cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Efektivitas air cucian beras dan air rendaman cangkang telur pada bibit anggrek dendrobium Tini Sudartini; Fitri Kurniati; Ade Nining Lisnawati
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/1676

Abstract

Air cucian beras masih mengandung karbohidrat cukup tinggi yang berasal dari kulit ari beras yang terkelupas. Disamping itu, air cucian beras mengandung nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi dan vitamin B1 yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.  Cangkang telur juga mengandung fosfor, magnesium, kalium, seng mangan dan besi yang merupakan unsur hara penting bagi tanaman. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Waktu percobaan dimulai pada bulan Februari sampai bulan September 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 8 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yaitu: tanpa aplikasi/kontrol, aplikasi pupuk daun lengkap Gandasil D 10 hari satu kali, aplikasi air cucian beras 3 hari satu kali, aplikasi air cucian beras 5 hari satu kali, aplikasi air cucian beras 7 hari satu kali, aplikasi air rendaman cangkang telur 3 hari satu kali, aplikasi air rendaman cangkang telur 5 hari satu kali, aplikasi air rendaman cangkang telur 7 hari satu kali. Air cucian beras dan air rendaman cangkang telur  yang diaplikasikan pada 3, 5 dan 7 hari satu kali belum efektif terhadap peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot brangkasan segar tanaman sampai umur 84 HST.                                                    ABSTRACTRice-washed water contains quite high carbohydrates from the peeled seeds epidermis. It also contains nitrogen, phosphorus, potassium, magnesium, sulfur, iron, and vitamin B1 needed for plant growth. Eggshells contain phosphorus, magnesium, potassium, zinc manganese and iron, which are essential elements for plants. The experiment was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Siliwangi University, Tasikmalaya. The experiment started from February 2017 to September 2017. The research method used Randomized Block Design consists of eight treatments and three replications. The treatments are without application/control, complete application of Gandasil D fertilizer once in ten days,
Aplikasi agens hayati dari perakaran bamboo dan rumput gajah untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan peningkatan hasil tanaman pada sawi (Brassica rapa) A. Marthin Kalay; Adelina Siregar; Alexander Sesa; Abraham Talahaturuson
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/6548

Abstract

Penyakit Damping Off dan hawar daun merupakan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman sawi (Brassica rapa) dan tanaman hortikultura sayuran lainnya. Kedua penyakit ini disebabkan oleh jamur Rizoctonia solani. Penggunaan bahan alam berbasis agens hayati mikroba merupakan solusi penanganan penyakit tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, selain untuk pengendalian penyakit juga berpotensi meningkatkan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi agens hayati dari perakaran bambu dan rumput gajah terhadap serangan penyakit hawar daun dan hasil tanaman sawi. Perlakuan yang dicobakan adalah agens hayati dari ekstrak akar bambu (EAB) dan akar rumput gajah (EARG), dan pupuk hayati konsorsium (PHK) dengan konsentrasi : PHK 1% , EAB 1%, EAB 1,5% , EAB 2%, EARG 1% , EARG 1,5%, EARG 2%, dan tanpa agens hayati sebagai kontrol. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian adalah pemberian agens hayati dari EAB, EARG dan PHK dapat mengendalikan penyakit hawar daun, dan meningkatkan tinggi tanaman, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Agens hayati dengan konsentrasi terbaik adalah PHK 1%, EAB 2% dan EARG 2%. Hasil penelitian yang terbaik dapat direkomendasikan kepada petani untuk meningkatkan produksi tanaman sawi. ABSTRACT Damping off and leaf blight diseases are often found in mustard (Brassica rapa) and other vegetable horticultural crops. Both diseases are caused by a fungal pathogen Rizoctonia solani. The use of natural materials based on biological agents is a sustainable environmentally friendly solutions, besides controlling crop diseases, it also has the potential to increase crop yields. This study aims to determine the effect of application of biological agents from bamboo roots and elephant grass on leaf blight and mustard. The treatments involved biological agents extracted from bamboo roots (EAB) and elephant grass roots (EARG), and consortium bio-fertilizers (PHK) with concentrations of 1% layoff, EAB 1%, EAB 1.5%, EAB 2%, EARG 1%, EARG 1.5%, EARG 2%, and without biological agents as a control.  The experimental design was a randomized block design with three replications. The results of the study showed that the the application of biological agents from bamboo roots (EAB), elephant grass roots (EARG) and consortium bio-fertilizers (PHK) can control the leaf blight disease, and can increase the plant height, and the fresh and plant dry weight. The best concentration of biological agents is PHK 1%, EAB 2% and EARG 2%. The best results of this study can be recommended to farmers to increase the production of mustard plants. 
Pengaruh aplikasi ekstrak kasar daun Sphagneticola trilobata terhadap pertumbuhan dan perkembangan larva Spodoptera litura Efrin Firmansyah; Selvy Isnaeni
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/7409

Abstract

Spodoptera litura merupakan serangga polifag yang menyerang banyak komoditas tanaman budidaya. Pengendalian dengan menggunakan insektisida nabati merupakan upaya yang dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan insektisida kimia sintetik. Tumbuhan S. trilobata diketahui memiliki potensi untuk dijadikan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan S. litura. Aktivitas insektisida tidak hanya ditunjukkan oleh tingkat mortalitas dan penghambatan makan, suatu ekstrak tumbuhan dapat pula memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari serangga sasaran sehingga dapat dikembangkan menjadi insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak kasar daun S. trilobata terhadap pertumbuhan dan perkembangan larva S. litura. Penelitian terdiri dari tahap pemeliharaan serangga, ekstraksi bagian tumbuhan, dan uji hayati serta analisis fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kasar daun S. trilobata yang diaplikasikan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan larva S. litura namun tidak memengaruhi ukuran panjang dan berat pupa yang terbentuk. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak daun S. trilobata mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, triterpenoid, steroid, flavonoid, tanin dan saponin.                                                                 ABSTRACTSpodoptera litura is a polyphagous insect that attacks many commodities of crops. Control using plant-based insecticides is an effort made to minimize the negative effects of using synthetic insecticides. S. trilobata plant is known to have potential as plant-based insecticides to control S. litura. The effectiveness of an insecticide is not only demonstrated by the level of mortality and feeding inhibition activity, a plant extract can also affect the growth and development of the target insect so that it can be developed into a botanical insecticide. The purpose of this study was to determine the effect of S. trilobata leaf crude extract application on growth and development of S. litura larva.  The study stages consisted of insect rearing, extraction of plant parts, bioassay and phytochemical screening. The results showed that S. trilobata leaf extract which was applied affected the growth and development of S. litura larvae but did not affect the length and weight of the pupae formed. The results of phytochemical analysis showed that S. trilobata leaf extract contained several secondary metabolite compounds including alkaloids, triterpenoids, steroids, flavonoids, tannins and saponins.
Karakter morfologi, heritabilitas dan indeks seleksi terboboti beberapa generasi F1 Melon (Cucumis melo L.) Achmad Amzeri; Kaswan Badami; Syaiful Khoiri; Ahmad Syaiful Umam; Nasirul Wahid; Siti Nurlaella
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/6244

Abstract

Perakitan varietas melon hibrida dengan karakter-karaker unggul merupakan suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan benih melon dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor benih melon dari luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penampilan fenotipik 24 genotip tanaman melon hibrida (F1).  Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada bulan Februari sampai Mei 2019. Bahan yang digunakan adalah 24 genotip melon hibrida (F1) hasil persilangan di antara galur-galur melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu perlakuan yaitu genotip dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis varians (Anova) yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Nilai heritabilitas dalam arti luas dihitung menggunakan taksiran nilai kuadrat tengah pada analisis varians. Seleksi indeks digunakan untuk mendapatkan kandidat varietas tanaman melon hibrida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24 tanaman melon hibrida (F1) yang diuji memiliki perbedaan penampilan pada karakter umur berbunga, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, kadar gula, jumlah biji per buah, bobot buah per tanaman dan produksi per hektar. Nilai heritabilitas dalam arti luas tanaman melon hibrida (F1) pada karakter yang dievaluasi berkisar antara 0,15 – 0,71. Hasil  nilai seleksi indeks terboboti menunjukkan bahwa terdapat dua calon varietas tanaman melon hibrida yang memiliki seleksi indeks tertinggi yaitu G4 dan G5.  ABSTRACTAssembling hybrid melon varieties with superior characters is an effort to meet the needs of domestic melon seeds and reduce dependence on imported melon seeds. The purpose of this study was to evaluate the phenotypic appearance of 24 genotypes of hybrid melon plants (F1).  This research was conducted at the Agrotechnology Experimental Field at Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura from February to May 2019. The materials used
Shade effect on growth, yield, and shade tolerance of three peanut cultivars Noertjahyani Noertjahyani; Choerul Akbar; Ai Komariah; Hudaya Mulyana
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/6273

Abstract

Peanut, which is commonly planted in interculture and intercropping system, often suffers from shading caused by associated plants. This experiment aimed to study the effect of different shade levels of three peanut cultivars on the growth and seed yield, also to determine the shade-tolerant cultivar. A pot experiment was done at the Research Station of Agriculture Faculty Universitas Winaya Mukti since July until October 2016 by creating 50%, 65%, and 75% artificial shade levels during the lifetime of Tuban, Jepara, and Bima cultivars. The shade significantly affected on number of trifoliate leaves, number of branches, plant dry weight, yield components (number of pods, number of filled pods, and number of seeds), dry weight of pod, and seed weight per plant. The cultivar gave same effect on the growth and seed yield per plant. Based on Stress Tolerance Index (STI) analysis on the seed dry weight per plant, only Tuban cultivar showed great tolerance of 65% shade of natural light. Overall, the whole  cutivars tested were sensitive on 75% shade level.                                                       ABSTRAKKacang tanah yang biasa ditanam pada sistem tumpangsari dan interkultur, sering ternaungi karena berasosiasi dengan tanaman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh  naungan yang berbeda pada tiga kultivar kacang tanah terhadap pertumbuhan dan hasil, serta mendapatkan kultivar kacang tanah yang toleran terhadap naungan. Percobaan pot dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti  dari  bulan Juli sampai dengan Oktober 2016. Perlakuan percobaan adalah perbedaan naungan (tanpa naungan, naungan 50%, 65% dan 75%) selama siklus hidup tiga kultivar tanaman kacang tanah  (Tuban, Jepara dan Bima). Hasil percobaan menunjukkan bahwa naungan memengaruhi jumlah daun trifoliat, jumlah cabang, bobot kering tanaman, komponen hasil (jumlah polong, jumlah polong isi, dan jumlah biji), bobot kering polong dan bobot kering biji per tanaman. Kultivar memberikan efek yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil per tanaman. Berdasarkan analisis Stress Tolerance Index (STI) terhadap bobot kering per tanaman, hanya kultivar Tuban yang toleran pada naungan 65%. Semua kultivar peka terhadap naungan 75%.
Konservasi in vitro dua aksesi lili mealui modifikasi media kultur Kurniawan Budiarto; Indijarto Budi Raharjo; Hanudin Hanudin; Wakiah Nuryani
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/4179

Abstract

Konservasi in vitro merupakan salah satu alternatif penyimpanan materi genetik dalam kondisi aseptik. Metode ini dapat mengurangi resiko kepunahan materi genetik akibat kondisi lingkungan yang ekstrem dan kerumitan pengelolaan pada skala in vivo terutama untuk tanaman yang berasal dari subtropis, seperti lili. Metode penghambatan pertumbuhan dan ketahanan plantlet selama perlakuan konservasi merupakan faktor penting untuk kelangsungan hidup materi genetik yang disimpan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi media konservasi melalui modifikasi kandungan nutrien dan konsentrasi sukrosa untuk konservasi in vitro jangka menengah terhadap dua aksesi lili yaitu lokal Lilium longiflorum dan cv. Candilongi. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Hias mulai Januari 2015 sampai September 2017. Hasil penelitian menunjukkan laju kematian plantlet semakin meningkat seiring dengan lamanya waktu penyimpanan. Laju kematian plantlet dengan pertumbuhan daun yang terendah diperlihatkan oleh plantlet Lili yang dikonservasi pada media ¼ MS + 7 % sukrosa dengan kisaran 27-31 % setelah 24 bulan penyimpanan. Dua genotipe lili menunjukkan respon pertumbuhan yang berbeda selama konservasi in vitro dan in vivo, namun tidak pada media konservasi yang dicoba. Plantlet lili lokal L. longiflorum mempunyai jumlah daun lebih sedikit selama konservasi in vitro. Sedangkan cv. Candilongi memperlihatkan tinggi tanaman yang lebih rendah dengan jumlah bunga lebih banyak dan ukuran bunga lebih besar pada evaluasi in vivo. ABSTRACTIn vitro conservation is an alternative method of plant genetic resources preservation in aseptic condition. The method has successfully applied in many crops and reduced the limitation of in vivoconservation of non-native crop as Lily planted in the tropic area. Growth inhibition method and plantlet resistance are important factors to ensure the life-span of the conserved plantlet during in vitro storage. The research aimed to evaluate the media compositions and sucrose concentrations for mid-term conservation of two Lilium accessions, local L. longiflorum and cv. Candilongi. The experiment was carried out at Indonesian Ornamental Crops Research Institute from January 2015 to September 2017. The results showed the plantlet death rates increased in line with the duration of storages. After 24 months storage, plantlets conserved under ¼ MS + 7% sucrose showed fewer numbers of leaves and death plantlets in the range of 27-31%. Growth plantlet retardation during storage was merely detected on local L. longiflorum that showed less leaves development. Plantlet of cv. Candilongi had shorter plant height, yet bigger flower size and higher number of flower per plant under in vivo evaluation.
Aplikasi dan efektivitas pupuk hayati dalam upaya perbaikan mutu produksi, produktivitas dan pengendalian serangan layu fusarium pada bawang merah Wakiah Nuryani; Hanudin Hanudin; Kurniawan Budiarto
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5871

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan nasional yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Untuk pencapai target produksi yang maksimal, umumnya petani menggunakan pupuk dan pestisida kimia sintetik yang tinggi. Penurunan daya dukung lahan pertanian akibat penggunaan bahan kimia agroinput berlebihan mendorong penggunaan pupuk hayati berbahan aktif mikroba pemicu pertumbuhan terutama untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetik pada bawang merah. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi beberapa pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk kimia sintetik untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan produksi bawang merah, serta menekan penyakit layu fusarium. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan berupa tiga jenis pupuk hayati, yaitu Agrofit, Bio Pf dan Biotrico dikombinasikan dengan dosis pupuk kimia sintetik yaitu sebesar 0, 25, 50, 75, 100% dari dosis rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi pupuk hayati Agrofit, Bio-Pf dan Biotrico dengan 50% dosis rekomendasi pupuk kimia sintetik dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan dan bobot umbi kering sebesar 7.91 – 32.65% dari aplikasi pupuk kimia sintetik 100% dosis rekomendasi. Pada kombinasi Bio-Pf yang ditambah dengan 25% pupuk kimia sintetik dosis rekomendasi menunjukkan nilai efektifitas relatif agronomi dan nilai penekanan terhadap infeksi fusarium tertinggi. Kombinasi perlakuan ini juga memberikan total biomasa tidak berbeda pada dosis pupuk kimia sintetik 100%.                                                         ABSTRACT Shallot is one of important vegetables in Indonesia. Expecting high yield, farmers tend to apply high amount of chemical  fertilizer and shynthetic pesticide. The concern to the negative impacts of chemical agroinput in agriculture production has induced the application of biofertilizer containing beneficial microbes to reduce the use of synthetic fertilizers in shallot production. The research was conducted to evaluate several formulated biofertilizers combined with synthetic fertilizers on growth, yield and productivity improvement, and fusarium wilt control on shallot. The research was conducted at Sukabumi, West Java, Indonesia from March to August 2017. The combination of bio-fertilizer types, i.e. Agrofit, Bio-Pf and Biotrico and synthetic fertilizers in different dosages, i.e 0, 25, 50, 75, 100 % from recommended dosages were arranged in completely randomized block design with three replications. The results showed the application of bio-fertilizers might reduce 50% of synthetic fertilizer usage. The combined application of each bio-fertilizer with 50% recommended dosage of synthetic fertilizers improved growth quality and total dry bulb weight of 7.91 – 32.65% from 100% recommended dosage of synthetic fertilizer. The combination of Bio-Pf and Agrofit with 25% recommended synthetic fertilizer gave highest relative agronomic effectiveness value and fusarium wilt suppression. Total biomass weight of these treatments also had negligible differences with 100% synthetic fertilizers dosages. 
Potensi bakteri pelarut P dan Penambat N rhizosper kelapa sawit gambut saprik Ida Nur Istina; Happy Widiastuti; Benny Joy
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5776

Abstract

Pemanfaatan pupuk hayati sangat berpotensi untuk menurunkan input produksi pada budidaya kelapa sawit khususnya pupuk. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan Bakteri Pelarut P dan Penambat N yang berpotensi sebagai bahan pupuk hayati dari rizosfer tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di lahan gambut saprik Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dari bulan Juni sampai November 2014. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan bor gambut pada bagian rizosfer dengan kedalaman sampai 20 cm. Isolasi dan karakterisasi dengan metode pure plate menggunakan media selektif N Ashby untuk penambatan N dan Pikovskaya untuk pelarutan P, sedangkan analisis fiksasi N dan pelarutan P dilakukan menggunakan HPLC dan spektrofotometer di Laboratorium mikrobiologi PT. RPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut saprik berpotensi sebagai sumber isolat bakteri pelarut P dan penambat N potensial. Jumlah isolat bakteri pelarut P yang berhasil diperoleh adalah 11 isolat sedangkan jumlah bakteri penambat N non-simbiotik adalah 6 isolat. Isolat bakteri pelarut P potensial asal Sungai Ara dengan kemampuan melarutkan P 329,94 ppm; sedangkan bakteri penambat N non-simbiotik potensial adalah asal Kuala Panduk dengan kemampuan fiksasi N 0,0293 mmol l-1jam-1. ABSTRACTUtilization of biofertilizer is potential to decrease production inputs on oil palm cultivation, especially fertilizer expense. The research aimed to obtain Solubilizing P-Bacteria and Non-Symbiotic Fixing N bacteria which potential as biological fertilizer from oil palm rhyzosphere. The research was conducted at Pelalawan sapric peat soil from June to November 2014. Soil samples were taken by using peat drill into 20 cm soil depth, while isolation and characterization used pure plate method by using the selective media N Ashby for N fixation and Pikovskaya for P solubility. N fixation and P dissolution analyzed by using HPLC and spectrophotometer at PT. RPN microbiology laboratory. The results showed that sapric peat soil potentially utilize as microbial resource. The number of phosphate solubilizing bacteria isolates were 11 isolates, while the number of non-symbiotic nitrogen fixation bacteria inhibiting N Azotobacter sp. were 6 isolates. The potential isolate of P-solubilizing bacteria was Sungai Ara origin with the ability to dissolve P about 329.94 ppm; while the potential of non-symbiotic N-fixing bacteria was Kuala Panduk origin with N fixation ability 0.0293 mmoll-1h-1.
Seleksi dan indeks sensitivitas cekaman kekeringan galur-galur padi sawah tadah hujan Wage Ratna Rohaeni; Untung Susanto
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/3654

Abstract

Cekaman kekeringan hampir terjadi setiap tahun pada sawah tadah hujan. Salah satu teknologi untuk mengatasinya adalah dengan penanaman padi toleran kekeringan. Perakitan varietas toleran kekeringan terus dilakukan dengan mengevaluasi galur-galur yang ditujukan untuk stress kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi, mengevaluasi penurunan hasil, dan mengetahui indeks sensitivitas cekaman kekeringan pada galur-galur tadah hujan hasil seleksi generasi lanjut. Percobaan seleksi cekaman kekeringan dilakukan pada Maret – November 2016 dengan materi genetik sebanyak 135 galur dan Cek Mekongga yang ditanam pada kondisi stress kekeringan (61-72 centibar/Kpa) dan evaluasi galur – galur terseleksi dilakukan pada Februari – Juli 2017 dengan menggunakan rancangan acak kelompok 3 ulangan. Hasil kegiatan seleksi memperoleh sebanyak 19 galur terbaik memiliki toleransi terhadap stres kekeringan untuk dilanjutkan pada kegiatan evaluasi lebih lanjut di kondisi sawah tadah hujan kondisi optimum. Hasil penelitian evaluasi 19 galur menunjukkan sebanyak 4 galur toleran yaitu BP17586-2-0-JK-3-IND-2-SKI-10-PWK-1-SKI-2 (ISK 0.49), BP18354-1-2-JK-3-IND-1-SKI-3-PWK-1-SKI-1 (ISK 0.49), BP18360-2-3-JK-1-IND-1-SKI-7-PWK-2SKI-1 (ISK 0.16), dan BP18406c-JK-1-IND-0-SKI-3-PWK-2-SKI-1 (ISK 0.1). Galur BP18354-1-2-JK-3-IND-1-SKI-3-PWK-1-SKI-1 (Y = 4,77 ton ha-1) adalah galur terbaik yang memiliki potensi hasil tinggi lebih baik dari cek Inpari 38 Tadah Hujan dan memiliki toleransi terhadap cekaman kekeringan. Galur ini potensial untuk diuji lebih lanjut dan dikembangkan di sawah tadah hujan.                                                     ABSTRACTDrought stress almost occurs every year in rainfed rice fields. One of the technologies to overcome is by planting drought tolerant varieties rice. Therefore, the assembly of drought tolerant varieties is carried out continuously by evaluating lines intended for drought stress. This study aimed to select, evaluate the decline in yield, and determine the drought tolerance index of rainfed lines resulting from advanced generation selection. Study-1 of drought stress selection experiment was carried out in WS 1 2016 (March – November) with 135 genetic lines and Mekongga as susceptible checks and Inpari 38 as resistant check planted in drought stress conditions (61-72 centibar / Kpa), and study-2 was an evaluation of selected strains carried out in WS 1 2017 (February – July) with 19 selected lines and 3 checks (Mekongga and Ciherang as susceptible check and Inpari 38 as resistant checks) by using a randomized block design with 3 replications. The results of the selection activities (Study-1) obtained as many as 19 of the best lines which had tolerance to drought stress and these lines were continued in further evaluation activities in rainfed lowland with optimum conditions (Study-2). The results showed that 4 of 19 lines were tolerant namely BP17586-2-0-JK-3-IND-2-SKI-10-PWK-1-SKI-2 (DSI - drought stress sensitivity index = 0.49), BP18354-1 -2-JK-3-IND-1-SKI-3-PWK-1-SKI-1 (DSI 0.49), BP18360-2-3-JK-1-IND-1-SKI-7-PWK-2SKI-1 (DSI 0.16), and BP18406c-JK-1-IND-0-SKI-3-PWK-2-SKI-1 (DSI 0.1). The BP18354-1-2-JK-3-IND-1-SKI-3-PWK-1-SKI-1 (Y = 4.77 tons ha-1) line was the best strain that had the potential for high yield better than the Inpari 38 Rainfed Check and had tolerance to stress. This strain has the potential to be further tested and developed in rain-fed rice fields.
Daya hasil dan indeks panen ubi jalar unggul baru berdaging kuning (Ipomoea batatas L. (Lam.)) Agung Karuniawan; Reviana Aulia; Haris Maulana; Debby Ustari; Neni Rostini
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5704

Abstract

Estimasi daya hasil dan indeks panen dalam pemuliaan tanaman dibutuhkan untuk menyeleksi genotip ubi jalar. Genotip ubi jalar terseleksi yang berdaya hasil tinggi dapat digunakan sebagai bahan pendukung diversifikasi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh genotip ubi jalar berdaya hasil tinggi serta memiliki indeks panen tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dari bulan November 2018 sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan delapan genotip ubi jalar dan tiga genotip pembanding (Ac Putih, Kidal, dan Rancing). Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ubi per tanaman, jumlah ubi total, jumlah ubi ekonomis, bobot ubi per tanaman, bobot ubi total dan bobot ubi ekonomis menunjukan perbedaan yang nyata. Terdapat tujuh genotip yang berdaya hasil tinggi yaitu MZ 332, PR 91 (838), Awachy 4, KMDK, IND 38 (48), IND 8 (11), IND 264. Terdapat empat genotip ubi jalar unggul baru yang memiliki hasil indeks panen > 1 yaitu, Mz 332, PR 91(838), KMDK, dan IND 8(11).  ABSTRACT Estimation of yield and harvest index on sweet potato are needed to select new superior genotypes of sweet potato in the breeding program. Selected sweet potato genotypes with high yield can be used as supporting material for food diversification. The purpose of this study was to obtain new superior genotypes of yellow-fleshed sweet potato with high yield and high harvest index. The study was conducted in the Experimental field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Sumedang Regency, West Java from November 2018 to April 2019. This study used eight sweet potato genotypes as treatment and three genotypes as check i.e. Ac Putih, Kidal and Rancing. The method used was randomized block design (RBD) with 11 treatments repeated three times. The results showed that the numbers of tuber per plant, numbers of tuber per plot, numbers of economic tuber, weight of tuber per plant, total weight per plot, weight of economic tubers were significantly different. There are seven genotypes with the high yield, i.e. MZ 332, PR 91 (838), Awachy 4, KMDK, IND 38 (48), IND 8 (11), IND 264. Four genotypes with harvest index > 1 i.e. Mz 332, PR 91 (838), KMDK, and IND 8 (11).

Page 1 of 1 | Total Record : 10