cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
PERKEMBANGAN CACAT RONGGA PADA PROSES EKSTRUSI Riyadi, Tri Widodo Besar
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cavity defect occurs in an extruded product when the remaining billet reaches a certain thickness. This defect can create serious problem in the quality of products because it produces waste material and requires an extra operation for finishing. The requirement of wasting a certain portion of the product becomes undesirable especially for a relatively short, headed product. Since the occurrence of this defect is troublesome in industrial practice, it is important to study the conditions leading to the cavity formation. By using this prediction, it may be possible to stop the process before the cavity starts to develop. In this work, a new measuring technique to monitor the development of cavity defect in forward extrusion was studied. This technique uses electrical contact principle, which detects the contact between metal pins and the leading face of the billet. When the cavity develops, a void or gap between the punch and the billet interface develops, and breaks the electrical current of the circuit. The experiment of extrusion process was undertaken in parallel with a finite element analysis (FEA) using ABAQUS software. It was shown that at a certain distance the cavity defect was revealed. In this work, the cavity formation was investigated by a variation of die reduction. The influence of coefficient of friction, punch speed, and billet thickness was also observed. This study concentrated on improving the understanding of the behavior of metal flow and the development mechanism of cavity formation with the aim of providing general guidance for the extrusion industry in minimizing the cavity defect formation of the extruded product.
PENGARUH PENGGUNAAN KOIL RACING TERHADAP UNJUK KERJA PADA MOTOR BENSIN Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan pembakaran yang optimal pada motor bensin dipengaruhi banyak hal antara lain:perbandingan udara-bahan bakar, homegen campuran, waktu penyalaan, besarnya tegangan koil, jarak elektrode busi dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh penggunaan koil standart dengan koil racing terhadap unjuk kerja pada motor bensin. Pengujian unjuk kerja motor bensin dilakukan menggunakan dynamometer hidraulik, dengan cara membebenani gaya pengeremen pada putaran tertentu. Torsi dihitung berdasarkan gaya pengeremanyang terjadi dikalikan dengan panjang lengan pada dynamometer, selanjutnya torsi diketahui daya dapat dihitung. Pengukuran konsumsi bahan bakar dapat diketahui pada gelas ukur waktu pengujian berlangsung. Motor bensin dengan koil standart diuji unjuk kerjanya digunakan sebagai pembanding, kemudian dilanjutkan pengujian unjuk kerja dua koil racing. Penelitian menghasilkan kesimpulan penggunanan jenis koil berpengaruh terhadap unjuk kerja pada motor bensin. Penggunaan Koil Racing menghasilkan unjuk kerja yang lebih baik yaitu daya, dan torsi lebih besar dengan konsumsi bahan bakar yang lebih kecil.
PENGARUH STEARIC ACID PADA KARET ANGKATAN SEPEDA MOTOR TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK DENGAN KOMPOSISI 3Phr, 4Phr, 6Phr Masyrukan, Masyrukan; Purboputro, Pramuko Ilmu
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet angkatan merupakan hal yang sederhana namun penting untuk kendaraan.Komponen ini terletak di dalam tromol roda belakang yang berhubungan langsungdengan gear. Banyak factor yang mempengaruhi kerusakan komponen ini. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh stearic acid terhadap nilaikekerasan dan kuat tarik dari kompon karet angkatan.Bahan yang digunakan untuk membuat kompon yaitu RSS dan karet sintetisdicampur dengan bahan kimia stearic acid, black karbon white oil, ZnO, paraffinwax, MBTS,resin komaron dan sulfur. Bahan–bahan ini dicampur mengunakan tworollmixing hinga menyatu dan membentuk lembaran kompon. Untuk mengetahui lamapematangan karet dilakukan proses rheometer. Proses selanjutnya vulkanisasi karetdengan mengunakan mold yang di press dengan suhu 1600C dan dengan tekanan 150psi. Pengujian tarik mengunakan alat rubber testing equipment dengan standar SNIISO 37 : 2015 (IDT – 2011). Pengujian kekerasan menggunakan alat dengan skalaShore A hardness tester dengan standar ISO 7619 – 1 : 2010.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, penambahan sulfur sangat berpengaruhterhadap nilai kekerasasn dan nilai kuat tarik. Untuk nilai kekerasan kompon 3dengan komposisi sulfur 6 phr memiliki kekerasan tertinggi yaitu 77 Shore A dan nilaiterendah pada komposisi 1 dengan nilai kekerasan 65,6 Shore A. pada nilai kuat tariktertinggi didapatkan 15,394 N/mm2 di komposisi 1 dan nilai terendah di komposisi 3dengan nilai 11,44 N/mm2.
PENGARUH WAKTU PENAHANAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PROSES PENGKARBONAN PADAT BAJA MILD STEEL Purboputro, Pramuko Ilmu
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari waktu penahanan terhadap perubahan sifat fisis dan mekanis  pada proses pengarbonan baja mild steel. Temperatur yang digunakan selama proses pengarbonan berlangsung adalah 925°C dengan vareasi waktu tahan masing-masing 3 jam; 4 jam; 7 jam; 8 jam. Dalam proses pengarbonan sumber karbon didapat dari arang cangkang kelapa yang telah dibuat serbuk halus dan dicampur dengan Na2 CO3 ( soda abu ) sebagai katalisnya. Kandungan karbon material dasarnya adalah 0,19%C. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan, pengujian kedalaman difusi dan pengujian komposisi kimia .Pengujian kekerasan yang telah dilakukan terhadap material pengarbonan menghasilkan distribusi kekerasan dari permukaan menuju inti, untuk masing-masing waktu penahanan yang berbeda. Untuk waktu penahanan 3 jam mulai HVN 735,7 Kg/mm²  sampai 440,9 Kg/mm² menuju inti ; 4 jam mulai HVN 762,9 Kg/mm² sampai 462,8 Kg/mm² menuju inti ; 7 jam mulai HVN 781,9 Kg/mm²  sampai 478,4 Kg/mm² menuju inti ; 8 jam mulai HVN  801,5 Kg/mm² sampai 479,3 Kg/mm² menuju inti. Untuk pengujian kedalaman difusi didapat suatu persamaan Y= 0,0046X² + 0,0226 X +0,0013 dimana persamaaan tersebut menunjukkan kenaikan difusi karbon kedalam material pengujian. Sedangkan dalam pengujian komposisi kimia didapatkan kenaikan kandungan unsur karbon untuk masing-masing waktu penahanan. Untuk waktu penahanan 3 jam  kandungan unsur karbon 0,259 %  ; 4 jam kandungan unsur karbon 0,352 %;  7 jam kandungan unsur karbon 0,505 % ; 8 jam kandungan unsur karbon 0,808 %.
STUDI VARIASI SUHU TERHADAP KUAT MEKANIK SAMBUNGAN ANTARA BAJA DENGAN TEMBAGA PADA PROSES FURNACE BRAZIN Febriantoko, Bambang Waluyo
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi furnace brazing digunakan pada pembuatan mold/dies dengan metode laminated steel tooling. Kekuatan sambungan antara logam induk dengan logam pengisi (filler) merupakan permasalahan yang utama. Kekuatan ini tergantung dari material logam induk, material logam pengisi, suhu proses brazing, tekanan proses dan metode brazing. Penelitian ini menyelidiki variasi suhu proses furnace brazing antara logam induk baja mild steel dengan logam pengisi tembaga. Metode penyambungan antara mild steel dengan baja dilakukan dengan menggunakan jig untuk memberi tekanan selama proses brazing. Jig berikut dengan spesimen uji tarik, uji geser, dan uji belah dilakukan pemanasan didalam furnace serta didinginkan dengan perlahan setelah mencapai suhu penelitian. Pengujian mekanis dilakukan dengan mesin Universal Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi suhu brazing akan didapatkan kekuatan yang semakin naik, namun suhu maksimum tergantung dari titik leleh logam pengisi.
REKAYASA DAN MANUFAKTUR KOMPOSIT SANDWICH HIBRID UNTUK PANEL Hariyanto, Agus
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  menyelidiki  pengaruh  fraksi  volume  core  terhadap peningkatan kekuatan Impak komposit sandwich hibrid berpenguat kombinasi serat rami  woven  dan  serat  gelas  woven  bermatrix  polyester  dengan  core  berpenguat kombinasi serbuk kayu jati dan mahoni bermatrix polyester. Mekanisme perpatahan diamati dengan foto makro.Bahan yang digunakan untuk skin adalah serat rami (woven), serat E-Glass (woven), resin  unsaturated  polyester  157  BQTN  (UPRs).  Bahan  yang  digunakan  untuk  core adalah serbuk kayu jati dan mahoni dengan mesh 30 pada fraksi volume 30%, 40%, dan 50%, resin unsaturated polyester 157 BQTN. Hardener yang digunakan adalah MEKPO  dengan  konsentrasi  1%.  Komposit  dibuat  dengan  metode  cetak  tekan. Komposit  sandwich  hibrid tersusun  terdiri  dari dua skin komposit hibrid dengan core hibrid ditengahnya. Skin komposit hibrid sebagai lamina terdiri  dari dua lamina serat gelas anyam dan satu lamina serat rami (woven - woven – woven). Fraksi volume serat komposit skin hibrid adalah 30%. Komposit core hibrid yang digunakan adalah serbuk kayu jati dan mahoni dengan mesh 30 pada fraksi volume 30%, 40%, dan 50% dengan resin unsaturated polyester 157 BQTN. Variabel utama penelitian yaitu fraksi volume core (30%, 40%, dan 50%). Spesimen dan prosedur pengujian Impak mengacu pada standard ASTM D 5942. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  penambahan  fraksi  volume  core  mampu meningkatkan energi serap dan kekuatan impak komposit sandwich hibrid. Mekanisme patahan  diawali  oleh  kegagalan  komposit  skin  bagian  tarik,  core  gagal  geser,  dan diakhiri oleh kegagalan skin sisi tekan. Pada bagian daerah batas core dan komposit skin menunjukkan adanya kegagalan delaminasi.
REDESIGN OF OUTER HOOD PANEL OF ESEMKA R2 CAR TO IMPROVE PEDESTRIAN PROTECTION USING FINITE ELEMENT MODELING Binyamin, Binyamin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic accidents are terrible scourge that occur in many countries, specially for developing countries where transportation affairs like tangled yarn. Besides functioning as an engine compartment cover, the hood of modern compact SUV can also help to manage the impact energy of a pedestrian’s head in a vehicle-pedestrian impact. This paper presents outer hood design of Esemka R2 that has a potential to improve hood’s ability and also to absorb the impact energy of a pedestrian’s head. The developed method for the design of an outer hood configuration aims to provide a robust design and homogeneous of Head Injury Criterion (HIC) for impact position at WAD 1000 and three different thicknesses (1.25 mm, 1.35 mm & 1.50 mm) of outer hood panel of Esemka R2 compact SUV, taking into consideration the limited space available for deformation. The non-linear Finite Element Analysis (FEA) software (Explicit Dynamics) was used in this research to simulate the testing procedurs of head impact for child pedestrian. The results show that the average of comparison dimensional of outer hood panel of Esemka R2 was 4.89 mm. The minimum of deformation space meet the requirement for HIC value which required obtaining robust and homogeneous head impact performance. Outer hood thickness and materials were identified as the factors to influence the stress and HIC value of the hood. By comparing all outer hood panels, aluminium alloy as the best selected material which has the lowest value is 32.78% for the pedestrian protection.
PERBAIKAN SIFAT MEKANIS BESI COR KELABU DENGAN PENAMBAHAN UNSUR CROM DAN TEMBAGA Suprihanto, Agus; Umardani, Yusuf; Wibowo, Dwi Basuki
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat mekanis besi cor kelabu dipengaruhi oleh laju pendinginan, tebal coran,perlakuan panas, perlakuan saat cairan dan penambahan unsur paduan.Beberapa penggunaan material ini membutuhkan kekuatan yang tinggi. Untukmemperbaiki kekuatannya dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduanyang bersifat penggalak karbida seperti Cr dan Cu.Dalam penelitian ini pengaruh penambahan Cr dan Cu pada sifat mekanis besicor kelagu telah diteliti. Material dasar FC20 yang ditambah dengan Cr Cr0,23 %, 0, 32% dan 0,47% serta Cu antara 0,6% to 0,7% telah diuji. Pengujianmetalografi dan tarik telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahanCr dan Cu terhadap sifat mekanis besi cor kelabu.Hasil pengujian tarik terlihat terdapat peningkatan kekuatan tarik sebesar 20%yaitu dari 191MPa menjadi 232MPa. Meskipun demikian hasil metalografimenunjukkan bahwa kesemua spesimen uji memiliki struktur mikro matrik perlitdengan grafit serpih tipe VII, distribusi A dan berukuran 3-5.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BIOBRIKET CAMPURAN ARANG KAYU DAN SEKAM PADI TERHADAP LAJU PEMBAKARAN, TEMPERATUR PEMBAKARAN DAN LAJU PENGURANGAN MASA Subroto, Subroto; Tjahjono, Tri; MKR, Andrew
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaat harga bahan bakar minyak membumbung semakin tinggi, sebagai alternatif untuk mencari bahan bakar selain minyak maka dilakukan penelitian tentang potensi biomass sekam padi dan arang kayu sebagai sumber energi alternatif, guna diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa biobriket dengan komposisi terbaik dan ramah lingkungan.Dalam penelitian ini komposisi yang di uji adalah biobriket dengan perbandingan prosentase sekam padi : arang kayu =  30% : 70%, 40% : 60%, 50% : 50 %. Penelitian awal dilakukan dengan pengumpulan, penghalusan, pengujian bahan baku dan pencampuran bahan baku, selanjutnya dilakukan pengepresan dengan tekanan 100 kg/cm2 kemudian dilakukan pembakaran dengan menggunakan alat yang terdapat di Laboratorium Teknik Mesin UGM untuk mengetahui besarnya laju pengurangan massa dengan kecepatan udara konstan, kemudian dilanjutkan dengan pengujian emisi polutan dan pengujian kadar abu yang juga di lakukan di laboratorium Tehnik Mesin UGMBerdasarkan percobaan dan parameter yang telah di uji, penambahan biomass menyebabkan naiknya volatile matter sehingga lebih cepat terbakar dan laju pembakaran lebih cepat. Penambahan biomass juga dapat menurunkan emisi polutan yang dihasilkan pada saat pembakaran. Komposisi biobriket terbaik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adalah komposisi arang kayu : sekam padi = 50% : 50% karena lebih cepat terbakar dan lebih ramah lingkungan, sedangkan untuk kebutuhan industri, komposisi terbaik dengan pencapaian temperatur tertinggi  adalah komposisi arang kayu : sekam padi = 30% : 70%.
ANALYSIS OF HYDROCARBON TREATING SYSTEM TO THE EMISSION OFF SPARK-IGNITION FOUR-STROKE ENGINE Subroto, Subroto; Tjahjono, Tri; Binyamin, Binyamin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reduction of carbon monoxide (CO), unburnthydrocarbon (UHC) emission and fuel consumption on spark-ignition four-stroke engine is continuously attempted. The purposes from this research were to determine the effect of Hydrocarbon Treating System (HTS)  on levels of CO, UHC and fuel consumption. This is an experimental research. Its is conducted by comparing the exhaust pollutant concentration such as carbon monoxide, unburnt hydrocarbon and also fuel consumption between standard engine setting and Hydrocarbon Treating System applied. The research variable are HTS flow rate from Q1 = 0 cc/s (without HTS), Q2 = 1,5 cc/s, Q3 = 2 cc/s, Q4 = 2,5 cc/s, and Q5 = 33 cc/s. The research will be done in three conditions which are low, medium and high rotation. The result showed that Hydrocarbon Threating System decrease fuel consumption up to 19,43% with flow rate Q5 = 3 cc/s, but on the other hand it increase CO emission up to 80.84% with flow rate Q5 = 3 cc/s and UHC emission level up to 124.75% with flow rate Q5 = 3 cc/s from engine standart condition.

Page 6 of 37 | Total Record : 366