cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANESTESI UNTUK OPERASI SECTIO CAESAREA DI POSYANDU KELURAHAN PASAR MINGGU Resiana Karnina
Biomedika Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i2.7842

Abstract

Anestesi berperan dalam proses persalinan seorang ibu untuk menghilangkan rasa nyeri terutama dalam tindakan operasi sectio caesarea. Banyak ibu hamil merasa khawatir, cemas dan gelisah menanti saat kelahiran tiba. Pemberian informasi dan edukasi berupa penyuluhan kepada ibu hamil tentang tindakan anestesi untuk operasi sectio caesarea penting untuk menciptakan rasa nyaman dan aman pada diri ibu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan eksperimen intervensi pada subyek penelitian untuk mengetahui hasil perubahan penngetahuan sebelum dan setelah mendapatkan intervensi penyuluhan. Rancangan ini tidak ada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anestesi untuk operasi sectio caesarea. Perlu menjadikan penyuluhan sebagai kegiatan rutin pada kelas ibu hamil ataupun kunjungan rumah.Kata Kunci: Pretest, Penyuluhan, Posttest, Pengetahuan Ibu Hamil Anesthesia plays a role in relieving pain during the labor process, especially in sectio caesarea. Many pregnant women feel worried and anxious in waiting for birth to arrive. Giving education in the form of counseling to pregnant women about anesthetic for sectio caesarea surgery is important to make pregnant women will be more comfort and feel secured in the surgery process. This type of research is quantitative descriptive research with experimental design by intervening on the research subjects to determine any changes in the pregnant women’s knowledge before and after the counseling intervention. This design has no control group. Data is gathered from the responses of the pregnant women to the questionnaire that were given before and after the counseling. The result of the experiment is a correlation between the counseling and the knowledge of pregnant women about anesthesia for sectio caesarea surgery. It is necessary to make counseling as a routine activity in the class of pregnant women.Keywords: Pretest, Counseling, Posttest, Knowledge of Pregnant Women 
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma affine D. Don) Ika Trisharyanti Dian Kusumowati; Rosita Melannisa; Angga Prasetyawan
Biomedika Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v6i2.278

Abstract

Melastoma affine D. Don had some activities such as anthelmintic, antibacteria, antiinfiammation, antifungal, and antitumor. The aims of this research was determine antibacteria activity of ethanolic extract of Melastoma affine D. Don. The antimicrobial activity was tested by solid dilution method to get Minimum Inhibition Concentration (MIC). The compounds in Melastoma affine D. Don was analyzed by tube test method and Thin Layer Chromatography (TLC) with chloroform : methanol : formic acid (8,5:1,5:0,5) as mobile phase and silica gel GF254 as stationary phase. The result showed ethanolic extract of Melastoma affine D. Don contains alkaloid, polyphenol, fiavonoid, saponin, and essential oil. The MIC of Senggani against Staphylococcus aureus was 2% and 3% against Escherichia coli and the extract could not inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli multiresistant until concentration 7% extract ethanol.Keywords: Melastoma affine D. Don, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
HUBUNGAN ANTARA KELAINAN SIKLUS MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA SANTRIWATI SMA ISLAM TERPADU NUR HIDAYAH KARTASURA Ersi Dwi Utami Siregar; Flora Ramona; Listiana Masyta Dewi
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2912

Abstract

Akne vulgaris (AV) merupakan penyakit kulit yang meradang berasal dari folikel pilosebasea. Insidensi terbesar terjadi pada umur 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria. Kejadian AV berkaitan dengan peningkatan produksi sebum oleh hormon androgen serta hormon estrogen dan progesteron yang merupakan pemacu terjadinya AV sebelum menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelainan siklus menstruasi dengan kejadian akne vulgaris. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah santriwati SMA-IT Nur Hidayah Kartasura yang berusia 15-18 tahun yang telah mengalami menstruasi.Pemilihan sampel dengan metode simple random sampling dan didapatkan 55 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi.Data primer menggunakan kuesioner dan foto wajah responden.Uji analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai p= 0,103 (p0,05). Pada penelitian ini insidensi siklus menstruasi normal dengan AV sebesar 43,6% lebih tinggi dibandingkan dengan kelainan siklus menstruasi dengan AV sebesar 30,9%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelainan siklus menstruasi dengan kejadian akne vulgaris pada santriwati SMA-IT Nur Hidayah Kartasura. Kata Kunci: akne vulgaris, menstruasi.
PENGARUH EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP EKSPRESI CASPASE 3, PROLIFERASI DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr) Esti Tantri Anandani; Paulus Kusnanto; Bambang Purwanto
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5839

Abstract

Kanker kolorektal mencapai sepuluh persen dari total tipe tumor di seluruh dunia dan merupakan kanker dengan mortalitas tertinggi di seluruh dunia. Kejadian kanker kolon terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk baik di negara berkembang maupun negara maju. Kemoterapi belum memberikan hasil yang optimal dan sering menimbulkan efek samping yang serius karena pada umumnya tidak bekerja spesifik pada sel kanker tetapi juga pada sel normal. Banyak bahan alam yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai agen kombinasi seperti propolis, jinten, tapak dara, mengkudu, dan daun dewa. Propolis merupakan suplemen nutrisi yang dihasilkan oleh lebah dan telah digunakan sebagai pengobatan tradisional di dunia. Propolis sudah banyak dijadikan bahan penelitian karena aktivitas antibakteri, antijamur, antivirus dan hepatoprotektifnya. Propolis dan senyawa lainnya telah digunakan untuk mengobati inflamasi, untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dan agen anti kanker. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian propolis dari daerah Kerjo, Karanganyar, Indonesia terhadap ekspresi caspase 3, proliferasi dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker kolon (cell line WiDr).  Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan post test with control group design. Penelitian menggunakan kultur sel WiDr (sel kanker kolon) dengan pemberian ekstrak ethanol propolis (EEP). Pengamatan ekspresi caspase 3 dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan proliferasi dengan metode doubling time dan induksi apoptosis dengan metode double staining. Hasil Penelitian didapatkan EEP dengan IC50 sebesar 140 µg/mL meningkatkan ekspresi caspase 3 sebesar 42,1% dibandingkan kelompok kontrol 6,89%. EEP meningkatkan ekspresi caspase 3 sebanding dengan peningkatan konsentrasi EEP. EEP dengan dosis konsentrasi 70, 140, 280 µg/mL mampu menekan proliferasi baik pada proliferasi jam ke-24, 48 , maupun 72. EEP dengan IC50 sebesar 140 µg/mL meningkatkan induksi apoptosis sebesar 53,16% dibandingkan kelompokkontrol 0,64%. Pemberian EEP meningkatkan induksi apoptosis sebanding dengan peningkatan konsentrasi EEP. Penelitian ini menunjukkan bahwa EEP mempunyai sifat antiproliferasi dan mampu menginduksi apoptosis pada sel WiDr.  Kata kunci: EEP, caspase 3, proliferasi, apoptosis, WiDr
PENGARUH KONSUMSI SARI KURMA (DATES SYRUP) TERHADAP KONSENTRASI LIPID PEROKSIDA SELAMA LATIHAN AEROBIK AKUT BAGI PEMULA Budi Hernawan; Zaenal Muttaqien Sofro; Sri Lestari Sulistyorini
Biomedika Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i1.7129

Abstract

The increase of energy need during physical exercise of aerobics will increase the need of oxygen, and therefore it can cause free radicals increase. Naturally, endogenous antioxidants can overcome the increase of free radicals. However, if the antioxidants formation which is not comparable with the occurrence of free radicals will cause the occurrence of oxidative stress. So it requiered antioxidants from the outside to take care of it. This research aims to study differences in oxidative stress between groups that consume dates syrup and groups that does not consume date syrup during acute aerobic exercise for untrained men through the lipid peroxide concentration with plasma malondialdehyde (MDA) indicators. This research design is experimental research, non-randomized pre-post test control group design. The subjects divided into two groups namely the group of dates syrup and the group of fresh water. Both group were given treatment of acute aerobic exercise with medium intensity every 2 days for 28 days. Blood samples taken before the aerobic exercise, after the 1st, 7th, and 14th aerobic exercise, and then were checked its plasma MDA levels. Data analysis was done with independent t-test. Analysis of plasma MDA levels t-test showed that there was no difference between the group of dates syrup and the group of fresh water. Plasma MDA levels of the group consuming dates syrup was not much different compared to the group not consuming dates syrup during aerobic exercise with medium intensity for untrained men.Keywords: acute aerobic exercise, untrained men, dates syrup, plasma MDA
PENGEMBANGAN POTENSI EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN SEBAGAI BAHAN OBAT HERBAL ANTIHIPERKOLESTEROL . Muhtadi; . Haryoto; Tanti Azizah Sujono; Peni Indaryudha; Andi Suhendi
Biomedika Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v5i2.266

Abstract

The rind of rambutan fruit (Nephelium lappaceum L.) has been reported to have a very strong antioxidant activity with IC50 value of 7.74 μg / mL. The fruit contains  avonoids and phenolic . This compounds are potentially as hypolipidemic effect. This study aims to determine the hypolipidemic effect of 96% of ethanolic extract of rind of rambutan fruit in wistar strain male rats. This research method is the pre- and post-control group design. 25 rats were divided into 5 groups. Group I (negative control) were treated by a solution of 0.5% CMC-Na, group II (positive control) were treatedby cholestyramine 0.8 kg / kg, whereas group III, IV and V treated by 96% of ethanolic extract of rind of rambutan with a dose of 125 , 250, and 500 mg / kg respectively. hiperkolesterlemia induction is done by giving a high cholesterol diet and feed for 4 weeks. High-cholesterol diet consists of cooking oil, quail egg yolk, water, PTU and feed high cholesterol consisting of margarine and standard feed. Treatment of mice was conducted for 2 weeks. The results showed that the 96% of ethanolic extract of rind of rambutan fruit with a dose of 125, 250, and 500 mg / kgbw have antihyperkolesterol activity 21.39 ± 6.61%, 31.15 ± 18.15%, and 60.75 ± 8, 26%.Keywords: Antihypercholestrol, Nephelium Lappaceum L., High-cholesterol diet
GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA NON FAKULTAS KESEHATAN TENTANG GINGIVITIS Ana Riolina; Ghinna Yulia Indarti
Biomedika Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v13i1.10810

Abstract

ABSTRAKGingivitis merupakan peradangan pada gingiva akibat infeksi bakteri yang dapat menyebabkan periodontitis dan gigi goyah. Gingivitis mempengaruhi 50-90% populasi orang dewasa di dunia, karenanya gingivitis menjadi perhatian dalam pemberian informasi melalui promosi kesehatan pada kelompok usia tersebut. Di negara berkembang, penyampaian promosi kesehatan lebih banyak menggunakan berbagai macam media massa dengan keefektivan yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan gingivitis pada mahasiswa S1 non fakultas kesehatan UMS yang telah mendapatkan promosi kesehatan gigi dan mulut melalui media massa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif observasional. Subjek penelitian ini adalah 394 mahasiswa S1 non fakultas kesehatan UMS. Analisis data menggunakan metode deskriptif survey dengan menguraikan data – data yang disajikan dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yang mengetahui tentang gingivitis adalah mahasiswa yang mendapat promosi kesehatan melalui internet / sosial media yaitu sebanyak 356 (90,3%), media elektronik 22 (5,6%) dan  media cetak 16 (4,1%) mahasiswa. Tingkat pengetahuan mahasiswa tentang gingivitis baik sebanyak 259 (65,7%) mahasiswa dan yang buruk 135 (34,3%) mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik tentang gingivitis setelah mendapatkan promosi kesehatan.Kata Kunci: Promosi kesehatan, Gigi dan mulut, Media Massa, Gingivitis ABSTRACTGingivitis is a gingiva inflammation from bacterial infection that can cause periodontitis and wobbly teeth. Gingivitis affects 50-90% of the adult population in the world, because of it gingivitis became an attention on the need for health promotion in adulthood to old. In developing countries, delivering health promotion uses some kind of mass media with varying effectiveness. The purpose of this research is to find out about the knowledge of gingivitis in UMS non – health faculties undergraduate students who are given dental and oral health promotion through mass media. The method of this research is descriptive observational. The subjects of this study were 394 non – health faculties undergraduate students of UMS. Data analysis uses a descriptive survey method by describing the data that presented in the form of diagrams, graphs or tables. The results shows the students who know about gingivitis are the students who find health promotion’s exposure through the internet / social media is 356 (90.3%), electronic media 22 (5.6%) and print media 16 (4.1%) students. The level of good knowledge of students about gingivitis is 259 (65.7%) students and poor knowledge is 135 (34.3%) students. This study concluded that most students have good knowledge about gingivitis. Keywords: Health promotion, Teeth and mouth, Mass Media, Gingivitis
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN SAWANGAN BARU KOTA DEPOK TAHUN 2015 Solehatul Mahmudah; Taufik Maryusman; Firlia Ayu Arini; Ibnu Malkan
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i2.1899

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun yang rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan proses menua salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler. Seseorang dikatakan hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Beberapa faktor resiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hipertensi seperti gaya hidup dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian cross sectional ini diikuti oleh 74 responden dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian ini mendapatkan proporsi lansia yang mengalami hipertensi sebesar 26,4%. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistic ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik (p=0,024 OR=3,596), asupan lemak (p=0,008 OR=4,364), dan asupan natrium (p=0,001 OR=6,103) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariat menunjukkan asupan natrium (OR Exp(B)=4,627) sebagai faktor resiko yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi. Untuk mengurangi kasus hipertensi perlu adanya cara untuk mencegahnya seperti memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hipertensi dan bagi penderita penyakit hipertensi untuk selalu mengontrol tekanan darah dan menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Gaya Hidup, Pola Makan
PENGARUH EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI p21, EKSPRESI PROTEIN Bax DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr) Didik Prasetyo; Suradi Maryono; Bambang Purwanto
Biomedika Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i1.4342

Abstract

Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak dengan lebih dari 1 juta kasus setiap tahunnya dan salah satu kanker dengan mortalitas tertinggi di seluruh dunia. Radioterapi dan kemoterapi pada kanker relatif terbatas karena toksisitasnya yang tinggi dan efek samping yang bersifat merusak. Pengembangan propolis merupakan strategi baru untuk terapi adjuvan yang diharapkan meminimalkan efek samping terapi standar yang ada. Peran propolis pada keganasan terkait kemampuannya dalam menginduksi apoptosis dan aktivitas antiproliferasi. Penelitian in vitro, menunjukkan propolis memiliki aktivitas proapoptosis pada berbagai jenis sel kanker, meliputi : kanker laring, kanker paru, kanker pankreas, kanker tiroid, kanker payudara, kanker prostat dan glioma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian propolis yang berasal dari Kerjo, Karanganyar, Indonesia terhadap aktivitas antiproliferasi, terkait peningkatan ekspresi p21 dan induksi apoptosis terkait peningkatan ekspresi protein bax pada kultur sel kanker kolon (cell line WiDr). Jenis penelitian ini, eksperimental laboratorik dengan post test with control group design. Penelitian menggunakan kultur sel WiDr (sel kanker kolon) dengan pemberian ekstrak etanol propolis (EEP). Pengamatan ekspresi p21 dan protein Bax dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan induksi apoptosis dengan flowcytometry. Analisis statistik menggunakan uji Kruskall Wallis dilanjutkan Mann WhutneyU test. EEP cenderung menekan viabilitas sel WiDr dengan IC50 sebesar 140 μg/mL. EEP konsentrasi 70,140, 280 μg/mL mampu meningkatkan ekspresi p21 yang sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP konsentrasi 70 μg/mL (1/2 IC50) paling efektif dalam menginduksi apoptosis dan meningkatkan ekspresi Bax pada sel WiDr. Peningkatan konsentrasi EEP mengakibatkan kematian sel WiDr ke arah nekrosis. Penelitian ini menunjukkan EEP mampu menekan viabilitas sel WiDr. Aktivitas ini kemungkinan terkait dengan kemampuannya dalam meningkatkan ekspresi p21 sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP pada konsentrasi 70μg/mL mampu menginduksi apoptosis pada sel WiDr terkait dengan peningkatan ekspresi Bax. Peningkatan konsentrasi EEP konsentrasi 140 dan 280 μg/Ml mengakibatkan nekrosis sel WiDr. Kata kunci: EEP, p21, protein bax, cell line WiDr
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KADAR INTERLEUKIN-6 DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI STATUS GIZI LEBIH Tri Agustina; Dono Indarto; Sugiarto Sugiarto
Biomedika Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i2.7021

Abstract

ABSTRAKStatus gizi lebih dan anemia merupakan gangguan gizi yang sering muncul pada remaja putri. Remaja putri berisiko tinggi terjadi gangguan gizi tersebut karena cenderung mengalami peningkatan kebutuhan zat gizi, pembatasan pola konsumsi dan penyimpangan pola konsumsi. Asupan protein yang tinggi akan diubah menjadi lemak dan disimpan menjadi jaringan adiposa. Pada status gizi lebih, inflamasi kronik terjadi di jaringan lemak dan terjadi peningkatan sekresi sitokin proinflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6). Kadar IL-6 yang tinggi meningkatkan kadar hepsidin, yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) dalam sirkulasi. Penelitian ini  bertujuanmenganalisis hubungan antara asupan protein dan kadar IL-6 dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri status gizi lebih.  Data asupan protein menggunakan metode food recall 24 jam dan SQ-FFQ (semi quantitativefood frequency questionare). Kadar IL-6 diukur dengan pemeriksaan ELISA. Kadar Hb diukur dengan metode cyanmethaemoglobin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asupan protein dan kadar IL-6 tidak berhubungan dengan kadar Hb (p=0,132) dan (p= 0,607). Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menganalisis hubungan status gizi lebih pada remaja putri dengan kejadian anemia, seperti kadar hepsidin, globin dan feritin. Kata kunci: Asupan Protein, Kadar IL-6, Kadar Hb, Remaja Putri, Status Gizi Lebih ABSTRACTOvernutritional status and anemia are nutritional disorders that often occur in female adolescents. Female  adolescents are at high risk of nutritional disorders because they tend to experience an enhanchement nutritional needs, restrictions on consumption patterns and eating disorder. High protein intake will be converted into fat and stored into adipose tissue. In overnutrition adolescents, chronic inflammation occurs in fat tissue and also increasing proinflamation sitokin secretion, such as interleukin 6 (IL-6). High levels of IL-6 increases hepsidin levels, and decreases iron (Fe) level in circulation. This study aims to analyze the corelation of protein intake and IL-6 level with haemoglobin level in overnutrition female adolescents. Data of protein intake is taken through 24 hours food recall and SQ-FFQ (semi quantitative-food frequency questionare). IL-6 levels were measured by ELISA while Hb level is obtained thorugh cyanmethaemoglobin method. The results of this study there is no corelation between protein intake and IL-6 level toward Hb level (p=0,132) and (p= 0,607). It is suggested for other researcher to analyze corelation between overnutrition state in female adolescents and anemia symptomps such as hepsidin, globin, and feritin level.Keywords: Protein Intake, IL-6 Levels, Hemoglobin Levels, Adolescent Girls, Overnutritional Status

Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue