cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Distribusi Prevalensi Infestasi Parasit Usus pada Balita Penderita Gizi Buruk di Kasihan, Bantul, Yogyakarta Berdasarkan Faktor Risiko Tri Wulandari Kesetyaningsih; Rizki Ardana Riswari; Ririd Tri Pitaka
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1575

Abstract

Malnutrition is still a public health problem in Indonesia. Severe malnutrition increasing susceptibility to the infection, and the infection is the direct factor influencing nutrition status. Intestinal parasite infestation make worse the sufferer and inhibit the elimination programme. The research purpose is to know the prevalence of intestinal parasite infestation in under five year children with severe malnutrition, and express to its risk factor of intestinal parasite infestation. The subject is all of under five children with severe malnutrition recorded in Primary Health Care in Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Questionnaire and medical record data used to find the risk factors: acces to primary health care, parent ’s formal education, history of chronic infection and social-economic status. Direct and indirect method of faeces examination were carried out by two persons to find cysts or nematode’s eggs. The prevalence of intestinal protozoa infestation are Entamoeba histolytica (56,2%), Entamoeba coli (43,48%), Giardia lamblia (21,74%) and Balantidium coli (4,35%). Infestation of intestinal nematodes are Ascaris lumbricoides (52,17%), hook worm (13,04%) and Enterobius vermicularis (8,96%). The protrude condition of subject family are 84% low social-economic status; 96% low and medium category of parent’s formal education degree; 40% have no sanitation facilities and 64% subject with chronic disease.Gizi buruk merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Gizi buruk menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi. Infeksi merupakan faktor langsung yang mempengaruhi gizi buruk. Infestasi parasit usus mengakibatkan penderita gizi buruk menjadi lebih buruk lagi, sehingga menghambat usaha pemberantasan gizi buruk di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infestasi parasit usus pada balita penderita gizi buruk dan distribusi prevalensinya berdasarkan faktor risiko. Subyek penelitian adalah semua balita gizi buruk di Puskesmas Kasihan I dan II, Bantul, Yogyakarta. Kuesioner dan catatan medik untuk mendapatkan data faktor risiko yaitu akses dengan pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan orang tua, riwayat infeksi kronis dan tingkat sosial ekonomi. Pemeriksaan feses dengan metode langsung dan tidak langsung untuk menemukan sista atau telur cacing, dilakukan sebanyak dua kali dengan pemeriksa berbeda. Prevalensi infestasi protozoa usus pada balita penderita gizi buruk adalah Entamoeba histolytica (56,52%), Entamoeba coli (43,48%), Giardia lamblia (21,74%), dan 4,35% Balantidium coli. Infestasi cacing usus: Ascaris lumbricoides (52,17%), cacing tambang (13,04%) dan Enterobius vermicularis (8,69%). Kondisi yang menonjol pada keluarga balita gizi buruk adalah 84% berstatus sosial ekonomi rendah, 96% orang tua berpendidikan rendah dan sedang serta 40% mempunyai sarana sanitasi memadai; 64% terinfeksi penyakit kronis.
Pengaruh Suplementasi Zink terhadap Nafsu Makan pada Anak Jatuwarih Pintautami; Bambang Edi Susyanto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.948

Abstract

Kesulitan makan pada anak dialami sekitar 25% usia anak dan jumlah tersebut akan meningkat pada anak yang lahir prematur atau menderita penyakit kronik. Salah satu penyebab yang menimbulkan kesulitan makan yaitu kurangnya nafsu makan. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa defisiensi zink dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi zink terhadap nafsu makan anak. Desain penelitian adalah randomized control trial dengan single blind. Sampel adalah 60 orang siswa dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 orang sebagai kelompok perlakuan dan 26 orang sebagai kelompok kontrol. Kelompok perlakuan disuplementasi dengan zink, sedangkan kelompok kontrol disuplementasi dengan plasebo. Sebelum dan sesudah suplementasi nafsu makan diukur dengan menggunakan Children’s Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ). Hasil analisis dengan uji statistik secara keseluruhan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol mengalami peningkatan nafsu makan, namun peningkatan skor nafsu makan hanya bermakna pada kelompok zink (p0,05). Pengaruh suplementasi terhadap status gizi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antara status gizi sebelum dan sesudah suplementasi (p0,05). Disimpulkan bahwa pemberian suplementasi zink selama 14 hari meningkatkan nafsu makan anak, tetapi suplementasi zink selama 14 hari tidak meningkatkan status gizi anak.
Pengobatan Pilihan Terkini Pengobatan Pilihan Terkini pada Sarkoma Stroma Endometrium Rahim Current Treatment Options in Uterine Endometrial Stromal Sarcoma Supriyatiningsih Supriyatiningsih; Burham Warsito
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i1.9392

Abstract

Sarkoma uteri adalah bentuk kanker uterus yang jarang. Terjadi pada wanita usia 40-60 tahun yang umumnya ditandai dengan prognosis yang buruk, rekurensi lokal yang tinggi dan metastasis jauh. Endometrial Stromal Sarcoma (ESS) terjadi sekitar 0,2% dari seluruh keganasan ginekologi. Pengobatan yang ditempuh meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi dan terapi hormonal. Randomized trials yang menganalisis terapi-terapi tersebut memang terbatas dikarenakan jarangnya kasus ini, oleh karenanya Standar terapi ESS sejauh ini belum ada. Untuk memperlihatkan gambaran mengenai berbagai alternative terapi pada ESS, maka dilakukan penulusuran melalui Medline, Embase dan Cochrane Library. Makalah ini melaporkan kasus seorang wanita usia 32 tahun di RSUP Sardjito, Yogyakarta dengan ESS stadium II. Terapi awal menggunakan tamoxifen dan perfusi lokal cisplatin dengan hasil terjadinya progresifitas penyakit sehingga terapi ini dihentikan. Berikutnya, pendekatan terapeutik dengan menggunakan kombinasi doxorubicin dan ifosfamide sebanyak 2 siklus, yang kemudian dilanjutkan dengan terrapin pembedahan. Lima tahun setelah operasi, pada pasien didapatkan remisi komplit. Oleh karena itu disimpulkan bahwa meski pun belum ada data yang didukung oleh penelitian randomized trials, kemoterapi pada kasus ESS lanjut maupun metastasis dapat memberikan peiuang untuk selanjutnya dilakukan operasi dan memberikan remisi dalam jangka panjang.
Uji Toksisitas Kurkumin pada Kultur Sel Luteal Zulkhah Noor
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v1i2.1907

Abstract

Cur cumin, an active substance of turmerics (Curcuma domestica Val.; Cur-cuma xanthorhiza Robx.), is found to be an anti-fertility substance. The re¬search was aimed to examine the toxicity of curcumin to ovarian cell, espe¬cially luteal cell and to investigate the threshold of curcumin toxicity to luteal¬cell culture.The sample used were luteal cell cultures of 3-day-old corpus luteum of immature Sprague-Dawley rats which received ovulation induction of 8 iu PMSG. Luteal cell cultures were divided into 7 groups (n-10), each of which was given curcumin (mg/ml) 0 (vehicle); 0.075; 0.15; 0.3; 0.6; 1.2; 2.4, and incubated for 24 hours. Toxicity effect of curcumin was counted by hemocy- tometer with trypan blue. The difference of alive-cell number of each group was tested statistically with student t-test and Cythopatic Effect (CPE.J is counted with Reed Muench formulation.Student t-test of mean data of alive cell showed significant difference (p0.05) between the control group and groups which were given curcumin the same or greater than 0.15 mg/ml. Cythopatic Effect (CPE30) of curcumin to cell luteal culture is 0.55 mg/ml.Kurkumin zat aktif yang terdapat dalam rimpang kunyit (curcuma domestica Val), temulawak (Curcuma xanthorriza Robx) dan beberapa marga curcuma, ditemukan memiliki efek anti fertilitas. Penelitian ini dilakukan untuk uji toksisitas kurkumin pada sel ovarium untuk mengetahui ambang batas kurkumin yang menyebabkan kematian sel (toksis).Sampel penelitian adalah kultur sel luteal dari korpus luteum umur tiga hari dari tikus Sprague Dawley prepubertal yang mendapat induksi ovulasi dengan 8 iu PMSG. Kultur sel luteal dikelompokkam menjadi 7 kelompok (n=10), masing-masing kelompok mendapat kurkumin kadar bertingkat(mg/ml) 0; 0,075,0,15; 0,3; 0,6; 1,2; dan 2,4; kemudian diinkubasi selama 24 jam . Efek toksis kurkumin (kematian sel) dihitung menggunakan hemositometer dengan zat warna tripan blue. Perbedaan jumlah sel hidup tiap kelompok di uji dengan student t-test. Sedangkan Cythopatic Effect (CPE50) dihitung dengan rumus Reed Muench.Student t-test rerata data sel luteal hidup menunjukkan perbedaan bermakna p0,05) antara kelompok kontrol dengan kelompok yang mendapat kurkumin mulai konsentrasi 0,15 mg/ml. Perhitungan Cythopatic Effect (CPE50) kadar kurkumin sintesis mumi dalam metanol yang menyebabkan kematian sel luteal umur tiga hari sebanyak 50% adalah 0,55 mg/ml.
Hubungan antara Kecanduan Online Game dengan Depresi Warih Andan Puspitosari; Linaldi Ananta
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1592

Abstract

In psychological aspect, bad relation between online game addict to their families and friends usually causes isolation from the community, which can induce some psychiatric disorder for example depression. The purposes of this research are to identify depression score in online game addict and analyze the relation between the addiction to online game and depression. This study is a descriptive non-experimental study, uses cross sectional method. Data analysis uses SPSS 16 with Spearman non-parametric correlation method. The subject are 64 people from online gamer in Genesis game centre attain the age of 17-24 year old. Subjects are asked to fill the questionnaire of online game addiction from Astuti and depression score determined with Beck Depression Inventory (BDI). Result of this study showed that from 64 subjects, 35 subjects (54,7%) are low addiction, and then 29 subjects (45,3%) are high addiction. Moreover, about depression, from 64 subjects 39 subjects (60,9%) are normal and 16 subjects (25%) suffer mild depression, 8 subjects (12,5%) suffer moderate depression, and 1 subject (1,6%) suffers severe depression. Analysis result by Spearman non-parametric correlation test and Sugiyono correlation strength table showed weak correlation between online game addicts and depression (sig 0,005; correlation coefficient 0,348). The conclusion of this study is there’s weak correlation between online game addiction and depression.Kecanduan online game membawa dampak negatif, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Dari aspek psikologis, buruknya hubungan sosial dengan keluarga dan teman, menyebabkan pecandu online game seringkali terisolasi dari masyarakat dan rentan menderita gangguan psikiatri, salah satunya adalah depresi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui skor depresi pada pecandu online game dan menganalisis hubungan antara kecanduan online game dengan depresi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional study. Analisis data dilakukan dengan alat bantu program komputer dengan metode analisis korelasi Spearman. Subyek penelitian adalah pemain online game di game centre Genesis Yogyakarta, berusia 17-24 tahun, sebanyak 64 orang. Subyek diminta untuk mengisi kuesioner online game addict dan kuesioner depresi. Kuesioner online game addict yang digunakan adalah kuisioner dari Astuti (2005), sedangkan untuk menilai skor depresi digunakan Beck Depression Inventory Scale (BDI). Hasil penelitian menunjukkan bahhwa dari total subyek sebanyak 64 orang, 35 orang (54,7%) merupakan low addiction, sedangkan 29 orang (45,3%) merupakan high addiction. Sejumlah 39 subyek (60,9%) termasuk kategori tidak depresi, 16 orang (25%) depresi ringan, 8 orang (12,5%) depresi sedang, dan 1 orang (1,6%) depresi berat. Hasil analisis menggunakan teknik korelasi non- parametrik Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan online game dengan depresi. (p 0,005), dengan kekuatan hubungan lemah yaitu 0,348. Oleh karena itu dapat disimpulkan terdapat hubungan yang lemah antara kecanduan online game dengan depresi.
Hubungan Tipe Belajar dengan Fungsi Memori Otak pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Akbar, Dimas Muhammad; Sagiran, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i1.999

Abstract

Proses belajar adalah salah satu cara manusia untuk dapat beradaptasi terhadap informasi dan perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Belajar tidak dapat berlangsung tanpa adanya memori. Banyak cara dapat dilakukan untuk menyerap, mengatur, dan mengolah informasi dengan mudah, hal inilah yang disebut dengan tipe belajar. Tipe belajar VARK (Visual, Aural, Read/Write, Kinesthetic)  adalah yang paling sering diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe belajar dengan fungsi memori otak pada mahasiswa FKIK UMY. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2010  FKIK UMY. Masing-masing responden mengisi kuesioner untuk dapat dibagi menjadi kelompok tipe belajar VARK. Setelah itu, responden memperoleh  perlakuan berupa menghafal ayat-ayat Al-Quran sesuai tipe belajarnya dan dinilai dengan checklist observasi. Data dianalisis menggunakan crosstab Pearson Chi square. Hasil menunjukkan bahwa tipe belajar terbanyak adalah kinesthetic (29%). Preferensi modalitas sensori quasi-modal lebih banyak (94%) daripada tri-modal (6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tipe belajar VARK dengan fungsi memori otak yakni 0,026 ( 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara peranan prior knowledge dengan fungsi memori otak yakni 0,000 ( 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tipe belajar VARK dengan fungsi memori otak. The learning process is one way human beings can adapt for the information and changes that occur in environment. Learning will not be able to take place without memory. Many ways that can be done to absorb, manage, and process the information easily, it is called as learning style. The VARK (Visual, Aural, Read / Write, Kinesthetic) learning style is the most frequently applied. This study aims to determine the relationship between learning style with the brain’s memory function of FKIK UMY students. The method of study is observational analytic with cross sectional design. The subjects are medical students of year 2010 FKIK UMY. Each subjects completed questionnaires to be divided into groups of VARK learning style. After that, the subjects obtain the treatment in the form of memorizing the verses of the Quran according to the learning style and assessed by observation checklist. Data analyzed using Pearson Chi square crosstab. The results showed that the highest type of learning is kinesthetic (29%). Quasi-sensory modality preferences more capital (94%) than tri-modal (6%). There is a significant relationship between the type of VARK learning with the brain’s memory function 0.026 (0.05). There is a significant relationship between the role of prior knowledge with the brain’s memory function 0.000 (0.05). Concluded that there is a significant relationship between VARK learning style with the brain’s memory function.
Perbandingan Bentuk Wajah Antara Mahasiswa-Mahasiswi Suku Jawa Dan Suku Ternate Nursyafat Arsyad; Hastoro Pintadi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2 (s).9428

Abstract

Java ethnic was Mongoloid race, while Ternate tribe was Austromelanesoid race. The aim of research is to compare facial indekx between Javaness and Ternateness by measuring the facial width and the facial height.This research is cross sectional by the subject of research was 20 adult Javanese group and 20 adult Ternate etnic group whose live in Yogyakarta which each divided in 2 groups male and female. Influence variable is ethnic and to have influence variable is facial shape. Subject criteria which used was students in age 18-25 years old both from native Javanese and ternate etnic, which is not wear ortho appliance, in health condition and no facial deformity. The variable which uncontrolled was nutrition and bad habbit. The subject which fulfill measured their facial breadth and facial hight. Facial width measured from right zigion until left zigion use spreading caliper; and hight facial measured from nasion to gnathion uses sliding caliper: The result of width and hight facial was found from facial index which have been taken ration population from both ethnics. The result was measured analized useed t-tes.The result showed that there was no significant diflerences facial index between those two etnic (p0.05). Facial index between Javanese and Ternatenese male t=0.1 78, p=0.861. Facial index between Javenese and Ternatenese female t=1.283, p=0,216. from the result can be conclude that: 1). There is no differential hight and width facial between Javanese and T ernatenese female, 2). There no was differential hight and breadth facial between Javanese and Ternatenese male, 3). There was no differential facial index between Javanese and Ternatenese.
Bubuk Cinnamon burmani Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih Diabetik Diinduksi Alloxan Giand Elmadahlia Tusara; Yoni Astuti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i3.2480

Abstract

Bubuk kayu manis mengandung flavonoid yang memiliki efek hipoglikemik untuk menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian bubuk kayu manis (Cinnamon burmani) terhadap kadar gula darah pada tikus diabetes diinduksi alloxan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian pre and post tets control design menggunakan 18 tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing terdiri 6 ekor tikus. Kelompok pertama tidak diberikan perlakuan, kelompok kedua diberi bubuk C. burmani3,6 mg/hari dan kelompok ketiga diberi bubuk C. burmani7,2 mg/hari. Tikus di kelompok 2 dan 3 diberi bubuk C. burmani setiap hari selama 21 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA satu jalan dilanjutkan dengan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil uji menunjukkan bahwa pemberian bubuk C. burmani memberikan efek penurunan gula darah berrmakna (p 0.05). Dosis terbaik untuk menurunkan kadar gula darah dalam penelitian ini adalah 7,2 mg/day setelah pemberian selama 21 hari. Pemberian dosis 2 kali lipat tidak menyebabkan kecepatan penurunan gula darah 2 kali lipat juga. Disimpulkan bahwa pemberian bubuk C. burmani dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih diabetik yang diinduksi alloxan.Cinnamon powder contain flavonoid as antioxidant and MHCP (methylhydroxy-chalcone poly­mer) which provide hypoglycemic effect to reduce level blood glucose. The aim of this study is to know the effect of cinnamon powder (Cinnamon burmani) given to the blood glucose in alloxan-induced dia­betic rats. This research was an experimental laboratory with pre and post tets control design using 18 rats were divided into three groups, each group were 6 rats. The first group were not given anything, the second group were given cinnamon powder 3,6 mg/day and the third were given cinnamon powder 7,2 mg/day. Rats in group 2 and 3 were given cinnamon powder everyday for 21 days. Hypoglycemic activity was evaluated at day 0, 7, 14 and 21. The data was compared statistically using one-way analysis of variance (ANOVA) followed by post-hoc test Tukey HSD. The result indicated that cinnamon powder giving significant effect on the reduction of blood glucose. In this research were used the optimum doses to decreasing blood glucose level at 7,2 mg/day after 21 days treatment The double doses cannot also decreasing speed of blood glucose causes. It was concluded that C. Burmani powder can decrease blood glucose levels in diabetic mice induced alloxan.
Prevalensi Seropositif IgM/IgG Cytomegalovirus pada Populasi Wanita Pra-nikah dengan Riwayat Konsumsi Makan Lesehan Adang Muhammad Gugun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i2.1024

Abstract

Infeksi Cytomegalovirus ( CMV) dapat menyebabkan abortus pada ibu hamil, pertumbuhan janin terhambat, cacat bawaan serta membawa permasalahan infertilitas. Transmisi CMV dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung, kontak seksual, transfusi darah, transplantasi organ atau hal–hal yang berhubungan dengan riwayat kontak erat dengan sekret, saliva dan urin. Makan di warung lesehan semakin banyak diminati oleh orang dewasa muda. Pencucian alat makan yang kurang bersih bisa menularkan infeksi CMV. Oleh karena itu, hubungan antara riwayat konsumsi makan lesehan dengan prevalensi CMV pada wanita pra-nikah perlu diteliti. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, untuk mencari hubungan antara prevalensi seropositif IgM/IgG CMV pada wanita pra-nikah di Kabupaten Bantul dengan riwayat konsumsi makan lesehan. Subyek penelitian berjumlah 90, seluruh subyek mengisi kuesioner dan diambil serumnya kemudian dites ELISA untuk mengetahui keberadaan IgM/IgG anti CMV dalam serum. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 72 dari 90 subyek (80%) positif terinfeksi CMV. Empat puluh dua subyek penelitian yang memiliki faktor risiko riwayat konsumsi makan lesehan, didapatkan sebanyak 33 subyek (78.57%) positif terinfeksi CMV. Hasil uji chi-square menunjukkan p0.05; Risiko Prevalensi sebesar 0.967; (IK; 95% : 0.785-1.191). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor risiko riwayat konsumsi makan lesehan terhadap prevalensi seropositif IgM/IgG CMV pada populasi wanita pra-nikah. Cytomegalovirus (CMV) infection can cause abortion in pregnant women, Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), congenital defects and bring the issue of infertility. CMV transmission can occur through direct or indirect contact, sexual contact, blood transfusions, organ transplantation or other matters relating to the history of close contact with secret, saliva and urine. Eating at stalls street food demand by a growing number of young adults. but keep in mind hygiene. Washing eating utensils that are less clean can transmit CMV infection. Therefore, the relationship between a history of consumption street food with the prevalence of CMV infection on premarital women need to be investigated. The study design was observational analytic with cross sectional, to find the relationship between the prevalence of seropositive IgM/IgG CMV in premarital women in Bantul district with a history of eating street food consumption. Research subjects numbered 90, all subjects were asked to fill out questionnaires and retrieved for later in the test serum by ELISA method to determine the presence of IgM/IgG anti-CMV in the serum. The data analysis with chisquare test. The result showed that: Seventy two of all subjects (80%) infected with CMV positive. Fourty two subjects who have risk factor history of consumption lesehan food, obtained a total of 33 subjects (78.57%) infected with CMV positive. Chi-Square test results showed no correlation between risk factor history of eating street food consumption with the prevalence of seropositive IgM/IgG CMV in pre-marital women population (p 0.05; PR 0.967; 95% CI 0.785-1.191).
Efektifitas Edukasi Diabetes dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengaturan Diet pada Diabetes Melitus Tipe 2 Dyah Restuning
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v15i1.2492

Abstract

Edukasi diabetes merupakan pendidikan mengenai pengetahuan dan ketrampilan bagi pasien diabetes yang bertujuan mengubah perilaku untuk meningkatkan pemahaman klien akan penyakitnya. Kepatuhan diet merupakan masalah besar yang terjadi pada penderita DM tipe 2 saat ini. Prinsip pengaturan pola makan didasarkan pada status gizi pasien diabetes dan melakukan modifikasi diet dengan memperhatikan gaya hidup serta pola kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi diabetes terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman Kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre – post test without control group design. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman. Jumlah sampel sebanyak 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 untuk kelompok kontrol). Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test kelompok intervensi didapatkan nilai bermakna (p=0,002), terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai tidak bermakna (p=1,000), tidak terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes. Uji beda Mann Whitney diperoleh nilai bermakna (p=0,020) terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Disimpulkan edukasi diabetes berpengaruh bermakna terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.Education diabetes is an education about the knowledge and skills for patients with diabetes who aim to change behavior to improve client understanding of his illness. Dietary compliance is a major problem that occurs in patients with type 2 diabetes today. Principles of dietary adjustments based on the nutritional status of patients with diabetes and dietary modifications by paying attention to lifestyle and eating habits patterns. The purpose of this study to determine the effect of education diabetes to compliance of the diet in patients with diabetes mellitus type 2 in the village Wirogunan and Brontokusuman Yogyakarta. This research method using quasi-experimental pre - post test without control group design. This research was conducted in the village Wirogunan and Brontokusuman. The total sample of 82 respondents (41 intervention group and 41 to the control group). Results of research by Wilcoxon test intervention group obtained significant values (p = 0.002), there are differences in compliance with the diet before and after diabetes education. In the control group obtained values are not significant (p = 1.000), there are no differences in compliance with the diet before and after diabetes education. Mann Whitney test values obtained significant (p = 0.020) there are differences in compliance with the diet before and after diabetes education between the intervention group and the control group. Conclusion: education diabetes meaningful effect on adherence fat diet in patients with type 2 diabetes mellitus.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue