cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Standar Prosedur Operasional Pemasangan Infus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong Jeli, Mutiana Muspita; Ulfa, Maria
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur invasif dan merupakan tindakan yang sering dilakukan di rumah sakit (RS), namun hal ini berisiko tinggi terjadinya Hospital Acquired Infection (HAIs). Tindakan pemasangan infus akan berkualitas apabila dalam pelaksanaannya selalu patuh pada Standar Prosedur Operasional (SPO) yang telah ditetapkan demi terciptanya pelayanan kesehatan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO pemasangan infus di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus yang hasilnya disajikan secara deskriptif. Populasi yakni seluruh perawat RS PKU Muhammadiyah Gombong dengan jumlah sampel 42 responden. Data dikumpulkan dengan cara observasi lembar check list SPO Pemasangan Infus RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan wawancara mendalam. Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh perawat tidak patuh (100%) dalam melaksanakan SPO pemasangan infus. Hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa komitmen, hubungan sosial, kelangkaan, resiprositas, validasi sosial dan otoritas terkait kepatuhan perawat belum terwujud dengan baik dalam hal pelaksanaan SPO pemasangan infus. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya sosialisasi dan evaluasi SPO pemasangan infus. Disimpulkan bahwa seluruh perawat tidak patuh dalam melaksanakan SPO pemasangan infus di RS PKU Muhammadiyah Gombong.Peripheral venous catheter insertion is an invasive procedure and frequently used in hospitalized patients but it could increase the risk of Hospital Acquired Infection (HAIs). Peripheral venous catheter insertion would be in best practice if the implementation is based on Standard Operating Procedure (SOP) in order to get the best quality of medical services. This research aims to know the compliance of nurse in implementing SOP of peripheral venous catheter insertion in RS PKU Muhammadiyah Gombong. This research is a qualitative case study design that the results are presented descriptively. Population consisted of all nurses in RS PKU Muhammadiyah Gombong with the number of samples were 42 respondents. Data was collected by observating the check list of SOP of Peripheral Venous Catheter Insertion and in-depth interviews. The result of observation showed that all of nurses do not comply (100%) the SOP of Peripheral Venous Catheter Insertion. The result of in-depth interviewsshowed that commitment, liking, scarcity, reciprocity, social proof and authority relating compliance in implementing SOP of Peripheral Venous Catheter Insertion have not been done well in RS PKU Muhammadiyah Gombong. Perhaps it is because the lack of socialization and evaluation of SOP of Peripheral Venous Catheter Insertion. It was concluded that all of nurses do not comply the SOP of Peripheral Venous Catheter Insertionin RS PKU Muhammadiyah Gombong.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dengan Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Huriah, Titih; Sofari, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1714

Abstract

Based on preliminary survey in Public Health Center Jatilawang espe¬cially from data laboratory examination with women pregnant who examined the Hemoglobin, we know that value of Hb on pregnant women more 50 % less llg/dl. And from the survey, we also found still low of knowledge, attitude and behavior about prevention of anemia deficiency iron. The purpose of this reseach is up to know the correlation of knowledge, attitude and behavior with anemia deficiency iron. This is a survey with cross sectional study, and will be explained by de-scription analyze. Location of this research is Public Health Center of Jatilawang area, Banyumas district of Central Java. The population are 130 pregnant women age trimester II and III. The sample is 30 pregnant women has been taken. The instruments consist quistionares and Hb Sahli for exami¬nation. Analyze of result use univariate and multivariate with multiple regres¬sion. The result of this research were knowledge and attitude ofpregnant women about prevention of anemia deficiency iron are good, but the behaviour still low, and anemia deficiency iron is high enough 66,6 % on Public Health Center of Jatilawang. The conclusion of this research showed that there were a significant corre¬lation (p 0,05) between behaviour with anemia deficiency iron.Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jatilawang khususnya pada data oemeriksaan laboratorium dengan ibu hamil yang diperiksa Kadar Hbnya, diketahui rahwa Kadar Hb pada ibu hamil lebih dari 50 % adalah kurang dari 11 g/dl. Hasil zcrvey didapatkan masih rendahnya pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah pengetahuan, sikap can perilaku tentang pencegahan anemia berhubungan dengan angka kejadian ane¬mia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan penelitian cross zectional, dan analisa data menggunakan deskriptif analitik. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Populasi penelitian ini adalah 130 ibu hamil dengan usia kehamilan trimester II dan III. Jumlah sampel yang diambil 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria tertentu. Alat yang i:gunakan adalah kuisioner serta Hb sahli. Analisis yang digunakan meliputi analisis univariatdan multivariate. Uji statistik meliputi multiple regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia di Puskesmas Jatilawang baik, namun dalam perilakunya masih kurang baik dan angka kejadian anemia masih tinggi yaitu 66,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan (p 0,05) antara perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia dengan kejadian anemia.
Peran Pemeriksaan Barium Enema pada Penderita Megacolon Congenital (Hirschprung Diseases) Majdawati, Ana
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2.1606

Abstract

Hircshprung diseases (HD) occurred in a ratio of1:5000 live births with the objective of this literature review mortality of infant 80%, while that handled can reduce up to 30%. This Literature review have goal to early diagnose of HD with introduce sign and symptom, the apperance of HD in imaging radiology examination. HD diagnosis is confirmed by signs and symptoms, i.e. the fail use of issuing meconium at a newborn more than 24 hours, followed by bilious vomit, abdominal distention, and advanced condition or for older infant undergo irritable, grunting, and because of abdominal distention with Darm contour, Darm Steifung appearances. Result of the study indicates that the supporting examination with a role of directing the HD diagnosis was radiological imaging. In the smooth photographs of anteroposterior- supine, lateral-erect, and left lateral decubitus (LLD) positions, luminal dilatation of the colon appeared, while intestinal air was not seen at pelvic region with obstructive signs of low position. The barium enema examination was a selected one for HD with a diagnostic accuracy of approximately 90%. The exercise of HD diagnosis was made as a scoring system of eight radiological signs on the Barium enema examination. A scoring of the scoring system in the determination of HD diagnoses was: 1) scores 1-3, possibility of HD was 40% with low assessment criteria; 2) scores 4-5: possibility of HD 66% with moderate assessment criteria; and 3) scores 6-8: possibility of HD 100% with high assessment criteria. It is concluded that HD diagnosis was made as a scoring system of eight radiological signs on the Barium enema examination can reduce morbidity and mortality rate.Hirschprung diseases (HD) adalah kelainan kongenital tidak adanya sel-sel saraf parasimpatetik, yaitu aganglion intramural dan submucosa yang umumnya terjadi pada bagian distal colon yaitu rectum dan sebagian colon sigmoid. HD terjadi 1 kasus pada 5000 kelahiran hidup dengan angka mortalitas pada bayi yang tidak ditangani segera berkisar 80%, sedang yang ditangani dapat menurun sampai 30%. Tujuan penulisan literature review ini adalah mempelajari tanda dan gejala HD dan menentukan gambaran radiologi HD dari penelusuran beberapa jurnal penelitian, Penegakan diagnosis HD dari tanda dan gejala klinik yaitu kegagalan pengeluaran meconeum pada bayi baru lahir lebih 24 jam diikuti muntah bilous, distensi abdomen dan pada keadaan lanjut atau pada bayi yang lebih tua dapat berakibat iritable, nafas cepat (grunting) karena adanya distensi abdomen dengan gambaran Darm contour, Darm Steifung. Pemeriksaan penunjang yang berperan untuk mengarahkan diagnosis HD adalah pencitraan radiologi. Foto polos abdomen posisi anteroposterior-supine, Lateral-errect dan Left Lateral Decubitus (LLD), tampak dilatasi lumen colon dan tak tampak udara usus pada regio pelvic dengan tanda-tanda obstruksi letak rendah. Pemeriksaan barium enema merupakan pemeriksaan pilihan pada HD dengan akurasi diagnostik sekitar 90%. Penelitian tahun 1996 oleh A.N.O’Donovan, et al penegakan diagnosis HD dibuat sistem skoring dari 8 tanda radiologi pada pemeriksaan Barium enema, yaitu: 1). zona transisional, 2). kontraksi irreguler, 3). index rectosigmoid ( lebar maximum rectum dibagi lebar maximum sigmoid ; abnormal jika kurang dari 1, 4). spasmus, 5). adanya gambaran cobble stone mukosa pada WSCE (Water Soluble Contrast Enema), 6). mukosa irreguler, 7). mukosa yang bergerigi dan 8). retensi kontras (evakuasi lambat setelah 24 jam). Penilaian sistem skoring dalam menentukan diagnostik HD adalah: 1). Nilai 1-3 : kemungkinan HD 40% dengan kriteria penilaian rendah; 2). Nilai 4-5 : kemungkinan HD 66% dengan kriteria penilaian sedang; 3). Nilai 6-8 : kemungkinan HD 100% dengan kriteria penilaian tinggi. Kesimpulannya bahwa penegakan diagnosis HD dengan mengenali tanda dan gejala serta gambaran pemeriksaan barium enema dengan sistem skoring dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian penderita HD.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Hipertensi Prasetiya, Chandra Hadi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v15i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan. Desain penelitian ini adalah kuasi eksprimen one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 40 keluarga yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian berupa tingkat pengetahuan keluarga tentang hipertensi. Analisis data mengunakan analisis bivariat dengan menggunakan uji T dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi (p value = 0,000). Diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat yang ada di wilayah kerja puskesmas Ngaliyan diharapkan melakukan kunjungan rumah guna melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya keluarga tentang penyakit hipertensi. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan keluarga tentang hipertensi.This study aims to determine the effectiveness of health education to increase knowledge about family hypertension in Puskesmas Ngaliyan. The research design is a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The samples used as many as 40 families were taken using purposive sampling techniques and have met the inclusion and exclusion criteria. Data is the level of family knowledge about hypertension. Data analysis using bivariate analysis using T test dependent Data results showed that after counseling was an increase in family knowledge about hypertension (p value = 0.000). It is expected for health workers, especially nurses in the working area Ngaliyan health center is expected to make home visits to conduct outreach to increase public knowledge about the family, especially hypertension. It can be concluded that health education effectively improve family knowledge about hypertension.
Cell Signaling Pathways in the Neuroprotective Actions of the Green Tea Polyphenol (-)-epigallocatechin-3-gallate: Implications for Neurodegenerative Diseases Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i2.1874

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bukti-bukti yang mendukung hipotesis bahwa gangguan pengaturan zat besi di otak dan stres oksidatif menghasilkan spesies oksigen reaktif dari hidrogen peroksida (H202) dan proses-proses inflamatori yang memacu kaskade peristiwa yang mempengaruhi kematian sel (apoptosis atau nekrosis) pada penyakit neurodegenerative, contohnya penyakit Parkinson, Alzheimer, Huntington dan sclerosis lateral amiotropik.Saat ini pendekatan terapi yang dilakukan bertujuan untuk menetralkan neurotoksisitas yang diinduksi oleh stress oksidatif, mensuport aplikasi scavenger spesies oksigen reaktif, transisi metal khelator (misalnya Fe dan Cu) dan antioksidan polifenol alami non vitamin pada terapi tunggal atau sebagi bagian dari formulasi campuran antioksidan untuk penyakit ini. Bukti-bukti secara eksperimental dan epidemiologis memperlihatkan bahwa flavonoid pada polifenol khususnya yang berasal dari teh hijau dan blueberi, meningkatkan kemampuan kognitif dikaitkan dengan usia dan bersifat neuroprotektif pada model penyakit Parkinson, Alzheimer, dan gangguan iskemia/reperfusi serebral.Penelitian terakhir menunjukkan bahwa sifat scavenger radikal polifenol dari teh hijau dapat dipakai untuk menerangkan kemampuan neuroprotektifnya dan kenyataannya spektrum yang luas dari penyandi seluler mempunyai nilai yang berharga untuk aksi biologisnya. Pada artikel ini juga diulas tentang mekanisme terkini kajian yang berkaitan dengan aktivitas neuroprotektif molekuler dari polifenol (-)- epigallocatechin-3-gallate teh hijau.
Pengaruh Konsumsi Susu Kedelai terhadap Blood Clotting Time Kurniati, Ika Dyah; Astuti, Yoni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1638

Abstract

Soy is raw material of food know and tempeh which have so common among Indonesian society. In the reality soy not only made as food. Soy also can be made milk. High enough protein that content at soy milk have important role in calcium metabolism. Calcium besides good for forming of bone and tooth, and also maintain health of nerve function and muscle, also to help blood coagulation at hurt. The objective of this esearch is to measure the duration time of blood coagulation (clotting time) at subject which given soy milk and subject which do not given soy milk, and also compare the result of measurement between both. Research design used is pretest - post test control group design, using subject 10 people and divided randomly in 2 groups. Group I is group of subject which given soy milk 200 cc twice one day during 14 day. Group II is negative control group and subject did not get treatment. Blood sample was taken before and after research, and measured it clotting time using modification way of Lee White ’s. Result of this research showed that consuming soy milk can quicken clotting time, but this influence were not significantly different (p 0,05). The average of clotting time of group I before given of soy milk 06.26 minut /ml and after it 05.07 minute/ml, average of clotting time of group II before research 04.38 minute/ml and after research 06.36 minut/ml.Kedelai adalah bahan baku makanan pada tahu dan tempe yang sudah begitu melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Kedelai juga dapat dijadikan susu. Kandungan protein yang cukup tinggi pada susu kedelai mempunyai peran penting dalam metabolisme kalsium. Kalsium selain berguna untuk pembentukan gigi dan tulang, serta mempertahankan kesehatan fungsi syaraf dan otot, juga membantu pembekuan darah pada luka.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur lamanya waktu pembekuan darah (bloodclotting time) pada subjek yang diberi susu kedelai dan subjek yang tidak diberi susu kedelai, serta membandingkan hasil pengukuran antara keduanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest - post test control group design, dengan menggunakan subjek sebanyak 10 orang dan dibagi secara acak dalam 2 kelompok. Kelompok I adalah kelompok subjek yang diberikan susu kedelai 200 cc dua kali sehari selama 14 hari. Kelompok II merupakan kelompok kontrol negatif dan subjek tidak mendapat perlakuan. Sample darah diambil pada sebelum dan sesudah penelitian, dan diukur clotting time-nya dengan menggunakan modifikasi dari cara Lee White.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kedelai dapat mempercepat blood clotting time, namun tidak signifikan (p 0,05) secara statistik. Rerata clotting time kelompok I sebelum pemberian susu kedelai 06.26 menit/ml dan setelah pemberian 05.07 menit/ml. Rerata clotting time kelompok II sebelum penelitian 04.38 menit/ml dan setelah penelitian 06.36 menit/ml.
Hubungan Jenis Kelamin dengan Intensitas Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis Kusumawaty, Jajuk; Hidayat, Nur; Ginanjar, Eko
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 2: July 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v16i2.4450

Abstract

Hipertensi adalah penyebab terbesar penyakit kardiovaskular. Tekanan darah pada pria rata-rata memiliki angka diastolik lebih tinggi dibandingkan dengan wanita pada semua usia dan juga pria memiliki angka prevalensi tertinggi untuk terjadinya hipertensi. Pria memiliki insiden tertinggi kasus kardiovaskular pada semua usia. Di kabupaten ciamis angka hipertensi pada lansia sebanyak 68.450 dari 10 Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian observasional  analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini  seluruh lansia penderita hipertensi dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan  proporsional random sampling  sebanyak 92 orang dengan laki-laki 38 orang dan perempuan sebanyak 54 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara langsung diperoleh dari objek penelitian dengan menanyakan langsung jenis kelamin serta pengukuran tekanan darah. Data dianilisis menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis karena nilai X2hitung X2 tabel (11,445 7,185) dan nilai α ρ value (0,05 0,01). Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan promosi kesehatan mengenai faktor risiko kejadian hipertensi.Hypertension is the biggest cause of cardiovascular disease. Men in the general population have the highest diastolic number in blood pressure compared with women of all ages and also men have the highest prevalence rate for hypertension. Men have the highest incidence of cardiovascular cases at all ages. In ciamis district, hypertension rate in elderly is 68,450 from 10 Puskesmas. The purpose of this study to determine the relationship between the sexes with hypertension in community health centers Lakbok Ciamis Distric.Desain district this study using this type of quantitative analytical research using cross sectional approach. The population of elderly patients with hypertension with the sampling technique used proportional random sampling as many as 92 people of 92 people with 38 men and women as many as 54 people. The data were collected by direct questioning of sex and blood pressure measurement. The results showed there was a significant relationship between gender factor with hypertension in the elderly in community health centers Lakbok Ciamis Distric for grades X2hitung X2 table (11.445 7.185) and the value of α ρ value (0.05 0.01). Advice for health personnel in order to further enhance the promotion of health regarding risk factors hypertension.
Evaluasi Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) Di RSUD Djojonegoro, Temanggung Afandi, Muhammad
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1671

Abstract

Professional Nursing Practice Model is a system of structure, process, and values that enable nurses manage nursing care to patients including the environment which support the nursing care. In order to improve the quality of nursing services, the Management Board of Djojonegoro District Hospital in Temanggung District in cooperation with Nursing Study Program, Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Yogyakarta, developed Professional Nursing Practice Model (PNPM) based on Decree Letter of Head of Management Board of Djojonegoro District Hospital No. 800/019/2006 on establishment of the committee for development of PNPM. The purpose of this research was to describe the implementation of PNPM in Dahlia Ward of Djojonegoro District Hospital. It was a cross sectional study using descriptive analysis. Research subjects were recruited using a total sampling technique i.e. all nurses in Dahlia Ward of Djojonegoro District Hospital. Data collection was done using a questionnaire consisting of twelve components of PNPM. The results showed that almost all components had scores above 80%, except for post conference component i.e. 70.8 %. In conclusion, the Professional Nursing Practice Model was well implemented in Dahlia Ward of Djojonegoro District Hospital.Model Praktik Keperawatan Profesional merupakan suatu sistem struktur, proses dan nilai-nilai yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (BP RSUD) Djojonegoro Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSIK FK UMY) mengembangkan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) berdasarkan Surat Keputusan Kepala BP RSUD Djojonegoro Kabupaten Temanggung Nomor 800/019/2006 tentang pembentukan panitia pengembangan MPKP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan MPKP di Ruang Dahlia RSUD Djojonegooro Temanggung. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan analisis deskriptif. Subyek penelitian diambil dengan menggunakan total sampling, yaitu seluruh perawat di Ruang Dahlia RSUD Djojonegoro. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri atas dua belas komponen MPKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hampir seluruh komponen MPKP di Ruang Dahlia mencapai nilai di atas 80 %, kecuali pada komponen pelaksanaan post conference yaitu 70,8 %. Kesimpulannya pelaksanaan seluruh komponen MPKP di Ruang Dahlia RSUD Djojonegoro Temanggung telah berjalan dengan baik.
Pengaruh Pajanan Gelombang Telepon Seluler terhadap Struktur Histologi Hipokampus pada Mencit (Mus musculus) Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Noviarini, Yuriswati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1573

Abstract

The aims of this research is to observe the effect of celluler telephone wave radiation toward centre of memory with measuring the thickness of layer CAI lamina pyramidalis hippocampus. It was experimental research, using mice (Mus musculus) strain Balb-C, 3 months, ± 30g body weight. Mice divided into 4 groups such as K (control), PI (exposure of telephone celluler wave type GSM monophonic), P2 (exposure of telephone celluler wave type GSM polyphonic), P3 (exposure of telephone celluler wave type CDMA). The treatment group were given exposure of telephone celluler wave by placing them near to the active telephone celluler which is in calling position for ± 120 minutes in a days for 30 day. In 31 days, mice were decapitated, its brain were taken and made histological preparation. Microscopic observation by measuring the thickness of layer CAI lamina pyramidalis hippocampus. The result was analyzed by one way Anava continued by Tukey test. The result showed that the thickness of layer CAI lamina pyramidalis in treatment group was larger than the control group (p 0,05). It is concluded that celluler telephone wave radiation has an effect to increase the centre of memory.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan radiasi gelombang telepon seluler terhadap memori dengan mengukur ketebalan lapisan CAI lamina pyramidalis hipokampus. Penelitian eksperimental ini menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus) jantan galur Balb-C 20 ekor, umur 3 bulan, berat badan ± 30 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok K (kontrol), P1 (terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM monophonic), P2 (terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM polyphonic), dan P3 (terpajan gelombang telepon seluler jenis CDMA). Kelompok perlakuan diberi pajanan gelombang telepon seluler dengan meletakkannya di dekat telepon seluler yang sedang aktif menelpon selama ± 120 menit perhari selama 30 hari. Pada hari ke-31 hewan uji dibedah, diambil otaknya kemudian dibuat preparat histologi. Pengamatan dilakukan dengan mengukur ketebalan lapisan CA1 lamina pyramidalis hipokampus. Data dianalisis dengan metode Anova 1 jalan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan lapisan CA1 lamina pyramidalis mencit yang diberi perlakuan lebih besar bila dibandingkan kelompok kontrol. Dalam perhitungan statistik nilai signifikasi 0,000 (p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa antara kelompok perlakuan radiasi gelombang telepon seluler dan kelompok kontrol berbeda secara bermakna, khususnya pada kelompok P3. Ini sekaligus membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai efek meningkatkan memori.
Uji Banding Pengukuran Protein Total Serum antara Metoda Tetes Layang, Refraktometer dan Spektrofotometer Suryanto, Suryanto; Banundari, RH
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v1i2.1906

Abstract

Examination of serum total protein is often needed to assess the presence :' hypoproteinemia or hyperproteinemia in various cases, and the method of Examination commonly used is photometric (Biuret) or automatisation. In View of not all regions can make this instrument available, the method of Examination using Refractometer device and Flying-drops method can become alternatives for measuring serum total protein in remote region or in many Tablic health centres and small hospitals.This reseach is aimed to obtain the difference in the findings from serum protein measurement between Flying-drops method and Biuret method, between Tefractometer and Biuret, and between Flying-drops and Refractometer.The materials for examination were 50 serum samples obtained purposely ^om in-patients and then total protein measurement was performed with three methods for each serum sample. Materials for examination were a series of cupric sulphate of various densities strarting from 1.100 ; 159.0 grams of CUS045H20 was solved in 1000 ml of water for Flying-drops method, Hand Jiefractometer device for Refractometer method, and Biuret kit with normal control serum (Precinorm U from BM) with Automatic Analyzer Hitachi 902 for Biuret method. Data obtained were analyzed by SPSS-PC using Anova ::atistical test.This reseach shows There were significant differences between Flying-drops Hth Biuret method (p=0.000), between Refractometer with Biuret method p=0.000), and between Flying-drops with Refractometer (p=0.000).This reseach shows (statistically), there were significant differences be-tween the three methods (p = 0.000). Furthermore, it is necessary to consider replacing Biuret method with F/yrng-drops method or Refractometer.Pemeriksaan protein total serum sering diperlukan untuk menilai adanya hipoproteinemia atau hiperproteinemia dalam berbagai kasus, dan metoda pemeriksaan yang sering digunakan pada umumnya secara fotometrik (biuret) atau otomatisasi. Mengingat tidak semua daerah bisa mengadakan peralatan ini, metoda pemeriksaan dengan alat Refraktometer dan metoda Tetes layang dapat merupakan alternatif untuk pemeriksaan protein total serum di daerah-daerah atau di banyak Puskesmas dan Rumah sakit kecil.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran protein serum antara metoda Tetes layang dengan Biuret, Refraktometer dengan Biuret dan Tetes layang dengan Refraktometer.Bahan penelitian adalah 50 serum pasien rawat inap diambil secara purposif dan dilakukan pemeriksaan protein total dengan tiga metoda untuk setiap serum. Bahan pemeriksaan satu seri larutan kupri sulfat dari berbagai berat jenis berasal dari b.j 1,100; 159,0 g krital CuS045H20 dilarutkan dalam 1000 ml air untuk metoda Tetes layang, alat Hand Refractometer untuk metoda Refraktometer dan kit Bi¬uret dengan serum kontrol normal (Precinorm U dari BM) dengan alat Automatic analyzer Hitachi 902 untuk metoda Biuret. Data yang diperoleh dianalis dengan SPSS-PC menggunakan uji statistik Anova.Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara metode Tetes latang dengan Biuret (p=0,000), antara Refraktometer dengan Biuret (0,000 dan antara Tetes layang dengan Refraktometer (p=0,000).Penelitian ini menyimpulkan terdapat perbedaan bermakna secara uji statistik dari tiga metode tersebut p=0,000). Perlu pertimbangan lebih jauh untuk menggantikan pemeriksaan protein total metoda Biuret dengan metoda Tetes layang atau refraktometer.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue