cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 1 (2019): Mei" : 12 Documents clear
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-MUKMIN SUKOHARJO Inayati, Nurul Latifatul; Safina, Aisyah
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang bagaimana manajemen pembelajaran tahfizhul Qur?an serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo.  Sehingga tujuannya untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Islam Al- Mukmin dan untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran tersebut.Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis tentang manajemen pembelajaran tahfidzul Qur?an santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari sekolah. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yang berangkat dari kejadian-kejadian umum kemudian direduksi menjadi bagian-bagian khusus.Berdasarkan temuan temuan data dapat diambil kesimpulan bahwa Ponpes Islam Al-Mukmin Sukoharjo memiliki manajemen pembelajaran yang baik meliputi perencanaan materi, alokasi waktu, metode, dan penilaian yang baik dan tersistem. Pengorganisasian melalui kegiatan pembagian tanggung jawab yang tersusun dalam struktur organisasi. Pelaksanaan pembelajaran yang terencana, dan evalusi pembelajaran melalui ujian lisan dan tulis. faktor pendukung manajemen pembelajaran yaitu memiliki motivasi yang kuat sebagai penghafal al-Qur?an, waktu yang memadai untuk hafalan. Adapun faktor penghambatnya antara lain adalah kurangnya muraja?ah dan keterbatasan kecukupan pembimbing dalam memberikan bimbingan.
KONSEP ‘URF SEBAGAI VARIABEL PRODUK HUKUM Noor Athief, Fauzul Hanif
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan dunia terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas yang merupakan kultur budaya serta kebiasaan yang ada pada suatu era menjadi tidak lagi relevan di era lain. Kultur dan budaya ini tentu menghasilkan produk non-abstrak berupa model-model akad transaksi, institusi pendidikan, model perawatan kesehatan, cara orang berpindah dan bergerak, bahkan hingga perbedaan produk hukum. Ketidaksamaan latar belakang situasi antara kejadian di era dulu dan sekarang membuat kedua fenomena tidak bisa dikomparasikan dengan persis. Ada variabel berbeda yang harus diikutsertakan dalam memahami kedua kejadian tersebut. Silih ganti era yang merupakan sunnatullah ini tentu menjadi salah satu perhatian Islam sebagai agama terakhir yang datang menjadi penyempurna dan pentutup bagi agama-agama sebelumnya. Islam datang bukan sebagai agama yang rijid dan jumud, tetapi juga sebagai agama yang terus bisa diterapkan sepanjang zaman. Islam memastikan bahwa agama ini mempunyai sisi fleksibilitas yang mampu menjawab tantangan zaman di samping berbagai ketentuan-ketentuan baku lain yang sudah ditetapkan sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Fleksibilitas ini diejawantahkan dalam salah satu sumber hukum fikih yang disebut dengan ?urf. Meskipun sudah dinyatakan bahwa ?urf menjadi salah satu landasan fikih, tentunya perlu dikaji lebih jauh terkait ranah pemakaian dan batasan dari konsep ini agar tidak kemudian dipakai di luar konteks yang tepat. Tulisan ini mencoba untuk menganalisa konsep ?urf sebagai variabel produk hukum agar diketahui batasan-batasan pemakaian serta konteks pemakaian yang tepat.
MEMBENTUK KREATIVITAS DALAM DUNIA KERJA Marasabessy, Zainal Abidin
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan konsep tentang apa itu kreativitas dan menganalisis proses-proses upaya pembentukan kreativitas di dalam dunia perkerja sehingga organisasi mampu melihat dan memperhatikan hal tersebut untuk menghasilkan kreativitas. Dengan adanya kreativitas organisasi maupun individu mampu bersaing di dunia pekerjaan. Untuk menganalisis konsep kreativitas dan cara meningkatkan kreativitas itu sendiri dideskripsikan dengan menggunakan pendekatan analisis faktor pendukung kreativitas. Faktor-faktor yang dianalisis berpotensi meningkatkan kreativitas antara lain peran dari dukungan pimpinan, dukungan rekan kerja, efikasi diri kreatif, autonomi kerja, motivasi intrinsik, dan gaya kognitif. Sehingga faktor-faktor pendukung tersebut secara signifikan dapat menghasilkan kreativitas pekerja dalam suatu pekerjaan.
KEPEMIMPINAN NON-MUSLIM DALAM TAFSIR AL AZHAR KARYA BUYA HAMKA Al Faruq, Imron; Suharjianto, Suharjianto
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir diharapkan menjadi solusi atas problem kehidupan manusia sebagaimana al-Quran diturunkan sebagai rahmat semesta alam. Di antara plobem itu adalah tentang kepemimpinan. Di antara tokoh mufasir yang ada di Indonesia dan pernah duduk dalam pemerintahan adalah Buya Hamka, tidak hanya menafsirkan ayat, namun juga mempraktikkan dengan turun dalam pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat kepemimpinan, dan pandangan Buya Hamka terhadap pemimpin non-Muslim, serta hubungan politik Muslim dengan non-Muslim. Jenis penelitian ini merupakan penelitian literer yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai literatur kepustakaan, seperti buku-buku, majalah, dokumen, catatan, foto, naskah dan kisah-kisah sejarah, ensiklopedi, biografi, dan lain-lain, baik dari sumber data primer maupun sekunder. Sumber primer adalah kitab tafsir al-Azhar karya Buya Hamka cetakan tahun 2015 yang diterbitkan oleh Gema Insani. Sumber sekunder yang digunakan adalah hasil-hasil penelitian tentang kitab tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, atau yang berkaitan dengan kepemimpinan. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis induktif dan deduktif. Kesimpulan dari penelitian adalah Pertama, kepemimpinan dalam al-Quran mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, baik secara individu maupun dalam kesatuan negara berdaulat, agama, dan keluarga yang terkandung dalam beberapa term. Kedua, larangan terhadap memilih pemimpin non-Muslim, dan pembagian pemimpin non-Muslim dalam dua kelompok yang berbeda. Ketiga, menjalin hubungan muamalah berupa politik tidak dilarang, selama tidak menyangkut soal agama (akidah dan ibadah), serta bertujuan untuk kepentingan umat manusia.
PENDIDIKAN KARAKTER BERWAWASAN TASAWUF Ali, Mohamad
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter anak bangsa melalui jalur pendidikan terus diupayakan pemerintah, terlebih pada masa Presiden Jokowi yang mengusung revolusi mental dalam visi Nawacita. Sejumlah paket kebijakan diluncurkan. Meski begitu, pencapaian masih jauh dari cita-cita reformasi 1998, yakni terwujudnya pemerintahan bersih dari praktik KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Kegagalan ini disinyalir karena praktik pendidikan karakter terlalu kaku, formalistik, dan lebih dari itu, mengabaikan dimensi batin/kejiwaan dan religiusitas. Dalam rangka mengatasi kebuntuan ini, pendekatan tasawuf ditawarkan. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk (1) memahami pola kebijakan pemerintah tentang penguatan pendidikan karakter, (2) menelaah konsep-konsep kunci tasawuf yang dapat disumbangkan dalam pengembangan pendidikan karakter, dan (3) mengkonstruk atau menemukan rumusan konseptual pendidikan karakter yang berwawasan tasawuf.Dengan metode filsafat dan analisis isi, penelitian ini berhasil menemukan tiga hal berikut. Pertama, pola kebijakan pemerintah dalam penguatan pendidikan karakter memadai. Kedua, konsep-konsep kunci tasawuf, seperti dua jalan, ayunan bandul karakter manusia (fujur-taqwa), dan tahapan perkembangan karakter (nafsu amarah, nafsu lawwamah, dan nafsu muthmainah) dapat memperkaya pendidikan karakter. Ketiga, secara konseptual pendidikan karakter berwawasan tasawuf adalah suatu pola pendidikan karakter yang menyadari bahwa karakter manusia bersifat dinamis, seperti ayunan bandul yang bergerak bolak-balik ujung kiri (fujur) ke ujung kanan (taqwa) dan sebaliknya, yang kemudian dilakukan usaha sadar, terukur, dan terencana dalam menumbuh-kembangkan karakter anak sedemikian rupa, sehingga berhasil mendaki dari tahap karakter amarah ke lawwamah dan memuncak menuju karakter muthmainnah. 
ETIKA DALAM DISKURSUS PEMIKIRAN ISLAM Dari Wacana Menuju Islamologi Terapan Mibtadin, Mibtadin
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem teologi Islam, sebagaimana dalam al-Qur'an memandang bahwa segenap perbuatan manusia, baik dalam urusan pribadi maupun urusan kolektif, merupakan titah Allah, yang didalamnya memuat berbagai nilai, norma, dan besaran tema-tema moral-etik lainnya. Berbagai konsep dan pesan moral-etik dalam teologi Islam yang ada, diarahkan pada nilai-nilai substansial tentang ajaran dan norma-norma hidup, yang mana nilai-nilai tersebut mengedepankan visi kemanusiaan yang universal. Etika terapan menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam masyarakat agar mereka mampu dan tahu bagaimana seharusnya bersikap, bertindak, dan mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan umat untuk kehidupan bersama. Bangunan teologi Islam dalam hal ini menempatkan etika sebagai media untuk mengarahkan manusia agar berakhlak baik, bertindak-tanduk baik, terpuji, dan ramah baik terhadap manusia, lingkungan alam, dan terhadap Tuhan sang pencipta.
PENDIDIKAN KARAKTER BERWAWASAN TASAWUF Mohamad Ali
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter anak bangsa melalui jalur pendidikan terus diupayakan pemerintah, terlebih pada masa Presiden Jokowi yang mengusung revolusi mental dalam visi Nawacita. Sejumlah paket kebijakan diluncurkan. Meski begitu, pencapaian masih jauh dari cita-cita reformasi 1998, yakni terwujudnya pemerintahan bersih dari praktik KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Kegagalan ini disinyalir karena praktik pendidikan karakter terlalu kaku, formalistik, dan lebih dari itu, mengabaikan dimensi batin/kejiwaan dan religiusitas. Dalam rangka mengatasi kebuntuan ini, pendekatan tasawuf ditawarkan. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk (1) memahami pola kebijakan pemerintah tentang penguatan pendidikan karakter, (2) menelaah konsep-konsep kunci tasawuf yang dapat disumbangkan dalam pengembangan pendidikan karakter, dan (3) mengkonstruk atau menemukan rumusan konseptual pendidikan karakter yang berwawasan tasawuf.Dengan metode filsafat dan analisis isi, penelitian ini berhasil menemukan tiga hal berikut. Pertama, pola kebijakan pemerintah dalam penguatan pendidikan karakter memadai. Kedua, konsep-konsep kunci tasawuf, seperti dua jalan, ayunan bandul karakter manusia (fujur-taqwa), dan tahapan perkembangan karakter (nafsu amarah, nafsu lawwamah, dan nafsu muthmainah) dapat memperkaya pendidikan karakter. Ketiga, secara konseptual pendidikan karakter berwawasan tasawuf adalah suatu pola pendidikan karakter yang menyadari bahwa karakter manusia bersifat dinamis, seperti ayunan bandul yang bergerak bolak-balik ujung kiri (fujur) ke ujung kanan (taqwa) dan sebaliknya, yang kemudian dilakukan usaha sadar, terukur, dan terencana dalam menumbuh-kembangkan karakter anak sedemikian rupa, sehingga berhasil mendaki dari tahap karakter amarah ke lawwamah dan memuncak menuju karakter muthmainnah. 
ETIKA DALAM DISKURSUS PEMIKIRAN ISLAM Dari Wacana Menuju Islamologi Terapan Mibtadin Mibtadin
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem teologi Islam, sebagaimana dalam al-Qur'an memandang bahwa segenap perbuatan manusia, baik dalam urusan pribadi maupun urusan kolektif, merupakan titah Allah, yang didalamnya memuat berbagai nilai, norma, dan besaran tema-tema moral-etik lainnya. Berbagai konsep dan pesan moral-etik dalam teologi Islam yang ada, diarahkan pada nilai-nilai substansial tentang ajaran dan norma-norma hidup, yang mana nilai-nilai tersebut mengedepankan visi kemanusiaan yang universal. Etika terapan menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam masyarakat agar mereka mampu dan tahu bagaimana seharusnya bersikap, bertindak, dan mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan umat untuk kehidupan bersama. Bangunan teologi Islam dalam hal ini menempatkan etika sebagai media untuk mengarahkan manusia agar berakhlak baik, bertindak-tanduk baik, terpuji, dan ramah baik terhadap manusia, lingkungan alam, dan terhadap Tuhan sang pencipta.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-MUKMIN SUKOHARJO Nurul Latifatul Inayati; Aisyah Safina
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang bagaimana manajemen pembelajaran tahfizhul Qur’an serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo.  Sehingga tujuannya untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Islam Al- Mukmin dan untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran tersebut.Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis tentang manajemen pembelajaran tahfidzul Qur’an santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari sekolah. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yang berangkat dari kejadian-kejadian umum kemudian direduksi menjadi bagian-bagian khusus.Berdasarkan temuan temuan data dapat diambil kesimpulan bahwa Ponpes Islam Al-Mukmin Sukoharjo memiliki manajemen pembelajaran yang baik meliputi perencanaan materi, alokasi waktu, metode, dan penilaian yang baik dan tersistem. Pengorganisasian melalui kegiatan pembagian tanggung jawab yang tersusun dalam struktur organisasi. Pelaksanaan pembelajaran yang terencana, dan evalusi pembelajaran melalui ujian lisan dan tulis. faktor pendukung manajemen pembelajaran yaitu memiliki motivasi yang kuat sebagai penghafal al-Qur’an, waktu yang memadai untuk hafalan. Adapun faktor penghambatnya antara lain adalah kurangnya muraja’ah dan keterbatasan kecukupan pembimbing dalam memberikan bimbingan.
KONSEP ‘URF SEBAGAI VARIABEL PRODUK HUKUM Fauzul Hanif Noor Athief
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan dunia terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas yang merupakan kultur budaya serta kebiasaan yang ada pada suatu era menjadi tidak lagi relevan di era lain. Kultur dan budaya ini tentu menghasilkan produk non-abstrak berupa model-model akad transaksi, institusi pendidikan, model perawatan kesehatan, cara orang berpindah dan bergerak, bahkan hingga perbedaan produk hukum. Ketidaksamaan latar belakang situasi antara kejadian di era dulu dan sekarang membuat kedua fenomena tidak bisa dikomparasikan dengan persis. Ada variabel berbeda yang harus diikutsertakan dalam memahami kedua kejadian tersebut. Silih ganti era yang merupakan sunnatullah ini tentu menjadi salah satu perhatian Islam sebagai agama terakhir yang datang menjadi penyempurna dan pentutup bagi agama-agama sebelumnya. Islam datang bukan sebagai agama yang rijid dan jumud, tetapi juga sebagai agama yang terus bisa diterapkan sepanjang zaman. Islam memastikan bahwa agama ini mempunyai sisi fleksibilitas yang mampu menjawab tantangan zaman di samping berbagai ketentuan-ketentuan baku lain yang sudah ditetapkan sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Fleksibilitas ini diejawantahkan dalam salah satu sumber hukum fikih yang disebut dengan ‘urf. Meskipun sudah dinyatakan bahwa ‘urf menjadi salah satu landasan fikih, tentunya perlu dikaji lebih jauh terkait ranah pemakaian dan batasan dari konsep ini agar tidak kemudian dipakai di luar konteks yang tepat. Tulisan ini mencoba untuk menganalisa konsep ‘urf sebagai variabel produk hukum agar diketahui batasan-batasan pemakaian serta konteks pemakaian yang tepat.

Page 1 of 2 | Total Record : 12