cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Probabilitas Terjadinya Stroke Iskemik pada Penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram Setiadi, Qisthinadia Hazhiyah; Harahap, Herpan Syafii; Indrayana, Yanna
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Stroke iskemik merupakan jenis stroke dengan prevalensi tertinggi. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko stroke iskemik, namun korelasinya dengan peningkatan risiko stroke iskemik masih belum jelas. Penelitian mengenai korelasi rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) dengan risiko stroke iskemik masih kontradiktif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi RLPP dengan probabilitas stroke iskemik. Metode. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram berusia 55-84 tahun. Penduduk yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan sebagai subyek penelitian dan didapatkan 63 subyek penelitian, kemudian dilakukan wawancara untuk pengisian kuesioner, pengukuran RLPP, dan penilaian probabilitas stroke iskemik menurut Framingham Study. Analisis data digunakan uji korelasi Pearson. Hasil. Dari 63 subyek penelitian, terdapat 51 orang (81%) yang tergolong obesitas abdominal dan 12 orang (19%) yang tergolong normal berdasarkan RLPP. Berdasarkan uji korelasi Pearson diperoleh hasil bahwa RLPP tidak berkorelasi dengan probabilitas terjadinya stroke iskemik (p = 0,11). Kesimpulan. Tidak terdapat korelasi RLPP terhadap probabilitas terjadinya stroke iskemik pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram.
Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Kecacingan pada Murid Paud di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Saesal, Fulqy Fatmala; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sebagian besar masalah kesehatan penduduk di negara berkembang disebabkan oleh infeksi cacing, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu dengan sanitasi lingkungan yang buruk. Angka prevalensi dan intensitas infeksi biasanya paling tinggi pada anak usia 3 hingga 8 tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan rumah terhadap kejadian kecacingan pada anak usia dini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian kecacingan pada anak usia dini di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi rumah untuk menilai keadaan sanitasi lingkungan dan pemeriksaan sampel feses dari 102 responden. Uji statistika yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil: Dari 102 sampel yang diperiksa 21 sampel positif kecacingan. Terdapat pula beberapa jenis telur cacing yang ditemukan pada feses responden, antara lain Hymenolepis nana 9 orang (8,8%), Enterobius vermicularis 7 orang (6,9%), Trichuris trichiura 4 orang (3,9%), dan infeksi campuran Hymenolepis nana dan Trichuris trichiura 1 orang (1%). Dari uji chi-square diperoleh nilai p=0,000 untuk hubungan sanitasi lingkungan rumah dengan kecacingan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian kecacingan pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu dengan kejadian Kecacingan pada Murid Paud Di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Utari, Desak Made Dinda Kartika; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecacingan merupakan penyebab morbiditas utama di Indonesia dan paling banyak terjadi pada anak usia prasekolah dan sekolah dasar. Penyakit ini menyebar secara endemis namun masih sering diabaikan karena jarang menyebabkan kematian secara langsung. Kecacingan menyebabkan kehilangan karbohidrat, protein, dan darah sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu akan mempengaruhi cara pengasuhan dan PHBS pada anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dengan kejadian kecacingan pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner dan pengambilan sampel feses dari 101 murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat tahun ajaran 2016/2017. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Dari 101 sampel, 21 sampel (20,8%) positif mengalami kecacingan. Jenis cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Hymenolepis nana (42,9%). Penilaian kuesioner menunjukkan 48,5% tingkat pengetahuan ibu, 48,5% sikap ibu, dan 50,5% perilaku ibu termasuk ke dalam kategori cukup baik. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dengan kejadian kecacingan pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat (p=0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu maka semakin rendah kejadian kecacingan pada murid. Keadaan ini berkaitan dengan luasnya informasi yang diketahui ibu tentang kesehatan diri dan keluarganya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Tentang Pencegahan Hepatitis B dengan Kejadian Hepatitis B pada Calon Tenaga Kerja Indonesia Asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Resistayani, Luh Gede Janny; Triani, Eva; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit infeksi virus Hepatitis B (HBV) merupakan masalah kesehatan masyarakat secara global yang serius dengan perkiraan 2 miliar orang telah terinfeksi di seluruh dunia dan sekitar 350 juta orang dengan infeksi HBV kronis. Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang rendah penyebab utama tingginya angka infeksi virus Hepatitis B melalui pola hidup yang buruk akibat dari penggunaan alkohol, jarum suntik dan banyaknya pasangan berhubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pencegahan Hepatitis B dengan kejadian Hepatitis B pada calon tenaga kerja Indonesia asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 330 calon tenaga kerja Indonesia asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada klinik TKI yang telah ditetapkan sebagai tempat penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Kejadian infeksi Hepatitis B pada calon tenaga kerja Indonesia mencapai 57,0%. Pada tingkat pengetahuan infeksi virus Hepatitis B pada kategori baik sekitar 7,9%, cukup baik 33,6% dan kurang 58,5%. Sikap dengan kategori baik sekitar 2,4%, cukup baik 34,8% dam kurang 62,7%. Perilaku pada kategori baik 13,9%, cukup baik 33,6% dan kurang 52,4%. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pencegahan Hepatitis B dengan kejadian Hepatitis B pada calon tenaga kerja Indonesia asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Analisis Kualitatif Penggunaan Boraks pada Tahu di Pasar Tradisional Se-Kota Mataram PW, Ni Putu Ayu Dewanthi; Syamsun, Arfi; Triani, Eva
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Salah satu upaya dalam menghasilkan produk makanan agar disukai, berkualitas baik, bentuk, rasa enak, warna dan konsistensi yang baik serta tahan lama, maka sering pada proses pembuatannya produsen menambahkan Bahan Tambahan Pangan berbahaya, salah satunya adalah Boraks. Boraks dilarang digunakan dalam makanan, karena berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Tujuan: Untuk mengetahui presentase penggunaan boraks pada tahu yang dijual di Pasar Tradisional se Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan Tes Kit (easy test kit). Sampel diambil dengan cara consecutive sampling pada tahu yang di curigai mengandung boraks yang di jual di Pasar Tradisional se Kota Mataram. Hasil: Pada 72 sampel tahu yang dilakukan pengujian didapatkan tidak adanya perubahan warna kertas uji menjadi warna merah bata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada satupun tahu yang dijual di Pasar Tradisional di Kota Mataram positif mengandung boraks. Kesimpulan: Secara kulitatif dengan menggunakan tes Kit (easy test kit) pada tahu yang di jual di Pasar Tradisional Kota Mataram menunjukan bahwa tidak satu pun tahu tersebut mengandung boraks.
Korelasi antara Nilai Pengetahuan dengan Perilaku Pedagang dalam Penggunaan Rhodamin B pada Terasi di Pasar Tradisional Se-Kota Mataram Putri, Sandra Yuliana Andini; Syamsun, Arfi; Nurbaiti, Lina
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang penggunaannya dalam makanan berbahaya dan dilarang oleh pemerintah namun masih sering disalahgunakan sebagai pewarna dalam makanan. Terasi merupakan salah satu contoh bahan pangan yang sering mengandung Rhodamin B. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara nilai pengetahuan dengan perilaku pedagang dalam penggunaan Rhodamin-B pada terasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden 2 orang (3,3%) buruk, 15 orang (25%) cukup, 43 orang (71,7%) baik. Kategori perilaku responden 7 orang (11,7%) kurang, 53 orang (88,3%) baik dan tidak terdapat perilaku buruk. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi bermakna antara nilai pengetahuan dan perilaku pedagang terasi di pasar tradisional se Kota Mataram dengan kekuatan korelasi (r) 0,501 (kekuatan korelasi sedang) Kesimpulan: Terdapat korelasi antara nilai pengetahuan dengan perilaku pedagang dalam penggunaan Rhodamin B dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi adalah positif (+).
Hubungan Lingkar Pinggang dengan Tekananan Darah pada Pasien Poli Jantung RSUP NTB Fitri, Sani Solihatul; Pintaningrum, Yusra; Cholidah, Rifana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi obesitas terus mengalami peningkatan. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiometabolik seperti diabetes, hipertensi, dislipidemia, dan penyakit jantung koroner. Lingkar pinggang merupakan salah satu metode pengukuran antropometri tubuh yang dapat digunakan sebagai skrining obesitas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang dengan tekanan darah pada pasien poli jantung RSUP NTB. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah Pasien Poli jantung RSUP NTB yang lebih dari sama dengan 25 tahun. subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diukur tekanan darah dan lingkar pinggang. Data yang terkumpul diuji secara statistik dengan uji korelasi Spearman Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik dan diastolik (p< 0,05). Didapatkan adanya korelasi yang positif antara lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Adapun kekuatan korelasi antara lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik dan diastolik adalah sedang (R=0,509 ; R=0,459). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Perbandingan Lama Analgesia Bupivakain Hiperbarik+Deksametason Intratekal dengan Bupivakain Hiperbarik+NaCl Intratekal pada Pasien yang Menjalani Operasi dengan Anestesi Spinal Rosidah, Siti; Kresnoadi, Erwin; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Anestesi spinal merupakan anestesi regional yang paling umum digunakan dalam prosedur pembedahan. Teknik anestesi spinal ini dilakukan dengan menempatkan obat anestesia lokal dalam ruangan subaraknoid (SAB). Anestesi lokal yang biasa digunakan adalah bupivakain. Untuk mendapatkan efek analgesia yang lebih lama, obat anetesi lokal memerlukan suatu adjuvant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektvitas penambahan deksametason pada bupivakain hiperbarik intratekal dalam memperpanjang durasi analgesia pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal. Metode. Penelitian ini menggunakan analitik deskriptif dengan menggunakan data sekunder pada 48 pasien dengan American Society of Anestesiologist (ASA) I-II yang menjalani operasi dengan anestesi spinal di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram pada Juli-September 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Kelompok I yaitu deksametason 5 mg ditambahkan ke dalam bupivakain 0,5% 12,5 mg intratekal. Kelompok II yaitu bupivakain 0,5% 12,5 mg ditambah NaCl 0,9% 1 cc intratekal. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan Independent T-test dan uji Mann-whitney Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa lama analgesia pada kelompok I lebih lama yaitu 205,29 menit dibanding kelompok II, yaitu 121,12 menit (p=0,000). Efek samping hanya ditemukan pada kelompok II yaitu mual (8,33%), menggigil (4,17%), dan hipotensi (12,5%). Kesimpulan. Penambahan deksametason 5 mg intratekal pada bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik dapat memperpanjang lama analgesia pada pasien pasca operasi.
Perbandingan Lama Hilangnya Nyeri (Analgesia) Bupivakain Hiperbarik + Tramadol Intratekal dengan Bupivakain Hiperbarik + NaCl Intratekal pada Pasien yang Menjalani Operasi Dengan Anestesi Spinal Yuliana, Siti Sovia; Kresnoadi, Erwin; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Nyeri pasca operasi merupakan salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan dan pemulihan pasien. Berbagai tehnik anestesi regional telah dikembangkan untuk memfasilitasi tindakan operasi seperti anestesi spinal. Pendekatan multimodal pada anestesi spinal merupakan salah satu cara yang saat ini banyak digunakan untuk mengatasi nyeri pasca operasi. Penambahan obat anestesi lokal dengan obat golongan opioid sebagai terapi multimodal dapat memberikan hasil yang menjanjikan. Pada penelitian ini obat yang digunakan adalah bupivakain dan tramadol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan tramadol pada bupivakain hiperbarik secara intratekal untuk memperpanjang lama analgesia pasca operasi. Metode : Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan menggunakan sumber data sekunder. Penelitian dilakukan terhadap empat puluh delapan pasien dengan status fisik ASA I-II yang terbagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok A (perlakuan) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah tramadol 25 mg intratekal dan kelompok B (kontrol) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,5 cc intratekal. Penliaian efek analgesia dilakukan sampai terjadinya regresi 2 segmen dicapai. Analisis statistik menggunakan independent t-test dan mann whitney test. Hasil : Hasil penelitian ini mendapatkan lama analgesia kelompok perlakuan lebih panjang dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan perbedaan bermakna. Simpulan : Lama analgesia bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah tramadol 25 mg intratekal lebih lama dibandingkan dengan bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,5 cc intratekal.
Korelasi antara Nilai Pengetahuan dengan Perilaku Pedagang dalam Penggunaan Boraks pada Tahu di Pasar Tradisional Se-Kota Mataram Sari, Surya Meka Novita; Syamsun, Arfi; Nurbaiti, Lina
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tahu adalah salah satu makanan yang paling sering ditambahkan dengan boraks. Boraks adalah antiseptik yang sering digunakan pada produk kayu atau tekstil, namun berbahaya bagi tubuh jika ditambahkan ke makanan. Hari-hari ini kami sering menemukan boraks sebagai bahan makanan tambahan. Tingginya jumlah boraks yang digunakan dalam makanan mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang bahan ini. Para produsen makanan berasumsi bahwa penambahan boraks dapat membuat makanan bertahan lebih lama dan lebih menarik. Dengan demikian, pengetahuan yang cukup tentang boraks dan pengaruhnya pada tubuh saat ditambahkan ke dalam makanan sesuai kebutuhan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur korelasi antara pengetahuan dan penggunaan boraks dalam tahu di pasar tradisional, kota Mataram. Metode: Ini adalah penelitian observasional menggunakan metode cross-secctional. Sampel untuk penelitian ini adalah 52 penjual tahu di pasar tradisional di kota Mataram. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis bivariat Spearman menunjukkan bahwa p = 0,000 (p <0,05) dan r = 0,710 yang berarti bahwa ada korelasi yang positif (+) kuat. Terdapat 44,23% responden dengan pengetahuan baik, 55,76% responden dengan pengetahuan sedang dan tidak ada responden yang memiliki pengetahuan buruk tentang boraks. Adapun perilaku, 82,69% memiliki perilaku baik, sedangkan 17,31% memiliki perilaku sedang dan tidak ada yang berperilaku buruk. Kesimpulan: Ada korelasi antara pengetahuan dan perilaku penjual tentang penggunaan boraks dalam tahu. Semakin tinggi pengetahuan tentang boraks dan bahayanya ketika digunakan dalam makanan, semakin baik perilaku penjual, untuk tidak menambahkan boraks ke dalam tahu.