cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Analisis Kualitatif Penggunaan Rhodamin B pada Saus Cilok di Pedagang Kaki Lima Se-Kota Mataram. Putri, Yolanda Satriani; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rhodamin B merupakan salah satu pewarna sintetik yang menghasilkan warna merah jika dalam larutan. Penggunaannya dalam makanan telah dilarang oleh Pemerintah. Namun, menurut beberapa penelitian terdahulu pada beberapa makanan, Rhodamin B telah ditemukan positif terdapat pada sejumlah makanan. Salah satu contohnya adalah saus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang (cross sectional). Penelitian ini menggunakan data laboratorium berupa kandungan Rhodamin B pada saus cilok yang dijual oleh pedagang kaki lima seKota Mataram. Sampel saus diambil dengan teknik convience sampling. Teknik yang digunakan untuk uji sampel adalah teknik uji dengan Tes Kit dengan merek Easy Tes Kit. Hasil: Dari 92 sampel saus yang diambil dari pedagang kaki lima se-Kota Mataram dan dilakukan pengujian didapatkan tidak ada sampel yang mengalami perubahan warna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun saus yang dijual oleh pedagang kaki lima mengandung Rhodamin B. Kesimpulan: Secara kualitatif dengan menggunakan tes kit (easy test kit) pada saus cilok yang dijual oleh pedagang kaki lima se-Kota Mataram menunjukkan tidak satu pun saus tersebut mengandung Rhodamin B
Korelasi antara Status Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Anak Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Kurnia Dewanti, Ida Ayu Diah Pramita; Lestarini, Ima Arum; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi dan anemia masih menjadi masalah kesehatan yang serius dan yang sering mengalami masalah ini adalah anak usia sekolah dasar. WHO pada tahun 2011 memperkirakan sekitar 43% dari anak-anak di seluruh dunia menderita anemia, dan di Indonesia kecenderungan prevalensi anak gizi buruk dan gizi kurang mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status gizi dengan kadar hemoglobin anak. Metode: Dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian dipilih berdasarkan consecutive sampling dan diperoleh sebanyak 67 anak Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur kelas 3 s/d 6 Kecamatan Sekotong, Lombok Barat tahun ajaran 2016 – 2017. Kadar hemoglobin diukur dengan alat Point of Care Testing Hemoglobin, tinggi badan diukur dengan microtoise, dan berat badan diukur dengan timbangan injak. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,7% anak berstatus gizi normal, 25,4% kurus, 10,4% sangat kurus, dan 1,5% gemuk. Berdasarkan kategori kadar hemoglobin anak diperoleh 16,4% menderita anemia ringan, 35,8% anemia sedang, dan tidak ada yang menderita anemia berat. Hasil uji korelasi Spearman pada anak yang berstatus gizi kurang diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,428 (p=0,033). Kesimpulan: Terdapat korelasi antara status gizi dan kadar hemoglobin pada anak sekolah dasar kelas 3 s/d 6 Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur Kecamatan Sekotong Lombok Barat tahun ajaran 2016 – 2017 dengan status gizi kurang.
Hubungan antara Kadar Hemoglobin dengan Tingkat Kecerdasan Intelegensi Anak Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Laraswati, Ni Komang Putri; Lestarini, Ima Arum; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya kadar hemoglobin atau anemia telah menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Keadaan anemia pada siswa sekolah dasar dapat mempengaruhi intelegensi, perkembangan kognitif, perilaku, dan prestasi akademik anak. Kecerdasan intelektual yang tidak menetap pada usia tertentu dapat berubah karena faktor genetik, gizi, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan kecerdasan intelegensi anak Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross sectional ini dilakukan pada populasi siswa kelas 3 s/d 6 Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur, Sekotong, Lombok Barat, tahun ajaran 2016/2017. Penarikan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling terhadap 67 sampel siswa. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Point of Care Testing (POCT) Hemoglobin. Instrumen untuk mengukur kecerdasan intelektual dengan tes intelegensi Colours Progressive Matrices (CPM) yang dipandu oleh psikolog. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian diketahui 35 anak (52,2%) dengan kadar hemoglobin rendah dan 32 anak (47,8%) memiliki kadar hemoglobin normal. Sebanyak 28 anak (41,8%) dengan Intelectually Average, 18 anak (26,9%) dengan Definitely Below The Average In Intellectual Capacity, 11 anak (16,4%) dengan Intelectually Defective, dan 10 anak (14,9%) dengan Definitely Above The Average In Intellectual Capacity. Hasil uji Chi Square diperoleh nilai p = 0,014. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan kecerdasan intelegensi anak Sekolah Dasar Negeri Telaga Lebur Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Kadar Trigliserida dan High Density Lipoprotein pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Dislipidemia Darrashcytha, Putu Pradipta Shiva; Rizki, Mohammad; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh merupakan suatu masalah yang sering terjadi dalam masyarakat. Keadaan abnormal metabolisme lipid di dalam tubuh yang ditandai dengan adanya peningkatan ataupun penurunan fraksi lipid plasma disebut dislipidemia. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu bahan alami dengan kandungan flavonoid yang tinggi dan memiliki potensi untuk mengontrol kadar lipid dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kadar trigliserida dan HDL pada tikus putih yang diinduksi pakan tinggi lemak dan PTU. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post test control group, yang menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus). Analisis data dilakukan dengan uji statistik parametrik, yaitu uji One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil: Uji One-Way Anova menunjukkan tidak didapatkan perbedaan kadar trigliserida yang bermakna (p=0,051) sesudah perlakuan. Uji One-Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan kadar HDL yang bermakna (p=0,000) sesudah perlakuan. Dilanjutkan dengan uji post hoc LSD pada HDL untuk membandingkan kadar HDL pada masing-masing kelompok. Didapatkan hanya kelompok P2 dan P3 yang memiliki pengaruh bermakna terhadap kadar HDL dengan nilai signifikasi sebesar 0,008 dan 0,019. Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) belum memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kadar trigliserida dan memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kadar HDL pada tikus putih yang diinduksi pakan tinggi lemak dengan PTU.
Perbedaan Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol LDL antara Metode Direk dan Indirek dengan Menggunakan Perhitungan Rumus Friedewald pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Rosmala, Ahia Zakira; Asmara, I Gede Yasa; Widiastuti, Ida Ayu Eka
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Metode direk merupakan metode yang akurat dan dapat langsung digunakan untuk pemeriksaan kadar kolesterol LDL. Metode indirek dengan rumus Friedewald merupakan metode yang lebih sering digunakan karena sederhana dan harganya yang lebih murah daripada metode direk. Sering kali dalam suatu penelitian yang menggunakan tikus putih sebagai hewan uji coba, perhitungan rumus Friedewald dilakukan tanpa mengetahui apakah rumus tersebut dapat digunakan atau tidak pada tikus putih. Tujuan: Mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald pada tikus putih (Rattus norvegicus) Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang atau cross sectional. Rancangan penelitian ini adalah penelitian yang pengukuran dan pengamatannya dilakukan secara simultan dalam satu waktu (pada waktu yang bersamaan). Sampel yang digunakan diambil melalui intrakardial. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran dengan metode direk dan rumus Friedewald. Hasil: Nilai rerata dari hasil pengukuran kolesterol LDL dengan menggunakan metode direk adalah 19.08 ± 6.34 mg/dl dan nilai rerata dengan rumus Friedewald adalah 6.19 ± 3.95 mg/dl. Pada pemeriksaan dengan metode direk didapatkan hasil minimal 10,0 mg/dl dan maksimal 40,0 mg/dl. Adapun hasil minimal dengan rumus Friedewald adalah 1,0 mg/dl dan hasil maksimal 14,0 mg/dl. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pengukuran kadar kolesterol LDL antara metode direk dan indirek dengan menggunakan rumus Friedewald pada tikus putih (Rattus norvegicus).
Korelasi antara Kadar Asam Urat Serum dan Probabilitas Stroke Iskemik pada Penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram Cahyadi, Anabel; Harahap, Herpan Syafii; Padauleng, Novrita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah. Probabilitas stroke iskemik dapat diukur dengan menggunakan penilaian skor risiko stroke menurut Framingham. Korelasi antara kadar asam urat serum dengan probabilitas stroke iskemik hingga kini menjadi kontroversi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar asam urat serum, probabilitas stroke iskemik dan hubungan antara kadar asam urat serum dan probabilitas stroke iskemik pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang dan melibatkan 59 orang penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Data yang diperiksa meliputi usia, kadar asam urat serum, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, terapi anti hipertensi, fibrilasi atrium, hipertrofi ventrikel kiri, tekanan darah sistolik dan merokok. Hasil: Hasil uji korelasi yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar asam urat serum dan probabilitas stroke iskemik pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram (p=0,167). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar asam urat serum dan probabilitas stroke iskemik pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram.
EFEKTIVITAS IMUNISASI HEPATITIS B PADA GAMBARAN SEROLOGI HEPTITIS B PADA SISWA BARU SMP DI LEMBAR TAHUN 2016 Aulia, Baiq Nindya; Lestarini, Ima Arum; Wardoyo, E Hagni
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius dan menjadi penyebab utama sirosis hati dan kanker hati di seluruh dunia. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2014) dan Riset Kesehatan Dasar (2013), Indonesia merupakan Negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B dan terbesar kedua di regio Asia Tenggara. Diperkirakan 28 juta orang terinfeksi hepatitis B dan 14 juta di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis, dan dari kronis tersebut 1,4 juta orang berpotensi untuk menderita kanker hati. Pencegahan infeksi VHB pada usia dini, memberikan pengaruh yang besar terhadap angka kejadian infeksi VHB. Sampai saat ini, imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mengontrol infeksi. Efektivitas vaksin menurut Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (2006) dalam mencegah virus hepatitis B adalah 90-95%. Tujuan Umum: Mengetahui efektivitas imunisasi hepatitis B terhadap kejadian hepatitis B pada siswa baru SMP di Lembar Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan kuisioner dan tes darah utuk mendapatkan data. Riwayat imunisasi dan faktor risiko hepatitis didapatkan melalui kuisioner, sementara itu penanda HBsAg didapatkan melalui tes darah imunochromatography. Hasil: Dari 244 responden didapatkan yang sudah melakukan imunisasi hepatitis B dengan hasil HbsAg positif sebanyak 2 orang, responden yang tidak imunisasi dengan hasil HbsAg positif sebanyak 1 orang, sudah melakukan imunisasi hepatitis B dengan hasil HbsAg negatif sebanyak 240 orang, dan responden yang tidak imunisasi dengan hasil HbsAg negatif tidak ada. Kesimpulan: Dari 244 responden didapatkan hasil HbsAg positif sebanyak 4 orang.
Efektifitas Tramadol 100mg Supp dibandingkan dengan Ketoprofen 100mg Supp untuk Mengurangi Nyeri Selama 24 Jam Pasca Operasi Seksio Sesaria dengan Menggunakan Vas Skor di Rumah Sakit Bhayangkara Hadi, Ewaldo Amirullah; Kresnoadi, Erwin; Danianto, Ario
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rasa nyeri yang ditimbulkan pasca operasi seksio sesaria adalah nyeri ringan hingga sedang. Tramadol dan Ketoprofen merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pasca operasi seksio sesaria. Tramadol berkerja dengan menghambat reseptor opioid dan ketoprofen berkerja dengan penghambatan jalur siklooksigenase dari metabolisme asam arakidonat. Tujuan: Penelitian ini membandingkan efektifitas tramadol 100 mg supp dan ketoprofen 100mg supp dalam mengurangi nyeri pasca operasi seksio sesaria. Metode: Metode Penelitian ini observasi klinik karena sampel penelitian diobservasi sampai waktu tertentu untuk melihat efek yang timbul pada sampel penelitian. Total 48 pasien, yang terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok Tramadol 24 pasien dan Kelompok Ketoprofen 24 pasien. Data Disajikan dalam bentuk nilai rerata ± simpang baku, kemudian diuji dengan menggunakan uji Mann Whitney dan Independent t-Test dengan (α = 0,05). Hasil: Penurunan derajat nyeri pada pasien pasca seksio sesaria yang diberi tramadol 100mg supp lebih efektif dibanding dengan ketoprofen 100mg supp, p=0,000 (p,0,05). Kesimpulan: terdapat perbedaan bermakna antara kelompok tramadol dan kelompok ketoprofen dalam menurunkan derajat nyeri, p=0,000 (p,0,05).
Pengaruh Paparan Bising pada Proses Penggilingan terhadap Terjadinya Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pertambangan Emas Skala Kecil di Kecamatan Sekotong. John, Ristania Ellya; Kadriyan, Hamsu; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Paparan bising pada pertambangan emas skala kecil terutama pada proses penggilingan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB). Data dan penelitian mengenai hal ini di Indonesia masih sangat kurang sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh paparan suara bising terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja penggilingan emas skala kecil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada pekerja pertambangan skala kecil berusia 18-60 tahun di Sekotong. Penelitian ini diikuti oleh 90 responden. Pada subjek penelitian dilakukan wawancara untuk pengisian data dan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan garpu tala pada frekuensi 512 dan 2048 Hz. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji korelasi lambda. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan garpu tala pada frekuensi 512 Hz ditemukan 24 pasien (26,7%) mengalami tuli telinga kiri dan 25 pasien (27,8%) mengalami tuli telinga kanan, sedangkan pada hasil pemeriksaan garpu tala pada frekuensi 2048 Hz ditemukan 53 orang (58,9%) mengalami tuli bilateral. Berdasarkan hasil uji chi square dan korelasi lambda diperoleh hasil bahwa pada frekuensi 512 Hz durasi kerja dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja tambang (p = 0,00), namun korelasinya sangat lemah (r = 0,00). Pada frekuensi 2048 Hz, durasi kerja berpengaruh signifikan (p = 0,00) terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja tambang dengan korelasi yang kuat (r = 0,703), tetapi masa kerja tidak berpengaruh signifikan (p = 0,094). Kesimpulan: Paparan bising pada proses penggilingan berpengaruh terhadap terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja pertambangan emas skala kecil di Kecamatan Sekotong.
Hubungan Antara Kadar Kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL) Serum dan Framingham Stroke Rish Score pada Penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Nurhayati, Rohmatul Hajiriah; Harahap, Herpan Syafii; Rizki, Mohammad
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian utama di dunia. Stroke iskemik merupakan subtipe stroke yang paling sering diderita. Pencegahan stroke iskemik dilakukan dengan menilai probabilitas terjadinya stroke iskemik seseorang dengan menggunakan Framingham stroke risk score. Faktor risiko lain untuk stroke iskemik yang perlu diperhatikan adalah penurunan kadar kolesterol HDL serum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek pada penelitian terdiri dari 55 orang. Data karakteristik subjek yang ditunjukkan meliputi kadar kolesterol HDL serum dan berbagai faktor risiko dalam Framingham Stroke Risk Score disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian ini diikuti 55 subjek dengan rerata usia 66,54 ± 7,816 tahun. Subjek dengan kadar kolesterol HDL serum rendah didapatkan sebesar 56,36% dengan proporsi tertinggi terdapat pada perempuan. Rerata tekanan darah sistolik subjek penelitian adalah 143,47 ± 25,54 mmHg. Proporsi subjek dengan penyakit diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, hipertrofi ventrikel kiri, dan fibrilasi atrium tergolong rendah, sehingga rerata probabilitas risiko stroke iskemik yang didapatkan rendah yaitu 10,415%. Berdasarkan analisis Pearson didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score (p>0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar kolesterol HDL serum tidak berkorelasi dengan Framingham stroke risk score.