cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Deteksi Gen SHV pada Isolat Klinik Eschericia coli Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs) dari Urin Pasien di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Yulianto Ade Prasetya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6884

Abstract

Esherichia coli ESBLs bertanggungjawab terhadap terjadinya wabah infeksi nosokomial, peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta peningkatan biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeteksi keberadaan gen SHV pada isolat klinik E.coli penghasil ESBLs dari urine pasien yang merupakan koleksi Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Januari - Februari 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan molekul genetik. Metode yang digunakan untuk deteksi gen SHV menggunakan PCR (Polymerase ChainReaction) kemudian dielektroforesis dan divisualisasikan pada gel agarose 1.5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga puluh isolat, sebanyak dua belas isolat (40%) positif mengandung gen SHV.
Tree Community Composition and Structure of Cacao (Theobroma cacao L.) Based Agroforestry in West Sumatera, Indonesia Santhyami Santhyami; Adi Basukriadi; Rochadi Abdulhadi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10433

Abstract

Studi Perilaku Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Kabupaten Karanganyar Alanindra Saputra; Marjono Marjono; Dewi Puspita; Suwarno Suwarno
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: March 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.310

Abstract

Studi perilaku populasi monyet ekor panjang dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktifitas harian populasi monyet ekor panjang dengan menggunakan metode scan sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014. Pengamatan dilakukan selama 150 menit dengan interval waktu 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perilaku harian populasi monyet ekor panjang yang diperoleh yaitu: bergerak (35%), grooming (25%), bermain (15%), inaktif (10%), makan (6.8%), agonistik (3.6%), tidur (2.3%), kawin (0.9%), dan bersuara (0.8%).
Karakterisasi Isolat Bakteri Penghasil Kitinase Dan Glukanase Serta Uji Efektifitasnya Terhadap Jamur Colletotrichum sp yadi - suryadi; Dwi N susilowati; I Made - Samudra
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11197

Abstract

Shallots as a horticultural commodity is quite important in Indonesia. Fungi anthracnose disease caused by fungus Colletotrichum sp. is one of the pathogens  causing rot on shallot plants. Therefore, an alternative control that is environmentally friendly is a necessity. The aim of the study was to screen the best potential isolates producing chitinase and glucanase of shallot- rhizosphere from Brebes, and further used to inhibit fungal pathogens. The results showed that it was obtained 8 isolates have suppression activity against Colletotrichum sp. which varied in their inhibition. The highest inhibition was produced by isolate UBS 3 (30.56%), whilst one isolate (TK 3) did not have the ability to inhibit Colletotrichum sp.
IDENTIFKASI VARIASI GENETIK KERBAU (Bubalus bubalis) PACITAN DAN TUBAN BERBASIS MIKROSATELIT Primadya Anantyarta
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3667

Abstract

Kurangnya pelestarian kerbau dapat mengancam populasi, sehingga perluusaha menjaga plasma nutfah dan upaya awal mengetahui variasi kerbau di daerah endemik. Pacitan dan Tuban merupakan daerah endemik di Jawa Timur. Penelitian deskriptif eksploratif ini bertujuan menjelaskan variasi fenotip dan genotip kerbau. Fenotip meliputi bentuk dan warna tubuh, warna mata, panjang tanduk, leherdan ekor, lingkar dada, tinggi dan panjang badan, ukuran kepala. Penelitian genotip dilakukan menggunakan primer HEL09 dan INRA023 yang ditunjukkan adanya pita (alel) DNA homozigot maupun heterozigot. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel darah, isolasi DNA dan elektroforesis gel agarose. Polimerase Chain Reaction (PCR) dilakukan untuk memperbanyak konsentrasi DNA, elektroforesis Poliacrylamidegel dan silver staining untuk mengetahui alel DNA. Analisis hasil penelitian menunjukkan nilai heterozigositas kerbau Pacitan dengan primer HEL09 sebesar 54%, PIC 42%, sedangkan dengan primer INRA023 nilai heterozigositas sebesar 88%, PIC 77%. Pada daerah Tuban, nilai heterozigositas dimunculkan primer HEL09 sebesar 55%, PIC 36%. Nilai heterozigositas dimunculkan primer INRA023 sebesar 60,96% PIC 53%. Nilai PIC dimunculkan primer INRA023 lebih besar daripada nilai PIC HEL09, sehingga primer INRA023 lebih polimorfik daripada primer HEL09 dan lebih dapat menjelaskan tentang variasi dalam suatu populasi.
Daya Tetas Telur Aedes aegypty Strain Japan Yang Disimpan Selama Seminggu Pada Suhu Ekstrem I Gede Wempi Surya Permadi; Yulian Taviv; Lasbudi Pertama Ambarita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9243

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental health problems that several case increasing the number of patients and the wider area of distribution. The spread of dengue is influenced by several factors such as the vector disease, the behavior of people and the environment. In some sub-tropical countries is like  in the winter season , a number of   Aedes albopictus is found the eggs can still hatch at temperatures 0,5◦C. Eggs that will be tested for each treatment amounted to 100 eggs and had been through the process selected.  The research carried in Parasitology and Entomology Labolatories, South Sumatra. The research was conducted from March to December 2014. In a multivariate test showed that the interaction of temperature and storage time affect the hatchability of eggs of Aedes aegypti strain Japan. Humidity and temperature can influence one of the insects are mosquitoes. At a certain temperature and humidity mosquitoes can not do the lifecycle and inhibite the morfology. The conclusion of this research is the cold storage and extreme temperature influence to eggs hacthingof Strain Japan the Aedes aegypti. Suggestions in this research is the public should continue to implement programs 3M plus, due to the Aedes eggs can survive in cold weather.
Identifikasi Jenis Kupu-Kupu (Lepidoptera) Di Universitas Palangka Raya Ade Damara Gonggoli; Sartika Sari; Helen Oktofiani; Novira Santika; Rini Herlina; Tiara Agatha; Yohanes Edy Gunawan
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.10361

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kupu-kupu yang berada di Universitas Palangkaraya pada lahan yang setelah terbakar dan lahan yang belum terbakar. Metode penelitian menggunakan metode observasi lapangan dengan teknik net sweeping dan jelajah. Dari hasil identifikasi jenis kupu-kupu yang dilakukan di sekitar kawasan UPR menunjukkan bahwa jumlah total jenis kupu-kupu yang ditemukan sebanyak 10 spesies yang tergolong ke dalam empat famili masing-masing yaitu famili Nymphalidae (3 jenis), famili Pleridae (5 jenis), famili Papilionidae (1 jenis), dan Lycaenidae (1 jenis), dengan total jumlah individu sebanyak 30 ekor, yang di dominasi oleh spesies Acraea terpsicore.
PENGARUH CAHAYA DAN TEMPERATUR TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS DAN PROFIL PROTEIN TANAMAN ANGGREK Phalaenopsis amabilis TRANSGENIK PEMBAWA GEN Ubipro::PaFT Rinaldi Rizal Putra; Ixora Sartika Mercuriani; Endang Semiarti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi yang tepat dalam percepatan pembungaan tanaman Phalaenopsis amabilis transgenik yang telah disisipi gen penentu waktu pembungaan Ubipro::PaFT. Metode penelitian ini menggunakan tanaman transgenik pembawa gen Ubipro::PaFT umur 18 bulan setelah penanaman. Tanaman ditumbuhkan pada inkubator dengan pencahayaan menggunakan lampu LED putih dan kombinasi LED putih biru, dengan fotoperiodisitas 8 jam terang 16 jam gelap, suhu 25ºC pada fase terang dan 20ºC pada fase gelap selama 20 minggu. Setelah 20 minggu pertumbuhan tanaman, dilakukan analisis profil protein dengan metode SDS-PAGE untuk mengetahui protein yang diproduksi pada setiap fase pertumbuhan yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan kombinasi cahaya LED putih dan biru meningkatkan pembentukan daun sebesar 60%, panjang daun 70,58%, tetapi belum diperoleh kemunculan infloresen. Analisis profil protein menunjukkan terbentuknya protein dengan ukuran 108,57; 71,30; 56,16; 40,85; 26,79; 13,27; dan 13,12 kilodalton pada tanaman transgenik, tetapi tidak terdeteksi protein dengan ukuran 19,65 kDa yang sesuai dengan berat molekul protein PaFT, sementara protein dengan ukuran sekitar 56,16 kDa sesuai dengan berat molekul protein POH1(Phalaenopsis Orchid Homeobox1). Hal ini menunjukkan bahwa gen vegetatif POH1 mampu menghambat aktivasi gen PaFT pada tanaman P. amabilis transgenik umur 20 minggu, sehingga tanaman masih dalam fase juvenil dan belum mampu diinduksi untuk berbunga.
PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceul L.) TERHADAP NEKROSIS SEL HEPAR TIKUS (Ratus novergicus) OBESITAS Anisah Mahmudah; Amy Tenzer; Sri Rahayu Lestari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5931

Abstract

Obesitas saat ini disebut sebagai “sindrom baru dunia” yang memerlukan terapi untuk mengatasinya. Terapi herbal adalah terapi yang paling banyak dilakukan penderita obesitas. Kulit buah rambutan mengandung polifenol yangmempunyai aktivitas antioksidan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat terapi obesitas. Hepar dapat terkena efek samping obat karena bertanggung jawab melakukan metabolisme obat, termasuk karena pemberian ekstrak kulit buah rambutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap nekrosis sel hepar tikus (Ratus norvegicus) obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Dua puluh empat tikus jantan strain wistar umur 14 minggu yang mengalami obesitas dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, diberi ekstrak kulit buah rambutan melalui sonde lambung dengan dosis 15, 30, dan 60 mg/kgbb dan kelompok kontrol diberi akuades. Setelah 12 minggu, tikus didekapitasi dan dikoleksi organ heparnya untuk dibuatpreparat histologi dengan pewarnaan Hemotoksilin-Eosin (HE). Tiap sayatan diamati dalam 3 lapang pandang, diamati 100 sel hepatosit, dihitung persentase sel yang mengalami nekrosis menggunakan hand tally counter. Analisisdata menggunakan analisis varian tunggal pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah rambutan yang berpengaruh signifian terhadap nekrosis sel hepar tikus adalah 60 mg/kgbb, yaitu meningkatkan persentase piknosis, karyoreksis, karyolisis, serta total nekrosis
Fitoremediasi Logam Kromium di Tanah Sawah dengan Rami (Boehmeria nivea) dan Environmental Health Agriculture System (EHAS) Alfian Chrisna Aji; Mohammad Masykuri; Retno Rosariastuti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9232

Abstract

Chromium metal is one of the heavy metal wastes from various industries and is persistent for the agricultural environment, especially in rice fields. Chromium metal can change biodiversity and ecosystem function in paddy soil. Chromium metal phytoremediation that pollutes paddy soils with hemp (Boehmeria nivea) is important because paddy soils play a role as a living medium for food crops, especially rice (Oryza sativa). One indicator of the success of phytoremediation is the reduction of chromium metal content in the soil, so it requires a policy system to maintain a healthy environmentally friendly agriculture. This study aimed to determine the ability of Boehmeria nivea to reduce levels of chromium metal in the soil and provide policy solutions to keep environmentally healthy agriculture. This study used a complete randomized block design, random sampling of chromium metal data. The results showed the initial concentration of chromium metal in the soil was 2.36 ppm, after treatment with the interaction between Agrobacterium sp. I3 with Boehmeria nivea (P0B1T1) and interaction of organic matter (compost) with Boehmeria nivea (P0B2T1) obtained Cr 1.37 ppm metal content with a decrease of 42.01%. The resulting policy solution is the Environment Health Agriculture System (EHAS). The conclusion of this study was phytoremediation of chromium metal using Boehmeria nivea combined with the Environment Health Agriculture System can create a healthy environmentally friendly agricultural system.