cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Spons Laut (Clathria sp.) sebagai Anti-Malaria terhadap Diameter Pulpa Putih Lien Mencit yang diinduksi Plasmodium Berghei Salim, Zulkifli; Wardoyo, E Hagni; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan masih memiliki prevalensi tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah semakin meningkatnya resistensi obat antimalaria konvensional seperti klorokuin. Spons Clathria sp. adalah salah satu biota laut yang mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas anti-malaria tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak alkaloid Clathria sp. terhadap diameter pulpa putih lien pada mencit Balb/C yang terinfeksi Plasmodium berghei. Metode: Penelitian eksperimental dengan Post test only controlled group design. Sejumlah 30 ekor mencit jantan galur Balb/C diinfeksi dengan plasmodium berghei secara intraperitoneal. Sampel kemudian diagi menjadi 6 kelompok; 4 kelompok diberi ekstrak alkaloid Clathria sp. dengan dosis masing-masing 50, 100, 150, 200mg/kgBB, 2 kelompok lainnya diberikan akuades 5ml (K-) dan klorokuin 5mg/kgBB selama 7 hari. Pada hari ketujuh mencit diterminasi, dilanjutkan dengan pembuatan preparat histopatologi dan dilakukan pengamatan terhadap diameter pulpa putih organ lien. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis atau uji yang setara, kemudian dilanjutkan dengan uji Post-Hoc mann-Whitney U. Hasil: Hasil analisa statistik gambaran histopatologi organ lien menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif dengan nilai signifikansi sebesar p=0,04 (P1), p=0,04 (P2), p=0,025 (P3), p=0,025 (P4) (p<0,05) pada diameter pulpa putih, serta tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol positif dengan nilai p =1,0 (P1), p=1,0 (P2), p=1,0 (P3), p=1,0 (P4) (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak Spons laut Clathria sp. berpengaruh terhadap diameter pulpa putih lien mencit Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei
Efek Pemberian Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa Linn) terhadap Kadar ALP Dan GGT pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang diinduksi CCl4 (Karbon Tetraklorida) Suaranta, I Gede; Rizki, Muhammad; Padauleng, Novrita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Obat-obatan penginduksi kerusakan hati sering digunakan di Indonesia, bahkan 35,32% obat ini diberikan pada pasien gangguan hati. Annona squamosa Linn (srikaya) sebelumnya dilaporkan memiliki efek hepatoprotektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak daun A. squamosa terhadap kadar ALP dan GGT serum pada tikus yang diinduksi CCL4. Metode: Dua puluh tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (injeksi minyak zaitun, intraperitoneal), kelompok kontrol positif (injeksi CCl4 dalam minyak zaitun, intraperitoneal), kelompok dosis 1 dan dosis 2 (induksi CCl4 dan diberikan ekstrak daun A. squamosa 300 dan 350 mg/kgBB). Kerusakan hati diinduksi dengan injeksi CCl4 10% dalam minyak zaitun serial selama 5 minggu, diikuti 4 minggu pemberian ekstrak daun A. squamosa (300 dan 350 mg/kgBB) sekali sehari, sejak minggu ke-5. Sampel darah intrakardiak diambil pada akhir minggu ke-8. Perbedaan rerata kadar ALP antarkelompok dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, sementara kadar GGT dengan uji Anova dan post hoc LSD. Hasil: Rerata kadar ALP serum tertinggi pada kelompok kontrol positif yaitu 265,80 ± 65,48 IU/L, kelompok kontrol negatif: 247,20 ± 85,95 IU/L, 226,00 ± 37,50 IU/L, dosis 1 dan dosis 2: 223,00 ± 30,72 IU/L. Rerata kadar GGT serum tertinggi adalah kelompok kontrol negatif sebesar 4,06 ± 0,61 IU/L, kelompok kontrol positif: 3,86 ± 0,34 IU/L, 2,40 ± 1,01 IU/L, dosis 1 dan dosis 2: 1,60 ± 1,07 IU/L Simpulan: Pemberian ekstrak daun A. Squamosal L. berpengaruh signifikan terhadap kadar GGT serum tikus yang diinduksi CCl4, namun tidak signifikan terhadap kadar ALP.
Hubungan antara Kecacingan dengan Status Gizi pada Murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Afifi, Farhani; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi kecacingan merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan nutrisi yang akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kecacingan dengan status gizi pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif, dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah murid PAUD di kecamatan Kuripan usia 2-6 tahun yang diambil fesesnya untuk diperiksa kecacingan dan penilaian status gizi dengan indikator IMT/U. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecacingan dengan status gizi adalah uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 102 responden, prevalensi kecacingan sebesar 20,6%. Jenis cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Hymenolepis nana sekitar 9.8%, Enterobius vermicularis sebesar 6.9%, dan diikuti dengan infeksi Trichuris trichuria sebesar 4.9%. Dari status gizi diperoleh responden dengan status gizi yang tergolong sangat kurus sejumlah 0.98%. Gizi kurang 4.90%, normal 90.2% dan gemuk 3.92%, namun tidak terdapat responden yang memiliki status gizi dalam kategori obesitas. Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi berdasarkan indikator IMT/U (p = 0158).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi berdasarkan indikator IMT/U. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu kurangnya higiene individu, sanitasi lingkungan, tingkat pengetahuan orang tua dan demografi individu.
Analisis Deskriptif Faktor-faktor Potensial Penyebab Stres Orang Tua yang Anaknya Dirawat Inap di Rumah Sakit Sari, Putu Dian Puspita; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Pujiarohman, Pujiarohman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Berbagai faktor berpotensi menjadi penyebab stres pada orang tua, salah satunya ketika anak dirawat inap di rumah sakit. Hal-hal yang bersifat emosi maupun sosial menjadi penyebabnya. Faktor penyebab stres orang tua saat anak dirawat inap antara lain, pelayanan rumah sakit, kenyamanan, besar penghasilan, dan dukungan keluarga. Stres yang terjadi pada orang tua, dikhawatirkan akan memiliki dampak yang buruk terhadap kondisi anak selama masa perawatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai faktor-faktor potensial penyebab stres orang tua selama anak dirawat inap di rumah sakit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah seluruh orang tua yang anaknya dirawat inap di RSUD Provinsi NTB, RSU Kota, dan RS Bhayangkara yang berjumlah 60 orang. Data penelitian yang diambil merupakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang terdiri dari 4 faktor yang potensial menjadi penyebab stres, yaitu pelayanan rumah sakit, kenyamanan, besar penghasilan, dan dukungan keluarga. Hasil: Dari analisis deskriptif, diperoleh hasil 51,6% responden menyatakan bahwa dari segi pelayanan rumah sakit sudah cukup baik, dari segi kenyamanan didapatkan hasil 58,3% responden sudah cukup nyaman, dan dari faktor dukungan keluarga didapatkan 58,3% responden menyatakan sudah baik. Pada besar penghasilan, 56,7% responden mampu membiayai rumah sakit. Simpulan: Dari 4 faktor yang dianalisis diketahui bahwa dukungan keluarga merupakan hal yang paling baik dirasakan oleh responden, selama anak dirawat inap di rumah sakit. Kata kunci:
Perbandingan Hasil Point of Care Testing (POCT) Glukosa dengan Chemistry Analyzer Enmayasari, Desri; Rizki, Mohammad; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Point of Care Testing (POCT) glukosa merupakan salah satu alat yang digunakan untuk pemeriksaan kadar glukosa darah yang mudah, otomatis dan praktis. Seiring dengan meningkatnya kasus diabetes melitus, penggunaaan POCT glukosa sebagai alat pengukur glukosa darah juga semakin meningkat. Pada laboratorium klinik, alat pemeriksaan glukosa darah yang telah terstandarisasi adalah chemistry analyzer. Perbedaan metode pengukuran POCT dengan chemistry analyzer mengakibatkan adanya kemungkinan perbedaan hasil pengukuran glukosa pada sampel yang sama dengan kedua alat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang atau cross sectional. Rancangan penelitian ini adalah penelitian yang pengukuran dan pengamatannya dilakukan secara simultan dalam satu waktu (pada waktu yang bersamaan). Sampel darah yang digunakan adalah darah vena baik untuk pemeriksaan dengan POCT maupun chemistry analyzer. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran dengan POCT dan chemistry analyzer. Hasil: Nilai tengah dari hasil pengukuran glukosa darah dengan menggunakan POCT adalah 133,0 mg/dl dengan interquartile range 44 dan nilai tengah dengan menggunakan chemistry analyzer adalah 106,5 mg/dl dengan interquartile range 31. Pada pemeriksaan dengan POCT didapatkan hasil minimal 70,0 mg/dl dan maksimal 202,0 mg/dl. Adapun hasil minimal dengan chemistry analyzer adalah 74,0 mg/dl dan hasil maksimal 165,0 mg/dl. Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan POCT dan chemistry analyzer (p<0.001 ; uji Wilcoxon) Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan POCT dan chemistry analyzer.
Analisis Kualitatif Penggunaan Boraks pada Bakso Cilok di Pedagang Kaki Lima Kota Mataram Muharrom, Siti Nurul; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Salah satu upaya untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang tinggi maka faktor yang harus diperhatikan yaitu bahan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat harus terjaga dari bahan-bahan yang tidak sesuai dengan syarat yang berlaku salah satunya adalah Boraks. Tujuan : Mengetahui sumber pembuatan cilok yang di jual di pedagang kaki lima Kota Mataram, mengetahui tentang cilok dan ciri-ciri cilok yang menggunakan bahan tambahan boraks, mendapatkan informasi serta pengetahuan akan bahayanya boraks bagi kesehatan masyarakat. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang merupakan metode yang menjelaskan tentang suatu variabel yang akan diteliti dan menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dari hasil pemeriksaan laboratorium. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan Tes Kit (easy test kit). Sampel diambil dengan cara convenience sampling pada bakso cilok yang dicurigai mengandung boraks yang dijual oleh pedagang kaki lima Kota Mataram. Hasil : dari 76 sampel bakso cilok yang dilakukan pengujian tidak didapatkan perubahan warna pada kertas uji menjadi warna merah bata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya boraks pada bakso cilok yang dijual oleh pedagang kaki lima Kota Mataram. Kesimpulan : penggunaan metode Tes Kit (easy test kit) pada bakso cilok didapatkan hasil negatif mengandung boraks pada 76 sampel yang diteliti.
Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Gunawan, Artika Indriani; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi kecacingan merupakan masalah kesehatan di Indonesia khususnya pada anak sekolah dasar. Infeksi cacing menyebabkan anak kekurangan gizi, anemia, menurunnya imunitas tubuh, menghambat pertumbuhan dan kecerdasan sehingga anak merasa lemah, pusing, cepat lelah, malas belajar, konsentrasi menurun, dan berdampak negatif terhadap prestasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian kecacingan dengan prestasi belajar pada siswa SD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Metode : Penelititan ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara pengambilan feses pada 115 siswa dan nilai rapor semester 1 dan 2 sebagai indikator prestasi belajar. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel adalah uji Chi Square Hasil : Prevalensi infeksi kecacingan pada siswa SD di Kuripan adalah 26,2 % dengan spesies cacing terbanyak adalah Trichuris trichiura (20,6 %) dan Enterobius vermicularis (2,8 %). Siswa yang terinfeksi cacing, 27,1 % dengan prestasi belajar menurun, 18,2 % dengan prestasi belajar meningkat, dan 40 % dengan prestasi tetap. Berdasarkan uji Chi Square, didapatkan nilai p = 0,272 Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan prestasi belajar siswa SD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat
Analisis Kualitatif penggunaan Formalin pada Tahu di Pasar Tradisional Kabupaten Lombobok Barat Rohmayana, Sri; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Formalin adalah salah satu zat berbahaya yang dilarang penggunaannya pada makanan karena dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan menjadi senyawa karsinogen. Saat ini masih banyak penjual makanan yang menggunakan formalin sebagai zat pengawet; tahu merupakan salah satu makanan yang sering mengandung formalin. Tahu merupakan jenis makanan yang mengandung nilai protein tinggi dengan harga relatif murah, tetapi tidak dapat bertahan lama sehingga sering ditambahkan formalin untuk menjaga tahu bertahan lama. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang persentase jumlah tahu yang menggunakan formalin di pasar tradisional Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei-deskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Jumlahsampel yang diteliti sebanyak 95. Uji kualitatif kandungan formalin pada tahu menggunakan tes kit formalin dengan metode rapid test kit. Analisis data menggunakananalisis univariat dalam bentuk tabel atau grafik kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil uji kualitatif formalin pada tahu menggunakan tes kit formalin pada 95 sampel tahu adalah negatif, tidak ada tahu yang mengandung formalin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis kualitatif yang dilakukan pada penelitian ini didapatkan tidak ada sampel tahu yang positif mengandung formalin.
Analisis Kualitatif Penggunaan Formalin pada Ikan di Pasar Tradisional Kabupaten Lombok Barat Auliya, Rosmeiti Emma; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penggunaan bahan tambahan makanan telah diatur oleh pemerintah, akan tetapi penyalahgunaan bahan tambahan makanan masih sering terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia. Salah satu contoh bahan tambahan makanan yang disalahgunakan yaitu formalin yang digunakan sebagai tambahan pada pembuatan ikan asin. Tujuan: Mengetahui seberapa besar persentase penggunaan formalin pada ikan asin yang terdapat di pasar tradisional Kabupaten Lombok Barat. Metode: Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Uji kualitatif kandungan formalin menggunakan Tes Kit Formalin dengan merek Easy Test. Hasil: Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 80 ditemukan 19 sampel mengandung formalin dan 61 terbebas dari formalin. Selain itu, apa bila dilakukan perbandingan gradasiwarna yang diperoleh ungu samar-samar sebesar 13 sampel, ungu pekat 1 sampel dan ungu sangat pekat sebanyak 5 sampel. Kesimpulan: Penggunaan formalin pada ikan asin yang dijual masih ditemukan di pasar tradisional Kabupaten Lombok Barat dengan persentase sebesar 23,75% dan pedagangyang tidak menjual ikan asin yang mengandung formalin sebesar 76,25%.
Analisis Kualitatif Penggunaan Rhodamin B pada Terasi di Pasar Tradisional Kabupaten Lombok Barat Rendraswara, Wanda; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rhodamin B yang digunakan sebagai pewarna pada makanan masih sering ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu contoh makanan yang sering dijadikan sasaran penyalahgunaan ini adalah Terasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Identifikasi kualitatif kandungan Rhodamin B pada terasi menggunakan Tes Kit Rhodamin B dengan metode rapid test kit. Hasil: Dari total 84 sampel terasi yang diambil di pasar-pasar tradisional Kabupaten Lombok Barat, tidak ditemukan adanya sampel yang positif mengandung Rhodamin B. Kesimpulan: Dari hasil uji kualitatif kandungan Rhodamin B pada terasi, semua sampel dinyatakan negatif karena tidak ditemukan adanya perubahan warna pada cairan uji setelahdireaksikan.