cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Biokompatibilitas Material Titanium Implan Gigi Fitriani, Cut Yulian; Wibawa, Awaludin
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/10.18196/di.8208

Abstract

Titanium merupakan bahan material yang sudah umum digunakan dalam kedokteran gigi, contohnya sebagai kawat dan implan gigi. Implan gigi sudah banyak digunakan tidak hanya untuk kebutuhan penggantian gigi yang hilang, akan tetapi juga banyak digunakan untuk mendukung rekonstruksi kraniofasial dan untuk kebutuhan perawatan ortodonsi. Pemilihan bahan dasar titanium diyakini karena memiliki sifat biokompatibilitas yang baik. Beberapa studi menunjukkan bahwa ketika titanium ditanamkan dalam tulang, jaringan sekitar akan bereaksi terhadap titanium pada tahap awal, dan kekuatan ikatan tulangnya besar. Pemasangan implan gigi berbahan dasar titanium mengaktivasi sistem imun yang menimbulkan reaksi antara host dan bahan biomaterial. Pada proses osseointegrasi terjadi identifikasi dari badan asing titanium oleh sistem imun dan berkembangnya lingkungan yang mendukung proses pembentukan tulang. Hingga saat ini titanium dipercaya masih efektif digunakan sebagai bahan dasar implan gigi.
Hubungan Status Karies Gigi dengan Oral Health Related Quality Of Life pada Mahasiswa Utami, Sri; Prasepti, Dayu Irma
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8207

Abstract

Berdasarkan data WHO 2012, di seluruh dunia 60-90% anak-anak sekolah dan 96% orang dewasa memiliki karies gigi yang sering menimbulkan rasa sakit serta dapat mempengaruhi kualitas hidup, dengan prevalensi dan keparahannya yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status karies gigi dengan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut (Oral Health Related Quality of Life) pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 responden yang diambil menggunakan teknik multistage random sampling. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta berusia 20-21 tahun. Status karies gigi diukur menggunakan indeks DMF-T (WHO) sedangkan dampak kualitas hidup diukur menggunakan OHIP-14 (WHO). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil uji Spearman’s menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan Quality of Life (r=0,2, p=0,04). Mean DMF-T 5,5 (tinggi) dan status OHIP-14 sebesar  59 % (buruk). Hal tersebut menunjukkan bahwa status karies gigi mahasiswa adalah tinggi dan kualitas hidup terkait status karies tersebut adalah buruk. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut pada mahasiswa, semakin tinggi karies gigi maka akan semakin buruk kualitas hidupnya. 
Penatalaksanaan Perforasi Korona pada Pulpektomi Gigi Decidui Murika Sari, Nendika Dyah Ayu; Christiono, Sandy
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8209

Abstract

Perforasi iatrogenik merupakan salah satu resiko yang sering terjadi dalam perawatan endodontik yang disebabkan oleh kesalahan operator. Perforasi dapat terjadi pada apeks, lateral atau korona. Perawatan untuk perforasi dapat dilakukan dengan bedah atau non bedah. Prognosis dari perforasi endodonti dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah waktu terjadinya perforasi, lokasi perforasi dan besarnya perforasi. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan perawatan perforasi korona pada pulpektomi gigi decidui. Kasus seorang anak laki-laki usia 6 tahun datang bersama ibunya dengan keluhan gigi bawah belakang kanan sering sakit tiba-tiba sejak tiga bulan yang lalu. Diagnosis pada gigi molar pertama kanan rahang bawah adalah karies profunda kelas I dengan pulpitis irreversible. Perawatan yang dilakukan adalah pulpektomi. Dalam proses perawatan terjadi perforasi korona di mesial yang disebabkan oleh trauma bur preparasi saat dilakukan pembukaan atap pulpa. Perawatan pulpektomi tetap dilanjutkan dengan menutup daerah perforasi dengan zinc phosphat cement dan diakhiri dengan tumpatan tetap stainless steel crown (SSC). Kesimpulan dari laporan kasus ini yaitu perawatan perforasi korona dengan non bedah pada pulpektomi gigi decidui mempunyai prognosis yang baik. Perawatan dilakukan dengan bahan tumpatan yang memiliki ketahanan terhadap saliva dan tidak mengiritasi pulpa ataupun gingiva. 
Formularium Tata Laksana Preventif dan Promotif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Astuti, Novitasari Ratna; Kusumastiwi, Pipiet Okti; Dewanto, Iwan; Salecha, Adike Dica; Agustiyana, Karlina
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8205

Abstract

Tahun 2018, 57,6% penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut. Fakta ini menunjukkan perlunya upaya preventif dan promotif untuk menurunkan angka tersebut. Penelitian ini bertujuan membuat formularium tata laksana preventif dan promotif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (RSGM UMY), menilai komunikasi terapeutik mahasiswa profesi, dan mengetahui efektivitas formularium tata laksana preventif dan promotif. Jenis penelitian ini adalah mixed method, jenis quasi eksperimental dengan rancangan pre-test post-test with control group dengan 140 responden yang dipilih dengan metode consecutive. Pengukuran skor plak dengan metode Loe dan Silness. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya standar formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif, keterampilan komunikasi mahasiswa profesi terhadap pasien adalah baik (74%), serta terdapat perbedaan indeks plak dengan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya standar formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif, keterampilan komunikasi mahasiswa profesi Dokter Gigi terhadap pasien di RSGM UMY adalah baik dan terdapat perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah diberikan formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif pada pasien perawatan scaling.
Efektivitas Inkorporasi Platelet Rich Plasma pada Perancah Hidrogel CaCO3 Sih Mahanani, Erlina; Khusnatunnisa, Khusnatunnisa; Mutmainnah, Mutiah
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8206

Abstract

Keberhasilan rekayasa jaringan ditentukan oleh tiga komponen yaitu perancah sebagai lingkungan mikro, sel, dan molekul signal. Platelet rich plasma (PRP) merupakan salah satu sumber molekul signal karena mengandung banyak faktor pertumbuhan. Molekul signal harus berada bersama dengan perancah dan dapat dilepaskan secara bertahap seiring dengan proses degradasi perancah. Banyaknya PRP yang dapat diinkorporasikan ke dalam perancah merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan rekayasa jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah inkorporasi PRP dalam perancah hidrogel gelatin dan CaCO3dalam berbagai konsentrasi. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan lima macam perancah hidrogel CaCO3 dengan konsentrasi gelatin CaCO3 yang berbeda yaitu, 3:7, 6:4 dan perancah hidrogel tanpa CaCO3 (10:0). Setiap perancah diinkorporasikan dengan 30µl PRP selama 10 menit.  Pengamatan PRP yang terinkorporasi dalam perancah menggunakan mikroskop cahaya yang dibagi dalam lima lapang pandang. Data yang diperoleh dianalis menggunakan ANOVA satu jalur dengan p 0,05. Hasil menunjukkan bahwa rerata PRP yang terinkorporasi ke dalam perancah adalah 3:7 sebanyak 8.257,5; konsentrasi 6:4 sebanyak 4.792,2;  dan konsentrasi 10:0 sebanyak 2.557. Kesimpulan penelitian ini adalah perancah dengan perbandingan gelatin dan CaCO3 3:7 menghasilkan inkorporasi terbesar dibandingkan konsentrasi lainnya.
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans Penyebab Gingivitis Sutiyono, Triagus Nursasongko; Anwar, Risyandi; Aprillia, Zita
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8204

Abstract

Gingivitis merupakan tahap pertama dalam perkembangan penyakit periodontal, yang disebabkan oleh plak gigi. Bakteri yang ditemukan dalam plak tersebut adalah Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa). Perawatan gingivitis dapat dilakukan dengan berkumur larutan chlorhexidine 0,2. Bawang putih (Allium sativum) mengandung senyawa allicin yang memiliki efek antibakteri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Aa sebagai penyebab gingivitis. Penelitian true eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian “post-test only control group design”. Pengujian kemampuan antibakteri ekstrak bawang putih dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan chlorhexidine 0,2% sebagai kontrol positif. Pengulangan dilakukan 6 kali setiap konsentrasi dilanjutkan pengamatan zona hambat bakteri. Hasil Penelitian menunjukkan nilai rerata zona hambat ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Aa dengan konsentrasi 50% sebesar 11,50 mm, konsentrasi 25% sebesar 8,17 mm, dan kontrol positif sebesar 7,22 mm namun konsentrasi 12,5% tidak menghambat pertumbuhan bakteri Aa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 50% merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aa.
Penatalaksanaan Perforasi Korona pada Pulpektomi Gigi Decidui Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Sandy Christiono
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8209

Abstract

Perforasi iatrogenik merupakan salah satu resiko yang sering terjadi dalam perawatan endodontik yang disebabkan oleh kesalahan operator. Perforasi dapat terjadi pada apeks, lateral atau korona. Perawatan untuk perforasi dapat dilakukan dengan bedah atau non bedah. Prognosis dari perforasi endodonti dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah waktu terjadinya perforasi, lokasi perforasi dan besarnya perforasi. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan perawatan perforasi korona pada pulpektomi gigi decidui. Kasus seorang anak laki-laki usia 6 tahun datang bersama ibunya dengan keluhan gigi bawah belakang kanan sering sakit tiba-tiba sejak tiga bulan yang lalu. Diagnosis pada gigi molar pertama kanan rahang bawah adalah karies profunda kelas I dengan pulpitis irreversible. Perawatan yang dilakukan adalah pulpektomi. Dalam proses perawatan terjadi perforasi korona di mesial yang disebabkan oleh trauma bur preparasi saat dilakukan pembukaan atap pulpa. Perawatan pulpektomi tetap dilanjutkan dengan menutup daerah perforasi dengan zinc phosphat cement dan diakhiri dengan tumpatan tetap stainless steel crown (SSC). Kesimpulan dari laporan kasus ini yaitu perawatan perforasi korona dengan non bedah pada pulpektomi gigi decidui mempunyai prognosis yang baik. Perawatan dilakukan dengan bahan tumpatan yang memiliki ketahanan terhadap saliva dan tidak mengiritasi pulpa ataupun gingiva. 
Formularium Tata Laksana Preventif dan Promotif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Novitasari Ratna Astuti; Pipiet Okti Kusumastiwi; Iwan Dewanto; Adike Dica Salecha; Karlina Agustiyana
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8205

Abstract

Tahun 2018, 57,6% penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut. Fakta ini menunjukkan perlunya upaya preventif dan promotif untuk menurunkan angka tersebut. Penelitian ini bertujuan membuat formularium tata laksana preventif dan promotif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (RSGM UMY), menilai komunikasi terapeutik mahasiswa profesi, dan mengetahui efektivitas formularium tata laksana preventif dan promotif. Jenis penelitian ini adalah mixed method, jenis quasi eksperimental dengan rancangan pre-test post-test with control group dengan 140 responden yang dipilih dengan metode consecutive. Pengukuran skor plak dengan metode Loe dan Silness. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya standar formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif, keterampilan komunikasi mahasiswa profesi terhadap pasien adalah baik (74%), serta terdapat perbedaan indeks plak dengan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya standar formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif, keterampilan komunikasi mahasiswa profesi Dokter Gigi terhadap pasien di RSGM UMY adalah baik dan terdapat perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah diberikan formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif pada pasien perawatan scaling.
Hubungan Status Karies Gigi dengan Oral Health Related Quality Of Life pada Mahasiswa Sri Utami; Dayu Irma Prasepti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8207

Abstract

Berdasarkan data WHO 2012, di seluruh dunia 60-90% anak-anak sekolah dan 96% orang dewasa memiliki karies gigi yang sering menimbulkan rasa sakit serta dapat mempengaruhi kualitas hidup, dengan prevalensi dan keparahannya yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status karies gigi dengan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut (Oral Health Related Quality of Life) pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 responden yang diambil menggunakan teknik multistage random sampling. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta berusia 20-21 tahun. Status karies gigi diukur menggunakan indeks DMF-T (WHO) sedangkan dampak kualitas hidup diukur menggunakan OHIP-14 (WHO). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil uji Spearman’s menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan Quality of Life (r=0,2, p=0,04). Mean DMF-T 5,5 (tinggi) dan status OHIP-14 sebesar  59 % (buruk). Hal tersebut menunjukkan bahwa status karies gigi mahasiswa adalah tinggi dan kualitas hidup terkait status karies tersebut adalah buruk. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut pada mahasiswa, semakin tinggi karies gigi maka akan semakin buruk kualitas hidupnya. 
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans Penyebab Gingivitis Sutiyono, Triagus Nursasongko; Anwar, Risyandi; Aprillia, Zita
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8204

Abstract

Gingivitis merupakan tahap pertama dalam perkembangan penyakit periodontal, yang disebabkan oleh plak gigi. Bakteri yang ditemukan dalam plak tersebut adalah Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa). Perawatan gingivitis dapat dilakukan dengan berkumur larutan chlorhexidine 0,2. Bawang putih (Allium sativum) mengandung senyawa allicin yang memiliki efek antibakteri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Aa sebagai penyebab gingivitis. Penelitian true eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian “post-test only control group design”. Pengujian kemampuan antibakteri ekstrak bawang putih dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan chlorhexidine 0,2% sebagai kontrol positif. Pengulangan dilakukan 6 kali setiap konsentrasi dilanjutkan pengamatan zona hambat bakteri. Hasil Penelitian menunjukkan nilai rerata zona hambat ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Aa dengan konsentrasi 50% sebesar 11,50 mm, konsentrasi 25% sebesar 8,17 mm, dan kontrol positif sebesar 7,22 mm namun konsentrasi 12,5% tidak menghambat pertumbuhan bakteri Aa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 50% merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10