMBAH PRODUKSI BIOETANOL DARI SINGKONG MELALUI FERMENTASI OLEH KONSORSIUM Saccharomyces cereviseae dan Trichoderma viride Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar; Yani Suryani; Iman Hernaman
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioethanol is a renewable bio-fuels as an alternative energy substitute for oil, in the process leaving a solid waste that can be leveraged into a more useful product. This study aims to improve nutrition and reduce HCN and get the right dose of inoculum in the fermentation of bioethanol from cassava waste. This research was conducted with the experimental method used Completely Randomized Design (CRD) in the 3 x 3 factorial with 3 replications. The first factor inoculum dose (D) to the level of inoculum dose, respectively d1 = 2%, 3% = d2, d3 = 4% and the second factor is the length of fermentation, namely for 0, 4 and 8 days As for some of the parameters measured were protein content and crude fiber through proximate analysis, as well as levels of HCN by distillation method. The result showed that the best dose is the dose of 4% which can increase protein content from 2.47% to 2.91% before fermentation - 4.88% after fermentation and can lower crude fiber content of 2.65% to 2.50 % - 2.07% and influential to the decreased levels of HCN from 15.92 mg / kg to 12.73 mg / kg - 0.00 mg / kg for 8 days after fermentation. The results showed that the fermentation process using a consortium of Saccharomyces cerevisiae and Trichoderma viride can improve the quality of solid waste processing bioethanol from cassava which include increased levels of protein, crude fiber and decreased levels of HCN reduction.
IMPLEMENTASI COMPUTER BASED INSTRUCTION MODEL INSTRUCTIONAL GAMES PADA PEMBELAJARAN INTERAKTIF Mohamad Irfan; Mohamad Restu P. L
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi dan informasi telah berkembang seiring dengan globalisasi. Hal ini menuntut adanya perkembangan sumber daya manusia dan pendidikan adalah salah satu hal penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Bagi tenaga pengajar mengintegrasikan teknologi komputer dalam sistem pembelajaran merupakan tantangan, sehingga pembelajaran dapat lebih berkualitas dan menyenangkan. Terkait dengan peningkatan mutu pembelajaran secara garis besar komputer dapat dimanfaatkan dalam bentuk pembelajaran berbasis komputer atau Computer Based Instruction (CBI). CBI model Instructional games bertujuan untuk menyediakan pengalaman belajar melalui bentuk permainan yang mendidik dan tantangan yang menyenangkan bagi siswa. Tujuan akhir dari pembuatan Instructional games ini adalah memberikan siswa sebuah alternatif dalam belajar, sehingga dapat memudahkan siswa menerima dan mengaplikasikan materi yang disajikan. Penelitian ini diimplementasikan menggunakan perangkat lunak Adobe Flash CS6 serta perangkat lunak tambahan untuk menghasilkan instructional games yang interaktif untuk digunakan dalam pembelajaran.
MEKANISME INHIBISI KOROSI BAJA KARBON DALAM LINGKUNGAN AIR SADAH Tety Sudiarti
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air untuk keperluan heating dan/atau cooling system di berbagai industri banyak yang bersifat sebagai air sadah (hard water), dan dialirkan melalui pipa yang terbuat dari baja karbon. Sifat korosif air sadah, dipengaruhi oleh suhu, dan perbandingan ion-ion yang bersifat agresif yaitu ion Cl-, dan ion SO42- terhadap ion-ion yang bersifat inhibitif, yaitu ion CO32-, HCO3- dan Ca2+. Air sadah merupakan medium korosif bagi baja karbon dan memerlukan inhibtor yang tepat untuk menanggulanginya, sehingga pengetahuan tentang mekanisme inhibisinya sangatlah penting. Pada penelitian ini dianalisis mekanisme inhibisi serta efektivitas inhibitor tiourea dan simetidin dalam lingkungan air sadah, berdasarkan parameter kinetika dan termodinamika. Sebagai contoh air sadah diambil dari salah satu industri tekstil di Bandung dengan penambahan 90 ppm ion klorida hasil optimasi penelitian sebelumnya. Tiourea digunakan sebagai inhibitor korosi karena memiliki kinerja yang baik dalam menghambat korosi baja karbon pada suasana basa dan simetidin karena memiliki struktur imidazol yang juga diharapkan memiliki daya inhibisi yang baik dalam lingkungan tersebut. Pengukuran laju korosi dan efisiensi inhibisi dilakukan dengan metode ekstrapolasi Tafel. Nilai Ea menunjukkan laju korosi pada rentang suhu 25 ºC sampai 55 ºC dikendalikan oleh proses difusi ionik dalam air. Nilai ΔHa dan ΔSa yang lebih positif pada air sadah yang mengandung inhibitor, mengindikasikan adanya proses penggantian posisi molekul air oleh inhibitor pada permukaan baja karbon selama adsorpsi berlangsung. Harga ΔGads yang negatif dan harga k yang tinggi, menandakan proses adsorpsi inhibitor merupakan proses yang spontan dan memiliki karakteristik interaksi dan kestabilan yang kuat antara lapisan yang diserap dengan permukaan baja. Meningkatnya harga Ea dengan adanya inhibitor, dan nilai ΔGads < -40 kJ/mol untuk simetidin, menandakan terjadinya adsorpsi secara fisik. Tetapi untuk tiourea nilai ΔGads > -40 kJ/mol yang menandakan terjadinya kemisorpsi. Nilai mutlak ΙΔGadsΙ menunjukkan tiourea lebih efektif daripada simetidin.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DARI KULIT BATANG Aglaia glabrata DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Karina Agust; Asep Supriadin; Mimin Kusmiyati
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Aglaia glabrata adalah spesies dari keluarga Meliaceae. Pada penelitian pertama ini akan dilakukan uji pendahuluan toksisitas terhadap ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol kulit batang A. glabrata menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kulit batang segar dikeringkan dan digerus kemudian ditimbang sebanyak 2,5 kg diekstraksi menggunakan metode maserasi, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol (344 g) dipartisi dengan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol selanjutnya dilakukan uji toksisitas awal. Ekstrak n-heksana (21,7066 g) difraksinasi dengan kromatografi cair vakum (KCV) dengan sistem eluen gradien 10% selanjutnya fraksi-fraksi tersebut dikelompokan berdasarkan hasil KLT. Selanjutnya fraksi C (5,2214 g) difraksinasi kembali menggunakan Kromatografi kolom gravitasi (KKG). Hasil dari fraksinasi n-heksana yaitu fraksi C3 (1,0515 g) diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia yang selanjutnya diuji toksisitas. Data mortalitas Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50). Ekstrak dikatakan toksik apabila nilai LC50 < 1000 ppm. Hasil dari penelitian menunjukan pada ekstrak n-heksana dan hasil fraksinasi dari kulit batang A. glabrata memiliki tingkat toksisitas terhadap A. salina. Nilai toksisitas ekstrak n-heksana yaitu dengan nilai LC50 221,341 ppm, dan hasil fraksinasi C3 (5) dengan nilai LC50 217,948 ppm dengan kendungan kimia yang terdapat pada kulit batang A. glabrata adalah golongan steroid, triterpenoid, dan flavonoid.
STUDI TENTANG PEMODELAN ARUS LALU LINTAS Rina Mardiati
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan transportasi saat ini masih menjadi pemasalahan utama pada setiap negara, khususnya negara berkembang. Masalah transportasi dihadapkan pada fenomena kemacetan, banyaknya polusi yang dihasilkan oleh kendaraan, sampai kepada masih tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas tiap tahunnya. Hal ini, bukan saja disebabkan oleh perilaku pengemudi jalan raya saja, akan tetapi perencanaan arus lalu lintas pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya. Salah satu alternatif penyelesaian untuk dapat mengatur dan memanajemen arus lalu lintas adalah dengan memodelkan arus lalu lintas serta mensimulasikannya dalam komputer sehingga dapat diperoleh prediksi-prediksi yang akan terjadi pada simulasi tersebut. Studi literatur mengenai pemodelan dan simulasi arus lalu lintas terus berkembang sejak setengah abad yang lalu dalam upaya memperoleh sebuah pemodelan yang akurat dan mewakili fenomena yang terjadi sebenarnya. Pemodelan arus lalu lintas berbasis komputer dapat dibagi menjadi tiga skala utama, yaitu: mikroskopik, mesoskopik dan makroskopik. Pada skala mikroskopik, pemodelan arus lalu lintas digambarkan sedetail mungkin yang mencakup perilaku setiap kendaraan dan interaksinya. Pada paper ini dilakukan survey terhadap penelitian terdahulu yang membahas mengenai pemodelan arus lalu lintas pada skala mikroskopik. Pada bagian pertama akan dijelaskan gambaran dan pemahaman mengenai pemodelan arus lalu lintas, pemahaman mengenai model mikroskopik arus dan beberapa penelitian mengenai model yang sudah dikembangkan untuk simulasi mikroskopik beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, dilakukan pembahasan mengenai pemodelan arus mikroskopik dihubungkan dengan permasalahan transportasi yang ada di Indonesia. Pada paper ini juga memberikan kemungkinan pengembangan penelitian lebih lanjut untuk model mikroskopik lalu lintas.
NILAI TOTAL KETAKTERATURAN TOTAL DARI DUA COPY GRAF BINTANG Rismawati Ramdani
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misalkan graf dan adalah suatu bilangan bulat positif. Pelabelan- total pada G adalah suatu pemetaan . Bobot sisi di bawah pemetaan , dinotasikan dengan dan didefinisikan sebagai . Bobot titik di bawah pemetaan , dinotasikan dengan dan didefinisikan sebagai Suatu pelabelan- total pada dikatakan tak teratur sisi atau tak teratur titik, berturut-turut, jika bobot setiap sisi berbeda atau bobot setiap titik berbeda. Nilai total ketakteraturan sisi dari , dinotasikan dengan , adalah nilai terkecil sehingga suatu graf G memiliki pelabelan- total tak teratur sisi. Nilai total ketakteraturan titik dari , dinotasikan dengan , adalah nilai terkecil sehingga suatu graf G memiliki pelabelan- total tak teratur titik. Dua pelabelan tersebut diperkenalkan oleh Ba a, Jendro , Miller, dan Ryan pada tahun 2007. Selanjutnya, Marzuki, Salman, dan Miller mengkombinasikan kedua pelabelan di atas ke dalam suatu pelabelan baru yang dinamai pelabelan- total tak teratur total. Suatu pelabelan- total pada dikatakan tak teratur total, jika bobot setiap sisi berbeda dan bobot setiap titik berbeda. Nilai total ketakteraturan total dari , dinotasikan dengan , adalah nilai terkecil sehingga memiliki pelabelan- total tak teratur total. Pada makalah ini, ditentukan nilai total ketakteraturan total dari dua copy graf bintang.
MENGUATKAN KEMBALI PENDIDIKAN KEAGAMAAN DAN MORAL ANAK DIDIK Yuningsih Yuningsih Yuningsih
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan keagamaan menjadi salah satu solusi dalam usaha membendung terjadinya kondisi amoral yang tidak seharusnya terjadi belakangan ini, sehingga dengannya di harapkan adanya pembentukan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Penguatan kembali akan pentingnya pendidikan keagamaan dan moral, salah satu memahaminya ialah dengan kesalahan persepsi dan kesalahan orientasi.
APLIKASI PROSES POISSON PERIODIK (STUDI KASUS: ANTRIAN NASABAH BANK BRI) Rini Cahyandari; Agus Tinus Setianto
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya aplikasi proses Poisson mengasumsikan bahwa banyaknya kejadian pada suatu interval waktu yang panjangnya t dan tidak saling tumpang tindih, memiliki distribusi yang sama. Sehingga laju kejadian yang dinotasikan dengan dianggap konstan, dan prosesnya dinamakan proses Poisson homogen. Akan tetapi, sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari bahwa laju kejadian konstan sebenarnya kurang tepat dikarenakan laju kejadian biasanya berupa fungsi dari waktu t yang disebut dengan fungsi intensitas dan prosesnya dinamakan proses Poisson nonhomogen. Selanjutnya, pada contoh kasus kedatangan pelanggan, fungsi intensitasnya lebih tepat dianggap fungsi periodik sehingga prosesnya dinamakan proses Poisson periodik. I Wayan Mangku (2002) secara teoritis telah menemukan estimator yang berguna untuk menduga , fungsi intensitas global dan periodenya secara non parametris karena bentuk fungsinya tidak diketahui. Dalam aplikasi proses Poisson periodik permasalahan yang timbul adalah bagaimana menduga karakteristik-karakteristik proses Poisson periodik seperti fungsi intensitas , fungsi intensitas global yang merupakan laju rata-rata keseluruhan, dan periode. Sebagai studi kasus, akan diambil data antrian nasabah bank BRI Cabang Ujung Berung Bandung, di mana pengamatan dilakukan selama 2 hari dan sistem yang digunakan yaitu sistem pelayanan empat loket ( Single Channel Multiserver)

Page 1 of 2 | Total Record : 15