cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Kejadian Luar Biasa Skabies Di Dusun Gunung Pentul Susetiati, Devi Artami
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1620

Abstract

Scabies remains a major public health problem in many developing countries according to data from primary health care. Community knowledge and practices about scabies influenced scabies outbreak. To determine community knowledge and practices of scabies in Gunung Pentul village, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo. A cross-sectional study with descriptif analysis was performed in Gunung Pentul village on April 15th,2007. Data was collected by questioners. Questioner comprises of identity, house ’s conditions and environments, 12 questions of knowledge and 20 questions of attitude and practices. Sixty percent of total score considered to be good knowledge and practice. Subjects of this study were 37 persons whereas 14 were being males (n=37,8%). High score of knowledge is 56,8%, low score of knowledge is 43,2%. Whereas high score of practice is 54,1%, low score of practice is 45,9%. The environment of Gunung Pentul village actually was in good condition, but unfortunately the personal higiene was poor according to the lower score of knowledge and practice. Beside that they had no transportation, health service, and lower income.Skabies di negara berkembang merupakan masalah utama kesehatan kulit ditandai dengan adanya laporan kejadian luar biasa (KLB) skabies dari Puskesmas. Pengetahuan dan perilaku mempengaruhi penyebaran penyakit. Pengenalan bentuk lesi kulit dapat mendorong seseorang untuk secepatnya berobat. Pengetahuan mengenai cara penularan dapat membuat seseorang mencegah terjadinya endemik penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat Dusun Gunung Pentul, Kabupaten Kulonprogo terhadap latar belakang terjadinya KLB skabies. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan cara potong lintang dilakukan pada semua subyek yang datang pada acara bakti sosial wabah skabies tanggal 15 April 2007 di Dusun Gunung Pentul. Data dikumpulkan dengan cara pengisian lembar kuesioner. Kuesioner berisi identitas, data rumah tinggal, 12 pertanyaan tentang pengetahuan, dan 20 pertanyaan tentang sikap dan perilaku. Penilaian skor pengetahuan dan perilaku ditentukan dengan cara menetapkan skor baik untuk pengetahuan dan perilaku sebesar nilai 60% dari total skor pertanyaan. Jumlah subyek yang bersedia mengisi kuesioner sebanyak 37 orang dengan 14 diantaranya laki-laki (n=37,8%). Hasil skor tinggi tingkat pengetahuan yaitu 56,8%, skor rendah 43,2%. Sedangkan skor tinggi tingkat perilaku yaitu 54,1%, skor rendah 45,9%. Lingkungan di Dusun Gunung Pentul cukup baik hanya saja kesadaran menjaga kesehatan pribadi masih banyak yang belum peduli. Hal ini terlihat dari skor tingkat pengetahuan dan perilaku yang masih rendah. Selain itu masih ada kendala lain seperti pendapatan per kapita perbulan dibawah UMR, transportasi terbatas dan kurangnya sarana kesehatan.
Tingkat Pencemaran Escherichia coli pada Air Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Mijen, Semarang Ratnaningrum, Kanti; Anggraini, Merry Tiyas; Dahlan, Pujangga Puspito Yunus
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

urangnya ketersediaan air bersih menimbulkan penyakit gangguan saluran pencernaan seperti diare. Sebagian besar bakteri penyebab diare adalah Escherichia coli. Insidensi diare dinilai masih jauh dari capaian target Puskesmas Mijen, Semarang. sehingga diperlukan penelitian tentang kontaminasi E. coli pada air rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel ditentukan dengan  metode systematic random sampling dengan estimasi proporsi. Sampel diambil dari 10 kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja. Kadar bakteri E. coli dalam air rumah tangga dilakukan di dengan metode most probable number (MPN). Terkumpul 36 sampel yang berasal dari 3 jenis sumber air yaitu sumur gali, sumur artesis dan perusahaan air minum (PAM). Uji laboratorium menunjukkan bahwa 55,6 % sampel air minum  telah memenuhi nilai uji bakteriologis E. coli. Air berasal dari sumur gali memiliki tingkat kontaminasi paling tinggi (100%) diikuti sumur artesis (34,61%) dan PAM bebas dari E. coli (0%).Lack of clean water supply causes gastrointestinal disorders such as diarrhea. Most of the bacteria that cause diarrhea are Escherichia coli. The incidence of diarrhea is still far from the target of Mijen Puskesmas, Semarang, so research on E. coli contamination on household water in Puskesmas work areas is needed. This research was observational with cross sectional design. The sample is determined by systematic random sampling method with estimated proportion. Samples were taken from 10 urban villages included in the work area. E. coli bacteria levels in household water are carried out in the most probable number (MPN) method. Collected 36 samples derived from 3 types of water sources ie dug wells, artesian wells and drinking water companies (PAM). Laboratory tests showed that 55.6% of drinking water samples had met the bacteriological test value of E. coli. Water derived from dug wells has the highest contamination rate (100%) followed by artesian well (34.61%) and PAM free from E. coli (0%).
Perbedaan Keluhan Sindroma Premenopause pada Ibu-Ibu dengan Tingkat Ekonomi Menengah ke Atas dan Menengah ke Bawah di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kotamadya Surakarta Tahun 2005 Dewi, Melissa Kumala; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is the last menstrual period or when the last menstrual period occurs. Many symptoms occur in a woman undergoing this period which can cause anxiety andfears. The aim of this research was to compare the symptoms of pre-menopausal syndrome in women with middle to upper economic level and women with middle to lower economic level in Sumber Village, Banjarsari Sub-district, Surakarta in 2005.This was an analytical descriptive study with a cross-sectional design. Primary data was obtained by directly administering a questionnaire on the symptoms of pre-menopausal syndrome to 60 respondents. The data was then analyzed using Chi-Square test.The result of this study showed that out of 19 pre-menopausal syndrome symptoms, the symptoms of restless, easily offended, bad temper, disturbed concentration, difficulty of sleeping, stress, itchy and hot flushes had significant differences between women with middle to upper economic level and women with middle to lower economic level. Meanwhile, the symptoms of fear, disturbed libido, dry skin, wrinkles, fragile nails, dry mouth, thinning hair, growth of hair around mouth, nose and ear; excessive sweating, palpitation and headache did not show any significant differences. There is a difference of types of pre-menopausal syndrome symptoms between women with middle to upper economic level and women with middle to upper economic level. The symptoms of pre-menopausal syndrome occur more in women with middle to upper economic level than in women with middle to lower economic level.Menopause adalah haid terakhir atau saat teij adinya haid terakhir. Banyak keluhan dialami seorang wanita pada masa menopause yang dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan j enis keluhan sindroma premenopause pada ibu-ibu dengan status ekonomi menengah ke atas dan menengah ke bawah di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kotamadya Surakarta tahun 2005. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data bersifat primer diperoleh dengan menggunakan angket/kuesioner berisi j enis keluhan sindroma premenopause pada 60 responden secara langsung. Data dianalisis dengan uji statistik Chi Kuadrat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19jenis keluhan sindroma premenopause, untukkeluhan gelisah, mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terganggu, susah tidur, stres, gatal, dan munculnya gejolak panas menunjukkan ada perbedaan bermakna, sedangkan keluhan takut, gangguan libido, kulit kering, keriput, kuku rapuh, mulut kering, rambut menipis, tumbuhnya rambut di sekitar mulut, hidung, telinga, keringat berlebih, jantung berdebar-debar dan sakit kepala menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna. Terdapat perbedaan jenis keluhan sindroma premenopause pada ibu-ibu dengan status ekonomi menengah ke atas dan menengah ke bawah. Keluhan-keluhan sindromapremenopause tersebut lebih banyak dirasakan oleh ibu-ibu dengan status ekonomi menengah ke atas daripada ibu-ibu dengan status ekonomi menengah ke bawah.
Pengaruh Pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap Gambaran Histologi Tiroid Tikus Putih (Rattus norvegicus) Haqiqoh, Habbatul; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1.1652

Abstract

One of dietary alternative which can be used for overcoming thyroid dysfunction is by using Virgin Coconut Oil (VCO). The aim of this research is to know the efficacy of alternative medicine, especially VCO to improve thyroid function which can be seen from histology appearance on rat. This research is preclinical posttest only experiment with randomized control group design. The subject of this research are 25 male Spraque-Dawley strain Rattus norvegicus, 4 months and ± 300 grams body weight. Rats were divided into 5 groups : negative and positive control, and three treatment groups. Positive control group and treatment groups will given fat first until them obese. After that, the VCO is given to three treatment groups. The dosage given was conversion of human dosage, 50 ml/day, 25 ml/day and 12,5 ml/day and will be converse in the end of week. VCO given orally everyday for 28 day, after that surgical were done to the rat, then histological thyroid object are made. The observation is seen from its follicular epithel height, follicular diameter and the colloid mass on its lumen. The data was analyzed using ANOVA test continued with Tukey test. The significant result just only shown from the diameter of follicular cells. The magnificent differences were between negative control group and treatment group which get 50 ml/day of VCO; and among positive control group with in all treatment groups. Based on this research we can conclude that VCO has significant role to improved the thyroid gland activities in white rats.Salah satu alternatif pengobatan alami untuk mengatasi masalah gangguan tiroid adalah VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat VCO dalam membantu meningkatkan kerja kelenjar tiroid, dilihat dari gambaran histologi tiroid pada tikus putih. Metode penelitian adalah eksperimental praklinik dengan rancanganposttest randomized control group. Sampel penelitian berjumlah 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Spraque- Dawley jantan, umur 4 bulan dan berat badan rata-rata 300 gram. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif dan negatif serta tiga kelompok perlakuan yang diberi VCO. Kelompok kontrol positifdan ketiga kelompok perlakuan digemukkan terlebih dahulu hingga mengalami obesitas. Setelah itu diberikan VCO peroral, dengan dosis hasil konversi dari dosis manusia, yaitu 50 mL/hari, 25 mL/hari, dan 12,5 mL/hari. VCO diberikan peroral setiap hari selama 28 hari kemudian tikus diterminasi dan dibuat preparat histologi tiroid. Pengamatan preparat dilakukan dengan melihat tinggi epitel sel folikel tiroid, diameter folikel, serta persentase massa koloid dalam lumen sel folikel. Untuk analisis data digunakan uji ANOVAdilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil signifikan hanya terdapat pada gambaran diameter folikel sel kelenjar tiroid. Perbedaan tampak nyata antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dosis 50 mL/hari dan kelompok kontrol positif, serta antara kelompok kontrol positif terhadap semua kelompok perlakuan yang diberi VCO. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa minyak kelapa murni dapat membantu meningkatkan kerja kelenjar tiroid pada tikus putih.
Pengaruh Ekstrak Etanol Bawang Merah (Allium cepa L) terhadap Kadar Kolestrol Total Tikus (Rattus norvegicus) Nisa, Cita Auli; Rosita, Linda
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i1.1555

Abstract

The purpose of this study was to determine the optimal dosage of 70% ethanol extract of red onion bulbs that effectively lower total cholesterol rats given high fat diet. This study is an experimental laboratory. Thirty male Wistar rats with 170-250gr weight divided five groups, group I: control, group II: 30mg/200g bw dose of garlic extract, group III: 60mg/200g bw dose of garlic extract, group IV: 120mg/200g bb dose of garlic extract, and group V: positive control, were given doses of 0.72 mg/200g bw simvastatin suspension. All groups were given high fat diet alone for 7 days to increase total cholesterol. Measurement of serum total cholesterol by CHOD-PAP method performed before treatment on day 0, on the 8th day after administration of high-fat diet for 7 days, and on the 16th day after administration of high-fat diet and ethanol extract of red onion over 7 days from the 9th until the 15th day. The results were tested statistically by paired t test. Concluded that 70% ethanol extract of red onion (Allium cepa L.) with a dose of600 mg / kg or 120 mg/200 GBB equivalent statistically significant lower serum total cholesterol levels of rats (Rattus norvegicus) Wistar male.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis ekstrak etanol 70% umbi bawang merah yang efektif menurunkan kadar kolesterol total tikus diberi diet lemak tinggi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Tigapuluh tikus Wistar jantan dengan 170- 250gr berat badan dibagi lima kelompok, kelompok I: kontrol, kelompok II: 30mg/200g bb dosis ekstrak bawang, kelompok III: 60mg/200g bb dosis ekstrak bawang, kelompok IV : 120mg/200g bb dosis ekstrak bawang, dan kelompok V: kontrol positif, diberi dosis 0,72 mg/200g bb suspensi simvastatin. Semua kelompok diberi diet lemak tinggi saja selama 7 hari untuk meningkatkan kadar kolesterol total. Pengukuran kadar kolesterol total serum dengan metode CHOD-PAP dilakukan sebelum perlakuan pada hari ke-0, pada hari ke-8 setelah pemberian diet lemak tinggi selama 7 hari, dan pada hari ke-16 setelah pemberian diet lemak tinggi dan ekstrak etanol bawang merah selama 7 hari dari hari ke-9 sampai hari ke-15. Hasil penelitian diuji statistik dengan uji t berpasangan. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% bawang merah (Allium cepa L.) dengan dosis sebesar 600 mg/kg BB atau setara 120 mg/200 gBB secara statistik bermakna menurunkan kadar kolesterol total serum tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar jantan.
Hubungan Preeklampsia Berat Pada Ibu Hamil terhadap BBLR di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta Periode Tahun 2005 Wahyuni, Alfaina; Rachmawati, Firma Nur
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (s) (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hypertension that caused by pregnancy is preeclampsia. Preeclampsia was the most important cause of death in pregnancy in UK, USA and Nordic countries. Preeclampsia also made the disturbance of uteroplacenta distribution. It could cause the low birth weight infant. In the pattern of the diseases which cause the death, showed that the first cause of the neonatal death in 0 - 7 days age was preterm and low birth weight (35%), then asphyxia (33,6%). The study was conducted to investigate the relation between severe preeclampsia and low birth weight incident. The researches used an analytic retrospective by seeing the medical record and used the Chi-Square Crosstabs Test for statistic test. The subjects was 90 pregnant women which has been born their babies in RSUP DR Sardjito Yogyakarta which 54 women have severe preeclampcia during pregnancy, 23 women have mild preeclampcia and 13 normally The result from the statistic with Chi Square Crosstabs Test showed that the p value = 0,045. The p value < 0,05 was show that there was relation between the severe preeclampcia and low birth weight incident. From the research also known that the highest frequency of low birth weight was in pregnant women with severe preeclampsia (32,3%).Penyakit hipertensi yang timbul karena kehamilan adalah preeklampsia. Pre-eklampsia merupakan penyebab kematian terpenting dalam kehamilan di UK, USA and negara-negara Nordic. Preeklampsia juga menyebabkan aliran uteroplasenta terganggu. Hal ini menyebabkan terjadinya BBLR. Pada pola penyakit penyebab kematian menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian neonatal kelompok umur 0-7 hari tertinggi adalah premature dan berat badan lahir rendah/LBW (35%), kemudian asfiksia lahir (33,6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah preeklampsia berat pada ibu hamil berpengaruh pada kejadian berat bayi lahir rendah Penelitian ini menggunakan metode analisis retrospektif dengan melihat data yang ada di rekam medis dan menggunakan uji Crosstabs Chi Square sebagai uji statistik dalam pengolahan data. Sebagai subjek adalah ibu-ibu yang telah melahirkan di RSUP DR.Sardjito sebanyak 90 orang dimana ibu dengan preeklampsia berat 54 orang, ibu dengan preeklampsia ringan 23 orang dan yang normal 13 orang.  Hasil uji statistik dengan chi square didapatkan nilai p = 0,045. Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara preeklampsia berat pada ibu hamil terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Dari penelitian didapatkan bahwa kejadian BBLR tertinggi adalah pada ibu hamil dengan preeklampsia berat (32,3%).
Perbandingan Nilai APGAR Bayi Pada Kelahiran Presentasi Bokong Secara Pervaginam dan Perabdominal di RSUD Kebumen Tahun 2007 Sukmaningrum, -; Baehaqi, Akil; Kuntari, Titik
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1587

Abstract

Infant morbidity and mortality was higher in breech presentation than cephalic presentation. It is because of prematurity, asphyxia or trauma more often happening in breech presentation. Maternal morbidity rate was increased, which is caused of postpartum bleeding. The higher major caused of breech presentation perinatal mortality is asphyxia, which is can be identified by APGAR score. The objectives of this study are to compare the APGAR score among delivery history with breech presentation in pervaginam and perabdominal delivery. This research is a non experimental study using cross sectional study design. The subjects are patient with breech presentation and infant which is taking care in RSUD Kebumen during 2007. There is a significant infant APGAR score differences between pervaginam and perabdominal breech presentation delivery history (p value=0,00, IK95%). Infant APGAR score with breech presentation history wich is delivery by perabdominal is better than wich is delivery by pervaginam.Angka kematian bayi sangat dipengaruhi oleh kematian perinatal. Pada presentasi bokong morbiditas dan mortalitas bayi lebih besar bila dibandingkan dengan presentasi letak kepala. Hal ini disebabkan karena pada presentasi bokong lebih sering terjadi prematuritas, asfiksia, atau trauma. Angka morbiditas ibu juga meningkat yang disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan. Penyebab kematian perinatal pada presbo yang tertinggi umumnya adalah karena asfiksia, yang bisa diidentifikasikan dengan nilai APGAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai APGAR pada persalinan dengan riwayat presbo secara pervaginam dengan perabdominal. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian cross sectional dan data diambil secara retrospektif dibagian rekam medis. Subjek penelitian berasal dari pasien dengan presbo dan bayinya yang dirawat di RSUD Kebumen selama tahun. Ada perbedaan yang bermakna antara nilai Apgar pada bayi riwayat persalinan presentasi bokong pervaginam dengan perabdominal (nilai p=0,00, IK95%). Nliai Apgar bayi dengan riwayat presbo yang dilahirkan secara perabdominal lebih baik dibandingkan dengan yang dilahirkan secara pervaginam.
Perbandingan Tingkat Kecemasan Primigravida dan Multigravida Dalam Menghadapi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wirobrajan Kurniawati, Hidayatul; Wahyuni, Alfaina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika seseorang merasa khawatir atau ketakutan. Diperkirakan 2%-4% diantara penduduk di suatu fase dari kehidupannya pernah mengalami kecemasan. Sebagai seorang perempuan, kehamilan dan menghadapi persalinan merupakan salah satu fase yang dapat menyebabkan kecemasan. Dibandingkan dengan primigravida, multigravida lebih berpengalaman dalam menghadapi persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan tingkat kecemasan primigravida dan multigravida dalam menghadapi persalinan. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Jenis penelitian adalah observasional dengan teknik purposif sampling. Tingkat Kecemasan berupa data interval yang diukur menggunakan Analog Anxiety Scale (AAS). Sampel dengan jumlah 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis dengan Independent-Sample T Test. Hasil penelitian diperoleh bahwa responden primigravida dengan kecemasan ringan sebanyak 4 responden (13,33%), cemas sedang sebanyak 3 responden (10%), dan cemas berat sebanyak 1 responden (3,34%). Untuk responden multigravida hanya mengalami cemas ringan dan cemas sedang masing-masing 1 responden (3,34%). Nilai signifikansi (P) 0,05. Disimpulkan bahwa primigravida memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan multigravida dalam menghadapi persalinan.Anxiety is unpleasant experience that happen when someone feel worry or threatening. Approximately 2%-4% of population suffers from anxiety in one phase of their life. As a woman, pregnancy and facing the child birth is one phase that can caused anxiety.  Compare with primigravida, multigravida have more experience in facing the child birth. This research was to know whether there was a differentiation of anxiety level between primigravida and multigravida in facing the child birth. The research was done in Wirobrajan Primary Health Care. The study was observational with purposive sampling technique. The anxiety level was interval data that  measured using Analog Anxiety Scale (AAS). Samples with a number of 30 respondents who is appropriate with the inclusion criteria. Data was analyzed by Independent-Sample T Test. This research found that primigravida with mild anxious there were 4 respondents (13,33%), 3 respondents (10%) with moderate anxious, and  1 respondent (3,34%) with severe anxious. For multigravida, there were 1 respondent (3,34%) with mild anxious and moderate anxious. The (P) value was 0,05. It can be concluded that anxiety level of primigravida is higher than multigravida in facing the child birth.
Akupunktur pada Manajemen Berat Badan Listiowati, Ekorini
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, overweight or obesity are complained by our community. Even several years ago, overweight and obesity are obviously become a proud-ness because these showed a welfare, but then the community start to realize the negative impact of these, which is psycho-socially and scientifically produce a lot of problems. Therapy to overcome an overweight which is well-known by Indonesian people are diet, exercise, and by consuming several of weight-loss drugs. But now, we start to know and interested with another therapy to overcome this problem by acupuncture. It is stimulate special point in our body with special time and special technique. Based on the study reducing weight by acupunc¬ture give an efficacious result. One of the most important thing to support the obesity therapy is a strong motivation from the patient itself. The achievement of the obesity therapy will be more efficient by combining diet, exercise, acupuncture and drugs.Kegemukan atau obesitas saat ini banyak dikeluhkan masyarakat kita, meskipun beberapa tahun yang lalu kelebihan berat badan justru sebagai kebanggan karena dianggap sebagai lambang kesejahteraan/kemakmuran. Akibat negatif dari kelebihan berat badan mulai disadari oleh masyarakat kita, dimana secara psikososial maupun menurut kaidah medis banyak sekali dampak negatif yang muncul. Terapi untuk mengatasi kelebihan berat badan yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia adalah diet, olah raga dan menggunakan obat-obatan penurun berat badan. Namun akhir-akhir ini, mulai dikenal dan diminati terapi untuk mengatasi kelebihan berat badan dengan cara akupunktur. Yaitu dengan cara menstimulasi titik-titik akupunktur tertentu pada tubuh dengan periode dan teknik tertentu. Berdasarkan data penelitian yang telah ada ternyata penatalaksanaan obesitas dengan akupunktur memberikan hasil yang efektif. Satu hal yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan terapi obesitas adalah motivasi diri penderita yang kuat. Sehingga keberhasilan terapi obesitas akan .ebih efektif bila terapi yang diberikan berupa kombinasi diet, exercise, akupunktur dan atau obat-obatan.
Perbedaan Tingkat Depresi antara Lansia yang Memiliki Keluarga dengan Lansia yang Tidak Memiliki Keluarga Kusbaryanto, -; Narulita, Richy
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2 (s).1612

Abstract

Depression is a mental disorder that usually found in geriatric patient. Depression in geriatric is not a part of normal aging process. Depression usually happens in accordance with physical disease. Because of that, the sign and symptom are usually vague and overlaped unsystematically. Prevalence of depression in geriatric who live in hospital and elderly hostels is 10 times more than who live with their family. Geriatric who have depression will find difficulty doing their daily activities. The support of the family will decrease the prevalence of depression in geriatric. The purpose of this research is to know the difference of depression level between geriatric who have family and geriatric who don ’t have family. This research is non experimental with cross sectional design. The sample of this research are 30 responders fulfilling inclusion and exclusion criterion. This sample consists of 15 geriatric who have family and 15 geriatric who don ’t have family in Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta. The instrument used in this research is Geriatric Depression Scale (GDS) for measuring the level of depression in geriatric. The results of this research shows that there is no significant difference in the levels of depression between geriatric who have family and geriatric who don ’t have family in Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta (p=0,75).Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemui pada geriatri. Depresi pada lansia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Depresi sering komorbid dengan penyakit fisik, oleh karena itu gejala dan keluhan sering tersamar dan tumpang tindih. Prevalensi depresi pada geriatri yang tinggal di rumah sakit dan panti jompo sepuluh kali lebih banyak daripada yang tinggal bersama keluarga. Lansia yang mengalami depresi akan mengakibatkan kesulitan dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Dukungan keluarga akan menurunkan angka kejadian depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perbedaan tingkat depresi antara geriatri yang memiliki keluarga dengan geriatri yang tidak memiliki keluarga. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden terdiri dari 15 lansia yang memiliki keluarga dan 15 lansia yang tidak memiliki keluarga di Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Geriatric Depression Scale (GDS) untuk mengukur derajat depresi pada lansia. Hasil uji statistik menggunakan t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara tingkat depresi pada lansia yang memiliki keluarga dengan lansia yang tidak memiliki keluarga di Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta (p=0,75).

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue