cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH LEUNCA (SOLANUM NIGRUM L.) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI DAN ANOPHELES ACONITUS Kandita, Reisya Tiara; Aisyah, Riandini; Putri, Wulandari Berliani
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus merupakan beberapa vektor penting pada penyakit tropis di Indonesia, antara lain seperti penyakit demam berdarah dan malaria. Salah satu cara pemberantasan nyamuk yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida kimiawi yang bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa juga menimbulkan permasalahan tersendiri yaitu timbulnya resistensi nyamuk dan efek toksik pada manusia. Oleh karena itu, diperlukan insektisida alternatif yang lebih aman terhadap lingkungan yang berasal dari tanaman. Salah satunya dengan menggunakan ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum). Buah Leunca mengandung glikoalkaloid yang beracun. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak buah Leunca mempunyai potensi sebagai insektisida alami terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan true experimental-post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60%, dan 80% dan nyamuk Anopheles aconitus dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 20% dan 40%. Dilakukan penyemprotan pada glass chamber kemudian diamati sampai 20 menit, setelah itu nyamuk dipindah ke dalam paper cup dan diamati selama 24 jam. Pengulangan dilakukan sebanyak empat kali. Uji yang digunakan adalah uji Oneway Anova dengan nilai p < 0,05 dan analisis probit.Hasil uji Oneway Anova diperoleh nilai signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah Leunca memiliki efek insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus. Hasil analisis probit nyamuk Aedes aegypti LC50 terletak antara 69,890% dan 156,417% dengan estimasi 91,128% dan LC90 terletak antara 337,934% dan 5842,532% dengan estimasi 785,398%, sedangkan nyamuk Anopheles aconitus LC50 terletak antara 19,809% dan 33,570%. Dengan estimasi 24,767% dan LC90 terletak antara 96,540% dengan 450,875% dengan estimasi 169,046%. Peneliti menyimpulkan bahwa ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum L.) memiliki efek insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 80% dan Anopheles aconitus dengan konsentrasi 40%.Kata Kunci: Ekstrak buah Leunca (Solanum nigrum), insektisida, Aedes aegypti, Anopheles aconitus
Hubungan Persepsi tentang Menopause dengan Kecemasan pada Wanita Premenopause Putri, Ayunia Adha Henanda
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan fisik dan psikologis pada wanita premenopause sering membuat mereka cemas. Dan kecemasan juga bisa menimbulkan gejala-gejala fisik. Gejala-gejala premenopause ini alami oleh banyak wanita hampir di seluruh dunia yaitu sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika dan 57% di Malaysia, 18% di Cina dan10% di Jepang dan Indonesia. Perubahan fisik dan psikologis ini juga dapat mempengaruhi kesejahteraan hidup dan kesehatan mental mereka.Penelitian ini adalah observational dengan metode analisis analitik dan dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling dengan 68 responden. Instrument penelitian untuk persepsi menggunakan quesionare persepsi tentang menopause dan untuk kecemasan menggunakan quesionare Hamilton Anxiety Rating Scale. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tes korelasi, dan hasil perhitungan di dapatkan hasil korelasinya 0,296 dimana p>0,05, maka tidak ada hubungan yang signifikan. Hasil yang didapat antara persepsi dengan usia yaitu 0,002 sedangkan persepsi dengan pekerjaan diperoleh hasil 0,017. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang menopause dengan kecemasan pada wanita premenopause. Tetapi ada hubungan antara persepsi dengan usia dan pekerjaan sehingga bisa mempengaruhi hubungan dengan kecemasan.Keywords: persepsi menopause, kecemasan, wanita premenopause
HUBUNGAN LAMA PEMBERIAN AIR SUSU IBU DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR AR RISALAH KARTASURA SUKOHARJO Ichsan, Burhannudin; Wibowo, Bayu Hendro; Sidiq, Muhammad Nur
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah makanan ideal bayi baru lahir. Allah menyediakan nutrisi terbaik untuk bayibayi dalam bentuk air susu ibu. Bukti-bukti telah mendokumentasikan keuntungan-keuntungan ASI untuk ibu dan bayi. Banyaknya manfaat yang nyata termasuk perkembangan kognitif yang bagus untuk anak belum dapat memotivasi orang tua utamanya ibu untuk menyusui secara optimal bayi-bayi mereka.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama memberi ASI dengan capaian akademik anak pada tahun pertama SDIT Ar Risalah Kartasura Sukoharjo. Tempat penelitian adalah SDIT Ar Risalah Kartasura, Sukoharjo.Penelitian dilakukan pada bulan oktober 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik obseravsional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia sekolah dengan ukuran sampel 80. Hasil dari pengukuran dalam bentuk jawaban ibu yang menyatakan berapa bulan, minggu dan hari dalam menyusui anak dan kemudian dikonversi ke dalam ukuran hari. Variabel terikat adalah capaian akademik dalam skala pengukuran numerik. Capaian akademik diukur dengan melihat nilai rapor anak. Hasil dari dua variabel dianalisis menggunakan korelasi spearman dengan SPSS versi 16.0. Hasil menunjukkan korelasi sangat lemah antara lama ASI dengan capaian akademik siswa kelas 1 SDIT Ar Risalah, Kartasura, Sukoharjo yang secara statistik tidak bermakna. Terdapat korelasi yang sangat lemah antara lama pemberian ASI dengan capaian akademik siswa kelas satu SDIT Ar Risalah Kartasura, Sukoharjo yang secara statistik tidak bermakna.Kata Kunci: ASI, lama, capaian akademik
Ekspresi Kalretinin Pada Diagnosis Sitologi Efusi Pleura dengan Gambaran Sitomorfologi Adenokarsinoma Hezer, Syeben; Wijaya, Indra; Miranti, Ika Pawitra; Kusuma, Meira Dewi
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metastasis adenokarsinoma adalah kasus yang paling sering dijumpai pada efusi pleura yang disebabkan oleh keganasan. calretinin sampai saat ini digunakan sebagai penanda untuk sel mesothel baik jinak maupun ganas. Calretinin digunakan terutama untuk membedakan mesothelioma dari suatu karsinoma atau metastasis keganasan lainnya. Namun beberapa penelitian membuktikan bahwa kalretinin tidak hanya positif untuk sel-sel mesothel tetapi dapat pula pada keganasan lain seperti metastasis adenokarsinoma atau squamous sel karsinoma. Penelitian ini bertujuan membuktikan terdapat ekspresi kalretinin pada efusi pleura dengan gambaran sitomorfologi suatu adenokarsinoma. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Terdapat 20 blok sitologi dari efusi pleura yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan pengecatan calretinin. Ekspresi positif ditandai dengan tercatnya inti dan sitoplasma sel yang dicurigai ganas. Ekspresinya dibaca oleh 2 orang spesialis Patologi Anatomi secara blindly. Ekspresi calretinin negatif pada 6 sampel, positif I pada 8 sampel, positif II pada 2 sampel dan positif III pada 4 sampel. Terdapat ekspresi calretinin pada pada efusi pleura dengan gambaran sitomorfologi suatu adenokarsinoma dengan tingkat positivitas yang berbeda-beda, hal ini menunjukan bahwa kalretinin bukan merupakan penanda yang spesifik dan sensitif untuk sel-sel mesothel baik jinak maupun ganas.Kata kunci: Calretinin, Sitologi efusi, Adenokarsinoma
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN SAWANGAN BARU KOTA DEPOK TAHUN 2015 Mahmudah, Solehatul; Maryusman, Taufik; Arini, Firlia Ayu; Malkan, Ibnu
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan seseorang yang mencapai usia > 60 tahun yang rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan proses menua salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler. Seseorang dikatakan hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg. Beberapa faktor resiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hipertensi seperti gaya hidup dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian cross sectional ini diikuti oleh 74 responden dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian ini mendapatkan proporsi lansia yang mengalami hipertensi sebesar 26,4%. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistic ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik (p=0,024 OR=3,596), asupan lemak (p=0,008 OR=4,364), dan asupan natrium (p=0,001 OR=6,103) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariat menunjukkan asupan natrium (OR Exp(B)=4,627) sebagai faktor resiko yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi. Untuk mengurangi kasus hipertensi perlu adanya cara untuk mencegahnya seperti memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hipertensi dan bagi penderita penyakit hipertensi untuk selalu mengontrol tekanan darah dan menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Gaya Hidup, Pola Makan
PENGARUH STATUS GIZI DAN TONSILITIS KRONIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Triastuti, N Juni; Rahman, Fachroni; Akbar, Muhammad Aji; Dasuki, Muhammad Shoim; Sintowati, Retno
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan kontinyu pada seseorang hingga akan megalami perubahan tingkah laku secara keseluruhan artinya perubahan yang senantiasa bertambah baik, apabila prestasi belajar seseorang menurun kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah tonsilitis kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi dan tonsilitis kronis dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di SD Negeri 1 Karangasem Surakarta dengan sampel anak kelas 4 sampai kelas 6 sebanyak 55 anak. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square dan uji regresi linear ganda. Sejumlah 55 siswa sekolah dasar mengikuti penelitian ini dimana diantaranya terdapat 26 siswa yang menderita tonsillitis kronis dan 29 siswa tanpa tonsillitis kronis. Selain itu didapatkan data bahwa 30 siswa memiliki status gizi yang baik dan 25 diantaranya memiliki status gizi yang buruk. Berdasarkan hasil analisis uji Chi –Square didapatkan bahwa nilai p value =0,001 untuk pengaruh antara status gizi terhadap prestasi belajar siswa, sementara itu didapatkan pengaruh antara tonsilitis kronis terhadap prestasi belajar dengan nilai p value sebesar 0,000. Sedangkan nilai Chi Square untuk pengaruh antarastatus gizi terhadap tonsillitis didapatkan nilai p valuenya sebesar 0,000. Berdasarkan uji regresi linear ganda didapatkan nilai p<0,05 yang berarti bahwa status gizi dan tonsillitis secara bersama-sama dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Terdapat pengaruh antara status gizi dan tonsilitis kronis dengan prestasi belajar pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: Status gizi, Tonsilitis Kronis, Prestasi Belajar
CEPHALIC TETANUS A RARE LOCAL TETANUS Nur Mahmudah, Iin Novita; Priambodo, Doni
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Woman, 68 years old came to hospital with chief complain trismus and dysphagia. She was in a good condition with physical examination and standard laboratory test reveal normal value. The neurologist found multiple parese of cranial nerve (V, VII, IX, X, XI). After further examination include electromedic test and head ct scan with contrast the neurologist did not find any abnormality that may explain her symptoms. The patient then consulted to the internist with suspect of local tetanus infection because of focal infection in her dental caries. The patient is then treated with antibiotics, convultion inhibitor agent, also given tetanus immunoglobulin. During the treatment, her symptoms improved. There were no other severe complication. Patient was returning home on the ninth day of hospitalisation and ready for her dentist appointment.Keywords : Trismus, dysphagia, parese, tetanus, tetanus imunoglobulin
ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) (SALAM) SECARA INVITRO Sutrisna, EM; Trisharyanti, Ika; Munawaroh, Rima; ., Suprapto
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan satu faktor kontributor terjadinya penyakit degenerative. Antioksidan merupakan senyawa yang menghambat efek radikal bebas tersebut. Pada penelitian sebelumnya, ekstrak methanol daun Daun salam mempunyai efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji efek antioksidan ekstrak ethanol 70% daun salam (Syzygium polyanthum (Wight)). Metode yang digunakan adalah uji invitro dengan metode DPPH (Diphenyl picrylhydrazyl). Ekstrak dilarutkan dalam ethanol, kemudian dibuat dalam seri konsentrasi 10, 30, 50 dan 70 ug/mL. Masing-masing seri sebanyak 10 ml. Dalam masing-masing larutan tersebut ditambahkan 1 ml larutan DPPH 1 mM. larutan kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 30 menit. Panjang gelombang yang digunakan adalah 515 nm. Metanol dan DPPH 1mM digunakan sebagai blanko.Untuk pembanding digunakan butylated hydroxytoluene (BHT) konsentrasi 2, 4, 6, 8 ug/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ethanol 70% daun salam mempunyai efek antioksidan dengan IC 50 27,80 ug/mL.Kata kunci: daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) , antioksidan, IC 50
PERUBAHAN EKSPRESI HEAT SHOCK PROTEIN 70 AKIBAT PAPARAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK EXTREMELY LOW FREQUENCY PADA MAKROFAG PERITONEUM MENCIT YANG DIINFEKSI Toxoplasma gondii Taufiqurochman, Mochammad Arief
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek paparan medan elektromagnetik ELF sebesar 100 μT 8 jam/ hari selama 2 dan 4 minggu terhadap ekspresi HSP 70 makrofag peritoneum mencit yang diinfeksi dengan Toxoplasma gondii. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Biomedik menggunakan rancangan randomized separate posttest control group designdengan hewan coba mencit strain Balb/c, melalui pengamatan ekspresi HSP 70 , terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 4 hewan coba. Pengamatan jaringan menggunakan metode imunohistokimia indirek, hasilnya dianalisis menggunakan uji statistik Independent t-test antar kelompok setelah dilakukan uji homogenitas dan normalitas data penelitian ( α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat paparanME ELF dengan itensitas 100 μT selama 2 minggu belum mampu melemahkan atau memutus rantai DNA gen HSP 70 promotor region tetapi menimbulkan stres seluler yang berakibat teraktifasinya HSF 1 melalui konversi menjadi trimer yang akan meregulasi secara cepat sintesis HSP 70 . Paparan medan elektromegnetik ME ELF selama 4 minggu dapat melemahkan bahkan memutus rantai DNA hsp 70 promotor region, sehingga sintesis HSP akan terhambat secara signifikan (p<0.05). Terdapat peningkatan secara signifikan ekspresi HSP 70 makrofag peritoneum mencit yang terpapar ME ELF dengan itensitas 100 μT selama 2 minggu pada kelompok yang terinfeksi toxoplasma gondii dan terjadi penurunan secara signifikan ekspresi HSP 70 pada kelompok terpapar ME ELF selama4 minggu pada kelompok yang terinfeksi Toxoplasma gondi dibandingkan dengan konrol.Kata Kunci: Medan Electromagnetik ELF, HSP 70, Makrofag, Toxoplasma gondii.
PENGARUH OLAHRAGA JALAN SANTAI TERHADAP KADARGLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS Widiya, Arkan Adi; Jatmiko, Safari Wahyu; Widyatmoko, Sigit
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Terdapat 4 cara dalam mengontrol kadar glukosa darah yaitu; terapi farmakologi, terapi nutrisi, edukasi cara manajemen diabetes mandiri, dan aktifitas fisik. Berjalan kaki adalah cara yang paling sering ditunjukan sebagai modalitas aktifitas fisik untuk meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui engaruh olahraga jalan satai terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus pada kegiatan olahraga jalan santai. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sample sebanyak 68 orang yang mengikuti kegiatan olahraga jalan santai di Prolanis Padimas Surakarta. Pengambilan sample dilakukan secara purposive sampling. Kegiatan jalan santai dilakukan sejauh 2 km dengan waktu tempuh 30 menit. Hasil uji statistik beda pemeriksaan glukosa sebelum dan sesudah kegiatan olahraga jalan santai menggunakan uji paired T test didapatkan hasil p<0,001 yang menunjukan bahwa hasil signifikan atau bermakna dan memiliki nilai korelasi adalah 0,963 yang menunjukan memiliki pengaruh yang sangat kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa olahraga jalan santai sejauh 2 km selama 30 menit dapat menurunkan kadar glukosa darah secara bermakna pada pasien diabtetes mellitus.Kata kunci: Diabetes Melitus, Olahraga Jalan Santai, Kadar Glukosa Darah

Page 5 of 40 | Total Record : 399


Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue