cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
HUBUNGAN INDEX MASSA TUBUH DENGAN GRADING PADA KANKER PAYUDARA Arif Nurhidayat Prawirohardjo; Widyanti Soewoto; Untung Alfianto
Biomedika Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i1.5853

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker paling umum pada wanita di seluruh dunia dan merupakan kanker paling banyak terjadi pada wanita. WHO telah merekomendasikan klasifikasi IMT termasuk derajat underweight atau overweight berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit tidak menular. Differensiasi tingkat keganasan untuk kanker payudara, menggunakan kriteria WHO yaitu system grading Nottingham (juga disebut modifikasi Elston_Ellis dari sistem grading Scarff-Bloom-Richardson). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Index Massa Tubuh dengan Grading pada kanker payudara. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain Cross Sectional untuk mempelajari hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Grading kanker payudara. Karaktersitik berdasarkan umur minimum 28 tahun dan usia maksimum 64 tahun, berat badan pasien minimum 40 kg dan maksimum 75 kg. Tinggi badan pasien minimum 141 cm dan maksimum 163 cm,skor IMT minimum 17.22 dan maksimum 31.18. Berdasarkan IMT dalam kategori Underwight ada 2 orang (6,7%), IMT dalam kategori normowight ada 18 orang (60,0%), dan pasien dengan IMT dalam kategori overwight ada 10 orang (33.3%), dengan demikian responden mayoritas dengan hasil pengukuran IMT dalam kategori normowight. Derajat diferensiasi sel dalam kategori Grade I ada 2 orang (6,7%), derajat diferensiasi sel dalam kategori Grade II ada 8 orang (26,7%), dan derajat diferensiasi sel dalam kategori Grade III ada 20 orang (66.7%), dengan demikian responden mayoritas dengan hasil pengukuran derajatdiferensiasiseldalam kategori Grade III. Pasien dengan grading kanker payudara grade 1 dengan IMT underweight ada 1 orang dan normowight ada 1 orang, pada grading kanker payudara grade II yang normoweight ada 7 orang dan overweight ada 1 orang, dan pada grading kanker payudara grade III dengan IMT underweight ada 1 orang normoweight ada 10 orang dan overweight ada 9 orang. IMT overwight lebih berisiko terhadap tingginya grade pada grading kanker payudara, nilai koefisen korelasi sebesar 0,396 dengan nilai p=0,045 (p0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Index Masa Tubuh dengan Grading pada kanker payudara. Kata Kunci: Kanker Payudara, Index Masa Tubuh, Differensiasi Histopatologi
PENGARUH MEROKOK TERHADAP FAAL PARU Sri Wahyu Basuki; Dona Dewi Nilawati
Biomedika Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v3i2.235

Abstract

Indonesia is thethirdlargestcigaretteusersafter Chinaand India,which reached 146.86 million inhabitants. Smoking behavior is engulfi  ng all circles, including children. Dangers of smoking are undoubtedly makes a person not a long life. When compared with non smokers, smokers aged on average 10 years shorter and spend millions of dollars. Inhaled cigarette smoke may accelerate the decline in lung physiology caused by changes in the structure and function of the airway or parenchyma (tissue) in the lung. The objective of this study was to determine differences in pulmonary function (Vital Capacity/VC, Forced Vital Capacity/FVC, and Forced Vital Capacity of the fi  rst second/FEV1) in male smokers and non smokers at the Medical Faculty of uhammadiyah University of Surakarta and determine the effect of smoking on pulmonary function. This study used analytical research design with cross sectional approach. The subject of this study was the active student and employee at the Medicine Faculty, Muhammadiyah University of Surakarta. Purposive sampling method was random sampling. The results were tested by statistical tests of independent t-test with SPSS 16.0.The sample size obtained was 40  people consisted of 20 (50%) sample of smokers and 20 (50%) sample of non-smokers. There was not difference VC between male smokers and nonsmokers with p = 0.390. There was difference FVC between male smokers and nonsmokers with p = 0.000. There was difference FEV1 between male smokers and nonsmokers with p = 0.025.This study showed the difference in FVC and FEV1 between male smokers and nonsmokers in the Medicine Faculty, Muhammadiyah University of Surakarta, but VC did not.
POLA BAKTERI DAN ANTIBIOGRAM PENYEBAB ULKUS DIABETIKUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU PERIODE 2015 – 2018 Dewi Anggraini; Indra Yovi; Riza Yefri; Erwin Christianto; Eka Zulya Syahputri
Biomedika Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v12i1.9316

Abstract

ABSTRAKUlkus diabetikum adalah salah satu komplikasi dari diabetes mellitus. Ulkus ini terjadi akibat kerusakan  sistem saraf dan pembuluh darah akibat dari hiperglikemia yang tidak terkontrol. Kurangnya nutrisi dari pembuluh darah serta penurunan sensasi akibat kerusakan jaringan saraf memudahkan terjadinya ulserasi infeksi. Pola bakteri ulkus diabetikum dan resistensi antibiotik perlu diketahui untuk meningkatkan kesembuhan bagi pasien. Penelitian ini dilakukan di RS X Riau periode tahun 2015-2018. Data penelitian didapatkan dari Laboratorium Mikrobiologi RS X Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klebsiella pneumonia adalah bakteri yang paling banyak menginfeksi penderita ulkus diabetikum di Rumah Sakit ini yaitu sebesar 17,9%. Bakteri lain yang menjadi penyebab adalah Escherichia coli (16,5%), Staphylococcus aureus (16,5%), Acinetobacter baumanii (14,7%) dan Pseudomonas aeruginosa (8,7%). Uji sensitivitas antibiotik menunjukkan bahwa Klebsiella pneumonia dan Escherichia coli paling sensitif terhadap antibiotik ertapenem, meropenem, amikacin dan tigecycline. Staphylococcus aureus ditemukan sangat resisten terhadap cefoxitine. Acinetobacter baumanii sensitif terhadap amikacin dan tigecycline, sedangkan Pseudomonas aeruginosa 100% resisten terhadap ampicillin, sefazolin, seftriakson, tygecycline, dan kotrimoksazol.Kata Kunci: Ulkus Diabetikum, Pola Bakteri, Pola Resistensi, Sensitifitas, Antibiotik  ABSTRACTDiabetic ulcer is a condition of diabetes’s complication. These ulcers occur due to damage of nerve tissues and blood vessels caused by uncontrolled hyperglycemia. Lack of nutrition from blood vessels and decreased sensation due to nerve tissue damage facilitates ulceration of the infection. It is important to know how the pattern of bacteria and antibiotic’s resistance to improve disease’s prognosis. This research was conducted at X Hospital Riau in the 2015-2018 periods. The research data was obtained from the Microbiology Laboratory of X Hospital Riau. The results showed that Klebsiella pneumonia was the most infecting bacterium with diabetic ulcer patients at this hospital, which was 17.9%. Other bacteria that cause are Escherichia coli (16.5%), Staphylococcus aureus (16.5%), Acinetobacter baumanii (14.7%) and Pseudomonas aeruginosa (8.7%). Antibiotic sensitivity tests show that Klebsiella pneumonia and Escherichia coli are most sensitive to ertapenem, meropenem, amikacin and tigecycline antibiotics. Staphylococcus aureus was found to be very resistant to cefoxitine. Acinetobacter baumanii sensitive to amikacin and tigecycline and Pseudomonas aeruginosa 100% resistant to ampicillin, cefazolin, ceftriaxone, tygecycline, and cotrimoxazole.Keywords: Diabetic Ulcer, Bacterial Pattern, Resistance Pattern, Sensitivity, Antibiotics
UJI EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% BIJI BUAH TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL SERUM DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) GALUR WISTAR Baiq Nova Fajriyatun; EM Sutrisna; Dona Dewi Nirlawati
Biomedika Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v6i1.282

Abstract

Extract of eggplant fruit (Solanum melongena L.) seed is a plant that has anti-hypercholesterolemia effect on the state of dyslipidemia. One of the compounds contained in them are fl avonoids nasunin which can increase levels of HDL cholesterol (high density lipoprotein). HDL cholesterol is considered as a compound have the ability to remove excess cholesterol from the arteries, and therefore called good cholesterol. This study is a laboratory experimental research using pretest and posttest control group. The sample consisted of 25 rats were divided into 5 groups. Group I is a negative control (-), Group II is a positive control (+), group III was treated 1 (dose 1), group IV was treated 2 (dose 2), and V is the treatment group 3 (dose 3). Each group was given a high-cholesterol diet. Negative and positive control group were not given the extract of fruit seed of eggplant, the treatment groups III, IV, and V were given the extract of fruit seed of eggplant with each dose of 20 mg/kg, 40 mg/kg, 80 mg/kg were given for 4 weeks. HDL cholesterol levels will be measured before and after cholesterol diet and calculated each week after giving of the extract. The data obtained tested with statistical tests One-Way Anova. HDL cholesterol positive control group and the treatment group showed signifi cant differences between groups. Treatment groups 1 and 2 levels of HDL cholesterol lower than the positive control group and the treatment group 3. Extract of eggplant fruit seed dose of 80 mg/kg show an increase in HDL cholesterol levels were signifi cantly (p 0.05). The 70% ethanol extract of eggplant fruit seed at a dose of 80 mg/kg can increase HDL cholesterol levels signifi cantly.Keywords : extract of eggplant fruit seed, hypercholesterol, HDL cholesterol
EFEKTIVITAS LARUTAN MADU KELENGKENG (Euphoria longana Sp.) TERHADAP PEMUTIHAN GIGI (BLEACHING) Ana Riolina; Aryant Dentia Rahmasari
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5844

Abstract

Bleaching adalah suatu cara yang digunakan untuk pemutihan gigi yang menggunakan bahan oksidator kuat. Oksidator yang biasa digunakan adalah hidrogen peroksida. Madu memiliki glucose oxidase yang berperan membentuk hidrogen peroksida saat madu dilarutkan dalam air. Kadar hidrogen peroksida dalam madu rata-rata 0,003%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas larutan madu kelengkeng (Euphoria longana Sp.) terhadap pemutihan gigi (bleaching). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan metode randomized pretest - postest controlled group design.Digunakan sampel 15 gigi premolar post ekstraksi. Pre-test dilakukan terlebih dahulu untuk mengukur warna gigi sebelum perlakuan. Larutan madu disiapkan dengan perbandingan 1:1 sebanyak 60 ml. Perlakuan pada sampel dilakukan selama 14 hari, setiap hari perendaman selama 3 jam dan setelah itu sampel direndam dalam saliva buatan. Pada hari ke 14 dilakukan pengukuran intensitas warna sebagai post-test. Hasil pengukuran diolah dengan dental digital photo CIE L*a*b* analysis. Hasil uji levene’s test didapatkan hasil distribusi data normal p = 0,311 (p 0,05 ), sehingga digunakan uji Independent T-test dan didapatkan hasil p = 0,000 (p 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas dari madu kelengkeng (Euphoria Longana Sp) untuk pemutihan gigi. Kata Kunci: Madu, Madu kelengkeng, Hidrogen peroksida, pemutihan gigi, warna gigi
TANTANGAN DALAM DIAGNOSIS DAN MANAJEMEN PADA KEHAMILAN DENGAN THALASSEMIA MAJOR: LAPORAN KASUS Crismanto Layarta; Arief Prijatna; Ratna Widyastuti
Biomedika Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i1.7843

Abstract

HUBUNGAN SELF DIRECTED LEARNING READINESS DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA TINGKAT PERTAMA TAHUN 2010-2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA N. Juni Triastuti
Biomedika Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v5i1.273

Abstract

The anxiety level can be infl uence learning achievement. While the self directed learning readiness can be infl uence learning achievement. The purpose of this study was to determine wheter self directed learning readiness have relationship with the anxiety level at the fi rst medical education student of University Muhammadiyah Surakarta. This study involve 49 responden that receive kuisioner about self directed learning readiness and kuisioner of Hamilton Anxiety Scale. With Spearman test, , the result of this study show that Sig value of the psyche anxiety is 0.550, physics anxiety 0.260 and general anxiety 0.079. This value indicate that there are not signifi cant relationship between self directed learning readiness and the anxiety level. Based on study result, we concluded that self directed learning readiness didn’t have signifi cant relation with the anxiety level at the fi rst medical education student of University Muhammadiyah Surakarta.Keywords: self directed learning readiness, the anxiety level.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA BAKTERI ASAM LAKTAT DARI BLONDO VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Burhannuddin Rasyid; Ketut Meina Sandi; I Gede Sudarmanto; I Wayan Karta
Biomedika Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v13i1.11070

Abstract

ABSTRAKBlondo merupakan limbah produksi virgin coconut oil (VCO) dapat menjadi sumber untuk mengisolasi bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat mampu menghasilkan zat antimikroba yang dapat dikembangkan untuk mengobati kasus infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi mulai dari keracunan makanan, infeksi kulit hingga infeksi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antimikroba bakteri asam laktat dari blondo terhadap bakteri Staphylococcus aureus.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Sampel blondo diambil dari kelompok wanita tani di Tabanan yang berjumlah 16 sampel dengan pengambilan sampel secara simple random sampling.  Bakteri diisolasi menggunakan media selektif yaitu agar de Man Rogosa and Sharpe (MRS) dan identifikasi dengan uji pewarnaan gram, uji katalase dan uji produksi gas dari glukosa. Uji aktivitas antimikroba bakteri asam laktat dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam sampel blondo terdapat bakteri asam laktat dari genus Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri asam laktat yang diisolasi dari blondo VCO mampu menghambat Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona hambat berupa zona bening dengan rata-rata diameter zona hambat 11,02 mm. Zona hambat yang terbentuk termasuk dalam kategori sedang dan kuat, dengan zona hambat tertinggi yang dihasilkan yaitu 20,8 mm dan terendah yaitu 9,2 mm.  Bakteri asam laktat dari blondo memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat, Blondo, Potensi Antimikroba ABSTRACTBlondo is a waste from the virgin coconut oil (VCO) producted which can be used as a source of lactic acid bacteria. Lactic acid bacteria are capable of producing antimicrobial compounds to inhibit the growth of pathogenic bacteria. The purpose of this study was to isolate and test the antimicrobial activity of lactic acid bacteria from blondo against Staphylococcus aureus bacteria. This research is a descriptive cross¬-sectional. Blondo samples were taken at group of farm women in Tabanan Regency, which was 16 samples with simple random sampling. Bacteria were isolated using selective medium de Man Rogosa and Sharpe (MRS) agar and identified with gram staining test, catalase test and gas production test from glucose. The antimicrobial activity test of lactic acid bacteria  was performed by using wells-diffusion method. The results of this study indicated there was lactic acid bacteria from the genus Lactobacillus and Streptococcus in the blondo sample. Lactic acid bacteria isolated from blondo were able to inhibit Staphylococcus aureus by forming a clear zone with an average diameter of inhibition zone was 11.02 mm. There were two antimicrobial potential category, medium and strong category, with the highest resulting inhibit zone was 20.8 mm and the lowest was 9.2 mm. Lactic acid bacteria from blondo had antimicrobials potential against Staphylococcus aureus Keywords: Lactic Acid Bacteria, Blondo, Antimicrobial Potential
PERBEDAAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 3-6 TAHUN DENGAN PENDIDIKAN USIA DINI DAN TANPA PENDIDIKAN USIA DINI DI KECAMATAN PETERONGAN JOMBANG Retno Wulandari; Burhannudin Ichsan; Yusuf Alam Romadhon
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.2900

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya stimulasi perkembangan dan faktor lingkungan dari anak. Pendidikan anak usia dini merupakan suatu bentuk stimulasi yang pada dasarnya adalah upaya-upaya intervensi yaitu menciptakan lingkungan sekitar anak usia dini agar mampu menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak. Penelitian ini observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik random sample (probability samples) dengan pendekatan cluster sampling. Uji statistik yang digunakan uji Chi-Square (nilai expected5, maksimal 20% dari jumlah sel). Terdapat perbedaan perkembangan sosial pada anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini secara signifikan (p.0,002). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan sosial pada anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini di Kecamatan Peterongan Jombang. Kata kunci.Perkembangan sosial, pendidikan usia dini, anak usia 3-6 tahun
STATUS SEROLOGIS TIDAK MEMPENGARUHI PROFIL HEMATOLOGI ANAK TERINFEKSI VIRUS DENGUE Safari Wahyu Jatmiko
Biomedika Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i1.4346

Abstract

Antibodi anti dengue bersifat autoantibodi yang bisa merusak self antigen. Respon imun humoral terhadap DENV adalah terbentuknya IgM dan IgG yang spesifik terhadap sub tipe DENV penyebab. Jika IgG dan IgM anti degue bersifat autoantibodi maka secara teoritis pasien dengan status serologis IgM (+) dan IgG +) akan mempunyai profil hematologi yang lebih buruk dari pada pasien dengan IgG (+).Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui perbedaan profil hematologi menurut status serologi pada anak terinfeksi virus dengue. Penelitian menggunakan desian analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari pasien anak di RSUD Surakarta dari bulan September 2016 – Januari 2017. Kriteria pasien yang diikutkan dalam penelitian adalah semua pasien anak dengan usia kurang dari 14 tahun dan memenuhi kriteria infeksi virus dengue menurut WHO 2009. Pasien dengan riwayat kelainan hematologi dan pasien dengan riwayat immunocompremised dikeluarkan dari penelitian.Hasil penelitian ditemukan 65 pasien dengan IVD yang memenuhi kriteria.Tujuh belas pasien dengan IgM dan IgG positif sedangkan sisanya hanya IgG positif Hasil penelitian perbedaan profil hematologi jumlah leukosit, trombosit, hematokrit, dan hemoglobin berdasarkan status IgM (+) IgG (+) dengan IgG (+) didapatkan nilai p masing-masing 0.833, 0,865, 0,137, 0,086, dan 0,223. Dapat disimpilkan bahwa tidak terdapat perbedaan profil hematologi antara pasien dengan IgM (+) IgG (+) dengan pasien IgG (+). Kata Kunci: infeksi virus dengue, antibodi anti dengue, autoantibodi, profil hematologi.

Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue