cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Perbandingan Lama Analgesia Bupivakain Hiperbarik + Midazolam Intratekal Dengan Bupivakain Hiperbarik + NaCl Intratekal pada Pasien yang Menjalani Operasi dengan Anestesi Spinal Puspitarini, Yuyun; Kresnoadi, Erwin; Nurbaiti, Lina
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nyeri merupakan efek fisiologis yang dapat terjadi pada setiap pasien pasca operasi. Pemberian obat Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik secara intratekal pada anestesi spinal dapat dijadikan multi modal untuk meningkatkan efek analgesia pada pasien pasca operasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan midazolam untuk bupivakain intratekal hiperbarik dalam memperpanjang durasi analgesia pada pasien operasi. Metode : Penelitian menggunakan analitik deskriptif dengan mengambil sumber dari data skunder pada empat puluh delapan pasien yang terkelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan (A) yang diberikan Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik intratekal ditambahkan Midazolam 1 mg dan kelompok control (B) Bupivakain 0,5% 12,5mg hiperbarik intratekal ditambahn NaCl 0,9% 1 cc. Kemudian dibandingkan mula blok sensorik, level maksimal torakal, lama blok motorik, dan efek samping yang muncul pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Hasil : Pada penelitian ini menunjukan terdapat peningkatan efek dari lama analgesia pada kelompok perlakuan lebih lama (223,83±3,40) dari pada kelompok kontrol (120,46±2,86). Kesimpulan : Penambahan midazolam 1mg intratekal pada bupivakain 0,5 % 12,5 mg hiperbarik dapat memberikan lama analgesia yang lebih lama pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal (223,83±3,40 minutes) dibandingkan (120,46±2,86)
Perbandingan Lama Analgesia Bupivakain Hiperbarik+ Epinefrin Intratekal dengan Bupivakain Hiperbarik + NaCl Intratekal pada Pasien yang menjalani Operasi dengan Anestesi Spinal Istianah, Nur; Kresnoadi, Erwin; Nurbaiti, Lina
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Teknik penggunaan anestesi regional sangat berkembang dan yang paling sering digunakan adalah anestesi spinal atau yang disebut SAB (Sub-Arachnoid Block) yaitu memasukkan obat anestesi lokal kedalam ruangan subaraknoid untuk mendapatkan efek analgesia.Obat anestesi lokal yang sering digunakan adalah buivakain dan untuk mendapatkan efek analgesia yang lebih lama, obat anestesi lokal memerlukan suatu adjuvant.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan epinefrin pada bupivakain hiperbarik intratekal dalam memperpanjang durasi analgesia pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal. Metode.Penelitian ini menggunakan analitik deskriptif pada 48 pasien yang menjalani operasi menggunakan anestesi spinal di Rumah Sakit Bhyangkara Mataram.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Kelompok A (Bupivakain 0,5% 12,5 mg ditambah epinefrin 0,1 mg) dan kelompok B (Bupivakain 0,5% 12,5 mg ditambah NaCl 0,9% 0,1 cc). Hasil.Hasil penelitian diuji secara statistika menggunakan Independent T-test dan Mann Whitney test yang menunjukkan lama analgesia pada kelompok A (225 menit) lebih lama dibandingkan dengan kelompok B (121 menit). Kesimpulan.Bupivakain 0,5% 12,5 mg ditambah epinefrin 0,1 mg hiperbarik intratekal dapat memperpanjang lama analgesia pasca operasi dibandingkan bupivakain tanpa penambahan epinefrin.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Alkaloid Spons Laut (Clathria sp.) terhadap Kadar Sgot/Sgpt Mencit Balb/C yang Diinfeksi Plasmodium Berghei Ardiansyah, Ardiansyah; Wardoyo, E Hagni; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi malaria disebabkan karena beberapa faktor. Salah satunya adalah peningkatan resistensi obat antimalaria konvensional, seperti klorokuin dan sulfadoksin/pirimetamin sehingga mendorong peneliti untuk mencari bahan antiplasmodium baru, khususnya menggunakan biota laut yang memiliki potensi tinggi untuk diteliti secara berkelanjutan. Spons Clathria sp adalah salah satu biota laut yang mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas antiplasmodium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak alkaloid Clathria sp terhadap kadar SGOT/SGPTpada mencit Balb/C yang terinfeksi Plasmodium berghei. Metode: Penelitian eksperimental dengan Post Test Only Control Group Design Sejumlah 30 ekor mencit jantan galur Balb/C diinfeksi dengan plasmodium berghei secara intraperitoneal. Sampel kemudian diagi menjadi 6 kelompok; 4 kelompok diberi ekstrak alkaloid Clathria sp dengan dosis masing-masing 50, 100, 150, 200mg/kgBB, 2 kelompok lainnya diberikan akuades 5ml (K-) dan klorokuin 5mg/kgBB selama 7 hari. Kemudian pada hari terakhir dilakukan pengambilan darah secara intrakardial untuk pemeriksaan SGOT/SGPT. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Oneway-Anova dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD Hasil: Hasil analisa statistik SGOT dan SGPT menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi sebesar p=0,000 (p<0,05) dan p=0,035 (p<0,05) pada SGPT Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak alkaloid Spons laut Clathria sp terhadap kadar SGOT/SGPT mencit yang Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei
Perbandingan Lama Analgesia Bupivakain Hiperbarik + Morfin Intratekal dengan Bupivakain Hiperbarik + NaCl Intratekal pada Pasien yang Menjalani Operasi dengan Anestesi Spinal Mardani, Imam; Kresnoadi, Erwin; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nyeri pasca operasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kenyamanan pada pasien yang sudah menjalani operasi. Penggunaan anestesi spinal termasuk salah satu teknik anestesi yang dapat dipilih untuk mengurangi nyeri pasca operasi. Obat yang dapat digunakan sebagai agen anestesi adalah kombinasi bupivakain dan morfin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan morfin terhadap bupikain hiperbarik untuk memperpanjang durasi analgesia. Metode : Penelitian ini bersifat analitik deskriptik dengan menggunakan data sekunder. Penelitian dilakukan terhadap 48 pasien dengan status fisik ASA I-II yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok A (perlakuan) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah morfin 0,1 mg intratekal dan kelompok B (kontrol) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,1 cc intratekal. Penilaian lama analgesia dilakukan dari awal pemberian obat sampai terjadinya regresi 2 segmen. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan independent t-test dan uji Mann whitney Hasil : hasil penelitian ini didapatkan bahwa lama analgesia kelompok perlakuan lebih panjang dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan perbedaan bermakna. Simpulan : simpulan dari penelitian ini adalah lama analgesia bupikain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah morfin 0,1 mg lebih lama dibandingkan bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah Nacl 0,9% 0,1 cc.
Perbandingan Lama Analgesia Bupivakain Hiperbarik + Klonidin Intratekal dengan Bupivakain Hiperbarik + NaCl Intratekal pada Pasien yang menjalani Operasi dengan Anestesi Spinal A.S., Husnul Asmaroni; Kresnoadi, Erwin; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anestesi lokal menggunakan bupivakain hiperbarik banyak digunakan pada operasi. Kerugian dari penggunaan bupivakain hiperbarik dosis tinggi adalah toksisitas sistemik. Sehingga dosis bupivakain diturunkan, tetapi mempengaruhi kualitas dan durasi anestesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan klonidin 75 mcg intratekal untuk memperpanjang lama analgesia bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik intratekal pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan desain quota sampling pada 48 pasien yang menjalani operasi elektif. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 24 pasien. Kelompok A (perlakuan) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah klonidin 75 mcg intratekal dan kelompok B (kontrol) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,5 cc intratekal. Data yang dicatat adalah TDS, TDD, TAR, Laju jantung, dlaju nafas, mula blok sensorik, lama analgesia, mula blok motorik, lama blok motorik, dan efek samping. Uji statistik menggunakan uji independent T-test untuk data numerik dan Mann Whitney untuk data nominal dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan lama analgesia kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah Klonidin 75 mcg intratekal lebih lama dibandingkan kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,5 cc intratekal. Kesimpulan: Lama analgesia kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah Klonidin 75 mcg intratekal lebih lama secara bermakna dibandingkan kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,5 cc intratekal.
Pengaruh Diet Lakto Vegetarian terhadap Faktor Risiko Sindrom Metabolik (Studi Rasio Lingkar Pinggang Panggul) pada Komunitas Lakto Vegetarian di Pulau Lombok Rosano, Agnes Ragil; Ekawanti, Ardiana; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Populararitas diet vegetarian semakin meningkat saat ini, termasuk di Indonesia. Diet vegetarian dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, diantaranya dapat menurunkan risiko sindrom metabolik. Kejadian sindrom metabolik meningkat seiring dengan peningkatan kejadian obesitas sentral, sehingga pengukuran rasio lingkar pinggang dengan panggul dapat digunakan untuk mendeteksi risiko sindrom metabolik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diet lakto vegetarian terhadap risiko sindrom metabolik komunitas lakto vegetarian di Pulau Lombok. Metode: Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Subjek pada penelitian ini terdiri 45 sampel kelompok diet lakto vegetarian dan 45 sampel kelompok non vegetarian yang dipilih secara consecutive sampling. Analisis data digunakan uji Spearman. Hasil: Berdasarkan uji korelasi dengan uji Spearman diperoleh hasil adanya pengaruh diet lakto vegetarian dan diet non vegetarian terhadap risiko sindrom metabolik berdasarkan studi rasio lingkar pinggang panggul (p = 0,004), dengan nilai kekuatan antar variabel lemah (r = 0,300), dengan nilai odd ratio 4,8. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara diet lakto vegetarian dan diet non vegetarian terhadap risiko sindrom metabolik berdasarkan studi rasio lingkar pinggang panggul. Kelompok non vegetarian memiliki risiko 4,8 kali lebih besar terhadap risiko sindrom metabolik dibandingkan dengan kelompok lakto vegetarian. Diet lakto vegetarian merupakan faktor protektif terhadap kejadian obesitas sentral berdasarkan studi rasio lingkar pinggang panggul.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien Poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB Ru’yi, Hartini Ahadiyatur; Kadriyan, Hamsu; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Komunikasi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter. Diketahui bahwa dengan teknik pengumpulan informasi yang baik akan menyebabkan pasien mendapatkan pelayanan yang dapat memuaskan dirinya. Pemahaman informasi medis yang diterima pasien sering kali berbeda dengan yang disampaikan oleh dokter. Oleh sebab itu penelitian ini mencoba mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman medis oleh pasien poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Metodologi Penelitian : Sebanyak 52 pasien rawat jalan yang datang ke poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan analisa deskriptif, analisa bivariat menggunakan metode chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk menguji kekuatan masing-masing faktor resiko. Hasil : Didapatkan sebanyak 35 orang (67,3%) pasien rawat jalan di poli di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB memiliki tingkat pemahaman baik dan 17 orang (32,7%) memiliki tingkat pemahaman kurang baik. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis (p<0,05) yaitu faktor dokter dan lingkungan. Kesimpulan : Faktor dokter dan lingkungan didapatkan mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien Poli THT Di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Farahiya, Maya; Kadriyan, Hamsu; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Salah satu kompetensi yang harus dikuasai dokter adalah komunikasi dokter-pasien dalam profesi kedokteran. Pasien yang mendapatkan informasi medis yang lengkap dapat menentukan keberhasilan dalam membantu penyelesaian masalah kesehatan pasien. Namun, pemahaman informasi medis yang diterima pasien seringkali berbeda sehingga pasien merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman medis oleh pasien poli THT di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Metode : Sebanyak 50 pasien rawat jalan yang datang ke poli THT di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan analisa deskriptif, analisa bivariat menggunakan metode chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk menguji kekuatan masing-masing faktor resiko. Hasil : Persentase pasien dengan tingkat pemahaman baik adalah 58% (29 orang) dan persentase pasien dengan tingkat pemahaman kurang baik adalah 42% (21 orang). Penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis (p<0,05). Kesimpulan : Faktor pasien didapatkan mempengaruhi tingkat pemahaman pasien terhadap informasi medis.
Efektivitas Ekstrak Buah Ara (Ficus Glomerata ROXB.) sebagai Antidiabetes pada Mencit Balb/C yang diinduksi Aloksan Dewi, Citrangganai Prajnya; Anggoro, Joko; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Buah ara (Ficus glomerata Roxb.) merupakan salah satu buah dengan kandungan antioksidan yang tinggi dan memiliki potensi untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah ara terhadap kadar glukosa darah pada mencit BALB/c yang diinduksi aloksan. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pre-post test control group, yang menggunakan 35 ekor mencit BALB/c yang terbagi dalam 5 kelompok. Tiga kelompok (P1, P2, P3) merupakan kelompok perlakuan yang diinduksi aloksan dan diberi ekstrak buah ara dengan dosis yang berbeda yaitu 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Kelompok empat sebagai kontrol negatif (K-) diinduksi aloksan dan diberi akuades serta kelompok lima sebagai kontrol positif (K+) diinduksi aloksan dan diberi glibenklamid. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan masing-masing selama 14 hari dan dilakukan pengambilan sampel pada hari ke 15. Hasil: Uji Friedman yang dilanjutkan dengan post hoc uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan yang bermakna (p<0,05) pada kelompok P1, P2, P3 dan K- dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,046, 0,028, 0,018 dan 0,046. Uji beda untuk membandingkan hasil akhir kadar glukosa darah pada masing-masing kelompok menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan hanya kelompok P2 dan P3 yang memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan 0,004. Kesimpulan: Pemberian ekstrak buah ara (Ficus glomerata Roxb.) memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit BALB/c yang diinduksi aloksan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa Linn) terhadap Kadar Bilirubin pada Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4) Nugraha, Try Widianto Putra; Rizki, Mohammad; Nurhidayati, Nurhidayati
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Obat merupakan salah satu penyebab penting dari kerusakan hati. Lebih dari 900 obat, toksin, tumbuhan telah dilaporkan menyebabkan gangguan hati, dan obat-obatan mencapai 20-40% dari semua kasus gagal hati. Srikaya (Annona squamosa L.) mengandung senyawa aktif flavonoid yang memiliki efek antioksidan, antitumor, dan hepatoprotektor. Metodologi penelitian: Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimental laboratoris murni dengan rancangan post-test only control group design. Penelitian ini dilakukan selama 8 minggu. Dua puluh ekor tikus wistar jantan dibagi ke dalam 4 kelompok. Kelompok perlakuan 1 (P1) diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) dan diberikan ekstrak daun srikaya dengan dosis 300 mg / kg, kelompok perlakuan 2 (P2) diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) dan diberikan ekstrak daun srikaya dengan dosis 350 mg / kg, kelompok kontrol positif (K1) hanya diinduksi karbon tetraklorida (CCl4), dan kelompok kontrol negatif (K2) diinjeksi minyak zaitun. Efek pemberian ekstrak daun srikaya dievaluasi dengan mengukur kadar bilirubin total, tak terkonjugasi, dan terkonjugasi pada minggu ke-8. Hasil: Pemberian ekstrak daun srikaya pada kelompok P2 didapatkan kadar bilirubin yang lebih rendah dibandingkan kelompok P1. Pada uji statistik didapatkan pengaruh signifikan pemberian ekstrak srikaya terhadap kadar bilirubin total (p = 0,016) dan kadar bilirubin terkonjugasi (p = 0,04). Simpulan: Efek hepatoprotektif terdapat pada kelompok P2 yaitu pemberian ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L.) dengan dosis 350 mg/kg BB.