cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 12 Documents clear
Perbandingan Kayu Manis dan Kopi Putih terhadap Perubahan Warna Resin Akrilik Polimerisasi Dingin Pintadi, Hastoro; Putri, Tika Kartika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9216

Abstract

Resin akrilik merupakan resin yang memiliki kejernihan luar biasa, warna dan sifat optik tetap stabil dibawah kondisi mulut normal dan secara klinis juga cukup stabil terhadap panas. Kayu manis dan kopi putih merupakan bahan minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin akrilik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kayu manis dan kopi putih terhadap perubahan warna resin akrilik polimerisasi dingin. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan rancangan postest control group design. Subyek yang digunakan adalah lempeng resin akrilik polimerisasi dingin berbentuk bulat dengan diameter 26 mm dan tebal 2 mm (ISO 1567) yang direndam dalam kayu manis dan kopi putih untuk mengevaluasi bahan yang paling banyak merubah warna resin akrilik dalam 2,5 hari. Uji perubahan warna dengan spektrofotometer, uji analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil uji statistika didapatkan pengaruh yang signifikan dengan nilai kromatisitas perubahan warna tertinggi pada perendaman kayu manis yaitu dengan rerata 7,93368 sedangkan paling rendah pada perendaman kopi putih yaitu 5,15632. Kesimpulan pada penelitian ini adalah perubahan warna resin akrilik polimerisasi dingin pada kayu manis lebih tinggi dibandingkan pada kopi putih.
Efek Gel Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Limfosit Jaringan Gingiva Tikus Periodontitis Ermawati, Tantin; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Nurul Iffah, Astrid Ganadya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9217

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan infeksi bakteri salah satunya P. gingivalis. Produk bakteri berupa lipopolisakarida (LPS) mampu meningkatkan sekresi sitokin proinflamatori sehingga terjadi peningkatan jumlah sel makrofag dan limfosit. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan periodontal yang lebih lanjut. Biji kopi robusta memiliki kandungan polifenol, alkaloid dan saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta terhadap jumlah sel makrofag dan limfosit pada gingiva model tikus periodontitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah the post test only control group design. Dua puluh ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok yakni kelompok normal, periodontitis, periodontitis yang diterapi gel aloclair, kelompok periodontitis yang diterapi 0,025 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta, dan kelompok periodontitis yang diterapi 0,05 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta selama 7 hari perlakuan. Tikus didekapitasi dan dilakukan pengecatan HE untuk melihat jumlah sel makrofag dan limfosit. Hasil menunjukkan pemberian gel ekstrak kopi robusta dapat menurunkan jumlah sel makrofag dan limfosit sama dengan aloclair pada model tikus periodontitis yang diinduksi P. gingivalis. Gel ekstrak biji kopi 0,05 g/mL lebih efektif menurunkan limfosit dibandingkan 0,025 g/mL.
Manajemen One Visite Restorasi Estetik pada Kasus Rudimenter Gigi Anterior Setyawati, Any
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9219

Abstract

Rudimenter merupakan kelainan bentuk gigi yaitu gigi kecil meruncing dan berukuran lebih kecil dari normal, biasanya terjadi pada gigi anterior. Hal ini sangat mengganggu penampilan pasien. Perawatan biasanya dilakukan indirect restoration dengan pemasangan mahkota dan multi visite sehingga membutuhkan waktu perawatan yang lama. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan penatalaksanaan gigi rudimenter dengan one visite esthethic direct restoration. Wanita usia 24 tahun memiliki keluhan penampilan terganggu karena gigi 12 dan 22 mengalami rudimenter. Ingin segera dirawat dengan satu kali kunjungan. Penatalaksanaan dilakukan dengan menganalis  lebar mesiodistal gigi 12 dan 22 serta lebar mesiodistal ruang yang tersedia. Pencocokan warna dengan shade guide. Preparasi menggunakan bur torpedo untuk retensi dan resistensi. Langkah selanjutnya dilakukan pemasangan Polytetraflouroethylene (PTFE), pengaplikasian bonding, penyinaran Light Emitting Diode (LED) selama 20 detik. Pengaplikasian resin komposit warna A2 dan penyinaran LED selama 40 detik. Hasil terlihat anomali rudimenter gigi 12 dan 22 terkoreksi, tampak bentuk anatomi gigi 22 dan 21 kembali normal. Hasil observasi menunjukkan tidak ada keluhan sakit, tampak sewarna gigi, kerapatan tepi baik, countour, embrassure dan kontak area sesuai anatomi gigi, serta gingiva tampak normal dan gigi berfungsi dengan baik. Kesimpulan pada laporan kasus ini adalah gigi rudimenter berhasil dirawat dengan one visite esthethic direct restoration. Pasien sangat puas dengan hasil perawatan. 
Odontektomi Impaksi Kaninus Maksila Bilateral Palatal dengan Anastesi Lokal Saleh, Edwyn
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9220

Abstract

Impaksi gigi kaninus maksila yang terletak disebelah palatal umumnya tidak memberikan gejala sakit seperti gigi impaksi yang lain. Pengambilan gigi kaninus maksila yang mengalami impaksi pada dasarnya mengikuti prinsip pengambilan gigi impaksi secara umum, dengan penekanan pada pemeriksaan letak posisi gigi pada rontgen foto. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengeluarkan gigi kaninus yang impaksi, kondisi tersebut menjadi faktor predisposisi terjadinya kista dentigerous. Anak perempuan usia 15 tahun mengeluhkan adanya benjolan pada maksila bilateral sebelah palatal. Benjolan tersebut dirasakan muncul sejak satu tahun yang lalu tanpa disertai rasa sakit. Pemeriksaan radiografis menunjukkan impaksi gigi kaninus dan tumbuh miring ke arah mesial. Odontektomi dilakukan secara intraoral dengan anastesi lokal. Tindakan odontektomi berhasil dilakukan tanpa komplikasi. Pengambilan gigi impaksi bilateral kanan dan kiri sangat jarang dilakukan, namun pada laporan ini dilakukan secara bersamaan karena posisi kedua gigi kaninus dalam satu regio anterior yang berdekatan dan mengarah ke mesial atau median line. Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan pada kasus impaksi untuk menghindari trauma operasi pada pasien anak.
Hubungan Kesiapan dan Gaya Belajar dengan Tingkat Kelulusan Ujian Multiple Choice Question (MCQ) Kurniasih, Indri; Azzahraa, Dinni Alifa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9218

Abstract

Masa transisi terjadi pada mahasiswa baru yang mengalami proses adaptasi dengan lingkungan kampusnya. Selama penyesuaian diri mahasiswa terkadang mengalami masalah psikologis dengan perubahan metode belajar, karena mahasiswa masih cenderung menerapkan cara belajar ketika belajar di sekolah menengah atas. Setiap mahasiswa memiliki kesiapan belajar (Self Directed Learning Readiness/SDLRS) dan gaya belajar (learning styles) yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Multiple Choice Questions (MCQ) merupakan salah satu penilaian hasil belajar dengan tingkat objektivitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 82 mahasiswa dipilih secara stratified random sampling. Kuesioner SDLRS dan Visual, Auditory, Read-White, Kinaesthetic (VARK) digunakan untuk mendapatkan data primer tentang kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa. Data Sekunder yang digunakan adalah jumlah kelulusan ujian MCQ pada blok 1 sampai 6.Analisis uji Somers’d menunjukkan nilai p = 0,237 (p 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Hasil analisis uji Lambda menunjukkan nilai p = 0,178 (p 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Gaya belajar mahasiswa didominasi oleh gaya belajar kinestetik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwakesiapan belajardan gaya belajar mahasiswa tidak berhubungan dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.
Pengaruh Lama Penyinaran dan Ketebalan Resin Komposit Bulk Fill Terhadap Kebocoran Mikro Sofiani, Erma; Rovi, Fineza
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9221

Abstract

Restorasi gigi bertujuan  mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetik, dan perlindungan terhadap jaringan pendukung gigi. Resin komposit merupakan bahan restoratif yang digunakan di kedokteran gigi karena  mempunyai estetik dan kekuatan yang baik. Salah satu kekurangan dari resin komposit yaitu polymerization shrinkage. Pengkerutan akibat polimerisasi dapat menimbulkan kebocoran mikro, sehingga menyebabkan kegagalan restorasi berupa karies sekunder, diskolorasi dan infeksi pulpa. Polimerisasi resin komposit dikatakan baik apabila derajat konversi berupa ikatan atom karbon ganda menjadi ikatan tunggal pada monomer berjalan dengan tepat. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti translusensi bahan, lama penyinaran, ketebalan resin komposit, dan tipe filler. Beberapa cara untuk mengurangi kebocoran mikro diantaranya adalah teknik penumpatan secara incremental. Kekurangan teknik ini yaitu memperlambat proses perawatan dan meningkatkan risiko kontaminasi setiap lapisannya. Saat ini telah dikembangkan resin komposit bulk fill yang mampu diaplikasikan ke dalam kavitas secara langsung (bulk) dengan ketebalan 4-5 mm, dapat mengalami polimerisasi dengan baik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran dan ketebalan resin komposit bulk fill terhadap kebocoran mikro. Semakin lama penyinaran maka menyebabkan peningkatan ikatan karbon yang memperkecil jarak antar monomer. Peningkatan ketebalan aplikasi bahan meningkatkan nilai c-factor yang menyebabkan terjadinya pengkerutan sehingga menyebabkan kebocoran mikro. Beberapa studi menggunakan metode dye penetration dengan larutan marker yang berbeda untuk mengukur kebocoran mikro. Evaluasi dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), mikroskop cahaya, dan micro-CT. Kesimpulan literature review ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama penyinaran dan ketebalan resin komposit bulk fill terhadap kebocoran mikro.
Pengaruh Lama Penyinaran dan Ketebalan Resin Komposit Bulk Fill Terhadap Kebocoran Mikro Sofiani, Erma; Rovi, Fineza
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9221

Abstract

Restorasi gigi bertujuan  mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetik, dan perlindungan terhadap jaringan pendukung gigi. Resin komposit merupakan bahan restoratif yang digunakan di kedokteran gigi karena  mempunyai estetik dan kekuatan yang baik. Salah satu kekurangan dari resin komposit yaitu polymerization shrinkage. Pengkerutan akibat polimerisasi dapat menimbulkan kebocoran mikro, sehingga menyebabkan kegagalan restorasi berupa karies sekunder, diskolorasi dan infeksi pulpa. Polimerisasi resin komposit dikatakan baik apabila derajat konversi berupa ikatan atom karbon ganda menjadi ikatan tunggal pada monomer berjalan dengan tepat. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti translusensi bahan, lama penyinaran, ketebalan resin komposit, dan tipe filler. Beberapa cara untuk mengurangi kebocoran mikro diantaranya adalah teknik penumpatan secara incremental. Kekurangan teknik ini yaitu memperlambat proses perawatan dan meningkatkan risiko kontaminasi setiap lapisannya. Saat ini telah dikembangkan resin komposit bulk fill yang mampu diaplikasikan ke dalam kavitas secara langsung (bulk) dengan ketebalan 4-5 mm, dapat mengalami polimerisasi dengan baik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran dan ketebalan resin komposit bulk fill terhadap kebocoran mikro. Semakin lama penyinaran maka menyebabkan peningkatan ikatan karbon yang memperkecil jarak antar monomer. Peningkatan ketebalan aplikasi bahan meningkatkan nilai c-factor yang menyebabkan terjadinya pengkerutan sehingga menyebabkan kebocoran mikro. Beberapa studi menggunakan metode dye penetration dengan larutan marker yang berbeda untuk mengukur kebocoran mikro. Evaluasi dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), mikroskop cahaya, dan micro-CT. Kesimpulan literature review ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama penyinaran dan ketebalan resin komposit bulk fill terhadap kebocoran mikro.
Perbandingan Kayu Manis dan Kopi Putih terhadap Perubahan Warna Resin Akrilik Polimerisasi Dingin Pintadi, Hastoro; Putri, Tika Kartika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9216

Abstract

Resin akrilik merupakan resin yang memiliki kejernihan luar biasa, warna dan sifat optik tetap stabil dibawah kondisi mulut normal dan secara klinis juga cukup stabil terhadap panas. Kayu manis dan kopi putih merupakan bahan minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin akrilik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kayu manis dan kopi putih terhadap perubahan warna resin akrilik polimerisasi dingin. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan rancangan postest control group design. Subyek yang digunakan adalah lempeng resin akrilik polimerisasi dingin berbentuk bulat dengan diameter 26 mm dan tebal 2 mm (ISO 1567) yang direndam dalam kayu manis dan kopi putih untuk mengevaluasi bahan yang paling banyak merubah warna resin akrilik dalam 2,5 hari. Uji perubahan warna dengan spektrofotometer, uji analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil uji statistika didapatkan pengaruh yang signifikan dengan nilai kromatisitas perubahan warna tertinggi pada perendaman kayu manis yaitu dengan rerata 7,93368 sedangkan paling rendah pada perendaman kopi putih yaitu 5,15632. Kesimpulan pada penelitian ini adalah perubahan warna resin akrilik polimerisasi dingin pada kayu manis lebih tinggi dibandingkan pada kopi putih.
Manajemen One Visite Restorasi Estetik pada Kasus Rudimenter Gigi Anterior Any Setyawati
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9219

Abstract

Rudimenter merupakan kelainan bentuk gigi yaitu gigi kecil meruncing dan berukuran lebih kecil dari normal, biasanya terjadi pada gigi anterior. Hal ini sangat mengganggu penampilan pasien. Perawatan biasanya dilakukan indirect restoration dengan pemasangan mahkota dan multi visite sehingga membutuhkan waktu perawatan yang lama. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan penatalaksanaan gigi rudimenter dengan one visite esthethic direct restoration. Wanita usia 24 tahun memiliki keluhan penampilan terganggu karena gigi 12 dan 22 mengalami rudimenter. Ingin segera dirawat dengan satu kali kunjungan. Penatalaksanaan dilakukan dengan menganalis  lebar mesiodistal gigi 12 dan 22 serta lebar mesiodistal ruang yang tersedia. Pencocokan warna dengan shade guide. Preparasi menggunakan bur torpedo untuk retensi dan resistensi. Langkah selanjutnya dilakukan pemasangan Polytetraflouroethylene (PTFE), pengaplikasian bonding, penyinaran Light Emitting Diode (LED) selama 20 detik. Pengaplikasian resin komposit warna A2 dan penyinaran LED selama 40 detik. Hasil terlihat anomali rudimenter gigi 12 dan 22 terkoreksi, tampak bentuk anatomi gigi 22 dan 21 kembali normal. Hasil observasi menunjukkan tidak ada keluhan sakit, tampak sewarna gigi, kerapatan tepi baik, countour, embrassure dan kontak area sesuai anatomi gigi, serta gingiva tampak normal dan gigi berfungsi dengan baik. Kesimpulan pada laporan kasus ini adalah gigi rudimenter berhasil dirawat dengan one visite esthethic direct restoration. Pasien sangat puas dengan hasil perawatan. 
Odontektomi Impaksi Kaninus Maksila Bilateral Palatal dengan Anastesi Lokal Edwyn Saleh
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9220

Abstract

Impaksi gigi kaninus maksila yang terletak disebelah palatal umumnya tidak memberikan gejala sakit seperti gigi impaksi yang lain. Pengambilan gigi kaninus maksila yang mengalami impaksi pada dasarnya mengikuti prinsip pengambilan gigi impaksi secara umum, dengan penekanan pada pemeriksaan letak posisi gigi pada rontgen foto. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengeluarkan gigi kaninus yang impaksi, kondisi tersebut menjadi faktor predisposisi terjadinya kista dentigerous. Anak perempuan usia 15 tahun mengeluhkan adanya benjolan pada maksila bilateral sebelah palatal. Benjolan tersebut dirasakan muncul sejak satu tahun yang lalu tanpa disertai rasa sakit. Pemeriksaan radiografis menunjukkan impaksi gigi kaninus dan tumbuh miring ke arah mesial. Odontektomi dilakukan secara intraoral dengan anastesi lokal. Tindakan odontektomi berhasil dilakukan tanpa komplikasi. Pengambilan gigi impaksi bilateral kanan dan kiri sangat jarang dilakukan, namun pada laporan ini dilakukan secara bersamaan karena posisi kedua gigi kaninus dalam satu regio anterior yang berdekatan dan mengarah ke mesial atau median line. Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan pada kasus impaksi untuk menghindari trauma operasi pada pasien anak.

Page 1 of 2 | Total Record : 12