cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Total Incremental Method for Solving Nonlinear System of Equation Due to Plasticity of Reissner Plates with Boundary Element Method Supriyono, Supriyono
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this paper a total incremental method for solving nonlinear system equation due to plasticity of shear deformable plates is presented. The material is assumed to undergo small strains. The von Mises criterion is used to evaluate the plastic zone and elastic perfectly plastic material behaviour is assumed. An initial stress formulation is used to formulate the boundary integral equations. The domain integral due to material nonlinearity is evaluated using a cell discretization technique. Several examples are presented and comparisons are made to demonstrate the validity and the accuracy of the total incremental method to solve the nonlinear system of equation due to plasticity.
ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM (Al) PADUAN DAUR ULANG DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM DAN CETAKAN PASIR Masyrukan, Masyrukan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis pada aluminium paduan daur ulang yang dicetak dengan menggunakan cetakan logam dan cetakan pasir. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium paduan yang berasal dari daur ulang aluminium bekas, yang dilebur di dalam dapur krusible tipe ciduk dan dicetak didalam cetakan logam dan cetakan pasir. Alat yang digunakan dalam uji kekerasan, uji struktur mikro, dan uji komposisi kimia secara berturut-turut adalah Vickers hardness tester, Olympus Metallurgycal Microscope, Metal Scan Spectrometer. pengujian kekerasan menggunakan pengujian vickers dengan standar ASTM E 92, pengujian struktur mikro menggunakan standar ASTM E 3 dengan cara melihat spesimen dibawah mikroskop dan pengujian komposisi kimia dilakukan dengan cara menembakkan gas argon kepermukaan spesimen, sehingga hasilnya akan terbaca pada komputer. Spesimen I HV= 98,2 kgf/mm2 , spesimen II HV =104,3 kgf/mm. Sedangkan pada aluminium (Al) paduan dengan cetakan pasir diperoleh Spesimen I HV= 81,2 kgf/mm, spesimen II HV = 83 kgf/ mm. Pada uji komposisi kimia pada aluminium paduan dengan cetakan logam didapat kandungan unsur-unsur utama yaitu Al = 85,96%, Si = 5.26%, Cu = 4,25% dan Zn = 2,23%. Komposisi kimia pada aluminiu (Al) paduan dengan cetakan pasir didapat kandungan unsur-unsur utama yaitu Al = 83,69 %, Si = 4,83 %, Cu = 7,44 % dan Zn = 2,01 %. Pada pengujian struktur mikro terlihat butiran fasa AlSi pada aluminium paduan cetakan logam memiliki struktur butiran halus (kecil) dengan bentuk memanjang serta jarak antar butirannya rapat. Hal ini menyebabkan hasil coran dengan menggunakan cetakan logam memiliki tingkat kekerasan lebih baik.
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BIOBRIKET CAMPURAN BATUBARA DAN SABUT KELAPA Sulistyanto, Amin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi biomass sabut kelapa sebagai sumber energi alternatif sedemikian melimpah, namun belum terolah sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah menguji karakteristik pembakaran biobriket campuran batubara dengan sabut kelapa  perbandingan batubara : biomass : 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%.Penelitian awal dilakukan dengan pengujian proximate bahan baku meliputi kadar air, nilai kalor, kadar abu, volatile matter dan  kadar karbon   Selanjutnya  dilakukan pembuatan biobriket dengan pencampuran bahan baku batu bara, sabut kelapa, lime stone dengan perekat pati kanji dengan pengepresan tekanan 100 kg/cm2.Pengujian karakteristik pembakaran dilakukan dengan alat uji pembakaran di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk mengetahui besarnya laju pengurangan massa dengan kecepatan udara konstan. Pengujian emisi polutan hasil pembakaran  dilakukan di Laboratorium  Dinas Perhubungan Rembang Berdasarkan percobaan dan parameter yang telah di uji, penambahan biomass menyebabkan naiknya volatile matter sehingga lebih cepat terbakar dan laju pembakaran lebih cepat. Penambahan biomass juga dapat menurunkan emisi polutan yang dihasilkan pada saat pembakaran. Komposisi biobriket terbaik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adalah komposisi batubara : biomass = 10% : 90% karena lebih cepat terbakar dan lebih ramah lingkungan, sedangkan untuk kebutuhan industri, komposisi terbaik dengan pencapaian temperatur tertinggi  adalah komposisi batubara : biomass = 30% : 70%.
PENGARUH KOMPOSISI BATUBARA TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DAUN CENGKEH SISA DESTILASI MINYAK ATSIRI Aklis, Nur
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah proses destilasi (penyulingan) minyak atsiri daun cengkeh yang berupa daun cengkeh kering sering dianggap sebagai limbah industri dan kurang dimanfaatkan. Penggunaan daun cengkeh kering sisa proses destilasi minyak atsiri hanya digunakan sebagai pendukung dari bahan bakar proses tersebut dengan dibakar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pembakaran daun cengkeh sisa destilasi jika padukan dengan batubara dengan beberapa variasi dalam bentuk briket. Penelitian diawali dengan pengumpulan bahan dasar berupa daun cengkeh sisa proses destilasi, batubara lignit dan aspal sebagai perekat, daun cengkeh dan batubara kemudian dihancurkan dan selanjutnya dicampur dengan binder berupa aspal. Variasi yang digunakan adalah variasi komposisi, yaitu 100% batubara, 100% daun cengkeh, 80% batubara dan 20% daun cengkeh, 60% batubara dan 40% daun cengkeh, 40% batubara dan 60% daun cengkeh, dan semuanya menggunakan binder aspal dengan komposisi 10% dari berat total briket dan ditekan dengan tekanan sebesar 250 kg/cm2. Pengujian karakteristik pembakaran dilaksanakan untuk mengetahui temperatur, massa sisa dan laju pembakaran yang dihasilkan oleh campuran batubara dan daun cengkeh. Pengujian ini dilakukan pada sebuah tungku pembakaran dan pengambilan data dilakukan setiap 1 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi berpengaruh pada karakteristik pembakaran. Penambahan batubara akan mempertinggi temperatur pembakaran dan memperlama waktu pembakaran.Waktu pembakaran paling lama mencapai 44 menit dan tempertur tertinggi hingga 304oC yang dimiliki biobriket dengan komposisi 100% batubara.
RANCANG BANGUN MOLD UNTUK PROSES TERMOFORMING PROSTHETIC BELOW KNEE (B/K) Febriantoko, Bambang Waluyo; Aryanto, Aris; Riyadi, Tri Widodo Besar
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Industri semakin berkembang, kebutuhan terhadap plastik pun semakin bertambah. Akan tetapi, dalam aplikasi proses pembentukan plastik sering mengalami kendala. Salah satunya adalah penyusutan. Penyusutan sering terjadi pada proses pembentukan plastik, terutama pembentukan dengan sistem mechanical thermoforming. Sehingga perlu dianalisis hal-hal yang menyebabkan penyusutan pada produk yang dihasilkan. Beberapa hal yang diidentifikasi mempengaruhi terjadinya penyusutan adalah bentuk mold, temperatur, dan jenis plastik yang digunakan.Metode penelitian yang digunakan adalah membuat alat uji mechanical thermoforming dan  membuat  mold  yang  akan  digunakan  untuk  menganalisis  penyusutan.  Mold yang digunakan ada 2 macam, yaitu mold telapak kaki atas dan mold telapak kaki bawah. Selain variasi pada mold, analisis juga ditujukan pada temperatur plastik polypropylene (PP) dan plastik PVC yang akan diproses. Variasi temperatur yaitu:1000C,  1200C,  dan  140oC.  Sedangkan  jenis  plastik  yang  diujikan  adalah  plastikpolypropylene (PP) dan plastik PVC.Dari data hasil pengujian dan pembahasan pada proses mechanical thermoforming untuk plastik polypropylene (PP) dengan ketebalan 1,0 mm tidak dapat dianalisis persentase penyusutan yang terjadi karena sifat viskos pada plastik rendah. Pada plastik jenis PP ini meskipun membentuk pola, tetapi tidak sempurna. Bahan plastik PP setelah proses penekanan dengan temperatur 100ºC-120ºC plastik tidak mengalami pemuaian yang cukup baik, karena plastik masih bersifat elastik. Pada temperatur140ºC plastik mengalami pemuaian, tetapi saat proses penekanan plastik mengalami bentuk pola yang tidak sempurna, karena temperatur terlalu tinggi. Sedangkan pada plastik PVC didapatkan hasil bahwa pada mold telapak kaki atas dengan ketinggian2 cm dan tebal plastik 1,0 mm menghasilkan persentase penyusutan rata-rata 7,85% dengan temperatur 100ºC, 9,80% dengan temperatur 120ºC dan 12,11% dengan temperatur 140ºC. Pada mold telapak kaki bawah dengan ketinggian 2 cm dan tebal plastik 1,0 mm menghasilkan persentase penyusutan rata-rata 10,01% dengan temperatur 100ºC, 10,96% dengan temperatur 120ºC dan 12,08% dengan temperatur140ºC. Kata Kunci: Mechanical thermoforming, penyusutan plastik, mold ABSTRACT The growing of industry has the effect to the increase of plastic need.  However, the application of plastic forming process often experiences constraints. One of them is depreciation. Depreciation often occurs in the plastic forming process, especially forming with mechanical thermoforming system. So it is necessary to analyze the things that cause shrinkage on the product. Some of the things that are identified to influence the shrinkage are the molds, temperatures and types of used plastics.The used method is to make mechanical thermoforming test and make mold which will be used to analyze depreciation. There are 2 kinds of molds, namely upper foot sole mold and bottom foot sole mold. In addition to the variations of the mold, the analysis is also aimed at the temperature of polypropylene plastic (PP) and PVC plastic which will be processed. The temperature variations are 1000C, 1200C and 140oC and the types of plastics that are tested is polypropylene plastic (PP) and PVC plastic.The results show that on mechanical thermoforming process for polypropylene (PP) plastic with 1.0 mm thickness, the percentage of shrinkage can not be analyzed because of the low viscous nature of plastic. PP type plastic can form a pattern, but not perfect. PP plastic material does not experience a good expansion after pressing process with100ºC-120ºC plastic temperature. This is because the plastic is still elastic. At 140ºC, the plastic undergoes expansion, but when the plastic pressing process, it undergoes an imperfect pattern. The reason is the temperature is too high. Meanwhile for the PVC plastic, it was found that in the upper foot sole mold with height of 2 cm and 1.0 mm plastic thickness, the percentages of shrinkage average are 7.85% with temperature100ºC, 9.80% with temperature 120ºC and 12.11% with temperature of 140ºC. In the bottom foot sole mold with 2 cm height and 1.0 mm plastic thickness, the percentages of shrinkage average are 10.01% with temperature 100ºC, 10.96% with temperature120ºC and 12.08% with temperature 140ºC. Keywords: Mechanical thermoforming, plastic shrinkage, mold
PREDIKSI SHRINKAGE UNTUK MENGHINDARI CACAT PRODUK PADA PLASTIC INJECTION Anggono, Agus Dwi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastic injection merupakan proses manufactur untuk membuat produk dengan bahan dasar plastic atau dalam kesempatan ini polypropylene. Pada proses tersebut seringkali terjadi cacat produk seperti pengerutan, retak, dimensi tidak sesuai dan kerusakan saat produk keluar dari mould, sehingga banyak material yang terbuang percuma. Meskipun cacat produk tersebut dipengaruhi banyak factor, tetapi yang paling utama adalah masalah shrinkage, atau penyusutan material setelah terjadi pendinginan. Sangat penting untuk melakukan prediksi lebih awal terjadinya penyusutan setelah pendinginan untuk menghindari cacat produk. Dalam penelitian ini akan dilakukan prediksi shrinkage yang akan digunakan untuk material polypropylene dengan cara perhitungan standar. Pembuatan modeling dalam bentuk 3D (tiga dimensi) injection molding baik cavity maupun corenya dengan menggunakan CATIA, kemudian dilakukan analisis dengan software MoldFlow untuk pembuatan mesh dan memberikan batasan panas pada komponen sehingga dapat diketahui mode penyusutannya. Analisis ini akan memberikan gambaran tentang distribusi panas pada mould dan memberikan tentang gambaran aliran fluida. Pada analisis tersebut dapat dilihat gejala terjadinya cacat produk, jika hal itu terjadi maka perlu dilakukan perubahan shrinkage, sampai diperoleh hasil analisis yang baik.
PENGARUH POSISI REKOMBINASI TERHADAP KINERJA SEPARATOR GLCC METERING LOOP Effendy, Marwan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perminyakan telah menunjukkan ketertarikannya mempergunakanseparator siklon silinder vertikal (gas-liquid cylindrical cyclone) atau lebihdikenal separator GLCC. Berkaitan dengan separator GLCC, tulisan ini mengkajimengenai efek posisi titik rekombinasi terhadap karakteristik GLCC meteringloop. Diharapkan dari kajian ini akan memberikan informasi dalam desainGLLC. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat spesimenskala laboratorium. GLCC metering loop memiliki sistem masukan tunggal,diameter 7,62cm dan tinggi 150cm. Pada spesimen uji dilengkapi enam variasiposisi rekombinasi yang posisinya dari bidang inlet berturut-turut dari atas(H=80, 60, 40, 20, 0, and –20cm). Fluida yang dipisahkan diasumsikan terdiridari komponen udara-air. Hasil penelitian yang diukur pada tekanan kerja diruang pencampur 0 kg/cm2(G) dan temperatur 27~300C, menunjukkan bahwalevel cairan kesetimbangan(L) akan meningkat seiring dengan kenaikan posisirekombinasi. Dalam kondisi yang lain, yakni dengan mempertahankan level disekitar inlet (rata-rata 85cm) maka makin rendah posisi rekombinasiproduktivitas separator meningkat.
OPTIMASI PROSES MESIN STRETCH BLOW MOULDING PADA BOTOL 600 ML DENGAN METODE RSM (RESPONSE SURFACE METHODOLOGY) STUDI KASUS DI PT. UNIPLASTINDO INTERBUANA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses produksi Aqua botol plastik 600 ml menggunakan mesin stretch blow moulding dengan sistem pneumatik, Pembuatan produk dengan menggunakan mesin ini memiliki faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas botol yang dihasilkan . Penyimpangan ukuran (pemerataan tebal botol dan kemiringan botol) tidak sesuai dengan spesifikasi mengakibatkan botol dibagian pundak putih dan bergelang (shrinkage). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengoptimalkan setting parameter mesin stretch blow moulding agar menghasilkan kualitas baik pada produk botol plastik 600 ml. Adapun variable(prediktor) yang di pilih yaitu preblow (bar), preform temperature (), dan P1 point (mm), sedangkan respon yang dicari yaitu kemiringan minimal dan tebal maksimal. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Response Surface Metodhology (RSM) yang mana dalam perhitungannya menggunakan software minitab 16. Dengan menggunakan Box Behnken Design dan 3 level factorial di hasilkan run 15 percobaan. Berdasarkan hasil kondisi yang optimal parameter yaitu preblow sebesar 6,5 bar, preform temperature sebesar 114 , dan P1 Point sebesar 25 mm. Dengan setting sebesar tersebut akan menghasilkan respon tebal botol sebesar 0,1446 dan kemiringan botol sebesar 0,1875.
Pengembangan Ketahanan Keausan Pada Bahan Kampas Rem Sepeda Motor Dari Komposit Bonggol Jagung Purboputro, Pramuko Ilmu
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan bonggol jagung sebagai serat pengisi. Bonggol jagung dalam hal ini sebagai serat penguat karena termasuk serat alam yang limbahnya banyak tidak dipergunakan. Matriks yang digunakan adalah polyesester, dengan serat campuran fiberglass. Metoda pembuatannya dengan cara pengepressan dan sintering pada suhu 180oC. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan,impak dan keausan. Hasilnya adalah Untuk Pengujian Keausan Ogoshi pada kondisi kering, makabahan kampas rem mempunyai nilai keausan yang paling rendah yaitu sebesar 0.00041mm2/kg , yang sedikit lebih besar dari produk di pasaran dengan keausan sebesar 0.00014 mm2/kg. Untuk Pengujian Keausan Ogoshi Kondisi basah dengan air, diperoleh bahwa, bahan kampas rem paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0062 mm2/kg, namun masih lebih tinggi sedikit dari bahan kampas rem pasaran (eksipart) yaitu sebesar 0,0032 mm2/kg
STUDY OF ALTERNATIVE FUELS AND EFFECTS OF COMPRESSION RATIO ON THERMAL EFFICIENCY AND ENGINE POWER Sarjito, Sarjito
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper was a case study during the sabatical program at Kingston University London in February 2007. It has been studied by team of motorsport automotive department Kingston University London and it has been elaborated as a final project on Master Program. This study takes into account some of the issues surrounding the debate about alcohol fuels in Motorsport and the wider automotive sector and is primarily concerned to add data where there seems to be little existing research since Motorsport is a secretive business. Motorsport plays an important part in the automotive industry and is a sport enjoyed worldwide. Racing practice is regarded as using the best available resources and technology as it requires optimal performance. The racing arena gives engineers the opportunity to test valuable technological solutions to prove their merits. Therefore, racing is the natural starting point for introducing new technological solutions to the public and could lead to the wholesale conversion to renewable fuels to meet our automotive energy needs. Alcohol has unique properties that make superior in many ways to ordinary gasoline. The higher knock resistance allows for higher compression ratios to be utilized resulting in higher power outputs and thermal efficiency. The efficient use of energy is of growing concern in all spheres of life and the automotive sector needs to be front runner in these efforts.

Page 7 of 37 | Total Record : 366