cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Abses Submandibula Widuri, Asti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1746

Abstract

Infectious disease, in the ENT department is still common to find in the community. One of them is deep neck infection. The commonest of deep neck infection is infection in the submandibula or submandibula abscess. The com¬plication of this infection can cause death. It’s happen because of the spread¬ing of the abscess to the other place/area in the neck. We report one case of submandibular abscess caused by teeth infection with mediastinitis as it’s com¬plication.Dalam bidang Ilmu Penyakit THT penyakit infeksi masih banyak dijumpai di masyarakat, salah satu diantaranya adalah infeksi leher bagian dalam. Infeksi leher bagian dalam yang paling sering terjadi adalah infeksi pada ruang submandibula atau abses submandibula. Pada infeksi ini dapat terjadi komplikasi-komplikasi yang dapat menimbulkan kematian karena mudahnya penyebaran abses ke ruang-ruang leher yang lain. Dilaporkan satu kasus abses submandibula dengan komplikasi me¬diastinitis yang disebabkan oleh infeksi gigi.
Efek Mengkonsumsi Air Minum dengan Mineral Rendah dan Minuman Isotonik Bervitamin terhadap Kemampuan Rehidrasi Ratna Indriawati; Riverian Wijaya Kodri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1586

Abstract

All of drinks can restore the body fluid balance and electrolytes which loss because of sports and activity. The aim of this study was to reveal the effect of consumption of drink with low mineral, ordinary and isotonic drink with vitamin. Experimental study, with pre and post test control group design. Subjects were thirty male Medical Faculty of Muhammadiyah University of Yogyakarta students fulfilling the inclusion criteria and divided into 3 groups, the control group, treated group and treated group. The controlled group was given plain water, the treated group I was given water containing low mineral and the treated group II was given isotonic drink with vitamin. Dehydration levels were measured by weighing the subject before and after exercise to find out the level. The restored fluid balance was determined by comparing the results of body weight, clarity, color, and urine specific gravity 15 minutes after rehydration I and 15 minutes after rehydration II to before exercise. The statistic analysis using paired t-test and one way anova test. The results showed that the means of body weight, clarity, color and urine specific gravity before and after exercise were significantly different (p0,05) based on statistical analysis of three groups. The three groups experienced mild dehydration. There were significant difference (p0,05) of urine specific gravity 15 minutes after rehydration I, between 2nd treated group with controlled group, 2nd treated group with Ist treated group. No significant difference (p0,05) of body weight, clarity, and color urine means so 15 minutes after rehydration II among the three groups. An isotonic drink with vitamin was able to restore the body fluid balance in mild dehydration in 15 minutes after exercise. Meanwhile, drink containing low mineral was able to restore the body fluid balance in mild dehydration in 30 minutes after exercise.Semua minuman dapat mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit yang hilang akibat beraktivitas dan berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek konsumsi air minum dengan mineral rendah, biasa dan minuman isotonik bervitamin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan rancangan pre and post test control design. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 30 orang, dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol, perlakuan I dan perlakuan II. Kelompok kontrol diberi air biasa, kelompok perlakuan I diberi air mineral rendah dan kelompok perlakuan II diberi minuman isotonik bervitamin. Dilakukan penimbangan berat badan (BB) sebelum dan sesudah olahraga untuk mengetahui tingkat dehidrasi. Kemampuan rehidrasi diketahui dengan cara membandingkan hasil  penimbangan BB, pemeriksaan kejernihan, warna dan berat jenis urin 15 menit sesudah rehidrasi I dan 15 menit sesudah rehidrasi II dengan sebelum olahraga. Analisis data menggunakan paired t test dan one way anova test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata BB, kejernihan, warna dan berat jenis urin 15 menit sebelum dan sesudah olahraga terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada ketiga kelompok (p0,05). Ketiga kelompok berada pada tingkat dehidrasi ringan. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik (p0,05) antara rerata berat jenis urin15 menit setelah rehidrasi I pada ketiga kelompok. Rerata BB, kejernihan, warna dan berat jenis urin tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik (p0,05). Rerata BB, kejernihan, warna dan berat jenis urin 15 menit setelah rehidrasi II, tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara ketiga kelompok (p0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah minuman isotonik bervitamin mampu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh pada dehidrasi ringan, dalam waktu 15 menit setelah olahraga, sedangkan air mineral rendah mampu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh pada dehidrasi ringan dalam waktu 30 menit setelah olahraga.
Pengaruh Supportive-Educative System terhadap Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Jantung Purnamawati, Ditha Astuti; Arofiati, Fitri; Relawati, Ambar
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180213

Abstract

Gagal jantung adalah fase kronis yang menyebabkan kerusakan fungsional jantung akibat banyaknya gejala yang terjadi, sehingga akan berdampak pada kuali-tas hidup. Gagal jantung memerlukan penatalaksanaan yang tepat dan diharapkan dapat mencegah perburukan penyakit. Intervensi yang diberikan dapat berupa tera-pi farmakologi dan non farmakologi, diantaranya supportive-educative system. Sistem ini membantu pasien memperoleh informasi kesehatan, serta dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh supportive-educative system terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung. Penelitian ini merupa-kan penelitian kualitatif dengan metode quasi eksperiment. Rancangan penelitian yang adalah  pre-posttest with control group. Sebanyak 34 pasien gagal jantung dipilih dengan teknik non probability sampling, dibagi menjadi dua kelompok secara acak, kelompok intervensi diberikan supportive-educative system, kelompok kontrol diberi-kan program discharge planning yang ada di ruangan, minggu pertama intervensi (pre-test) untuk mendapatkan data kualitas hidup, minggu kedua dan ketiga observasi apakah responden melakukan kegiatan yang sudah diajarkan, minggu terakhir evaluasi (post-test) kualitas hidup setelah intervensi. Diuji menggunakan Wilcoxon test (data berdistribusi tidak normal) dan Paired Samples Test (data berdistribusi normal). Hasil uji beda menunjukkan kelompok intervensi lebih berpengaruh dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan ρ value sebesar 0,000. Terdapat pengaruh pem-berian supportive-educative system terhadap kualitas hidup, kualitas hidup pada kelompok intervensi lebih baik daripada kelompok kontrol.
Efektifitas Antibiotik Golongan Sefalosporin dan Kuinolon terhadap Infeksi Saluran Kemih Aviv Triono; Akhmad Edy Purwoko
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i1.994

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. jika tidak diterapi dengan baik, ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi ascenden dan dapat menyerang organ ginjal. Pengobatan infeksi saluran kemih menggunakan antibiotik. Antibiotik yang digunakan untuk terapi ISK diantaranya adalah antibiotik golongan sefalosporin dan kuinilon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antara penggunaan antibiotik golongan sefalosporin dibandingkan golongan kuinolon pada kasus infeksi saluran kemih berdasarkan lama perawatan di bangsal rawat inap RS Kabupaten Tegal. Desain penelitian adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control. Subyek penelitian adalah data sekunder berupa rekam medik pasien rawat inap dengan diagnosis infeksi saluran kemih yang menggunakan pengobatan antibiotik golongan sefalosporin dan golongan kuinolon di Rumah Sakit. Jumlah sampel tiap kelompok adalah 42 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa lama perawatan ISK menggunakan terapi antibiotik golongan sefalosporin 4.57 ± 2.07 hari, dan lama perawatan menggunakan antibiotik golongan kuinolon 3.95 ± 1.51 hari. Kedua kelompok perbedaaan tidak bermakna ditunjukkan dengan uji statistik Mann whitney ( p0.05). Disimpulkan bahwa efektivitas lama perawatan pasien ISK dengan antibiotik golongan sefalosporin dan kuinolon tidak ada perbedaan yang bermakna.Urinary tract infection (UTI) is a common term which usually use to represent that there is an invasion of the microorganism in urinary tract. If it does not been treated well, UTI will cause complication like ascenden infection and it can make kidney failure. The therapy for UTI used antibiotic. Antibiotic which used to treat UTI are cephalosporin and quinolon. The study aims to determine the effectiveness between cephalosporin group of antibiotic use compared the quinolone group in the case of urinary tract infection based on duration of treatment in hospital Tegal. The design is an observational study with case control approach. The subjects are a secondary data from medical record of the hospitalization patients with urinary tract infection as their diagnose who have been treated by antibiotic with cephalosporin and quinolon group. The number of the samples for every group are 42 samples. The result of this research showed the duration for UTI treatment use cephalosporin is 4.57 ± 2.07 days and the duration for UTI treatment use quinolon is 3.95 ± 1.51 days. From aboth of that group show there is no significance value which it is showed by Mann Whitney (p0,05). It was concluded that the effective duration for UTI therapy among cephalosporin with quinolon there is no significance difference.
Meningioma Wahyuliati, Tri; Dahlan, Pernodjo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1869

Abstract

Tumor yang tumbuh didalam rongga kepala atau tumor intra kranial, dapat berasal dari tulang tengkorak, selaput otak atau meninges, nervus cranialis, pembuluh darah, glandula pituitari atau parenkim otak itu sendiri. Angka insidensi tumor intra kranial pada penderita dari semua golongan umur mencapai sekitar 4,2 - 5,4 /100,0002 Tumor intra kranial bisa bermanifestasi dalam berbagai variasi, dari keluhan minimal yang tidak khas sampai pada keluhan berat atau ditemukannya tanda abnormalitas yang berat seperti kelemahan atau kejang. Berbagai manifestasi tersebut yang berupa tanda dan gejala, berhubungan dengan lokasi tumor. Meskipun secara umum tidak ada kelompok gejala yang patognomonik untuk tumor intra kranial.Tanda trias yang khas untuk tumor intra kranial meliputi nyeri kepala, mutah proyektil dan papil edema yang bermanifestasi pada keluhan pandangan kabur yang dirasakan penderita. Hal itu terutama disebabkan karena adanya obstruksi saluran cairan serebrospinal oleh desakan masa tumor. Trias tersebut terutama muncul paling sering pada anak - anak. Pemeriksaan Ct scan dan MRI kepala merupakan pemeriksaan penunjang yang sangat membantu dan handal dalam menegakkan diagnosa tumor otak. Diagnosa pasti tumor otak, seperti halnya tumor dari organ atau jaringan lain adalah dengan biopsi.
Pengaruh Frekuensi Penyuluhan di UKGS pada Anak SD terhadap Derajat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Fitri Handayani; Atiek Driana Rahmawati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2.1603

Abstract

One of the dental health service program in school is promotion of dental health by counseling, which can increase the knowledge of oro-dental health. The elementary school students need a continuing counseling about the importance of oro-dental health because they are in the critical condition of the dental development. The purpose of this study was to know whether there was an influence of the counseling frequency in the school dental service on elementary school students to increase the dental health knowledge. The subject of this study was 38 students of 3rd grade (class A and B) and 4th grade (class A andB) of Inti Sonosewu IIElementary School. As a control, the students were given a pre-test before counseling. The counseling was given once to group A and three times to group B in a month. The post-test was given three days after the counseling. Statistical analysis by paired t-test showed that there was a significant difference (p0.05) of knowledge between before and after counseling. Mann Whitney test showed that there was no significant difference (p0.05) of knowledge between group A (once counseling in a month) and B (three times counseling a month).Salah satu program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yaitu promosi kesehatan gigi dan mulut melalui kegiatan penyuluhan yang dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Pada anak sekolah dasar perlu usaha penyuluhan secara terus menerus tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, karena pada saat itu pertumbuhan gigi geliginya mengalami kondisi yang kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh frekuensi penyuluhan di UKGS pada anak SD terhadap peningkatan derajat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dengan subyek penelitian siswa SD kelas IIIA, IIIB, IVA dan IVB SD Inti Sonosewu II sebanyak 38 anak. Sebelum penyuluhan siswa diberi pretest sebagai kontrol kemudian diberikan penyuluhan 1 kali dalam sebulan untuk kelompok A dan 3 kali untuk kelompok B. Tiga hari setelah penyuluhan siswa diberi postest. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistik paired t-test dan Mann Whitney. Uji statistik dengan paired t-test menunjukkan hasil adanya perbedaan signifikan (p0,05) pada pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan.UjiMann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) antara penyuluhan 1 kali dalam sebulan dengan 3 kali dalam sebulan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak SD.
The Effect of Zam-zam Water to the Lipid Profile (HDL & LDL) at White Mouse (Rattus novergicus) Tama, Yhang Lidi; Sagiran, Sagiran
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190231

Abstract

The estimates from the experts of the World Health Organization (WHO) indicate that 50% of the 12 million world population die from coronary heart disease blood vessel disease. Low-Density Lipid (LDL) and High-Density Lipid (HDL) ratios are often calculated to estimate the risk of coronary heart disease. Zam-zam water is thought to be efficacious in reducing blood lipid profile levels. This study aims to know the effect of Zam-zam Water on the lipid profile (HDL LDL) on a white mouse (Rattus Novergicus). The type of this research is an experimental laboratory design with a pre-post control group conducted for 28 days. The subjects of this study were 25 Rattus norvegicus wistar strains, divided into five groups namely control (aquades) group and four treatment groups (concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%). The data were obtained by measuring the level of LDL and HDL before and after receiving the treatment of Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone (CHODPAP). Also, the data were analyzed using ANOVA test and paired t-test. The Anova analysis showed that the administration of Zam-zam water affected the level of HDL and LDL as proven by the significance of differences among study groups (p 0.05). It is obtained that zam-zam water is 100% proven to have the most influence on HDL and LDL levels. The analysis of paired T-test showed that there were significant differences before and after treatment (p 0.05). Therefore, it can be concluded that the administration of zam-zam water affected the level of HDL and LDL of Rattus norvegicus blood lipid profiles.
Hubungan Antara Pelaksanaan Olahraga dengan Terkontrolnya Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sleman Yogyakarta Rochmawati, Erna; Maryanti, Deny
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v6i2.1886

Abstract

A patient with type 2 diabetes mellitus (DM) should maintain his blood glucose to avoid its complication to take place. One of the suggested ways is to do regular exercise. The objective of this survey was to identify the relationship between exercise and controlled blood glucose in type 2 diabetic patients. Exercise was the independent variable and the blood glucose was the dependent variable.This was a non-experimental study with cross sectional design. There were 30 respondents chosen randomly who met some requirements set by the reseacher. Instruments used in this survey were questionnaires and medical records of the diabetic patients. The results of the survey were analyzed using chi square with SPSS for windows 10.0 version.The statistical analysis showed thatp— 0.0001 a, %2 = 13,768, and df= 2 with a = 0,01 which indicated that there was a very significant relationship between exercise and controlled blood glucose in type 2 diabetic patients. This demonstrates that the more regularly a type 2 diabetic patient does exercise, the more his blood glucose gets controlled.Seorang penderita Diabetes Mellitus harus mampu untuk memelihara terkontrolnya kadar gula darah untuk bisa mencegah teij adinya komplikasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengontrolnya adalah dengan melaksanakan olahraga secara teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan olahraga dengan terkontrolnya kadar gula darah pada penderita Dibetes Mellitus.Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil secara acak atau random yang memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan rekam medik penderita DM. Hasil penelitian diuji dengan uji chi square dengan bantuan program komputer SPSS for Windows versi 10.0.Hasil analisis didapatkan p=0,001 a, x2 = 13,768 df = 2 dengan a=0,01, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pelaksanan olahraga dengan terkontrolnya kadar gula darah pada penderita DM dengan tingkat keeratan yang tinggi, artinya semakin teratur klien DM dalam melaksanakan olahraga maka semakin terkontrol kadar gula darahnya.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Siswa terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 3 Palembang Farouk, Husnil; Wulandari, Patricia; Anggraini, Shinta
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2014): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v14i2.9381

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah bimbingan fisik, mental dan sosial, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi pada remaja sangat penting berkaitan dengan masa depan remaja. Jumlah remaja yang pernah mendapat pendidikan kesehatan reproduksi dinilai masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap kesehatan reproduksi remaja. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan sampel 270 siswa dari dari 843 siswa di semua kelas di SMA Negeri 3 Palembang.  Hasil penelitian menunjukkan 108 siswa (40%) memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi, sementara 116 siswa (43%) adalah cukup dan 46 siswa (17,0%) kurang berpengetahuan. Observasi tentang sikap remaja terhadap kesehatan reprosuksi, 111 siswa (41,1%) menunjukkan sangat positif dalam mendukung upaya untuk menjaga kesehatan reproduksi, sebanyak 97 siswa (35,9%) yang positif mendukung upaya dalam menjaga kesehatan reproduksi, sementara 54 siswa (20,0%) memiliki sikap negatif yang tidak mendukung upaya menjaga kesehatan reproduksi dan hanya 8 siswa (3,0%) yang memiliki sikap benar-benar negatif, tidak mendukung dalam menjaga kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi remaja masih kurang, sementara sikap tentang kesehatan reproduksi remaja telah cukup mendukung.
Gambaran Pendistribusian Kartu Sehat pada Program JPSBK di Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Achmawati, Faridha; Mukti, Ali Ghufron; Prabandari, Yayi Suryo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v1i2.1902

Abstract

The social and political crisis happening since July 1997 has affected the economic condition among Indonesians, as well as their health condition. In terms of health field, the government has held JPSBK or Health- Based Social Safety Net.The objective of this reseach is to learn the distribution of health cards provided for the community in Yogyakarta Special Province.This was an evaluative study using post-test only with secondary data from PIMU (Province Independent Monitoring Unit) survey in Yogyakarta in 2001. This study was conducted in 10 community health centers in Yogyakarta Province, and from those 10 community health centers, 220 re¬spondents were obtained.From the poverty criteria from BKKBN or National Family Planning Field Coordinator and village team, it was found that the criteria for family members of the poor that 99.1% of them could eat the basic food twice a day. All 95 % family members had different clothes to wear at home, in the office or school, and travelling. Fifty point nine percent family members joined family planning using health facility.Ninety-four point one percent of the family members went to health facil¬ity. Sixty one point four percent of the floor of the poor family ’s houses was not clay. Fifty two point three percent of the walls of their houses were made of cement and 98.2 %. of the ceilings were made of tiles. Forty fife percents of the respondents had cattles at home.This reseach showed that the distribution of health cards in Yogyakarta has not been appropriate, as there are many holders who do not full f ill the criteria as cardholders (BKKBN poverty criteria Village Team).Krisis politik dan krisis sosial yang terjadi sejak bulan Juli 1997 telah menimbulkan dampak yang besar sekali pada kondisi ekonomi masyarakat Indo¬nesia termasuk pada kondisi kesehatannya. Khusus untuk bidang kesehatan, pemerintah melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan JPSBK) .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pendistribusian Kartu Sehat yang diberikan pada masyarakat di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian jenis evaluatif dengan rancangan post test only yang menggunakan data sekunder dari hasil survey PIMU (Province inde¬pendent Monitoring Unit) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2001. Penelitian dilakukan pada 10 puskesmas di Propinsi Daerah istimewa Yogyakarta, dari 10 puskesmas tersebut didapatkan responden berjumlah 220.Kriteria miskin dari BKKBN dan tim desa didapatkan kriteria seluruh anggota keluarga bisa makan makanan pokok sehari 2 kali atau lebih berjumlah 99.1 %, seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk digunakan ii rumah, bekerja/sekolah, dan berpergian berjumlah 95%, bila ada Pasangan Usia Subur yang ingin melaksanakan KB pergi ke sarana / petugas kesehatan berjumlah 50,9%, seluruh anggota keluarga bila sakit dibawa ke sarana / fasilitas kesehatan berjumlah 94,1 %, bagian terluas lantai bukan dari tanah berjumlah 61,4%, dinding terluas rumah dari tembok berjumlah 52,3%, atap rumah terluas dari genting berjumlah 98,2%, ditambah dengan kepemilikan ternak dari 220 responden yang menjawab memiliki ternak ada 45%.Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendistribusian Kartu Sehat di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum sesuai dengan yang diharapkan karena masih banyak penerima Kartu Sehat yang tidak memenuhi kriteria sebagai penerima Kartu Sehat (kriteria miskin dari BKKBN dan dari tim desa).

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20 No 1: January 2020 Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue