cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Prevalensi Trikhomoniasis pada Lekorhe dan Faktor-faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kondisi Keluarga Kesetyaningsih, Tri Wulandari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1705

Abstract

Leukhorhea is defined as the increasing of vaginal secretion. This condi¬tion occurs by both of physiological and pathological reason. Pathologi¬cally leukhorhea is particularly due to Candida albicans and Trichomonas vaginalis infection. There are many factors influence both of physiological or pathological leukhorhea. The purpose of of this research is to know prevalence of leukhorhea caused by trichomoniasis andto find the risk factors related with family condition.. The sample was carried out by vaginal swab to 93 women with leukhorhea attended Puskesmas Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Laboratory examina¬tion was done by using direct method. The result shows that prevalence of trichomoniasis is 33,3%. The relation of risk factors with trichomoniasis prevalence has satistically been analized by chi-square method. It shows that prevalence of trichomoniasis influenced with age, sexual activity, the user of vaginal cleanser, pregnancy, using cer¬tain contraception and is not influenced with education grade, family hygiene and sanitation facility and chronic disease suffered.Keputihan adalah terjadinya peningkatan pengeluaran sekret vagina. Keputihan bapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan yang patologis disebut lekorhe, kebanyakan disebabkan oleh infeksi jamur Cancida albicans dan parasit Trichomo¬nas vaginalis. Banyak faktor yang berpengaruh pada terjadinya keputihan, baik yang fisiologis maupun yang patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi trichomoniasis pada wanita penderita lekorhe dan faktor-faktor risiko jang berkaitan dengan kondisi keluarga. Sampel diambil dari sekret vagina dari 93 wanita yang mengeluh keputihan dari pasien pengunjung Puskesmas Watcs, Kulon Progo, kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis secara langsung dengan larutan NaCl fisiologis untuk melihat adanya trofozoit Trichomonas vaginalis. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi trichomo-niasis pada lekorhe adalah 33,3 % dari sampel yang diperiksa. Hubungan faktor- faktor risiko yang diteliti dengan prevalensi trichomoniasis dianalisis dengan chi- square menunjukkan bahwa trichomoniasis dipengaruhi oleh faktor umur, aktivitas seksual, penggunaan pembersih vagina, kehamilan, penggunaan alat KB dan tidak terpengaruh oleh faktor tingkat pendidikan, fasilitas hygiene sanitasi keluarga dan penyakit kronis.
Hubungan Tanda dan Gejala Klinis terhadap Kejadian Syok pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS PKU Muhammadiyah Gamping Daerah Istimewa Yogyakarta Kurniawan, Muhammad; Juffrie, Mohammad; Rianto, Bambang Udji Djoko
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v15i1.2487

Abstract

Infeksi dengue merupakan penyakit endemis di negara-negara beriklim tropis dan subtropis dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Sindrom syok dengue merupakan manifestasi klinis infeksi dengue yang paling membahayakan, bila tidak mendapat penanganan secara tepat akan menyebabkan kematian. Penilaian akurat terhadap risiko syok merupakan kunci penting menuju tatalaksana yang adekuat, mencegah syok, dan perdarahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda dan gejala yang berhubungan terhadap kejadian syok pada pasien DBD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analytic observational dengan desain cross sectional dengan memilih pasien dewasa yang terdiagnosis demam berdarah dengue menurut kriteria WHO 1997 dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan serologi di RS PKU Muhammadiyah Gamping dari Januari-April 2015. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan 154 pasien DBD yang memenuhi kriteria dan 17 (11%) diantaranya mengalami kejadian syok. Analisis bivariat diperoleh variabel yang mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian syok adalah letargi (p=0,001), ascites (p=0,001), efusi pleura (p=0,001), dan hepatomegali (p=0,001). Disimpulkan bahwa letargi, ascites, efusi pleura, dan hepatomegali adalah variabel yang berhubungan terhadap kejadian syok.Dengue infection is an endemic disease in countries with tropical and subtropical with high morbidity and mortality. Dengue shock syndrome is the most dangerous clinical manifestation of dengue infections, if the patient not receive proper treatment will cause mortality. An accurate assessment of the clinical signs dan symptoms as risk factors of shock is an important key to prevent shock, bleeding, and adequate management. The research to determine clinical signs and symptoms related to shock in patients with DHF. The research methods is analytic observational study with cross sectional design by selecting adult patients diagnosed with dengue hemorrhagic fever, according to WHO criteria in 1997 and confirmed by serology test at RS PKU Muhammadiyah Gamping from January to April 2015. The bivariate analysis using Chi-square test. Research showed 154 dengue patients who matched with the criteria and 17 of patients (11%) experiencing shock dengue. From the results of bivariate analysis showed that variables lethargy (p=0,001), ascites (p=0,001), pleural effusion (p=0,001), and hepatomegaly (p=0,001) have a significant relationship with the occurrence of shock. It can be concluded that lethargy, ascites, pleural effusion, and hepatomegaly are variables related to the occurrence of shock.
Study Guide Suharto, Agus
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1868

Abstract

Tujuan Fakultas Kedokteran UMY adalah menghasilkan dokter yang profes¬sional, islami bervisi global dan mempunyai kemampuan manajerial. Untuk mencapai semua itu Fakultas Kedokteran berusaha dengan mengubah pendekatan pendidikan dari teacher centred approach ke student centred approach.Perubahan ini membawa dampak, salah satunya adalah dosen dituntut mampu membuat, mendesain, mengembangkan dan mengevaluasi media ajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mahasiswanya.Fungsi tradisional media pembelajaran adalah untuk menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya tentang isi materi pembelajaran kepada mahasiswa. Dalam inovasi mengembangkan media ajar, saat ini ada kecenderungan yang semakin popular dengan membuat study guides. Study guides selain berisi informasi inti juga menyatakan tujuan belajar, prasyarat suatu topic pembelajaran, learning opportunities yang tersedia, self assessment, dan lain-lain.
Pengaruh Hubungan Orang Tua dan Anak Remaja terhadap Pengetahuan Sikap Perilaku tentang Seks Bebas dan Narkoba Muslichah, Miftakhul; Hilman, Orizaty
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2 (s).1629

Abstract

Knowledge, attitude, behavior of free sex and napza of teenager in Indonesian needs serious attention of various circles of society. The knowledge derivedfrom family particulary from parent is more importance since family is the principal key in establishing attitude and behavior of teenager in socialization. In connection with this matter, the unhealthy reproduction behavior of teenager like having sexual intercourse in extra marital status or keep on changing partner freely, can result in the infection of sexual infection disease including HIV/AIDS, unwanted pregnancy, abortion, and use substance that lead into criminality. The objective of this study is to fine the influence relation between parents and teenager to knowledge, attitude, behavior of free sex and napza. This research is descriptive analytic and using quantitative method by cross sectional. The subject of this study were 115 respondent from the 2nd class in the students Senior High School Muhammadiyah Three Of Yogyakarta. Data collected from primary data with questionnaire method directly from the students. The data analysis used in the study was Corelation product moment of pearson. The result of the study showed that: there is significant relationship between perception of teenager with her parents to knowledge and attitude about free sex and napza. The knowledge of helth reproduction influenced the free sexual behavior of teenager.Pengetahuan, sikap, perilaku seks bebas dan napza remaja di Indonesia membutuhkan perhatian yang serius dari seluruh lapisan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dari keluarga khususnya dari orang tua lebih penting lagi karena keluarga adalah kunci utama dalam menegakkan sikap dan perilaku remaja dalam bermasyarakat. Oleh karena itu, perilaku remaja dalam reproduksi yang tidak sehat seperti hubungan seks di luar nikah, berganti-ganti pasangan secara bebas, dapat berakibat penyakit infeksi seksual misalnya HIV/AIDS, hamil diluar nikah, aborsi, dan perilaku yang mengarah ke kriminalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara orang tua dan remaja tentang pengetahuan, sikap dan perilaku seks bebas dan napza. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan metode kuantitatif secara cross sectional. Subyek penelitian adalah 115 siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta kelas 2. Data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden menggunakan metode kuesioner. Data dianaisis dengan uji korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara persepsi remaja dengan orang tua
Aktivitas Leukosit Pro Inflamasi pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis Eksaserbasi Akut Juwariyah, Juwariyah; Arjana, Adika Zhulhi; Rahayu, Ester Tri; Rosita, Linda; Irfan, Rozan Muhammad
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 2: July 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.170202

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) memiliki karateristik adanya restriksi saluran nafas yang kurang reversibel. Pada PPOK terdapat inflamasi akibat aktifitas sel-sel inflamasi termasuk neutrofil dan eosinofil. Restriksi saluran nafas terjadi akibat remodelling dari proses inflamasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas sel-sel inflamasi terutama neutrofil dan eosinofil pada PPOK eksaserbasi akut dengan membandingkan kadar eosinfil dan netrofil sebelum dan sesudah terapi. Penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah pasien penderita PPOK yang rawat jalan dan rawat inap di RSUD Kebumen pada tahun 2016. Semua subyek masuk dalam penelitian dengan kriteria eksklusi adalah data tidak lengkap. Hasil menunjukkan terdapat 119 pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebagai responden. Data dari rekam medis menunjukkan bahwa mayoritas penderita adalah laki-laki (84,03 %) dengan rata-rata umur 67 tahun. Penyakit penyerta yang ditemukan adalah hipertensi (54,62 %), tuberkulosis (22,69 %) dan congestive heart failure (CHF) (6,72 %). Pada tanda vital, terdapat kenaikan sistole dan laju nafas. Presentase netrofil pada kedua jenis kelamin meningkat dibandingkan normal namun tidak dengan eosinofil. Setelah dilakukan rawat inap, terjadi penurunan persentase eosinofil dan neutrofil dibanding sebelum perawatan namun tidak signifikan secara statistik (p= 0,603 vs 0,818). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan aktivitas netrofil pada pasien PPOK. Penurunan aktivitas baik netrofil maupun eosinofil didapatkan ketika pasien rawat inap meskipun tidak bermakna secara statistik.
Faktor-Faktor Maternal yang Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Bayi Susyanto, Bambang Edi; Indriastuti, Puji
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2 (s).1662

Abstract

Nutrient status is important factor in increasing of human resources quality. Giving breastfeeding exclusively making the baby can grow well because breastfeeding requires all babies need of nutrient substance for growing up and health, so that ideal weight of baby can be reached. This research aimed to know maternal factors influence of increasing infant weight. This is an observational research with location in Local Government Clinic of Alian, Kebumen district. Primary and secondary data are collected Primary data used questinnare to the responden and secondary data taken from Puskesmas. Data analysis use cross tabulation and to know influence of independent variable to dependent variable using chi-square test. The result of this research shows that maternal factor of educational daily food intake and breast care significantly influence increasing of infant’s weight (p 0,05), but mother ’s age and mother ’s occupation doesn ’t influence increasing of infant ’s weight significantly (p 0.05).Status gizi adalah faktor yang penting dalam peningkatan Sumber Daya Manusia. Pemberian ASI secara eksklusif menjadikan bayi tumbuh dengan baik karena ASI dapat memenuhi semua kebutuhan bayi terhadap zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan kesehatannya sehingga berat badan yang ideal dapat dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor maternal terhadap kenaikan berat badan bayi. Jenis penelitian ini adalah penelitian obsevasional, dilakukan di Puskesmas Alian Kabupaten Kebumen. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan melakukan wawancara terhadap responden dengan menggunakan kuesioner, terutama dikaitkan dengan variabel bebas yaitu ibu yang melakukan perawatan payudara, faktor makanan sehari-hari ibu. Data sekunder diperoleh dari data Puskesmas. Analisis data menggunakan tabulasi silang dan pengujian pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor maternal yaitu latar belakang pendidikan ibu, makanan sehari-hari, perawatan payudara mempengaruhi kenaikan berat badan bayi secara bermakna (p 0,05), sedangkan umur ibu dan pekerjaan ibu tidak mempengaruhi kenaikan berat badan bayi secara bermakna (p 0,05).
Perbedaan Skor Kecerdasan Emosi dan Kecemasan Siswa Kelas Akselerasi dan Kelas Reguler Puspitosari, Warih Andan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i1.1564

Abstract

Acceleration is designedfor students with extraordinary capabilities. They are expected to graduate earlier, but on the other side the full schedules and minimum social interactions would bring negative consequences, such as low emotional quotient and hight level of anxiety. It S said that success determined by 20% of IQ and the rest by emotional quotient (EQ). The aims of this research is identify the difference of emotional quotient score and anxiety score between acceleration students and regular students in Muhammadiyah 1 Highschool in Yogyakarta. This is a cross-sectional analytic descriptive study. It’s conducted at Muhammadiyah 1 Highschool in Yogyakarta on August-October 2008. The study took two populations. Sample taken were all of acceleration students 45 and regular students. Instruments used include BarOn Emotional Quotient Inventory-YV, Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) Data were analyzed with independent t-test There is significant difference of anxiety score but no significant difference of EQ score between acceleration students and regular students (p=0,024, p=0,646). Conclusions this research are : (l)Acceleration students have higher score of anxiety than regular students. (2)There is no significant difference of EQ score between acceleration students and regular students.Program kelas akselerasi diperuntukkan bagi siswa yang memiliki kemampuan luar biasa, agar bisa menyelesaikan studi lebih cepat dan mengembangkan kemampuannya secara optimal. Padatnya kegiatan dan terbatasnya interaksi serta kesempatan bersosialisasi dikhawatirkan akan berdampak buruk pada siswa, dintaranya adalah rendahnya kecerdasan emosi dan tingginya tingkat kecemasan. Rendahnya kecerdasan emosi dan tingginya tingkat kecemasan justru akan menurunkan produktifitas siswa. Kesuksesan seseorang lebih 80% ditentukan oleh kecerdasan emosinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan skor kecerdasan emosi dan kecemasan antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas regular di SMU Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di SMU Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada bulan Agustus-Oktober 2008. Populasi penelitian adalah siswa kelas akselerasi dan siswa kelas regular. Jumlah sampel untuk kelas akselerasi 45 siswa dan kelas reguler 58 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuestioner kecerdasan emosi BarOn Emotional Quotient Inventory-YV, kuestioner kecemasan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Data dianalisis dengan Independent t-Test. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor kecemasan siswa kelas akselerasi dan regular dengan p=0,024. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor kecerdasan emosi siswa kelas akselerasi dan regular dengan p=0,646. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1) Skor kecemasan siswa kelas akselerasi lebih tinggi dibanding siswa kelas regular, 2) Tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor kecerdasan emosi siswa kelas akselerasi dan regular
Tumor Cerebellopontine Angle Wahyuliati, Tri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v6i2.1897

Abstract

For about 85% of tumors in the region of the cerebellopontine angle is acoustic neuroma, 10% are meningiomas and 5% are epidermoid tumor. An acoustic neuroma is a benign tumour that develops in the acoustic or auditory nerve. The acoustic neuroma starts from schwann cells which cover the acoustic nerve and is sometimes therefore called a schwannoma.Hearing loss is the most frequent symptom. Vertigo or spinning occurs in about 20 percent of persons with acoustic neuroma. Early diagnose by signs and symptoms detection is very important in acoustic neuroma treatment. Unfortunately, misdiagnose becomes the problem in this step. The optimal test for excluding an acoustic neuroma is MRI. If an MRI cannot be done, CT scan should be obtained.About more than a half of all acoustic neuromas are presently treated with surgery. The recurrence rate of the tumor is about 3% after surgery. Overall, the risk of death from acoustic neuroma surgery is about 0.5 to 2 percent. Unexpected post-operative complications occur in roughly 20percent with more complications occurring in elderly and infirm individuals and those with large tumors. Surgical treatment where the brain is exposed is nearly always performed by a team of surgeons, usually including a neurologist, a neurosurgeon and an anesthesiolgist. Pathology anatomist is needed to make definitif diagnose.Sekitar 85% tumor yang tumbuh di daerah sudut serebelo pontin adalah neuroma akustik, sekitar 10% adalah meningioma dan sekitar 5% adalah tumor epidermoid. Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada nervus akustikus, yang berasal dari sel schwann yang meliputi nervus akustikus sehingga disebut juga schwanoma.Gangguan pendengaran merupakan gejala yang paling sering ditemukan. Vertigo atau rasa berputar dirasakan pada sekitar 20% penderita. Diagnosa dini melalui pengenalan tanda dan gejala sangat penting dalam penatalaksanaan neuroma akustik. Sayangnya, hal ini seringkah terabaikan atau teijadi misdiagnosis. Pemeriksaan yang optimal adalah menggunakan MRI, namun jika hal itu tidak bisa dilakukan maka CT scan sebaiknya dilakukan.Sekitar lebih dari setengah kasus neuroma akustik diterapi melalui pembedahan. Angka kekambuhan setelah pembedahan sekitar 3%. Risiko kematian saat operasi sekitar 0,5 - 2%. Komplikasi setelah operasi muncul pada sekitar 20% penderita, yang paling banyak pada penderita usia dewasa serta pada tumor yang besar. Terapi pembedahan pada otak melibatkan tim yang terdiri dari dokter ahli saraf, bedah saraf dan ahli anestesi. Ahli patologi anatomi berperan dalam menentukan diagnosa pasti.
MISWAK (Salvadora persica) as a Cleansing Teeth Mahanani, Erlina Sih; Samuel, Samantha Victoria
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i1.1696

Abstract

Miswak is a chewing stick that derives from Arak tree (Salvadora persica) which is used as cleansing teeth. It is used in different part of Africa, Asia especially in Middle East, South of America,2 India, Pakistan and mostly of Muslim community. This custom was adopted and Islamized by Prophet Muhammad (Peace and Blessings of Allah be upon Him/PBUH) because there are several hadith mentioning the benefits of siwak in maintaining oral hygiene. Many studies have been done to explore the oral hygiene advantages of this stick. Salvadora persica contains trimethylamine, salvadorine, chloride, fluoride, silica, sulphur, mustard oil, vitamin C, resins and traces of tannins, saponins, flavonoids and sterol. Actually this chemical composition influence to the oral hygiene. The unique chemicals component, fibers proved the effect to periodontal status, caries, antimicrobial, cleanness, whitening, calculus removal, and so on. Furthermore miswak is generally used for a longer period of time and frequency (because it is used at least 5 times a day before praying). So normally the miswak users have higher oral hygiene status.
Hubungan antara Prevalensi Stroke Akut pada Wanita Perokok Pasif dari Anggota Keluarga dan Lingkungan Wahyuliati, Tri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potentially harmful health effects of environment tobacco smoke have received considerable attention in recent years. Unfortunately, education about the health consequences is still limited in Indonesia. The purpose of reseach as to determine the association between smoking by family member and environment with the prevalence of acute stroke among nonsmoker women in Stroke Unit of Sardjito General Hospital - Yogyakarta The study included 62 cases of passive smoker women with acute stroke matched to 62 free controls in sex and group of age to determine odds ratio. Compare with other sources of environment tobacco smoke, exposed by husbands have the most potentially risk to increase the incident of acute stroke among passive smoker women. The adjusted odds ratio for acute stroke among women passive smokers by husbands was 5,814 (95% CI, 2,645-12,776) ; by children was 3,526 (95% CI, 1,284-9,681); by brothers was 1,000 (95% CI, 0,061-16,353 ); by other persons out of house member and co-worker was 1,000 (95% CI, 0,274-3,643). The study showed a strongest positive association between passive smoking and acute stroke in women exposed to environment tobacco smoke by husband compare with the other source of pollutans.Dampak buruk terhadap kesehatan akibat polusi asap rokok banyak mendapat perhatian pada beberapa tahun terakhir. Sayangnya, di Indonesia pengetahuan tentang dampak buruk ini masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan hubungan antara pajanan asap rokok oleh anggota keluarga dan lingkungan dengan stroke akut pada wanita bukan perokok di Unit Stroke RS. Sardjito - Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan 62 kasus stroke akut pada wanita yang terpajan asap rokok dan 62 kontrol, yang dilakukan pencocokan dalam hal jenis kelamin dan kelompok umur, untuk menentukan Odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan wanita bukan perokok dan bukan perokok pasif, odds ratio untuk menderita stroke akut pada wanita perokok pasif yang terpajan oleh suami adalah sebesar 5,814 (95% CI, 2,645-12,776) ; oleh anak atau menantu sebesar 3,526 (95% CI, 1,284-9,681); oleh saudara dan anggota keluarga selain anak 1,000 (95% CI, 0,061¬16,353 ), oleh orang lain diluar rumah atau teman kerja 1,000 (95% CI, 0,274-3,643 ). Penelitian ini menunjukkan adanya suatu hubungan positif yang paling kuat antara wanita perokok pasif dari suami dengan angka kejadian stroke akut, dibandingkan dari sumber polusi asap rokok yang lain.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue