cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
FERMENTASI LIMBAH PADAT PENGOLAHAN BIOETANOL SINGKONG (Manihot esculenta) OLEH Aspergillus niger TERHADAP PERUBAHAN KANDUNGAN KUALITAS NUTRISI Amalia Khoir; Yani Suryani; Sumiyati Sa’adah
JURNAL ISTEK Vol 7, No 2 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan merupakan biaya produksi terbesar, seoptimal mungkin harus ada energi alternative yang dapat menggantikan pakan, salah satunya yaitu dengan memanfatkan limbah singkong yang diproduksi menjadi bioetanol dengan proses fermentasi sehingga pakan bernilai gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah bioetanol singkong melalui fermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus niger yang mempunyai kemampuan untuk fermentasi. Limbah bioetanol masih mengandung racun asam sianida yang merugikan ternak dan berdasarkan hasil analisis limbah bioetanol bahwa terdapat kandungan asam sianida (HCN) 15,92 mg/kg, protein 2,74%, serat kasar 2,65%,sehingga kualitas zat makanannya masih rendah, maka sebelum diberikan pada ternak perlu dilakukan proses pengolahan melalui fermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus niger. Metode yang di lakukan adalah metode eksperimen limbah bioetanol singkong selama 0, 4, dan 9 hari dengan 4 konsentrasi mikroorganisme yaitu 2, 3, dan 4%. Penelitian sebelumnya Parameter yang diamati adalah jumlah mikroba, jumlah kandungan protein kasar dan kandungan serat kasar limbah bioetanol produk fermentasi melalui analisis proksimat. penelitian menunjukan bahwa protein tertinggi sebesar 4,507%, penurunan kadar serat terendah mencapai 1,293%, dan penurunan HCN sebesar 0,000 mg/kg.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR Lia Kamelia
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Augmented Reality (AR) adalah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya tiga dimensi (3D) ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi .Model 3 dimensi biasa digunakan sebagai alat bantu pengajaran untuk membuat para peserta didik lebih memahami materi yang diberikan. Teknologi AR sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang yang beragam, termasuk dalam bidang pendidikan. salah satu mata kuliah yang bisa mengaplikasikan teknologi AR adalah mata kuliah kimia dasar. Saat ini mata kuliah kimia dasar merupakan matakuliah yang tidak menyenangkan bagi peserta didik, terutama bagi mahasiswa fakultas tekhnik tingkat pertama yang mendapat mata kuliah ini. Salah satu penyebabnya adalah kimia mempunyai banyak konsep yang sukar untuk dipahami dan dibayangkan, seperti struktur atom dan bentuk molekul dalam ikatan kimia. Sehingga dibutuhkan media pembelajaran alternatif dalam rangka meningkatkan pemahaman konsep kimia secara interaktif. Pada mata kuliah kimia dasar terdapat beberapa materi dasar yang membutuhkan imajinasi yang tinggi untuk bisa memahami materi tersebut,seperti materi atom dan molekul, sistem periodik, ikatan kimia, hidrokarbon dan beberapa materi lainnya. AR memberikan interaksi yang lebih realistis dan merupakan kemajuan dari sebuah metoda teknologi yang menjanjikan dan bisa memotivasi pengguna untuk terlibat dalam sistem pembelajaran yang lebih aktif. Pada paper ini akan dibahas bagaimana pembelajaran mata kuliah kimia dasar menjadi lebih efektif dengan teknologi AR.
APLIKASI PROSES POISSON PERIODIK (STUDI KASUS: ANTRIAN NASABAH BANK BRI) Rini Cahyandari; Agus Tinus Setianto
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya aplikasi proses Poisson mengasumsikan bahwa banyaknya kejadian pada suatu interval waktu yang panjangnya t dan tidak saling tumpang tindih, memiliki distribusi yang sama. Sehingga laju kejadian yang dinotasikan dengan dianggap konstan, dan prosesnya dinamakan proses Poisson homogen. Akan tetapi, sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari bahwa laju kejadian konstan sebenarnya kurang tepat dikarenakan laju kejadian biasanya berupa fungsi dari waktu t yang disebut dengan fungsi intensitas dan prosesnya dinamakan proses Poisson nonhomogen. Selanjutnya, pada contoh kasus kedatangan pelanggan, fungsi intensitasnya lebih tepat dianggap fungsi periodik sehingga prosesnya dinamakan proses Poisson periodik. I Wayan Mangku (2002) secara teoritis telah menemukan estimator yang berguna untuk menduga , fungsi intensitas global dan periodenya secara non parametris karena bentuk fungsinya tidak diketahui. Dalam aplikasi proses Poisson periodik permasalahan yang timbul adalah bagaimana menduga karakteristik-karakteristik proses Poisson periodik seperti fungsi intensitas , fungsi intensitas global yang merupakan laju rata-rata keseluruhan, dan periode. Sebagai studi kasus, akan diambil data antrian nasabah bank BRI Cabang Ujung Berung Bandung, di mana pengamatan dilakukan selama 2 hari dan sistem yang digunakan yaitu sistem pelayanan empat loket ( Single Channel Multiserver)
STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PANTAI MUARA MARUNDA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA PROVONSI DKI JAKARTA Tri Cahyanto; Rosmayanti Kuraesin
JURNAL ISTEK Vol 7, No 2 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi mangrove merupakan tipe vegetasi khas yang terdapat di daerah pantai tropis, tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan struktur vegetasi mangrove di Pantai Muara Marunda Kota Administrasi Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. Parameter yang diukur berupa 3 strata pertumbuhan (pohon, pancang, semai) dan parameter lingkungan disetiap stasiun yang diamati. Hasil penelitian menemukan struktur vegetasi mangrove di Pantai Muara Marunda terdiri dari 3 jenis mangrove yaitu Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata. Di kawasan pemukiman yang mendominasi adalah Avicennia alba ditingkat strata pohon. Untuk tingkat pancang yang mendominasi adalah Rhizophora mucronata. Untuk tingkat semai didominasi oleh Avicennia alba. Di lokasi II yaitu diwilayah tambak didominasi oleh Avicennia alba ditingkat pohon. Jenis vegetasi untuk tingkat pertumbuhan pancang didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata. Untuk tingkat pertumbuhan semai yang paling mendominasi adalah Rhizophora mucronata. Indeks kenakeragaman jenis vegetasi mangrove berdasarkan shanon-wiener di Pantai Muara Marunda berkisar 0 – 0,43 termasuk ke dalam kategori rendah. Suhu udara di kawasan Pantai Muara Marunda berkisar 27 – 29ºC, kadar salinitas berkisar antara 29 – 300/00. Tingkat kelembaban antara 72 – 75ºC. Kecepatan angin berkisar antara 20,6 – 28,8 km/h dan memiliki keadaan substrat berlumpur. Secara keseluruhan yang mendominasi di kawasan Muara marunda tersebut adalah Avicennia alba dan Rhizophora mucronata.
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF CELLULOLYTIC BACTERIA FROM WASTE ORGANIC VEGETABLES AND FRUITS FOR ROLE IN MAKING MATERIALS BIOGAS. Ateng Supriyatna; Ida Rohimah; Yani Suryani; Sumiyati Sa’adah
JURNAL ISTEK Vol 6, No 1-2 (2012): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research onisolationandidentification ofcellulolyticbacteriafromwasteorganicvegetablesand fruitsas ingredientsthat play a rolein the manufacture ofbiogashas been carried out. Bacteria isolates were obtained from wastevegetableand fruitsfromthe marketGedebageBandung. The aim of research is to know diversity of bacteria that growandcellulolyticbacterialisolateswhatever ison thewastevegetablesand fruitsthat play a rolein makingbiogas. Media that used for cultivation and isolation bacteria is NA (Natrium Agar). Bacteria isolation is conducted by using serial dilution, pour plate and streak plate methods. The determinecellulolyticbacteriausedselective mediaSA(Cellulose Agar) andidentification ofbacteriacarriedto genus levelbased onmorphologicalandbiochemicalcharacterizationthat refersto theguidelinesof identificationof bacteria (Bergey's Manual ofDeterminativeBacteriologyin 1994). In this research, we successfully isolated 13 isolates bacteria that consist of 10 genera. Identification result indicates that isolate B1, B8, B9, and B12 are Bacillus; isolate B2 is Cellulomonas, isolate B4 is Microbacterium, isolate B5 is Neisseria, isolate B6 is Streptococcus and isolate B7 is Strepmycetes. Test cellulose indicates that the cellulolyticbacteriaareBacillus, Cellulomonas, Microbacterium, Streptomycetes, Streptococcus, andNeisseria. Based ontestinHCdegradation ofcellulosein the mediaSA, Streptomycetesis bacteria thathave thehighestHCratioandthelowestin thegenusNeisseria. The bacteriawere chosen becausethe bacteriahave ahighability tohydrolyzecelluloseinso-called cellulolyticbacteriaand potentiallyin the manufacture ofbiogas.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELUNTAS ( Pluchea indica (L.) LESS. ) TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Anggita Rahmi Hafsari; Tri Cahyanto; Toni Sujarwo; Rahayu Indri Lestari
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia yang pemanfaatannya belum digali secara maksimal. Daun beluntas diketahui dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit karena senyawa fitokimia yang ada di dalamnya. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan sehingga bakteri penyebab jerawat tumbuh didalamnya dan memacu inflamasi. Bakteri tersebut adalah Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun beluntas dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes serta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan berbagai macam konsentrasi dari 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta digunakan tetrasiklin sebagai pembanding dan aquadest sebagai kontrol. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dihasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasilnya diketahui bahwa ekstrak daun beluntas memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes terlihat dengan adanya zona hambat yang dibentuk. Diameter zona hambat pada konsentrasi 1% sebesar 9 mm, konsentrasi 2% sebesar 7,67 mm, konsentrasi 3% sebesar 8,67 mm, konsentrasi 4% sebesar 8,83 mm, dan konsentrasi 5% sebesar 9 mm.
Proyeksi Populasi Penduduk Kota bandung Menggunakan Model Pertumbuhan Populasi Verhulst dengan Memvariasikan Interval Pengambilan Sampel Diny Zulkarnaen
JURNAL ISTEK Vol 8, No 1 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

zz Bandung merupakan kota metropolitan terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya, dengan kepadatan penduduknya sebesar 14.634 Jiwa/km2. Padatnya penduduk kota Bandung tentu akan semakin banyak menuai berbagai permasalahan yang berkaitan erat dengan kesejahteraan, antara lain penyediaan sandang, pangan dan papan, lapangan pekerjaan, masalah ekonomi, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Maka dari itu pemerintah kota Bandung perlu melakukan antisipasi dalam menyeimbangkan kebutuhan masyarakat. Antisipasi jangka panjang dapat dilakukan dengan melakukan proyeksi jumlah penduduk kota Bandung. Proyeksi penduduk kota Bandung dapat dilakukan melalui pemodelan secara matematis menggunakan model verhulst. Sebelumnya Augustus Wali telah melakukan proyeksi populasi penduduk di Negara Rwanda dengan mengambil sampel jumlah populasi penduduk pada tiga tahun lampau secara berturut-turut atau interval satu tahun. Cara pengambilan sampel data pada interval ini penulis anggap kurang tepat, karena data yang diambil tidak merepresentasikan kondisi keseluruhan pertumbuhan suatu daerah. Maka dari itu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan variasi interval pengambilan data dengan maksud mencari aproksimasi yang terbaik yakni dilihat dari galat yang dihasilkan. Galat tersebut diperoleh menggunakan perhitungan Mean Absolute Percentage Error atau MAPE. Interval yang memiliki galat terkecil dapat digunakan untuk melakukan proyeksi penduduk kota Bandung
CASE- BASED REASONING (CBR) DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH Yana Aditia Gerhana; H.R. Sudanyana; Tedi Budiman
JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memberikan gambaran konseptual bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Case-based Reasoning (CBR) merupakan bagian dari kecerdasan buatan menyediakan model pembelajaran pemecahan masalah. Pemecahan masalah dalam Case-based Reasoning dilakukan dengan cara menggunakan kembali pemecahan masalah sebelumnya yang memiliki kemiripan (similarity). Perkembangan Case-based Reasoning sangat dipengaruhi oleh ilmu kognitif, banyak penelitian telah membuktikan tentang keberhasilan Case-based Reasoning dalam pembelajaran. Case-based Reasoning mampu menjadi solusi alternatif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa dalam pembelajaran.
PENILAIAN RESIKO TEKNOIOGI INFORMASI & KEAMANAN SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 DAN GUIDELINES NIST SP 800-30 ( Studi Kasus : Rumah Sakit Umum Dr Slamet Garut ) Yana aditia gerhana; Erdiansyah Erdiansyah Erdiansyah; Undang Syarifudin
JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every organization have a goal. In the digital era, organization use automated information technology to process their information for better support for their goals, and risk management plays and important role to protect information assets of organization and for that purpose can be accomplished. An effective risk management process is an important component of the success of information technology security program. The principle objectives of an organization’s risk management should be protect organization and the ability to perform their purpose is not to protect information technology assets only. For this risk management process should not be treated purely as a function but the technique is the basis of the management functions of the organization.
KEWIRAUSAHAAN-SOSIAL BERBASIS ORGANISASI MASYARAKAT (ORMAS) (Studi Analisis mengenai Pemberdayaan Ekonomi Ummat atas Unit Usaha-Sosial Persis, NU, dan Muhammadiyah di Kabupaten Garut) Deden Suparman
JURNAL ISTEK Vol 6, No 1-2 (2012): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization has accelerated development grow twisted science, technology, and business. However, the acceleration of development is not accompanied by equity. Community with one another, or one person with another person has entered the dilemma of social inequality that was incredible. This is caused by business practices that are not responsible, development projects that are not effective, and poor government policies, making development efforts more difficult inclusive, and the increasingly adverse impact on the environment, social injustice and bring economic social conflicts and political. Management rules of social organization is no different from the management of business organizations, except the vision and mission, which is characterized by social interests. A management expert, Peter Drucker in his book Innovation and Entrepreneurship (1985), based on his observations in America, concluded that there has been an inevitable shift from conventional economic management to the management of social economy. For example, in terms of employment. Examples of cases in job creation in business organizations, and even reduce its workforce, while the social organization of small and medium scale became a provider of new jobs. Attention and efforts to develop self-employment and entrepreneurship increased. By considering these trends, more is needed in systemic efforts to answer this question. Collaborative actions that are sustainable over the government, the business sector, NGOs, CBOs, academic world, as well as the audience are widely needed to create a development more inclusive and equitable. Union of Islam (Persis), Nahdhatul Ulama (NU) and Muhammadiyah is one of the Islamic community organizations as well as a religious organization, serves also as a social organization. Its existence can be challenged to promote good social role in the economic, social, and cultural. In the economic field, the three CBOs are required to be able to play real people inspire economic progress.In the context of the Garutan, concrete steps are required three CBOs play a major role to be a problem solver ke-ummatan economy. Because the majority of people belonging to disadvantaged areas Garut is a majority of the "target" of these three mass organizations. Itself has a dark record arrowroot disadvantaged socio-economically.

Page 9 of 17 | Total Record : 162