cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 4 (2018)" : 8 Documents clear
Persepsi Mahasiswa terhadap Lingkungan Belajar Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sanjaya, I Made Bayu; Susani, Yoga Pamungkas; Lestari, Rina
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pada studi-studi empirik, telah dibuktikan bahwa pencapaian kompetensi sebagai tujuan dari pembelajaran klinik dipengaruhi oleh lingkungan belajar. Selama sepuluh tahun melaksanakan pendidikan tahap klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Mataram telah melakukan beberapa perubahan dan peningkatan pada komponen-komponen lingkungan belajar kliniknya. Dengan berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungan belajar klinik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, maka perlu adanya studi mengenai persepsi mahasiswa tahap klinik terkait lingkungan belajar klinik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan data secara cross-sectional menggunakan kuesioner Postgraduate Hospital Educational Environment Measure (PHEEM). Sebanyak 120 mahasiswa pendidikan tahap klinik berpartisipasi, yang terdiri atas 45 lakilaki (37,5%) dan 75 perempuan (62,5%). Data digunakan untuk melihat persepsi mahasiswa tahap klinik terhadap lingkungan belajar klinik berdasarkan jenis kelamin, penggunaan logbook baru, dan tahun angkatan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik komparatif non parametrik Mann-whitney. Hasil: Rerata nilai total PHEEM untuk seluruh responden adalah 97,55. Nilai total PHEEM antara kelompok mahasiswa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaaan yang bermakna (p=0,016), perbedaan lama koas maupun penggunaan jenis logbook tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,593;p=0,491). Kesimpulan: Persepsi mahasiswa tahap klinik terhadap lingkungan belajar dalam pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram memiliki lebih banyak hal positif dibanding hal negatif. Mahasiswa wanita memiliki persepsi yang lebih baik dibanding mahasiswa laki-laki.
Hubungan antara Kecacingan dengan Status Gizi pada Murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Afifi, Farhani; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi kecacingan merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan nutrisi yang akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kecacingan dengan status gizi pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancang belah lintang. Subjek dalam penelitian ini adalah murid PAUD di Kecamatan Kuripan usia 2-6 tahun yang diambil fesesnya untuk diperiksa kecacingan dan penilaian status gizi dengan indikator IMT/U. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecacingan dengan status gizi adalah uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 102 responden, prevalensi kecacingan sebesar 20,6%. Jenis cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Hymenolepis nana sekitar 9,8%, Enterobius vermicularis sebesar 6,9%, dan diikuti dengan infeksi Trichuris trichiura sebesar 4,9%. Dari status gizi diperoleh responden dengan status gizi yang tergolong sangat kurus sejumlah 0,98%. Gizi kurang 4,90%, normal 90,2% dan gemuk 3,92%, namun tidak terdapat responden yang memiliki status gizi dalam kategori obesitas. Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi berdasarkan indikator IMT/U (p = 0,158). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi berdasarkan indikator IMT/U. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu kurangnya higiene individu, sanitasi lingkungan, tingkat pengetahuan orang tua dan demografi individu
Hubungan antara Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan dengan Konsentrasi Trigliserida dan Kolesterol HDL Pada Lansia Purwaningsih, Ni Wayan Desi; Irawati, Deasy; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dislipidemia merupakan salah satu sindroma metabolik yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia). Salah satu faktor risiko kontributor terjadinya dislipidemia adalah obesitas sentral. Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan merupakan salah satu pengukuran antropometri yang dapat digunakan untuk menskrining obesitas sentral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (WHtR) dengan konsentrasi trigliserida (TG) dan high density lipoprotein (HDL) pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di Mataram. Tujuh puluh tiga subjek penelitian tinggal di panti sosial dan di luar panti sosial berpartisipasi dalam penelitian ini. Variabel utama dari penelitian ini adalah WHtR, konsentrasi TG, dan konsentrasi kolesterol HDL.Data dikumpulkan dengan mengukur langsung WHtR menggunakan pita ukur dan microtoise. Sampeldarah puasa diambil untuk mengukur konsentrasi TG dan kolesterol HDL. Pemeriksaan parameterlipid dilakukan di Laboratorium Hepatika. Uji korelasi Spearman digunakan sebagai uji hipotesis. Hasil: Delapan puluh persen subjek penelitian tergolong obesitas sentral, terdapat tiga puluh dua persen subjek penelitian dengan peningkatan konsentrasi TG, dua puluh tujuh persen subjek penelitian memiliki konsentrasi kolesterol HDL yang rendah, dan lima puluh satu persen subjek penelitian dikategorikan sebagai dislipidemia. Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara WHtR, konsentrasi TG (r=0,288, p=0,126) dan konsentrasi kolesterol HDL (r=0,008, p=0,944). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara WHtR dengan konsentrasi TG dan konsentrasi kolesterol HDL pada lansia.
Korelasi Pengukuran Antropometrik dengan Kebugaran Kardiorespirasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Widiastuti, Ida Ayu Eka; Priyambodo, Seto; Buanayuda, Gede Wira
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antropometrik dan kebugaran kardiorespirasi dapat memberikan informasi penting tentang kondisi kesehatan seseorang. Penelitian ini menilai korelasi antara parameter antropometrik yang meliputi indeks massa tubuh (kg/m2), persentase lemak tubuh (%), dan lingkar pinggang (cm) dengan kebugaran kardiorespirasi yang diukur melalui ambilan oksigen maksimal (VO2maks). Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Subjek penelitian adalah 82 orang mahasiswi FK Unram yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara persentase lemak tubuh dan lingkar pinggang dengan kebugaran kardiorespirasi, masing-masing dengan p = 0,02; r = -256 dan p = 0.026; r = -245. Tidak terdapat korelasi antara indeks massa tubuh dengan kebugaran kardiorespirasi dengan p = 0.231 (p>0.05). Persentase lemak tubuh dan lingkar pinggang berkorelasi negatif dengan kebugaran kardiorespirasi, yang berarti semakin tinggi persentase lemak tubuh dan lingkar pinggang maka kebugaran kardiorespirasi yang dimiliki semakin rendah. Persentase lemak tubuh dan lingkar pinggang secara tidak langsung dapat menjadi indikator kebugaran kardiorespirasi.
Pilocytic Astrocytoma Cerebellum Priyanto, Bambang; Rohadi, Rohadi; Siradz, Bayu Fidaus
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor intrakranial dapat timbul di dalam rongga tengkorak baik di dalam kompartemen supratentorial maupun infratentorial.. Pasien mengeluh nyeri kepala dan kadang pusing ketika beraktivitas. Pasien memiliki riwayat tumor dan operasi pengangkatan tumor 3 tahun lalu. Pasien dengan keadaan umum baik, GCS E4V5M6, tekanan darah 100/80 mmHg, Nadi 76 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36.9oC. Refleks cahaya +/+, pupil isokor, dengan diameter 3 mm/3 mm, bentuk bulat, visus pasien Visus OD 1/60 – OS ≥2/60, intentional tremor (+). Pemeriksaan refleks fisiologis +/+, refleks patologis. Didapatkan truncal ataxia, pemeriksaan koordinasi tes Romberg tidak dapat dilakukan pasien, tes telunjuk-hidung tidak normal, tes tumit-lutut tidak normal. Dari hasil pemeriksaan CT Scan kepala dengan kontras dan MRI Kepala, didapatkan massa solid pada fossa posterior di cerebellum dextra dengan area kistik di sekelilingnya, didapatkan mural nodul, mengesankan suatu pilocytic astrocytoma. Dilakukan eksisi total tumor dengan guiding mikroskopik, pasca operasi kondisi membaik. Astrocytoma merupakan neoplasma yang berasal dari sel-sel astrosit dan merupakan tipe tumor otak yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Diagnosis dini terhadap astrositoma penting karena jika ditemukan pada stadium awal, astrocytoma dapat diterapi melalui eksisi total melalui pembedahan. Pilocytic astrocytoma tumbuh lambat, jarang menyebar ke jaringan disekitarnya. Tumor ini biasa terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, dapat disembuhkan secara tuntas dengan pembedahan. Tatalaksana tumor cerebellum berupa tindakan Operatif, target dari tindakan operatif berbeda tergantung dari patologi tumor otak yang akan diambil. Pada tumor fossa posterior, reseksi total dapat dilakukan pada tumor astrocytoma. Pilocytic astrocytoma merupakan grade 1 dari astrocytoma tidak memerlukan radioterapi dan kemoterapi.
Tatalaksana Sepsis Berat pada Pasien Lanjut Usia Wardani, Indah Sapta
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis adalah permasalahan yang memiliki mortalitas dan morbiditas yang tinggi terutama pada orang lanjut usia. Usia tua merupakan faktor predisposisi sepsis yang disebabkan adanya komorbiditas, pemanjangan dan berulangnya rawat inap, penurunan imunitas serta keterbatasan fungsional yang semuanya disebabkan faktor penuaan itu sendiri. Diagnosis sepsis pada lansia lebih sulit, karena lansia memberikan respon dan gejala klinis sepsis yang kurang jelas. Tatalaksana sepsis berat pada lansia secara cepat dan tepat sangat diperlukan untuk memberikan terapi yang optimal.
Penanda Biologis Limfoma Maligna Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanda biologis kanker adalah molekul yang mudah diukur dan mudah dievaluasi sebagai indikator proses biologis, proses patogenesis dari suatu penyakit atau proses farmakologis dari suatu terapi dari kanker. Limfoma maligna adalah kanker yang berasal dari sel limfosit abnormal. Penanda biologis pada limfoma maligna dapat digunakan sebagai faktor risiko klinis atau faktor prognosis. Prognosis dari seorang pasien kanker dipengaruhi oleh interaksi antara sel tumor dan penjamu. Faktor-faktor tersebut meliputi jumlah dari sel tumor, kemampuan dari penjamu untuk mengeliminasi sel tumor (imunokompeten) dan toleransi pasien terhadap regimen terapi. Limfoma maligna dapat dibedakan menjadi LNH dan LH. LNH dibedakan lagi menjadi Difusse Large B-Cell Lymphoma, Folicular Lymphoma, Mantle Cell Lymphoma dan Burkitt Lymphoma. Masing-masing jenis limfomatersebut memiliki penanda biologis yang berbeda-beda dan saling berkaitan serta tumpang tindih. Sebagian besar penanda biologis memiliki nilai prognosis tetapi ada juga yang berhubungan dengan terapi. Identifikasi dan aplikasi penanda biologis prognosis yang baik nantinya dapat membantu menentukan pengobatan yang tepat dan evaluasi luaran pasien dengan akurat.
Tindakan Litotripsi Transuretra Pada Batu Kandung Kemih Ukuran Besar Di RS Harapan Keluarga Mataram Maulana, Akhada; Nandana, Pandu I.; Salatiah, Novita L.
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Angka kejadian batu buli cukup tinggi di negara berkembang, dengan banyak kejadian batu berukuran besar. Pada kasus ini ditemukan batu buli dengan ukuran >3 cm dan berhasil dilakukan pengambilan batu tanpa melalui prosedur bedah terbuka. Tujuan: Untuk melaporkan satu kasus tindakan litotripsi transuretra pada pasien batu kandung kemih dengan ukuran besar (> 3 cm). Tindakan litotripsi jarang dilakukan pada kasus ini, karena biasanya harus dilakukan pembedahan untuk mengangkat batu dengan ukuran besar. Metode: Suatu kasus, seorang laki-laki usia 58 tahun mengeluh kencing tidak lancar dan nyeri sejak 16 tahun yang lalu. Kencing terkadang berwana merah. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium, BNO, dan USG urologi. Kemudian dilakukan operasi pengangkatan batu dengan prosedur litotripsi transuretra. Hasil: Pada BNO didapatkan gambaran batu buli ukuran 3,9 x 2,71 cm. Kemudian dilakukan tindakan litotripsi transuretra selama 1 jam dan batu buli-buli berhasil dikeluarkan dalam bentuk pecahan kecil. Pasien pulang membawa kateter dan beberapa hari kemudian kateternya dilepas. Pasien bisa kencing spontan lancar. Kesimpulan: Tindakan litotripsi pada kasus batu buli ukuran besar jarang dilakukan, terutama di NTB. Pada kasus ini, dengan tindakan litotripsi alhamdulillaah batu berhasil dikeluarkan dalam pecahan-pecahan kecil. Tidak ditemukan komplikasi pada pasien ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 8