cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
Pertumbuhan dan Tingkat Morbiditas pada Bayi Usia 7-12 Bulan berdasarkan Status Pemberian ASI di Wilayah Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta Indah Nurhayati; Endang Nur Widyaningsih; Agus Subagyo
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i1.5492

Abstract

ASI selain dapat membantu dalam proses pertumbuhan, juga dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status pemberian ASI terhadap pertumbuhan dan tingkat morbiditas pada bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Puskesmas Gilingan. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kohort retrospektif, yang dilakukan di posyandu wilayah Puskesmas Gilingan. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 58 responden, pengambilan sampel menggunakan Consecutive Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner ASI eksklusif, tingkat morbiditas dan KMS. Teknik analisis uji adalah Chi Square. Hasil penelitian ini adalah tidak ada pengaruh status pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi usia 7-12 bulan dengan p = 0,378 nilai RR 1,667 (IK 95% = 0,697-3,984). Tidak terdapat pengaruh status pemberian ASI terhadap kejadian ISPA pada bayi usia 7-12 bulan dengan p = 0,066 nilai RR 1,800 (IK 95% = 1,011–3,204). Tidak ada pengaruh status pemberian ASI terhadap kejadian diare pada bayi usia 7-12 bulan dengan p = 0,564 nilai RR 1,158 (IK 95% = 0,829–1,618).
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Bahan Pangan (Mie Basah, Bandeng Segar dan Presto, Ikan Asin, Tahu) di Pasar Gede Kota Surakarta Rezania Asyfiradayati; Artika Ningtyas; Madani Lizansari; Yuyun Purwati; Winarsih Winarsih
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v11i2.7666

Abstract

Formalin merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/MenKes/Per/IX/1988, sehingga kandungannya dalam produk makanan harus negatif.Jika kadar formalin yang terkandung dalam bahan pangan tersebut melewati nilai ambang batas aman, maka akan dapat berakibat toksisl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan formalin dalam bahan pangan (mie basah, bandeng segar dan presto, ikan asin, tahu) yang dijual di Pasar Gede Kota Surakarta. Penentuan kandungan formalin menggunakan Uji kualitatif (Uji Teskit). Penetapan kadar formalin menggunakan metode Uji Kualitatif (Uji Asisi-Alkalimetri). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 sampel mie basah, 1 sampel ikan bandeng segar dan presto, 5 ikan asin, dan 4 tahu positif formalin dengan kadar tertinggi tertinggi sebesar 0,0278ppm pada ikan asin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan pangan yang diperdagangkan di Wilayah kota Surakarta belum semuanya mematuhi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/MenKes/Per/IX/1988 kandungan formalin dalam makanan harus 0 atau negatif. Sehingga perlu dilakukan penelitian bahan tambahan makanan lain (misal boraks dan pewarna) yang digunakan dalam bahan pangan lain yang dipasarkan di Surakarta serta masyarakat perlu segera diberikan informasi tentang keamanan makanan yang dikonsumsi
PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP SANITASI RUMAH DI KELURAHAN SEMANGGI KOTA SURAKARTA Windi Wulandari; Dewi Anjar Kartikasari; Lufiana Puspita Ratri
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8939

Abstract

Kondisi sanitasi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan. Data pemeriksaan rumah sehat di Kelurahan Semanggi diperoleh sebanyak 43,25%. Peran petugas sanitasi dan kepala puskesmas menjadi salah satu yang menentukan keberhasilan cakupan dalam pelaksanaan inspeksi sanitasi di wilayah puskesmas selama 1 (satu) tahun. Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat di kelurahan semanggi jarang mendapatkan info maupun penyuluhan dari petugas yang berkaitan dengan rumah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran petugas terhadap sanitasi rumah di Desa Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Kelurahan Semanggi dengan populasi 4.772 rumah dan jumlah sampel 108 rumah, dengan teknik pengambilan proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan sanitasi rumah (p=0,000). Petugas kesehatan mempunyai peranan dalam terwujudnya rumah sehat di kelurahan semanggi.
Analisis Senyawa Klorin (Cl2) Pada Beras yang Dijual Di Pasar Sokaraja Kabupaten Banyumas Olivia Alfitri; Kurnia Ritma Dhanti; Dita Pratiwi Kusuma Wardani
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i1.12418

Abstract

Beras merupakan komponen penting dalam makanan sehari-hari untuk menunjang kebutuhan pokok. Masalah manipulasi mutu beras sudah sering  dilakukan oleh pedagang atau penggilingan beras. Penggunaan bahan pemutih pada dasarnya dilarang dalam bahan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar klorin yang ada pada beras  yang dijual di Pasar Sokaraja Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif. Data senyawa klorin dianalisis dengan uji univariat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020. Sampel penelitian berjumlah 24 sampel beras. Hasil analisis kualitatif menunjukkan sampel positif adanya reaksi presipitasi berupa endapan putih dan analisis kuantitatif secara Argentometri Mohr dengan titik akhir titrasi merah kecoklatan. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa 5 sampel (20,8%) beras positif mengandung klorin. Kadar klorin terendah yaitu 71,04 mg/L dan kadar klorin tertinggi sebesar 189,44 mg/L
PENGARUH PELATIHAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DI SDN WIROGUNAN I KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Sugiyono Sugiyono; Sri Darnoto
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i2.4594

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit ini menyerang semua kelompok umur, namun sebagian besar berusia di bawah 15 tahun. Siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan kelompok rentan yang kepeduliannya sangat diperlukan guna menjaga kesehatan bagi masyarakat sekolah. Sehingga, membutuhkan pengetahuan dan sikap yang baik terhadap upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Peningkatan pengetahuan dan sikap siswa dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pencegahan DBD terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa di SDN Wirogunan I. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen yang dilengkapi dengan pendekatan metode kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan pra eksperimen dengan bentuk one group pretest and posttest design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 57 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode sampling jenuh. Uji statistik menggunakan uji t-test dengan wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pelatihan pencegahan DBD terhadap tingkat pengetahuan (p = 0,000) dan sikap siswa (p = 0,000) di SDN Wirogunan I.
IRON CONTENT, HARDNESS AND ACCEPTABILITY OF BISCUITS FROM COMPOSITE CASSAVA AND WHEAT FLOURS SUBSTITUTED WITH GREEN SPINACH FLOUR Rusdin Rauf; Nurdiana Nurdiana; Dwi Sarbini
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v11i1.6998

Abstract

The main cause of the high prevalence of iron deficiency anemia of children in Indonesia is the low intake of iron. Green spinach flour as a source of iron can be used as a substitution material in the manufacture of biscuits. The purpose of the study was to evaluate the effect of green spinach flour substitution on iron, hardness and acceptance levels of biscuits from composite cassava flour and wheat flour. The research was conducted by substituting the green spinach flour with various levels of 0%, 2.5%, 5% and 7.5%. The biscuits were then tested for the iron using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), hardness using texture analyzer and acceptability. The results indicated that there was a substitution effect of green spinach flour to iron and acceptability of biscuits, whereas, there was no effect on the hardness. The higher the substitution of green spinach flour, the higher the iron level of the biscuit. The highest iron level was displayed by biscuit with the substitution of 7.5%, which was 89.82mg/kg. The hardness of biscuits was not affected by the substitution of green spinach flour. The range of biscuit hardness levels was between 2592.16g - 3985.83g. Biscuit with 5% substitution of green spinach flour gave the highest acceptability. The iron requirement of Indonesian school-age children (7-9 years) can be fulfilled by consuming biscuits (5% green spinach flour) as much as 14 grams or equivalent to 3 pieces of biscuit for a day.
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENGENDALIAN VEKTOR DBD Sevilla Ukhtil Huvaid; Novia Wirna Putri
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v0i1.7779

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah utama penyakit menular diIndonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam program pengendalian vektor DBD. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 99 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,5 % rumah responden positif jentik, 32,3 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan modifikasi lingkungan, 58,6 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan manipulasi lingkungan, 30,3 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan pengendalian fisik, sebesar 78,8 %  responden tergolong dalam kategori buruk melakukan pengendalian kimiawi, dan 35,4 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan pengendalian biologi dalam program pengendalian vektor DBD. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara variabel modifikasi lingkungan, manipulasi lingkungan, pengendalian fisik, pengendalian kimiawi, pengendalian biologi dengan keberadaan jentik dalam program pengendalian vektor DBD. Oleh sebab itu, perlu disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai program pengendalian vektor DBD baik dalam aspek modifikasi lingkungan, manipulasi lingkungan, pengendalian fisik, kimia dan biologi.
Literature Review: Gangguan Saluran Penapasan Akibat Pencemaran Udara di Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Farisa Hidayatullah; Surahma Asti Mulasari
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.11114

Abstract

Masyarakat di lingkungan TPA merupakan kelompok yang berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan akibat pencemaran udara oleh sampah. Sampah mengalami proses pembusukan dan menghasilkan komponen gas yang bersifat toksik bagi tubuh. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membahas mengenai gangguan saluran pernapasan yang dirasakan masyarakat di lingkungan TPA beserta faktor risiko yang meningkatkan gangguan pernapasan tersebut. Metode yang digunakan adalah literature review. Literatur berupa Jurnal Nasional yang diterbitkan dari tahun 2010 sampai 2020. Pengumpulan literatur menggunakan database google scholar dan http://garuda.ristekbrin.go.id/ dengan kata kunci “risiko kesehatan akibat sampah”, “risiko kesehatan paparan gas” “gangguan pernapasan akibat sampah”, “keluhan pernapasan akibat sampah”, serta “pengaruh paparan gas TPA”. Hasil pencarian diperoleh 58 artikel sesuai kata kunci. Setelah disaring menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi seperti pencemaran udara dan gangguan pernapasan akibat sampah pada masyarakat di lingkungan TPA, diperoleh 13 artikel yang direview. Hasil review menunjukkan adanya komponen gas yang mengakibatkan gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, nyeri dada, pusing, mual, iritasi mata, demam, sakit tenggorokan, mengi, sesak napas, maupun mengakibatkan gangguan tidur. Terdapat faktor risiko yang meningkatkan gangguan pernapasan yaitu umur, waktu paparan, konsentrasi gas dan kualitas mikrobiologi udara yang melebihi standar, tingkat pendidikan, jarak tempat tinggal dengan TPA, penggunaan APD saat bekerja, serta kebiasaan merokok.
PENGARUH PEMBERIAN Zn TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Nadini Kartika; Banundari Rachmawati; Andrew Johan
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i1.3410

Abstract

Faktor Biososial Kualitas Hidup Pada Anak Cerebral Palsy Alinda Nur Ramadhani; Dea Linia Romadhoni
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.12861

Abstract

Cerebral Palsy (CP) merupakan salah satu penyebab paling umum dari disabilitas fisik pada masa kanak-kanak. Cerebral palsy sering dikaitkan dengan berbagai masalah muskuloskeletaal, gangguan emosi, perilaku, sensoris, dan kognitif. Berbagai permasalahan ini mungkin berefek negatif terhadap kualitas hidup anak Cerebral palsy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor biososial yang berhubungan dengan kualitas hidup anak cerebral palsy. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 110 subyek penelitian diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan path analysis. Kualitas hidup anak cerebral palsy berhubungan dengan kemampuan motorik kasar (b=2,79; CI 95%= 1,54 hingga 4,03; p=0,001), dukungan keluarga (b=1,25; CI 95%= 0,26 hingga 2,24; p=0,013),  dan dukungan sosial (b=0,99; CI 95%= 0,14 hingga 1,97; p=0,047). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup anak cerebral palsy berhubungan dengan kemampuan motorik kasar, dukungan keluarga yang kuat dan dukungan sosial yang kuat.