cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinifera) terhadap Kadar LDL pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus ) yang Diinduksi Hiperkolesterol Anggarini, Ni Kadek Widya; Lestarini, Ima Arum; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anggur hitam (Vitis vinifera) memiliki pigmen warna gelap yang memiliki kandungan antioksidan flavonoid tinggi yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera) terhadap penurunan kadar kolesterol LDL tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperkolesterol. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan pengambilan data sesudah perlakuan. Sampel yang digunakan adalah tikus wistar jantan dewasa berjumlah 24 ekor. Tikus dibagi dalam 6 kelompok yaitu satu kelompok merupakan kelompok normal (KN). Dua kelompok tikus merupakan kelompok kontrol, yaitu kelompok kontrol negatif yang diinduksi hiperkolesterol saja dan kelompok kontrol positif yang diinduksi hiperkolesterol dan diberikan simvastatin. Tiga kelompok yang lain merupakan kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang dibedakan berdasarkan dosis pemberian ekstrak buah anggur yaitu 1g/kgBB/hari, 2g/kgBB/hari, 4g/kgBB/hari. Kadar LDL yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik Kruskal Wallis. Hasil : Rerata kadar LDL terendah ditemukan pada kelompok K(-) dan kelompok P2 yaitu 12,19 ± 10,42 mg/dl dan 12,19 ± 5,39 mg/dl. Rerata tertinggi ditemukan pada KN yaitu 18,56 ± 2,90 mg/dl. Rerata kadar LDL kelompok K(+), P1 dan P3 yaitu 17,25 ± 3,24 mg/dl, 17,44 ± 5,03 mg/dl dan 16,13 ± 10,15 mg/dl. Kesimpulan : Pemberian ekstrak buah anggur hitam (Vitis vinifera) tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperkolesterol.
Pengaruh Pemberian Spons Laut (Clathria sp.) terhadap Hitung Jenis Limfosit Mencit Balb/C yang Diinfeksi Plasmodium Berghei Ibadurrahman, Muhammad Zaky; Wardoyo, E Hagni; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi malaria disebabkan karena kurangnya pengendalian vektor, kebiasaan masyarakat, bertambahnya daerah endemis dan peningkatan resistensi obat antimalaria. Resistensi obat malaria konvensional, seperti klorokuin, sulfadoksin/pirimetamin saat ini telah banyak dilaporkan sehingga mendorong usaha untuk mencari bahan antiplasmodium baru, khususnya menggunakan biota laut yang memiliki potensi tinggi untuk diteliti lebih lanjut. Spons Clathria sp adalah salah satu biota laut yang mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas antiplasmodium. Metode: Penelitian eksperimental dengan pre-post test control group design Sejumlah 30 ekor mencit jantan galur Balb/C diinfeksi dengan Plasmodium berghei secara intraperitoneal. Sampel kemudian diagi menjadi 6 kelompok; 4 kelompok diberi ekstrak alkaloid Clathria sp dengan dosis masing-masing 50, 100, 150, 200mg/kgBB, 2 kelompok lainnya diberikan akuades 5ml (K-) dan klorokuin 5mg/kgBB selama 7 hari. Pada hari pertama dan terakhir dilakukan pengambilan darah tepi untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Oneway-Anova atau uji yang setara, kemudian dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD bila diperlukan. Hasil: Hasil analisis statistik hitung jenis leukosit menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif dengan nilai signifikansi p=0,003 (P1), p=0,017 (P2), p=0,030 (P3), dan p=0,001 (P4) (p<0,05) didapatkan pada hitung jenis limfosit. Kesimpulan: Pemberian ekstrak Spons laut Clathria sp berpengaruh terhadap hitung jenis limfosit mencit yang Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei.
Hubungan Riwayat Atopi dengan Tingkat pada Santri Di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari Lombok Barat Keparahan Lesi Skabies NTBTahun 2015 Gani, Martina Rizki Prihartini; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti di pesantren, asrama, rumah sakit, dan rumah jompo. Manifestasi klinis dari skabies antara lain gatal di malam hari, kemerahan yang kadang disertai dengan papul, burrow, dan ekskoriasi yang timbul akibat dari garukan pada daerah yang gatal. Sensititivitas terhadap tungau maupun produk tungau tampaknya memiliki peranan penting dalam manifestasi klinis skabies sehingga pada orang atopi kemungknan dapat mengalami gejala yang lebih berat. Metode : Penelitian ini menggunakan desain rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil secara consecutive sampling. Sampel kemudian diberikan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas untuk menilai riwayat atopi dan tingkat keparahan lesi skabies. Selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat menggunakan kolmogorov-smirnov untuk menilai hubungan riwayat atopi dengan tingkat keparahan lesi skabies menggunakan software SPSS 17.0 for Windows. Hasil : Didapatkan sebanyak 52 (52%) santri memiliki riwayat atopi sedangkan 48 (48%) lainnya tidak memiliki riwayat atopi. Santri dengan derajat keparahan lesi ringan sebanyak 69 santri (69%), sedang 26 (26%) dan berat 5 santri (5%). Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-smirnov diperoleh p=0,045 pada hubungan riwayat atopi dengan tingkat keparahan lesi skabies. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara riwayat atopi dengan tingkat keparahan lesi skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari
Hubungan Tingkat Pruritus dengan Tingkat Keparahan Lesi Skabies pada Santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 Failasufi, Khalida; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varian hominis. Gejala klinis utama pada skabies adalah rasa gatal. Gatal semakin hebat pada malam hari dan menyebabkan gangguan pada tidur. Sensitivitas alergi terhadap tungau maupun produk tungau memiliki peranan penting dalam menyebabkan pruritus dan menimbulkan lesi di bagian tubuh yang terkena tungau. Lesi skabies ditandai dengan adanya terowongan, papul /nodul skabies pada kulit penderitanya. Rasa gatal yang hebat menyebabkan santri akan sering melakukan garukan sehingga seiring bertambahnya penyebaran tungau melalui migrasi akibat garukan, rasa gatal dan lesi akan menjadi meluas di tubuh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 94 santri. Data diperoleh melalui observasi dan pembagian kuesioner kepada responden. pengolahan data dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Didapatkan santri dengan tingkat pruritus ringan sebanyak 2 orang (2,13%), sedang 71 (75,53%) dan berat 21 (22,34%). Santri dengan tingkat keparahan lesi ringan sebanyak 57 (60,64%), sedang 27 (28,72%) dan berat 10 (10,64%). Santri dengan tingkat pruritus sedang dengan tingkat keparahan lesi ringan berjumlah 50 (87,72%), keparahan lesi sedang 20 (74,07%) dan keparahan lesi berat 3 (30%). Santri dengan tingkat pruritus berat dan tingkat keparahan lesi ringan berjumlah 7 (12,28%), keparahan lesi sedang 7 (25,93%) dan keparahan lesi berat 7 (70%). Analisis data menggunakan uji Chi-square diperoleh p=0,000 pada hubungan tingkat pruritus dengan tingkat keparahan lesi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pruritus dengan tingkat keparahan lesi skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari NTB tahun 2015.
Uji Diabetes secara Non-Invasif Berbasis Konsentrasi DNA Saliva Prayitno, Oktavianus; Asmara, I Gede Yasa; Geriputri, Ni Nyoman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan suatu kelainan kompleks dari multisistem yang ditandai dengan adanya insufisiensi sekresi insulin secara relatif maupun absolut. Permasalahan saat ini berada pada monitoring diabetes melitus yang secara luas masih menggunakan jarum yang terkadang menyakitkan pada saat pengambilan darah. Dalam saliva ditemukan susunan bahan yang dapat dianalisis (DNA) yang dapat digunakan sebagai biomarker untuk translasi dan aplikasi klinis. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan konsentrasi DNA saliva sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan studi komparatif. Sampel yang digunakan adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok orang dengan diabetes (D), dan kelompok orang normal/tanpa diabetes (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dan diambil peletnya, Proses isolasi DNA dilakukan dengan tahapan Cell Lysis, DNA Binding, Pencucian, dan Elusi. Setelah didapatkan isolasi DNA dilakukan proses penghitungan konsentrasi DNA saliva dengan menggunakan spectrophotometer NanoDrop. Perbedaan konsentrasi DNA saliva diuji dengan uji Independent sample t test. Hasil: Rerata konsentrasi DNA saliva pada D dan N masing-masing 30.12 ng/μl dan 11.61 ng/μl. Berdasarkan data tersebut, terlihat perbedan konsentrasi DNA saliva yang signifikan secara statistik ( p<0,05). Simpulan: Konsentrasi DNA saliva pada orang dengan diabetes mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan konsentrasi DNA saliva pada orang tanpa diabetes, hal ini menunjukkan konsentrasi DNA saliva dapat digunakan sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus.
Uji Diabetes Secara Non-Invasif Berbasis Kadar Asam Sialat Saliva Harlan, Muhammad Fauzan; Geriputri, Ni Nyoman; Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan kelainan metabolisme karbohidrat yang mempengaruhi banyak sistem, ditandai dengan hiperglikemia dan glukosauria akibat insufisiensi sekresi insulin absolut atau relatif, atau resistensi insulin pada target jaringan. Diabetes menyebabkan mortalitas dan morbiditas terutama karena komplikasinya. Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) merupakan suatu terobosan besar dalam penanganan diabetes karena pasien dapat menentukan kadar glukosa mereka selama kehidupan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan kadar asam sialat saliva sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Sampel yang digunakan adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok orang dengan diabetes (D), dan kelompok orang normal/non-DM (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dengan 8000 rpm. Hasil sentrifugasi berupa supernatan diambil sebanyak 50 μl dan ditambahkan 100 μl reagen Ninhydrin. Hasil campuran dipanaskan pada suhu 60°C dan dibaca dengan spektrofotometer pada 570 nm. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan Independent Sample T-test Hasil: Rerata kadar asam sialat saliva pada kelompok D dan N masing-masing 4.579 ± 1.113 dan 1.204 ± 0.549. Berdasarkan data tersebut, secara statistik terlihat perbedan kadar asam sialat saliva yang bermakna ( p<0,05). Kesimpulan: Terjadi peningkatan kadar asam sialat saliva yang bermakna pada penderita diabetes melitus bila dibandingkan dengan kadar asam sialat saliva pada orang tanpa diabetes, hal ini menunjukan konsentrasi DNA saliva dapat digunakan sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus.
Uji Diabetes Melitus secara Non-Invasif Berbasis Kadar dan Profil Protein Saliva Depamede, Brian Umbu Rezi; Asmara, I Gede Yasa; Geriputri, Ni Nyoman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Diperlukan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin gula darah. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan proses pengambilan darah. Cara ini merupakan tindakan invasif yang memprovokasi nyeri, sehingga diperlukan prosedur non-invasif lainnya seperti pemeriksaan saliva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar dan profil protein saliva pada individu sehat dan penderita diabetes. Metode : Penelitian ini merupakan studi komparatif. Sampelnya adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok penderita diabetes (D), dan kelompok individu normal (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dan diambil supernatannya, lalu dilakukan proses pengukuran kadar protein saliva menggunakan spectrophotometer NanoDrop. Profil protein saliva dianalisis menggunakan SDS-PAGE. Uji statistik kadar protein saliva antara individu sehat dan penderita diabetes dilakukan dengan uji Independent Sample T-test. Hasil : Jumlah rata-rata kadar protein saliva pada kelompok penderita diabetes sebesar 2932±526μg/ml dan kelompok individu non-diabetes 2005±253μg/ml. Secara statistik peningkatan tersebut tidak signifikan (P>0,05). Pada profil protein saliva ditemukan 3 band peptida dengan berat molekul antara 25-35kDa pada penderita DM. Simpulan : Terdapat kecenderungan adanya peningkatan kadar protein saliva pada kelompok DM. Namun, secara statistik peningkatan tersebut tidak signifikan. Pada profil protein ditemukan adanya perbedaan band peptida saliva antara penderita DM dan individu normal.
Hubungan Riwayat Penggunaan Sabun Antiseptik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dengan Riwayat Atopi terhadap Kemungkinan Riwayat Kejadian Dermatitis Kontak Indraswari, Elina; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Sabun antiseptik mengandung substansi antiseptik, seperti triklosan, triklokarban, dan alkohol, yang ditambahkan ke dalam dasar sabun. Substansi antiseptik tersebut dapat membunuh flora normal pada kulit. Selain itu, bahan antiseptik juga dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitisasi terutama pada orang-orang dengan riwayat atopi. Hal ini dapat menyebabkan dermatitis kontak jika digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang lama. Tujuan. Mengetahui hubungan riwayat penggunaan sabun antiseptik pada mahasiswa dengan riwayat atopi terhadap kemungkinan riwayat kejadian dermatitis kontak. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan populasi penelitian mahasiswa/i FK Unram. Pemilihan sampel dengan metode purposive sampling didapatkan 64 responden yang sesuai kriteria inklusi. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui pengisian mandiri dengan alat bantu kuesioner. Uji analisis yang digunakan adalah chi square. Hasil. Jumlah responden yang mengalami kemungkinan dermatitis kontak alergi adalah 11 orang. Merek sabun yang paling banyak digunakan oleh responden adalah Lifebuoy®. Dari uji chi square, tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara riwayat penggunaan sabun antiseptik daily-use terhadap kemungkinan riwayat kejadian dermatitis kontak (p=0,797). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penggunaan sabun antiseptik daily-use pada responden dengan riwayat atopi terhadap kemungkinan riwayat kejadian dermatitis kontak
Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan Nilai Tekanan Intra Okular pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Provinsi NTB Natsir, Rizka Naniek; Andari, Marie Yuni; Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Angka mortalitas dan morbiditas karena diabetes mellitus semakin meningkat. Peningkatan tekanan intraokular dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Diabetes mellitus merupakan salah satu faktor resiko yang dapat meningkatkan tekanan intraokular. Tujuan : Untuk mengetahui korelasi antara kadar gula darah puasa dengan nilai tekanan intraokular pada pasien DM. Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun jumlah sampel yang diperoleh adalah 34 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Semua pasien berusia lebih dari 18 tahun dan tidak mengalami glaukoma. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan mengukur tekanan intraokular. Data kadar gula darah puasa dicatat. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman. Hasil : Hasil analisis bivariat dengan mengunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara kadar gula darah puasa dengan nilai tekanan intraokular (p=0,037, r=0,036) pada pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Kesimpulan : Terdapat korelasi antara kadar gula darah puasa dengan nilai tekanan intraokular pada pasien DM di RSUD provinsi NTB.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Nilai Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Anugrah, Pandu Putera; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Pujiarohman, Pujiarohman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang: Beberapa penelitian sebelumnya telah menilai hubungan antara kualitas tidur dengan konsolidasi memori. Kemampuan mahasiswa dalam menjalankan pendidikannya di Fakultas Kedokteran dapat dilihat dari nilai akademik. Nilai akademik tersebut mungkin dapat tercapai dengan kualitas tidur yang baik. Namun dalam pelaksanaannya, nilai yang diharapkan tidak maksimal karena tekanan pendidikan dan aktivitas yang tinggi. Metode: Penelitian analitik korelatif dengan metode pengumpulan data cross-sectional. Sampel diambil dari mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas Mataram angkatan 2014 yang berjumlah 66 orang. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data yaitu kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Data dianalisis dengan uji Pearson. Hasil: Mahasiswa Kedokteran Universitas Mataram angkatan 2014 sebesar 98,5% mahasiswa mengalami kualitas tidur yang buruk dan 1,5% mahasiswa mengalami kualitas tidur yang baik. Hasil uji Pearson menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan nilai akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (p=0,895). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan nilai akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.