cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1: March 2022" : 15 Documents clear
Kualitas Penyedap Rasa Alami Kombinasi Jamur Pangan (Merang, Tiram, Kuping) Dengan Variasi Suhu Dan Lama Pengeringan Asngad, Aminah; Nugroho, Dian; Khussyiria, Milla Mifta; Agustina, Lina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.18139

Abstract

Pada pembuatan penyedap rasa terdapat bahan kimia yang merupakan bahan tambahan dan memiliki dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh, hal ini dikarenakan adanya kandungan garam natrium yang tinggi dari asam glutamat. Oleh karena itu dilakukan upaya pembuatan penyedap rasa alami dengan menggunakan bahan baku jamur pangan. dimana jamur memiliki kandungan asam glutamat dan protein yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas penyedap rasa alami kombinasi jamur pangan (merang, tiram, kuping) dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi dengan metode penelitian eksperimental dan rancangan penelitian rancangan acak lengkap pola  faktorial. Faktor 1 Kombinasi Jamur (J). J1 =Jamur merang dan kuping; J2 =Jamur merang dan tiram; Faktor 2 Variasi suhu dan lama pengeringan (V). V1 = suhu 500C Lama 4 jam; V2 = suhu 500C Lama 5 jam; V3 = suhu 600 C Lama 4 jam; V4 = suhu 600C Lama 5 jam. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein yang paling tinggi dengan nilai 12,16% pada perlakuan Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan suhu 500 C Lama Pengeringan 5 jam. Hasil uji organoleptik yang meliputi aroma.warna dan daya terima menunjukkan bahwa pada perlakuan  yang sangat disukai panelis yaitu pada kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa ada perbedaan kualitas penyedap rasa alami pada masing-masing perlakuan kombinasi jamur merang dengan jamur kuping dan jamur  tiram dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Kandungan protein dan daya terima yang terbaik pada perlakuan kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.
Cover Vol 8, No 1: Maret 2022 No 1: Maret 2022, Cover Vol 8
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalga Chlorella sp. Sebagai Bioremediator Logam Berat Irianto, Caroline Novela Dyah; Yulianti, L. Indah Murwani; Sidharta, B. Boy Rahardjo
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.12769

Abstract

Polusi logam berat dan implikasinya bagi kesehatan manusia dan lingkungan telah menyebabkan meningkatnya minat untuk mengembangkan pendekatan bioteknologi lingkungan. Lima logam berat, antara lain arsenik (As), timbal (Pb), merkuri (Hg), cadmium (Cd), dan kromium (Cr) bersifat karsinogenik serta menunjukkan toksisitas walaupun dalam jumlah yang sedikit yang dapat mengancam ekologi lingkungan dan kesehatan manusia. Mikroalga memiliki beberapa manfaat dalam bidang industri terutama dalam menurunkan biaya produksi biofuel. Penggunaan mikroalga dalam fikoremediasi logam berat dikarenakan beberapa manfaat termasuk ketersediannya yang melimpah, murah, serta ramah lingkungan. Toleransi dan respons dari strain mikroalga yang berbeda terhadap logam berat serta kemampuan bioakumulasinya yang sangat efisien menjadi prioritas dalam pemanfaatan mikroalga. Chlorella sp. adalah spesies teratas yang banyak dipelajari dan digunakan dalam aplikasi penurunan logam berat dalam berbagai jenis limbah. Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroalga dalam menurunkan konsentrasi logam berat serta memberi informasi ilmiah yang bermanfaat untuk membantu pengembangan teknologi yang efisien di masa depan yang layak secara komersial dalam bioremediasi logam berat menggunakan mikroalga
Uji Aktivitas Antibakteri Daun Singkong (Manihot esculenta) Pada Bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli Prasasti, Azmi; Kustriyani, Anung; Udianto, Abi Mas; Permatasari, Velisia Dini; Oktalia, Putri; Nursiyatin, Nursiyatin
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.16133

Abstract

Staphylococcus aureus and Escherichia coli are bacteria that cause infections and they are often found in the community. Infections caused by these bacteria are usually treated with antibiotics. However, excessive and uncontrolled use of antibiotics can lead to antibiotic resistance or immunity. This can result the infection will be more difficult to treat because of the bacteria's resistance to the antibiotic. Thus,  the treatment to minimize side effects of antibiotics resistance is needed. One of the traetment is using the herbal ingredients. Cassava leaves are plants with various properties, one of which is antibacterial. Therefore, this study aimed to determine the content of secondary metabolites and to test the antibacterial activity of cassava leaf extract on S. aureus and E. coli bacteria. The extraction method uses maceration. Antibacterial test using paper disc method test. Variations in the concentration of cassava leaf extract were 50,000 ppm, 100,000 ppm, and 150,000 ppm. The results showed that cassava leaf extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and was able to inhibit the growth of S. aureus and E. coli bacteria. In S. aureus, the concentration of 150,000 ppm produced the highest inhibition zone of 11.1 mm and the concentration of 50,000 ppm produced the lowest inhibition zone of 8.6 mm. In E. coli a concentration of 150,000 ppm resulted in the highest inhibition zone of 5.2 mm and the lowest concentration of 3.5 mm. The response of cassava leaf extract was classified as a moderate response in inhibiting the growth of S. aureus bacteria. While producing a weak response in inhibiting the growth of E. coli bacteria. Statistical test for the inhibition zone of S. aureus showed normality of 0.500 and homogeneous 0.286, while for the inhibition zone of E.coli showed normal 0.96 and homogeneous 0.281.
Cantigi (Vaccinium varingifolium (Blume) Miq.) Di Jalur Pendakian Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Roziaty, Efri; Al Farisi, Adnan Nurrahman
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.18086

Abstract

Cantigi is one of the shrubs that grows at the height of the mountain. Camtigi is a plant endemic to the mountains. Among climbers, Cantigi is one of the fruits on the mountain that can be consumed. This study aims to determine the diversity of the Cantigi plant population that grows in the Mount Lawu area, Karanganyar Regency, Central Java. The research method is exploratory through exploration. The sampling technique was purpossive sampling. The selection of sampling locations was divided into 3 stations taken based on different altitudes. At an altitude of 2.819 – 3.025 m above sea level (Station I), an altitude of 3.025 – 3.192 (Station II) and an altitude of 3.192 – 3.265 (Station III). These three stations are the Mount Lawu Peak Area. The results of the study found that only 1 species of Cantigi was found in the top area of Mount Lawu, namely the species Vaccinium varingiaefolium Miq. The number of individuals encountered at each station were 67 individuals at an altitude of 2,819 – 3,025 m asl (Station I), 160 individuals at an altitude of 3.025 – 3.192 m asl (Station II) and 154 individuals at an altitude of 3.192 – 3.265 m asl (Station III). The highest number found was in the altitude range of 3.025 – 3.192 m above sea level. The results of the Diversity Index (H') obtained are 3,084 categorized as moderate and tend to be low. The conclusion of this study is that Cantigi is mostly found in areas with an altitude range of 3.025 – 3.192 m above sea level, which is about 160 individuals.

Page 2 of 2 | Total Record : 15